Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Bencana Alam adalah Peringatan Allah Kepada Hamba-Nya Agar Selalu Ingat dan Bersyukur

Teks Khutbah Jumat Bahasa Indonesia
Teks Khutbah Jumat Bahasa Indonesia

(الخطبة الاولى)

الْحَمْدُ لله ِ وَفَّقَ مَنْ شَاءَ لِطَاعَتِه ِ مِن ْ عِبَادِه الْمُؤْمِنِينَ ، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ كَتَبَ السَّعَادَةَ لِمَنْ عَمِلَ بِشَرْعِهِ القَوِيمِ  ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الصَّادِقِ الْوَعْدِ الأَمِيْنِ ، اللَّهُم َ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِينَ اهْتَدَوا بِهُدىهُ وَاتَّبَعُوا النُّوْرَ الذي اَنْزَلْنَا مَعَهُ ، أُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ .

قال تعالى يَأَيُّها الَّذِين َ أَمَنُوْا اتَّقُوْا الله َ حَقَّ تُقَاتِه ِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ .

 

معاشر المسلمين رحمكم الله

Kaum muslimin Rohimakumulloh, mari kita berusaha untuk selalu meningkatkan taqwa kepada Allah swt dengan selalu istiqomah melaksanakan perintah dan menjauhi larangan-Nya.

Bencana alam bukan kejadian biasa yang terjadi secara alami, tetapi semua itu merupakan peringatan dari Allah swt. kepada hambanya agar selalu ingat kepada pencipta-Nya yaitu Allah swt.

Allah swt berfirman;

مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ يَسِيرٌ

“Tidak suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (lauhulmahfudz) sebelum kami menciptakan-Nya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah swt. (Q.S Al-Hadid [57]: 22).

Dan ayat yang lain;

 لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Katakanlah, “sekali-kali  tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah swt. Untuk kami, Dialah pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang harus bertawakal” (Q.S At-Taubat [9]: 51).

Kedua ayat di atas dan banyak lainnya menuntut setiap muslim beriman dan percaya sepenuhnya bahwa segala sesuatu yang terjadi adalah atas izin-Nya. Menyatakan bahwa ada sesuatu yang terjadi tanpa izin dan kuasa Allah atau tanpa sepengetahuan-Nya adalah salah satu bentuk mempersekutukan Allah swt. Nah jika demikian, setiap muslim berkewajiban mempercayai tentang “qodo”, yaitu terjadinya sesuatu dalam kenyataan sesuai dengan kehendak dalam ukuran yang ditetapkan Allah baik kecil maupun besar.

معا شر المسلمين رحمكم الله

Apakah ada yang menduga bahwa sang Pencipta itu tidak mengetahui apa yang diciptakan-Nya? Sungguh picik orang yang menduga seperti itu, yaitu Allah tidak mengetahui kejadian tersebut. Pengetahuan Allah itu di ilustrasikan sebagai Lawh Al-Mahfudz (kitab yang terpelihara dari kesalahan atau kealpaan).

Segala sesuatu tercatat disana, baik yang remeh dalam pandangan manusia maupun yang agung. Sebagaimana firman Allah;

وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

”Pada sisi Allah ada kunci-kunci ghoib, tak ada yang mengetahuinya, kecuali Dia (termasuk bencana alam). Dia mengetahui apa yang di daratan dan yang di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang jatuh melainkan Dia (Allah) mengetahui-Nya (pula). Dan tiada jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan, bumi dan tiada sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Q.S Al-An’am [6]: 59).

Jadi, segala bencana yang ada di muka bumi ini tidak lepas dari irodah (kehendak Allah) agar hamba-Nya selalu ingat kepada-Nya dan mengambil hikmah dari adanya musibah yang berupa bencana alam tersebut.

Adapun hikmah yang dapat kita ambil dari adanya musibah adalah;

  1. Menjadi lebih tahu dan paham tentang tuntunan agama dan perlunya beragama.

Kita lebih sadar bahwa Tuhan Maha Kuasa. Doa yang selama ini kurang mendapat perhatian kini sering kita panjatkan.

Rasululloh saw bersabda :

لَايَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ

Artinya : “Tiada yang dapat mengubah Qodho’ kecuali doa (Hadist Riwayat Tirmidzi).

  1. Bagi yang merenung dari bertafakur akan sadar betapa manusia adalah makhluk lemah, bukan hanya yang miskin atau tidak berpendidikan dan tidak berpangkat tetapi semua sama-sama memiliki kelemahan dan keterbatasan.
  2. Dengan bencana alam, manusia lebih sadar bahwa kemanusiaan merupakan kesatuan, dan bahwa dunia ini sangat kecil. Kita berada dalam satu perahu sehingga kita harus saling tolong-menolong tanpa memandangs uku, ras, agama dan bangsa.
  3. Menyadarkan kita bahwa hidup sangat berharga sehingga harus di isi dengan yang bermanfaat lagi abadi (langgeng).

بَارَكَ الله ُ لِى وَلَكُمْ فِى الْقُرْأَنِ الْعَظِمِ وَنَفَعَنِى وَإِيّاكُمْ مِنْ زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ . أَعُوْذُ بِالّلهِ مِنَ الشَيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ الله ِ الرَّحْمن ِ الرَّخِيْم ِ . فَمَنْ كَانَ يَرْجُوْا لِقَاءَ رَبِّهِ فَلْيَعْمَلْ عَمَلاً صًالحا وَلَا يُشْرِكْ بِعِبَادَتِهِ اَحْدًا ، وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَم وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّاخِمِينَ .

 

(الخطبة الثانية)

الْحَمْد ُلِلَّهِ الَّذِى هَدَانَا لِهَذَا ، وَمَاكُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلاَ أَنْ هَدَانَا اللهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَّ إِلَهَ إِلاَّ ألله، وَحدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ ، اللَّهُم َ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى هَذَا النَّبِيِّ الْكَرِيمِ . سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ .

أَمَا بَعْدُ: أَعُوْذُ بِالّلهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، يَأَيُّها الَّذِين َ أَمَنُوْا اتَّقُوْا الله حَقَّ تُقَاتِه ِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . وَاعْلَمُوا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ اَنَّ الله َ تعالى صَلَّى عَلَى نَبِيِّهِ قَدِيْمًا ، وَبَدَأَ بِنَفْسِهِ تَعْلِيْمًا ، وَقَالَ الله ُ تَعَالَى :  إِنَّ الله َ وَمَلَائكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَأَيُّها الَّذِين َ أَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا ، اللَّهُم َ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ أَجْمَعِيْنَ.

اللَّهُم َاغْفِر ْلِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْأَحْياَءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. اللَّهُم َ اَرِنَا الْحَقَّ حَقَّا وَارْزُقْنَا اتِّبَاعَهُ، وَاَرِنَا الْبَاطِلَ بَاطِلاً وَارْزُقْنَا اجْتِنَابَهُ .رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ اَنْتَ الْوَهَّابٌ، رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الآخَرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ . وَالْحَمْدُ للّهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ.

 

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *