Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Dosen Bergelar S2 Nahkodai Ansor Ranting Tanjungsari

Ketua PR GP Ansor Tanjungsari Fitra Rijal, M.E, menyerahkan nasi tumpeng kepada ketua PR NU Tanjungsari KH Musta’in sebagai simbol peringatan Harlah NU ke-95, Sabtu (30/1)

Pengurus Ranting Gerakan Pemuda Ansor Tanjungsari masa khidmat 2021-2023 resmi dilantik. Acara pelantikan sekaligus merayakan Harlah NU ke-95 ini digelar di Madrasah Diniyah Krajan I Tanjungsari, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (30/1) malam.

Prosesi pelantikan ditandai dengan pengambilan sumpah janji jajaran pengurus yang disaksikan Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo Muhammad Ilham. Turut hadir dalam acara tersebut Kepala Desa Tanjungsari Zainul Rofiki, serta perwakilan dari Banom NU setempat. Usai prosesi pengambilan sumpah, dilanjut dengan penyerahan SK dari PC ke Fitra Rizal M.E, Ketua PR Ansor Tanjungsari.

Dalam sabutannya sebagai ketua PR GP Ansor Tanjungsari, Fitra mengingatkan pentingnya peranan pemuda sebagai pemimpin masa depan. Para kader Ansor diharapkan dapat melanjutkan estafet perjuangan NU. “Pemuda masa kini adalah calon pemimpin masa depan,” katanya.

Hal senada ditegaskan Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo. “Pemuda Ansor harus andil dalam setiap kegiatan masyarakat, menjadi solusi-solusi masyarakat dan hadir di setiap kegiatan desa untuk menjadi garda terdepan,” tegas Ilham dalam sambutannya.

Ketua Pengurus Ranting NU Tanjungsari KH Musta’in menambahkan, pemuda harus punya kebanggaan. Kyai Musta’in mengutip pesan masyhur dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib. “Laisal fata man yaqulu kana abi, wala kinnal fata man yaqulu ha ana dza. Jadi, anak muda itu bukan yang bangga bilang ini ayahku. Tapi inilah aku,” tegasnya.

Kyai Musta’in berharap, Ansor Tanjungsari ke depan bisa lebih baik. Apalagi di bawah komando seorang sarjana S2. Bukan hanya ketua saja, dari jajaran pengurus juga banyak yang sarjana. Dengan komposisi pengurus yang berlatarbelakang sarjana tersebut diharapkan bisa mencetak kader-kader Ansor yang berkualitas untuk tugas utama menyebarkan Aswaja An-Nahdliyah da meneguhkan komitmen kebangsaan.

Acara pada malam itu ditutup dengan do’a yang dipimpin Kyai Imam Hambali dan dilanjutkan dengan makan tumpeng bersama.

 

Reporter: Arif

Editor : Lege

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *