NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Jelajahi Situs, Lesbumi Ponorogo Kampayekan Pelestarian Cagar Budaya

Tim sedang mengamati struktur yoni dan linggo di Sedah, Jenangan
Tim sedang mengamati struktur yoni dan linggo di Sedah, Jenangan

NU Online Ponorogo – Ponorogo memiliki banyak situs bersejarah yang keberadaannya belum banyak dikenali. Padahal situs-situs bersejarah, baik tempat maupun benda merupakan kawasan cagar budaya dan benda cagar budaya yang membutuhkan perhatian.

Sanggar Pelestarian Cagar Budaya Lesbumi PCNU Ponorogo bisa mejadi contoh bagi upaya penyelamatan cagar budaya.

“Penyelamatan cagar budaya bagi kami (Lesbumi, Red) adalah membangun kerelaan diri untuk turut menyelamatkan situs-situs bersejarah,” ungkap A. Sauji ketua Lesbumi PCNU Ponorogo.

Lesbumi PCNU Ponorogo, Minggu (30/5) memberangkatkan sepuluh orang Pengurus dan Pegiatnya menelusuri tiga situs, yaitu kawasan masjid Tegalsari, masjid Caru Bajang Mlarak dan beberapa kawasan di wilayah kecamatan Jenangan.

Di kawasan masjid Tegalsari tim mempelajari konsep bangunan Dalem Agung Tegalsari, prasasti gendol atau watu bancik dan atap payung agung.

Tim Lesbumi mengajak keluarganya ikut menelusuri situs Tegalsari. Nampak tim sedang beropse di dalan Dalem Agung
Tim Lesbumi mengajak keluarganya ikut menelusuri situs Tegalsari. Nampak tim sedang beropse di dalan Dalem Agung

Di masjid Caru Bajang Mlarak tim melihat dan mengenal bentuk, yoni dan kemuncak Candi.

Beralih ke Jenangan, di pasar ibukota kecamatan yang mengubungkan wilayah kota dan wilayah Ngebel ini tim mendalami struktur benda mirip sarkupagus. Di dekat pasar ini juga terdapat Bank Desa Jenangan yang menyimpan batu prasasti yang aus. Tim juga berusaha mengenali benda bersejarah itu.

Setelah dari Desa Jenangan, tim mengenai struktur ompak di Jimbe, yoni dan potongan linggo di Sedah dan prasasti di makam Mbah Gawe di Ngrupit.

Situs terakhir yang dikunjungi tim adalah makam Asem Kembar. Si situs ini tim mengkaji dan merenungi perjalanan Suluk Kiai Umar Shodiq. Dari cerita masyarakat, Kiai Umar Shodiq pernah berkholwat di bawah dua pohon Asem tersebut. Sehingga konon berakibat salah satu pohon bijinya berbentuk berbagai jenis.

“Sebagai penggambaran ragam peristiwa yang dialami Kiai Umar Sodiq saat menjalani pesulukan,” imbuh Sauji yang kerab disapa kang Jenggo ini.

Dari hasil kegiatan ini Kang Jenggo tetap berharap dapat meningkatkan keimanan para penggiat budaya.

“Lesbumi akan terus memupuk kepedulian dalam penyelamatan berbagai jenis cagar Budaya,” pungkasnya.

Reporter: Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera