NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

LPBI-NU Peduli Isoman

Ketua LPBI-NU Ponorogo, Novi Tri Hartanto, menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga yang sedang isoman di Kecamatan Sooko, Senin (12/7)

NU Online Ponorogo – Salam tangguh yang didengungkan LPBI-NU bukan hanya sekedar slogan. Buktinya, mengganasnya Pandemi Covid-19 tak pernah menyurutkan nyali para relawan LPBI-NU untuk terus bergerak atas nama kemanusiaan. Mereka melakukan aksi kepedulian sosial dengan menyalurkan bantuan sembako bagi keluarga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

“Kami prihatin dengan nasib mereka yang sedang terpapar Covid-19 dan harus menjalani isoman. Sudah selayaknya, sebagai saudara sebangsa, kita berempati kepada mereka. Kami juga ikut merasakan betapa berat cobaan yang harus mereka hadapi,” ungkap Novi Tri Hartanto ST, Ketua LPBI-NU Ponorogo kepada NU Online Ponorogo.

Didampingi para relawan LPBI-NU lainnya, Novi beserta rombongan meluncur ke salah satu rumah warga yang sedang menjalani isoman, Senin (12/7). Tepatnya ke rumah keluarga Winadi di Dukuh Sombro, Desa Sooko, Kecamatan Sooko. Para relawan LPBI-NU itu menyerahkan paket sembako. Winadi terpaksa harus menjalani isoman setelah salah satu anggota keluarganya, Sri Wahyuni, meninggal karena Covid-19.

Novi mengaku sangat prihatin dengan warga yang sedang menjalani isoman. Apalagi bagi mereka yang selama ini hanya mengandalkan penghasilan harian untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Jika harus berdiam diri di rumah, mereka tentu saja sangat membutuhkan bantuan logistik. Sayangnya, sampai hari ini banyak warga yang sedang menjalani isoman yang belum mendapatkan bantuan sama sekali.

“LPBI NU Ponorogo tidak mampu menjangkau semuanya. Kemampuan kami juga terbatas. Tapi kami akan tetap berusaha semaksimal mungkin untuk mengulurkan tangan. Meskipun nilainya tidak seberapa dibanding kebutuhan mereka, tapi setidaknya kami mengajak semua pihak untuk peduli kepada nasib mereka,” tegasnya.

Untuk aksi kali ini, LPBI-NU Ponorogo memberikan bantuan berisi bahan makanan pokok seperti beras, mie instan dan telur. Juga ada tambahan beberapa vitamin. “Kami juga memberikan vitamin untuk meningkatkan imun, supaya mereka cepat sembuh dan bisa beraktivitas seperti biasa,” terang Novi.

Setelah mendapat bantuan, Winadi menyatakan terima kasih kepada LPBI-NU Ponorogo. “Kami atas nama keluarga almarhumah Ibu Sri Wahyuni menghaturkan terrima kasih atas semua doa dan mohon maaf atas semua kesalahan. Mohon dukungan moril dan doa supaya kami bisa kuat dan tegar sehingga bisa kembali sehat,” tuturnya.

Novi mengajak kepada semua masyarakat, khususnya warga NU, agar ikut berempati terhadap saudaranya yang tengah terpapar Covid-19. “Kami mengajak semua untuk ikut berempati kepada mereka yang sedang menjalani isoman akibat terpapar Covid-19. Dan jangan lupa, tetap patuhi prokes demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” pungkasnya.

 

Reporter : Adika

Editor : Idam/Lege

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera