NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

PRNU Sukosari Gali Sejarah Kyai Imampuro

Lailatul Ijtima' PR NU Sukosari di masjid Imampuro
Lailatul Ijtima’ PR NU Sukosari di masjid Imampuro

NU Online Ponorogo – Ahad (4/4) wilayah Ponorogo bagian utara diguyur hujan cukup deras, hingga petang tiba hujan tak kunjung reda. Namun itu tidak menjadi penghalang bagi masyarakat Desa Sukosari, Babadan, Ponorogo untuk menghadiri kegiatan Lailatul Ijtima’ Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Sukosari .

Kegiatan Lailatul Ijtima’ PR NU Sukosari yang diadakan setiap Ahad Kliwon, tadi malam bertempat di Masjid Imampuro. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 75 orang, terdiri dari NU ranting beserta banom, jamaah NU dan masyarakat umum begitu yang terlihat begitu antusias.

Seperti biasanya kegiatan rutin ini diawali dengan simaan al-Qur’an dimulai sejak ba’da subuh sampai menjelang magrib. Namun ada yang berbeda dari kegiatan tersebut. Pasalnya kegiatan yang biasanya menghadirkan mubaligh sebagai penceramah, kali ini berganti dengan pemaparan sejarah dari tim pencari sejarah Kyai Imampuro.

Tim sejarah Kyai Imampuro ini memang dibentuk khusus bertujuan untuk mengetahui Haul Kyai Imampiro. Ikhtiar yang dilakukannya dalam beberapa bulan terakhir mulai menunjukkan hasil. Titik terang siapa mbah Kyai Imampuro, peran dan juga kapan beliau wafat juga dipaparkan saat presentasi.

Dalam kesempatan tersebut tim penggali sejarah mengutarakan dalam pelacakan haul tersebut menggunakan tiga metode yaitu melalui interview (wawancara), manuskrip (naskah) dan mediumisasi. Metode tersebut menghasilkan banyak data.

Suasana Lailatul Ijtima' PR NU Sukosari di masjid Imampuro
Suasana Lailatul Ijtima’ PR NU Sukosari di masjid Imampuro

“Data yang didapat bukan merupakan data mutlak, data ini masih bisa berubah jika hadirin memiliki data lain yang bisa didiskusikan bersama.” kata Krisdianto, tim ahli sejarah kyai Imampuro. Selama berlangsungnya pemaparan nampak beberapa kali terjadi diskusi data yang diperoleh.

Malam itu juga disepakati penambahan tim formatur penggalian sejarah Kyai Imampuro, terdiri dari KH Moh. Maksum, Drs.KH. Fatchul Aziz, Drs. Muhammad Ansori, Moh.Jauhari, Slamet Daroini, Ahmad Dardiri, Yusron, Arif Tontowi, Silahudin Hudaya, dan Sarofin.

Kegiatan yang ditutup sekitar pukul sepuluh malam ini menjadi langkah awal untuk mengetahui lebih dalam sosok Kyai Imampuro.

Reporter: Rizal Aerte
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera