Selangkah Lagi, SMK Pemda Balong Jadi Sekolah Berbasis Industri

NU Online Ponorogo – SMK Pemuda Ansor (Pemda) Balong, salah satu sekolah yang bernaung di bawah binaan LP Maarif NU PCNU Ponorogo, menorehkan prestasi membanggakan. Kepala SMK Pemda Balong, Didik Eko S, berhasil lolos assesment psikologi bidang Peningkatan Kapabilitas Manajerial Kepala Sekolah Berbasis Industri. Pria asal Desa Janti Kecamatan Slahung ini telah mengikuti seleksi calon CEO, seperti halnya di industri atau perusahaan. Hasil seleksi yang digelar Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kemendikbud RI tersebut, diumumkan Kamis (1/10), lalu.

Assesment dilaksanakan secara online pada tanggal 10 September lalu di Universitas Gadjah Mada (UGM). Materinya meliputi biodata dan riwayat hidup para peserta. Sebelumnya, ada bimbingan teknis yang diikuti sebanyak 1.600 kepala sekolah. Dari 1.600 peserta, 1.000 kepala sekolah dinyatakan lolos seleksi administrasi. Tahap selanjutnya adalah tes berbasis komputer dan wawancara. Hasilnya, 450 kepala sekolah dinyatakan lolos. Dari jumlah tersebut, 96 berasal dari Jawa Timur, dan 4 di antaranya dari Kabupaten Ponorogo.

Alhamdulillah, saya lolos assesment psikologi Kepala Sekolah di UGM yang diikuti seribu lebih Kepala SMK se-Indonesia. Atas keberhasilan ini, kita akan mendapatkan program peralatan, sarpras dan bimbingan manajerial menuju sekolah berstandar industri,” kata Didik.

Didik menjelaskan, sebelum wawancara ada tes berbasis komputer sebanyak 50 soal dan dikerjakan selama 40 menit. Setiap soal ada durasi waktunya. Tes berbasis komputer dilakukan secara berkelompok dari pukul 07.00 hingga pukul 12.00. Dilanjutkan tes wawancara mulai pukul 12.00 hingga pukul 17.00 sore.

“Materi tes wawancara berkaitan dengan pengalaman hidup sekolah. Tidak sedikitpun soal yang berhubungan dengan wawasan akademik atau kebangsaan,” jelasnya.

Tahap selanjutnya, lanjut Didik, para peserta yang dinyatakan lolos assesment psikologi akan mengikuti diklat yang dilaksanakan secara tatap muka. Meliputi materi skema program, skema pembelajaran daring dan skema pembelajaran luring. Untuk pelaksanaan kegiatan, direncanakan akan dilakukan selama 62 hari, mulai dari 7 Oktober 2020.

Untuk wilayah Jawa Timur ditempatkan di Universitas Brawijaya, namun sampai hari ini peserta belum mendapatkan kepastian teknis pelaksanaannya. “Pelaksanaan pendampingan Kepala SMK berbasis Industri, diserahkan kepada Program Magister Manajemen Universitas Brawijaya,” terang Didik.

Didik mengaku senang bisa mendapat kesempatan tersebut. Menurutnya, hasil tersebut berkat dukungan para guru di SMK Pemda. “Ini berkat dukungan dari teman-teman guru. Semoga mampu memajukan lembaga pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif dan mewujudkan SMK yang sesuai standar Industri. Yaitu memiliki kerja sama dengan dunia industri, dunia usaha dan dunia kerja,” tegasnya.

 

Reporter : Idam

Editor : Lege

Silahkan share:
  TwitterFacebookWhatsapp

4 thoughts on “Selangkah Lagi, SMK Pemda Balong Jadi Sekolah Berbasis Industri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *