<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari hukum istri - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/hukum-istri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/hukum-istri/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Sep 2022 01:39:35 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari hukum istri - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/hukum-istri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mutiara Subuh &#8211; ISTRI MEMANDIKAN JENAZAH SUAMI</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/mutiara-subuh-istri-memandikan-jenazah-suami/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/mutiara-subuh-istri-memandikan-jenazah-suami/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Sep 2022 23:27:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[hukum]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum istri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4796</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh&#8230; Bismillahirrahmanirrahim&#8230;. Shollallahu&#8217;alaa Muhammad&#8230; Dari luar kamar... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mutiara-subuh-istri-memandikan-jenazah-suami/">Mutiara Subuh &#8211; ISTRI MEMANDIKAN JENAZAH SUAMI</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4823" aria-describedby="caption-attachment-4823" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4823" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/09/ISTRI-MEMANDIKAN-JENAZAH-SUAMI.jpg" alt="ISTRI MEMANDIKAN JENAZAH SUAMI" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/09/ISTRI-MEMANDIKAN-JENAZAH-SUAMI.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/09/ISTRI-MEMANDIKAN-JENAZAH-SUAMI-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/09/ISTRI-MEMANDIKAN-JENAZAH-SUAMI-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/09/ISTRI-MEMANDIKAN-JENAZAH-SUAMI-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/09/ISTRI-MEMANDIKAN-JENAZAH-SUAMI-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/09/ISTRI-MEMANDIKAN-JENAZAH-SUAMI-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4823" class="wp-caption-text">ISTRI MEMANDIKAN JENAZAH SUAMI</figcaption></figure>
<p>Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh&#8230;</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim&#8230;.<br />
Shollallahu&#8217;alaa Muhammad&#8230;</p>
<p>Dari luar kamar jenazah rumah sakit, seorang ustadz masuk dan bertanya: &#8220;apakah istrinya mau memandikan jenazah suaminya&#8230;?&#8221;<br />
&#8220;Ya tentu saya mau&#8230;!&#8221; Kata si istri.</p>
<p>Kemudian Ustadz tersebut bersama beberapa orang lainnya menemani si istri memandikan jenazah suaminya.</p>
<p>Si istri menangis ketika memandikan jenazah suaminya .. sambil menangis, istri berkata:<br />
&#8220;Inilah janji kami sebagai suami istri&#8230; Jika abang pergi lebih dulu maka akulah yang memandikan jenazah abang,<br />
Andai aku yang pergi dulu dari abang, abang yang akan memandikan jenazahku&#8230;&#8221;</p>
<p>Dengan tenang istri membasuh muka suaminya sambil berdoa, &#8220;Inilah wajah suami yang ku sayang tetapi Allah lebih sayang padamu&#8230; Wahai suamiku&#8230; Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu dan menyatukan kita di akhirat nanti&#8230;&#8221;</p>
<p>Saat membasuh tangan jenazah suaminya sambil berkata&#8230; &#8220;Tangan inilah yang mencari rezeki yang halal untuk kami, masuk ke mulut kami&#8230; semoga Allah beri pahala untukmu wahai suamiku&#8230;&#8221;</p>
<p>Saat membasuh tubuh jenazah suaminya, iapun berkata&#8230; &#8220;Tubuh inilah yang memberi pelukan kasih sayang padaku dan anak-anakku&#8230;, semoga Allah beri pahala yang berlipat-berganda untukmu wahai suamiku &#8230;&#8221;</p>
<p>Kemudian saat membasuh kaki jenazah suaminya, kembali ia berkata&#8230; &#8220;Dengan kaki ini engkau keluar rumah mencari rezeki untuk kami, berjalan dan berdiri sepanjang hari semata-mata untuk mencari sesuap nasi, terima kasih suamiku&#8230; semoga Allah memberimu kenikmatan hidup di akhirat dan<br />
pahala yang berlipat kali ganda&#8230;&#8221;</p>
<p>Selesai memandikan jenazah suaminya, si istri mengecup sayu suaminya dan berkata&#8230;Aamiin &#8220;Terima kasih suamiku&#8230; karena aku bahagia sepanjang menjadi isterimu dan terlalu bahagia&#8230; dan terima kasih karena meninggalkan aku bersama permata hatimu yang persis dirimu&#8230; dan aku sebagai seorang<br />
istri ridha akan kepergianmu karena kasih sayang Allah kepadamu&#8230;&#8221;</p>
<p>Subhanallah&#8230; Indahnya saling mencintai karena Allah&#8230; meskipun terpisah sementara di dunia tiada sesal karena yakin bahwa Allah akan mempersatukan kembali di akhirat. Semoga Allah merahmati kita Semua,&#8230;Aamin.</p>
<p>Semoga bermanfaat</p>
<p>Selamat beraktifitas pada hari ini</p>
<p>Ya Allah&#8230; Jadikan anak istri kami sebagai penghibur kami di saat kami lelah&#8230; Ya Allah, persatukan kami dengan anak istri kami di surgaMu&#8230; Amin</p>
<blockquote><p>Al-Faqir<br />
H. Marhaban Ahmad<br />
PP ilhamul qudus<br />
Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mutiara-subuh-istri-memandikan-jenazah-suami/">Mutiara Subuh &#8211; ISTRI MEMANDIKAN JENAZAH SUAMI</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/mutiara-subuh-istri-memandikan-jenazah-suami/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah Pengorbanan Khadijah yang Membuat Rasulullah SAW Selalu Mengenangnya</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/kisah-pengorbanan-khadijah-yang-membuat-rasulullah-saw-selalu-mengenangnya/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/kisah-pengorbanan-khadijah-yang-membuat-rasulullah-saw-selalu-mengenangnya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 19 Aug 2022 00:21:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[berbakti]]></category>
		<category><![CDATA[hukum islam]]></category>
		<category><![CDATA[hukum istri]]></category>
		<category><![CDATA[risalah]]></category>
		<category><![CDATA[riwayat]]></category>
		<category><![CDATA[suami istri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4599</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh&#8230; Bismillahirrahmanirrahim&#8230; Shollallahu&#8217;alaa Muhammad&#8230; Khadijah merupakan istri... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kisah-pengorbanan-khadijah-yang-membuat-rasulullah-saw-selalu-mengenangnya/">Kisah Pengorbanan Khadijah yang Membuat Rasulullah SAW Selalu Mengenangnya</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4614" aria-describedby="caption-attachment-4614" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4614" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Kisah-Pengorbanan-Khadijah-yang-Membuat-Rasulullah-SAW-Selalu-Mengenangnya.jpg" alt="Kisah Pengorbanan Khadijah yang Membuat Rasulullah SAW Selalu Mengenangnya" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Kisah-Pengorbanan-Khadijah-yang-Membuat-Rasulullah-SAW-Selalu-Mengenangnya.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Kisah-Pengorbanan-Khadijah-yang-Membuat-Rasulullah-SAW-Selalu-Mengenangnya-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Kisah-Pengorbanan-Khadijah-yang-Membuat-Rasulullah-SAW-Selalu-Mengenangnya-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Kisah-Pengorbanan-Khadijah-yang-Membuat-Rasulullah-SAW-Selalu-Mengenangnya-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Kisah-Pengorbanan-Khadijah-yang-Membuat-Rasulullah-SAW-Selalu-Mengenangnya-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Kisah-Pengorbanan-Khadijah-yang-Membuat-Rasulullah-SAW-Selalu-Mengenangnya-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4614" class="wp-caption-text">Kisah Pengorbanan Khadijah yang Membuat Rasulullah SAW Selalu Mengenangnya</figcaption></figure>
<p>Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh&#8230;</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim&#8230;<br />
Shollallahu&#8217;alaa Muhammad&#8230;</p>
<p>Khadijah merupakan istri Rasulullah SAW yang pertama. Dia pula yang pertama kali beriman akan kenabian Muhammad SAW (assabiqunal awwalun) dari golongan wanita. Jasanya sangat besar dalam dakwah Islam.</p>
<p>Selain itu, Khadijah merupakan sosok perempuan yang tegar dan kuat. Tidak ditemukan dalam riwayat manapun tentang keluh kesah Khadijah ketika menghadapi kesusahan dan kesulitan hidupnya semasa hidup Bersama Rasulullah SAW.</p>
<p>Menurut beberapa riwayat, ketegaran Khadijah dalam menghadapi kesusahan hidup mengalahkan para istri pada umumnya termasuk juga istri-istri Rasulullah SAW yang lain.</p>
<p>Ketika itu Khadijah sedang menyusui Fatimah yang masih bayi. Saat itu seluruh kekayaan mereka telah habis. Seringkali makanan pun tidak punya, sehingga ketika sedang menyusui Fatimah, bukan air susu yang keluar akan tetapi darah. Sehingga ketika menyusui yang masuk dalam mulut Fatimah adalah darah.</p>
<p>Kisah tersebut menunjukkan bahwa ketabahan Khadijah RA yang luar biasa. Mustahil rasanya menemukan wanita setegar dia saat ini. Wanita yang dahulu bergelimang harta dan kini hidup dalam keadaan yang sangat miskin.</p>
<p>Kisah lain menceritakan bahwa suatu hari ketika Rasulullah pulang dari berdakwah dan beliau masuk rumah didapatinya Khadijah sedang menggendong putrinya Fatimah. Khadijah menyambut dan hendak berdiri di depan pintu, namun Rasulullah SAW bersabda,</p>
<p>“Wahai Khadijah, tetaplah di tempatmu”.</p>
<p>Kemudian Rasulullah SAW mengambil Fatimah dari gendongan istrinya, dan diletakkan di tempat tidur. Rasulullah SAW yang lelah dan sedih sepulang berdakwah dan menghadapi segala macam bentuk caci-maki serta fitnah manusia itu, lalu berbaring di pangkuan Khadijah hingga tertidur.</p>
<p>Dukung Dakwah Nabi SAW hingga Wafat<br />
Ketika itulah Khadijah membelai kepala Rasulullah SAW dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Tak terasa air mata Khadijah menetes di pipi Rasulullah SAW hingga membuat beliau terjaga.</p>
<p>“Wahai Khadijah, mengapa engkau menangis? Adakah engkau menyesal bersuamikan aku?” tanya Rasulullah dengan lembut.</p>
<p>Dahulu engkau wanita bangsawan, engkau mulia, engkau hartawan. Namun hari ini engkau telah dihina orang. Semua orang telah menjauhi dirimu. Seluruh kekayaanmu habis. Adakah engkau menyesal, wahai Khadijah, bersuamikan aku?” Lanjut Rasulullah tak kuasa melihat istrinya menangis.</p>
<p>“Wahai suamiku, wahai Nabi Allah. Bukan itu yang ku tangisi,” jawab Khadijah.</p>
<p>“Dahulu aku memiliki kemuliaan, Kemuliaan itu telah aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku adalah bangsawan, Kebangsawanan itu juga aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya. Dahulu aku memiliki harta kekayaan, Seluruh kekayaan itupun telah aku serahkan untuk Allah dan Rasul-Nya”.</p>
<p>Pengorbanan hingga Akhir Hayat</p>
<p>Siti Khadijah, Perempuan Teladan Berpulang pada 11 Ramadhan, dijelaskan bahwa kesetiaan Khadijah sangat luar biasa. Ketika dirinya sudah tidak mempunyai apa-apa lagi, Khadijah rela mengorbankan yang tersisa demi dakwah Rasulullah SAW.</p>
<p>“Wahai Rasulullah, sekarang aku tak punya apa-apa lagi. Tetapi engkau masih terus memperjuangkan agama ini. Wahai Rasulullah, sekiranya nanti aku mati sedangkan perjuanganmu belum selesai,” ucap Khadijah dengan nada sedih.</p>
<p>“Ingatkan mereka tentang kebesaran Allah, Ingatkan mereka kepada yang hak, Ajak mereka kepada Islam, wahai Rasulullah,” pinta Khadijah</p>
<p>Rasulullah pun tampak sedih dan bersabda, “Khadijah istrikuku sayang, kau meninggalkanku sendirian dalam perjuanganku. Siapa lagi yang akan membantuku?”</p>
<p>“Aku, ya Rasulullah!” sahut Ali bin Abi Thalib.</p>
<p>Di samping jasad Siti Khadijah, Rasulullah kemudian berdoa kepada Allah.</p>
<p>“Ya Allah, ya ilahi rabby, limpahkanlah rahmat-Mu kepada Khadijahku, yang selalu membantuku dalam menegakkan Islam, mempercayaiku pada saat orang lain menentangku, Menyenangkanku pada saat orang lain menyusahkanku, menenteramkanku pada saat orang lain membuatku gelisah.”</p>
<p>Demikian sekelumit kisah pengorbanan Khadijah.</p>
<p>Selamat beraktifitas pada hari ini</p>
<p>Ya Allah&#8230; Karuniakan kami istri Sholihah yang selalu membantu perjuangan kami&#8230; Bimbing anak istri kami tuk menuju jalan ridhoMu&#8230; Amiin</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kisah-pengorbanan-khadijah-yang-membuat-rasulullah-saw-selalu-mengenangnya/">Kisah Pengorbanan Khadijah yang Membuat Rasulullah SAW Selalu Mengenangnya</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/kisah-pengorbanan-khadijah-yang-membuat-rasulullah-saw-selalu-mengenangnya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
