<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari idul adha 1443H - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/idul-adha-1443h/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/idul-adha-1443h/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Jul 2022 07:42:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari idul adha 1443H - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/idul-adha-1443h/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Arafah Hari Allah, Paling Agung, Diberkahi dan Inilah sebagian Keutamaannya</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/hari-arafah-hari-allah-paling-agung-diberkahi-dan-inilah-sebagian-keutamaannya/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/hari-arafah-hari-allah-paling-agung-diberkahi-dan-inilah-sebagian-keutamaannya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 Jul 2022 02:42:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[arafah]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[idul qurban]]></category>
		<category><![CDATA[puasa arafah]]></category>
		<category><![CDATA[qurban 1443h]]></category>
		<category><![CDATA[qurban 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4498</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh&#8230; Bismillahirrahmanirrahim&#8230;. Shollallahu&#8217;alaa Muhammad&#8230; Jamaah haji berkumpul... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/hari-arafah-hari-allah-paling-agung-diberkahi-dan-inilah-sebagian-keutamaannya/">Hari Arafah Hari Allah, Paling Agung, Diberkahi dan Inilah sebagian Keutamaannya</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4547" aria-describedby="caption-attachment-4547" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4547" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Hari-Arafah-Hari-Allah-Paling-Agung-Diberkahi-dan-Inilah-sebagian-Keutamaannya.jpg" alt="Hari Arafah Hari Allah, Paling Agung, Diberkahi dan Inilah sebagian Keutamaannya" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Hari-Arafah-Hari-Allah-Paling-Agung-Diberkahi-dan-Inilah-sebagian-Keutamaannya.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Hari-Arafah-Hari-Allah-Paling-Agung-Diberkahi-dan-Inilah-sebagian-Keutamaannya-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Hari-Arafah-Hari-Allah-Paling-Agung-Diberkahi-dan-Inilah-sebagian-Keutamaannya-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Hari-Arafah-Hari-Allah-Paling-Agung-Diberkahi-dan-Inilah-sebagian-Keutamaannya-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Hari-Arafah-Hari-Allah-Paling-Agung-Diberkahi-dan-Inilah-sebagian-Keutamaannya-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Hari-Arafah-Hari-Allah-Paling-Agung-Diberkahi-dan-Inilah-sebagian-Keutamaannya-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4547" class="wp-caption-text">Hari Arafah Hari Allah, Paling Agung, Diberkahi dan Inilah sebagian Keutamaannya</figcaption></figure>
<p>Assalamualaikum warahmatullaahi wabarakatuh&#8230;</p>
<p>Bismillahirrahmanirrahim&#8230;.<br />
Shollallahu&#8217;alaa Muhammad&#8230;</p>
<p>Jamaah haji berkumpul di padang Arafah.</p>
<p>Ada satu hari yang paling mulia, paling baik, paling diberkati, dan paling besar di sisi Allah SWT, itulah hari Arafah. Wajar jika orang yang beribadah pada hari itu, berpuasa, berdoa dan beramal saleh, akan mendapatkan banyak keutamaan.</p>
<p>Terlebih bagi jamaah haji yang wukuf di Arafah. Saking pentingnya, wukuf di Arafah disebut sebagai puncak ibadah haji, dan Rasulullah SAW menyebutkan bahwa haji adalah (wukuf) Arafah. Artinya, tidak sah haji seseorang tanpa wukuf di Arafah. Orang sakit sekali pun, harus disafari-wukufkan ke Arafah meski dalam keadaan terbaring.</p>
<p>Safari wukuf adalah memperjalankan atau membawa para jamaah haji ke Arafah untuk ikut proses wukuf. Umumnya, jamaah haji yang sakit difasilitasi dengan ambulans dengan ditemani petugas kesehatan. Mereka ikut wukuf meski harus terbaring masing-masing di dalam ambulans.</p>
<p>Begitu pentingnya hari Arafah, karena termasuk hari terbesar di sisi Allah SWT. Tidak ada hari di mana matahari terbit atau terbenam lebih baik daripada hari Arafah. Karena itu adalah hari di mana doa-doa dikabulkan, Allah SWT membanggakan kepada malaikat dari orang-orang yang berkumpul Arafah, dan itu adalah hari ketika Allah memuliakan perintahnya dan mengangkat takdirnya.</p>
<p>Arafah juga adalah hari di mana Allah SWT menyempurnakan agama, melengkapi rahmat, dan hari pengampunan dosa dan pembebasan dari neraka. Pada hari itu, para setan dilaporkan tidak terlihat dan lebih hina. Pada hari ini juga, barang siapa yang memiliki pendengaran, penglihatan, dan lidah, akan diampuni kesalahannya.</p>
<p>Hari seperti ini penting bagi kita untuk belajar tentang keutamaannya, dan apa yang Allah bedakan dengan hari-hari lainnya, terutama setelah bukti keutamaannya terkumpul.</p>
<p><strong>1. Hari Pembebasan dari Api Neraka</strong></p>
<p>Hari Arafah adalah hari terbesar dari hari-hari di sisi Allah SWT karena itu adalah hari pertama pembebasan dari api. Imam Muslim meriwayatkan dalam “Sahih”-nya dari Aisyah Ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari di mana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih dari satu hari Arafah, dia mendekat, lalu dia membanggakan tentang mereka kepada para malaikat, dengan mengatakan: Apa yang mereka inginkan?</p>
<p><strong>2. Hari Penghambaan</strong></p>
<p>Menurut Ahmad dalam Musnadnya dari hadits Abu Hurairah:</p>
<p style="text-align: right;">إن الله يباهي بأهل عرفات أهل السماء، فيقول لهم: انظروا إلى عبادي، جاءوني شعثا غبرا</p>
<p>“Allah bangga dengan penduduk Arafah, penduduk surga, dan Dia berkata kepada mereka: Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepada-Ku dalam keadaan acak-acakan dan berdebu.”</p>
<p><strong>3. Hari Rahmat</strong></p>
<p>Ibnu Khuzaymah meriwayatkan dari Jabir Ra:</p>
<p style="text-align: right;">نظروا إلى عبادي، جاءوني شعثا غبرا ضاجِّين، جاءوا من كل فج عميق، يرجون رحمتي ولم يروا عقابي، فلم يُرَ يوما أكثر عتقا من النار من يوم عرفة</p>
<p>“Lihatlah hamba-hamba-Ku, mereka datang kepadaku dalam debu dan keributan, mereka datang dari setiap celah yang dalam, mengharapkan rahmat-Ku dan tidak melihat hukuman-Ku.</p>
<p><strong>4. Hari Penghapus Dosa</strong></p>
<p>Hari Arafah adalah hari-hari Allah yang paling besar, karena itu adalah hari penghapus dosa. Dalam karya Abd al-Razzaq, dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu, bahwa ada dua orang yang datang kepada Rasulullah SAW menanyakan tentang urusan agama mereka, dan jawaban Rasulullah kepada keduanya, yaitu hari Arafah:</p>
<p style="text-align: right;">فلو كان عليك مثل رمل عالج أو مثل أيام الدنيا, أو مثل قطر السماء ذنوبا، غسلها الله عنك</p>
<p>“Meski kamu memiliki dosa seperti pasir, atau sebanyak hari-hari dunia, atau seperti tetesan air hujan dari langit, Allah SWT akan membasuhnya darimu.”</p>
<p><strong>5. Hari Pengampunan</strong></p>
<p>Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Nabi SAW bersabda, dari Tuhannya pada Hari Arafah:</p>
<p style="text-align: right;">أفيضوا عبادي مغفورا لكم ولمن شفعتم له</p>
<p>“Dari hamba-hamba-Ku yang diampuni untuk mu dan untuk siapa kamu bersafaat.</p>
<p>Selamat beraktifitas pada hari ini</p>
<p>Ya Allah&#8230; Beri kami kesempatan untuk memenuhi panggilan Mu menghadap ke baitMu, berwuquf di Arafah&#8230; Ya Allah&#8230; Aku rindu masjid Nabawi, Masjidil haram&#8230; Panggil aku untuk kesana lagi&#8230; Amiin</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/hari-arafah-hari-allah-paling-agung-diberkahi-dan-inilah-sebagian-keutamaannya/">Hari Arafah Hari Allah, Paling Agung, Diberkahi dan Inilah sebagian Keutamaannya</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/hari-arafah-hari-allah-paling-agung-diberkahi-dan-inilah-sebagian-keutamaannya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jumlah Hewan Kurban LAZISNU Ponorogo Meningkat</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/jumlah-hewan-kurban-lazisnu-ponorogo-meningkat/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/jumlah-hewan-kurban-lazisnu-ponorogo-meningkat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 11 Jul 2022 05:30:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hewan kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[lazisnu]]></category>
		<category><![CDATA[lazisnu ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4513</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jumlah-hewan-kurban-lazisnu-ponorogo-meningkat/">Jumlah Hewan Kurban LAZISNU Ponorogo Meningkat</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4514" aria-describedby="caption-attachment-4514" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4514" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Jajaran-LAZISNU-PCNU-Ponorogo-memantau-pembagian-daging-kurban-di-masjid-Nedho-Besari-Siwalan-Mlarak-11-07-2022.jpeg" alt="Jajaran LAZISNU PCNU Ponorogo memantau pembagian daging kurban di masjid Nedho Besari Siwalan, Mlarak (11/07/2022)" width="1600" height="1200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Jajaran-LAZISNU-PCNU-Ponorogo-memantau-pembagian-daging-kurban-di-masjid-Nedho-Besari-Siwalan-Mlarak-11-07-2022.jpeg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Jajaran-LAZISNU-PCNU-Ponorogo-memantau-pembagian-daging-kurban-di-masjid-Nedho-Besari-Siwalan-Mlarak-11-07-2022-300x225.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Jajaran-LAZISNU-PCNU-Ponorogo-memantau-pembagian-daging-kurban-di-masjid-Nedho-Besari-Siwalan-Mlarak-11-07-2022-1024x768.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Jajaran-LAZISNU-PCNU-Ponorogo-memantau-pembagian-daging-kurban-di-masjid-Nedho-Besari-Siwalan-Mlarak-11-07-2022-768x576.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Jajaran-LAZISNU-PCNU-Ponorogo-memantau-pembagian-daging-kurban-di-masjid-Nedho-Besari-Siwalan-Mlarak-11-07-2022-1536x1152.jpeg 1536w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-4514" class="wp-caption-text">Jajaran LAZISNU PCNU Ponorogo memantau pembagian daging kurban di masjid Nedho Besari Siwalan, Mlarak (11/07/2022)</figcaption></figure>
<p><strong>NU Online Ponorogo</strong> &#8211; Lembaga Amil Zakat, Infaq, Sedekah Nahdlatul Ulama (LAZISNU) PCNU Ponorogo kembali menggulirkan program Nusantara Berqurban (Nusaqu) 2022 dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah. Mengusung tema Solidaritas Tanpa Batas, kata Ketua LAZISNU PCNU Ponorogo, H. Thohir Fauzi program dilandasi dengan semangat bahwa Hari Raya Idul Adha salah satu hari mulia bagi muslim di seluruh penjuru dunia.</p>
<p>&#8220;Pada hari raya ini kita melakukan aktivitas berqurban dengan niat untuk ekspresi syukur kepada Allah Swt, juga bentuk kepedulian sosial,&#8221; kata dia Senin (11/07/2022).</p>
<p>Pada tahun ini Nusantara Berqurban yang ditangani LAZISNU Ponorogo menargetkan peningkatan jumlah hewan kurban. Sesuai laporan H. Thohir pada acara penyembelihan hewan kurban di rumah Ketua Panitia H. Imam Syafii, Bajang Mlarak (11/07/2022) LAZISNU Ponorogo berhasil mencapai target.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, tahun ini kami (LAZISNU,Red) menerima dua belas ekor sapi dan empat ekor kambing. Sepuluh ekor sapi ditanggung tujuh puluh orang, satu ekor sapi dari Bupati Ponorogo dan satu ekor sapi dari Iman Sukri Staf Ahli Menteri Desa,&#8221; ungkap H. Thohir.</p>
<p>Disebutkannya, perolehan hewan ini meningkat dibandingkan tahun kemarin. Tahun lalu, lanjutnya, LAZISNU mendapatkan 8 ekor sapi dan 2 ekor kambing.</p>
<p>Dari 12 ekor sapi, LAZISNU PCNU Ponorogo hanya menyembelih 3 ekor. 9 ekor lainnya diserahkan kepada MWC NU, terdiri dari Babadan, Jenangan, Siman, Jetis, Mlarak, Sawoo, Bungkal, Jambon dan Sambit. Sedangkan 3 ekor kambing diserahkan kepada PP. Hasanul Hidayah Grogol, PR GP Ansor Tanjungsari dan PC GP Ansor Ponorogo.</p>
<p>Berdasarkan laporan panitia, daging sapi kurban dibagikan kepada 484 orang penerima, juga paket untuk 21 yang ikut kurban.</p>
<p>Pencapaian target jumlah hewan kurban yang meningkat ini disyukuri H. Thohir. &#8220;Berarti LAZISNU semakin dipercaya masyarakat,&#8221; pungkasnya.</p>
<p><strong>Reporter/Editor : Idam</strong></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jumlah-hewan-kurban-lazisnu-ponorogo-meningkat/">Jumlah Hewan Kurban LAZISNU Ponorogo Meningkat</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/jumlah-hewan-kurban-lazisnu-ponorogo-meningkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 09:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah menyentuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4488</guid>

					<description><![CDATA[<p>الخطبة الأولى اللهُ أكْبَرُ   × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4489" aria-describedby="caption-attachment-4489" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4489" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih.jpg" alt="Khutbah Idul Adha Basa Jawa - Suraosing Idul Adha - Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4489" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha &#8211; Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">الخطبة الأولى</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أكْبَرُ   × 9</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;"> اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ:يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Kairing wiwiting angsluping sang bhagaskara, awit kala wingi sonten dumugi wekdal sapunika, kumandanging takbir, tasbih, tahlil lan tahmid mangalun-alun angebaki jagad ing nuswantara. Prakawis punika, minongka sarana ngunjukaken raos syukur dhumateng Allah, SWT awit sih nugraha, taufiq, lan hidayah dhumateng kula lan panjenengan sedaya, satemah kita saged nglampahi reroncening ngibadah ing dinten  ariyaya kurban punika.</p>
<p><em>Takbir</em> ingkang kakumandangaken, ing hakekatipun minongka pangakenan ingkang tulus tuwin blaka tumrap kaagunganing Allah SWT, dene sedaya ingkang wonten ing donya punika, namung alit kewala. Wondene tasbih ingkang kakumandangaken, sarana nuwuhaken pamawas bilih Allah punika dzat ingkang maha sempurna, kalis nir saking sedaya prakawis ingkang boten amantesi tumrap Panjenenganipun. Tembung tahlil kang kalantunaken, sarana ngekahaken iman kita bilih PanjenganDalem Allah  Dzat ingkang Maha Esa tur Maha Kuwasa. Sedaya jagad sami sumuyud lan setya tuhu dhumateng parentahipun.  Ewa semanten tembung <em>tahmid </em>ingkang kita lapalaken, minongka raos syukur kita awit sedaya Rahman miwah Rahimipun Allah, boten nate tebang pilih mban cindhe mban siladan tumrap sedaya kawulanipun.</p>
<p>Ing dinten punika, kita dipun emutaken prakawis kedadosan ageng, ingkang asumber saking syari&#8217;atipun Nabi Ibrahim a.s., ing salajengipun kakukuhaken minongka syari&#8217;atipun Nabi Muhammad saw, inggih punika ngibadah haji lan ngibadah kurban.</p>
<p>Ing wekdal sapunika mayuta-yuta saking saindenging jagad ngempal manunggal wonten ing tlatah suci nuhoni pandangonipun ilahi, sami nindakaken ngibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sandyanta mawarni-warni benten-benten suku, bangsa, bahasa, tuwin warni kulit, nanging saged manunggal, golong-gumolong, saiyeg saeka kapti, nyawiji ingdalem nindakaken syariat Allah SWT. Sedaya sami nyawiji anyatakaken kalilan nuhoni dhawuhipun Allah:</p>
<p style="text-align: right;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Sedherek-sedherek umat Islam ingkang katemben nindakaken ngibadah haji, sadaya sami nilar ing sandhangan pangkat drajat sarta kaluwihan tuwin kekiranganipun piyambak-piyambak. Sedaya nyawiji, sami ngagem rasukan warni pethak, satemah sisah kabedakaken sinten pejabat sinten konglomerat, pundi tiyang tani, pundi tiyang dagang, lan sapanunggalanipun. Punika sedaya nuduhaken bilih Islam paring piwulang bab <em>egalitarianisme </em>utawi walapada<em>; </em>manungsa ing ngarsanipun Allah sayektosipun sami, amung ketaqwaan ingkang nemtokaken ing drajat kamulyaning manungsa.</p>
<p>Nalika ngagem rasukan ihram, para <em>hujjaj</em> boten kawenangaken ngagem wewangen, dandos mawi paesan.  Punika sadaya ngemutaken dhumateng kita bilih ingkang dipun biji dening Allah <em>(manzarullah) </em>punika pepaesing ruhani, amalan-amalan sae miwah akhlaqul karimah. Bab kasebat kados jumbuh kalihan sabda Nabi SAW:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Ing dinten punika, kita ugi diemutaken ing cariyos ingkang kalampahan antawis <u>+</u> 3600 taun kapengker, cariyos pengurbananipun Nabi Ibrahim tumrap Nabi Ismangil kadi dene ingkang cariyosipun kalestarekaken ingdalem surat  al-Shoffat: 100-111.</p>
<p>Kathah piwulang ingkang saged kita dudut saking cariyos panjenenganipun lan kulawarganipun, sarana dadosa gegaman anglampahi gesang. Tuhu yekti punapa ingkang kadhawuhaken dening Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;">قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ</p>
<p><em>“Temen-temen sira wis duwe panutan kang becik, iya iku Nabi Ibrahim lan para sakhabate.“ ( QS Al Mumtahanah : 4 )</em></p>
<p>Paling boten, ayat ing nggingil ngemu suraos kalih piwulang.</p>
<p><strong>Sapisan</strong>. Kita kedah preduli tumrap generasi ingkang nerusaken kita. Ing wekdal sapunika kahananing pra mudha tumaruna estu mrihatinaken. Kathah prekawis perjinahan, pemerkosaan, rajapati, rajatatu, tawuran ing antaranipun para siswa, colong jumput, narkoba lan saweneh kasus kriminal sapanungganipun ingkang kathah katindakaken dening generasi muda.</p>
<p>Ingndalem Ariyaya Idul Adha puniki, sumangga ngenget-enget patuladhan saking Nabiyullah Ibrahim a.s. kalihan Siti Hajar ingdalem nuwuhaken bibit ingkang tinulad inggih punika Ismangil a.s. Kekalihipun estu kasil anggenipun nggulawenthah putranipun kanthi panggulawenthah ingkang sampun pranyata mijilaken generasi ingkang kapatedhan ganjaran pangkat nabi. Prakawis punika kalastantunaken cariyosipun ingdalem al-Qur’an lan sujarah gesangipun dados tapak tilas ngibadah haji miwah ngibadah kurban, dumugi dinten sapunika.</p>
<p>Kados pundi cara panggulawenthahipun Ibrahim satemah saged mijilaken kader ingkang anggadhahi predikat nabi punika?  Al-Qur’an sampun paring pepethan utawi gambaran ingkang sistematis miwah kaprinci. Bab punika saged kita pahami sarana katrangan ing ngandhap punika:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> panggulawenthah ingkang dipun sedya dening Ibrahim inggh punika nyithak generasi saleh ingkang manembah maligi amung dhumateng ngarsaDalem Allah SWT. Ingdalem panengga ingkang panjang, panjenenganipun ndedonga supados kaparingan generasi shaleh ingkang saged nglajengaken perjuangan agami tauhid. Sedyanipun Ibrahim kalestantunaken dening Allah SWT ingdalem Qs. Al-Shoffat: 100:</p>
<p style="text-align: right;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</p>
<p> &#8220;Dhuh Allah Pangeran kawula, Tuwan mugi paringa anak sae dhumateng kawula.&#8221;</p>
<p>Ibrahim sanget teguh tumrap sedya utawi visinipun, boten kelu ing ganjaran tuin sandhangan pangkat drajat salintunipun kesalehan. Ingdalem paring piwulang dhumateng putranipun, Ibrahim tansah ndangu <strong><em>Maa ta’buduuna min ba’dii </em></strong>sanes<strong><em> Maa ta’kuluuna min ba’dii</em></strong>. &#8220;Nak, apa kang bakal kosembah sapungkurku?&#8221; sanes &#8220;Apa kang bakal kopangan sapungkurku?&#8221; Ibrahim boten nate kuwatos bab nasib ekonomi putranipun ananging estu kuwatos nalika putranipun manembah ing salintunipun Allah SWT.</p>
<p><strong>Kaping kalihipun</strong>, panggulawenthahipun Ibrahim ngemu karsa supados Ismangil lan putra-putranipun tansah ngugemi agami Islam kanthi tumemen utawi totalitas. Kasetyan punika ing pangangkah dadosa benteng supados boten kelu ndherek  brahala ingkang sampun mapan ing sakiwa tengenipun. Ibrahim minongka tiyang sepah tansah ngawasi sarta ngontrol tindak-tanduk putra-putranipun. Dadosaken masjid minongka <em>bi’ah</em> (lingkungan) sarana nggulawenthah Ismangil lan putra-putranipun.</p>
<p style="text-align: right;">وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p>
<p>&#8220;Ibrahim lan Yakub padha memulang agama marang anak putune, he anak putuku kabeh, Allah wis milih marang sira kabeh dikarsakake padha nglakoni agama, mulane ing besuk patinira aja nganti ora Islam.&#8221; (Q.S. Al Baqarah : 132)</p>
<p><strong>Katiganipun</strong>, sarana nindakaken sedaya sedya kalawau, Nabi Ibrahim dados priyantung ingkang tansah tinulad sarta tinuladha dening putra-putranipun,  awit saking tindak-tanduk, solah-bawa sarta pangandikanipun (komunikasi). Nabi Ibrahim, sadyanta nguningani bilihi pamragatan Ismangil punika dhawuhDalem Allah, ananging boten meksa Ismangil supados ndherekaken lan nuhoni dhawuhDalem punika. Ananging nalika ngandharaken wahyu punika, kanthi wawan rembag ingkang santun, dialogis, kebak ing sih kawelasan. Bab punika kados ingkang katrangaken ingdalem QS. Al-Shoffat: 102</p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p><strong>Kaping sekawan</strong>, Nabi Ibrahim matrapaken prinsiping patuladhan.</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</p>
<p>Satemene Nabi Ibrahim iku sawijining pangarep kang sumungkem ngabekti ing Allah, netepi Agama Islam, dudu ewone wong kang padha maro tingal, (QS. Al- Nahl:120)</p>
<p>Pramila saking punika, supados saged mijilaken generasi ingkang shaleh, kula lan panjenengan sadaya kedah rumiyin dadosa priyantun ingkang <em>sholeh</em>, kados dene ingkang sampun dipun tuladhani dening Nabi Ibrahim a.s.</p>
<p><strong>Allah Akbar 3x Walillah al-Hamd.</strong></p>
<p><strong>Pelajaran Kedua, Kurban memiliki makna dzahir dan batin.</strong></p>
<p>Rajakaya inggih punika kewan minongka korban lan dipun pragat wonten ing ngibadah kurban. Punika minongka pralambanging angkara murka lan sedaya kaawonan wonten ing pribadhining manungsa. Sipat-sipat awon ingkang wonten saliraning manungsa pindhane sipat-sipating kewan. Allah wonten ingdalem saperangan ayat Al-Qur’an sadhengah kang awon saking manungsa kaumpamakaken kadi dene kewan. Maka, kanthi ngibadah qurban ngemu suraos bilih sipat-sipat kang kadi dene kewan lan boten nggadahi paugeran, ingkang tansah ngalalaken sedaya cara sarana nuruti nepsu sanadyanta kanthi tumindak dhalim ing liyan, kedah dipun icali saking pribadhining manungsa.</p>
<ol>
<li>Manungsa saged cluthak, nggragas, srakah kados munyuk</li>
<li>Manungsa saged tegelan utawi buas, <em>wentalan</em> kadi dene sima</li>
<li>Manungsa saged jail, maeka liyan pindhane kancil, bulus</li>
<li>Manungsa saged galak, <em>nekad </em>pindha ajag, srigala</li>
</ol>
<p>Lamun sipat-sipat punika langkung dominan wonten ing salebeting gesang bebrayan utawi bongsa wus tamtu bakal ndadosaken pranatan ingkang mggegirisi tansah damel kuwatos. Keadilan kasingkiraken dening kezhaliman, kukum seged dipun tumpat kanthi mas picis rajabrana, angger-angger saged dipaekani sarana dolar, estu sisah mbedakaken pundi hibah pundi suap, panguasa sampun supe lawan tanggeljawabipun, rakyat boten sadar jejibahanipum, sedaya papan panggenan kebak ing piawon lan kesaenan sumingkir, kaestyan kawon dening kemaksiatan, lan sapanunggalanipun.</p>
<p>Pramila saking punika Allah dhawuh ingdalem surat al- Rum: 41:</p>
<p style="text-align: right;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)</p>
<p>Ing bumi kang cengkar lan kang loh tetela padha karusakan, larang udan, tanduran arang kang urip, marga saka durakaning manungsa. Wusana manungsa padha kepeksa ngrasakake patrapan sawatara, iya iku pailan, wewalese duraka kang wis padha dilakoni, supaya padha tobata  ing Allah.</p>
<p>Maka tuhu boten geseh dhawuh pangandikaning Allah ingkang negesi bilih ingdalem ngibadah kurban punika sanes daging-daging sembelihan kurban ingkang tutug dumugi ngarsaning Allah, ananging kataqwaaning tiyang ingkang sami nindakaken kurban kalawau ingkang tutug dumugi ngarsaDalem Allah.</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ( الحج: 37(</p>
<p>Daginging kewan kang ginawe kurban lan getihe, iku ora konjuk ing Allah, balik kang konjuk ing Allah iku panggawe becik kalawan gumolonging ati kanthi wedi ing Allah saka ing sira. Mangkono uga Allah nyungkemake unta lan kebo sapi kang gagah prakosane samono marang sira, supaya sira nebuta Maha-agung marang Allah, awit Allah wis nuduhake sira marang agama bener. Lan sira ambebungaha wong kang padha nglakoni panggawe becik, pracaya yen Allah iku mung siji, bakal oleh ganjaran suwarga.</p>
<p>Mugya Allah andadosaken kula lan panjenengan sadaya kagolong para kawulanipun ingkang tansah sumuyud, setya tuhu ingdalem anindakaken syariat tuwin tuntunanipun. Gita-gita rebat dhucung ingdalem nindakaken kabecikan, nampeni dhawuh kanthi anuhoni, lan nebihi punapa ingkang dados awisanipun. Dados kawula punika boten namung mupangati tumrap dhiri pribadhi, kulawarga, miwah masyarakat sakiwa tengenipun, ananging inggih pribadhi ingkang nindakaken saben-saben padamelan kanthi temenan lan obah osiking pangurbananipun awit karana sedya ingkang tulus ikhlas, mligi minongka ridlo saha maghfirohipun Allah SWT.</p>
<p>Mugiya Allah tansah ndadosaken putra wayah kula panjenengan sadaya, dadosa generasi ingkang <em>sholih-sholihah, </em>generasi ingkang boten namung wasis tumrap intelektual, ananging ugi wasis tumrap emosional lan spiritualipun. Amin Ya Mujibas sailin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالحِيِن،  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ,</p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الثانية</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ . اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ، أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلـمُقَـرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<blockquote>
<p class="_04xlpA direction-ltr align-center para-style-body"><span class="JsGRdQ"><strong>Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag</strong><br />
</span><span class="JsGRdQ">Sekretaris PCNU Ponorogo</span></p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 09:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Teks Khutbah Idul Adha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4482</guid>

					<description><![CDATA[<p>اَللهُ أَكْبَرْ × 9 اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4486" aria-describedby="caption-attachment-4486" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4486" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA.jpg" alt="KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H - ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4486" class="wp-caption-text">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرْ × 9</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا . وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ . اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الحَمْدُ .</p>
<p style="text-align: right;">الحَمْدُ للهِ الَّذِى أَعَدَّ لِلمُحْسِنِيْنَ جَزَاءً حَسَناً. وَرَفَعَ لَهُمْ عِنْدَهُ قَدْراً وَشَأْناً. أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً وَاِيْقَانًا. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَبْعُوْثُ اِلَى الثَّقَلَيْنِ رَحْمَةً وَإِحْسَانًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ<sub>نِ</sub> المُنَزَّلِ عَلَيْهِ القُرْآنُ تِبْيَانًا. وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ نَالُوا مِنْ رَّبِّهِمْ مَغْفِرَتاً وَرِضْوَاناً.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشِّيْطّانِ الرَّجِيْمِ . يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . (الِ عِمْرِانَ : ١٠٢) صَدَقَ اللهُ العَّظِيْمِ.</p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p>الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Sumangga kula lan panjenengan sadaya tansah meningkatkan taqwa kita dhumateng Allah SWT, kanthi estu-estu nglampahi sadaya parintah-parintahipun, lan tansah nebihi sadaya awisan-awisanipun.</p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p>Ariyaya Idul Adha, ugi kawastanan ariyaya Kurban, awit ing dinten punika den syari’ataken nindakaken ngibadah ingkang sanget utami, inggih punika ngibadah kurban. Wonten ing dalem ngibadah kapepethan kasabaranipun Nabi Ibrahim AS, ingatase pacoban ingkang kaparingaken dhumateng panjenenganipun; sarta dados kaenget kanthi pratela kasetyanipun anindakaken sedaya parentahipun Allah SWT dhumateng panjenenganipun.</p>
<p>Awit kanthi kasabaran lan kasetyanipun Nabi Ibrahim punika, panjenganipun kapatedhan ganjaran pangkat ingkang langkung inggil kanthi sesebatan <strong>“Khalilullah” (kekasihing Allah).</strong></p>
<p>Ingdalem kitab <strong><em>“Misykatul Anwar”</em></strong> kasebataken bilih Nabi Ibrahim AS anggadhahi kaya 1000 domba, 300 lembu, lan 100 unta. Panjenenganipun kalebet tiyang ingkang sugih ing jamane.</p>
<p>Ing satunggaling dinten, Nabi Ibrahim AS nate dipun dangu, <strong><em>“rajakaya kang akeh iki darbeke sapa?”</em></strong> Nabi Ibrahim paring wangsulan: <strong><em>“Kagunganipun Allah, ananging sapunika taksih kagungan kula. Lamun samangsa-mangsa Allah ngersakaken, bakal kula pasrahaken sedayanipun. Boten namunga rajakaya, lamun Allah ngersakaken Ismangil yoga kula ingkang paling kula tresnani, tuhu kula pasrahaken dhumateng Allah kanthi ikhlas lilaning manah.”</em></strong></p>
<p>Imam Ibnu Katsir ingdalem kitab <strong>“Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim”</strong> ngandharaken bilih, pangandikanipun Nabi Ibrahim ingkang ngalilani putranipun lamun kakersakaken dening Allah, nuli dados pacoban, nenggih Allah nyobi iman lan taqwa Nabi Ibrahim sarana pangimpen ingkang tuhu haq, supados ngorbanaken putranipun sarana den pragat, nalika samanten umuripun taksih 7 tahun. Putra ing bagus wernane sulistya ing warni, tansah nengsemake, sehat lan prigel cukat sarta trampil punika supados kakorbanaken sarana den pragat mawi astanipun Nabi Ibrahim piyambak.</p>
<p>Kawinarni ingdalem <strong>Al-Qur’an : Surat As-Shaffat : 102 :</strong></p>
<p style="text-align: right;">قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى ، قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (الصافات : ١٠٢)</p>
<p><em>“Nabi Ibrahim tutur marang Nabi Ismangil. He anakku, wruhanamu aku tampa dhawuhing Allah ana ing pangimpen. Aku ingandikakake ambeleh kowe. Mara kapriye panemumu.&#8221; <strong>Nabi Ismangil matur</strong>: &#8220;Dhuh bapak, prayoginipun lajeng sampeyan estokaken dhawuhing Allah wau, amragat kula. Manawi Allah marengaken, sampeyan badhe sumerep tetekipun manah kula nglampahi sampeyan pragat.&#8221; </em><strong>(Qs. As-Shaffat : 102)</strong></p>
<p>Nabi Ibrahim mantepaken sedyanipun sarta Nabi Ismangil pasrah nglilakaken saliranipun. Sanalika Malaikat Jibril tumurun mbekta wahyuing Allah SWT, ndhawuhi maring Nabi Ibrahim supados nyigeg anggenipun badhe mragat Ismangil, awit saking kaikhlasan kekalihipun kalawau, minongka leliru Allah amung nyekapaken  supados amragat menda kemawon minongka gantosing korban. Al-Qur’an : <strong>As-Saffat : 107-110</strong></p>
<p style="text-align: right;">وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيم ، وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآَخِرِينَ ، سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ  (الصافات : ١٠٧ &#8211; ١١٠)</p>
<p><em>“Nabi Ismangil kang mesthi kudu dibeleh, banjur Ingsun lironi wedhus gedhe, dadi wis cukup ambeleh wedhus mau. Ingsun anglestarekake jenenge Nabi Ibrahim lan kautamane, ingalêmbana dening para nabi lan para umat kang kari-kari. Kabeh padha memuji: Allah muga paringa salamet marang Nabi Ibrahim. Kaya mangkono enggon Ingsun males marang wong kang padha gawe kabecikan.&#8221; </em><strong>(Qs. As-Saffat : 107-110).</strong></p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Sumangga kita galih sapisan malih surasaning tembung wangsulanipun Ismangil ingkang alit rikala mireng yen saliranipun badhe kakurbanaken dening ramanipun sarana ngestokaken lan nuhoni dhawuhdalem Allah SWT, kanthi matur : <strong><em>“Dhuh bapak, prayoginipun lajêng sampeyan èstokakên dhawuhing Allah wau, amragat kula.</em></strong><em> <strong>”</strong></em></p>
<p>Kedadosan ingkang kebak sujarah kalawau ngemu suraos tumrap saben-saben tiyang Muslim, bilih putra ingkang ngabekti lan mituhu punika miyos saking tiyang sepah ingkang tansah ngabekti lan mituhu ugi dhumateng Allah. Bebasan, “kacang mongsa ninggala lanjaran.”</p>
<p>Ingdalem satunggiling hadits, riwayat  Al-Bazzar, dikatrangaken makaten:</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ ذُرِّيَّةَ المُؤْمِنِ مَعَهُ فِي دَرَجَتِهِ وَإِنْ كاَنَ لَمْ يَبْلُغْهَا فِي العَمَلِ. (رواه البزار)</p>
<p><em>“Satemene Allah ngangkat drajating anak-anake wong mukmin maring drajate orang tuane, sanadyan ta amal shalihe bocah-bocah mau ora kaya dene amalane orang tua lorone.”</em> <strong>(HR. Imam Al-Bazzaar)</strong></p>
<p>Kashalihan Nabi Ismail ingkang taksih alit kalawau, boten denpikoleh saking bangku sekolah, ugi boten karana kelu maring adat lan budaya masyarakatipun;  amung awit saking ketaataning tiyang sepah kekalihipun dhumateng syari’atipun Allah SWT; lan awit berkat parimating biyang kinasihipun ingkang yektos nuhoni tumrap piwulang agami.</p>
<p>Lingkunganipun Nabi Ismangil alit, rikala samanten amung ibunipun kewala, awit kekalihipun gesang wonten ing satunggiling lembah ingkang papanipun dereng kadunungan dening manungsa, kajaba amung kekalihipun.</p>
<p>Carios Nabi Ibrahim AS, ngemu piwulang ingkang langkung utami tumrap kita sadaya, bilih ing yen ta kula lan panjenengan nedya utawi ngersakaken putra ingkang shalih, maka tiyang sepah kedah langkung rumiyin tansah njagi keshalihanipun minongka tuladha tumrap para putranipun.</p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Wonten ing tembe kawuri, para putra ingkang shalih punika minongka pangarep-arepinh tiyang sepah, lamun sawanci-wanci katimbalan sowan ing ngarsaDalem Allah, ing ngalam delahan kaputus wekdal kagem nindakaken amali lan tumindak sae tumrap salira pribadinipun. Ingdalem satunggiling hadits, katrangaken :</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا. (رواه أبو داود)</p>
<p><em>“ Kariwayatken saking Sahal bin Mu’az saking ramanipun, satuhune Rasulullah SAW ngandika : Sing sapa wonge maca Al-Qur’an lan ngamalake isining Qur&#8217;an, maka wong tuwa kekarone ing akhirat  bakal diwenehi makutha kang sorot cahyane endahe ngungkuli soroting surya ing ngalam donya.” </em><strong>(HR. Imam Abu dawud).</strong></p>
<p>Ingdalem hadits ing nginggil, yektos bilih tiyang sepah kekalih ing akhirat ugi bakal kamulyakaken ing ngarsane Allah SWT, awit karana tumindak becike para putranipun.</p>
<p>Pramila jalaran saking tiyang sepah kang shalih ugi bakal nuwuhaken bibit-bibit putra ingkang shalih ugi sarta setya tuhu dhumateng puwilanging agami; lan putra ingkang shalih lan ngabekti maring agami bakal dados gegadhanganipun tiyang sepah, nadyanta kekalihipun sampun wonten ngalam delahan.</p>
<p>Boten namung donga putra ingkang shalih ingkang mupangat tumrap tiyang sepah kekalihipun, ananging ugi ngibadahnya kanthi temenan kang katindakaken ing donya dados sabab Allah SWT ngasihi saha mulyakaken tiyang sepah kekalihipun.</p>
<p><strong><em>Hadirin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Amungkasi khutbah punika, sumangga kita munajat dhumateng Allah supados kula lan panjenengan sami kaparingan keselametan saking sedaya ancaman, kaparingan kasaenan ingkang sampurna, gesang ingkang bagya mulya widada tuwin wekdal sarana ngabekti kanthi sasae-saenipun ingarsaning Allah SWT.</p>
<p>Kaparingan kakiyatan sarana mangun bale wisma ingkang langkung prayogi, satemah saged dados papan pangayoman tumrap putra-putri ingkang shalih shalihah, setya tuhu dhumateng agami, ngabekti dhumateng  tiyang sepah kekalih, saha mupangati tumrap masyarakatipun. <strong>Amiin yaa robbal ‘alamiin.</strong></p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ بِاَيَةِ القُرْأنِ الْكَرِيْمِ, وَنَفَعَنَا وَإِيَاكُمْ بِتِلاَوَتِهِ وَفَهْمِهِ وَبِحِفْظِ مَعَانِيْهِ العَظِيْمِ : أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :</p>
<p style="text-align: right;">وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3).</p>
<p style="text-align: right;">وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong> الخطبة الثانية للعيد.</strong></p>
<p style="text-align: right;">الله اكبر × 7</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْفَرِدِ بِالدَّوَامِ . الْبَاقِي بَعْدَ فَنَاءِ الأَيَّامِ . الْمُوجِدِ لِلْخَلْقِ بَعْدَ الْعَدَمِ . الْمُفْنِي لَهُمْ بَعْدَ أَنْ ثَبَتَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الصُّحُفِ كَمَا جَرَى بِهِ الْقَلَمُ . الْعَالِمِ بِمَا انْطَوَتْ عَلَيْهِ أَسْرَارُهُمْ فِي الْحَالِ وَفِي الْقِدَمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ مُضْطَرٍّ إلَيْهَا عِنْدَ زَلَّةِ الْقَدَمِ . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَرْسَلَهُ إلَى أَكْرَمِ الأُمَمِ . وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَبَعْدُ . فَاتَّقُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الفَوَاخِشَ فَقَدْ فَازَ الـمُتَّقُونْ. قَالَ تَعَالَى فَهُوَ اَصْدَقُ القَائِلِيْنَ : إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ ، وأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">أللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، الاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ ، اَللَّهُمَّ أصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وِأَلِفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا الإِيْمَانَ ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى دِيْنِ الاِسْلاَمْ ، وَانْصُرْنَا عَلَى عَدُوِّكَ ،  وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ ، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.</p>
<blockquote><p><strong>Drs. KH. M. Muhsin, MH</strong><br />
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Batoro Katong Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 07:31:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4457</guid>

					<description><![CDATA[<p>الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4484" aria-describedby="caption-attachment-4484" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4484" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA - HAKEKAT IDUL ADHA" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4484" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكبَرْ (×۳)  وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْفَرِدِ بِالْقَدَرِ وَالْبَقَاءِ. والْعَظَمَةِ وَالْكِبْرِيَاءِ. وَالْعِزِّ الَّذِى لَا يُرَامُ. الَّذِى لَا يُمَثِّلُهُ الْعَقْلُ ولَا يَحُدُّهُ الْفٍكْرَةُ ولَا تُدْرِكُهُ الْأوْهَامُ. أحْمَدُهُ عَلَى جَمِيْعِ نِعَمِهِ الْوَافِرَةِ الْجِسَامِ. وأسْأَلُهُ حِفْظَ نَعْمَةِ الْإيْمَانِ والْإسْلَامِ. وأشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إلّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إلَهٌ اعْتَزَّ بِهِ مَنْ عَزَّ فَلَا يُضَامُ. وَذَلَّ مَنْ تَكَبَّرَ عَنْ أمْرِهِ وَلَقِيَ الْآثَامَ. وَاشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُهُ الَّذِى بَيَّنَ طَرِيْقَ الْقَوَامِ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأصْحَابِهِ مَادَامَتِ السِّنُوْنَ وَالْأَعْوَامُ.</p>
<p style="text-align: right;">أمَّا بَعْدُ. فَيَا إخْواَنِيَ الْكِرَامُ. اُوْصِيْكُمْ وَإيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوا أنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَومٌ عَظِيْمٌ. يَوْمٌ ابْتَلَى اللَّهُ إبْرَاهِيْمَ علَيْهِ السَّلامُ بِالأمْرِ بِذَبْحِ ابْنِهِ فَصَبَرَ وَامْتثَلَ. فَجَعَلَ اللَّهُ جَزَائَهُ اْلحُسْنَى.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p>Mangga sesarengan nambahi taqwAllah, ajrih dumateng Allah, kanti nindaaken dateng sedaya perintah-printahipun saha nebihi sedaya awisan-awisanipun. Lan mangga sami mahos takbir bakdanipun sholat fardhu, sholat janazah lan bakdanipun sholat-sholat sunnah ngantos asar akhiripun dinten tasyrik.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd.</em></p>
<p>Alhamdulillah, wonten ing injing meniko kita saget sareng-sareng ngleksanaken sholat ‘Idul Adha. ‘Idul Adha saget dipun artosaken dinten <em>Riyoyo Agung utawi Besar. </em>Jalaran tiyang ingkang nindaaken sholat ‘Idul Adha kanti dipun rumiyini ngathah-ngathahaken siyam saha amal sahe, milai tanggal setunggal ngantos tanggal sedoso Dzulhijjah meniko <em>agung utawi besar ganjaranipun</em>. Rasulullah Muhamad SAW dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ أيَّامٍ أحَبُّ إلى اللَّهِ أنْ يُتَعَبَّدَ لهُ فِيها مِنْ عَشْرِ ذِى الحِجَّةِ, يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْها بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ فِيْها بِقِيامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. (رواه الترميذيّ)</p>
<p><em>“Ora </em><em>a</em><em>n</em><em>a</em><em> din</em><em>a</em><em>-din</em><em>a</em><em> kang digawe ibadah kang luwih disenengi Allah tinimbang sepuluh din</em><em>a</em><em> wulan Dzulhijjah. P</em><em>a</em><em>s</em><em>a</em> <em>sedin</em><em>a</em><em> s</em><em>a</em><em>k</em><em>a</em><em> din</em><em>a</em><em>-din</em><em>a</em><em> iku podo p</em><em>a</em><em>s</em><em>a</em><em> setahun, njumeningi ibadah </em><em>a</em><em>n</em><em>a</em><em> wengine podo karo ibadah wengine lailatul qodar”. HR. At-Tirmidzi.</em></p>
<p>Ganjaranipun kados dene mujahid, Rasulullah dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْ عَشَرِ ذِي الْحِجَّةِ، قِيلَ: وَلا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ :« وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ  مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ. )رواه البخاريُّ)</p>
<p>Rasulullah SAW ugi dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">سُئِلَ عَنْ يَوْمِ عَرَفَةَ, فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ والْبَاقِيَةَ. (رواه مسلم)</p>
<p><em>“</em>Rasulullah <em>dipun suwuni perso pasa wonten dinten ‘Arofah, lajeng dawuh: ‘Nglebur dosa setahun kang wes klewat lan doso setahun kanga arep teko”.</em></p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>‘Idul Adha ugi saget dipun artosaken <em>Riyoyo Haji. </em>Kranten ing dinten meniko dinten ipun nindaaken ibadah haji. Jutaan kaum muslimin ingkang mampu saking pundi-pundi negari sami rawoh wonten ing Mekkah Al-Mukarromah. Sami nindaaken rukun-rukun lan wajibipun haji. Wonten ing injing meniko jamaah haji sami melontar Jumroh Aqobah wonten ing Mina. Lajeng nerusaken Thowaf Ifadhoh wonten ing Ka’bah, lajeng Sa’i, lajeng Tahallul Awal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibadah haji meniko setunggalipun ibadah ingkang mbetahaken pinten-pinten kesiapan. Kesiapan fisik, materi, lan ugi kesiapan mental. Kesiapan fisik kados kekiyatan badan saha kesehatan. Kesiapan materi kados ongkos perjalanan tuwin nafaqoh keluarga ingkang dipun tilar. Dene kesiapan mental kados siap nilar pangandikan ingkang awon saha poro padu selaminipun ibadah haji. Ibadah haji ingkang mbetahaken pinten-pinten bekal meniko menawi katindaaken kanthi estu, senahoso nandang kepayahan lan rekaos tamtu mboten sekedik piwalesipun. Ingantawisipun, ibadah haji saget nuceni lan ngumbah sedaya doso. Rosululloh SAW dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">حُجُّوْا فَإنَّ الْحَجَّ يَغْسِلُ الذُّنُوْبَ كمَا يَغْسِلُ المَأءُ الدَّرَنَ. (رواه الطبرانيّ)</p>
<p><em>“Hajio siro kabeh, saktemene haji iku biso nuceake doso koyo anggone banyu ngresiki kotoran”.</em></p>
<p>Lan sampun memper bilih haji mabrur meniko piwalesipun suwargo. Rosululloh SAW:</p>
<p style="text-align: right;">وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ الّا الْجَنّة. (رواه البخاري ومسلم)</p>
<p><em>“Haji mabrur iku ora ono piwales kang sepadan kejobo suwarga”.</em></p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>Idul Adha ugi saget dipun artosaken <em>Riyoyo Kurban. </em>Jalaran wonten ing saminipun dinten meniko nabi Ibrahim as dipun uji deneng Allah. Nabi IbrAhim a.s. pikantuk wahyu supados ngurbanaken/mragat putrAnipun ingkang nami Ismail a.s. Injangipun nabi Ibrahim rumahos susah, kranten Ismail meniko putro ingkang taksih ngancik umur kekanak-kanakan, ingkang taksih lucu-lucunipun ingkang saget menghibur tiyang sepuhipun. Lajeng perkawis meniko dipun rundingaken daten putro Ismail. Al-Qur’an mengabadikan meniko:</p>
<p style="text-align: right;">يَا بُنَيَّ  إنِّى أرَى فِى المَنَام أنِّى أذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى. قَالَ يَا أبَتِ افْغَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ.</p>
<p><em>Nabi Ibrahim as ngendiko: ”He ngger putraku, saktemene ingsun nompo wahyu impen rupo dawuh supoyo ngurbanake sliramu. Mangko cobo pikiren kepriye mungguh panemu mu? Ismail matur: “Duh romo, mangga kulo aturi ngleksanaaken printahipun Allah. InsyaAllah panjenengan bade pinanggih kawulo termasuk golonganipun tiyang engkang sabar”. Lajeng tiyang kaleh (Ibrahim lan Ismail) bidal menuju dateng panggenan ingkang sepi”.</em></p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا أسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِيْنِ. وَنَادَيْنَا أنْ يَا إبْرَاهِيْمُ, قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ. إنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِيْنُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.</p>
<p><em>“Ing naliko tiyang kekalih sampun sami pasrah dateng Allah, Ismail sampun sare miring, nabi Ibrahim sampun nyelehaken pedang wonten ing gulunipun Ismail, lajeng wonten pengundang-undang ingkang mboten wonten rupinipun: He Ibrahim, siro wes ngestuake wahyu impen. Saktemene ingsun bakal maringi piwales ganjaran marang wong-wong kang podo laku bagus. Saktemene iku kabeh mung ujian iman kang terang. Mongko saiki Ingsun aweh tebusan wedus kang gede saking ngersoningsun, potongen kanggo kebungahan”.</em></p>
<p><em>Mendo</em> menikolah ingkang rumiyen mendo kagunganipun Habil (putronipun nabi Adam a.s). Lajeng mendo dipun pragat, lajeng wonten latu saking langit ingkang ngobong nelasaken mendo kasebat kejawi sirahipun. Meniko nedahaken bilih kurbanipun Ibrahim kaliyan Ismail dipun tampi Allah. Lajeng sirah mendo dipun asto kundur dipun ceritaaken lan dipun duduhaken garwonipun, selajeng sedaya sami syukur dumateng Allah.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumullo</em></strong><strong><em>h</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>Kagem tiyang ingkang anggadahi azam bade kurban dipun sunnahaken mboten motong rambut utawi kuku milai tanggal setunggal ngantos kurban bade dipun pragat. Hukum ipun kurban tumrap tiyang ingkang mampu, meniko miturut madzhab ipun Imam Malik, Syafi’i lan Imam Ahmad hukumipun <em>sunnah kifayah muakkadah </em>(sunnah engkang cekap umpami dipun lampahi kepala keluarga).</p>
<p style="text-align: right;">(كذا فى البغية ورحمة الأمة فى الاختلاف الأئمة)</p>
<p>Kagem tiyang ingkang kurban sunnah, piyambakipun lan keluarganipun dipun perengaken tumut dahar dagingipun. Wondene menawi kurban wajib, kados sampun dipun nadzari, dipun haramaken tumut dahar dagingipun. Kagem tiyang ingkang kurban sunnah kagem tiyang sanes utawi kagem mayit ingkang sampun wasiat dipun haramaken tumut dahar dagingipun.</p>
<p>Sapi, maeso/kebo lan ugi mendo, sami ugi lanang utawi wadon sedaya kengeng kadamel hewan kurban. Ingkang penting sampun memenuhi syarat-syarat ipun. Ananging langkung sae lan afdhol menawi ingkang lanang. Miturut Ibnu Abbas, kagem tiyang ingkang mboten mampu kurban ngagem sapi, maeso lan mendo cekap kurban mawi jago utawi banyak. Malah-malah As-Syaikh Muhammad Al-Fudholi ngaturi fatwa kagem tiyang-tiyang fakir taqlid dateng pendapatipun Ibnu Abbas. (Senahosa wonten ing kitab Asy-Syarqowi kito mboten dipun parengaken taqlid dateng qoul meniko). <em>Imam Romli marengaken</em> kurban dipun sarengaken niat aqiqoh, <em>Imam Ibnu Hajar mboten marengaken.</em></p>
<p>Wondene fadhilah ipun berkurban, kados dawuh ipun Rosululloh SAW:</p>
<p style="text-align: right;">مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أحَبَّ إلى اللهِ عَزَّ وجَلَّ مِنْ هِراقَةِ الدَّمِ وإنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وأظْلاَفِهَأ وأشْعَارِهَا, وإنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ  عَزَّ وجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أنْ يَقَعَ عَلَى الْأرْضِ. فَطِيْبُوْا بِهَا نَفْسًا. (رواه الترميذي وابن ماجه)</p>
<p><em>“Ora ono amalan kang dilakoni anak adam naliko dino nahr kang luwih disenengi Allah tinimbang ngilikake getih (berkurban). Saktemene besok dino kiyamat hewan kurban iku teko sak sungu-sungune, kukune lan bulu-bulune. Lan saktemene getih e iku dumugi (diridhoi) Allah sakdurunge tetes neng bumi. Mongko legokno (tenangno) atimu kanti berkurban”. (HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah)</em></p>
<p>Rosulloh SAW ugi ngancam dateng tiyang mampu ingkang mboten purun berkurban kanti pangandikanipun:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ فَلَمْ يُضّحِّ فَلاَ يَقْرُبَنَّ مُصَلَّانَا. (رواه ابن ماجه)</p>
<p><em>“Sopo wonge diparingi jembare rizqi banjur dewekne ora gelem kurban, mongko becik ojo nyedek tempat sholatku”. (HR. Ibnu Majah)</em></p>
<p>Magepoan kalian marakipun penyakit PMK engkang menyerang dateng hewan kurban, mboten perlu dipun khawatiraken keranten pemerintah sampun menjamin ketersediaan hayawan kurban. MUI saha PBNU ugi sampun membahas hukum keabsaan hewan kurban engkang terjangkit PMK kagem pedoman kaum muslimin.</p>
<p>Mugi-mugi Allah paring panjang umur dateng kito kagem taat ngantos saget menangi malih Idul Adha wonten ing tahun-tahun selajeng ipun sarono sehat afiyat. Aamiin</p>
<p style="text-align: right;">وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ, وَبِقَولِه يَهْتَدِى الْمُهْتدُونَ, اَعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْمِ. وَنَادَيْنَاهُ أنْ يَا إبْرَاهِيْمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى المُحْسِنِيْنَ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.</p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُ اَكْبَرْ (x7)  اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">اْلحَمْدُ للهِ الَّذِي مَنْ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ الْجَسِيْمِ, اِذْ مَنَّ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ اَفْضَلِ الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ، فَهَدَانَا اِلَى دِيْنِ الْحَقِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْكَرِيْمِ الْحَلِيْمِ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ الَّذِي خَصَّ بِالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ صَلَّى اللهُ  عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَلَّذِيْنَ فَازُوْا بِالْحَظِّ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ فَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى ، يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْر ٍوَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ مَنْ يُؤْذِيْنَا وَاَهْلِكْ مَنْ اَرَادَنَا بِالسُّوءِ يَآارْحَمَ  الرَّاحِمِيْنَ اِرْحَمْنَا وَفَرِّجْ عَلَيْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيّ خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ : اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.</p>
<blockquote><p><strong>MUQORROBIN</strong><br />
Wakil Katib PCNU Ponorogo<br />
Ketua Peribadatan Masjid NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 07:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4468</guid>

					<description><![CDATA[<p>الخطبة الأولى اللهُ أكْبَرُ   × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4469" aria-describedby="caption-attachment-4469" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4469" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 2022 - Makna Idul Adha Kiat Membentuk Generasi yang Shalih" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4469" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الأولى</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أكْبَرُ   × 9</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;"> اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ:يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Seiring dengan terbenamnya matahari di ufuk barat, sejak kemarin sore hingga sekarang, kumandang takbir, tasbih, tahlil dan tahmid membahana di berbagai penjuru nusantara. Hal itu, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah, SWT atas anugrah, taufiq, dan hidayah kepada kita, sehingga kita dapat melaksanakan serangkaian ibadah pada hari raya kurban ini.</p>
<p><em>Takbir</em> yang kita kumandangkan, pada hakekatnya merupakan pengakuan yang tulus dan jujur atas kebesaran  dan keagungan Allah SWT, sedangkan semua yang ada di dunia ini, semuanya kecil semata.  Sedangkan tasbih kita kumandangkan, untuk menanamkan kesadaran bahwa Allah adalah dzat yang maha sempurna, terhindar dari segala hal yang tidak pantas bagi Nya. Kalimat tahlil kita lantunkan, untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.  Sementara kalimat <em>tahmid </em>yang kita lafazkan, sebagai ungkapan syukur kita atas segala Rahman dan Rahim-Nya, yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hamba Nya.</p>
<p>Pada hari ini, kita diingatkan pada dua peristiwa besar, yang bersumber dari syari&#8217;at Ibrahim a.s., yang kemudian dikukuhkan menjadi syari&#8217;at Muhammad saw, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban.</p>
<p>Saat ini jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia juga sedang berkumpul di tanah suci memenuhi panggilan ilahi, menunaikan ibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sekalipun mereka beraneka ragam suku, bangsa, bahasa, dan warna kulit, namun mereka berbaur, berpadu, dan menyatu dalam menjalankan syariat Allah SWT. Mereka seretak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan Allah:</p>
<p style="text-align: right;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Saudara kita, umat Islam yang menunaikan ibadah haji, semuanya menanggalkan semua atribut status sosial beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua membaur menjadi satu, memakai pakaian serta putih, sehingga sulit dibedakan mana yang pejabat mana yang bukan, mana yang konglomerat mana yang bukan, mana yang petani, pedagang dan seterusnya. Ini semua menunjukkan<em>,</em> bahwa Islam mengajarkan <em>egalitarianisme; </em>manusia di hadapan Allah adalah sama, hanya ketaqwaan seseoranglah yang menentukan derajat kemuliaannya.</p>
<p>Ketika menggunakan pakaian ihram, para <em>hujjaj</em> dilarang menggunakan wewangian, bersolek, berhias dzahir. Itu semua mengingatkan kepada kita bahwa yang dinilai Allah <em>(manzarullah) </em>adalah hiasan ruhani, amalan-amalan baik dan akhlaqul karimah. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi SAW:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Pada hari ini, kita juga diingatkan  pada kisah yang terjadi <u>+</u> 3600 tahun yang lalu, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim terhadap Nabi Ismail yang di abadikan dalam surat  al-Shoffat: 100-111.</p>
<p>Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau dan keluarganya, untuk kita jadikan bekal dalam mengarungi kehidupan ini. Sungguh sangat benar apa yang difirmankan Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;">قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ</p>
<p><em>“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ ( QS Al Mumtahanah : 4 )</em></p>
<p>Paling tidak, ada dua pelajaran/hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas.</p>
<p><strong>Pelajaran pertama</strong>. Kita harus perduli akan generasi yang meneruskan kita. Saat ini, kondisi generasi muda kita, boleh dibilang cukup memprihatinkan. Kasus-kasus perzinaan, pemerkosaan, pembunuhan, perkelahian/tawuran antar pelajar, pencurian, narkobadan berbagai kasus kriminal lainnya adalah kasus-kasus yang banyak dilakukan oleh generasi muda kita.</p>
<p>Di tengah kebersamaan merayakan Idul Adha ini, kita sejenak perlu mengenang keteladanan Nabiyullah Ibrahim a.s. dan Siti Hajar dalam melahirkan seorang generasi teladan bernama Ismail a.s. Keberhasilan mereka berdua dalam mendidik putranya adalah sebuah pola pendidikan yang telah terbukti melahirkan seorang generasi berpredikat nabi. Keberhasilan keluarga Nabi Ibrahim a.s tersebut diabadikan Allah SWT dalam al-Qur’an dan sejarah hidupnya menjadi napak tilas pelaksanaan ibadah haji dan ibdah kurban, sampai hari ini.</p>
<p>Bagaimana pola Ibrahim mencetak kader berpredikat nabi itu?  Al-Qur’an memberi gambaran dengan tahapan yang sistematis dan detail. Hal ini dapat kita fahami dengan penjelasan berikut:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh yang menyembah hanya kepada Allah SWT. Dalam penantian panjang beliau berdo’a agar diberi generasi shaleh yang dapat melanjutkan perjuangan agama tauhid. Visi Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam Qs. Al-Shoffat: 100:</p>
<p style="text-align: right;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</p>
<p> &#8220;Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.&#8221;</p>
<p>Ibrahim sangat konsisten dengan visi ini. Beliau tidak pernah terpengaruh predikat dan titel-titel selain kesalehan. Dalam mentransfer nilai kepada anaknya, Ibrahim selalu bertanya <strong><em>Maa ta’buduuna min ba’dii </em></strong>bukan<strong><em> Maa ta’kuluuna min ba’dii</em></strong>. &#8220;Nak, apa yang kau sembah sepeninggalku?&#8221; bukan pertanyaan &#8220;Apa yang kamu makan sepeninggalku?&#8221; Ibrahim tidak terlalu khawatir akan nasib ekonomi anaknya tapi Ibrahim sangat khawatir ketika anaknya nanti menyembah tuhan selain Allah SWT.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Keta’atan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah mapan di sekitarnya. Ibrahim sebagai orang tua, senantiasa mengawal dan mengontrol perilaku putra-putranya. Beliau menjadikan masjid sebagai <em>bi’ah</em> (lingkungan) untuk mendidik Isma’il dan putra-putranya.</p>
<p style="text-align: right;">وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p>
<p>&#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telahmemilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;. (Q.S. Al Baqarah : 132)</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, untuk menjalankan misi tersebut, Nabi Ibrahim tampil sebagai sosok idola dan panutan bagi putra-putranya, baik melalui keteladanan prilaku dan perkataan (komunikasi). Nabi Ibrahim, meskipun mengetahui bahwa penyembelihan Isma’il merupakan perintah Allah, tetapi beliau tidak secara otoriter memaksa Ismail untuk mengikutinya. Beliau komunikasikan wahyu tersebut dengan santun, dialogis, penuh keakraban dan kasih sayang. Hal tersebut sebagaimana diillustasikan dalam QS. Al-Shoffat: 102</p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p>Keempat, Nabi Ibrahim menerapkan prinsip keteladanan.</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</p>
<p>Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (QS. Al- Nahl:120)</p>
<p>Oleh karena itu, untuk bisa melahirkan generasi yang shaleh, kita sebagai orang tua harus menjadi <em>sholeh</em> terlebih dahulu, sebagaimana yang yang dicontohkan Nabi Ibrahim a.s.</p>
<p><strong>Allah Akbar 3x Walillah al-Hamd.</strong></p>
<p><strong>Pelajaran Kedua, Kurban memiliki makna dzahir dan batin.</strong></p>
<p>Binatang adalah sesuatu yang dikorbankan dan disembelih dalam proses ritual ibadah kurban. Binatang merupakan simbol keburukan yang ada pada diri manusia. Sifat-sifat keburukan yang ada pada diri selalu diidentikan dengan sifat-sifat kebinatangan. Allah dalam beberapa ayat Al-Qur’an mengumpamakan sesuatu yang buruk yang ada pada diri manusia dengan binatang. Maka, dengan adanya ibadah qurban menyiratkan bahwa sifat-sifat dan karakter kebinatangan yang tidak mempunyai aturan, yang menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsunya meskipun harus mendhalimi yang lain, harus dihapuskan dari dalam diri manusia.</p>
<ol>
<li>Manusia bisa rakus, serakah seperti kera</li>
<li>Manusia bisa buas, <em>mentalan</em> seperti harimau</li>
<li>Manusia bisa licik seperti kancil, bulus</li>
<li>Manusia bisa galak, <em>nekat</em> seperti srigala</li>
</ol>
<p>Jika sifat-sifat ini lebih dominan atau lebih mewarnai sebuah masyarakat atau bangsa niscaya akan terjadi sebuah perubahan tatanan sosial yang sangat mengkhawatirkan. Keadilan akan tergusur oleh kezhaliman, hukum bisa dibeli dengan rupiah, undang-undang bisa dipesan dengan dolar, sulit membedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akan tanggungjawabnya, rakyat tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan dan kebaikan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya</p>
<p>Karena itu Allah Berfirman dalam surat al- Rum: 41:</p>
<p style="text-align: right;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)</p>
<p>Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).</p>
<p>Maka sungguh tepat pernyataan Allah yang menegaskan bahwa dalam ibadah kurban itu bukanlah daging-daging sembelihan kurban itu yang akan sampai kepada Allah, tetapi ketaqwaan orang yang berkurban itulah yang akan sampai kepada Allah.</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ( الحج: 37(</p>
<p>Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu tunduk, patuh dalam menjalankan syariat dan tuntunan-Nya. Bersegera dalam beramal baik, menyambut seruan dengan ketaatan, merespon larangan dengan berpantang. Menjadi hamba yang tidak hanya bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat sekitar, tapi adalah pribadi yang setiap kerja keras dan pengorbannya digerakkan oleh niatan yang tulus ikhlas, semata-mata demi meraih ridlo dan maghfiroh Allah SWT.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan anak cucu kita, sebagai generasi yang <em>sholih-sholihah, </em>generasi yang tidak sekedar cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas secara emosional dan spiritual. Amin Ya Mujibas sailin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالحِيِن،  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الثانية</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ . اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ، أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلـمُقَـرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<blockquote><p><strong>Dr. H. Luthfi Hadi A, M.Ag</strong><br />
Sekretaris PCNU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA &#8211; KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 22:52:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4448</guid>

					<description><![CDATA[<p>اَللهُ أَكْبَرْ × 9 اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/">ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA &#8211; KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4454" aria-describedby="caption-attachment-4454" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4454" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA.jpg" alt="KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H - ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4454" class="wp-caption-text">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>اَللهُ أَكْبَرْ × 9 </strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا . وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ . اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الحَمْدُ .</p>
<p style="text-align: right;">الحَمْدُ للهِ الَّذِى أَعَدَّ لِلمُحْسِنِيْنَ جَزَاءً حَسَناً. وَرَفَعَ لَهُمْ عِنْدَهُ قَدْراً وَشَأْناً. أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً وَاِيْقَانًا. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَبْعُوْثُ اِلَى الثَّقَلَيْنِ رَحْمَةً وَإِحْسَانًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ<sub>نِ</sub> المُنَزَّلِ عَلَيْهِ القُرْآنُ تِبْيَانًا. وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ نَالُوا مِنْ رَّبِّهِمْ مَغْفِرَتاً وَرِضْوَاناً.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشِّيْطّانِ الرَّجِيْمِ . يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . <strong>(الِ عِمْرِانَ : ١٠٢) </strong>صَدَقَ اللهُ العَّظِيْمِ.</p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya, dan selalu menjauhi larangan-larangan-Nya.</p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p>Hari raya Idul Adha, dinamakan hari raya Qurban, karena di hari ini disyari’atkan ibadah yang sangat utama, yaitu ibadah qurban. Dalam Ibadah qurban tergambar kesabaran Nabi Ibrahim AS, atas ujian yang diberikan kepada dirinya; serta terkenang dengan jelas mengenai ketaatan beliau terhadap segala perintah Allah SWT, kepadanya.</p>
<p>Kesabaran dan ketaatan beliau inilah yang menyebabkan Nabi Ibrahim dianugerahi kehormatan yang sangat tinggi, sebagai <strong>“Khalilullah” (kekasih Allah).</strong></p>
<p>Dalam kitab <strong><em>“Misykatul Anwar”</em></strong> disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta. Beliau termasuk orang kaya di zamannya.</p>
<p>Ketika suatu hari, Nabi Ibrahim AS ditanya, <strong><em>“milik siapakah ternak sebanyak ini ?”</em></strong> Maka dijawabnya: <strong><em>“Milik Allah, tetapi kini masih menjadi milikku. Namun kapan saja Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan dengan ikhlas kepda-Nya.”</em></strong></p>
<p>Imam Ibnu Katsir dalam kitab <strong>“Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim”</strong> mengemukakan bahwa, pernyataan Nabi Ibrahim yang akan merelakan anaknya jika dikehendaki Allah, itulah yang kemudian dijadikan bahan ujian, yaitu Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi lincah ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri.</p>
<p>Dinyatakan dalam <strong>Al-Qur’an : Surat As-Shaffat : 102 :</strong></p>
<p style="text-align: right;">قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى ، قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (الصافات : ١٠٢)</p>
<p><em>“Ibrahim berkata: “Wahai anakku, sungguh aku telah bermimpi menyembelih kamu. Karenanya, apa pendapatmu?” <strong>Ismail berkata: </strong></em></p>
<p><em>“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapati aku termasuk orang yang sabar.”</em> <strong>(Qs. As-</strong><strong>S</strong><strong>haffat : 102)</strong></p>
<p>Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah merelakan dirinya. Tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril dengan membawa wahyu dari Allah SWT, menyuruh menghentikan pekerjaannya; dan sebagai imbalan atas keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan menyembelih seekor kambing sebagai korban mereka. Al-Qur’an : <strong>As-Saffat : 107-11</strong></p>
<p style="text-align: right;">وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيم ، وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآَخِرِينَ ، سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ  (الصافات : ١٠٧ &#8211; ١١٠)</p>
<p><em>“Kami ganti dia dengan seekor domba yang sangat besar. Kami telah jadikan dia sebagai contoh bagi generasi-generasi sesudahnya. Salam sejahtera bagi Ibrahim. Demikianlah Kami memberi pahala kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.”</em> <strong>(Qs. As-Saffat : 107-110).</strong></p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Kita perhatikan sekali lagi, jawaban Isma’il kecil ketika ia mendengar akan diqurbankan oleh ayahandanya demi memenuhi panggilan Allah SWT. Ia berkata : <strong><em>“Silahkan wahai ayahanda, aku menerima dengan baik atas perintah Allah kepadamu”</em></strong></p>
<p>Peristiwa bersejarah ini memberi pelajaran bagi setiap Muslim, bahwa anak yang berbakti lahir dari orang tua yang berbakti juga. Ada pepatah, “daun jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.”</p>
<p>Dalam sebuah hadits, riwayat  Al-Bazzar, dijelaskan :</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ ذُرِّيَّةَ المُؤْمِنِ مَعَهُ فِي دَرَجَتِهِ وَإِنْ كاَنَ لَمْ يَبْلُغْهَا فِي العَمَلِ. (رواه البزار)</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat anak-anak orang mukmin ke derajat orang tuanya, walaupun amal shalih mereka tidak seperti amalan orang tuanya.”</em> <strong>(HR. Imam Al-Bazzaar)</strong></p>
<p>Keshalihan Ismail kecil, bukan diperoleh dari bangku sekolah, bukan pula pengaruh dari adat dan budaya masyarakatnya; melainkan karena ketaatan kedua orang tuanya kepada syari’at Allah SWT; dan berkat asuhan ibunda tercintanya yang sangat taat kepada ajaran agama.</p>
<p>Lingkungan Nabi Isma’il kecil, kala itu adalah ibundanya semata, karena mereka berdua hidup dan tumbuh dalam sebuah lembah yang belum dihuni oleh manusia, selain mereka berdua.</p>
<p>Kisah Nabi Ibrahim AS, telah memberi pelajaran berharga pada kita, bahwa jika menginginkan anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang shalih, maka orang tua, terlebih dahulu melakukan keshalihan agar menjadi contoh bagi anak-anaknya.</p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Pada gilirannya anak yang shalih merupakan harapan orang tua, walaupun mereka telah berpulang di alam baka dan telah terputus kesempatan untuk beramal dan berbuat baik untuk dirinya. Dalam sebuah hadits, dijelaskan :</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا. (رواه أبو داود)</p>
<p><em>“ Diriwayatkan dari Sahal bin Mu’az dari ayahnya, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa membaca Al-Qr’an dan mengamalkan isinya, maka kedua orang tuanya di akhirat diberi mahkota yang sinarnya lebih bagus dari sinar matahari di dunia.” </em><strong>(HR. Imam Abu dawud).</strong></p>
<p>Dalam hadits di atas, jelas bahwa kedua orang tua di akhirat ikut dimuliakan di sisi Allah SWT, berkat perbuatan baik anaknya.</p>
<p>Maka kausalitas keduanya adalah, orang yang shalih akan melahirkan anak yang taat beragama; dan anak yang shalih dan berbakti pada agama akan menjadi dambaan kedua orang tua, walaupun  mereka sudah di alam baka.</p>
<p>Tidak hanya doa anak shalih yang bermanfaat untuk kedua orang tuanya, tetapi juga ibadahnya yang tekun dilakukan di dunia menyebabkan Allah SWT, mengasihi dan memuliakan kepada kedua orang tuanya.</p>
<p><strong><em>Hadirin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Mengakhiri khutbah ini, marilah kita bermunajat kepada Allah agar diberi keselamatan dari segala ancaman, diberi kebaikan yang sempurna, kehidupan yang sejahtera dan kesempatan untuk berbakti sebaik-baiknya di hadapan Allah SWT.</p>
<p>Diberikan kemampuan untuk membina rumah tangga yang baik, yang menjadi tempat bernaung anak-anak yang shalih shalihah, taat beragama, berbakti kepada kedua orang tuanya dan bermanfaat bagi masyarakatnya. <strong>Amiin yaa robbal ‘alamiin.</strong></p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ بِاَيَةِ القُرْأنِ الْكَرِيْمِ, وَنَفَعَنَا وَإِيَاكُمْ بِتِلاَوَتِهِ وَفَهْمِهِ وَبِحِفْظِ مَعَانِيْهِ العَظِيْمِ : أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :</p>
<p style="text-align: right;">وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3).</p>
<p style="text-align: right;">وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong> الخطبة الثانية للعيد.</strong></p>
<p style="text-align: right;">الله اكبر × 7</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْفَرِدِ بِالدَّوَامِ . الْبَاقِي بَعْدَ فَنَاءِ الأَيَّامِ . الْمُوجِدِ لِلْخَلْقِ بَعْدَ الْعَدَمِ . الْمُفْنِي لَهُمْ بَعْدَ أَنْ ثَبَتَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الصُّحُفِ كَمَا جَرَى بِهِ الْقَلَمُ . الْعَالِمِ بِمَا انْطَوَتْ عَلَيْهِ أَسْرَارُهُمْ فِي الْحَالِ وَفِي الْقِدَمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ مُضْطَرٍّ إلَيْهَا عِنْدَ زَلَّةِ الْقَدَمِ . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَرْسَلَهُ إلَى أَكْرَمِ الأُمَمِ . وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَبَعْدُ . فَاتَّقُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الفَوَاخِشَ فَقَدْ فَازَ الـمُتَّقُونْ. قَالَ تَعَالَى فَهُوَ اَصْدَقُ القَائِلِيْنَ : إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ ، وأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">أللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، الاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ ، اَللَّهُمَّ أصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وِأَلِفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا الإِيْمَانَ ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى دِيْنِ الاِسْلاَمْ ، وَانْصُرْنَا عَلَى عَدُوِّكَ ،  وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ ، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.</p>
<blockquote><p><strong>Drs. KH. M. Muhsin, MH</strong><br />
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Batoro Katong Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/">ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA &#8211; KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
