<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari khutbah idul adha - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/khutbah-idul-adha/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/khutbah-idul-adha/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 May 2025 10:17:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari khutbah idul adha - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/khutbah-idul-adha/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Indonesia NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 09:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[10 dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[berkurban]]></category>
		<category><![CDATA[dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha bahasa indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7271</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7261" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan menyambut hari Raya Idul Adha 1446 H. Untuk itu, Tim redaksi NU Online Ponorogo telah menyiapkan teks khutbah Idul Adha berbahasa Indonesia. Khutbah Idul Adha kali ini berjudul “Cobaan, Kesabaran dan Berkurban<em><strong>.”</strong></em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Khutbah I</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)<br />
اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا, وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا, لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ , مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ , لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ , صَدَقَ وَعْدَهُ , وَنَصَرَ عَبْدَهُ , وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ &#8211; لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ &#8211;  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ .<br />
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ &#8230;  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ الْأَضْحَى . أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المْـُسْتَقِيْمِ &#8211;  اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَنْ أُنْزِلَ إِلَيْهِ الْفُرْقَانُ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن , أَمَّا بَعْدُ .</p>
<p style="text-align: right;">إِخْوَانِيْ رَحِمَكُمُ اللهُ ، اِعْلَمُوْا أَنَّ هَذَا الْيَوْمَ الْأَزْهَرَ، هُوَ يَوْمُ الْعِيْدِ الْأَكْبَرُ ، فِيْهِ يُعْمَلُ أَكْثَرُ أَعْمَالِ الْحَجِّ ، وَهُوَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ الشَّهْرِ الْحُـرُامِ . اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ  . فَيَآ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ , أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المــُــتَّقُوْنَ, وَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَـاتِهِ , وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْـكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِــئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kumandang takbir memberi pertanda, bahwa kita masih diberi panjang umur, bisa bertemu dengan hari raya. Maka marilah kita senantiasa memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan yang wajib disembah oleh seluruh makhluq di dunia. Dan marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan, dengan melaksanakan perintah Allah yang dibarengi dengan menjauhi larangan-Nya secara mutlak tanpa membantah. Semoga dengan demikian, kita bisa mendapatkan rahmat Allah, sehingga dalam kehidupan di dunia hingga akhirat selalu mendapatkan keberuntungan dan kemuliaan.</p>
<p>Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai <em>uswatun hasanah</em>, manusia pilihan yang menjadi penuntun umatnya dengan tuntunan yang baik, yang membawa umatnya dari jaman jahiliyah masuk ke jaman islamiyah, yang penuh berkah rahmah dan hidayah dari Allah. Semoga dengan sering bershalawat ini, kita diakui menjadi umatnya Nabi Muhammad SAW, sehingga mendapatkan syafaatnya. Aamiin …</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p style="text-align: right;">اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ  ,  هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى</p>
<p>Ketahuilah bahwa sesungguhnya hari ini merupakan hari raya bagi Anda semua. Inilah yang disebut hari raya ‘idul adha. Adapun hari raya ‘idul adha ini merupakan hari yang mulia. Ketahuilah bahwa di daerah Makkah al-Mukarramah, di tanah suci sana, jutaan manusia dari berbagai negara, yang warna kulit badannya aneka rupa, yang adat budayanya berbeda, saat ini berkumpul menjadi satu, ziarah ke baitullah. Melaksanakan urut-urutan ibadah yang sama, tidak ada yang berbeda, tidak ada yang berdebat merasa paling benar cara ibadahnya, semua manusia di sana melaksanakan ketentuan yang sudah disyari’atkan tanpa membantah, yaitu ibadah haji.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Ibadah haji termasuk salah satu dari rukun islam. Oleh karena itu, semua manusia yang beragama islam, wajib melaksanakan ibadah haji. Tetapi, ibadah haji termasuk istimewa jika dibandingkan rukun islam lainnya. Jika rukun islam lain seperti syahadat, shalat, dan puasa, itu wajib dilaksanakan tanpa membedakan situasi dan kondisi. Bahkan meski dalam kondisi sedang terancam oleh apapun, maka syahadat itu tetap wajib. Meskipun dalam situasi peperangan, maka shalat itu tetap wajib. Meskipun dalam cuaca sangat panas tiada tara, maka puasa itu tetap wajib. Tidak ada alasan untuk meninggalkannya. Jika darurat karena ada udzur, maka tetap wajib mengganti pelaksanaan di lain waktu.</p>
<p>Tetapi terkait haji, maka ada perbedaan. Haji hanya diwajibkan bagi “orang yang mampu”. Dalam konteks ini, yang dimaksud mampu adalah mampu secara finansial atau keuangan, mampu secara fisik badan, mampu secara situasi kondisi keamanan, dan lain sejenisnya. Oleh karena itu, orang yang melaksanakan ibadah haji hanyalah “orang yang terpilih”. Betul-betul terpilih sebagai orang yang mulia dan beruntung. Kita sudah terbiasa mendengar kalimat bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT. Oleh karena itu, sudah lumrah jika ada orang yang sebetulnya termasuk “mampu” namun belum melaksanakan haji karena “belum mendapatkan panggilan dari Allah SWT”. Bahkan pernah ada kejadian, seseorang sudah daftar haji, sudah siap berangkat haji, begitu sampai di bandara dan melihat pesawat menjadi takut. Akhirnya pulang dan tidak jadi melaksanakan ibadah haji.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>ibadah haji disyari’atkan sesuai dengan sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Dalam al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 27, dijelaskan perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam agar menyeru kepada semua manusia supaya melaksanakan ibadah haji.</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ</p>
<p>Artinya: <em>“(Wahai Ibrahim), serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”</em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Ketika itu, daerah Makkah masih berwujud padang pasir yang sangat sepi tak ada yang menjamah, masih tanpa ada penghuni. Kemudian Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mendapatkan perintah dari Allah SWT agar bermukim di Makkah. Hal seperti ini merupakan cobaan bagi Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, karena sang istri, yaitu Siti Hajar sedang mengandung kemudian melahirkan bayi, yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam. Mari kita bayangkan, betapa berat cobaan tersebut. Sebuah keluarga yang baru saja mendapatkan momongan, kemudian bermukim di tempat yang tidak ada tetangga sama sekali. Dan cobaan belum selesai sampai tahap ini saja. Allah SWT memberi cobaan lagi berupa perintah agar Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kembali ke negeri asalnya dengan meninggalkan sang istri beserta sang bayi di daerah Makkah. Padahal daerah Makkah masih berupa daerah yang sangat sepi, terdiri dari padang pasir tak ada manusia lainnya. Sungguh sangat berat rasanya. Oleh karena itu, ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam berjalan pergi, sang istri menyampaikan pertanyaan: “Kenapa tega meninggalkan semua?” Namun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam tidak kuasa menjawabnya, hanya berjalan menunduk meninggalkan keluarganya. Sang istri menerima kenyataan itu dengan ikhlas meski ada rasa nelangsa. Ditambah lagi kemudian ketika sang bayi, yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam, menangis keras karena kehausan dan butuh air. Mengetahui hal tersebut, sang ibu langsung berusaha mencari air, berlari ke arah bukit Shafa, ternyata tidak menemukan air. Berlari ke arah bukit Marwa, juga tidak menemukan air. Begitu seterusnya sampai tujuh kali. Sampai akhirnya, Allah SWT memberikan pertolongan, berupa munculnya sumber mata air yang keluar dari bawah kaki sang bayi yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Cobaan untuk keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam belum selesai. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mendapatkan perintah agar kembali ke Makkah untuk berkumpul kembali dan membina rumahtangga dengan baik. Adapun Makkah sudah mulai ada penghuni penduduk dikarenakan adanya sumber mata air. Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam menjadi keluarga yang terpandang, dan sang anak yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam, tumbuh berkembang menjadi anak remaja yang tampan berakhlaq mulia. Tetapi, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kembali mendapat cobaan berupa perintah dari Allah SWT, agar mengurbankan sang anak. Sungguh betapa berat cobaan tersebut, yaitu disuruh mengurbankan hal yang paling dicintai. Seandainya boleh memilih, maka Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam memilih dirinya sendiri saja yang dikorbankan, jangan sang anak tersayang. Namun bagaimanapun, hal ini merupakan perintah Allah SWT yang tidak bisa diubah, tidak boleh dibantah. Oleh karena itu, dengan berat hati, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mengajak musyawarah sang istri dan sang anak terkait perintah pengurbanan itu.</p>
<p>Ketika mengetahui bahwa perintah pengurbanan tersebut merupakan perintah dari Allah SWT, maka sang anak tersayang yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam, menyampaikan kalimat penyejuk kepada sang ayahanda, sebagaimana digambarkan dalam al-Qur’an surat as-Shoffat ayat 102</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">&#8230; قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Artinya: <em>(Ismail) menjawab, “Wahai ayahandaku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”</em></p>
<p>Singkat cerita, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dengan hati yang pasrah <em>tawakkal </em>pada Allah, bersiap melaksanakan perintah mengurbankan anak tersayang. Begitupun sang anak tersayang, dengan hati yang mantab menghadap Allah SWT, Nabi Ismail ‘alaihis-salam siap dikurbankan.</p>
<p>Tetapi Allah SWT itu tidaklah terlena. Jika ada manusia yang tunduk patuh pada perintah, maka pastilah manusia tersebut akan menjadi mulia tiada terhina sengsara. Maka, pengurbanan Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dan Nabi Ismail ‘alaihis-salam yang begitu patuh tanpa ada bantahan sedikitpun, akhirnya mendapatkan balasan kemuliaan. Nabi Ismail ‘alaihis-salam yang sedang siap dikurbankan, mendapatkan pertolongan Allah melalui Malaikat Jibril yang memindahkan posisi Nabi Ismail ‘alaihis-salam dan menggantinya dengan kambing domba / kibasy. Begitulah yang dikorbankan pada kenyataannya adalah kambing domba / kibasy tersebut. Hingga akhirnya dalam konsep qurban yang disyari’atkan agama islam adalah kambing, domba, atau hewan ternak lain yang biasa dimakan dagingnya dengan ukuran minimal adalah domba / kibasy. Oleh karena itu hewan qurban juga boleh berupa unta, sapi, maupun kerbau.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam memberi teladan bagi kita. Bahwa tidak ada kemuliaan tanpa cobaan. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam yang diberi begitu banyak cobaan dan bisa lulus tersebut, mendapatkan gelar <em>Khalilullah</em>, kekasih Allah, gelar <em>Ulul Azmi</em>, Nabi dengan kesabaran luar biasa, dan gelar <em>Abul Anbiya’</em>, bapak dari para Nabi karena banyak anak keturunan beliau yang menjadi Nabi / Rasul.</p>
<p>Jika kita perhatikan, sebenarnya semua Rasul Nabi itu menerima cobaan yang beraneka rupa. Nabi Adam ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa istri yang membujuk sehingga durhaka pada Allah, dengan menerjang larangan mendekati dan makan buah quldi. Nabi Nuh ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa anak durhaka yang melawan perintah agar menyelamatkan diri naik ke perahu. Nabi Ya’qub ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa anak-anak yang tidak rukun sehingga iri dengki. Nabi Yusuf ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa wanita cantik yang menggoda mengajak berbuat hina. Nabi Ayyub ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa penyakit yang melanda tubuh dengan sangat mengenaskan. Nabi Isa ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa sahabat yang berkhianat dan menjadi mata-mata musuh. Apalagi Nabi Muhammad SAW, banyak cobaannya.</p>
<p>Semua Nabi yang mendapatkan cobaan, pasti diterima dengan lapang dada. Meskipun mungkin ada sedikit rasa nelangsa, maka lumrah karena semua Nabi juga merupakan manusia. Contohnya Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan cobaan ditinggal wafat sang istri yaitu Khadijah, dan sang paman yaitu Abu Thalib, maka Nabi Muhammad SAW juga merasakan hati merana, sehingga tahun kejadian tersebut disebut sebagai “<em>amul husni</em>” atau tahun kesedihan. Tetapi setelah cobaan tersebut diterima dengan lapang dada kesabaran, maka Nabi Muhammad SAW mendapat mukjizat <em>isra’ mi’raj</em>.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Segala macam cobaan itu ada kaitan dengan kesabaran. Barangsiapa yang sedang mendapatkan cobaan, maka harus sabar. Konsep demikian ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 153</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Artinya: <em>“wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (pada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”</em></p>
<p>Oleh karena itu, Nabi Ismail ‘alaihis-salam ketika diberitahu akan dikurbankan, beliau berupaya memohon kepada Allah agar dijadikan sebagai orang yang tabah dan sabar, begitu juga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dan sang istri, memohon pada Allah agar dimantabkan imannya sehingga tidak goyah meskipun cobaannya begitu berat. Ketika ada setan yang menggoda agar tidak terlaksana pengorbanan yang diperintahkan oleh Allah, maka setan tersebut langsung dilempar batu oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, semua merasa mantab bahwa perintah Allah wajib dilaksanakan dengan sabar dan lapang dada, mengharap ridho Allah semata, sehingga kelak di akhirat mendapatkan kebahagiaan. Ketaqwaan Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam sekeluarga itu harus kita teladani. Bagaimana kita berupaya agar istri dan juga anak kita bisa mengabdi beribadah dengan baik pada Allah SWT. Bagaimana agar kita sekeluarga tidak terlena oleh dunia dan tetap teguh berupaya mencari kebaikan akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat al-An’am ayat 32</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْو ٌ ۗ  وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ</p>
<p>Artinya: <em>“Dan tidaklah kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sendau gurau belaka. Sedangkan kehidupan negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Apakah kamu tidak mengetahuinya.”</em></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kita memahami bahwa kita sebagai umat islam ini, tidak diperintahkan mengurbankan anak sebagaimana perintah yang diterima oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Kita hanya diperintahkan untuk mengurbankan harta yang berupa hewan qurban. Sejatinya, jika kita menyembelih hewan qurban, tidaklah berarti kita menghaturkan daging beserta darah hewan qurban kepada Allah SWT. Melainkan kita hanya menghaturkan ketaqwaan yang ditunjukkan dengan kesediaan melaksanakan perintah kurban. Hal seperti ini sudah dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Hajj ayat 37</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُـحـُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ</p>
<p>Artinya: <em>“Bukanlah daging dan darah (hewan qurban) yang sampai pada Allah, melainkan yang sampai pada Allah adalah ketaqwaan kalian.”</em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Daging hewan qurban di<em>tasyaruf</em>kan pada tetangga fakir miskin. Adapun bagi yang berkurban, juga diperkenankan untuk ikut memakan daging hewan qurban. Yang pasti, konsep <em>tasyaruf</em> atau pembagian daging kewan qurban, menurut ilmu sosiologi, sangat tepat sebagai sarana perekat sesama anggota masyarakat. Kita bisa melihat, ketika ada orang yang mendapatkan bagian daging hewan qurban, wajahnya begitu berseri. Meskipun daging tersebut tidak banyak, namun hatinya tetap gembira terpancar dari raut wajah. Yang demikian ini karena semua mendapatkan keberkahan.</p>
<p style="text-align: left;">Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah rahmah kepada kita semua, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah qurban, ibadah haji, dan bisa membawa keluarga kita dalam kebaikan sehingga sakinah mawaddah wa rahmah. Aamiin.</p>
<p style="text-align: right;"> بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ   وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ   وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Khutbah II</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا ، لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ</p>
<p style="text-align: right;"> وَاللهُ أَ كْبَرُ ,  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ ,  وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّـبِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .</p>
<p style="text-align: right;">أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْ لُهُ .</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ .  فَيَا عِبَادَ اللهِ ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ</p>
<p style="text-align: right;">فَقَالَ اللهَ تَعَالَى جَلَّ جَلاَلُهُ عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلـُّـوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الـَّذِيْنَ آمَنُوا صَلـُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ ، وَتَابِعِـى التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ ، وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ , اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَاُمَّتَنَا ، وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا ، وَفُقَهَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا ، صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ ,  اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْـمُسْلِمِيْنَ , اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَاْلـمُنْكَرَ وَاْلبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ اْلـمُخْتَلِفَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَآصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلـمُسْلِمِيْنَ عَامَةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ , وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا , رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اَتْـمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>
<p style="text-align: right;">وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ الله . اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ  يَعِظُكُمْ لَعَلـَّكُمْ تَذَّ كَّـرُوْنَ  فَاذْ كُـرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ  يَذْ كُـرْكُـمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُـمْ</p>
<p style="text-align: right;">وَ لَذِكْـرُ اللهِ اَكْبَرُ</p>
<p>Sumber Materi Khutbah     : LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>Editor Penulisan Materi     : Marsudi, Sekretaris PC LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 01:34:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7260</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7261" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan menyambut hari Raya Idul Adha 1446 H. Untuk itu, Tim redaksi NU Online Ponorogo telah menyiapkan teks khutbah Idul Adha berbahasa Jawa. Khutbah Idul Adha kali ini berjudul “Cobaan, Kesabaran dan Berkurban<em><strong>.”</strong></em></p>
<p>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p><strong>Khutbah I</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)<br />
اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا , وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا , لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ , مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ , لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ , صَدَقَ وَعْدَهُ , وَنَصَرَ عَبْدَهُ , وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ &#8211; لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ   &#8211;   اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ<br />
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ &#8230;  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ الْأَضْحَى . أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المْـُسْتَقِيْمِ &#8211;  اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَنْ أُنْزِلَ إِلَيْهِ الْفُرْقَانُ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن , أَمَّا بَعْدُ</p>
<p style="text-align: right;">إِخْوَانِيْ رَحِمَكُمُ اللهُ ، اِعْلَمُوْا أَنَّ هَذَا الْيَوْمَ الْأَزْهَرَ، هُوَ يَوْمُ الْعِيْدِ الْأَكْبَرُ ، فِيْهِ يُعْمَلُ أَكْثَرُ أَعْمَالِ الْحَجِّ ، وَهُوَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ الشَّهْرِ الْحُـرُامِ</p>
<p style="text-align: right;"> اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ</p>
<p style="text-align: right;">فَيَآ أَيُّهَا المْـُؤْمِنُوْنَ , أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المــُــتَّقُوْنَ ,  وَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَـاتِهِ , وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْـكَرِيْمِ :</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kumandang takbir maringi pratondho, bilih kito taksih kaparingan panjang yuswo, saged pinanggih dinten harioyo. Pramilo sumonggo, tansah ngunjukaken pujo puji syukur kito, wonten ngarsanipun Gusti Allah, Gusti ingkang Moho Kuwoso, Gusti ingkang wajib sinembah dening makhluk sedoyo. Sumonggo kito tansah ningkataken taqwa, kanthi sendiko dawuh nglampahi perintah saking Gusti Allah, dipun sarengi nebihi awisanipun kanthi mutlak mboten mbalelo. Mugi-mugi kanthi mekaten puniko, kito saged pikantuk rahmatipun Gusti Allah, sahinggo wonten ing dunyo ngantos akhirat tansah bejo mulyo.</p>
<p>Sholawat tuwin salam mugiyo tansah kalimpahaken dumateng Kanjeng Nabi Muhammad SAW, pinongko <em>uswatun hasanah</em>, titah pinilih ingkang dados panuntun umatipun kanthi tulodho ingkang sae, mbedhol saking jaman jahiliyah lumebet jaman islamiyah, ingkang kebag barokah rahmah lan hidayah saking Gusti Allah. Mugi-mugi kanthi asring maos sholawat, kito dipun akui dados umatipun Kanjeng Nabi Muhammad SAW sahinggo pikantuk syafa’at ipun  &#8230;  aamiin.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p style="text-align: right;">اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ  ,  هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى</p>
<p>Mangertoso bilih saestu dinten meniko dinten sae kagem panjenengan sedoyo. Nggih dinten meniko kawastan dinten harioyo ‘idul adha. Dinten harioyo ‘idul adha puniko dinten ingkang minulyo. Mangertoso bilih wonten ing tlatah Makkah al-Mukarromah, wonten ing tanah suci mriko, jutaan manungso saking sedoyo bongso negoro, ingkang wujud kulit badanipun nggih maneko warno, ingkang adat budayanipun nggih bedo, sak meniko kempal manunggal sowan wonten ing baitullah. Nindakaken reroncening urutan ibadah ingkang sami, mboten wonten ingkang salang surup, mboten wonten ingkang debat eyel-eyelan rumaos paling bener caranipun ibadah, sedoyo nindakaken paugeran ingkang sampun ginaris tanpo mbalelo, nggih puniko ibadah haji.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Bilih ibadah haji puniko kalebet salah satunggalipun Rukun Islam. Pramilo awit saking puniko, sedoyo priyantun ingkang agaminipun islam, nggih kedah nglampahi ibadah haji. Ananging, ibadah haji puniko termasuk istimewa menawi dibandingaken Rukun Islam lintunipun. Menawi Rukun Islam lintu kados to Syahadat, Sholat, lan Poso, meniko wajib dipun laksanaken tanpo mbeda-aken situasi lan kondisi. Bahkan masio kondisi nembe dipun ancam punopo kemawon, syahadat niku tetep wajib. Masio situasi perang, sholat niku tetep wajib. Masio kondisi panas ngenthak-ngenthak, poso niku tetap wajib. Mboten wonten alasan kok mboten wajib. Ananging menawi haji, meniko namung dipun wajibaken tumraping priyantun ingkang kuwaos. Tegese kuwaos puniko nggih biaya, kondisi badan, situasi keamanan, lan lintunipun. Pramilo awit saking puniko, priyantun ingkang saged nglampahi haji puniko anamung priyantun ingkang pinilih. Estu – estu pinilih, minulyo, lan priyantun ingkang bejo kemayangan. Sampun lumrah kasebat bilih “ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT”. Pramilo sampun lumrah ugi, menawi wonten priyantun ingkang masio kalebet priyantun kuwaos ananging dereng tindhak haji kranten “dereng pikantuk timbalan”. Bahkan nate wonten kedadosan, priyantun sampun daftar haji, sampun siap bidal, sampun dugi bandara, nuli ngertos pesawat langsung ajrih mbalik wangsul mboten purun bidal haji.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>ibadah haji dipun syari’ataken miturut tindak lampahipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Wonten al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 27, dipun jelasaken perintah saking Gusti Allah dumateng Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam nimbali sedoyo manungso amrih tindak Makkah sakperlu nglaksana-aken ibadah haji. Mekaten suraosipun:</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ</p>
<p>Menggah artosipun: <em>“(Ibrahim) timbalono marang manungso kelawan perintah nglaksana-ake ibadah haji, yekti poro manungso bakal tumeko kelawan mlaku lan numpak unto kang kuru soko sekabehing tlatah kang adoh.” </em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Rikolo semanten, tlatah Makkah taksih awujud padang pasir kang sepi mamring mboten wonten ingkang njamah, dereng wonten ingkang manggeni. Lajeng Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam pikantuk perintah saking Gusti Allah amrih manggen wonten ing Makkah. Ingkang kados puniko pinongko pacoban tumraping Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, kranten keng garwo, nggih puniko ibu Siti Hajar nembe ngandut nuli nglahiraken keng putro, nggih puniko Nabi Ismail ‘alaihis-salam. Menawi saged kito angen-angen, sepinten awratipun pacoban puniko. Satunggaling kaluwargo ingkang nembe gadhah putro, lajeng manggen wonten panggenan ingkang mboten wonten tanggi tepalihipun. Cobaan dereng kendhat semanten. Gusti Allah paring pacoban malih arupi perintah amrih Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kondur dateng negaranipun lan ninggalaken keng Garwo ugi keng Putro ing tlatah Makkah. Padahal tlatah Makkah taksih sepi mamring arupi padhang gurun pasir mboten wonten manungso nipun. Saestu awrat sanget raosipun. Pramilo naliko Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam badhe mlampah kondur, keng garwo nuli nyuwun pirso: “teng nopo kok tego ninggalaken?” Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mboten kumowo paring wangsulan, namung ndingkluk nglajengaken lampah ninggalaken keluwarganipun. Keng garwo, nggih puniko ibu Siti Hajar nampi kasunyatan meniko kanthi lilo masio keronto-ronto. Tinambah malih nalikaning keng putro, nggih puniko Nabi Ismail ‘alaihis-salam ingkang taksih bayi, nangis mboten kanten-kantenan mbetahaken tuyo unjukan. Ibu Siti Hajar bingung nuli age-age pados tuyo, mlajar dateng bukit Shofa, mboten manggihi tuyo. Mlajar malih dumugi bukit Marwa, mboten manggihi tuyo. Mekaten ngantos mbolak-mbalik ambal kaping pitu (tindak lampah puniko ingkang sakmeniko dados prosesi ibadah <em>sa’i</em> wonten ing haji). Sahinggo Gusti Allah paring pitulung, arupi maringi sumber tuyo ingkang mijil saking ngandhap sukunipun jabang bayi Nabi Ismail ‘alaihis-salam.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Pacobanipun kaluwargo Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam taksih dereng rampung. Nalikanipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam sampun kaparingan perintah saking Gusti Allah amrih nglempak malih dateng Makkah, nuli gesang bebrayan kanthi sae. Kranten sampun wonten sumber tuyo, pramilo tlatah Makkah milai wonten ingkang manggeni lan milai kathah penduduk. Kaluwargo Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dados kaluwargo ingkang minulyo lan keng putro, hanenggih Nabi Ismail ‘alaihis-salam milai ngancik dados sinoman ingkang bagus praupan lan bagus akhlaq-ipun. Ananging Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam pikantuk perintah malih saking Gusti Allah, amrih ngurbanaken keng putro. Yekti awrat sanget pacoban puniko, hanenggih kapurih ngurbanaken hal ingkang paling dipun tresnani. Prasasat umpami kepareng milih, kamongko Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam pilih badanipun piyambak ingkang dipun kurbanaken, sanes keng putro kinasih. Ananging meniko perintah saking Gusti Allah, mboten saged dipun owahi, mboten kepareng mbalelo. Pramilo kanthi keronto-ronto, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam rerundingan kelawan keng garwo lan keng putro gegautan kaliyan perintah kurban puniko. Nguningani bilih perintah kurban puniko saking Gusti Allah, lajeng keng putro, hanenggih Nabi Ismail ‘alaihis-salam, nuli matur dumateng Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, kados kaserat wonten al-Qur’an surat as-Shoffat ayat 102</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">&#8230; قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Artosipun: <em>“(Nabi Ismail ‘alaihis-salam) matur: duh Bapak kulo, monggo panjenengan lampahi punopo ingkang dipun printahaken (Gusti Allah) dumateng panjenengan. Panjenengan badhe nemahi kulo, insya Allah, kulo kalebet tiang-tiang ingkang sabar.”</em></p>
<p>Ringkesing kedadosan, akhiripun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kanthi manah ingkang sumeleh <em>tawakkal</em> dumateng Gusti Allah, siogo ing gati badhe nglampahi perintah ngurbanaken keng putro kinasih. Semanten ugi Nabi Ismail ‘alaihis-salam kanthi manah ingkang madhep manteb dumateng Gusti Allah, siogo dipun kurbanaken.</p>
<p>Ananging Gusti Allah meniko mboten sare, saestu bilih Gusti Allah meniko mboten sare. Lan perlu dipun mangertosi bilih menawi manungso puniko manut perintahipun Gusti Allah, kamongko mesthi bakal mulyo ora bakalan ino sengsoro. Pramilo pangurbananipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kaliyan Nabi Ismail ‘alaihis-salam ingkang manut madhep manteb mboten mbalelo, akhiripun kaganjar kamulyan. Nabi Ismail ‘alaihis-salam ingkang badhe dipun kurbanaken, langsung dipun slametaken lumantaran Malaikat Jibril ingkang mindah posisi Nabi Ismail ‘alaihis-salam lan nggantos kelawan domba / kibasy. Akhiripun ingkang disembelih dados kurban nggih domba puniko.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam paring tulodho tumraping kito. Bilih mboten wonten kamulyan tanpo pacoban. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam ingkang diparingi pacoban kathah lan akhiripun lulus puniko, pikantuk kamulyan arupi gelar <em>Khalilullah</em>, kekasihing Gusti Allah, gelar <em>Ulul Azmi</em>, priyantun ingkang nggadahi kesabaran luar biasa, lan gelar <em>Abul Anbiya’</em>, bapak ipun poro Nabi kranten kathah anak turunipun ingkang dados Nabi.</p>
<p>Menawi kito angen-angen, sejatosipun sedoyo Nabi Rasul puniko nampi pacoban ingkang maneko warno. Nabi Adam ‘alaihis-salam kacubo kanthi garwanipun ingkang ngajak mbalelo duroko saking awisanipun Gusti Allah arupi dahar woh-wohan quldi. Nabi Nuh ‘alaihis-salam kacubo kanthi putranipun ingkang mbalelo mboten purun miturut dawuhipun Gusti Allah amrih nitih prau. Nabi Ya’qub ‘alaihis-salam kacubo kanthi putra-putranipun ingkang mboten rukun sahinggo iri dengki. Nabi Yusuf ‘alaihis-salam kacubo kanthi wong wadon kang nggudho ngajak tumindhak olo. Nabi Ayyub ‘alaihis-salam kacubo kanthi badan ingkang kebak penyakit. Nabi Isa ‘alaihis-salam kacubo kanthi shohabatipun ingkang khianat. Nopo malih Nabi Muhammad SAW, kathah sanget pacobanipun.</p>
<p>Sedoyo Nabi ingkang nampi pacoban, mesthi dipun tampi kanthi jembaring manah. Kalamunto rumaos keronto-ronto, niku namung sedelo, kranten sekabehing Nabi niku nggih titah manungso. Nabi Muhammad SAW nalikaning nampi pacoban dipun tinggal wafat dening keng garwo, Siti Khadijah lan ugi paman Abu Thalib, nggih ngraosaken susah manahipun. Pramilo wekdal niku kawastan “<em>amul husni</em>” utawi tahun belosungkowo. Ananging saksampunipun tinampi kanthi sumeleh kebag kesabaran, lajeng Nabi Muhammad SAW pikantuk mukjizat <em>isra’ mi’raj</em>.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Pacoban puniko gegautan kaliyan kesabaran. Sinten kemawon ingkang nembe nampi pacoban, kedah sabar. Ingkang mekaten puniko miturut perintahipun Gusti Allah wonten ing al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 153</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Menggah  artosipun: <em>“he wong-wong kang podo iman, nenuwun-o pitulungan (marang Gusti Allah) kelawan sabar lan sholat. Sak temene Gusti Allah iku nyertani marang wong-wong kang sabar.”</em></p>
<p>Pramilo Nabi Ismail ‘alaihis-salam nalikanipun mangertos badhe dipun kurbanaken, lajeng mbudidoyo nyenyuwun dumateng Gusti Allah amrih didadosaken tiyang ingkang sabar. Semanten ugi, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam lan Siti Hajar nyenyuwun dumateng Gusti Allah amrih dipun mantebaken imanipun sahinggo mboten goyah. Naliko wonten setan ingkang nyobi nggudo amrih mboten tamtu kaleksanan kurbanipun Nabi Ismail ‘alaihis-salam, pramilo setanipun dipun balang watu dening Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam (tindak lampah puniko ingkang sakmeniko dados prosesi ibadah lempar <em>jumroh</em> wonten ing haji). Keluarganipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, sedoyo sampun manteb bilih perintah Gusti Allah puniko wajib dipun laksanaaken kanthi sabar lan jembar manah, murih ridhaning Gusti Allah, sahinggo benjang wonten akhirat, saged nemahi karaharjan. Ketaqwa-anipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam sak kaluwargo puniko kedah kito tuladani. Pripun amrih kita sak garwo sak putro saged ngabekti ngibadah kanthi sae dumateng Gusti Allah. Pripun amrih kito mboten kabujuk dunyo lan tetep teguh mbudidoyo kesaenan akhirat. Kranten Gusti Allah sampun dawuh wonten ing al-Qur’an surat al-An’am ayat 32 ingkang suraosipun</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْو ٌ ۗ  وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ</p>
<p>Artosipun: <em>“Lan ora ono panguripan ing dunyo iku kajobo mung dolanan lan guyonan. Lan yekti nagari akhirat iku luwih becik tumraping wong-wong kang taqwa. Kamongko opo siro ora ngerteni?.”</em></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kito sami mangertosi bilih kito umat islam puniko, mboten dipun perintah ngurbanaken putro kados perintah ingkang dipun tampi Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Kito dipun perintah amrih ngurbanaken bondho kemawon, nggih puniko arupi kewan qurban. Sejatosipun menawi kita nyembelih kewan qurban, mboten ateges kito ngaturaken daging lan getih kewan qurban dumateng Gusti Allah. Ananging kito namung ngaturaken ketaqwaan kito ingkang sendiko dawuh nglampahi perintah kurban. Kados mekaten puniko sampun dipun jelasaken wonten al-Qur’an surat al-Hajj ayat 37</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُـحـُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ</p>
<p>artosipun: <em>“ora tumekan marang Gusti Allah sekabehane daging (kewan qurban) lan getih</em><em>&#8211;</em><em>e, ananging kang tumekan marang Gusti Allah yoiku taqwa siro kabeh.”</em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Daging kewan qurban dipun <em>tasyaruf</em>aken dumateng tanggi tepalih fakir miskin. Wondene ingkang berqurban nggih kepareng menawi nderek dahar daging kewan qurban. Ingkang baku, konsep <em>tasyaruf</em> utawi pembagian daging kewan qurban meniko, miturut ilmu sosiologi, meniko sae sanget sak perlu ngraketaken anggota masyarakat. Kito saged mirsani, naliko wonten tiyang ingkang pikantuk daging kewan qurban, wajahipun sumringah bungah. Masio daging kewan qurban ingkang dipun bagi mboten kathah ingkang tinampi, ananging raos manah mesthi bungah. Kranten sedoyo niku wau pikantuk berkah.</p>
<p>Mugi-mugi Gusti Allah tansah paring berkah rahmah dumateng kito, sahinggo kito saged nglampahi ibadah qurban, saged tindak haji, lan saged ngrekso kaluwargo sahinggo sakinah mawaddah wa rahmah. Aamiin.</p>
<p style="text-align: right;"> بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ   وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ   وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ</p>
<p><strong>Khutbah II</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا ، لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ</p>
<p style="text-align: right;"> وَاللهُ أَ كْبَرُ ,  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ ,  وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّـبِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .</p>
<p style="text-align: right;">أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْ لُهُ .</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ .  فَيَا عِبَادَ اللهِ ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ</p>
<p style="text-align: right;">فَقَالَ اللهَ تَعَالَى جَلَّ جَلاَلُهُ عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلـُّـوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الـَّذِيْنَ آمَنُوا صَلـُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ ، وَتَابِعِـى التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ ، وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ , اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَاُمَّتَنَا ، وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا ، وَفُقَهَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا ، صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ ,  اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْـمُسْلِمِيْنَ , اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَاْلـمُنْكَرَ وَاْلبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ اْلـمُخْتَلِفَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَآصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلـمُسْلِمِيْنَ عَامَةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ , وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا , رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اَتْـمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>
<p style="text-align: right;">وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ الله . اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ  يَعِظُكُمْ لَعَلـَّكُمْ تَذَّ كَّـرُوْنَ  فَاذْ كُـرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ  يَذْ كُـرْكُـمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُـمْ</p>
<p style="text-align: right;">وَ لَذِكْـرُ اللهِ اَكْبَرُ</p>
<p>Sumber Materi Khutbah     : LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>Editor Penulisan Materi     : Marsudi, Sekretaris PC LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 09:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah menyentuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4488</guid>

					<description><![CDATA[<p>الخطبة الأولى اللهُ أكْبَرُ   × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4489" aria-describedby="caption-attachment-4489" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4489" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih.jpg" alt="Khutbah Idul Adha Basa Jawa - Suraosing Idul Adha - Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4489" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha &#8211; Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">الخطبة الأولى</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أكْبَرُ   × 9</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;"> اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ:يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Kairing wiwiting angsluping sang bhagaskara, awit kala wingi sonten dumugi wekdal sapunika, kumandanging takbir, tasbih, tahlil lan tahmid mangalun-alun angebaki jagad ing nuswantara. Prakawis punika, minongka sarana ngunjukaken raos syukur dhumateng Allah, SWT awit sih nugraha, taufiq, lan hidayah dhumateng kula lan panjenengan sedaya, satemah kita saged nglampahi reroncening ngibadah ing dinten  ariyaya kurban punika.</p>
<p><em>Takbir</em> ingkang kakumandangaken, ing hakekatipun minongka pangakenan ingkang tulus tuwin blaka tumrap kaagunganing Allah SWT, dene sedaya ingkang wonten ing donya punika, namung alit kewala. Wondene tasbih ingkang kakumandangaken, sarana nuwuhaken pamawas bilih Allah punika dzat ingkang maha sempurna, kalis nir saking sedaya prakawis ingkang boten amantesi tumrap Panjenenganipun. Tembung tahlil kang kalantunaken, sarana ngekahaken iman kita bilih PanjenganDalem Allah  Dzat ingkang Maha Esa tur Maha Kuwasa. Sedaya jagad sami sumuyud lan setya tuhu dhumateng parentahipun.  Ewa semanten tembung <em>tahmid </em>ingkang kita lapalaken, minongka raos syukur kita awit sedaya Rahman miwah Rahimipun Allah, boten nate tebang pilih mban cindhe mban siladan tumrap sedaya kawulanipun.</p>
<p>Ing dinten punika, kita dipun emutaken prakawis kedadosan ageng, ingkang asumber saking syari&#8217;atipun Nabi Ibrahim a.s., ing salajengipun kakukuhaken minongka syari&#8217;atipun Nabi Muhammad saw, inggih punika ngibadah haji lan ngibadah kurban.</p>
<p>Ing wekdal sapunika mayuta-yuta saking saindenging jagad ngempal manunggal wonten ing tlatah suci nuhoni pandangonipun ilahi, sami nindakaken ngibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sandyanta mawarni-warni benten-benten suku, bangsa, bahasa, tuwin warni kulit, nanging saged manunggal, golong-gumolong, saiyeg saeka kapti, nyawiji ingdalem nindakaken syariat Allah SWT. Sedaya sami nyawiji anyatakaken kalilan nuhoni dhawuhipun Allah:</p>
<p style="text-align: right;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Sedherek-sedherek umat Islam ingkang katemben nindakaken ngibadah haji, sadaya sami nilar ing sandhangan pangkat drajat sarta kaluwihan tuwin kekiranganipun piyambak-piyambak. Sedaya nyawiji, sami ngagem rasukan warni pethak, satemah sisah kabedakaken sinten pejabat sinten konglomerat, pundi tiyang tani, pundi tiyang dagang, lan sapanunggalanipun. Punika sedaya nuduhaken bilih Islam paring piwulang bab <em>egalitarianisme </em>utawi walapada<em>; </em>manungsa ing ngarsanipun Allah sayektosipun sami, amung ketaqwaan ingkang nemtokaken ing drajat kamulyaning manungsa.</p>
<p>Nalika ngagem rasukan ihram, para <em>hujjaj</em> boten kawenangaken ngagem wewangen, dandos mawi paesan.  Punika sadaya ngemutaken dhumateng kita bilih ingkang dipun biji dening Allah <em>(manzarullah) </em>punika pepaesing ruhani, amalan-amalan sae miwah akhlaqul karimah. Bab kasebat kados jumbuh kalihan sabda Nabi SAW:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Ing dinten punika, kita ugi diemutaken ing cariyos ingkang kalampahan antawis <u>+</u> 3600 taun kapengker, cariyos pengurbananipun Nabi Ibrahim tumrap Nabi Ismangil kadi dene ingkang cariyosipun kalestarekaken ingdalem surat  al-Shoffat: 100-111.</p>
<p>Kathah piwulang ingkang saged kita dudut saking cariyos panjenenganipun lan kulawarganipun, sarana dadosa gegaman anglampahi gesang. Tuhu yekti punapa ingkang kadhawuhaken dening Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;">قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ</p>
<p><em>“Temen-temen sira wis duwe panutan kang becik, iya iku Nabi Ibrahim lan para sakhabate.“ ( QS Al Mumtahanah : 4 )</em></p>
<p>Paling boten, ayat ing nggingil ngemu suraos kalih piwulang.</p>
<p><strong>Sapisan</strong>. Kita kedah preduli tumrap generasi ingkang nerusaken kita. Ing wekdal sapunika kahananing pra mudha tumaruna estu mrihatinaken. Kathah prekawis perjinahan, pemerkosaan, rajapati, rajatatu, tawuran ing antaranipun para siswa, colong jumput, narkoba lan saweneh kasus kriminal sapanungganipun ingkang kathah katindakaken dening generasi muda.</p>
<p>Ingndalem Ariyaya Idul Adha puniki, sumangga ngenget-enget patuladhan saking Nabiyullah Ibrahim a.s. kalihan Siti Hajar ingdalem nuwuhaken bibit ingkang tinulad inggih punika Ismangil a.s. Kekalihipun estu kasil anggenipun nggulawenthah putranipun kanthi panggulawenthah ingkang sampun pranyata mijilaken generasi ingkang kapatedhan ganjaran pangkat nabi. Prakawis punika kalastantunaken cariyosipun ingdalem al-Qur’an lan sujarah gesangipun dados tapak tilas ngibadah haji miwah ngibadah kurban, dumugi dinten sapunika.</p>
<p>Kados pundi cara panggulawenthahipun Ibrahim satemah saged mijilaken kader ingkang anggadhahi predikat nabi punika?  Al-Qur’an sampun paring pepethan utawi gambaran ingkang sistematis miwah kaprinci. Bab punika saged kita pahami sarana katrangan ing ngandhap punika:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> panggulawenthah ingkang dipun sedya dening Ibrahim inggh punika nyithak generasi saleh ingkang manembah maligi amung dhumateng ngarsaDalem Allah SWT. Ingdalem panengga ingkang panjang, panjenenganipun ndedonga supados kaparingan generasi shaleh ingkang saged nglajengaken perjuangan agami tauhid. Sedyanipun Ibrahim kalestantunaken dening Allah SWT ingdalem Qs. Al-Shoffat: 100:</p>
<p style="text-align: right;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</p>
<p> &#8220;Dhuh Allah Pangeran kawula, Tuwan mugi paringa anak sae dhumateng kawula.&#8221;</p>
<p>Ibrahim sanget teguh tumrap sedya utawi visinipun, boten kelu ing ganjaran tuin sandhangan pangkat drajat salintunipun kesalehan. Ingdalem paring piwulang dhumateng putranipun, Ibrahim tansah ndangu <strong><em>Maa ta’buduuna min ba’dii </em></strong>sanes<strong><em> Maa ta’kuluuna min ba’dii</em></strong>. &#8220;Nak, apa kang bakal kosembah sapungkurku?&#8221; sanes &#8220;Apa kang bakal kopangan sapungkurku?&#8221; Ibrahim boten nate kuwatos bab nasib ekonomi putranipun ananging estu kuwatos nalika putranipun manembah ing salintunipun Allah SWT.</p>
<p><strong>Kaping kalihipun</strong>, panggulawenthahipun Ibrahim ngemu karsa supados Ismangil lan putra-putranipun tansah ngugemi agami Islam kanthi tumemen utawi totalitas. Kasetyan punika ing pangangkah dadosa benteng supados boten kelu ndherek  brahala ingkang sampun mapan ing sakiwa tengenipun. Ibrahim minongka tiyang sepah tansah ngawasi sarta ngontrol tindak-tanduk putra-putranipun. Dadosaken masjid minongka <em>bi’ah</em> (lingkungan) sarana nggulawenthah Ismangil lan putra-putranipun.</p>
<p style="text-align: right;">وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p>
<p>&#8220;Ibrahim lan Yakub padha memulang agama marang anak putune, he anak putuku kabeh, Allah wis milih marang sira kabeh dikarsakake padha nglakoni agama, mulane ing besuk patinira aja nganti ora Islam.&#8221; (Q.S. Al Baqarah : 132)</p>
<p><strong>Katiganipun</strong>, sarana nindakaken sedaya sedya kalawau, Nabi Ibrahim dados priyantung ingkang tansah tinulad sarta tinuladha dening putra-putranipun,  awit saking tindak-tanduk, solah-bawa sarta pangandikanipun (komunikasi). Nabi Ibrahim, sadyanta nguningani bilihi pamragatan Ismangil punika dhawuhDalem Allah, ananging boten meksa Ismangil supados ndherekaken lan nuhoni dhawuhDalem punika. Ananging nalika ngandharaken wahyu punika, kanthi wawan rembag ingkang santun, dialogis, kebak ing sih kawelasan. Bab punika kados ingkang katrangaken ingdalem QS. Al-Shoffat: 102</p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p><strong>Kaping sekawan</strong>, Nabi Ibrahim matrapaken prinsiping patuladhan.</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</p>
<p>Satemene Nabi Ibrahim iku sawijining pangarep kang sumungkem ngabekti ing Allah, netepi Agama Islam, dudu ewone wong kang padha maro tingal, (QS. Al- Nahl:120)</p>
<p>Pramila saking punika, supados saged mijilaken generasi ingkang shaleh, kula lan panjenengan sadaya kedah rumiyin dadosa priyantun ingkang <em>sholeh</em>, kados dene ingkang sampun dipun tuladhani dening Nabi Ibrahim a.s.</p>
<p><strong>Allah Akbar 3x Walillah al-Hamd.</strong></p>
<p><strong>Pelajaran Kedua, Kurban memiliki makna dzahir dan batin.</strong></p>
<p>Rajakaya inggih punika kewan minongka korban lan dipun pragat wonten ing ngibadah kurban. Punika minongka pralambanging angkara murka lan sedaya kaawonan wonten ing pribadhining manungsa. Sipat-sipat awon ingkang wonten saliraning manungsa pindhane sipat-sipating kewan. Allah wonten ingdalem saperangan ayat Al-Qur’an sadhengah kang awon saking manungsa kaumpamakaken kadi dene kewan. Maka, kanthi ngibadah qurban ngemu suraos bilih sipat-sipat kang kadi dene kewan lan boten nggadahi paugeran, ingkang tansah ngalalaken sedaya cara sarana nuruti nepsu sanadyanta kanthi tumindak dhalim ing liyan, kedah dipun icali saking pribadhining manungsa.</p>
<ol>
<li>Manungsa saged cluthak, nggragas, srakah kados munyuk</li>
<li>Manungsa saged tegelan utawi buas, <em>wentalan</em> kadi dene sima</li>
<li>Manungsa saged jail, maeka liyan pindhane kancil, bulus</li>
<li>Manungsa saged galak, <em>nekad </em>pindha ajag, srigala</li>
</ol>
<p>Lamun sipat-sipat punika langkung dominan wonten ing salebeting gesang bebrayan utawi bongsa wus tamtu bakal ndadosaken pranatan ingkang mggegirisi tansah damel kuwatos. Keadilan kasingkiraken dening kezhaliman, kukum seged dipun tumpat kanthi mas picis rajabrana, angger-angger saged dipaekani sarana dolar, estu sisah mbedakaken pundi hibah pundi suap, panguasa sampun supe lawan tanggeljawabipun, rakyat boten sadar jejibahanipum, sedaya papan panggenan kebak ing piawon lan kesaenan sumingkir, kaestyan kawon dening kemaksiatan, lan sapanunggalanipun.</p>
<p>Pramila saking punika Allah dhawuh ingdalem surat al- Rum: 41:</p>
<p style="text-align: right;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)</p>
<p>Ing bumi kang cengkar lan kang loh tetela padha karusakan, larang udan, tanduran arang kang urip, marga saka durakaning manungsa. Wusana manungsa padha kepeksa ngrasakake patrapan sawatara, iya iku pailan, wewalese duraka kang wis padha dilakoni, supaya padha tobata  ing Allah.</p>
<p>Maka tuhu boten geseh dhawuh pangandikaning Allah ingkang negesi bilih ingdalem ngibadah kurban punika sanes daging-daging sembelihan kurban ingkang tutug dumugi ngarsaning Allah, ananging kataqwaaning tiyang ingkang sami nindakaken kurban kalawau ingkang tutug dumugi ngarsaDalem Allah.</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ( الحج: 37(</p>
<p>Daginging kewan kang ginawe kurban lan getihe, iku ora konjuk ing Allah, balik kang konjuk ing Allah iku panggawe becik kalawan gumolonging ati kanthi wedi ing Allah saka ing sira. Mangkono uga Allah nyungkemake unta lan kebo sapi kang gagah prakosane samono marang sira, supaya sira nebuta Maha-agung marang Allah, awit Allah wis nuduhake sira marang agama bener. Lan sira ambebungaha wong kang padha nglakoni panggawe becik, pracaya yen Allah iku mung siji, bakal oleh ganjaran suwarga.</p>
<p>Mugya Allah andadosaken kula lan panjenengan sadaya kagolong para kawulanipun ingkang tansah sumuyud, setya tuhu ingdalem anindakaken syariat tuwin tuntunanipun. Gita-gita rebat dhucung ingdalem nindakaken kabecikan, nampeni dhawuh kanthi anuhoni, lan nebihi punapa ingkang dados awisanipun. Dados kawula punika boten namung mupangati tumrap dhiri pribadhi, kulawarga, miwah masyarakat sakiwa tengenipun, ananging inggih pribadhi ingkang nindakaken saben-saben padamelan kanthi temenan lan obah osiking pangurbananipun awit karana sedya ingkang tulus ikhlas, mligi minongka ridlo saha maghfirohipun Allah SWT.</p>
<p>Mugiya Allah tansah ndadosaken putra wayah kula panjenengan sadaya, dadosa generasi ingkang <em>sholih-sholihah, </em>generasi ingkang boten namung wasis tumrap intelektual, ananging ugi wasis tumrap emosional lan spiritualipun. Amin Ya Mujibas sailin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالحِيِن،  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ,</p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الثانية</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ . اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ، أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلـمُقَـرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<blockquote>
<p class="_04xlpA direction-ltr align-center para-style-body"><span class="JsGRdQ"><strong>Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag</strong><br />
</span><span class="JsGRdQ">Sekretaris PCNU Ponorogo</span></p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 07:31:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4457</guid>

					<description><![CDATA[<p>الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4484" aria-describedby="caption-attachment-4484" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4484" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA - HAKEKAT IDUL ADHA" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4484" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكبَرْ (×۳)  وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْفَرِدِ بِالْقَدَرِ وَالْبَقَاءِ. والْعَظَمَةِ وَالْكِبْرِيَاءِ. وَالْعِزِّ الَّذِى لَا يُرَامُ. الَّذِى لَا يُمَثِّلُهُ الْعَقْلُ ولَا يَحُدُّهُ الْفٍكْرَةُ ولَا تُدْرِكُهُ الْأوْهَامُ. أحْمَدُهُ عَلَى جَمِيْعِ نِعَمِهِ الْوَافِرَةِ الْجِسَامِ. وأسْأَلُهُ حِفْظَ نَعْمَةِ الْإيْمَانِ والْإسْلَامِ. وأشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إلّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إلَهٌ اعْتَزَّ بِهِ مَنْ عَزَّ فَلَا يُضَامُ. وَذَلَّ مَنْ تَكَبَّرَ عَنْ أمْرِهِ وَلَقِيَ الْآثَامَ. وَاشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُهُ الَّذِى بَيَّنَ طَرِيْقَ الْقَوَامِ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأصْحَابِهِ مَادَامَتِ السِّنُوْنَ وَالْأَعْوَامُ.</p>
<p style="text-align: right;">أمَّا بَعْدُ. فَيَا إخْواَنِيَ الْكِرَامُ. اُوْصِيْكُمْ وَإيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوا أنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَومٌ عَظِيْمٌ. يَوْمٌ ابْتَلَى اللَّهُ إبْرَاهِيْمَ علَيْهِ السَّلامُ بِالأمْرِ بِذَبْحِ ابْنِهِ فَصَبَرَ وَامْتثَلَ. فَجَعَلَ اللَّهُ جَزَائَهُ اْلحُسْنَى.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p>Mangga sesarengan nambahi taqwAllah, ajrih dumateng Allah, kanti nindaaken dateng sedaya perintah-printahipun saha nebihi sedaya awisan-awisanipun. Lan mangga sami mahos takbir bakdanipun sholat fardhu, sholat janazah lan bakdanipun sholat-sholat sunnah ngantos asar akhiripun dinten tasyrik.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd.</em></p>
<p>Alhamdulillah, wonten ing injing meniko kita saget sareng-sareng ngleksanaken sholat ‘Idul Adha. ‘Idul Adha saget dipun artosaken dinten <em>Riyoyo Agung utawi Besar. </em>Jalaran tiyang ingkang nindaaken sholat ‘Idul Adha kanti dipun rumiyini ngathah-ngathahaken siyam saha amal sahe, milai tanggal setunggal ngantos tanggal sedoso Dzulhijjah meniko <em>agung utawi besar ganjaranipun</em>. Rasulullah Muhamad SAW dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ أيَّامٍ أحَبُّ إلى اللَّهِ أنْ يُتَعَبَّدَ لهُ فِيها مِنْ عَشْرِ ذِى الحِجَّةِ, يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْها بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ فِيْها بِقِيامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. (رواه الترميذيّ)</p>
<p><em>“Ora </em><em>a</em><em>n</em><em>a</em><em> din</em><em>a</em><em>-din</em><em>a</em><em> kang digawe ibadah kang luwih disenengi Allah tinimbang sepuluh din</em><em>a</em><em> wulan Dzulhijjah. P</em><em>a</em><em>s</em><em>a</em> <em>sedin</em><em>a</em><em> s</em><em>a</em><em>k</em><em>a</em><em> din</em><em>a</em><em>-din</em><em>a</em><em> iku podo p</em><em>a</em><em>s</em><em>a</em><em> setahun, njumeningi ibadah </em><em>a</em><em>n</em><em>a</em><em> wengine podo karo ibadah wengine lailatul qodar”. HR. At-Tirmidzi.</em></p>
<p>Ganjaranipun kados dene mujahid, Rasulullah dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْ عَشَرِ ذِي الْحِجَّةِ، قِيلَ: وَلا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ :« وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ  مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ. )رواه البخاريُّ)</p>
<p>Rasulullah SAW ugi dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">سُئِلَ عَنْ يَوْمِ عَرَفَةَ, فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ والْبَاقِيَةَ. (رواه مسلم)</p>
<p><em>“</em>Rasulullah <em>dipun suwuni perso pasa wonten dinten ‘Arofah, lajeng dawuh: ‘Nglebur dosa setahun kang wes klewat lan doso setahun kanga arep teko”.</em></p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>‘Idul Adha ugi saget dipun artosaken <em>Riyoyo Haji. </em>Kranten ing dinten meniko dinten ipun nindaaken ibadah haji. Jutaan kaum muslimin ingkang mampu saking pundi-pundi negari sami rawoh wonten ing Mekkah Al-Mukarromah. Sami nindaaken rukun-rukun lan wajibipun haji. Wonten ing injing meniko jamaah haji sami melontar Jumroh Aqobah wonten ing Mina. Lajeng nerusaken Thowaf Ifadhoh wonten ing Ka’bah, lajeng Sa’i, lajeng Tahallul Awal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibadah haji meniko setunggalipun ibadah ingkang mbetahaken pinten-pinten kesiapan. Kesiapan fisik, materi, lan ugi kesiapan mental. Kesiapan fisik kados kekiyatan badan saha kesehatan. Kesiapan materi kados ongkos perjalanan tuwin nafaqoh keluarga ingkang dipun tilar. Dene kesiapan mental kados siap nilar pangandikan ingkang awon saha poro padu selaminipun ibadah haji. Ibadah haji ingkang mbetahaken pinten-pinten bekal meniko menawi katindaaken kanthi estu, senahoso nandang kepayahan lan rekaos tamtu mboten sekedik piwalesipun. Ingantawisipun, ibadah haji saget nuceni lan ngumbah sedaya doso. Rosululloh SAW dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">حُجُّوْا فَإنَّ الْحَجَّ يَغْسِلُ الذُّنُوْبَ كمَا يَغْسِلُ المَأءُ الدَّرَنَ. (رواه الطبرانيّ)</p>
<p><em>“Hajio siro kabeh, saktemene haji iku biso nuceake doso koyo anggone banyu ngresiki kotoran”.</em></p>
<p>Lan sampun memper bilih haji mabrur meniko piwalesipun suwargo. Rosululloh SAW:</p>
<p style="text-align: right;">وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ الّا الْجَنّة. (رواه البخاري ومسلم)</p>
<p><em>“Haji mabrur iku ora ono piwales kang sepadan kejobo suwarga”.</em></p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>Idul Adha ugi saget dipun artosaken <em>Riyoyo Kurban. </em>Jalaran wonten ing saminipun dinten meniko nabi Ibrahim as dipun uji deneng Allah. Nabi IbrAhim a.s. pikantuk wahyu supados ngurbanaken/mragat putrAnipun ingkang nami Ismail a.s. Injangipun nabi Ibrahim rumahos susah, kranten Ismail meniko putro ingkang taksih ngancik umur kekanak-kanakan, ingkang taksih lucu-lucunipun ingkang saget menghibur tiyang sepuhipun. Lajeng perkawis meniko dipun rundingaken daten putro Ismail. Al-Qur’an mengabadikan meniko:</p>
<p style="text-align: right;">يَا بُنَيَّ  إنِّى أرَى فِى المَنَام أنِّى أذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى. قَالَ يَا أبَتِ افْغَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ.</p>
<p><em>Nabi Ibrahim as ngendiko: ”He ngger putraku, saktemene ingsun nompo wahyu impen rupo dawuh supoyo ngurbanake sliramu. Mangko cobo pikiren kepriye mungguh panemu mu? Ismail matur: “Duh romo, mangga kulo aturi ngleksanaaken printahipun Allah. InsyaAllah panjenengan bade pinanggih kawulo termasuk golonganipun tiyang engkang sabar”. Lajeng tiyang kaleh (Ibrahim lan Ismail) bidal menuju dateng panggenan ingkang sepi”.</em></p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا أسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِيْنِ. وَنَادَيْنَا أنْ يَا إبْرَاهِيْمُ, قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ. إنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِيْنُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.</p>
<p><em>“Ing naliko tiyang kekalih sampun sami pasrah dateng Allah, Ismail sampun sare miring, nabi Ibrahim sampun nyelehaken pedang wonten ing gulunipun Ismail, lajeng wonten pengundang-undang ingkang mboten wonten rupinipun: He Ibrahim, siro wes ngestuake wahyu impen. Saktemene ingsun bakal maringi piwales ganjaran marang wong-wong kang podo laku bagus. Saktemene iku kabeh mung ujian iman kang terang. Mongko saiki Ingsun aweh tebusan wedus kang gede saking ngersoningsun, potongen kanggo kebungahan”.</em></p>
<p><em>Mendo</em> menikolah ingkang rumiyen mendo kagunganipun Habil (putronipun nabi Adam a.s). Lajeng mendo dipun pragat, lajeng wonten latu saking langit ingkang ngobong nelasaken mendo kasebat kejawi sirahipun. Meniko nedahaken bilih kurbanipun Ibrahim kaliyan Ismail dipun tampi Allah. Lajeng sirah mendo dipun asto kundur dipun ceritaaken lan dipun duduhaken garwonipun, selajeng sedaya sami syukur dumateng Allah.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumullo</em></strong><strong><em>h</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>Kagem tiyang ingkang anggadahi azam bade kurban dipun sunnahaken mboten motong rambut utawi kuku milai tanggal setunggal ngantos kurban bade dipun pragat. Hukum ipun kurban tumrap tiyang ingkang mampu, meniko miturut madzhab ipun Imam Malik, Syafi’i lan Imam Ahmad hukumipun <em>sunnah kifayah muakkadah </em>(sunnah engkang cekap umpami dipun lampahi kepala keluarga).</p>
<p style="text-align: right;">(كذا فى البغية ورحمة الأمة فى الاختلاف الأئمة)</p>
<p>Kagem tiyang ingkang kurban sunnah, piyambakipun lan keluarganipun dipun perengaken tumut dahar dagingipun. Wondene menawi kurban wajib, kados sampun dipun nadzari, dipun haramaken tumut dahar dagingipun. Kagem tiyang ingkang kurban sunnah kagem tiyang sanes utawi kagem mayit ingkang sampun wasiat dipun haramaken tumut dahar dagingipun.</p>
<p>Sapi, maeso/kebo lan ugi mendo, sami ugi lanang utawi wadon sedaya kengeng kadamel hewan kurban. Ingkang penting sampun memenuhi syarat-syarat ipun. Ananging langkung sae lan afdhol menawi ingkang lanang. Miturut Ibnu Abbas, kagem tiyang ingkang mboten mampu kurban ngagem sapi, maeso lan mendo cekap kurban mawi jago utawi banyak. Malah-malah As-Syaikh Muhammad Al-Fudholi ngaturi fatwa kagem tiyang-tiyang fakir taqlid dateng pendapatipun Ibnu Abbas. (Senahosa wonten ing kitab Asy-Syarqowi kito mboten dipun parengaken taqlid dateng qoul meniko). <em>Imam Romli marengaken</em> kurban dipun sarengaken niat aqiqoh, <em>Imam Ibnu Hajar mboten marengaken.</em></p>
<p>Wondene fadhilah ipun berkurban, kados dawuh ipun Rosululloh SAW:</p>
<p style="text-align: right;">مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أحَبَّ إلى اللهِ عَزَّ وجَلَّ مِنْ هِراقَةِ الدَّمِ وإنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وأظْلاَفِهَأ وأشْعَارِهَا, وإنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ  عَزَّ وجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أنْ يَقَعَ عَلَى الْأرْضِ. فَطِيْبُوْا بِهَا نَفْسًا. (رواه الترميذي وابن ماجه)</p>
<p><em>“Ora ono amalan kang dilakoni anak adam naliko dino nahr kang luwih disenengi Allah tinimbang ngilikake getih (berkurban). Saktemene besok dino kiyamat hewan kurban iku teko sak sungu-sungune, kukune lan bulu-bulune. Lan saktemene getih e iku dumugi (diridhoi) Allah sakdurunge tetes neng bumi. Mongko legokno (tenangno) atimu kanti berkurban”. (HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah)</em></p>
<p>Rosulloh SAW ugi ngancam dateng tiyang mampu ingkang mboten purun berkurban kanti pangandikanipun:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ فَلَمْ يُضّحِّ فَلاَ يَقْرُبَنَّ مُصَلَّانَا. (رواه ابن ماجه)</p>
<p><em>“Sopo wonge diparingi jembare rizqi banjur dewekne ora gelem kurban, mongko becik ojo nyedek tempat sholatku”. (HR. Ibnu Majah)</em></p>
<p>Magepoan kalian marakipun penyakit PMK engkang menyerang dateng hewan kurban, mboten perlu dipun khawatiraken keranten pemerintah sampun menjamin ketersediaan hayawan kurban. MUI saha PBNU ugi sampun membahas hukum keabsaan hewan kurban engkang terjangkit PMK kagem pedoman kaum muslimin.</p>
<p>Mugi-mugi Allah paring panjang umur dateng kito kagem taat ngantos saget menangi malih Idul Adha wonten ing tahun-tahun selajeng ipun sarono sehat afiyat. Aamiin</p>
<p style="text-align: right;">وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ, وَبِقَولِه يَهْتَدِى الْمُهْتدُونَ, اَعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْمِ. وَنَادَيْنَاهُ أنْ يَا إبْرَاهِيْمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى المُحْسِنِيْنَ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.</p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُ اَكْبَرْ (x7)  اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">اْلحَمْدُ للهِ الَّذِي مَنْ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ الْجَسِيْمِ, اِذْ مَنَّ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ اَفْضَلِ الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ، فَهَدَانَا اِلَى دِيْنِ الْحَقِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْكَرِيْمِ الْحَلِيْمِ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ الَّذِي خَصَّ بِالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ صَلَّى اللهُ  عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَلَّذِيْنَ فَازُوْا بِالْحَظِّ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ فَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى ، يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْر ٍوَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ مَنْ يُؤْذِيْنَا وَاَهْلِكْ مَنْ اَرَادَنَا بِالسُّوءِ يَآارْحَمَ  الرَّاحِمِيْنَ اِرْحَمْنَا وَفَرِّجْ عَلَيْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيّ خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ : اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.</p>
<blockquote><p><strong>MUQORROBIN</strong><br />
Wakil Katib PCNU Ponorogo<br />
Ketua Peribadatan Masjid NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 07:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4468</guid>

					<description><![CDATA[<p>الخطبة الأولى اللهُ أكْبَرُ   × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4469" aria-describedby="caption-attachment-4469" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4469" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 2022 - Makna Idul Adha Kiat Membentuk Generasi yang Shalih" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4469" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الأولى</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أكْبَرُ   × 9</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;"> اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ:يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Seiring dengan terbenamnya matahari di ufuk barat, sejak kemarin sore hingga sekarang, kumandang takbir, tasbih, tahlil dan tahmid membahana di berbagai penjuru nusantara. Hal itu, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah, SWT atas anugrah, taufiq, dan hidayah kepada kita, sehingga kita dapat melaksanakan serangkaian ibadah pada hari raya kurban ini.</p>
<p><em>Takbir</em> yang kita kumandangkan, pada hakekatnya merupakan pengakuan yang tulus dan jujur atas kebesaran  dan keagungan Allah SWT, sedangkan semua yang ada di dunia ini, semuanya kecil semata.  Sedangkan tasbih kita kumandangkan, untuk menanamkan kesadaran bahwa Allah adalah dzat yang maha sempurna, terhindar dari segala hal yang tidak pantas bagi Nya. Kalimat tahlil kita lantunkan, untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.  Sementara kalimat <em>tahmid </em>yang kita lafazkan, sebagai ungkapan syukur kita atas segala Rahman dan Rahim-Nya, yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hamba Nya.</p>
<p>Pada hari ini, kita diingatkan pada dua peristiwa besar, yang bersumber dari syari&#8217;at Ibrahim a.s., yang kemudian dikukuhkan menjadi syari&#8217;at Muhammad saw, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban.</p>
<p>Saat ini jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia juga sedang berkumpul di tanah suci memenuhi panggilan ilahi, menunaikan ibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sekalipun mereka beraneka ragam suku, bangsa, bahasa, dan warna kulit, namun mereka berbaur, berpadu, dan menyatu dalam menjalankan syariat Allah SWT. Mereka seretak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan Allah:</p>
<p style="text-align: right;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Saudara kita, umat Islam yang menunaikan ibadah haji, semuanya menanggalkan semua atribut status sosial beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua membaur menjadi satu, memakai pakaian serta putih, sehingga sulit dibedakan mana yang pejabat mana yang bukan, mana yang konglomerat mana yang bukan, mana yang petani, pedagang dan seterusnya. Ini semua menunjukkan<em>,</em> bahwa Islam mengajarkan <em>egalitarianisme; </em>manusia di hadapan Allah adalah sama, hanya ketaqwaan seseoranglah yang menentukan derajat kemuliaannya.</p>
<p>Ketika menggunakan pakaian ihram, para <em>hujjaj</em> dilarang menggunakan wewangian, bersolek, berhias dzahir. Itu semua mengingatkan kepada kita bahwa yang dinilai Allah <em>(manzarullah) </em>adalah hiasan ruhani, amalan-amalan baik dan akhlaqul karimah. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi SAW:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Pada hari ini, kita juga diingatkan  pada kisah yang terjadi <u>+</u> 3600 tahun yang lalu, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim terhadap Nabi Ismail yang di abadikan dalam surat  al-Shoffat: 100-111.</p>
<p>Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau dan keluarganya, untuk kita jadikan bekal dalam mengarungi kehidupan ini. Sungguh sangat benar apa yang difirmankan Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;">قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ</p>
<p><em>“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ ( QS Al Mumtahanah : 4 )</em></p>
<p>Paling tidak, ada dua pelajaran/hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas.</p>
<p><strong>Pelajaran pertama</strong>. Kita harus perduli akan generasi yang meneruskan kita. Saat ini, kondisi generasi muda kita, boleh dibilang cukup memprihatinkan. Kasus-kasus perzinaan, pemerkosaan, pembunuhan, perkelahian/tawuran antar pelajar, pencurian, narkobadan berbagai kasus kriminal lainnya adalah kasus-kasus yang banyak dilakukan oleh generasi muda kita.</p>
<p>Di tengah kebersamaan merayakan Idul Adha ini, kita sejenak perlu mengenang keteladanan Nabiyullah Ibrahim a.s. dan Siti Hajar dalam melahirkan seorang generasi teladan bernama Ismail a.s. Keberhasilan mereka berdua dalam mendidik putranya adalah sebuah pola pendidikan yang telah terbukti melahirkan seorang generasi berpredikat nabi. Keberhasilan keluarga Nabi Ibrahim a.s tersebut diabadikan Allah SWT dalam al-Qur’an dan sejarah hidupnya menjadi napak tilas pelaksanaan ibadah haji dan ibdah kurban, sampai hari ini.</p>
<p>Bagaimana pola Ibrahim mencetak kader berpredikat nabi itu?  Al-Qur’an memberi gambaran dengan tahapan yang sistematis dan detail. Hal ini dapat kita fahami dengan penjelasan berikut:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh yang menyembah hanya kepada Allah SWT. Dalam penantian panjang beliau berdo’a agar diberi generasi shaleh yang dapat melanjutkan perjuangan agama tauhid. Visi Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam Qs. Al-Shoffat: 100:</p>
<p style="text-align: right;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</p>
<p> &#8220;Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.&#8221;</p>
<p>Ibrahim sangat konsisten dengan visi ini. Beliau tidak pernah terpengaruh predikat dan titel-titel selain kesalehan. Dalam mentransfer nilai kepada anaknya, Ibrahim selalu bertanya <strong><em>Maa ta’buduuna min ba’dii </em></strong>bukan<strong><em> Maa ta’kuluuna min ba’dii</em></strong>. &#8220;Nak, apa yang kau sembah sepeninggalku?&#8221; bukan pertanyaan &#8220;Apa yang kamu makan sepeninggalku?&#8221; Ibrahim tidak terlalu khawatir akan nasib ekonomi anaknya tapi Ibrahim sangat khawatir ketika anaknya nanti menyembah tuhan selain Allah SWT.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Keta’atan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah mapan di sekitarnya. Ibrahim sebagai orang tua, senantiasa mengawal dan mengontrol perilaku putra-putranya. Beliau menjadikan masjid sebagai <em>bi’ah</em> (lingkungan) untuk mendidik Isma’il dan putra-putranya.</p>
<p style="text-align: right;">وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p>
<p>&#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telahmemilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;. (Q.S. Al Baqarah : 132)</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, untuk menjalankan misi tersebut, Nabi Ibrahim tampil sebagai sosok idola dan panutan bagi putra-putranya, baik melalui keteladanan prilaku dan perkataan (komunikasi). Nabi Ibrahim, meskipun mengetahui bahwa penyembelihan Isma’il merupakan perintah Allah, tetapi beliau tidak secara otoriter memaksa Ismail untuk mengikutinya. Beliau komunikasikan wahyu tersebut dengan santun, dialogis, penuh keakraban dan kasih sayang. Hal tersebut sebagaimana diillustasikan dalam QS. Al-Shoffat: 102</p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p>Keempat, Nabi Ibrahim menerapkan prinsip keteladanan.</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</p>
<p>Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (QS. Al- Nahl:120)</p>
<p>Oleh karena itu, untuk bisa melahirkan generasi yang shaleh, kita sebagai orang tua harus menjadi <em>sholeh</em> terlebih dahulu, sebagaimana yang yang dicontohkan Nabi Ibrahim a.s.</p>
<p><strong>Allah Akbar 3x Walillah al-Hamd.</strong></p>
<p><strong>Pelajaran Kedua, Kurban memiliki makna dzahir dan batin.</strong></p>
<p>Binatang adalah sesuatu yang dikorbankan dan disembelih dalam proses ritual ibadah kurban. Binatang merupakan simbol keburukan yang ada pada diri manusia. Sifat-sifat keburukan yang ada pada diri selalu diidentikan dengan sifat-sifat kebinatangan. Allah dalam beberapa ayat Al-Qur’an mengumpamakan sesuatu yang buruk yang ada pada diri manusia dengan binatang. Maka, dengan adanya ibadah qurban menyiratkan bahwa sifat-sifat dan karakter kebinatangan yang tidak mempunyai aturan, yang menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsunya meskipun harus mendhalimi yang lain, harus dihapuskan dari dalam diri manusia.</p>
<ol>
<li>Manusia bisa rakus, serakah seperti kera</li>
<li>Manusia bisa buas, <em>mentalan</em> seperti harimau</li>
<li>Manusia bisa licik seperti kancil, bulus</li>
<li>Manusia bisa galak, <em>nekat</em> seperti srigala</li>
</ol>
<p>Jika sifat-sifat ini lebih dominan atau lebih mewarnai sebuah masyarakat atau bangsa niscaya akan terjadi sebuah perubahan tatanan sosial yang sangat mengkhawatirkan. Keadilan akan tergusur oleh kezhaliman, hukum bisa dibeli dengan rupiah, undang-undang bisa dipesan dengan dolar, sulit membedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akan tanggungjawabnya, rakyat tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan dan kebaikan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya</p>
<p>Karena itu Allah Berfirman dalam surat al- Rum: 41:</p>
<p style="text-align: right;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)</p>
<p>Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).</p>
<p>Maka sungguh tepat pernyataan Allah yang menegaskan bahwa dalam ibadah kurban itu bukanlah daging-daging sembelihan kurban itu yang akan sampai kepada Allah, tetapi ketaqwaan orang yang berkurban itulah yang akan sampai kepada Allah.</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ( الحج: 37(</p>
<p>Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu tunduk, patuh dalam menjalankan syariat dan tuntunan-Nya. Bersegera dalam beramal baik, menyambut seruan dengan ketaatan, merespon larangan dengan berpantang. Menjadi hamba yang tidak hanya bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat sekitar, tapi adalah pribadi yang setiap kerja keras dan pengorbannya digerakkan oleh niatan yang tulus ikhlas, semata-mata demi meraih ridlo dan maghfiroh Allah SWT.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan anak cucu kita, sebagai generasi yang <em>sholih-sholihah, </em>generasi yang tidak sekedar cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas secara emosional dan spiritual. Amin Ya Mujibas sailin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالحِيِن،  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الثانية</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ . اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ، أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلـمُقَـرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<blockquote><p><strong>Dr. H. Luthfi Hadi A, M.Ag</strong><br />
Sekretaris PCNU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA &#8211; KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 05 Jul 2022 22:52:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4448</guid>

					<description><![CDATA[<p>اَللهُ أَكْبَرْ × 9 اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/">ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA &#8211; KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4454" aria-describedby="caption-attachment-4454" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4454" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA.jpg" alt="KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H - ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-TUMBUH-DARI-BAPAK-IBU-YANG-TAAT-BERAGAMA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4454" class="wp-caption-text">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>اَللهُ أَكْبَرْ × 9 </strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا . وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ . اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الحَمْدُ .</p>
<p style="text-align: right;">الحَمْدُ للهِ الَّذِى أَعَدَّ لِلمُحْسِنِيْنَ جَزَاءً حَسَناً. وَرَفَعَ لَهُمْ عِنْدَهُ قَدْراً وَشَأْناً. أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً وَاِيْقَانًا. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَبْعُوْثُ اِلَى الثَّقَلَيْنِ رَحْمَةً وَإِحْسَانًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ<sub>نِ</sub> المُنَزَّلِ عَلَيْهِ القُرْآنُ تِبْيَانًا. وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ نَالُوا مِنْ رَّبِّهِمْ مَغْفِرَتاً وَرِضْوَاناً.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشِّيْطّانِ الرَّجِيْمِ . يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . <strong>(الِ عِمْرِانَ : ١٠٢) </strong>صَدَقَ اللهُ العَّظِيْمِ.</p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Marilah kita selalu meningkatkan taqwa kita kepada Allah SWT, dengan menjalankan perintah-perintah-Nya, dan selalu menjauhi larangan-larangan-Nya.</p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p>Hari raya Idul Adha, dinamakan hari raya Qurban, karena di hari ini disyari’atkan ibadah yang sangat utama, yaitu ibadah qurban. Dalam Ibadah qurban tergambar kesabaran Nabi Ibrahim AS, atas ujian yang diberikan kepada dirinya; serta terkenang dengan jelas mengenai ketaatan beliau terhadap segala perintah Allah SWT, kepadanya.</p>
<p>Kesabaran dan ketaatan beliau inilah yang menyebabkan Nabi Ibrahim dianugerahi kehormatan yang sangat tinggi, sebagai <strong>“Khalilullah” (kekasih Allah).</strong></p>
<p>Dalam kitab <strong><em>“Misykatul Anwar”</em></strong> disebutkan bahwa Nabi Ibrahim AS memiliki kekayaan 1000 ekor domba, 300 lembu, dan 100 ekor unta. Beliau termasuk orang kaya di zamannya.</p>
<p>Ketika suatu hari, Nabi Ibrahim AS ditanya, <strong><em>“milik siapakah ternak sebanyak ini ?”</em></strong> Maka dijawabnya: <strong><em>“Milik Allah, tetapi kini masih menjadi milikku. Namun kapan saja Allah menghendaki, aku serahkan semuanya. Jangankan ternak, bila Allah meminta anak kesayanganku Ismail, niscaya akan aku serahkan dengan ikhlas kepda-Nya.”</em></strong></p>
<p>Imam Ibnu Katsir dalam kitab <strong>“Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim”</strong> mengemukakan bahwa, pernyataan Nabi Ibrahim yang akan merelakan anaknya jika dikehendaki Allah, itulah yang kemudian dijadikan bahan ujian, yaitu Allah menguji iman dan taqwa Nabi Ibrahim melalui mimpinya yang haq, agar ia mengorbankan putranya yang kala itu masih berusia 7 tahun. Anak yang elok rupawan, sehat lagi lincah ini, supaya dikorbankan dan disembelih dengan menggunakan tangannya sendiri.</p>
<p>Dinyatakan dalam <strong>Al-Qur’an : Surat As-Shaffat : 102 :</strong></p>
<p style="text-align: right;">قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى ، قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (الصافات : ١٠٢)</p>
<p><em>“Ibrahim berkata: “Wahai anakku, sungguh aku telah bermimpi menyembelih kamu. Karenanya, apa pendapatmu?” <strong>Ismail berkata: </strong></em></p>
<p><em>“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapati aku termasuk orang yang sabar.”</em> <strong>(Qs. As-</strong><strong>S</strong><strong>haffat : 102)</strong></p>
<p>Nabi Ibrahim memantapkan niatnya. Nabi Ismail pasrah merelakan dirinya. Tiba-tiba datanglah Malaikat Jibril dengan membawa wahyu dari Allah SWT, menyuruh menghentikan pekerjaannya; dan sebagai imbalan atas keikhlasan mereka, Allah mencukupkan dengan menyembelih seekor kambing sebagai korban mereka. Al-Qur’an : <strong>As-Saffat : 107-11</strong></p>
<p style="text-align: right;">وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيم ، وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآَخِرِينَ ، سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ  (الصافات : ١٠٧ &#8211; ١١٠)</p>
<p><em>“Kami ganti dia dengan seekor domba yang sangat besar. Kami telah jadikan dia sebagai contoh bagi generasi-generasi sesudahnya. Salam sejahtera bagi Ibrahim. Demikianlah Kami memberi pahala kepada orang-orang yang berbuat kebajikan.”</em> <strong>(Qs. As-Saffat : 107-110).</strong></p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Kita perhatikan sekali lagi, jawaban Isma’il kecil ketika ia mendengar akan diqurbankan oleh ayahandanya demi memenuhi panggilan Allah SWT. Ia berkata : <strong><em>“Silahkan wahai ayahanda, aku menerima dengan baik atas perintah Allah kepadamu”</em></strong></p>
<p>Peristiwa bersejarah ini memberi pelajaran bagi setiap Muslim, bahwa anak yang berbakti lahir dari orang tua yang berbakti juga. Ada pepatah, “daun jatuh tidak akan jauh dari pohonnya.”</p>
<p>Dalam sebuah hadits, riwayat  Al-Bazzar, dijelaskan :</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ ذُرِّيَّةَ المُؤْمِنِ مَعَهُ فِي دَرَجَتِهِ وَإِنْ كاَنَ لَمْ يَبْلُغْهَا فِي العَمَلِ. (رواه البزار)</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah mengangkat derajat anak-anak orang mukmin ke derajat orang tuanya, walaupun amal shalih mereka tidak seperti amalan orang tuanya.”</em> <strong>(HR. Imam Al-Bazzaar)</strong></p>
<p>Keshalihan Ismail kecil, bukan diperoleh dari bangku sekolah, bukan pula pengaruh dari adat dan budaya masyarakatnya; melainkan karena ketaatan kedua orang tuanya kepada syari’at Allah SWT; dan berkat asuhan ibunda tercintanya yang sangat taat kepada ajaran agama.</p>
<p>Lingkungan Nabi Isma’il kecil, kala itu adalah ibundanya semata, karena mereka berdua hidup dan tumbuh dalam sebuah lembah yang belum dihuni oleh manusia, selain mereka berdua.</p>
<p>Kisah Nabi Ibrahim AS, telah memberi pelajaran berharga pada kita, bahwa jika menginginkan anak-anak kita tumbuh menjadi anak yang shalih, maka orang tua, terlebih dahulu melakukan keshalihan agar menjadi contoh bagi anak-anaknya.</p>
<p><em><strong>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</strong></em></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Pada gilirannya anak yang shalih merupakan harapan orang tua, walaupun mereka telah berpulang di alam baka dan telah terputus kesempatan untuk beramal dan berbuat baik untuk dirinya. Dalam sebuah hadits, dijelaskan :</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا. (رواه أبو داود)</p>
<p><em>“ Diriwayatkan dari Sahal bin Mu’az dari ayahnya, bahwasannya Rasulullah SAW bersabda : Barang siapa membaca Al-Qr’an dan mengamalkan isinya, maka kedua orang tuanya di akhirat diberi mahkota yang sinarnya lebih bagus dari sinar matahari di dunia.” </em><strong>(HR. Imam Abu dawud).</strong></p>
<p>Dalam hadits di atas, jelas bahwa kedua orang tua di akhirat ikut dimuliakan di sisi Allah SWT, berkat perbuatan baik anaknya.</p>
<p>Maka kausalitas keduanya adalah, orang yang shalih akan melahirkan anak yang taat beragama; dan anak yang shalih dan berbakti pada agama akan menjadi dambaan kedua orang tua, walaupun  mereka sudah di alam baka.</p>
<p>Tidak hanya doa anak shalih yang bermanfaat untuk kedua orang tuanya, tetapi juga ibadahnya yang tekun dilakukan di dunia menyebabkan Allah SWT, mengasihi dan memuliakan kepada kedua orang tuanya.</p>
<p><strong><em>Hadirin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Mengakhiri khutbah ini, marilah kita bermunajat kepada Allah agar diberi keselamatan dari segala ancaman, diberi kebaikan yang sempurna, kehidupan yang sejahtera dan kesempatan untuk berbakti sebaik-baiknya di hadapan Allah SWT.</p>
<p>Diberikan kemampuan untuk membina rumah tangga yang baik, yang menjadi tempat bernaung anak-anak yang shalih shalihah, taat beragama, berbakti kepada kedua orang tuanya dan bermanfaat bagi masyarakatnya. <strong>Amiin yaa robbal ‘alamiin.</strong></p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ بِاَيَةِ القُرْأنِ الْكَرِيْمِ, وَنَفَعَنَا وَإِيَاكُمْ بِتِلاَوَتِهِ وَفَهْمِهِ وَبِحِفْظِ مَعَانِيْهِ العَظِيْمِ : أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :</p>
<p style="text-align: right;">وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3).</p>
<p style="text-align: right;">وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong> الخطبة الثانية للعيد.</strong></p>
<p style="text-align: right;">الله اكبر × 7</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْفَرِدِ بِالدَّوَامِ . الْبَاقِي بَعْدَ فَنَاءِ الأَيَّامِ . الْمُوجِدِ لِلْخَلْقِ بَعْدَ الْعَدَمِ . الْمُفْنِي لَهُمْ بَعْدَ أَنْ ثَبَتَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الصُّحُفِ كَمَا جَرَى بِهِ الْقَلَمُ . الْعَالِمِ بِمَا انْطَوَتْ عَلَيْهِ أَسْرَارُهُمْ فِي الْحَالِ وَفِي الْقِدَمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ مُضْطَرٍّ إلَيْهَا عِنْدَ زَلَّةِ الْقَدَمِ . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَرْسَلَهُ إلَى أَكْرَمِ الأُمَمِ . وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَبَعْدُ . فَاتَّقُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الفَوَاخِشَ فَقَدْ فَازَ الـمُتَّقُونْ. قَالَ تَعَالَى فَهُوَ اَصْدَقُ القَائِلِيْنَ : إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ ، وأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">أللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، الاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ ، اَللَّهُمَّ أصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وِأَلِفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا الإِيْمَانَ ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى دِيْنِ الاِسْلاَمْ ، وَانْصُرْنَا عَلَى عَدُوِّكَ ،  وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ ، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.</p>
<blockquote><p><strong>Drs. KH. M. Muhsin, MH</strong><br />
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Batoro Katong Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/">ANAK SHOLIH TUMBUH DARI BAPAK-IBU YANG TAAT BERAGAMA &#8211; KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/anak-sholih-tumbuh-dari-bapak-ibu-yang-taat-beragama-khutbah-idul-adha-1443-h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Ayo Persiapkan Diri Kita Untuk Berkurban</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-ayo-persiapkan-diri-kita-untuk-berkurban/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-ayo-persiapkan-diri-kita-untuk-berkurban/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 29 Jun 2022 02:00:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[contoh khutbah jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat menyentuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat paling bagus]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat singkat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4407</guid>

					<description><![CDATA[<p>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-ayo-persiapkan-diri-kita-untuk-berkurban/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Ayo Persiapkan Diri Kita Untuk Berkurban</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4408" aria-describedby="caption-attachment-4408" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4408" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Ayo-Persiapkan-Diri-Kita-Untuk-Berkurban.jpg" alt="Khutbah Jumat Bahasa Indonesia - Ayo Persiapkan Diri Kita Untuk Berkurban" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Ayo-Persiapkan-Diri-Kita-Untuk-Berkurban.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Ayo-Persiapkan-Diri-Kita-Untuk-Berkurban-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Ayo-Persiapkan-Diri-Kita-Untuk-Berkurban-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Ayo-Persiapkan-Diri-Kita-Untuk-Berkurban-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Ayo-Persiapkan-Diri-Kita-Untuk-Berkurban-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/06/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Ayo-Persiapkan-Diri-Kita-Untuk-Berkurban-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4408" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Ayo Persiapkan Diri Kita Untuk Berkurban</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اما بعـد</p>
<p style="text-align: right;">قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. وقَالَ اللهُ تَعَالى اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p><strong>Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah</strong></p>
<p>Pada kesempatan yang sangat berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan <em>imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi </em>(melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya). Ketahuilah! tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa dihadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada Allah SWT.</p>
<p><strong>Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah</strong></p>
<p>Berkurban adalah konsekuensi sebagai hamba. Seorang hamba wajib mengurbankan semuanya untuk Tuhannya. Hamba wajib mengurbankan sebagian waktunya untuk sholat. Hamba wajib mengurbankan sebagian hartanya untuk zakat dan haji. Demikian pula, seorang hamba wajib mengurbankan untuk tidak melampiaskan di siang Romadhan makan, minum dan tidak berhubungan suami istri. Intinya, sebagai hamba, manusia haruslah berkurban.</p>
<p>Pada kesempatan kali ini, kita akan membicarakan masalah Kurban dalam arti yang spesifik yang dihubungkan dengan tanggal yang spesifik dan peristiwa yang spesifik pula yaitu Bulan Dzulhijjah pada hari Tasyriq yaitu tanggal 10, 11, 12 dan 13. Ibadah Kurban adalah ibadah yang spesifik tersebut. Allah SWT berfirman dalam al-Qur’an sebagaimana berikut.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p>Artinya: <em>Sungguh, Kami telah memberimu, Muhammad, nikmat yang banyak, maka sholatlah untuk Tuhanmu dan berkurbanlah. Sesungguhnya orang yang membencimu adalah orang yang terputus dari rahmat Allah </em>(QS. Al-Kautsar, 1-3).</p>
<p>Ayat tersebut diperkuat pula oleh suatu hadis yang berbunyi.</p>
<p style="text-align: right;">  مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ، فَلَا يَقْرَبَنَّ مُصَلَّانَا</p>
<p>Artinya: <em>Barangsiapa yang berkelapangan (harta) namun tidak mau berkurban maka </em><strong><em>jangan sekali-kali mendekati tempat shalat kami</em></strong>.” (HR. Ibnu Majah (3123), Ahmad (2/321), al-Hakim (4/349), ad-Daruquthni (4/285), al-Baihaqi (9/260).</p>
<p>Dua dalil tersebut menjadi dasar bagi madzhab Hanafi untuk mengatakan bahwa ibadah Kurban hukumnya WAJIB bagi mereka yang mampu dan tidak sedang berpergian. Bagi madzhab Syafi’i, hukum Kurban bukan wajib, tetapi sunnah muakkadah. Praktik yang dilakukan oleh Abu Bakar dan Umar adalah bukti bahwa Kurban tidaklah wajib. Abu Bakar dan Umar pernah tidak berkurban. Abu Bakar misalnya tidak berkurban dengan tujuan agar kurban tidak dianggab wajib oleh umat. Madzhab Syafi’i juga berpandangan bahwa hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi (<em>aku diperintah untuk berkurban dan Kurban itu sunnah bagi kalian</em>) dan Imam Daruquthni (<em>diwajibkan atasku berkurban dan ia tidak wajib bagi kalian</em>) mengindikasikan bahwa Kurban adalah ibadah wajib bagi Rasulullah SAW saja, tidak untuk umatnya. Bagi umat Islam, Kurban adalah sunnah.</p>
<p>Hukum Wajib bagi madzhab hanafi dan Sunnah Muakkadah bagi madzhab syafi’i memberi pengertian dua hal.</p>
<p><em>Pertama, </em>ibadah Kurban adalah ibadah yang penting. Dalam hadis dijelaskan bahwa amalan yang paling bagus dilakukan pada saat hari raya ‘idul adha adalah <em>iroqutud dam </em>(menyembelih hewan Kurban). Oleh karena itu, agar kita tidak terkena akibat dari hadis Rasul di atas, sebaiknya berkurban. Kita sisihkan sebagian harta yang kita punya untuk berkurban di hari raya. Lebih dari itu, jika kita sudah berkeluarga, dalam madzhab syafi’i, kita tetap dianjurkan berkurban sebagai pelaksanaan dari sunnah kifayah yaitu sunnah yang apabila satu keluarga ada yang melaksanakan maka hukum sunnah telah terselesaikan. Coba ingat, apa yang telah disemangati oleh Ibnu ‘Abbas tentang Kurban ini. Jika seseorang tidak mampu berkurban dengan domba atau kambing, hendaklah di hari raya ‘Idul adha ini berkurban walau dengan ayam, itik, kelinci dan lain-lain sebagai wujud <em>iraqotud dam. </em></p>
<p><em>Kedua, </em>ibadah kurban adalah wujud dari kesadaran seorang hamba yang tidak memiliki apa-apa dan tidak memiliki kekuasaan apa-apa. Ingatlah apa yang disadari oleh dua orang yang telah berkorban untuk Allah yaitu Habil, anak dari Nabi Adam yang mengorbankan domba yang terbaik, serta pengorbanan Nabi Ibrahim yang pasrah dan tunduk dengan perintah mengorbankan anak yang paling dicintainya, Ismail, walau kemudian diganti oleh Allah SWT dengan domba. Dua kisah itu, mengajarkan kepada kita. Ayo kita mengorbankan harta kita untuk Allah SWT. Ayo kita mengorbankan waktu kita untuk sholat berjama’ah. Ayo kita korbankan nonton TV kita untuk membaca al-Qur’an. Ayo kita korbankan waktu tidur kita untuk bermunajat kepada Allah SWT di malam hari.</p>
<p><em>Ketiga, </em>jika kita telah berkurban, sebaiknya semua daging diberikan kepada orang miskin atau juga boleh kepada orang kaya. Walau kita boleh memakan hingga sepertiga dagingnya, tetapi yang paling bagus adalah kita hanya mengambil sedikit saja yang dalam bahasa fiqh, hanya sekedar <em>luqmatun </em>atau <em>luqoimaatun </em>(satu suapan atau beberapa suapan kecil saja) untuk mengambil barokah dari ibadah kurban tersebut. Yang paling bagus untuk mengambil barokah tersebut adalah bagian hatinya. Alasannya adalah mengikuti Rasulullah SAW (<em>ittiba’urrasul</em>) dan berharap agar kita masuk surga bisa memakan hidangan pertama yang diberikan untuk penduduk surga yaitu hati (<em>tafaaulan</em>). Kenapa sebaiknya diberikan semua dagingnya dan hanya sedikit yang dimakan sendiri? alasannya adalah agar kita benar-benar ikhlas berkurban yaitu untuk kepentingan Allah SWT.</p>
<p>Kaum muslimin sidang jum’at Rohimakumullah</p>
<p>Semoga kita bisa berkurban dalam arti sesungguhnya baik Kurban dengan hewan yang telah ditentukan aturannya serta berkurban dalam pemaknaan yang lebih luas seperti yang telah dijelaskan.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّابَعْدُ : فَيَآ اَيُّهَا النَّاسُ !</p>
<p style="text-align: right;">اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِالرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْ عَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَا يُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلٰى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<blockquote><p><strong>Dr. Iswahyudi, M.Ag</strong><br />
Ketua Aswaja Center NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-ayo-persiapkan-diri-kita-untuk-berkurban/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Ayo Persiapkan Diri Kita Untuk Berkurban</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-ayo-persiapkan-diri-kita-untuk-berkurban/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 1442 H Bahasa Indonesia &#8211; Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam Menjaga Iman dan Takwa</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-bahasa-indonesia-meneladani-nabi-ibrahim-as-dalam-menjaga-iman-dan-takwa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-bahasa-indonesia-meneladani-nabi-ibrahim-as-dalam-menjaga-iman-dan-takwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 06:44:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1442h]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2021]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1442H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=2784</guid>

					<description><![CDATA[<p>Idhul Adha: Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam Menjaga Iman... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-bahasa-indonesia-meneladani-nabi-ibrahim-as-dalam-menjaga-iman-dan-takwa/">Khutbah Idul Adha 1442 H Bahasa Indonesia &#8211; Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam Menjaga Iman dan Takwa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2785" aria-describedby="caption-attachment-2785" style="width: 2223px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2785" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-Bahasa-Indonesia-Meneladani-Nabi-Ibrahim-AS-dalam-Menjaga-Iman-dan-Takwa.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 1442 H Bahasa Indonesia - Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam Menjaga Iman dan Takwa" width="2223" height="1501" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-Bahasa-Indonesia-Meneladani-Nabi-Ibrahim-AS-dalam-Menjaga-Iman-dan-Takwa.jpg 2223w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-Bahasa-Indonesia-Meneladani-Nabi-Ibrahim-AS-dalam-Menjaga-Iman-dan-Takwa-300x203.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-Bahasa-Indonesia-Meneladani-Nabi-Ibrahim-AS-dalam-Menjaga-Iman-dan-Takwa-1024x691.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-Bahasa-Indonesia-Meneladani-Nabi-Ibrahim-AS-dalam-Menjaga-Iman-dan-Takwa-768x519.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-Bahasa-Indonesia-Meneladani-Nabi-Ibrahim-AS-dalam-Menjaga-Iman-dan-Takwa-1536x1037.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-Bahasa-Indonesia-Meneladani-Nabi-Ibrahim-AS-dalam-Menjaga-Iman-dan-Takwa-2048x1383.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2223px) 100vw, 2223px" /><figcaption id="caption-attachment-2785" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 1442 H Bahasa Indonesia &#8211; Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam Menjaga Iman dan Takwa</figcaption></figure>
<p><strong>Idhul Adha: Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam Menjaga Iman dan Takwa</strong></p>
<p><strong>الخطبة الاولى</strong></p>
<p>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>اَلله اَكْبَر 3× ، اَلله اَكْبَر 3× ، اَلله اَكْبَر 3×</p>
<p>الله اكبر كبيرا والْحَمْدُ ِلله ِكَثِيرْاً وَّسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً ، لآ اِلهَ الاَّ الله وَالله ُاَكْبَر، اللهُ اَكْبَر وَلِله الْحَمْد.</p>
<p>اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اصْطَفَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلاَم خَلِيْلاً ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إنَّهُ كَانَ صِدِّيْقاً نَبِيًّا. أشْهَدُ اَنْ لآ اِله الاّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه ، الّذِى لَمْ  يَتَّخِذ صَاحِبَهُ وَلاَ وَلداً ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه الْمَبْعُوْثُ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا ، وَصَلّى الله على سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِه بُكْرَةً وَاَصِيْلاً وَسَلّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.</p>
<p>امّا بَعْدُ : فَيَآ أيُّهَا النّاسُ رَحِمَكُمُ الله.. إتَّقُوااللهَ َواَطِيْعُوهُ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن، وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ اْلعِيدِ اْلاَكْبَر. قَدْ رَفَعَ اللهُ قَدْرَهُ وَاَظْهَره وَسَمَّاهُ يَوْمَ الْحَجِّ اْلاَكْبَر ، فَإِنَّ الله َابْتَلَى خَلِيْلَهُ اِبْرِهِيْمَ فِيْهِ حَيْثُ اَمَرَهُ بِذَبْحِ وَلَدِهَ فَاَمْتَثَلَ اَمْرَهُ فِيهِ ، وَلِذَا سُمِّيَ يَوْمُ النَّحْرِ</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Kaum Muslimin lan Muslimat rahimakumullah,</em></p>
<p>Mohon diingat bahwa Allah SWT adalah Dzat Yang Maha Agung, Dzat yang telah menciptakan saya dan Anda semua bisa berkumpul di masjid ini, untuk menunaikan shalat Idul Adha dan menghayati hikmah yang terkandung dalam peringatan Idul Adha. Maka pada kesempatan ini saya berpesan kepada diri saya sendiri khususnya, dan kepada seluruh hadirin pada umumnya, marilah kita tingkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah SWT dalam setiap keadaan, dengan menjalankan apa yang diperintahkan-Nya, dan menghindari apa yang menjadi larangannya.</p>
<p>Peristiwa bersejarah yang perlu Anda dan saya ingat, dan tiru dalam hari raya Idul Adha seperti sekarang ini adalah tugas, dan perintah yang sangat berat, yang Allah titipkan kepada Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail. إِنَّ هذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِيْنُ bahwa apa yang dilalui Nabi Ibrahim adalah perintah, sekaligus menjadi ujian yang nyata. Allah SWT dalam surah As-Shoffat ayat 100-106 berfirman:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ، فَبَشَّرْنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٍ ، فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ، فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ ، وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ ، قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ، إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ</p>
<p>Artinya:</p>
<p><em>Ya Tuhanku, berilah aku anak yang shaleh. Kemudian Kami berikan kepada Ibrahim seorang anak yang sangat sabar. Ketika Putra Ibrahim telah berusia dewasa, telah bekerja dengan ayahnya (tiada lain Nabi Ibrahim), kemudian Ibrahim memanggil Anaknya, yaitu Ismail: &#8220;Ya, anakku, sesungguhnya aku melihat dalam mimpi, bahwa aku diperintahkan oleh Allah menyembelihmu, Aku bertanya-tanya, bagaimana jika menurutmu?” Putranya (Nabi Ismail A.S.) menjawab: “Bapak, apa pun yang Allah perintahkan kepadamu, insya Allah, Engkau akan menemukan aku di antara orang-orang yang sabar. Kemudian Nabi Ibrahim AS melaksanakan apa yang diperintahkan, Nabi Ibrahim AS dan putranya (Nabi Ismail AS) telah tunduk pada perintah Allah SWT. Ketika pipi Ismael AS ditempelaken di tanah, dan Allah memanggil Ibrahim: “Wahai Ibrahim, sungguh-sungguh kamu telah memegang perintah dalam mimpimu, dan sesungguhnya dengan cara demikian itu, Aku memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Dan sesungguhnya yang terjadi adalah ujian yang sesungguhnya (QS. As-Shoffat 100-106).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Allahu Akbar 3 X walillahi alhamdu,</em></p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Dari kutipan ayat di atas sangat jelas bahwa Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS menerima sebuah perintah dari Allah SWT, sebuah perintah yang luar biasa beratnya. Nabi Ibrahim AS yang saat itu sangat ingin memiliki seorang anak laki-laki yang diharapkan menjadi penerus perjuangannya, namun begitu ia berdoa dan apa yang menjadi impiannya dikabulkan oleh Allah SWT, terbukti dengan lahirnya seorang bayi bernama Ismail. Kemudian ketika dewasa, Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT untuk menyembelih putra kesayangannya.</p>
<p>Dari peristiwa ini kita belajar bahwa kesabaran dan ketakwaan Ibrahim dan Ismail diuji oleh Allah. Jika hanya atas dasar akal sehat, tentu sangat jarang menerima kenyataan ini. Namun, Ibrahim dan Ismail berada dalam situasi yang sulit, tetapi mereka berdua tetap yakin bahwa ketaatan pada perintah Tuhan adalah tujuan hidup mereka. Bagaimanapun, tidak ada yang bisa menggantikan ketaatan seseorang kepada Tuhan. Dengan kesabaran yang luar biasa, perintah itu dilaksanakan. Hebatnya, tidak disangka-sangka, dengan bekal ketaatan, kesabaran, keikhlasan dan ketaatan terutama dalam hal menjalankan perintah Allah. Ketika Ibrahim hendak menyembelih Ismail, dalam sekejap mata, Allah menggantikan Ismail dengan pedang kambing domba.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Allahu Akbar 3 X walillahi alhamdu,</em></p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Kesalehan ini sejalan dengan perintah Allah dalam Surat At-Tholaq ayat 2-3:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا</p>
<p>Artinya:</p>
<p><em>Bahwa siapa saja yang takut kepadaAllah, dan Allah akan memberikan jalan keluar dari kesusahan. Dan Allah akan memberikan rizki yang jalannya tidak disangka-sangka, dan siapakah yang bertawakal, berserah diri kepada Allah, maka Allah akan memenuhi kebutuhan, dan sesungguhnya Allah telah menetapkan setiap perkara (QS. At-Tholaq: ​​2- 3).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p><em>Allahu Akbar 3 X walillahi alhamdu,</em></p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Dari peristiwa tersebut kita dapat mengambil hikmah, diantaranya:</p>
<p>Hikmah pertama, orang yang beribadah atau <em>taqarrub</em> kepada Allah pasti akan menghadapi ujian yang tidak mudah. Seperti yang dikatakan Imam Ghozali dalam kitabnya Minhajul ‘Abidin:</p>
<p>اِنَّهُ لاَ عِبَادَةَ وَفِى نَفْسِهَا مَشَقَّةٌ اِذْ لَا يَتَأَتَّى فِعْلُ الْعِبَادَةِ اِلَّا بِقُمْعِ الْهَوَى وَ قَهْرُ النَّفْسِ إِذْ هِيَ زَاجِرَةُ عًنِ الْخًيْرِ وَمُخَالَفَةُ الْهَوَى وَقَهْرُ النَّفْسِ مِنْ اَشَدِّ اْلاُمُوْرِ عَلَى الْاِ نْسَانِ</p>
<p>Artinya</p>
<p><em>Sama sekali tidak ada ibadah, kecuali saat beribadah pasti ada perasaan yang berat, sehingga ibadah tidak akan bisa melakukan selain dengan tekanan hawa nafsu. Melayani syahwat dan memaksakan syahwat adalah hal terberat dalam diri manusia.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Hikmah kedua, keimanan dan ketakwaan saya dan Anda ketika akan angkat oleh Allah, maka Allah menguji kita terlebih dahulu. Perlu diketahui bahwa semakin tinggi keimanan dan ketakwaan kita, semakin besar ujian yang akan diterima. Nabi Muhammad Saw pernah ditanya oleh sagabat Sa&#8217;ad bin Abi Waqos:  “Ya, Rasulullah, siapa orang yang paling berat menerima ujian dari Allah di dunia ini?” Nabi Muhammad bersabda: اَشَدُّ بَلَإءً اَلْاَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ اْلاَمْثَلُ فَالْاَمْثَلُ  artinya : “ujian yang paling berat adalah ujian Nabi, dan para ulama, dan orang-orang yang menyerupainya dan sebagainya.</p>
<p>Hal ini sesuai dengan perintah Allah SWT dalam Surat Al-Ankabut ayat 3:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Artinya:</p>
<p><em>Sesungguhnya aku memberi ujian terhadap orang-orang yang sebelum dia, agar Allah mengetahui di mana orang-orang yang beriman kepada Allah, dan di mana-mana orang yang berdusta atas perintah Allah (Al-Ankabut: 3).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Hikmah ketiga, cinta kepada Allah adalah final, jangan biarkan cinta kita pada makhluk mengalahkan cinta kita kepada Allah. Bahwa di dalam tubuh manusia terdapat hati, akal, dan hawa nafsu. Nafsu cenderung pada hal-hal yang bersifat material seperti harta benda duniawi, raja kekayaan dan godaannya. Semua ini mengarah pada kepuasan dan kepuasan pribadi, sehingga kita diingatkan oleh Allah dalam Surat Al-Kahfi ayat 46:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا</p>
<p>Artinya:</p>
<p><em>Harta benda dan anak perempuan hanyalahperhiasan hidup di dunia ini, dan amal saleh yang kekal itu lebih baik pahalanya bagi Tuhanmu dan sebaik-baiknya hal yang diharapkan (Q.S Al-Kahfi: 46).</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari ayat-ayat di atas, sangat jelas bahwa putra putri dan harta kekayaan adalah simbol kepuasan duniawi, yang selalu dicintai oleh umat manusia. Namun, realitasnya putra putri dan harta kekayaan adalah alat yang digunakan oleh Tuhan untuk menguji ketakwaan dan iman umat manusia. Allah berfirman dalam Surat Al-Anfal ayat 28:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ</p>
<p>Artinya:</p>
<p><em>Ketahuilahsesungguhnya harta-harta dan anak-anak itu semua menjadi ujian, maka sesungguhnya hanya di sisi Allah adanya pahala yang besar (Q.S. Al-Anfal: 28)</em></p>
<p>Ayat ini mengingatkan kita semua, jangan biarkan ketakwaan dan iman kalian memudar karena sibuk mencari dunia dan menghadiahi anak kalian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Allahu Akbar 3 X walillahi alhamdu,</em></p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Hikmah keempat, mencetak generasi yang saleh secara sosial dan spiritual. Visi pendidikan Nabi Ibrahim adalah untuk mencetak generasi yang saleh, yaitu اَلْقاَئِمُ بِحُقُوقِ اللهِ وَحُقُوْقِ عِبَادَة generasi yang menjalankan hak-hak Allah dan makhluk-Nya. Sebagaimana Abraham berdoa:</p>
<p>رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ</p>
<p>Artinya:</p>
<p><em>Ya, Allah, Mohon Engkau berikan kepadaku seorang putra yang saleh.</em></p>
<p>Komitmen Nabi Ibrahim sangat kuat dalam mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh. Nabi Ibrahim berkata kepada anaknya:(&#8220;Nak, apa yang kamu sembah, saat aku pergi nanti?&#8221; (tetapi) Nabi Ibrahim tidak berkata, &#8220;Nak, apa yang akan kamu makan ketika aku pergi?&#8221;</p>
<p>Mari, kita meniru cita-cita Nabi Ibrahim, jangan sampai kita hanya khawatir dengan kesuksesan putra-putri kita di dunia ini, tetapi kesuksesan akhirat yang harus kita perjuangkan.</p>
<p><em>Allahu Akbar 3 X walillahi alhamdu,</em></p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Terakhir, peringatan Idul Adha dan kisah penyembelihan Nabi Ismael perlu selalu digaungkan, guna mengingatkan seluruh umat Islam bahwa membangun ketaatan, kesabaran dan keikhlasan dalam menjalankan segala perintah Allah sangatlah penting.</p>
<p>Oleh karena itu, jangan ragu-ragu atau ragu-ragu dalam menjalankan perintah Allah. Karena semua perintah Allah itu perlu, bermanfaat, sah, sah bagi individu, keluarga, masyarakat, bangsa dan bangsa.</p>
<p>Demikian khotbah yang telah saya sampaikan, semoga kita semua termasuk hamba Allah yang taat dan tunduk pada segala perintah-Nya, serta mampu meninggalkan segala larangan Allah SWT. Amin 3x, ya Rabba al &#8216;Alamin.</p>
<p>جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْن.. وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى عِبَادِه الصَّالِحِيْن. أَعُوذُ بالله من الشَّيْطَانِ الرَّجِيم ِانَّا اَعْطَيْنَاكَ اْلكَوْثَر ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ، اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلاَبْتَر</p>
<p>وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْن</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><u>الخطبة الثانية</u></strong></p>
<p>اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ</p>
<p>فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ ، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.</p>
<p>اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّهُمَّ اَعِزِّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. وَاَعْلِ جِهَادَهُمْ بِالنَّصْرِ الْمُبِيْنَ. وَدَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ. وَاكْفِنَا شَرَّ الْمُنَافِقِيْنَ. وَسَلِّمْنَا مِنْ مَكَايِدِ الشَّيَاطِيْنَ.</p>
<p>اَللّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.</p>
<p>عِباَدَ الله ، إنّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ ، وَإيتَاءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر وَاْلبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْاهُ مِنْ فَضْلِهِ ، يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ الله أَكْبَر</p>
<p><strong>K. Moh. Nur Sholihin</strong><br />
<strong>Ketua Lembaga Dakwah PCNU Ponorogo</strong></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-bahasa-indonesia-meneladani-nabi-ibrahim-as-dalam-menjaga-iman-dan-takwa/">Khutbah Idul Adha 1442 H Bahasa Indonesia &#8211; Meneladani Nabi Ibrahim AS dalam Menjaga Iman dan Takwa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-bahasa-indonesia-meneladani-nabi-ibrahim-as-dalam-menjaga-iman-dan-takwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 1442 H Basa Jawa NU &#8211; Nderek Nabi Ibrahim AS ing Babagan Iman lan Takwa</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-basa-jawa-nderek-nabi-ibrahim-as-ing-babagan-iman-lan-takwa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-basa-jawa-nderek-nabi-ibrahim-as-ing-babagan-iman-lan-takwa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Jul 2021 06:43:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1442h]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2021]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1442H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=2782</guid>

					<description><![CDATA[<p>الخطبة الاولى السلام عليكم ورحمة الله وبركاته اَلله اَكْبَر... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-basa-jawa-nderek-nabi-ibrahim-as-ing-babagan-iman-lan-takwa/">Khutbah Idul Adha 1442 H Basa Jawa NU &#8211; Nderek Nabi Ibrahim AS ing Babagan Iman lan Takwa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2796" aria-describedby="caption-attachment-2796" style="width: 2223px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2796" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-NU-Basa-Jawa-Nderek-Nabi-Ibrahim-AS-ing-Babagan-Iman-lan-Takwa.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 1442 H NU Basa Jawa - Nderek Nabi Ibrahim AS ing Babagan Iman lan Takwa" width="2223" height="1501" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-NU-Basa-Jawa-Nderek-Nabi-Ibrahim-AS-ing-Babagan-Iman-lan-Takwa.jpg 2223w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-NU-Basa-Jawa-Nderek-Nabi-Ibrahim-AS-ing-Babagan-Iman-lan-Takwa-300x203.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-NU-Basa-Jawa-Nderek-Nabi-Ibrahim-AS-ing-Babagan-Iman-lan-Takwa-1024x691.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-NU-Basa-Jawa-Nderek-Nabi-Ibrahim-AS-ing-Babagan-Iman-lan-Takwa-768x519.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-NU-Basa-Jawa-Nderek-Nabi-Ibrahim-AS-ing-Babagan-Iman-lan-Takwa-1536x1037.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/07/Khutbah-Idul-Adha-1442-H-NU-Basa-Jawa-Nderek-Nabi-Ibrahim-AS-ing-Babagan-Iman-lan-Takwa-2048x1383.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2223px) 100vw, 2223px" /><figcaption id="caption-attachment-2796" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 1442 H NU Basa Jawa &#8211; Nderek Nabi Ibrahim AS ing Babagan Iman lan Takwa</figcaption></figure>
<p><strong>الخطبة الاولى</strong></p>
<p>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p>اَلله اَكْبَر 3× ، اَلله اَكْبَر 3× ، اَلله اَكْبَر 3×</p>
<p>الله اكبر كبيرا والْحَمْدُ ِلله ِكَثِيرْاً وَّسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَّاَصِيْلاً ، لآ اِلهَ الاَّ الله وَالله ُاَكْبَر، اللهُ اَكْبَر وَلِله الْحَمْد.</p>
<p>اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِى اصْطَفَى اِبْرَاهِيْمَ عَلَيْهِ السَّلاَم خَلِيْلاً ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إنَّهُ كَانَ صِدِّيْقاً نَبِيًّا. أشْهَدُ اَنْ لآ اِله الاّ الله وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَه ، الّذِى لَمْ  يَتَّخِذ صَاحِبَهُ وَلاَ وَلداً ، وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه الْمَبْعُوْثُ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا ، وَصَلّى الله على سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِه بُكْرَةً وَاَصِيْلاً وَسَلّمَ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.</p>
<p>امّا بَعْدُ : فَيَآ أيُّهَا النّاسُ رَحِمَكُمُ الله.. إتَّقُوااللهَ َواَطِيْعُوهُ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْن، وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَوْمُ اْلعِيدِ اْلاَكْبَر. قَدْ رَفَعَ اللهُ قَدْرَهُ وَاَظْهَره وَسَمَّاهُ يَوْمَ الْحَجِّ اْلاَكْبَر ، فَإِنَّ الله َابْتَلَى خَلِيْلَهُ اِبْرِهِيْمَ فِيْهِ حَيْثُ اَمَرَهُ بِذَبْحِ وَلَدِهَ فَاَمْتَثَلَ اَمْرَهُ فِيهِ ، وَلِذَا سُمِّيَ يَوْمُ النَّحْرِ</p>
<p><strong><em> </em></strong>اَلله اَكْبَر ، الله اَكْبَر ، الله اَكْبَر وَلله الحَمْد</p>
<p><em>Kaum Muslimin lan Muslimat rahimakumullah,</em></p>
<p>Mangga sareng-sareng emut, bilih estu Allah Swt menika Dzat ingkang Maha Agung, Dzat ingkang sampun nakdirake kulo lan panjenengan sedaya saged makempal ing masjid punika, saperlu nindakake salat Idul Adha lan menghayati hikma-hikmah ingkang kawengku ing sak lebetipun peringatan Idul Adha menika. Pramila wonten ing kesempatan puniko, kawula pesen kagem pribadi kulo piyambak, khususipun, lan dumateng para hadirin-hadirat sedaya, umumipun, sumangga kita tingkataken kualitas iman lan takwa kita dumateng Allah Swt wonten ing saben-saben kahanan, kanthi ngelaksanaaken napa ingkang dados perintah-perintahipun, lan nebehi napa ingkang dados awisan-awisanipun.</p>
<p>Kedadosan sejarah ingkang perlu kula lan panjenengan emut-emut, lan ditauladani wonten ing riyadin Idul Adha inggih punika tugas, lan perintah ingkang awrat sanget, ingkang diamanahaken Allah Swt dumateng Nabiyullah Ibrahim A.S lan putranipun Nabiyullah Ismail A.S (إِنَّ هذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِيْنُ), sak temene perintah punika dados ujian ingkang nyata. Allah Swt wonten surah As-Shoffat ayat 100-106 paring dawuh:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p>رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ ، فَبَشَّرْنَٰهُ بِغُلَٰمٍ حَلِيمٍ ، فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعْىَ قَالَ يَٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلْمَنَامِ أَنِّىٓ أَذْبَحُكَ فَٱنظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَٰٓأَبَتِ ٱفْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّٰبِرِينَ ، فَلَمَّآ أَسْلَمَا وَتَلَّهُۥ لِلْجَبِينِ ، وَنَٰدَيْنَٰهُ أَن يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ ، قَدْ صَدَّقْتَ ٱلرُّءْيَآ ۚ إِنَّا كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ ، إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ ٱلْبَلَٰٓؤُا۟ ٱلْمُبِينُ</p>
<p>Artosipun: <em>Duh Pangeran kawula, mugia panjenengan paring dumateng kawula putra ingkang sholih. Nuli Ingsun Allah paring Nabi Ibrahim putra ingkang banget sabare. Nalikanee putra wau sampun umur dewasa, sampun nyambut damel sesarengan Ramanipun, kang inggih Nabi Ibrahim A.S, nuli Nabi Ibrahim A.S nimbali ingkang Putra, yaiku Nabi Ismail A.S: “He, Anakku, sak temene Aku weruh ing jeruning impenku, Aku diperintah Allah Swt nyembelih sliramu, Aku angen-angen, piye yen menurut sliramu?” Kang Putra (Nabi Ismail A.S) njawab: “Rama, napa ingkang dados perintahipun Allah Swt Panjenengan lampahi kemawon, insya Allah Panjenengan badhe manggihi kula klebet golonganipun tiyang-tiyang ingkang sabar. Nuli Nabi Ibrahim A.S ngelaksanaaken napa ingkang dados perintah punika, Nabi Ibrahim A.S lan ingkang Putra (Nabi Ismail A.S) sampun pasrah dumateng perintahipun Allah Swt. Nalika pipinipun Nabi Ismail A.S ditempelaken ing lemah, nuli Allah Swt nimbali Nabi Ibrahim A.S: “He, Ibrahim, saktemene sliramu wus netepi perintah kang saka impen iku, lan saktemene kanthi cara kang kaya mengkana iku, ingsun mbales wong-wong kang agawe kabecikan. Lan saktemen kedadehan iku dadi ujian kang nyata (QS. As-Shoffat 100-106).</em></p>
<p><em> </em>اَللهُ اَكْبَرُ &#8211; اَللهُ اَكْبَرُ- اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Saking nukilan ayat ing inggil cetha sanget bilih Nabi Ibrahim A.S lan Nabi Ismail A.S nampi printah saking Allah Swt, perintah ingkang luar biasa awratipun. Nabi Ibrahim A.S ingkang wekdal punika sanget ngarepaken anggadahi putra ingkang dipun ajeng-ajeng dados penerus perjuanganipun.Ananging sak sampunipun dunga lan napa ingkang dados pamandutipun dipun kabulaken dening Allah Swt, dibuktikan kanthi lahiripun bayi ingkang dipun paringi asma Ismail. Lajeng nalika ngancik dewasa, Nabi Ibrahim A.S pikantuk perintah saking Allah SWT supados mragat putra kinasihipun.</p>
<p>Saking peristiwa menika kita mangertos bilih kesabaran lan ketakwaan Nabi Ibrahim lan Nabi Ismail diuji dening Allah. Menawi namung adhedasar pertimbangan akal kemawon, tamtu langka sanget nampi kasunyatan punika. Nanging, Nabi Ibrahim lan Nabi Ismail ing dalem kahanan kang rupek, nanging Panjenenganipun kekalih tetep yakin bilih taat dumateng perintahipun Allah punika ingkang dados tujuanipun gesangipun. Punapa kemawon mboten wonten ingkang saget nggantos setunggaling ketaatan dumateng Allah. Kanthi raos sabar ingkang luar biasa, perintah kasebat dipun laksanaaken. Estu, mboten kanyono-nyono, kanti bekal ketaatan, kesabaran, keikhlasan lan kepatuhan ing ndalem melaksanakan perintah Allah. Nalika Nabi Ibrahim badhe mragat Nabi Ismail, sak kedeping netro, Allah ngganthos posisi Nabi Ismail kanthi setunggaling mendho dumba.</p>
<p>اَللهُ اَكْبَرُ &#8211; اَللهُ اَكْبَرُ- اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Ketakwaan menika selaras kalian dawuhipun Allah wonten surat At-Tholaq ayat 2-3:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p>وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا ، وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمْرِهِۦ ۚ قَدْ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَىْءٍ قَدْرًا</p>
<p>Artosipun:</p>
<p><em>Sing sapa wonge takwa marang Allah, mangka Allah bakal paring dalan metu saka kerupekan. Lan Allah bakal paring rizki saka dalan kang ora kanyono-nyono, lan sapa wonge kang tawakkal, pasrah dumateng Allah, maka Allah bakal nyukupi kebutuhane, lan sak temene Allah sampun netepi saben-saben perkara (QS. At-Tholaq: 2-3).</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>اَللهُ اَكْبَرُ &#8211; اَللهُ اَكْبَرُ- اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Saking peristiwa kasebat saged kita pendet hikmahipun, ing antawisipun:</p>
<p><em>Hikmah angka setunggal, </em>bilih sak temene tiyang ingkang nejo ibadah utawi <em>taqarrub</em>dumateng Allah niku mesthi badhe ngadepi ujian-ujian ingkang mboten ringan. Kados dawuhipun Imam Ghozali ing kitab <em>Minhajul ‘Abidin:</em><em>\</em></p>
<p>اِنَّهُ لاَ عِبَادَةَ وَفِى نَفْسِهَا مَشَقَّةٌ اِذْ لَا يَتَأَتَّى فِعْلُ الْعِبَادَةِ اِلَّا بِقُمْعِ الْهَوَى وَ قَهْرُ النَّفْسِ إِذْ هِيَ زَاجِرَةُ عًنِ الْخًيْرِ وَمُخَالَفَةُ الْهَوَى وَقَهْرُ النَّفْسِ مِنْ اَشَدِّ اْلاُمُوْرِ عَلَى الْاِ نْسَانِ</p>
<p>Artosipun: <em>Sak temene ora ana ibadah, kejaba ing sak jroning ibadah iku mesti ana rasa abot, kerono ibadah iku ora bakal iso dilakoni kejobo kelawan meksa hawa nafsu. Nulayani hawa nafsu lan meksa hawa nafsu iku setengah saking perkara kang banget abote mungguhe manungsa.</em></p>
<p><em>Hikmah angka kalih, </em>keimanan lan ketakwaan kulo lan panjenengan nalikane badhe diangkat dening Allah, mila Allah paring ujian rumiyin. Perlu dipun mangertosi bilih saya inggil keimanan lan ketakwaan, maka soyo ageng ujian ingkang badhe dipun tampi. Kanjeng Nabi Muhammad Saw nate dipun suwuni pirsa dening sahabat Sa’ad bin Abi Waqos: “Ya, Raululullah, sinten ingkang paling awrat ujianipun ing dunya punika?” Kanjeng Nabi Saw njawab: اَشَدُّ بَلَإءً اَلْاَنْبِيَاءُ ثُمَّ الْعُلَمَاءُ ثُمَّ اْلاَمْثَلُ فَالْاَمْثَلُ  artosipun: <em>ujian kang paling abot yaiiku ujiane para Nabi, nuli para Ulama, nuli para wong-wong kang punika lan sak terusipun.</em></p>
<p>Perkawis punika selaras kalian dawuhipun Allah Swt wonten surat Al-Ankabut ayat 3:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p>وَلَقَدْ فَتَنَّا ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَلَيَعْلَمَنَّ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ صَدَقُوا۟ وَلَيَعْلَمَنَّ ٱلْكَٰذِبِينَ</p>
<p>Artosipun: <em>Sak temene Ingsun Allah wus nguji marang wong-wong kang sak durunge deweke, supaya Allah mangertosi endi wong-wong kang temen-temen iman marang Allah, lan endi-endi wong-wong kang pada goroh dumateng perintahipun Allah (Q.S. Al-Ankabut: 3).</em></p>
<p><em>Hikmah angka tiga, </em>Cinta dumateng Allah niku sampun final, ampun ngantos cinta kita dumateng makhluk ngalahaken raos cinta dumateng Allah. Bilih ing sak lebetipun diri manungsa wonten ati, akal, lan hawa nafsu. Hawa nafsu condong dumateng perkawis-perkawis ingkang sifatipun materi kados bandho dunyo, rojo bondho lan lintu-lintunipun. Sedaya niku wahu mengarah dumateng kepuasan lan kemareman pribadi, sahingga kita dipun emutaken dening Allah wonten ing surat Al-Kahfi ayat 46:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p>ٱلْمَالُ وَٱلْبَنُونَ زِينَةُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ أَمَلًا</p>
<p>Artosipun: <em>Rojo bondho lan putra putri iku mung pepaes urip ing ngalam dunyo, lan amal-amal sholih kang langgeng iku luwih bagus ganjarane tumrap Pangeran iro lan luwih bagus kanggo diarep-arep (Q.S Al-Kahfi: 46).</em></p>
<p>Saking ayat ing inggil, cetho sanget bilih putra putri lan rojo bondho punika lambang kemareman dunyo, ingkang tansah dipun gandrungi dening para manungso. Kamongko, hakikatipun putra putri lan rojo bondho punika dados alat ingkang dipun ginaaken dening Allah kagem nguji ketakwaan lan keimanan para manungso. Allah dawuh wonten surat Al-Anfal ayat 28:</p>
<p>أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p>وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ</p>
<p>Artosipun: <em>Pada weruho sira kabeh sak temene bondho-bondho lan anak-anak sira kabeh iku dadi ujian, lan sak temene ana ing ngarsanipun Allah ana ganjaran kang gedhe (Q.S. Al-Anfal: 2</em><em>8</em><em>)</em></p>
<p>Ayat punika ngemutaken dumateng kitho sedaya, ampun ngantos ketakwaan lan keimanan luntur gara-gara sibuk pados dunia lan ngragati kang putro.</p>
<p>اَللهُ اَكْبَرُ &#8211; اَللهُ اَكْبَرُ- اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p><em>Hikmah angka sekawan, </em>mencetak generasi ingkang sholih sosial lan spiritual. Visi pendidikan Nabi Ibrahim punika mencetak generasi ingkang sholih, yaiku اَلْقاَئِمُ بِحُقُوقِ اللهِ وَحُقُوْقِ عِبَادَة generasi ingkang nglampahi hak-hak Allah kalian makhluk. Kados dunganipun Nabi Ibrahim:</p>
<p>رَبِّ هَبْ لِى مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ</p>
<p>Artosipun: <em>Ya, Allah, Panjenengan paringi kula putra ingkang sholih.</em></p>
<p>Komitmen Nabi Ibrahim kokoh sanget anggenipun didik ingkang putra supados dados putra ingkang sholih. Nabi Ibrahim selalau tangklet dumateng putrane “Nak, apa sing sira sembah, mbesuk yen Aku wus ora ana?” Nabi Ibrahim mboten tangklet, “Nak, apa sing sira pangan, mbesuk yen Aku wus ora ana?”</p>
<p>Mangga, kula lan panjenengan niru nopo ingkang cita-citakan Nabi Ibrahim, ampun ngantos kita namung kuatir dumateng kesuksesan putra-putri kita ing dunia kemawon, ananging kesuksesan akhiratipun kedah kita kuatosaken.</p>
<p>اَللهُ اَكْبَرُ &#8211; اَللهُ اَكْبَرُ- اَللهُ اَكْبَرُ وَلِلَّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin jama’ah salat ‘idul Adha rahimakumullah.</em></p>
<p>Ingkang terakhir, bilih peringatan Idul Adha lan kisah penyembelihan Nabi Ismail menika perlu sanget wosal wasul dipun kumandangaken, saperlu ngemutaken umat Islam sedaya, bilih mbangun ketaatan, kesabaran lan keikhlasan ing ndalem ngleksanaaken sedaya perintah Allah menika penting sanget.</p>
<p>Pramila, ampun ngantos anggadahi raos mamang utawi ragu-ragu sak cuil kemawon ing ndalem ngelaksanaaken perintahipun Allah. Keranten sedoyo perintah Allah niku mesiti mbeto kemanfaatan, kesahenan, sahe kagem diri pribadi, keluarga, masyarakat, nusa lan bangsa.</p>
<p>Makaten khutbah ingkang sage kulo aturaken, mugi-mugi kita sedaya termasuk golongan kawulanipun Allah ingkang taat lan tunduk dumateng sedaya perintah-perintahipun, lan saged nilar sedaya larangan-laranganipun Allah Swt. Amin 3x, <em>Ya Rabba al ‘Alamin.</em></p>
<p>جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْن.. وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى عِبَادِه الصَّالِحِيْن. أَعُوذُ بالله من الشَّيْطَانِ الرَّجِيم ِانَّا اَعْطَيْنَاكَ اْلكَوْثَر  ، فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ ، اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ اْلاَبْتَر</p>
<p>وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْن</p>
<p><strong><u> </u></strong></p>
<p><strong><u>الخطبة الثانية</u></strong></p>
<p>اللهُ اَكْبَرْ (3×) اللهُ اَكْبَرْ (4×) اللهُ اَكْبَرْ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرْ اللهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ. اْلحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ لَهُ تَعْظِيْمًا لِشَأْنِهِ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا. اَمَّا بَعْدُ</p>
<p>فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ ، وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ، وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.</p>
<p>اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. اَللّهُمَّ اَعِزِّ الْإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ. وَاَعْلِ جِهَادَهُمْ بِالنَّصْرِ الْمُبِيْنَ. وَدَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاَهْلِكِ الْكَفَرَةَ وَالْمُشْرِكِيْنَ. اَللّهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ الظَّالِمِيْنَ. وَاكْفِنَا شَرَّ الْمُنَافِقِيْنَ. وَسَلِّمْنَا مِنْ مَكَايِدِ الشَّيَاطِيْنَ.</p>
<p>اَللّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ اَنْتَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ اَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.</p>
<p>عِباَدَ الله ، إنّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ ، وَإيتَاءِ ذِى اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَر وَاْلبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْن ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْاهُ مِنْ فَضْلِهِ ، يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ الله أَكْبَر</p>
<p><em> </em></p>
<p><strong>K. Moh. Nur Sholihin</strong><br />
<strong>Ketua Lembaga Dakwah PCNU Ponorogo</strong></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-basa-jawa-nderek-nabi-ibrahim-as-ing-babagan-iman-lan-takwa/">Khutbah Idul Adha 1442 H Basa Jawa NU &#8211; Nderek Nabi Ibrahim AS ing Babagan Iman lan Takwa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1442-h-basa-jawa-nderek-nabi-ibrahim-as-ing-babagan-iman-lan-takwa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
