<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari kiai - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/kiai/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/kiai/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Jun 2026 01:20:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari kiai - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/kiai/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kiai Sunartip Fadlan dan Mimpi yang Menjadi Nyata: Merawat Tradisi, Menggerakkan Santri</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/kiai-sunartip-fadlan-dan-mimpi-yang-menjadi-nyata-merawat-tradisi-menggerakkan-santri/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/kiai-sunartip-fadlan-dan-mimpi-yang-menjadi-nyata-merawat-tradisi-menggerakkan-santri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Jun 2026 01:20:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[grebeg suro]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[reyog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8751</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212; Gelaran Festival Reyog Nasional Ponorogo... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kiai-sunartip-fadlan-dan-mimpi-yang-menjadi-nyata-merawat-tradisi-menggerakkan-santri/">Kiai Sunartip Fadlan dan Mimpi yang Menjadi Nyata: Merawat Tradisi, Menggerakkan Santri</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8752" aria-describedby="caption-attachment-8752" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-8752" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.41.29-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.41.29-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.41.29-1024x683.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.41.29-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.41.29.jpeg 1535w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8752" class="wp-caption-text">Reyog &#8220;Ki Ageng Mirah&#8221; Lesbumi PCNU Ponorogo</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212; Gelaran Festival Reyog Nasional Ponorogo ke-XXXI baru saja usai. Ribuan pasang mata menyaksikan kemegahan panggung dan atraksi para peserta dari berbagai daerah. Di antara penampilan yang menyita perhatian, hadir Reyog Lesbumi PCNU Ponorogo “Ki Ageng Mirah”, kelompok reyog yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama dan digerakkan oleh semangat para santri muda.</p>
<p>Di balik keberhasilan itu, ada sosok yang tak banyak berada di depan panggung, tetapi justru menjadi salah satu penggerak utama di belakang layar. Ia adalah KH. Sunartip Fadlan, Wakil Ketua PCNU Ponorogo Bidang Kebudayaan dan Lingkungan Hidup.</p>
<p>Jauh sebelum panggung Festival Reyog Nasional digelar, Kiai Sunartip telah menanamkan optimisme kepada para santri dan pegiat Lesbumi. Di tengah berbagai keterbatasan, ia selalu mengulang satu kalimat yang kemudian menjadi penyemangat bersama.</p>
<p>&#8220;Sesuatu yang tidak mungkin, bisa menjadi kenyataan.&#8221;</p>
<p>Kalimat itu bukan sekadar slogan. Sebab, membentuk satu kelompok reyog bukanlah perkara mudah. Harus mengumpulkan anak-anak muda dari berbagai ranting NU dan badan otonom, mencari anggota yang usianya relatif sepadan, membangun kekompakan, menyediakan kostum, dadak merak, ganongan, Klono Sewandono, hingga seperangkat gamelan.</p>
<p>Belum lagi kebutuhan yang terus mengikuti di belakangnya: konsumsi saat latihan rutin, biaya transportasi, akomodasi, bahan bakar kendaraan, hingga berbagai pengeluaran tak terduga lainnya.</p>
<p>&#8220;Berat,&#8221; demikian Kiai Sunartip kerap mengatakan.</p>
<p>Namun justru dari sesuatu yang tampak mustahil itulah, ia ingin membuktikan bahwa santri mampu melakukannya.</p>
<figure id="attachment_8753" aria-describedby="caption-attachment-8753" style="width: 225px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-8753" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.27.24-225x300.jpeg" alt="" width="225" height="300" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.27.24-225x300.jpeg 225w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.27.24-768x1024.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.27.24-1152x1536.jpeg 1152w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.27.24.jpeg 1200w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px" /><figcaption id="caption-attachment-8753" class="wp-caption-text">Kiai Sunartip Fadlan (Waka Bidang Kebudayaan dan Lingkungan Hidup) PCNU Ponorogo</figcaption></figure>
<p>Bersama tokoh reyog senior yang akrab disapa Mbah Jenggo, Kiai Sunartip bergerak dari satu pintu ke pintu lainnya. Mereka menggalang dana, mencari donatur, mengajak para dermawan untuk ikut berpartisipasi. Tak jarang keduanya harus merogoh kocek pribadi demi memastikan latihan tetap berjalan dan para remaja NU itu dapat tampil membawa nama organisasi dan daerahnya.</p>
<p>Tidak ada target yang muluk-muluk.</p>
<p>&#8220;Yang penting bisa ikut,&#8221; begitu pesan yang selalu disampaikan Kiai Sunartip.</p>
<p>Dan target sederhana itu telah tercapai. Bahkan, tahun ini menjadi penampilan kedua Reyog Lesbumi PCNU Ponorogo &#8220;Ki Ageng Mirah&#8221; di Festival Reyog Nasional. Pada tahun sebelumnya, kelompok ini juga berhasil tampil dan memperoleh penghargaan khusus, sebuah pencapaian yang menjadi kebanggaan tersendiri meski belum berdiri di podium juara.</p>
<p>Bagi Kiai Sunartip, prestasi penting, tetapi ada hal yang lebih utama untuk dijaga.</p>
<p>Ia selalu mengingatkan para penari, penabuh gamelan, dan seluruh kru agar kesenian tidak sampai mengalahkan kewajiban kepada Tuhan.</p>
<p>&#8220;Boleh berseni, tetapi jangan sampai mengganggu shalat. Kalau memang harus tampil, pandailah memperhitungkan waktu dan mengalkulasi jadwal shalat agar keduanya bisa berjalan seiring,&#8221; pesannya.</p>
<p>Baginya, menjaga tradisi dan menjalankan ibadah bukanlah dua hal yang saling bertentangan. Keduanya justru harus berjalan berdampingan.</p>
<figure id="attachment_8754" aria-describedby="caption-attachment-8754" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-8754" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.30.49-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.30.49-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.30.49-1024x683.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.30.49-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.30.49.jpeg 1416w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8754" class="wp-caption-text">Mendampingi, menguatkan, dan meneguhkan. Sesuatu yang tak mungkin menjadi mungkin</figcaption></figure>
<p>Malam itu, ketika penampilan Reyog Lesbumi PCNU Ponorogo &#8220;Ki Ageng Mirah&#8221; berakhir, wajah Kiai Sunartip tampak berbinar. Dari kursi VVIP, ia berkali-kali mengucapkan rasa syukur dan kebanggaannya.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah&#8230; Alhamdulillah&#8230;&#8221;</p>
<p>Ucapan itu berulang keluar dari lisannya, seolah menjadi ungkapan lega setelah perjalanan panjang yang penuh perjuangan.</p>
<p>Di sampingnya, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, M.Pd., turut memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas penampilan para remaja NU tersebut. Kehadiran keduanya di meja VVIP menjadi simbol dukungan penuh PCNU Ponorogo terhadap ikhtiar Lesbumi dalam menjaga warisan budaya leluhur.</p>
<p>Barangkali, di tengah gemerlap Festival Reyog Nasional, tidak semua orang mengetahui cerita di balik panggung. Tentang bagaimana sekelompok santri muda berlatih dengan segala keterbatasan. Tentang bagaimana para kiai dan sesepuh bergotong royong mencari biaya agar mimpi itu tetap menyala.</p>
<figure id="attachment_8755" aria-describedby="caption-attachment-8755" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8755" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.42.17-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.42.17-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.42.17-1024x682.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.42.17-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.42.17-1536x1023.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-15-at-19.42.17.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8755" class="wp-caption-text">Kader kader kebanggaan NU, asuhan Kiai Sunartip Fadhlan</figcaption></figure>
<p>Dan di antara semua kisah itu, ada satu pelajaran yang diwariskan KH. Sunartip Fadlan kepada generasi muda Nahdlatul Ulama:</p>
<p>Bahwa sesuatu yang tampak mustahil tidak selalu harus menyerah pada kenyataan. Dengan gotong royong, pengorbanan, dan keyakinan, hal yang semula dianggap tidak mungkin dapat berubah menjadi kenyataan.</p>
<p>Sebagaimana reyog yang terus hidup dari generasi ke generasi, demikian pula semangat para santri untuk menjaga budaya dan merawat tradisi. Sebab, bagi Kiai Sunartip Fadlan, kebudayaan bukan sekadar tontonan, melainkan jalan pengabdian—ikhtiar untuk menjaga jati diri, merawat warisan leluhur, dan menghadirkan Islam yang akrab dengan budaya masyarakatnya.</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kiai-sunartip-fadlan-dan-mimpi-yang-menjadi-nyata-merawat-tradisi-menggerakkan-santri/">Kiai Sunartip Fadlan dan Mimpi yang Menjadi Nyata: Merawat Tradisi, Menggerakkan Santri</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/kiai-sunartip-fadlan-dan-mimpi-yang-menjadi-nyata-merawat-tradisi-menggerakkan-santri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kyai Tapi Bukan Kyai</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 01:08:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang Jawa memang memiliki tradisi menghormati apa pun yang... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/">Kyai Tapi Bukan Kyai</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<figure id="attachment_8733" aria-describedby="caption-attachment-8733" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8733" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-300x164.png" alt="" width="300" height="164" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-300x164.png 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-1024x559.png 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-768x419.png 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q.png 1408w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8733" class="wp-caption-text">Ilustrasi: gelar kyai yang membius</figcaption></figure>
</div>
<div></div>
<p>Orang Jawa memang memiliki tradisi menghormati apa pun yang dianggap memiliki kelebihan, kekuatan, kesaktian dan keramat. Cara menghormati tersebut misalnya dengan menyebutnya sebagai “kyai” (menurut KBBI yang baku sebenarnya kiai, bukan kyai). Lihat saja misalnya ada Keris Kyai Sengkelat, Keris KyaiCarubuk, Tombak Kyai Pleret dan Kebo Kyai Slamet. Keris Kyai Sengkelat, konon adalah pusaka yang dipesan oleh Sunan Kalijaga yang dbuat oleh Empu Supa Mandrangi di akhir masa Kerajaan Majapahit. Keris itu, konon diserahkan kepada Parabu Brawijaya V. Sunan Kalijaga juga memiliki keris pribadi yang disebut Keris Kyai Carubuk. Tombak Kyai Pleret, juga demikian. Konon, tombak ini dimiliki oleh Ki Ageng Pemanahan, pembuka jalan Kerajaan Islam Mataram. Tombak ini kemudian digunakan oleh keturunannya Sutawijaya (Senopati) untuk membunuh Aryo Penangsang, Adipati Jipang. Tombak ini sekarang tersimpan di Keraton Yogyakarta. Sedangkan Kebo Kyai Slamet adalah kerbau albino (kerbau bule) Jantan dan betina milik Keraton Kasunanan Surakarta. Kerbau yang Konon berasal pemberian tokoh penting Ponorogo ini, bukan kerbau biasa, tetapi kerbau pengawal tombak pusaka Kerajaan, Tombak Kyai Pleret.</p>
<p>Orang-orang yang dihormati karena memiliki kelebihan juga disebut kyai. “Ki” artinya orang laki-laki, sehingga kitab biasa mendengar gelar, “Ki Ageng”, “Ki Pemanahan” dan lain-lain. Sementara “yayi” sering dilekatkan untuk orang yang dicintai, dihormati dan disayangi. Seorang adik yang disayangi biasanya disebut “yayi”, “rayi” dan “dinda yayi”. Makna biologis ini kemudian mengalami pergeseran menjadi makna sosiologis untuk sesuatu yang disayangi dan dihormati seperti “priyayi” atau “para yayi”. Dari sinilah muncul istilah Kiai atau Kyai yaitu seorang laki-laki yang dihormati.  Kata “priyayi” kemudian dijadikan sebagai tipologi oleh Antropolog dari Amerika Serikat, Clifforrd Geertz dalam membagi masyarakat Jawa, Abangan, Priyayi dan Santri dalam bukunya The Religion of Java tahun 1960. Geertz, sebagai orang luar, tentu keliru dalam melakukan pemilahan ini. Kategorinya tumpang tindih. Priyayi adalah kategori berbasis sosial ekonomi, sementara santri dan abangan adalah kategori keagamaan. Dalam kenyataan, banyak priyayi adalah santri. Demikian pula banyak ditemui, kelompok abangan adalah priyayi. Sekarang banyak Kyai adalah Priyayi.</p>
<p>Gelar Yang Membius</p>
<p>Para guru sufi selalu mengajarkan bahwa status dan posisi sosial berada dalam titik membahayakan. Cerita Jalaluddin al-Rumi penting untuk kita Simak. Al-Rumi suatu saat diberi pelajaran berharga oleh gurunya Syamsuddin al-Tabrizi tentang keharusan menjaga diri dari kesombongan, ego personal dan berhala keramat. Suatu saat, al-Rumi diperintah oleh gurunya, al-Tabriz, untuk membeli khamr atau arak. Karena menghormati Sang guru, walau hati menyimpan rasa masyghul dan ada penolakan, namun karena menghargai Sang guru, dengan cara sembunyi-sembunyi, al-Rumi membelikan arak di perkampungan kaum Nasrani dan memasukkan arak tersebut di jubahnya. Namun apes, di tengah jalan, ia bertemu dengan salah satu murid yang selalu mendengar pengajiannya. Murid al-Rumi curiga dan mendapati al-Rumi membeli arak. Sang murid berteriak dan menghina al-Rumi sebagai pengajar yang sok suci, ternyata pembeli arak yang diharamkan. Massa berkumpul dan menghujat al-Rumi. Al-Rumi diludahi, dipukul dan dihina. Untunglah, al-Tabriz, guru al-Rumi datang dan menjelaskan bahwa yang dibawa al-Rumi bukan arak tetapi cuka. Massa awalnya tidak percaya, namun mereka berusaha membuktikan, ternyata benar, bukan arak tetapi cuka.</p>
<p>Al-Tabriz menjelaskan kepada al-Rumi bahwa popularitas jika tidak dijaga, membahayakan. Gelar apapun yang dilekatkan manusia gampang sekali sirna. Pangkat, status, jabatan dan popularitas tidak menunjukkan posisi apa pun di hadapan Tuhan. Tuhan akan melihat hati dan amal seseorang. Ketika Tuhan punya keinginan, popularitas akan hilang dengan cepat bahkan menghinakan. Al-Tabriz mengajarkan kepada al-Rumi untuk bertindak hanya untuk Allah, tidak untuk yang lain. Semakin populer seseorang, harusnya semakin berat beban psikologisnya. Bukankah banyak cerita bahwa kelebihan yang dimiliki seseorang perlu mendapat ujian, dari Allah atau dari setan. Jika seseorang semakin sombong dengan kelebihan itu, mungkin saja itu dari syetan. Para wali sangat takut, jika keramat (karomah) diketahui oleh manusia, karena akan merusak reputasinya di hadapan Allah.</p>
<p>Max Weber menyebut otoritas yang dimiliki kyai sebagai otoritas karismatik. Otoritas karismatik memiliki daya paksa kuat bagi pengikutnya. Dimensi mistik-spritual membutakan para pengikutnya untuk bersifat kritis. Kajadian-kejadian yang menimpa santriwan-santriwati oleh kyai dalam berita-berita di media sosial akhir-akhir ini, berawal dari pandangan otoritas ini. Secara nalar keagamaan, otoritas semacam ini seringkali membinasakan sang pemilik otoritas. Erving Goffman mempertegas bahwa otoritas yang terisolasi (total institutions) semacam asrama memiliki potensi penyimpangan baik dari norma agama maupun norma sosial. Terlebih lagi otoritas dan total institutions tersebut dibalut dengan relasi kuasa dan pengetahuan seperti analisa Michel Foucault dalam bentuk doktrin-doktrin agama seperti barokah, ilmu manfaat dan khidmah. Lalu, agar gelar tidak membius, bagaimana?</p>
<p>Kyai Versus Ulama dan Kesalahan Berpikir</p>
<p>al-Qur’an dalam Surah Fatir: 28 menyebut ulama sebagai orang yang takut kepada Allah. Moralitas ulama dipegang teguh. Hadis Nabi juga menjelaskan bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Kata “ulama” adalah bentuk plural (jama’ taksir) dari singular (mufrod) ‘alim (orang yang berilmu). Ulama adalah mereka yang memiliki ilmu dan ilmu itu membuatnya takut atau bertakwa kepada Allah. Dengan ilmu dan ketakutannya itu, ia akan menjalankan fungsi-fungsi kenabian. Fungsi kenabian ini misalnya fungsi teologis dan fungsi sosial. Kyai yang seperti inilah kyai yang sesungguhnya. Kyai yang pantas disebut kyai. Oleh karena itu, tidak semua kyai adalah kyai. Para pemberi gelar harusnya kritis dalam membedakan kyai ini. Sebagai gelar sosiologis, pemberi gelar harus hati-hati dalam melekatkan kyai kepada seseorang.</p>
<p>Kesalahan berpikir terjadi pada masalah gelar ini. Pertama, pemberi gelar terlalu cepat memberi gelar bahwa yang sering berbicara agama, baik di panggung maupun non panggung sebagai kyai. Pemberi gelar juga cepat memberi kesimpulan bahwa pemimpin ritual keagamaan sebagai kyai. Pemberi gelar terkadang terburu-buru melabeli kyai terhadap orang yang secara supranatural mampu memberi solusi atau kesembuhan penyakit tertentu.  Seringkali juga, pemberi gelar terlalu dini menyebut kyai kepada pemimpin lembaga atau organisasi yang berbasis agama. Kesalahan berpikir kedua adalah terlalu cepat pula menghukumi bahwa semua kyai adalah sama, sebagaimana terlalu cepat menghakimi bahwa pesantren adalah sama. Ketika seseorang melarang anaknya sekolah di pesantren karena satu peristiwa yang menimpa santri di suatu pesantren, maka ia telah melakukan kesalahan berpikir. Sebagaimana seserang tidak mau naik bis, karena ada satu bis yang menabrak pejalan kaki. Kesalahan berpikir ini dalam studi logika disebut dengan hasty generalization, menarik kesimpulan dari bukti atau peristiwa yang sedikit. Wallahu a’lamu.</p>
<div></div>
<div>Penulis: <strong>Dr. Iswahyudi, M.Ag.</strong> (<em>Wakil Ketua PCNU Ponorogo dan Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo</em>)</div>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/">Kyai Tapi Bukan Kyai</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Lingkungan Hidup, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo Sulap Ban Bekas Jadi Media Tanam Pohon</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 01:12:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[ekoteologi]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[peduli lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman pohon]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8717</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia,... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/">Peringati Hari Lingkungan Hidup, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo Sulap Ban Bekas Jadi Media Tanam Pohon</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8718" aria-describedby="caption-attachment-8718" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8718" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-300x225.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-1024x768.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-768x576.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-1536x1152.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-2048x1536.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8718" class="wp-caption-text">Kolaborasi LPBINU dengan Lazisnu Ponorogo, dalam aksi penanaman pohon</figcaption></figure>
<p data-start="109" data-end="438">NU Online Ponorogo – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">LPBI NU Ponorogo</span></span> bersama <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NU Care-LAZISNU Ponorogo</span></span> menggelar aksi penanaman pohon massal yang berlangsung serentak di dua lokasi berbeda, yakni Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan, Senin (1/6/2026).</p>
<p data-start="440" data-end="725">Mengusung tema <em>“Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan Bersama NU”,</em> kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang.</p>
<p data-start="727" data-end="1098">Aksi penghijauan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader NU, relawan lingkungan, Banser, hingga pemuda desa setempat. Tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi menarik dengan menggabungkan gerakan penghijauan dan pengelolaan limbah melalui pemanfaatan ban bekas sebagai media tanam.</p>
<p data-start="1100" data-end="1450">Ketua <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">LPBI NU Ponorogo</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Khusnul Khabib</span></span>, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah ban bekas merupakan salah satu bentuk edukasi lingkungan yang ingin dikenalkan kepada masyarakat. Menurutnya, ban bekas merupakan jenis sampah yang sulit terurai sehingga perlu diolah secara kreatif agar memiliki nilai guna baru.</p>
<p data-start="1452" data-end="1692">“Melalui pemanfaatan ban bekas sebagai media tanam, kita tidak hanya melakukan penghijauan, tetapi juga berupaya mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, area penanaman menjadi lebih tertata dan menarik,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_8719" aria-describedby="caption-attachment-8719" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8719" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-300x225.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-1024x768.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-768x576.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-1536x1152.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-2048x1536.jpeg 2048w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8719" class="wp-caption-text">tampak Ketua LPBINU Khusnul Habib dan Perwakilan Lazisnu Jam&#8217;un Haidar menanam pohon pada media tanam berbahan ban bekas</figcaption></figure>
<p data-start="1694" data-end="1925">Ia menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NU Care-LAZISNU Ponorogo</span></span>, Karang Taruna Mumpuni Desa Sukosari, Sahabat Banser, serta para relawan lingkungan dari Desa Tanjungsari.</p>
<p data-start="1927" data-end="2241">Dalam aksi tersebut, para relawan menanam berbagai jenis tanaman produktif dan penghijauan yang diharapkan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 62 bibit alpukat dan 20 bibit kakao ditanam di sejumlah titik, disertai beberapa jenis tanaman bunga untuk memperindah lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="2243" data-end="2552">Perwakilan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NU Care-LAZISNU Ponorogo</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Jam&#8217;un Haidar</span></span>, mengapresiasi semangat para relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan secara bersamaan di dua lokasi menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="2554" data-end="2866">“Melalui program ini, LPBI NU Ponorogo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga ekosistem. Semangat <em data-start="2669" data-end="2704">Dari Bumi, Untuk Bumi, Bersama NU</em> menjadi energi bagi para relawan untuk terus menghijaukan lingkungan demi terjaganya kualitas udara dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang,” ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_8720" aria-describedby="caption-attachment-8720" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8720" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-1024x577.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-768x433.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-1536x866.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-740x414.jpeg 740w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-355x199.jpeg 355w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8720" class="wp-caption-text">Seorang relawan sedang berpose dengan media tanam berbahan ban bekas</figcaption></figure>
<p data-start="2868" data-end="3070">Ia juga menilai bahwa langkah sederhana seperti menanam pohon dan mendaur ulang limbah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.</p>
<p data-start="3072" data-end="3451">Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak jangka panjang. Dengan memadukan gerakan penghijauan dan inovasi pengelolaan limbah, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo berharap dapat menumbuhkan budaya cinta lingkungan sekaligus menginspirasi masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam menjaga bumi.</p>
<p data-start="3453" data-end="3722" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, aksi penanaman pohon ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial Hari Lingkungan Hidup, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk mewariskan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi yang akan datang.</p>
<p data-start="3453" data-end="3722" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kontributor: Tim Media LPBI NU</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/">Peringati Hari Lingkungan Hidup, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo Sulap Ban Bekas Jadi Media Tanam Pohon</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Mengaku Mantri Hingga Dipanggil Kiai: Catatan Kronologis dari Kasus Jayadi</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 02:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[kasus viral]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[mantri]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8655</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Kisah Jayadi tampaknya tidak lahir... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/">Dari Mengaku Mantri Hingga Dipanggil Kiai: Catatan Kronologis dari Kasus Jayadi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8656" aria-describedby="caption-attachment-8656" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8656" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-300x300.jpeg" alt="" width="300" height="300" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-300x300.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-1024x1024.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-150x150.jpeg 150w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-768x768.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-250x250.jpeg 250w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-80x80.jpeg 80w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07.jpeg 1328w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8656" class="wp-caption-text">Ilustrasi dokter</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Kisah Jayadi tampaknya tidak lahir dari ruang akademik yang panjang, melainkan dari kemampuan membaca peluang sosial di tengah masyarakat yang mudah percaya pada simbol.</p>
<p>Konon, semuanya bermula pada era 1990-an ketika ia mengikuti pendidikan keterampilan kesehatan sederhana semacam sekolah menengah praktik kesehatan. Sekolah itu masuk sore hari dengan menumpang gedung sekolah dasar di kawasan Purbosuman. Materinya bukan pendidikan dokter atau perawat profesional, melainkan keterampilan dasar: pertolongan pertama, mengukur tekanan darah, mengenali obat sederhana, hingga praktik lapangan di rumah sakit daerah.</p>
<p>Bekal itu sebenarnya sangat terbatas. Namun bagi masyarakat desa saat itu, sedikit pengetahuan medis sudah cukup terlihat istimewa.</p>
<p>Selepas pendidikan tersebut, Jayadi disebut bekerja membantu seorang dokter spesialis ortopedi di wilayah Solo Raya. Dari sana ia mengenal dunia praktik kesehatan lebih jauh: membersihkan luka, memberi obat, memahami cara dokter melayani pasien, dan mempelajari bahasa medis sehari-hari.</p>
<p>Pulang ke kampung halaman, ia mulai membuka praktik pengobatan sendiri di wilayah Jambon. Awalnya masyarakat mengenalnya sebagai “mantri”. Dari mulut ke mulut namanya menyebar. Pasien berdatangan karena akses kesehatan desa terbatas dan biaya pengobatan murah.</p>
<p>Namun perlahan praktiknya melampaui kapasitas awal yang ia miliki. Tindakan medis yang dilakukan semakin luas, tidak lagi sekadar pengobatan ringan. Keluhan mulai muncul. Beberapa kali praktiknya dipersoalkan karena dianggap tidak sesuai kompetensi maupun kewenangan medis. Bahkan kabarnya pernah ada laporan dan teguran dari otoritas kesehatan setempat.</p>
<p>Tetapi praktik itu justru terus membesar.</p>
<p>Di titik inilah tampaknya Jayadi memahami satu hal penting: di masyarakat, legitimasi bukan hanya soal kemampuan, tetapi soal citra.</p>
<p>Ia mulai membangun identitas lebih besar dari sekadar “mantri”. Papan nama praktik berubah lebih berani. Gelar-gelar akademik mulai disematkan di belakang namanya. Dokter. Profesor. M.Kes. Entah bagaimana proses akademiknya, masyarakat perlahan mulai menerima begitu saja.</p>
<p>Tetapi rupanya legitimasi medis saja belum cukup.</p>
<p>Jayadi kemudian bergerak mendekati lingkungan keagamaan. Ia aktif hadir di pengajian, membangun kedekatan dengan para kiai, ikut dalam kegiatan pesantren, dan tampil sebagai sosok religius.</p>
<p>Dalam kultur masyarakat pedesaan, kedekatan dengan ulama sering kali dianggap sebagai tanda kesalehan dan kedalaman ilmu agama. Masyarakat kita mudah memantulkan kewibawaan seorang tokoh kepada orang yang berada di dekatnya.</p>
<p>Dekat dokter dianggap dokter. Dekat kiai dianggap alim.</p>
<p>Dari situ proses transformasi sosial itu berjalan perlahan.</p>
<p>Orang mulai memanggilnya “kiai”. Ia lalu mendirikan pondok pesantren sendiri. Dengan adanya pesantren, legitimasi moralnya semakin kuat. Ia bukan lagi sekadar praktisi kesehatan, tetapi tokoh agama yang memiliki santri dan pengikut.</p>
<p>Padahal dalam tradisi pesantren yang sesungguhnya, seorang kiai lahir dari proses panjang: mondok bertahun-tahun, belajar kitab dari banyak guru, mengabdi, lalu memperoleh pengakuan keilmuan dari komunitas pesantren. Tetapi dalam masyarakat yang semakin simbolik, proses panjang itu sering kalah oleh pencitraan.</p>
<p>Cukup dekat dengan kiai, lalu dianggap kiai. Dekat pesantren, lalu membuat pesantren.</p>
<p>Dari sinilah otoritas sosial Jayadi terbentuk: gabungan antara citra medis, gelar akademik, dan simbol agama.</p>
<p>Masalahnya, ketika seseorang memperoleh kekuasaan sosial besar tanpa pengawasan yang memadai, penyimpangan sering tinggal menunggu waktu.</p>
<p>Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang kini menyeret namanya memperlihatkan sisi paling berbahaya dari otoritas semu itu. Korban diduga bukan sekadar berhadapan dengan individu biasa, tetapi dengan figur yang telah dipercaya sebagai tokoh agama dan pengasuh.</p>
<p>Dalam posisi seperti itu, relasi menjadi timpang. Anak-anak dan keluarga cenderung percaya, patuh, bahkan takut mempertanyakan. Simbol agama menciptakan ruang aman bagi pelaku untuk memperoleh kuasa moral di hadapan korban.</p>
<p>Ironinya, pola hidup Jayadi tampak selalu sama: mendekati sesuatu untuk menjadi sesuatu. Dekat mantri agar dianggap mantri. Dekat dokter agar menjadi dokter. Dekat profesor agar tampak profesor. Dekat kiai agar dipanggil kiai. Dekat pesantren lalu mendirikan pesantren.</p>
<p>Dan kini, ketika ia berurusan dengan polisi, jaksa, dan pengadilan, masyarakat pun mulai menyindir dengan nada getir: jangan-jangan kelak ia juga akan mengaku polisi, jaksa, atau hakim. Sebab selama ini hampir semua identitas sosial tampaknya dibangun bukan melalui pendidikan dan proses panjang, melainkan melalui kedekatan, simbol, dan keberanian memainkan peran.</p>
<p>Kisah ini akhirnya bukan hanya tentang satu orang bernama Jayadi. Ia adalah potret masyarakat yang terlalu mudah percaya pada simbol dan terlalu jarang memeriksa proses di balik simbol itu sendiri.</p>
<p>Sebab ketika gelar bisa dibangun lewat pencitraan, dan kewibawaan bisa diperoleh hanya dengan kedekatan sosial, maka masyarakat perlahan kehilangan kemampuan membedakan mana otoritas sejati dan mana sekadar topeng.</p>
<p>Oleh: Nanang Diyanto/LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/">Dari Mengaku Mantri Hingga Dipanggil Kiai: Catatan Kronologis dari Kasus Jayadi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga Besar PCNU Ponorogo Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahim dan Kepedulian Sosial</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 13:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[buka bersama]]></category>
		<category><![CDATA[graha pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[mwcnu]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8474</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/">Keluarga Besar PCNU Ponorogo Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahim dan Kepedulian Sosial</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8475" aria-describedby="caption-attachment-8475" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8475" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1.jpeg" alt="" width="1599" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1.jpeg 1599w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-768x432.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-1536x864.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-355x199.jpeg 355w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-8475" class="wp-caption-text">Suasana buka bersama PCNU Ponorogo, MWCNU dan Forkopimda di Graha lantai 1</figcaption></figure>
<p data-start="92" data-end="555">NU Online Ponorogo – Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo menggelar acara buka puasa bersama dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha PCNU Ponorogo pada Ahad (8/3/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan jajaran pengurus PCNU, lembaga, badan otonom (banom), pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Ponorogo, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p data-start="557" data-end="873">Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa sejak awal kegiatan. Acara dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Katib Syuriyah PCNU Ponorogo, KH. M. Romdlon Fauzi.  Seluruh tamu undangan mengikuti rangkaian doa tersebut dengan khidmat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon keberkahan di bulan Ramadhan.</p>
<p data-start="875" data-end="1281">Dalam sambutannya, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para masyayikh, pengurus, serta tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam forum seperti ini menjadi modal penting bagi Nahdlatul Ulama Ponorogo dalam menjalankan berbagai program sosial dan keumatan.</p>
<p data-start="1283" data-end="1573">“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyayikh dan tamu undangan yang hadir. Kebersamaan ini menjadi modal yang sangat penting bagi NU Ponorogo dalam menjalankan berbagai program sosial dan keumatan, seperti halnya program-program yang dijalankan oleh NU-Care Lazisnu,” ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_8476" aria-describedby="caption-attachment-8476" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8476" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2.jpeg" alt="" width="1599" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2.jpeg 1599w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-1024x576.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-768x432.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-1536x864.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-355x199.jpeg 355w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-8476" class="wp-caption-text">Dalam sambutannya Dr. Idam mengapresiasi kehadiran para undangan, sebagai wujud soliditas pengurus</figcaption></figure>
<p data-start="1575" data-end="1903">Menjelang waktu berbuka, tausiyah Ramadhan disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo, Prof. Dr. KH. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag., yang juga merupakan salah satu anggota Syuriyah PCNU Ponorogo. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya zakat dan fidyah sebagai instrumen kepedulian sosial dalam ajaran Islam.</p>
<p data-start="1905" data-end="2106">Menurutnya, zakat dan fidyah tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah semata, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam membantu sesama, khususnya mereka yang sedang mengalami kesulitan.</p>
<p data-start="2108" data-end="2373">“Zakat dan fidyah adalah bentuk nyata kepedulian sosial dalam ajaran Islam. Melalui keduanya, umat Islam diajak untuk memastikan bahwa tidak ada saudara-saudara kita yang tertinggal dalam kesulitan. Semangat inilah yang harus terus dirawat dan diperkuat,” tegasnya.</p>
<figure id="attachment_8477" aria-describedby="caption-attachment-8477" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8477" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21.jpeg" alt="" width="1599" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21.jpeg 1599w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1024x576.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-768x432.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1536x864.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-355x199.jpeg 355w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-8477" class="wp-caption-text">Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdiyarita, S.H. menekankan pentingnya sinergi PCNU Ponorogo dengan Pemerintah daerah</figcaption></figure>
<p data-start="2375" data-end="2630">Pada kesempatan tersebut turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdiyarita, S.H. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya membangun Ponorogo yang lebih baik.</p>
<p data-start="2632" data-end="2847">“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap seluruh pengurus dan jamaah NU Ponorogo terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, sejahtera, dan berdaya,” ujarnya.</p>
<p data-start="2849" data-end="3138">Acara buka bersama ini juga dirangkai dengan beberapa agenda penting, di antaranya <em data-start="2932" data-end="2943">launching</em> program penyaluran fidyah oleh NU-Care Lazisnu serta penyerahan sertifikat wakaf dari PCNU kepada MWCNU sebagai bagian dari penguatan pengelolaan aset wakaf Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.</p>
<p data-start="3140" data-end="3460" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan salat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan ramah tamah antar pengurus dan tamu undangan. Momentum buka bersama ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah nahdliyah serta memperkuat sinergi antara NU, pemerintah, dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program kemaslahatan umat.</p>
<p data-start="3140" data-end="3460" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/">Keluarga Besar PCNU Ponorogo Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahim dan Kepedulian Sosial</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Tahun Baru, Khatmil Qur&#8217;an dan Haul Muassis–Muharrik NU Ponorogo Digelar di Masjid NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 13:23:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[dakwa]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khataman al quran]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nu]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8370</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212; Takmir Masjid NU Cabang Ponorogo... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/">Jelang Tahun Baru, Khatmil Qur&#8217;an dan Haul Muassis–Muharrik NU Ponorogo Digelar di Masjid NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8371" aria-describedby="caption-attachment-8371" style="width: 1040px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8371" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22.jpeg" alt="" width="1040" height="480" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22.jpeg 1040w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22-300x138.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22-1024x473.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22-768x354.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption id="caption-attachment-8371" class="wp-caption-text">Kataman Al-Qur’an dan Haul Muassis, Muharrik NU Ponorogo bertempat di Masjid NU Ponorogo</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212; Takmir Masjid NU Cabang Ponorogo menggelar kegiatan Kataman Al-Qur’an dan Haul Muassis, Muharrik NU Ponorogo, Rabu malam (31/12/2025). Kegiatan ini bertempat di serambi Masjid NU Cabang Ponorogo, mulai pukul 19.30 WIB. Nampak hadir jajaran PCNU, takmir masjid, dzurriyah muassis, para muharrik NU, serta jamaah Masjid NU.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan khatmil Qur’an yang telah dicicil sejak Sabtu (27/12/2025) oleh para petugas pembaca juz. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada acara puncak dibacakan oleh Gus Syaiful Islam, dilanjutkan sambutan, tahlil, dan doa.</p>
<p>Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga ikhtiar menjaga ruh perjuangan NU di tingkat lokal.</p>
<p>“Kataman dan haul ini adalah cara kita menyambung sanad spiritual dan perjuangan para muassis serta muharrik NU Ponorogo. Dari merekalah nilai keikhlasan, khidmah, dan keberanian menjaga Ahlussunnah wal Jama’ah diwariskan,” ujar Dr. Idam Mustofa.</p>
<p>Ia menambahkan, Masjid NU harus menjadi pusat penguatan spiritual sekaligus penguatan peradaban warga Nahdliyin.</p>
<p>“Masjid NU bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat konsolidasi umat, pusat doa, dan pusat lahirnya gerakan sosial-keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.</p>
<p>Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Harian Takmir Masjid NU Drs. KH. Sugeng A. KyI Singgung mengingatkan pentingnya mendoakan para muassis, muharrik, dan mujahid NU sebagai bagian dari adab berorganisasi.</p>
<p>“NU besar bukan hanya karena struktur, tetapi karena doa dan pengorbanan para pendahulu. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan adab, ilmu, dan kesungguhan,” tutur Kyai Sugeng.</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh KH. Mahfudzin, serta doa khatmil Qur’an yang dipimpin oleh Gus Habibul Anami. Suasana khidmat terasa saat jamaah bersama-sama mengirimkan doa untuk para muassis, muharrik, dan mujahid NU Ponorogo. Acara diakhiri dengan makan bersama dari ambeng yang disediakan jamaah masjid.</p>
<p>Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/">Jelang Tahun Baru, Khatmil Qur&#8217;an dan Haul Muassis–Muharrik NU Ponorogo Digelar di Masjid NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koordinasi Penguatan Kaderisasi, PCNU Ponorogo Siapkan Pola Baru Tahun Depan</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 10:04:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8213</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Upaya memperkuat sistem kaderisasi dan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/">Koordinasi Penguatan Kaderisasi, PCNU Ponorogo Siapkan Pola Baru Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8214" aria-describedby="caption-attachment-8214" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8214" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8214" class="wp-caption-text">Tim Kaderisasi PCNU Ponorogo melakukan koordinasi membahas pola kaderisasi di NU</figcaption></figure>
<p data-start="84" data-end="418">NU Online Ponorogo – Upaya memperkuat sistem kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Nahdlatul Ulama terus dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo. Menyongsong tahun mendatang, PCNU mulai menyiapkan pola baru kaderisasi yang lebih terarah dan sistematis melalui rangkaian konsolidasi internal.</p>
<p data-start="420" data-end="776">Sekretaris PCNU Ponorogo sekaligus Koordinator Instruktur Pelatihan Dasar–Pengkaderan Kepemimpinan NU (PD-PKPNU), H. Agus Nasruddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar dua agenda koordinasi penting pada hari yang sama, Sabtu (29/11).</p>
<p data-start="420" data-end="776">“Kemarin jam 11.00 saya kumpulkan instruktur wilayah (IW) untuk koordinasi. Lalu jam 13.00 saya kumpulkan Tim OKK,” tuturnya.</p>
<p data-start="778" data-end="1174">Dalam dua forum tersebut, sejumlah isu strategis dibahas secara mendalam. Pertama, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan dua gelombang PD-PKPNU sebelumnya. Dari evaluasi tersebut, ditemukan beberapa catatan teknis maupun manajerial yang perlu segera diperbaiki guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan.</p>
<p data-start="778" data-end="1174">“Ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki,” tegas Agus.</p>
<p data-start="1176" data-end="1383">Kedua, dibahas pula penguatan sinergisitas antara Tim Organisasi dan Kaderisasi (OKK) dengan Instruktur Wilayah (IW). Agar alur kerja lebih jelas dan saling melengkapi, PCNU menegaskan pembagian peran:</p>
<ul data-start="1384" data-end="1617">
<li data-start="1384" data-end="1513">
<p data-start="1386" data-end="1513">Tim OKK difokuskan pada aspek pengembangan SDM NU secara lebih luas, termasuk menyusun strategi penguatan kualitas kader.</p>
</li>
<li data-start="1514" data-end="1617">
<p data-start="1516" data-end="1617">Tim IW diposisikan sebagai pelaksana utama kaderisasi formal, khususnya penyelenggaraan PD-PKPNU.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1619" data-end="1865">Agus menambahkan bahwa pola baru tersebut direncanakan mulai diberlakukan pada tahun depan. Dengan pengaturan ulang tugas dan fungsi, ia berharap sistem kaderisasi di Ponorogo dapat berjalan lebih terstruktur, konsisten, dan berkesinambungan.</p>
<p data-start="1867" data-end="2038">“Ke depan, Tim OKK juga kita dorong lebih intens membangun sinergi dengan banom dan lembaga NU. Tujuannya agar pengembangan SDM bisa digarap lebih komprehensif,” jelasnya.</p>
<p data-start="2040" data-end="2283" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui koordinasi yang lebih rapi, sinergi yang kuat, serta evaluasi berkelanjutan, PCNU Ponorogo optimis proses kaderisasi NU akan menjadi lebih efektif, terukur, dan berdampak luas bagi penguatan jam’iyyah dan jama’ah di Kabupaten Ponorogo.</p>
<p data-start="2040" data-end="2283" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/">Koordinasi Penguatan Kaderisasi, PCNU Ponorogo Siapkan Pola Baru Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Panitia Pembangunan Kantor Terpadu MWCNU Sampung Pastikan Kualitas Pengecoran</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/panitia-pembangunan-kantor-terpadu-mwcnu-sampung-pastikan-kualitas-pengecoran/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/panitia-pembangunan-kantor-terpadu-mwcnu-sampung-pastikan-kualitas-pengecoran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Nov 2025 04:20:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[mwcnu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[sampung]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8181</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212; Pembangunan kantor terpadu MWCNU Sampung... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/panitia-pembangunan-kantor-terpadu-mwcnu-sampung-pastikan-kualitas-pengecoran/">Panitia Pembangunan Kantor Terpadu MWCNU Sampung Pastikan Kualitas Pengecoran</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8182" aria-describedby="caption-attachment-8182" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8182" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-22-at-19.18.23_d5dd74ce.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-22-at-19.18.23_d5dd74ce.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-22-at-19.18.23_d5dd74ce-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-22-at-19.18.23_d5dd74ce-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-22-at-19.18.23_d5dd74ce-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-22-at-19.18.23_d5dd74ce-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8182" class="wp-caption-text">Kualitas: Para pekerja dan relawan memastikan kualitas bangunan terjaga (Foto: Yoyok)</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212; Pembangunan kantor terpadu MWCNU Sampung sampai pada tahap pengecoran lantai dua pada Sabtu (22/11). Yoyok, salah satu anggota panitia pembangunan, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kelancaran proses tersebut.<br />
Menurutnya, pengecoran dilakukan tanpa jeda dengan melibatkan para tukang, relawan, dan panitia yang bekerja intensif sepanjang hari. “Alhamdulillah pengecoran lantai 2 sedang kami laksanakan hari ini secara gotong royong,” ujar Yoyok.</p>
<p>Sehari sebelumnya, Jumat (21/11), para pekerja bersama panitia telah menuntaskan persiapan, termasuk pemasangan instalasi besi, pipa, serta jalur listrik. Aktivitas malam itu menjadi bagian penting untuk memastikan seluruh struktur siap dicor keesokan harinya.</p>
<p>Penyelesaian pengecoran lantai dua ini menjadi langkah signifikan menuju terwujudnya bangunan terpadu yang akan menjadi pusat kegiatan keagamaan, pendidikan, dan administratif warga NU Sampung.<br />
Panitia pembangunan sangat menekankan kualitas konstruksi dalam setiap tahapan pekerjaan.</p>
<p>Sampai berita ini ditulis, para pekerja masih melakukan finishing dan perataan beton lantai dua secara teliti, di bawah pengawasan panitia.<br />
“Berbagai tahapan, mulai dari pemasangan besi, pengecekan instalasi pipa dan kelistrikan, hingga perataan permukaan beton dilakukan dengan penuh kehati-hatian agar bangunan benar-benar kokoh, aman, dan sesuai standar teknik,” ungkap Yoyok.</p>
<p>Panitia terus mengupayakan agar mutu dan keamanan hasil pembangunan terjamin demi</p>
<p>Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/panitia-pembangunan-kantor-terpadu-mwcnu-sampung-pastikan-kualitas-pengecoran/">Panitia Pembangunan Kantor Terpadu MWCNU Sampung Pastikan Kualitas Pengecoran</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/panitia-pembangunan-kantor-terpadu-mwcnu-sampung-pastikan-kualitas-pengecoran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MWCNU Mlarak Gelar Rapat Perdana, Matangkan Rencana Pembangunan Kantor Terpadu</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/mwcnu-mlarak-gelar-rapat-perdana-matangkan-rencana-pembangunan-kantor-terpadu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/mwcnu-mlarak-gelar-rapat-perdana-matangkan-rencana-pembangunan-kantor-terpadu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 02:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ansor]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[banser]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kantor mwcnu]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan mlarak]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu mlarak]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[rapat]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8168</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212; MWCNU Mlarak mulai mematangkan rencana... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mwcnu-mlarak-gelar-rapat-perdana-matangkan-rencana-pembangunan-kantor-terpadu/">MWCNU Mlarak Gelar Rapat Perdana, Matangkan Rencana Pembangunan Kantor Terpadu</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8169" aria-describedby="caption-attachment-8169" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8169" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-scaled.jpg 2560w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-2048x1152.jpg 2048w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-21-at-23.42.51_2291d2b1-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-8169" class="wp-caption-text">Kompak: MWCNU Mlarak bersama Panitia Pembangunan sepakat untuk merealisasikan pembangunan kantor terpadu</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212; MWCNU Mlarak mulai mematangkan rencana pembangunan kantor terpadu yang akan berdiri di atas tanah wakaf. Lokasi tanah tepat di samping Pondok Pesantren Darunnaja Jalen, Ngrukem. Rapat persiapan digelar di kediaman Ketua MWCNU Mlarak, Gus H. Halwani Sukron, Jumat (21/11). Rapat ini dihadiri jajaran pengurus serta panitia pembangunan.</p>
<p>Beberapa hari sebelum rapat tersebut, MWCNU Mlarak resmi menunjuk H. Thohir Fauzi sebagai Ketua Panitia Pembangunan. Meski saat ini ia menjabat sebagai Bendahara PCNU Ponorogo, penunjukan tersebut lebih didasarkan pada keberadaannya sebagai penduduk Desa/Kecamatan Mlarak.</p>
<p>“Saya diminta membantu panitia karena saya orang Mlarak. Ini amanah yang insyaAllah akan saya jalankan dengan penuh tanggung jawab,” ujar H. Thohir Fauzi.</p>
<p>Lebih lanjut H. Thohir menyampaikan, Rapat perdana tersebut menjadi langkah awal untuk menyusun timeline pembangunan, pembentukan struktur kerja panitia, serta strategi penghimpunan dana. MWCNU Mlarak menargetkan proses pembangunan dapat dimulai setelah seluruh perizinan dan perencanaan teknis selesai disiapkan.</p>
<p>Rencana gedung kantor terpadu akan dibangun dua lantai, diproyeksikan menjadi pusat administrasi sekaligus ruang pelayanan organisasi, baik NU maupun Badan Otonom NU.</p>
<p>&#8220;Kebutuhan anggaran yang saat ini masih dalam proses penghitungan oleh panitia. Estimasi awal, pembangunan membutuhkan biaya cukup besar sehingga akan ditempuh melalui gotong royong warga NU, donatur, serta dukungan dari pihak lain yang halal dan tidak mengikat,&#8221; ungkap H. Thohir.</p>
<p>Sementara itu, ketua MWCNU Mlarak, Gus H. Halwani Sukron menyampaikan bahwa keberadaan kantor terpadu ini akan menjadi lompatan penting bagi tata kelola MWCNU dan Banom NU.</p>
<p>“Kantor ini nanti akan menjadi pusat kegiatan NU dan seluruh Banom NU di Mlarak. Kami ingin penguatan organisasi dimulai dari sarana yang memadai,” tegasnya.</p>
<p>Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mwcnu-mlarak-gelar-rapat-perdana-matangkan-rencana-pembangunan-kantor-terpadu/">MWCNU Mlarak Gelar Rapat Perdana, Matangkan Rencana Pembangunan Kantor Terpadu</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/mwcnu-mlarak-gelar-rapat-perdana-matangkan-rencana-pembangunan-kantor-terpadu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resurvey Akreditasi: Pemantauan dan Evaluasi Paska Akreditasi di RSU Muslimat oleh KARS</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/resurvey-akreditasi-pemantauan-dan-evaluasi-paska-akreditasi-di-rsu-muslimat-oleh-kars/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/resurvey-akreditasi-pemantauan-dan-evaluasi-paska-akreditasi-di-rsu-muslimat-oleh-kars/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2025 09:38:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[akreditasi]]></category>
		<category><![CDATA[evaluasi]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[muslimat]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[RSU Muslimat]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8154</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo — RSU Muslimat Ponorogo baru saja... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/resurvey-akreditasi-pemantauan-dan-evaluasi-paska-akreditasi-di-rsu-muslimat-oleh-kars/">Resurvey Akreditasi: Pemantauan dan Evaluasi Paska Akreditasi di RSU Muslimat oleh KARS</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8155" aria-describedby="caption-attachment-8155" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8155" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_d621373c.jpg" alt="" width="1600" height="1067" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_d621373c.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_d621373c-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_d621373c-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_d621373c-768x512.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_d621373c-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-8155" class="wp-caption-text">kegiatan pemantauan dan evaluasi paska akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS)</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo — RSU Muslimat Ponorogo baru saja melaksanakan kegiatan pemantauan dan evaluasi paska akreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) secara daring melalui Zoom pada Selasa-Rabu, (18-19/11). Sebelumnya rumah sakit telah melaksanakan Akreditasi sesuai standard STARKES 2022 dan meraih predikat Paripurna. Pemantauan pasca akreditasi dilakukan sebagai bentuk penilaian terhadap konsistensi penerapan standar mutu dan keselamatan pasien di RSU Muslimat Ponorogo.</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh PCNU Ponorogo, PC Muslimat NU Ponorogo, Dinkes Kab.Ponorogo, BPPK-NU Ponorogo, Direktur RSU Muslimat dr. Andy Nurdiana, D.Q.,M.Kes, jajaran Direksi dan manajemen, serta dokter spesialis RSU Muslimat Ponorogo. Tim surveyor KARS terdiri dari dua orang yaitu dr. Tri Wahyu Sarwiyata,M.Kes.,FISQua dan Akhmad Rifai,S.Kep.Ns.SH.FISQua.CHAE.CHMEE.CHEE.</p>
<figure id="attachment_8156" aria-describedby="caption-attachment-8156" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8156" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_6de98684.jpg" alt="" width="1600" height="1067" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_6de98684.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_6de98684-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_6de98684-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_6de98684-768x512.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-08.59.04_6de98684-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-8156" class="wp-caption-text">foto bersama</figcaption></figure>
<p>Kegiatan diawali dengan sambutan-sambutan, doa, foto bersama, pemaparan terkait capaian program peningkatan mutu dan keselamatan pasien tahun 2025 oleh Direktur RSU Muslimat dan dilanjutkan dengan pemaparan hasil dari Perencanaan Perbaikan Strategis (PPS) dari setiap Pokja Akreditasi kepada tim surveyor.</p>
<p>Pemantauan dan evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa seluruh unit pelayanan tetap menjalankan prosedur dan kebijakan sesuai standar nasional yang berlaku. Tim surveyor dari KARS melakukan peninjauan terhadap berbagai aspek pelayanan rumah sakit, mulai dari manajemen risiko, kendali mutu, hingga keterlibatan pasien dan keluarga.</p>
<figure id="attachment_8157" aria-describedby="caption-attachment-8157" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8157" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-09.04.29_a6945470.jpg" alt="" width="2560" height="1708" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-09.04.29_a6945470.jpg 2560w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-09.04.29_a6945470-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-09.04.29_a6945470-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-09.04.29_a6945470-768x512.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-09.04.29_a6945470-1536x1025.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-19-at-09.04.29_a6945470-2048x1366.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-8157" class="wp-caption-text">Akreditasi dilaksanakan secara daring</figcaption></figure>
<p>Kegiatan ini juga menjadi sarana refleksi bagi seluruh staf rumah sakit dalam meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Dengan demikian, RSU Muslimat Ponorogo dapat mempertahankan dan meningkatkan status akreditasinya dan yang terpenting adalah dapat menjadi rumah sakit pilihan masyarakat dalam memberikan pelayanan kesehatan yang paripurna.</p>
<p>Kontributor: Intan Humas RSU Muslimat</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/resurvey-akreditasi-pemantauan-dan-evaluasi-paska-akreditasi-di-rsu-muslimat-oleh-kars/">Resurvey Akreditasi: Pemantauan dan Evaluasi Paska Akreditasi di RSU Muslimat oleh KARS</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/resurvey-akreditasi-pemantauan-dan-evaluasi-paska-akreditasi-di-rsu-muslimat-oleh-kars/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
