<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari media - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/media/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/media/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 Mar 2026 06:59:27 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari media - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/media/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Harlah Ke-2 Media Santri Ponorogo, RMI NU Ajak Santri Kuasai Algoritma dan Tangkal Kampanye Hitam</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 06:59:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8465</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Geliat dakwah digital di kalangan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/">Harlah Ke-2 Media Santri Ponorogo, RMI NU Ajak Santri Kuasai Algoritma dan Tangkal Kampanye Hitam</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8466" aria-describedby="caption-attachment-8466" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8466" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2.jpeg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2.jpeg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2-300x225.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2-1024x768.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2-768x576.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8466" class="wp-caption-text">Kemeriahan Festival Media Santri Ponorogo yang digelar bertepatan dengan momen Nuzulul Quran sekaligus merayakan Harlah ke-2 Media Santri Ponorogo</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo – Geliat dakwah digital di kalangan pesantren Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan tren positif. Hal ini tergambar jelas dalam kemeriahan Festival Media Santri Ponorogo yang digelar bertepatan dengan momen Nuzulul Quran sekaligus merayakan Harlah ke-2 Media Santri Ponorogo, Sabtu (07/03/2026).</p>
<p>Ketua Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Ponorogo, Gus AbdurRohman Syah, menekankan bahwa santri hari ini memiliki potensi besar merajai ruang digital.</p>
<p>Ia mendorong pengelola media pondok pesantren untuk memanfaatkan momentum libur panjang demi memacu algoritma agar bisa menembus For You Page (FYP) di berbagai platform media sosial.</p>
<p>&#8220;Momentum liburan ini sangat pas untuk terus menambah produksi konten setiap hari. Teman-teman santri sedang di rumah dan memegang gadget. Nanti letupannya ada di pasca-Syawal, ketika algoritma sudah mengikuti,&#8221; ujar Gus AbdurRohman Syah di hadapan perwakilan media pesantren se-Kabupaten Ponorogo.</p>
<figure id="attachment_8468" aria-describedby="caption-attachment-8468" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8468" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59.jpg" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59.jpg 2560w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-768x576.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1536x1152.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2048x1536.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-8468" class="wp-caption-text">Penyerahan piagam penghargaan Video Vlog kepada beberapa pondok pesantren</figcaption></figure>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gus AbdurRohman juga memberikan catatan taktis terkait kualitas konten. Ia mengimbau agar konten santri putri tidak sekadar menampilkan visual estetik, tetapi harus membawa pesan edukasi yang kuat.</p>
<p>&#8220;Kami butuh talent-talent santri putri yang cerdas, yang berani mengedukasi dengan penyampaian yang lugas dan keren, seolah-olah sudah menguasai ribuan kitab,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara untuk konten santri putra, ia menyarankan strategi adaptif demi menjaga jangkauan penonton (reach). Ia mencontohkan perlunya menghindari visual seperti merokok dalam video pendek di awal merintis akun, guna menghindari pembatasan algoritma atau serangan komentar negatif.</p>
<p>&#8220;Idealismenya ditaruh dulu, yang penting traffic naik saja dulu. Nanti kalau akun sudah besar dan kuat, baru ideologi dan nilai-nilai ke-NU-an kita susupkan pelan-pelan. Dunia maya itu sangat liar, kita harus menyesuaikan alirannya terlebih dahulu,&#8221; imbuh Gus AbdurRohman.</p>
<figure id="attachment_8470" aria-describedby="caption-attachment-8470" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="wp-image-8470 size-full" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670.jpg" alt="" width="2560" height="1178" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670.jpg 2560w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-300x138.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-1024x471.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-768x353.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-1536x707.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-2048x942.jpg 2048w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-8470" class="wp-caption-text">foto bersama media sosial dari beberapa Pondok Pesantren di Ponorogo seusai acara</figcaption></figure>
<p>Poin krusial lain yang menjadi sorotan adalah fungsi media santri sebagai benteng pertahanan pesantren. Gus AbdurRohman mengingatkan adanya siklus tahunan menjelang masa pendaftaran santri baru, di mana kerap bermunculan kampanye hitam yang mengekspos isu negatif untuk mendiskreditkan pondok pesantren.</p>
<p>&#8220;Jangan dikira kasus-kasus itu naik begitu saja, pasti selalu di-up menjelang pendaftaran pondok. Tugas kita hari ini adalah membanjiri ruang digital dengan konten-konten terbaik. Kalau kita kompak bersatu, berita negatif itu akan tertutup oleh algoritma, sehingga pesantren di Ponorogo tidak dipandang sebelah mata,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Media Santri Ponorogo menuturkan bahwa peringatan Harlah ke-2 ini merupakan wujud nyata peningkatan literasi digital di kalangan pesantren. Melalui pameran karya dan diskusi media, santri didorong untuk mensinergikan kemampuan teknis digital dengan kekayaan intelektual pesantren.</p>
<p>&#8220;Media santri adalah wajah peradaban pesantren di era kiwari. Lewat festival ini, kita ingin membuktikan bahwa santri tidak hanya mumpuni mengaji kitab kuning, tapi juga cerdas secara digital dan mampu menyuguhkan narasi dakwah yang mencerahkan bagi masyarakat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan yang juga mendapat dukungan penuh dari pihak AKAFARMA ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan, guna menyatukan ekosistem media-media pondok pesantren di Ponorogo untuk saling bahu-membahu dalam berkarya.</p>
<p>Kontributor: Gilang Hardiansyah Priamono</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/">Harlah Ke-2 Media Santri Ponorogo, RMI NU Ajak Santri Kuasai Algoritma dan Tangkal Kampanye Hitam</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Majelis Infokom GP Ansor Ponorogo Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis Berbasis AI</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/majelis-infokom-gp-ansor-ponorogo-selenggarakan-pelatihan-desain-grafis-berbasis-ai/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/majelis-infokom-gp-ansor-ponorogo-selenggarakan-pelatihan-desain-grafis-berbasis-ai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Nov 2025 01:43:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[AI]]></category>
		<category><![CDATA[ansor]]></category>
		<category><![CDATA[ansor ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[asjawa]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah digital]]></category>
		<category><![CDATA[desain grafis]]></category>
		<category><![CDATA[digital]]></category>
		<category><![CDATA[infokom]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[media ansor]]></category>
		<category><![CDATA[media nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8124</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212; Majelis Informasi dan Komunikasi (Infokom)... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/majelis-infokom-gp-ansor-ponorogo-selenggarakan-pelatihan-desain-grafis-berbasis-ai/">Majelis Infokom GP Ansor Ponorogo Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis Berbasis AI</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8125" aria-describedby="caption-attachment-8125" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8125" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-15-at-17.16.39_e4958b5e.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-15-at-17.16.39_e4958b5e.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-15-at-17.16.39_e4958b5e-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-15-at-17.16.39_e4958b5e-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-15-at-17.16.39_e4958b5e-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8125" class="wp-caption-text">Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo, Sahabat Edi Setiono, apresiasi kerja Infokom dalam menjawab tantangan era digital</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212; Majelis Informasi dan Komunikasi (Infokom) GP Ansor Ponorogo kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kapasitas kader di bidang teknologi digital. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelatihan desain grafis berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diselenggarakan pada Sabtu, (15/11) di Aula Akafarma Sunan Giri Ponorogo.</p>
<p>Pelatihan bertajuk “AI dalam Desain Grafis: Dari Ide ke Visual dalam Hitungan Detik” ini diikuti oleh puluhan peserta dari kalangan muda Nahdliyyin, termasuk para pengelola media di masing-masing Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ansor se-Kabupaten Ponorogo. Kegiatan berlangsung dengan suasana aktif dan penuh antusiasme.</p>
<p>Program pelatihan dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang pemanfaatan teknologi AI dalam proses produksi desain grafis. Materi yang disampaikan mencakup pengenalan fitur-fitur AI, teknik mengonsep visual secara cepat, hingga praktik langsung menggunakan Canva Edu dan beberapa platform desain berbasis AI lainnya.</p>
<figure id="attachment_8126" aria-describedby="caption-attachment-8126" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8126" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_8519683e.jpg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_8519683e.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_8519683e-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_8519683e-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_8519683e-768x576.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8126" class="wp-caption-text">Salah seorang narasumber sedang menyampaikan materi</figcaption></figure>
<p>Para peserta secara intensif mengikuti sesi presentasi maupun praktik mandiri. Antusiasme mereka terlihat dari keseriusan dalam mencoba berbagai fitur AI, bertanya seputar teknis desain, hingga memproduksi karya visual sederhana sesuai arahan pemateri.</p>
<p>Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo, Sahabat Edi Setiono, dalam sambutannya mengapresiasi kerja Infokom dalam menjawab tantangan era digital. Ia menegaskan bahwa kemampuan literasi teknologi menjadi kebutuhan mendesak bagi kader organisasi di tengah derasnya laju informasi.</p>
<p>Edi menekankan bahwa Infokom memiliki tanggung jawab besar dalam menghadapi fenomena informasi palsu dan hoaks yang mudah menyebar. “Infokom harus hadir sebagai benteng klarifikasi dan pelurusan informasi, apalagi di tengah perkembangan teknologi berbasis AI yang sangat cepat,” kata Edi.</p>
<figure id="attachment_8127" aria-describedby="caption-attachment-8127" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8127" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_6e8f7b30.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_6e8f7b30.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_6e8f7b30-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_6e8f7b30-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_6e8f7b30-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-16-at-06.05.08_6e8f7b30-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8127" class="wp-caption-text">Foto bersama, merupakan momen kebersamaan peserta dan panitia</figcaption></figure>
<p>Ketua Departemen Infokom GP Ansor Ponorogo, Sahabat Muhammad Kholis Hidayat, turut menyampaikan bahwa penguatan kompetensi digital menjadi orientasi utama Infokom. Menurutnya, kemampuan desain grafis dan pengelolaan media kini menjadi unsur penting dalam komunikasi dan publikasi organisasi.</p>
<p>Kholis berharap pelatihan ini dapat meningkatkan kualitas konten publikasi di tingkat PAC. Selain untuk memperkuat branding organisasi, keterampilan desain grafis berbasis AI juga diharapkan dapat mendukung dakwah digital yang lebih menarik dan informatif di tengah masyarakat.</p>
<p>Pada penutupan acara, peserta menerima fasilitas pendukung serta kesempatan untuk menjalin jejaring dengan para pengelola media Ansor lainnya. Kolaborasi ini dinilai penting untuk memperkuat pertukaran informasi dan peningkatan kualitas publikasi di tingkat cabang hingga PAC.</p>
<p>Infokom GP Ansor Ponorogo berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan serupa sebagai upaya strategis memperkuat kapasitas kader. Pelatihan berbasis teknologi digital dipandang semakin penting agar kader Ansor siap beradaptasi dengan dinamika dan peluang komunikasi di era kecerdasan buatan.</p>
<p>Kontributor: Muhammad Fikri Haikal</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/majelis-infokom-gp-ansor-ponorogo-selenggarakan-pelatihan-desain-grafis-berbasis-ai/">Majelis Infokom GP Ansor Ponorogo Selenggarakan Pelatihan Desain Grafis Berbasis AI</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/majelis-infokom-gp-ansor-ponorogo-selenggarakan-pelatihan-desain-grafis-berbasis-ai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>LTN NU Ponorogo dan SHAR-e Movement Community Gelar Pesantren Media Digital: Cetak Kader NU Sadar Literasi dan Etika Digital</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/ltn-nu-ponorogo-dan-shar-e-movement-community-gelar-pesantren-media-digital-cetak-kader-nu-sadar-literasi-dan-etika-digital/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/ltn-nu-ponorogo-dan-shar-e-movement-community-gelar-pesantren-media-digital-cetak-kader-nu-sadar-literasi-dan-etika-digital/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 13:14:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[kader]]></category>
		<category><![CDATA[Kader NU]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[media digital]]></category>
		<category><![CDATA[media nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7703</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo — Dalam rangkaian peringatan Hari Santri... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/ltn-nu-ponorogo-dan-shar-e-movement-community-gelar-pesantren-media-digital-cetak-kader-nu-sadar-literasi-dan-etika-digital/">LTN NU Ponorogo dan SHAR-e Movement Community Gelar Pesantren Media Digital: Cetak Kader NU Sadar Literasi dan Etika Digital</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7707" aria-describedby="caption-attachment-7707" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7707" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-19.53.23_3782e3ef.jpg" alt="" width="1600" height="1200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-19.53.23_3782e3ef.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-19.53.23_3782e3ef-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-19.53.23_3782e3ef-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-19.53.23_3782e3ef-768x576.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-19.53.23_3782e3ef-1536x1152.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-7707" class="wp-caption-text">foto bersama peserta sebelum pelatihan dimulai</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo — Dalam rangkaian peringatan Hari Santri Nasional 2025, Lembaga Ta’lif wan Nasyr Nahdlatul Ulama (LTN NU) Ponorogo bekerja sama dengan SHAR-e Movement Community menyelenggarakan kegiatan Pesantren Media Digital NU pada Sabtu (25/10/2025). Kegiatan ini bertujuan membekali kader-kader NU dengan kemampuan jurnalistik dan literasi digital yang beretika.</p>
<p>Bertempat di Aula PC Muslimat, acara yang digelar sebagai bagian dari program resmi PCNU Ponorogo ini diikuti oleh 23 peserta perwakilan MWC NU se-Kabupaten Ponorogo. Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya belajar teknik penulisan berita dan opini, tetapi juga mendapatkan pemahaman mendalam tentang etika digital, tanggung jawab bermedia, serta pentingnya narasi positif di ruang publik.</p>
<figure id="attachment_7704" aria-describedby="caption-attachment-7704" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7704" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.38.55_53e16447.jpg" alt="" width="1280" height="957" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.38.55_53e16447.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.38.55_53e16447-300x224.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.38.55_53e16447-1024x766.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.38.55_53e16447-768x574.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7704" class="wp-caption-text">Ketua LTN NU Ponorogo, Azmi Mustaqim, M.A. mendorong optimalisasi publikasi kegiatan di akar rumput NU Ponorogo</figcaption></figure>
<p>Ketua LTN NU Ponorogo, Azmi Mustaqim, M.A., menyampaikan bahwa pelatihan ini lahir dari kegelisahan terhadap kurang optimalnya publikasi kegiatan NU dan potensi kader yang belum tersalurkan dengan baik.</p>
<p>“Di NU itu banyak orang pintar dan punya kemampuan menulis, tapi belum tersalurkan. Banyak kegiatan luar biasa yang tidak terpublikasikan karena kita hanya membagikan foto tanpa narasi. Padahal media digital bisa menjadi sarana dakwah dan penguatan wacana ke-NU-an,” ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_7705" aria-describedby="caption-attachment-7705" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7705" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-20.00.43_befe4f65.jpg" alt="" width="1599" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-20.00.43_befe4f65.jpg 1599w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-20.00.43_befe4f65-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-20.00.43_befe4f65-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-20.00.43_befe4f65-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-20.00.43_befe4f65-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-20.00.43_befe4f65-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-7705" class="wp-caption-text">Sangat inspiratif, gagasan-gagasan Dr. Iswahyudi tentang Visi-Misi NU di ruang digital</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, dalam sesi pembukaan, hadir Wakil Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Iswahyudi, yang memberikan orasi inspiratif tentang perubahan zaman dan pentingnya membangun kesadaran bermedia. Ia menyinggung bagaimana tradisi wacana di masa lalu kini bergeser ke ruang digital.</p>
<p>“Dulu orang Yunani mewacanakan gagasan melalui retorika, pergi ke gua dan belajar menarasikan pikiran. Kini dunia telah berubah, ruang wacana berpindah dari podium ke layer, dari gua ke gawai,” ujarnya.</p>
<p>Dr. Iswahyudi menekankan bahwa di era digital, kader NU harus memiliki akal sehat, etika, dan kesadaran dalam bersuara di ruang publik digital.</p>
<p>“Di dunia maya sekalipun, kita tetap perlu menjaga akhlak, sopan santun, dan bijak dalam berpendapat. Di situlah karakter santri diuji,” tegasnya.</p>
<figure id="attachment_7706" aria-describedby="caption-attachment-7706" style="width: 1156px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7706" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.48.34_71374c0b.jpg" alt="" width="1156" height="868" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.48.34_71374c0b.jpg 1156w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.48.34_71374c0b-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.48.34_71374c0b-1024x769.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-25-at-09.48.34_71374c0b-768x577.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1156px) 100vw, 1156px" /><figcaption id="caption-attachment-7706" class="wp-caption-text">founder SHAR-e menyoroti ancaman hilangnya kemanusiaan di ruang digital</figcaption></figure>
<p>Sementara itu, Founder SHAR-e Movement Community, Sholeh Hasan Wahid, M.H.I, menyampaikan bahwa salah satu ancaman yang hari ini hadir di dunia digital adalah ketidakhadiran kemanusiaan dan etika. Oleh sebab itu, SHAR-e hadir untuk menciptakan ekosistem digital yang baik yang tetap menjunjung tinggi kemanusiaan.</p>
<p>“hari ini orang-orang berkumpul dengan kawan-kawannya tetapi tidak berinteraksi, masing-masing dari mereka sibuk dengan gawainya sendiri-sendiri. Di situ penghargaan terhadap manusia sedang terancam</p>
<p>Kegiatan Pesantren Media Digital NU ini menjadi upaya nyata LTN NU Ponorogo dalam membangun ekosistem literasi digital yang berakar pada nilai Aswaja (Ahlussunnah wal Jama’ah). Harapannya, para peserta dapat menjadi kontributor aktif dalam pemberitaan kegiatan NU di tingkat MWC serta menjadi duta etika digital di lingkungannya masing-masing.</p>
<p>Dengan kegiatan ini, LTN NU Ponorogo menegaskan komitmennya untuk mencetak kader NU yang tidak hanya cakap menulis dan memahami teknologi, tetapi juga memiliki kesadaran spiritual dan etika dalam bermedia.</p>
<p>Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/ltn-nu-ponorogo-dan-shar-e-movement-community-gelar-pesantren-media-digital-cetak-kader-nu-sadar-literasi-dan-etika-digital/">LTN NU Ponorogo dan SHAR-e Movement Community Gelar Pesantren Media Digital: Cetak Kader NU Sadar Literasi dan Etika Digital</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/ltn-nu-ponorogo-dan-shar-e-movement-community-gelar-pesantren-media-digital-cetak-kader-nu-sadar-literasi-dan-etika-digital/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketika Layar Televisi Gagal Memahami Dunia Santri</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/ketika-layar-televisi-gagal-memahami-dunia-santri/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/ketika-layar-televisi-gagal-memahami-dunia-santri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Oct 2025 02:37:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[boikot]]></category>
		<category><![CDATA[boikot trans7]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[kiai nu]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[televisi]]></category>
		<category><![CDATA[trans7]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7582</guid>

					<description><![CDATA[<p>Belakangan ini, warganet ramai membicarakan tayangan di salah satu... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/ketika-layar-televisi-gagal-memahami-dunia-santri/">Ketika Layar Televisi Gagal Memahami Dunia Santri</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7583" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/BOIKOTRANS7.jpg" alt="" width="940" height="788" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/BOIKOTRANS7.jpg 940w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/BOIKOTRANS7-300x251.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/BOIKOTRANS7-768x644.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 940px) 100vw, 940px" /></p>
<p>Belakangan ini, warganet ramai membicarakan tayangan di salah satu program televisi Trans7 yang dianggap merendahkan dunia pesantren. Dalam salah satu segmennya, kehidupan santri dan Kiai di Pesantren ditampilkan dengan narasi yang melecehkan. Tayangan itu kemudian memantik gelombang kritik dan seruan #BoikotTrans7 di berbagai media sosial. Sekilas, sebagian orang non pesantren mungkin menganggap reaksi publik terlalu berlebihan. Namun jika kita perhatikan lebih dalam, problemnya bukan sekadar soal salah ucap atau kesalahan teknis dalam produksi acara. Masalahnya jauh lebih mendasar: cara media merepresentasikan pesantren — dan bagaimana bingkai naratif yang digunakan membentuk persepsi publik tentang dunia santri.</p>
<p><strong>Media dan Cara Membingkai Dunia</strong></p>
<p>Menurut Robert Entman, seorang ahli komunikasi politik, media tidak pernah menampilkan realitas apa adanya. Ia selalu memilih bagian tertentu dari kenyataan, menonjolkan aspek tertentu, dan mengabaikan bagian lain. Proses ini disebut framing — yaitu cara media mengarahkan perhatian publik agar melihat suatu isu dari sudut pandang tertentu. Dalam kasus Trans7, framing yang muncul adalah pesantren sebagai ruang yang kuno, penuh ketimpangan, dan berjarak dari dunia modern. Santri yang berkhidmah kepada Kiai — sebuah tradisi yang sarat makna spiritual — justru ditampilkan dengan narasi merendahkan. Akibatnya, publik yang tidak mengenal pesantren akan mudah menyimpulkan bahwa relasi di dalamnya timpang atau bahkan eksploitatif.</p>
<p>Padahal, dalam tradisi pesantren, khidmah bukanlah bentuk ketundukan buta. Ia adalah bagian dari proses pembentukan karakter dan spiritualitas. Santri membersihkan rumah Kiai atau membantu kebutuhan pesantren bukan karena dipaksa, tetapi karena ingin meneladani kehidupan sederhana dan melatih diri dalam pengabdian. Ini adalah bentuk pendidikan karakter yang mungkin sulit dipahami jika dilihat dengan kacamata industri atau hubungan kerja semata.</p>
<p><strong>Representasi yang Keliru, Persepsi yang Terbentuk</strong></p>
<p>Jika mengadaptasi teori Representasi dari Stuart Hall menyatakan bahwa media tidak sekadar menyalurkan pesan, tapi menciptakan makna. Ketika media menggambarkan suatu kelompok dengan cara tertentu, ia sedang membentuk “realitas sosial” di benak penonton. Dalam tayangan Trans7 itu, pesantren direpresentasikan secara simplistik — hanya dari potongan visual dan narasi yang dangkal. Akibatnya, pesantren dipersepsikan sebagai tempat di mana hierarki antara Kiai dan santri begitu tajam, tanpa ruang dialog, dan tanpa nilai kemanusiaan.</p>
<p>Representasi semacam ini bukan hanya tidak adil, tapi juga berbahaya. Ia memperkuat stereotip lama bahwa pesantren adalah lembaga tradisional yang tertinggal dan tidak relevan dengan dunia modern. Padahal, pesantren telah lama menjadi benteng moral bangsa, pusat pendidikan karakter, dan bahkan penggerak transformasi sosial di akar rumput.</p>
<p><strong>Pesantren dan Ruang Suara yang Hilang</strong></p>
<p>Kesalahan utama media seperti Trans7 bukan hanya soal cara bercerita, tapi juga soal siapa yang diberi ruang bicara. Dalam banyak tayangan, narasi tentang pesantren sering disampaikan oleh orang luar — jurnalis, komentator, atau pengamat — bukan oleh santri atau Kiai itu sendiri. Akibatnya, pesantren selalu menjadi <em>objek cerita</em>, bukan <em>subjek narasi</em>. Di sinilah letak ketimpangan representasi: pihak yang paling tahu tentang pesantren justru tidak diberi ruang untuk menjelaskan dirinya sendiri. Padahal, jika media mau sedikit lebih mendengar, mereka akan menemukan bahwa pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tapi juga pusat inovasi sosial, pemberdayaan ekonomi, bahkan pelopor moderasi beragama.</p>
<p><strong>Belajar Menyimak, Bukan Menghakimi</strong></p>
<p>Reaksi publik dengan seruan boikot sebetulnya adalah bentuk perlawanan simbolik terhadap cara pandang media yang merendahkan. Masyarakat, terutama warga pesantren, tidak ingin terus-menerus direduksi dalam narasi yang sempit dan salah kaprah. Mereka menuntut penghormatan terhadap tradisi, nilai, dan kontribusi pesantren bagi bangsa. Kritik ini juga menjadi pengingat bagi media arus utama untuk lebih berhati-hati. Dunia pesantren memiliki bahasa, logika, dan nilai yang tidak bisa disamakan dengan dunia urban. Maka, yang dibutuhkan bukanlah “romantisasi” pesantren, tetapi pemahaman yang adil dan berimbang. Media seharusnya berfungsi sebagai jembatan pengetahuan — bukan tembok prasangka. Jika terus menampilkan pesantren dari kacamata luar yang dangkal, maka media justru memperlebar jarak antara masyarakat dan akar budaya bangsa sendiri.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Kita bisa belajar banyak dari kegaduhan ini. Bahwa di era digital, masyarakat kini lebih kritis terhadap cara media bekerja. Bahwa publik, terutama kalangan santri, tidak lagi diam ketika identitas mereka disalahpahami. Pesantren bukan sekadar lembaga pendidikan agama. Ia adalah ruang peradaban yang membentuk jutaan manusia Indonesia — dengan nilai kesederhanaan, kemandirian, dan cinta tanah air. Maka, tugas media seharusnya bukan menertawakan, tetapi memahami. Ketika televisi gagal melihat dunia santri dengan mata yang jernih, biarlah masyarakat pesantren menunjukkan bahwa kejernihan itu masih hidup — lewat keteduhan, ilmu, dan ketulusan yang tak lekang oleh bingkai kamera.</p>
<p><em>Penulis: </em><strong>Dr. Arik Dwijayanto, M.A</strong><em> (Wakil Rektor III INSURI Ponorogo dan Wakil Sekretaris PCNU Ponorogo)</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/ketika-layar-televisi-gagal-memahami-dunia-santri/">Ketika Layar Televisi Gagal Memahami Dunia Santri</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/ketika-layar-televisi-gagal-memahami-dunia-santri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
