<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari pengorbanan - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/pengorbanan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/pengorbanan/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Fri, 29 May 2026 05:38:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari pengorbanan - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/pengorbanan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keluarga Ibrahim dan Pendidikan Pengorbanan*</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/keluarga-ibrahim-dan-pendidikan-pengorbanan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/keluarga-ibrahim-dan-pendidikan-pengorbanan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 May 2026 01:39:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[ibrahim]]></category>
		<category><![CDATA[keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[pengorbanan]]></category>
		<category><![CDATA[spirit aswaja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8669</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khutbah Jumat berjudul “Keluarga Ibrahim dan Pendidikan Pengorbanan” ini... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/keluarga-ibrahim-dan-pendidikan-pengorbanan/">Keluarga Ibrahim dan Pendidikan Pengorbanan*</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-8670" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/ChatGPT-Image-May-29-2026-08_07_05-AM-1-1.png" alt="" width="300" height="169" /></p>
<p>Khutbah Jumat berjudul <strong>“Keluarga Ibrahim dan Pendidikan Pengorbanan”</strong> ini mengajak jamaah meneladani keluarga Nabi Ibrahim. Di tengah tekanan ekonomi, kesibukan kerja, dominasi gawai, dan renggangnya komunikasi keluarga, khutbah dengan spirit Aswaja an-Nahdliyah ini, mengajak jamaah menjadikan rumah sebagai madrasah iman dan akhlak melalui doa, komunikasi yang baik, keteladanan, penghormatan kepada orang tua dan ulama, serta kesediaan berkorban demi keutuhan keluarga.</p>
<p>Khutbah I</p>
<p style="text-align: right">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ الْأُسْرَةَ مَدْرَسَةً لِلْإِيْمَانِ وَالصَّبْرِ وَالتَّقْوَى، وَجَعَلَ فِيْ قِصَّةِ إِبْرَاهِيْمَ وَأَهْلِهِ عِبْرَةً لِأُولِي الْأَلْبَابِ. نَحْمَدُهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى وَنَشْكُرُهُ عَلَى جَمِيْعِ نِعَمِهِ، وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ، وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. مَعَاشِرَ الْمُسْلِمِيْنَ رَحِمَكُمُ اللّٰهُ</p>
<p style="text-align: right">قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّيْ أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ أَنِّيْ أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ ۚ قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ ۖ سَتَجِدُنِيْ إِنْ شَاءَ اللّٰهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ</p>
<p><strong>Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,</strong></p>
<p>Pada hari-hari Dzulhijjah yang penuh keberkahan ini, kita kembali diingatkan kepada kisah agung keluarga Nabi Ibrahim a.s. Kisah itu bukan sekadar sejarah tentang ibadah kurban. Ia adalah pelajaran besar tentang keluarga, iman, keteladanan, dan pendidikan pengorbanan.</p>
<p>Tema khutbah kita hari ini adalah: <strong>“Keluarga Ibrahim dan Pendidikan Pengorbanan.”</strong> Tema ini penting karena keluarga hari ini menghadapi tekanan yang tidak ringan. Ada tekanan ekonomi. Ada kesibukan kerja. Ada jarak komunikasi antara orang tua dan anak. Ada gawai yang mendekatkan yang jauh, tetapi kadang menjauhkan yang dekat. Ada rumah yang tampak lengkap secara materi, tetapi sepi dari percakapan, doa, dan keteladanan.</p>
<p>Banyak keluarga kuat bangunannya, tetapi rapuh suasana batinnya. Banyak anak tidak kekurangan fasilitas, tetapi kekurangan perhatian. Banyak orang tua bekerja keras untuk masa depan anak, tetapi tidak selalu punya waktu untuk mendidik hati dan akhlaknya.</p>
<p>Di tengah keadaan seperti ini, keluarga Nabi Ibrahim memberi teladan penting: keluarga yang kuat tidak cukup dibangun dengan nafkah lahir. Keluarga juga harus dibangun dengan iman, adab, kesabaran, dialog, dan kesediaan berkorban.</p>
<p><strong>Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,</strong></p>
<p>Ayat yang kita baca tadi memperlihatkan peristiwa yang sangat berat. Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Ismail bukan anak biasa. Ia adalah anak yang lama dinantikan, anak yang sangat dicintai, anak yang telah tumbuh menjadi penyejuk hati.</p>
<p>Namun, mari kita perhatikan cara Nabi Ibrahim menyampaikan perintah Allah kepada anaknya. Beliau tidak berkata dengan keras. Beliau tidak memaksa dengan amarah. Beliau tidak menggunakan otoritas ayah secara sewenang-wenang. Beliau memanggil anaknya dengan panggilan kasih:</p>
<p style="text-align: right">يَا بُنَيَّ</p>
<p><em>“Wahai anakku tersayang.”</em></p>
<p>Panggilan ini pendek, tetapi maknanya sangat dalam. Di dalamnya ada cinta, kelembutan, penghormatan, dan kedekatan batin antara ayah dan anak. Setelah itu Nabi Ibrahim berkata:</p>
<p style="text-align: right">فَانْظُرْ مَاذَا تَرَىٰ</p>
<p><em>“Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu.”</em></p>
<p>Di sinilah kita belajar bahwa pendidikan keluarga dalam Islam bukan pendidikan yang kasar, bukan pula pendidikan yang membiarkan. Pendidikan keluarga adalah jalan tengah: tegas dalam nilai, lembut dalam cara; kuat dalam prinsip, bijak dalam komunikasi.</p>
<p><strong>Jamaah Jumat rahimakumullah,</strong></p>
<p>Jawaban Nabi Ismail juga sangat luar biasa. Ia berkata:</p>
<p style="text-align: right">يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ</p>
<p><em>“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu.”</em></p>
<p>Jawaban ini bukan jawaban anak yang takut kepada ayahnya. Ini adalah jawaban anak yang hatinya telah dididik mengenal Allah. Ismail tidak hanya menghormati ayahnya, tetapi juga tunduk kepada perintah Allah. Ia tidak hanya memiliki sopan santun, tetapi memiliki kedalaman iman.</p>
<p>Dari sini kita belajar bahwa keberhasilan pendidikan keluarga tidak hanya diukur dari prestasi duniawi anak. Prestasi itu penting. Sekolah penting. Ilmu penting. Keterampilan penting. Tetapi semua itu harus dipandu oleh iman dan akhlak.</p>
<p>Anak yang pintar tanpa adab bisa menjadi tajam dan melukai. Anak yang sukses tanpa iman bisa tinggi kedudukannya, tetapi kosong jiwanya. Anak yang memiliki banyak kemampuan, tetapi tidak mengenal tanggung jawab, bisa menjadi beban bagi dirinya dan lingkungannya.</p>
<p><strong>Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,</strong></p>
<p>Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:</p>
<p style="text-align: right">خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِيْ</p>
<p>Artinya: <em>“Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya, dan aku adalah yang paling baik kepada keluargaku.”</em> (HR. At-Tirmidzi).</p>
<p>Hadis ini memberikan ukuran yang sangat jujur tentang kualitas kesalehan kita. Kesalehan tidak hanya tampak di masjid. Kesalehan juga tampak di rumah. Kesalehan tidak hanya terlihat ketika seseorang berada di tengah masyarakat. Kesalehan juga terlihat ketika ia berhadapan dengan istri, suami, anak, orang tua, saudara, dan keluarganya.</p>
<p>Rumah adalah tempat paling nyata untuk menguji akhlak. Di rumahlah kesabaran diuji. Di rumahlah kelembutan diuji. Di rumahlah kejujuran, tanggung jawab, dan pengorbanan diuji. Maka, memperbaiki keluarga berarti memperbaiki pusat akhlak kita sendiri.</p>
<p><strong>Jamaah Jumat rahimakumullah,</strong></p>
<p>Pengorbanan dalam keluarga tidak selalu berbentuk peristiwa besar. Pengorbanan sering hadir dalam hal-hal sederhana. Ayah yang bekerja dengan halal dan sabar adalah bentuk pengorbanan. Ibu yang merawat dan mendoakan anak-anaknya adalah bentuk pengorbanan. Suami istri yang saling memahami adalah bentuk pengorbanan. Anak yang menghormati orang tua adalah bentuk pengorbanan.</p>
<p>Pengorbanan juga berarti menahan lisan agar tidak melukai. Menahan amarah agar rumah tidak dipenuhi ketegangan. Mengurangi ego agar tidak semua perbedaan berubah menjadi pertengkaran. Berani meminta maaf meskipun merasa benar. Berani memaafkan meskipun hati masih terluka. Berani meluangkan waktu untuk keluarga meskipun tubuh lelah setelah bekerja.</p>
<p>Inilah makna kurban yang perlu kita bawa pulang ke rumah. Kurban bukan hanya menyembelih hewan. Kurban juga menyembelih kesombongan, keakuan, kemarahan, dan kecintaan berlebihan kepada dunia.</p>
<p><strong>Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah,</strong></p>
<p>Dalam pandangan kemaslahatan, keluarga bukan urusan pribadi semata. Keluarga adalah fondasi masyarakat. Bila keluarga rusak, masyarakat ikut lemah. Bila keluarga kuat, masyarakat ikut sehat. Rumah yang mendidik akhlak akan melahirkan warga yang jujur. Rumah yang membiasakan musyawarah akan melahirkan pribadi yang menghargai perbedaan. Rumah yang penuh doa akan melahirkan jiwa yang lebih tenang. Rumah yang menghormati ilmu dan ulama akan melahirkan generasi yang tidak tercerabut dari akar agamanya.</p>
<p>Karena itu, memperbaiki keluarga adalah bagian dari ibadah sosial. Ia bukan hanya untuk kebaikan rumah kita sendiri, tetapi juga untuk kemaslahatan umat, masyarakat, dan bangsa.</p>
<p><strong>Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,</strong></p>
<p>Maka pada momentum Dzulhijjah ini, marilah kita pulang membawa semangat keluarga Ibrahim, dengan menghidupkan doa dalam rumah [tidak hanya gawai], memperbaiki komunikasi dengan anak, menjadikan rumah sebagai madrasah akhlak bagi anak-anak, dan meluangkan waktu untuk keluarga.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan keluarga kita keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah. Semoga Allah menjadikan anak-anak kita generasi yang saleh dan salehah, berilmu, beradab, menghormati orang tua, mencintai ulama, serta bermanfaat bagi agama, bangsa, dan kemanusiaan.</p>
<p style="text-align: right">بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.</p>
<p style="text-align: right">أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</p>
<p style="text-align: right"><!-- notionvc: 2ed6a2cd-e080-455e-bf72-3a45af1c9000 -->.</p>
<h2>Khutbah II</h2>
<p style="text-align: right">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا، أَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوااللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ. فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى، يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلٰيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا</p>
<p style="text-align: right">اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ</p>
<p style="text-align: right">اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ بُيُوْتَنَا بُيُوْتًا مُبَارَكَةً، مَمْلُوْءَةً بِالْإِيْمَانِ وَالسَّكِيْنَةِ وَالْمَوَدَّةِ وَالرَّحْمَةِ. اَللّٰهُمَّ أَصْلِحْ أَزْوَاجَنَا وَذُرِّيَّاتِنَا، وَاجْعَلْهُمْ مِنَ الصَّالِحِيْنَ وَالصَّالِحَاتِ، الْبَارِّيْنَ بِوَالِدَيْهِمْ، النَّافِعِيْنَ لِلْأُمَّةِ وَالْبِلَادِ.</p>
<p style="text-align: right">اَللّٰهُمَّ وَفِّقْنَا لِتَرْبِيَةِ أَوْلَادِنَا عَلَى الْإِيْمَانِ وَالْأَخْلَاقِ الْكَرِيْمَةِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الَّذِيْنَ يَحْفَظُوْنَ أَهْلِيْهِمْ بِالرَّحْمَةِ وَالْمَوَدَّةِ وَحُسْنِ الْمُعَاشَرَةِ. اَللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُوْنِيْسِيَا، وَسَائِرَ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْهَا بِلَادًا آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً، وَارْزُقْ أَهْلَهَا مِنَ الْخَيْرَاتِ وَالْبَرَكَاتِ، وَوَفِّقْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ وَرِعَايَةِ مَصَالِحِ الْعِبَادِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ، وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right">عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى، وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ.</p>
<p style="text-align: right">فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَر</p>
<p>*Abid Rohmanu, Aswaja Center.</p>
<p><!-- notionvc: c2c662e9-8a9c-4914-a857-a3e77696ee54 --></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/keluarga-ibrahim-dan-pendidikan-pengorbanan/">Keluarga Ibrahim dan Pendidikan Pengorbanan*</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/keluarga-ibrahim-dan-pendidikan-pengorbanan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
