<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari pesantren - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/pesantren/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/pesantren/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Jun 2026 01:10:07 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari pesantren - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/pesantren/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Kyai Tapi Bukan Kyai</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 01:08:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8732</guid>

					<description><![CDATA[<p>Orang Jawa memang memiliki tradisi menghormati apa pun yang... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/">Kyai Tapi Bukan Kyai</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<figure id="attachment_8733" aria-describedby="caption-attachment-8733" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-8733" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-300x164.png" alt="" width="300" height="164" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-300x164.png 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-1024x559.png 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q-768x419.png 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/Gemini_Generated_Image_9a0q819a0q819a0q.png 1408w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8733" class="wp-caption-text">Ilustrasi: gelar kyai yang membius</figcaption></figure>
</div>
<div></div>
<p>Orang Jawa memang memiliki tradisi menghormati apa pun yang dianggap memiliki kelebihan, kekuatan, kesaktian dan keramat. Cara menghormati tersebut misalnya dengan menyebutnya sebagai “kyai” (menurut KBBI yang baku sebenarnya kiai, bukan kyai). Lihat saja misalnya ada Keris Kyai Sengkelat, Keris KyaiCarubuk, Tombak Kyai Pleret dan Kebo Kyai Slamet. Keris Kyai Sengkelat, konon adalah pusaka yang dipesan oleh Sunan Kalijaga yang dbuat oleh Empu Supa Mandrangi di akhir masa Kerajaan Majapahit. Keris itu, konon diserahkan kepada Parabu Brawijaya V. Sunan Kalijaga juga memiliki keris pribadi yang disebut Keris Kyai Carubuk. Tombak Kyai Pleret, juga demikian. Konon, tombak ini dimiliki oleh Ki Ageng Pemanahan, pembuka jalan Kerajaan Islam Mataram. Tombak ini kemudian digunakan oleh keturunannya Sutawijaya (Senopati) untuk membunuh Aryo Penangsang, Adipati Jipang. Tombak ini sekarang tersimpan di Keraton Yogyakarta. Sedangkan Kebo Kyai Slamet adalah kerbau albino (kerbau bule) Jantan dan betina milik Keraton Kasunanan Surakarta. Kerbau yang Konon berasal pemberian tokoh penting Ponorogo ini, bukan kerbau biasa, tetapi kerbau pengawal tombak pusaka Kerajaan, Tombak Kyai Pleret.</p>
<p>Orang-orang yang dihormati karena memiliki kelebihan juga disebut kyai. “Ki” artinya orang laki-laki, sehingga kitab biasa mendengar gelar, “Ki Ageng”, “Ki Pemanahan” dan lain-lain. Sementara “yayi” sering dilekatkan untuk orang yang dicintai, dihormati dan disayangi. Seorang adik yang disayangi biasanya disebut “yayi”, “rayi” dan “dinda yayi”. Makna biologis ini kemudian mengalami pergeseran menjadi makna sosiologis untuk sesuatu yang disayangi dan dihormati seperti “priyayi” atau “para yayi”. Dari sinilah muncul istilah Kiai atau Kyai yaitu seorang laki-laki yang dihormati.  Kata “priyayi” kemudian dijadikan sebagai tipologi oleh Antropolog dari Amerika Serikat, Clifforrd Geertz dalam membagi masyarakat Jawa, Abangan, Priyayi dan Santri dalam bukunya The Religion of Java tahun 1960. Geertz, sebagai orang luar, tentu keliru dalam melakukan pemilahan ini. Kategorinya tumpang tindih. Priyayi adalah kategori berbasis sosial ekonomi, sementara santri dan abangan adalah kategori keagamaan. Dalam kenyataan, banyak priyayi adalah santri. Demikian pula banyak ditemui, kelompok abangan adalah priyayi. Sekarang banyak Kyai adalah Priyayi.</p>
<p>Gelar Yang Membius</p>
<p>Para guru sufi selalu mengajarkan bahwa status dan posisi sosial berada dalam titik membahayakan. Cerita Jalaluddin al-Rumi penting untuk kita Simak. Al-Rumi suatu saat diberi pelajaran berharga oleh gurunya Syamsuddin al-Tabrizi tentang keharusan menjaga diri dari kesombongan, ego personal dan berhala keramat. Suatu saat, al-Rumi diperintah oleh gurunya, al-Tabriz, untuk membeli khamr atau arak. Karena menghormati Sang guru, walau hati menyimpan rasa masyghul dan ada penolakan, namun karena menghargai Sang guru, dengan cara sembunyi-sembunyi, al-Rumi membelikan arak di perkampungan kaum Nasrani dan memasukkan arak tersebut di jubahnya. Namun apes, di tengah jalan, ia bertemu dengan salah satu murid yang selalu mendengar pengajiannya. Murid al-Rumi curiga dan mendapati al-Rumi membeli arak. Sang murid berteriak dan menghina al-Rumi sebagai pengajar yang sok suci, ternyata pembeli arak yang diharamkan. Massa berkumpul dan menghujat al-Rumi. Al-Rumi diludahi, dipukul dan dihina. Untunglah, al-Tabriz, guru al-Rumi datang dan menjelaskan bahwa yang dibawa al-Rumi bukan arak tetapi cuka. Massa awalnya tidak percaya, namun mereka berusaha membuktikan, ternyata benar, bukan arak tetapi cuka.</p>
<p>Al-Tabriz menjelaskan kepada al-Rumi bahwa popularitas jika tidak dijaga, membahayakan. Gelar apapun yang dilekatkan manusia gampang sekali sirna. Pangkat, status, jabatan dan popularitas tidak menunjukkan posisi apa pun di hadapan Tuhan. Tuhan akan melihat hati dan amal seseorang. Ketika Tuhan punya keinginan, popularitas akan hilang dengan cepat bahkan menghinakan. Al-Tabriz mengajarkan kepada al-Rumi untuk bertindak hanya untuk Allah, tidak untuk yang lain. Semakin populer seseorang, harusnya semakin berat beban psikologisnya. Bukankah banyak cerita bahwa kelebihan yang dimiliki seseorang perlu mendapat ujian, dari Allah atau dari setan. Jika seseorang semakin sombong dengan kelebihan itu, mungkin saja itu dari syetan. Para wali sangat takut, jika keramat (karomah) diketahui oleh manusia, karena akan merusak reputasinya di hadapan Allah.</p>
<p>Max Weber menyebut otoritas yang dimiliki kyai sebagai otoritas karismatik. Otoritas karismatik memiliki daya paksa kuat bagi pengikutnya. Dimensi mistik-spritual membutakan para pengikutnya untuk bersifat kritis. Kajadian-kejadian yang menimpa santriwan-santriwati oleh kyai dalam berita-berita di media sosial akhir-akhir ini, berawal dari pandangan otoritas ini. Secara nalar keagamaan, otoritas semacam ini seringkali membinasakan sang pemilik otoritas. Erving Goffman mempertegas bahwa otoritas yang terisolasi (total institutions) semacam asrama memiliki potensi penyimpangan baik dari norma agama maupun norma sosial. Terlebih lagi otoritas dan total institutions tersebut dibalut dengan relasi kuasa dan pengetahuan seperti analisa Michel Foucault dalam bentuk doktrin-doktrin agama seperti barokah, ilmu manfaat dan khidmah. Lalu, agar gelar tidak membius, bagaimana?</p>
<p>Kyai Versus Ulama dan Kesalahan Berpikir</p>
<p>al-Qur’an dalam Surah Fatir: 28 menyebut ulama sebagai orang yang takut kepada Allah. Moralitas ulama dipegang teguh. Hadis Nabi juga menjelaskan bahwa ulama adalah pewaris para nabi. Kata “ulama” adalah bentuk plural (jama’ taksir) dari singular (mufrod) ‘alim (orang yang berilmu). Ulama adalah mereka yang memiliki ilmu dan ilmu itu membuatnya takut atau bertakwa kepada Allah. Dengan ilmu dan ketakutannya itu, ia akan menjalankan fungsi-fungsi kenabian. Fungsi kenabian ini misalnya fungsi teologis dan fungsi sosial. Kyai yang seperti inilah kyai yang sesungguhnya. Kyai yang pantas disebut kyai. Oleh karena itu, tidak semua kyai adalah kyai. Para pemberi gelar harusnya kritis dalam membedakan kyai ini. Sebagai gelar sosiologis, pemberi gelar harus hati-hati dalam melekatkan kyai kepada seseorang.</p>
<p>Kesalahan berpikir terjadi pada masalah gelar ini. Pertama, pemberi gelar terlalu cepat memberi gelar bahwa yang sering berbicara agama, baik di panggung maupun non panggung sebagai kyai. Pemberi gelar juga cepat memberi kesimpulan bahwa pemimpin ritual keagamaan sebagai kyai. Pemberi gelar terkadang terburu-buru melabeli kyai terhadap orang yang secara supranatural mampu memberi solusi atau kesembuhan penyakit tertentu.  Seringkali juga, pemberi gelar terlalu dini menyebut kyai kepada pemimpin lembaga atau organisasi yang berbasis agama. Kesalahan berpikir kedua adalah terlalu cepat pula menghukumi bahwa semua kyai adalah sama, sebagaimana terlalu cepat menghakimi bahwa pesantren adalah sama. Ketika seseorang melarang anaknya sekolah di pesantren karena satu peristiwa yang menimpa santri di suatu pesantren, maka ia telah melakukan kesalahan berpikir. Sebagaimana seserang tidak mau naik bis, karena ada satu bis yang menabrak pejalan kaki. Kesalahan berpikir ini dalam studi logika disebut dengan hasty generalization, menarik kesimpulan dari bukti atau peristiwa yang sedikit. Wallahu a’lamu.</p>
<div></div>
<div>Penulis: <strong>Dr. Iswahyudi, M.Ag.</strong> (<em>Wakil Ketua PCNU Ponorogo dan Wakil Dekan III Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah UIN Kiai Ageng Besari Ponorogo</em>)</div>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/">Kyai Tapi Bukan Kyai</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/kyai-tapi-bukan-kyai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Lingkungan Hidup, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo Sulap Ban Bekas Jadi Media Tanam Pohon</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 03 Jun 2026 01:12:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[ekoteologi]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[peduli lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[penanaman pohon]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pohon]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8717</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia,... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/">Peringati Hari Lingkungan Hidup, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo Sulap Ban Bekas Jadi Media Tanam Pohon</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8718" aria-describedby="caption-attachment-8718" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-8718" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-300x225.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-1024x768.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-768x576.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-1536x1152.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.03.16-2048x1536.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8718" class="wp-caption-text">Kolaborasi LPBINU dengan Lazisnu Ponorogo, dalam aksi penanaman pohon</figcaption></figure>
<p data-start="109" data-end="438">NU Online Ponorogo – Memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">LPBI NU Ponorogo</span></span> bersama <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NU Care-LAZISNU Ponorogo</span></span> menggelar aksi penanaman pohon massal yang berlangsung serentak di dua lokasi berbeda, yakni Desa Sukosari, Kecamatan Babadan, dan Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan, Senin (1/6/2026).</p>
<p data-start="440" data-end="725">Mengusung tema <em>“Merawat Bumi, Menjaga Masa Depan Bersama NU”,</em> kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian Nahdlatul Ulama terhadap pelestarian lingkungan sekaligus upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat tentang pentingnya menjaga keberlanjutan alam bagi generasi mendatang.</p>
<p data-start="727" data-end="1098">Aksi penghijauan dimulai sejak pukul 06.30 WIB dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari kader NU, relawan lingkungan, Banser, hingga pemuda desa setempat. Tidak hanya berfokus pada penanaman pohon, kegiatan ini juga menghadirkan inovasi menarik dengan menggabungkan gerakan penghijauan dan pengelolaan limbah melalui pemanfaatan ban bekas sebagai media tanam.</p>
<p data-start="1100" data-end="1450">Ketua <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">LPBI NU Ponorogo</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Khusnul Khabib</span></span>, menjelaskan bahwa pemanfaatan limbah ban bekas merupakan salah satu bentuk edukasi lingkungan yang ingin dikenalkan kepada masyarakat. Menurutnya, ban bekas merupakan jenis sampah yang sulit terurai sehingga perlu diolah secara kreatif agar memiliki nilai guna baru.</p>
<p data-start="1452" data-end="1692">“Melalui pemanfaatan ban bekas sebagai media tanam, kita tidak hanya melakukan penghijauan, tetapi juga berupaya mengurangi limbah yang berpotensi mencemari lingkungan. Selain itu, area penanaman menjadi lebih tertata dan menarik,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_8719" aria-describedby="caption-attachment-8719" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-8719" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-300x225.jpeg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-300x225.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-1024x768.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-768x576.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-1536x1152.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.05.33-2048x1536.jpeg 2048w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8719" class="wp-caption-text">tampak Ketua LPBINU Khusnul Habib dan Perwakilan Lazisnu Jam&#8217;un Haidar menanam pohon pada media tanam berbahan ban bekas</figcaption></figure>
<p data-start="1694" data-end="1925">Ia menambahkan, kegiatan ini terlaksana berkat kolaborasi berbagai pihak, di antaranya <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NU Care-LAZISNU Ponorogo</span></span>, Karang Taruna Mumpuni Desa Sukosari, Sahabat Banser, serta para relawan lingkungan dari Desa Tanjungsari.</p>
<p data-start="1927" data-end="2241">Dalam aksi tersebut, para relawan menanam berbagai jenis tanaman produktif dan penghijauan yang diharapkan memberikan manfaat ekologis maupun ekonomi bagi masyarakat. Sebanyak 62 bibit alpukat dan 20 bibit kakao ditanam di sejumlah titik, disertai beberapa jenis tanaman bunga untuk memperindah lingkungan sekitar.</p>
<p data-start="2243" data-end="2552">Perwakilan <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">NU Care-LAZISNU Ponorogo</span></span>, <span class="hover:entity-accent entity-underline inline cursor-pointer align-baseline"><span class="whitespace-normal">Jam&#8217;un Haidar</span></span>, mengapresiasi semangat para relawan yang terlibat dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, pelaksanaan kegiatan secara bersamaan di dua lokasi menunjukkan keseriusan dan komitmen bersama dalam menjaga kelestarian lingkungan.</p>
<p data-start="2554" data-end="2866">“Melalui program ini, LPBI NU Ponorogo mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk aktif menjaga ekosistem. Semangat <em data-start="2669" data-end="2704">Dari Bumi, Untuk Bumi, Bersama NU</em> menjadi energi bagi para relawan untuk terus menghijaukan lingkungan demi terjaganya kualitas udara dan keberlangsungan kehidupan generasi mendatang,” ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_8720" aria-describedby="caption-attachment-8720" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8720" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-300x169.jpeg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-1024x577.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-768x433.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-1536x866.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-740x414.jpeg 740w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24-355x199.jpeg 355w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/06/WhatsApp-Image-2026-06-01-at-21.04.24.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8720" class="wp-caption-text">Seorang relawan sedang berpose dengan media tanam berbahan ban bekas</figcaption></figure>
<p data-start="2868" data-end="3070">Ia juga menilai bahwa langkah sederhana seperti menanam pohon dan mendaur ulang limbah dapat memberikan dampak besar apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan partisipasi masyarakat secara luas.</p>
<p data-start="3072" data-end="3451">Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui aksi nyata yang sederhana namun berdampak jangka panjang. Dengan memadukan gerakan penghijauan dan inovasi pengelolaan limbah, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo berharap dapat menumbuhkan budaya cinta lingkungan sekaligus menginspirasi masyarakat untuk turut mengambil bagian dalam menjaga bumi.</p>
<p data-start="3453" data-end="3722" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui semangat kolaborasi dan gotong royong, aksi penanaman pohon ini tidak hanya menjadi peringatan seremonial Hari Lingkungan Hidup, tetapi juga menjadi ikhtiar bersama untuk mewariskan lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan lestari bagi generasi yang akan datang.</p>
<p data-start="3453" data-end="3722" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kontributor: Tim Media LPBI NU</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/">Peringati Hari Lingkungan Hidup, LPBI NU dan LAZISNU Ponorogo Sulap Ban Bekas Jadi Media Tanam Pohon</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-lingkungan-hidup-lpbi-nu-dan-lazisnu-ponorogo-sulap-ban-bekas-jadi-media-tanam-pohon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muskercab II PCNU Ponorogo Tetapkan Arah Program Khidmah 2026–2028</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-tetapkan-arah-program-khidmah-2026-2028/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-tetapkan-arah-program-khidmah-2026-2028/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 13:46:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[muskercab]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[sidang pleno]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8708</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Suasana khidmat dan penuh semangat... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-tetapkan-arah-program-khidmah-2026-2028/">Muskercab II PCNU Ponorogo Tetapkan Arah Program Khidmah 2026–2028</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8709" aria-describedby="caption-attachment-8709" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8709" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.01.02-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.01.02-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.01.02-1024x682.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.01.02-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.01.02.jpeg 1466w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8709" class="wp-caption-text">Jajaran pengurus menabuh rebana sebagai simbol kebersamaan dan semangat khidmah Nahdlatul Ulama.</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Suasana khidmat dan penuh semangat kebersamaan mewarnai Sidang Pleno Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II PCNU Ponorogo yang digelar di PP Hudatul Muna 2 Jenes, Ahad (31/5/2026). Forum tersebut menjadi puncak rangkaian Muskercab II setelah sebelumnya dilaksanakan sidang-sidang komisi yang merumuskan program kerja dan rekomendasi organisasi.</p>
<p>Mengusung tema “Berdasarkan Renstra, Berorientasi Kinerja, Berdaya untuk Umat”, Muskercab II menjadi momentum evaluasi sekaligus konsolidasi organisasi untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai Rencana Strategis (Renstra) PCNU Ponorogo 2024–2029.</p>
<p>Kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembacaan tahlil, serta seremoni pembukaan yang dihadiri jajaran Syuriyah dan Tanfidziyah PCNU Ponorogo, pengurus lembaga, badan otonom, badan khusus, serta perwakilan MWCNU se-Kabupaten Ponorogo.</p>
<figure id="attachment_8710" aria-describedby="caption-attachment-8710" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8710" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.55.36-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.55.36-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.55.36-1024x683.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.55.36-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.55.36.jpeg 1300w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8710" class="wp-caption-text">Pembukaan resmi Muskercab II dilakukan oleh PWNU Jawa Timur, Drs. KH. Fatchul Aziz, M.A.</figcaption></figure>
<p>Pembukaan resmi Muskercab II dilakukan oleh Ketua PWNU Jawa Timur, Drs. KH. Fatchul Aziz, M.A.. Sebelum membuka forum, KH Fatchul Aziz mengajak seluruh peserta membacakan Surah Al-Fatihah sebagai doa bersama agar seluruh rangkaian sidang berjalan lancar dan menghasilkan keputusan yang membawa kemaslahatan bagi umat. Suasana semakin semarak ketika seluruh jajaran pengurus bersama-sama melantunkan rebana sebagai simbol kebersamaan dan semangat khidmah Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Dalam sambutannya, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, M.Pd., menegaskan bahwa Muskercab merupakan forum strategis untuk mengevaluasi capaian program sekaligus merumuskan langkah organisasi ke depan.</p>
<p>“Muskercab bukan sekadar agenda organisasi, melainkan ikhtiar bersama untuk memastikan program-program NU benar-benar hadir dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, shahibul bait, KH. Romdhon Fauzi, menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Pondok Pesantren Hudatul Muna 2 sebagai tuan rumah pelaksanaan sidang pleno.</p>
<figure id="attachment_8711" aria-describedby="caption-attachment-8711" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8711" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.04.00-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.04.00-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.04.00-1024x682.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.04.00-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.04.00-1536x1023.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-19.04.00.jpeg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8711" class="wp-caption-text">Prosesi serah terima palu sidang dari Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, M.Pd., kepada Wakil Syuriyah PCNU Ponorogo sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Muskercab II, Prof. Dr. KH. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag.</figcaption></figure>
<p>Usai seremoni pembukaan, dilakukan prosesi serah terima palu sidang dari Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, M.Pd., kepada Wakil Syuriyah PCNU Ponorogo sekaligus Ketua Steering Committee (SC) Muskercab II, Prof. Dr. KH. Lutfi Hadi Aminuddin, M.Ag.. Penyerahan tersebut menandai dimulainya sidang pleno secara resmi, dengan Prof. Lutfi Hadi Aminuddin memimpin seluruh jalannya persidangan hingga penutupan.</p>
<p>Sidang Pleno I membahas dan menetapkan tata tertib persidangan sebagai landasan jalannya forum. Selanjutnya, Sidang Pleno II membahas dan menetapkan Rencana Operasional (Renop) serta Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) yang merupakan hasil rumusan sebelas komisi pada sidang sebelumnya.</p>
<p>Berbagai usulan program dari lembaga, badan otonom, dan badan khusus dibahas serta diselaraskan dengan arah kebijakan organisasi. Fokus pembahasan mencakup penguatan kaderisasi, pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, kesejahteraan umat, literasi, hukum, kebudayaan, lingkungan hidup, hingga penguatan kelembagaan NU.</p>
<figure id="attachment_8704" aria-describedby="caption-attachment-8704" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8704" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-1024x683.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31.jpeg 1492w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8704" class="wp-caption-text">Suasana Sidang Pleno III yang menetapkan rekomendasi Muskercab II</figcaption></figure>
<p>Pada Sidang Pleno III, peserta membahas dan menetapkan sejumlah rekomendasi strategis sebagai panduan gerak organisasi dalam menjawab berbagai tantangan sosial, pendidikan, keagamaan, dan ekonomi di Kabupaten Ponorogo.</p>
<p>Prof. Dr. KH. Lutfi Hadi Aminuddin, M.Ag., menyampaikan bahwa seluruh keputusan yang dihasilkan merupakan hasil musyawarah bersama untuk menerjemahkan Renstra PCNU Ponorogo ke dalam program yang terukur, berkelanjutan, dan berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>Rangkaian Muskercab II ditutup dengan arahan Rais Syuriyah PCNU Ponorogo, KH. Moh. Sholechan Al-Hafid. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh kualitas perencanaan, tetapi juga oleh kesungguhan para pengurus dalam menjalankan amanah dan menjaga semangat khidmah kepada umat.</p>
<p>Melalui Muskercab II ini, PCNU Ponorogo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pelayanan kepada umat, memperkokoh tata kelola organisasi, serta menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat pada periode 2026–2028.</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-tetapkan-arah-program-khidmah-2026-2028/">Muskercab II PCNU Ponorogo Tetapkan Arah Program Khidmah 2026–2028</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-tetapkan-arah-program-khidmah-2026-2028/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Muskercab II PCNU Ponorogo Rekomendasikan Pemetaan Pesantren Sesuai Standar Keilmuan NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-rekomendasikan-pemetaan-pesantren-sesuai-standar-keilmuan-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-rekomendasikan-pemetaan-pesantren-sesuai-standar-keilmuan-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2026 13:35:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nuponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnuponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8703</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-rekomendasikan-pemetaan-pesantren-sesuai-standar-keilmuan-nu/">Muskercab II PCNU Ponorogo Rekomendasikan Pemetaan Pesantren Sesuai Standar Keilmuan NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8704" aria-describedby="caption-attachment-8704" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8704" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-1024x683.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.27.31.jpeg 1492w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8704" class="wp-caption-text">Suasana Sidang Pleno III yang menetapkan rekomendasi Muskercab II</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Musyawarah Kerja Cabang (Muskercab) II Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo di PP Hudatul Muna 2 Jenes (31/5/2026) merekomendasikan penyusunan panduan pemetaan pesantren berdasarkan tradisi keilmuan Nahdlatul Ulama. Rekomendasi tersebut menjadi salah satu keputusan penting Sidang Pleno III yang membahas penguatan tata kelola pesantren dan kaderisasi ulama di lingkungan NU Ponorogo.</p>
<p>Rekomendasi ini dilatarbelakangi oleh munculnya sejumlah kasus pelanggaran moral dan tindak asusila yang melibatkan oknum pengasuh lembaga pendidikan keagamaan yang oleh masyarakat sering disebut sebagai kiai. Fenomena tersebut dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pesantren dan tradisi keulamaan yang selama ini menjadi pilar utama pendidikan Islam di Indonesia.</p>
<p>Dalam rekomendasinya, Muskercab II menegaskan bahwa kedudukan kiai dalam tradisi Nahdlatul Ulama bukan sekadar gelar sosial yang lahir karena kepemilikan lembaga pendidikan, popularitas, atau pengaruh di tengah masyarakat. Seorang kiai harus memiliki kedalaman ilmu agama, sanad keilmuan yang jelas, integritas moral, pengabdian kepada umat, serta komitmen terhadap ajaran <em>Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.</em></p>
<p>Selain itu, forum juga merekomendasikan dilakukannya pemetaan pesantren yang <em>mu’tabar</em> dengan memperhatikan sejarah pesantren, sanad keilmuan, corak pendidikan, keterkaitan dengan Nahdlatul Ulama, potensi kaderisasi ulama, serta kontribusi sosial-keagamaan bagi masyarakat.</p>
<figure id="attachment_8705" aria-describedby="caption-attachment-8705" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8705" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.30.03-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.30.03-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.30.03-1024x683.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.30.03-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-20.30.03.jpeg 1500w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8705" class="wp-caption-text">Dr. Idam Mustofa saat memberikan sambutan pada pembukaan Sidang Pleno</figcaption></figure>
<p>Kepada NU online Ponorogo Ketua PCNU, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., menyampaikan bahwa rekomendasi tersebut bukan dimaksudkan untuk menghakimi atau mengklasifikasikan pesantren secara eksklusif, melainkan sebagai ikhtiar menjaga marwah pesantren dan tradisi keilmuan yang menjadi ciri khas Nahdlatul Ulama.</p>
<p>“Pemetaan pesantren ini penting sebagai dasar pembinaan dan pengembangan pesantren di Ponorogo. NU memiliki tradisi keilmuan yang jelas, memiliki sanad yang tersambung, serta sistem kaderisasi ulama yang telah teruji. Karena itu, diperlukan instrumen yang dapat membantu organisasi memahami karakter, potensi, dan kebutuhan masing-masing pesantren secara lebih tepat,” ujarnya.</p>
<p>Menurutnya, pemetaan tersebut juga menjadi langkah strategis untuk memperkuat proses kaderisasi ulama dan memastikan bahwa pesantren tetap menjadi pusat transmisi ilmu, pembentukan akhlak, dan pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>“NU berkepentingan menjaga kehormatan pesantren. Ketika terjadi kasus yang melibatkan oknum tertentu, masyarakat sering kali melakukan generalisasi terhadap seluruh pesantren. Karena itu, kita perlu memperkuat identitas pesantren yang berakar pada tradisi keilmuan, akhlak, dan sanad yang jelas agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga,” tambahnya.</p>
<figure id="attachment_8706" aria-describedby="caption-attachment-8706" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8706" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.42.28-300x200.jpeg" alt="" width="300" height="200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.42.28-300x200.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.42.28-1024x683.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.42.28-768x512.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-31-at-18.42.28.jpeg 1500w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8706" class="wp-caption-text">Jajaran Syuriah PCNU membahas rancangan rekomendasi tentang pemetaan pesantren</figcaption></figure>
<p>Sebagai tindak lanjut rekomendasi Muskercab II, PCNU Ponorogo akan membentuk Tim Penyusun Panduan Pemetaan Pesantren. Forum juga meminta Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Ponorogo menjadi <em>leading sector</em> dalam pendataan, verifikasi, dan pengembangan basis data pesantren yang terintegrasi.</p>
<p>Selain itu, Lembaga Bahtsul Masail Nahdlatul Ulama (LBMNU), RMI, dan unsur Syuriah PCNU Ponorogo didorong untuk menyusun naskah akademik serta kajian keagamaan mengenai kriteria keulamaan dalam perspektif tradisi Nahdlatul Ulama.</p>
<p>Melalui rekomendasi tersebut, forum Muskercab II PCNU Ponorogo berharap terbangun tata kelola kelembagaan pesantren yang semakin kuat, akuntabel, serta tetap berpegang teguh pada nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.</p>
<p>Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-rekomendasikan-pemetaan-pesantren-sesuai-standar-keilmuan-nu/">Muskercab II PCNU Ponorogo Rekomendasikan Pemetaan Pesantren Sesuai Standar Keilmuan NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/muskercab-ii-pcnu-ponorogo-rekomendasikan-pemetaan-pesantren-sesuai-standar-keilmuan-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Mengaku Mantri Hingga Dipanggil Kiai: Catatan Kronologis dari Kasus Jayadi</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 02:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Public]]></category>
		<category><![CDATA[dokter]]></category>
		<category><![CDATA[kasus viral]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[mantri]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8655</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Kisah Jayadi tampaknya tidak lahir... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/">Dari Mengaku Mantri Hingga Dipanggil Kiai: Catatan Kronologis dari Kasus Jayadi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8656" aria-describedby="caption-attachment-8656" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8656" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-300x300.jpeg" alt="" width="300" height="300" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-300x300.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-1024x1024.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-150x150.jpeg 150w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-768x768.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-250x250.jpeg 250w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07-80x80.jpeg 80w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-24-at-09.21.07.jpeg 1328w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8656" class="wp-caption-text">Ilustrasi dokter</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Kisah Jayadi tampaknya tidak lahir dari ruang akademik yang panjang, melainkan dari kemampuan membaca peluang sosial di tengah masyarakat yang mudah percaya pada simbol.</p>
<p>Konon, semuanya bermula pada era 1990-an ketika ia mengikuti pendidikan keterampilan kesehatan sederhana semacam sekolah menengah praktik kesehatan. Sekolah itu masuk sore hari dengan menumpang gedung sekolah dasar di kawasan Purbosuman. Materinya bukan pendidikan dokter atau perawat profesional, melainkan keterampilan dasar: pertolongan pertama, mengukur tekanan darah, mengenali obat sederhana, hingga praktik lapangan di rumah sakit daerah.</p>
<p>Bekal itu sebenarnya sangat terbatas. Namun bagi masyarakat desa saat itu, sedikit pengetahuan medis sudah cukup terlihat istimewa.</p>
<p>Selepas pendidikan tersebut, Jayadi disebut bekerja membantu seorang dokter spesialis ortopedi di wilayah Solo Raya. Dari sana ia mengenal dunia praktik kesehatan lebih jauh: membersihkan luka, memberi obat, memahami cara dokter melayani pasien, dan mempelajari bahasa medis sehari-hari.</p>
<p>Pulang ke kampung halaman, ia mulai membuka praktik pengobatan sendiri di wilayah Jambon. Awalnya masyarakat mengenalnya sebagai “mantri”. Dari mulut ke mulut namanya menyebar. Pasien berdatangan karena akses kesehatan desa terbatas dan biaya pengobatan murah.</p>
<p>Namun perlahan praktiknya melampaui kapasitas awal yang ia miliki. Tindakan medis yang dilakukan semakin luas, tidak lagi sekadar pengobatan ringan. Keluhan mulai muncul. Beberapa kali praktiknya dipersoalkan karena dianggap tidak sesuai kompetensi maupun kewenangan medis. Bahkan kabarnya pernah ada laporan dan teguran dari otoritas kesehatan setempat.</p>
<p>Tetapi praktik itu justru terus membesar.</p>
<p>Di titik inilah tampaknya Jayadi memahami satu hal penting: di masyarakat, legitimasi bukan hanya soal kemampuan, tetapi soal citra.</p>
<p>Ia mulai membangun identitas lebih besar dari sekadar “mantri”. Papan nama praktik berubah lebih berani. Gelar-gelar akademik mulai disematkan di belakang namanya. Dokter. Profesor. M.Kes. Entah bagaimana proses akademiknya, masyarakat perlahan mulai menerima begitu saja.</p>
<p>Tetapi rupanya legitimasi medis saja belum cukup.</p>
<p>Jayadi kemudian bergerak mendekati lingkungan keagamaan. Ia aktif hadir di pengajian, membangun kedekatan dengan para kiai, ikut dalam kegiatan pesantren, dan tampil sebagai sosok religius.</p>
<p>Dalam kultur masyarakat pedesaan, kedekatan dengan ulama sering kali dianggap sebagai tanda kesalehan dan kedalaman ilmu agama. Masyarakat kita mudah memantulkan kewibawaan seorang tokoh kepada orang yang berada di dekatnya.</p>
<p>Dekat dokter dianggap dokter. Dekat kiai dianggap alim.</p>
<p>Dari situ proses transformasi sosial itu berjalan perlahan.</p>
<p>Orang mulai memanggilnya “kiai”. Ia lalu mendirikan pondok pesantren sendiri. Dengan adanya pesantren, legitimasi moralnya semakin kuat. Ia bukan lagi sekadar praktisi kesehatan, tetapi tokoh agama yang memiliki santri dan pengikut.</p>
<p>Padahal dalam tradisi pesantren yang sesungguhnya, seorang kiai lahir dari proses panjang: mondok bertahun-tahun, belajar kitab dari banyak guru, mengabdi, lalu memperoleh pengakuan keilmuan dari komunitas pesantren. Tetapi dalam masyarakat yang semakin simbolik, proses panjang itu sering kalah oleh pencitraan.</p>
<p>Cukup dekat dengan kiai, lalu dianggap kiai. Dekat pesantren, lalu membuat pesantren.</p>
<p>Dari sinilah otoritas sosial Jayadi terbentuk: gabungan antara citra medis, gelar akademik, dan simbol agama.</p>
<p>Masalahnya, ketika seseorang memperoleh kekuasaan sosial besar tanpa pengawasan yang memadai, penyimpangan sering tinggal menunggu waktu.</p>
<p>Kasus dugaan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur yang kini menyeret namanya memperlihatkan sisi paling berbahaya dari otoritas semu itu. Korban diduga bukan sekadar berhadapan dengan individu biasa, tetapi dengan figur yang telah dipercaya sebagai tokoh agama dan pengasuh.</p>
<p>Dalam posisi seperti itu, relasi menjadi timpang. Anak-anak dan keluarga cenderung percaya, patuh, bahkan takut mempertanyakan. Simbol agama menciptakan ruang aman bagi pelaku untuk memperoleh kuasa moral di hadapan korban.</p>
<p>Ironinya, pola hidup Jayadi tampak selalu sama: mendekati sesuatu untuk menjadi sesuatu. Dekat mantri agar dianggap mantri. Dekat dokter agar menjadi dokter. Dekat profesor agar tampak profesor. Dekat kiai agar dipanggil kiai. Dekat pesantren lalu mendirikan pesantren.</p>
<p>Dan kini, ketika ia berurusan dengan polisi, jaksa, dan pengadilan, masyarakat pun mulai menyindir dengan nada getir: jangan-jangan kelak ia juga akan mengaku polisi, jaksa, atau hakim. Sebab selama ini hampir semua identitas sosial tampaknya dibangun bukan melalui pendidikan dan proses panjang, melainkan melalui kedekatan, simbol, dan keberanian memainkan peran.</p>
<p>Kisah ini akhirnya bukan hanya tentang satu orang bernama Jayadi. Ia adalah potret masyarakat yang terlalu mudah percaya pada simbol dan terlalu jarang memeriksa proses di balik simbol itu sendiri.</p>
<p>Sebab ketika gelar bisa dibangun lewat pencitraan, dan kewibawaan bisa diperoleh hanya dengan kedekatan sosial, maka masyarakat perlahan kehilangan kemampuan membedakan mana otoritas sejati dan mana sekadar topeng.</p>
<p>Oleh: Nanang Diyanto/LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/">Dari Mengaku Mantri Hingga Dipanggil Kiai: Catatan Kronologis dari Kasus Jayadi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/dari-mengaku-mantri-hingga-dipanggil-kiai-catatan-kronologis-dari-kasus-jayadi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tanggapi Kasus Jayadi, Rais PCNU Ponorogo: Jangan Gampang Mengaku Kiai</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/tanggapi-kasus-jayadi-rais-pcnu-ponorogo-jangan-gampang-mengaku-kiai/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/tanggapi-kasus-jayadi-rais-pcnu-ponorogo-jangan-gampang-mengaku-kiai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 01:11:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8632</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Usai pelaksanaan sidang komisi Muskercab... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/tanggapi-kasus-jayadi-rais-pcnu-ponorogo-jangan-gampang-mengaku-kiai/">Tanggapi Kasus Jayadi, Rais PCNU Ponorogo: Jangan Gampang Mengaku Kiai</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8633" aria-describedby="caption-attachment-8633" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-8633" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260524-WA0005-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260524-WA0005-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260524-WA0005-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260524-WA0005-768x576.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/05/IMG-20260524-WA0005.jpg 1280w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-8633" class="wp-caption-text">Rais PCNU KH. Moh. Sholihan al Hafidz berpose bersama peserta Sidang Komisi Khusus Muskercab II</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Usai pelaksanaan sidang komisi Muskercab II PCNU Ponorogo pada Sabtu (23/5/2026), Rais Syuriah PCNU Ponorogo, KH. Moh. Sholihan Al Hafidz didampingi Katib Syuriah dan Ketua PCNU Ponorogo mengumpulkan jajaran RMI NU Ponorogo, LPBHNU Ponorogo, dan LTN NU Ponorogo untuk membahas langkah organisasi menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan Jayadi terhadap sejumlah santri yang diasuhnya.</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, PCNU Ponorogo melalui RMI NU diminta untuk melakukan langkah dukungan terhadap proses hukum yang sedang berjalan. Sebelumnya, pihak RMI NU juga telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi yang menegaskan bahwa pesantren yang diasuh Jayadi bukan bagian dari RMI NU. Selain itu, RMI NU juga menolak klaim Jayadi sebagai kiai maupun hafidz Al-Qur’an.</p>
<p>Kyai Sholihan menegaskan bahwa sikap tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi dalam menjaga marwah pesantren dan melindungi masyarakat dari penyalahgunaan simbol-simbol keagamaan.</p>
<p>“Pesantren itu lembaga mulia yang dibangun dengan sanad keilmuan, adab, dan tanggung jawab moral. Jangan sampai ada pihak yang dengan mudah mengaku kiai, mengaku hafidz, lalu mendirikan pesantren tanpa latar belakang keilmuan yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Kiai Sholihan.</p>
<p>Kyai Sholihan juga meminta LPBHNU Ponorogo untuk bersiap memberikan pendampingan hukum apabila para korban membutuhkan bantuan dan perlindungan dalam proses hukum yang berlangsung.</p>
<p>“Kalau korban membutuhkan pendampingan hukum, LPBHNU harus siap hadir memberikan bantuan dan perlindungan. NU tidak boleh diam terhadap persoalan yang menyangkut keselamatan dan martabat santri,” ujarnya.</p>
<p>Menurut Kiai Sholihan, saat ini muncul keprihatinan atas fenomena semakin mudahnya seseorang mendirikan lembaga yang disebut pesantren tanpa memiliki sanad keilmuan yang memadai. &#8220;Jangan gampang mengaku kyai,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Kiai Sholihan mensinyalir, ada pihak yang tidak memiliki latar belakang pendidikan pesantren, tetapi berani mendirikan pesantren dan mengatasnamakan diri sebagai pengasuh.</p>
<p>“Hari ini kita prihatin. Orang yang tidak pernah nyantri, tidak memiliki sanad keilmuan pesantren, tiba-tiba mendirikan pesantren dan merasa layak menjadi pengasuh. Ini berbahaya bagi marwah pesantren dan kepercayaan masyarakat,” tambahnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua PCNU Dr. Idam Mustofa menilai penting adanya penguatan literasi masyarakat dalam memilih lembaga pendidikan keagamaan yang memiliki sanad keilmuan jelas, legalitas yang dapat dipertanggungjawabkan, serta keterhubungan dengan tradisi pesantren Ahlussunnah wal Jama’ah yang otoritatif.</p>
<p>Melalui langkah tersebut, Dr. Idam menyebut rencana PCNU Ponorogo, melalui Muskercab II akan merumuskan formalisasi upaya untuk terus menjaga kehormatan pesantren dan melindungi santri. &#8220;Kita ingin memastikan nilai-nilai pendidikan Islam tetap berjalan sesuai prinsip moral, keilmuan, dan kemaslahatan umat,&#8221; ungkapnya kepada NU online Ponorogo.</p>
<p>Dr. Idam menyatakan, pihaknya sudah mengusulkan kepada SC Muskercab II untuk mengagendakan rekomendasi yang intinya edukasi bagi masyarakat, utamanya warga NU untuk selektif memilih pesantren dan tidak gegabah menyebut seseorang yang mengaku sebagai kiai. &#8220;Usulan dari jajaran syuriah untuk menentukan kriteria pesantren dan kiai akan dirumuskan forum sidang pleno Muskercab II,&#8221; pungkasnya.</p>
<p style="text-align: left">Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/tanggapi-kasus-jayadi-rais-pcnu-ponorogo-jangan-gampang-mengaku-kiai/">Tanggapi Kasus Jayadi, Rais PCNU Ponorogo: Jangan Gampang Mengaku Kiai</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/tanggapi-kasus-jayadi-rais-pcnu-ponorogo-jangan-gampang-mengaku-kiai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Keluarga Besar PCNU Ponorogo Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahim dan Kepedulian Sosial</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 13:30:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[buka bersama]]></category>
		<category><![CDATA[graha pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[mwcnu]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[puasa ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8474</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/">Keluarga Besar PCNU Ponorogo Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahim dan Kepedulian Sosial</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8475" aria-describedby="caption-attachment-8475" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8475" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1.jpeg" alt="" width="1599" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1.jpeg 1599w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-1024x576.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-768x432.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-1536x864.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1-355x199.jpeg 355w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-8475" class="wp-caption-text">Suasana buka bersama PCNU Ponorogo, MWCNU dan Forkopimda di Graha lantai 1</figcaption></figure>
<p data-start="92" data-end="555">NU Online Ponorogo – Keluarga besar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo menggelar acara buka puasa bersama dalam rangka menyemarakkan bulan suci Ramadhan. Kegiatan tersebut berlangsung di Graha PCNU Ponorogo pada Ahad (8/3/2026) mulai pukul 15.00 WIB hingga selesai, dengan menghadirkan jajaran pengurus PCNU, lembaga, badan otonom (banom), pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Ponorogo, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).</p>
<p data-start="557" data-end="873">Suasana kebersamaan dan kekhidmatan terasa sejak awal kegiatan. Acara dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh Katib Syuriyah PCNU Ponorogo, KH. M. Romdlon Fauzi.  Seluruh tamu undangan mengikuti rangkaian doa tersebut dengan khidmat sebagai bentuk ikhtiar spiritual dalam memohon keberkahan di bulan Ramadhan.</p>
<p data-start="875" data-end="1281">Dalam sambutannya, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kehadiran para masyayikh, pengurus, serta tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk menghadiri kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa kebersamaan yang terbangun dalam forum seperti ini menjadi modal penting bagi Nahdlatul Ulama Ponorogo dalam menjalankan berbagai program sosial dan keumatan.</p>
<p data-start="1283" data-end="1573">“Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyayikh dan tamu undangan yang hadir. Kebersamaan ini menjadi modal yang sangat penting bagi NU Ponorogo dalam menjalankan berbagai program sosial dan keumatan, seperti halnya program-program yang dijalankan oleh NU-Care Lazisnu,” ungkapnya.</p>
<figure id="attachment_8476" aria-describedby="caption-attachment-8476" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8476" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2.jpeg" alt="" width="1599" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2.jpeg 1599w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-1024x576.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-768x432.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-1536x864.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-2-355x199.jpeg 355w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-8476" class="wp-caption-text">Dalam sambutannya Dr. Idam mengapresiasi kehadiran para undangan, sebagai wujud soliditas pengurus</figcaption></figure>
<p data-start="1575" data-end="1903">Menjelang waktu berbuka, tausiyah Ramadhan disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Ponorogo, Prof. Dr. KH. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag., yang juga merupakan salah satu anggota Syuriyah PCNU Ponorogo. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya zakat dan fidyah sebagai instrumen kepedulian sosial dalam ajaran Islam.</p>
<p data-start="1905" data-end="2106">Menurutnya, zakat dan fidyah tidak hanya dimaknai sebagai kewajiban ibadah semata, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang kuat dalam membantu sesama, khususnya mereka yang sedang mengalami kesulitan.</p>
<p data-start="2108" data-end="2373">“Zakat dan fidyah adalah bentuk nyata kepedulian sosial dalam ajaran Islam. Melalui keduanya, umat Islam diajak untuk memastikan bahwa tidak ada saudara-saudara kita yang tertinggal dalam kesulitan. Semangat inilah yang harus terus dirawat dan diperkuat,” tegasnya.</p>
<figure id="attachment_8477" aria-describedby="caption-attachment-8477" style="width: 1599px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8477" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21.jpeg" alt="" width="1599" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21.jpeg 1599w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1024x576.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-768x432.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-1536x864.jpeg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-20.22.21-355x199.jpeg 355w" sizes="auto, (max-width: 1599px) 100vw, 1599px" /><figcaption id="caption-attachment-8477" class="wp-caption-text">Plt. Bupati Ponorogo, Hj. Lisdiyarita, S.H. menekankan pentingnya sinergi PCNU Ponorogo dengan Pemerintah daerah</figcaption></figure>
<p data-start="2375" data-end="2630">Pada kesempatan tersebut turut hadir Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Ponorogo, Hj. Lisdiyarita, S.H. Dalam sambutannya, ia mengajak seluruh warga Nahdlatul Ulama untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam upaya membangun Ponorogo yang lebih baik.</p>
<p data-start="2632" data-end="2847">“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kami berharap seluruh pengurus dan jamaah NU Ponorogo terus menjadi mitra strategis bagi pemerintah dalam membangun masyarakat yang religius, sejahtera, dan berdaya,” ujarnya.</p>
<p data-start="2849" data-end="3138">Acara buka bersama ini juga dirangkai dengan beberapa agenda penting, di antaranya <em data-start="2932" data-end="2943">launching</em> program penyaluran fidyah oleh NU-Care Lazisnu serta penyerahan sertifikat wakaf dari PCNU kepada MWCNU sebagai bagian dari penguatan pengelolaan aset wakaf Nahdlatul Ulama di tingkat kecamatan.</p>
<p data-start="3140" data-end="3460" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kegiatan ditutup dengan pelaksanaan salat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan ramah tamah antar pengurus dan tamu undangan. Momentum buka bersama ini diharapkan semakin mempererat ukhuwah nahdliyah serta memperkuat sinergi antara NU, pemerintah, dan masyarakat dalam menjalankan berbagai program kemaslahatan umat.</p>
<p data-start="3140" data-end="3460" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/">Keluarga Besar PCNU Ponorogo Gelar Buka Bersama, Perkuat Silaturahim dan Kepedulian Sosial</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/keluarga-besar-pcnu-ponorogo-gelar-buka-bersama-perkuat-silaturahim-dan-kepedulian-sosial/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Harlah Ke-2 Media Santri Ponorogo, RMI NU Ajak Santri Kuasai Algoritma dan Tangkal Kampanye Hitam</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Mar 2026 06:59:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[media]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8465</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Geliat dakwah digital di kalangan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/">Harlah Ke-2 Media Santri Ponorogo, RMI NU Ajak Santri Kuasai Algoritma dan Tangkal Kampanye Hitam</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8466" aria-describedby="caption-attachment-8466" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8466" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2.jpeg" alt="" width="1280" height="960" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2.jpeg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2-300x225.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2-1024x768.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2-768x576.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8466" class="wp-caption-text">Kemeriahan Festival Media Santri Ponorogo yang digelar bertepatan dengan momen Nuzulul Quran sekaligus merayakan Harlah ke-2 Media Santri Ponorogo</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo – Geliat dakwah digital di kalangan pesantren Kabupaten Ponorogo terus menunjukkan tren positif. Hal ini tergambar jelas dalam kemeriahan Festival Media Santri Ponorogo yang digelar bertepatan dengan momen Nuzulul Quran sekaligus merayakan Harlah ke-2 Media Santri Ponorogo, Sabtu (07/03/2026).</p>
<p>Ketua Rabithah Ma&#8217;ahid Islamiyah Nahdlatul Ulama (RMI NU) Ponorogo, Gus AbdurRohman Syah, menekankan bahwa santri hari ini memiliki potensi besar merajai ruang digital.</p>
<p>Ia mendorong pengelola media pondok pesantren untuk memanfaatkan momentum libur panjang demi memacu algoritma agar bisa menembus For You Page (FYP) di berbagai platform media sosial.</p>
<p>&#8220;Momentum liburan ini sangat pas untuk terus menambah produksi konten setiap hari. Teman-teman santri sedang di rumah dan memegang gadget. Nanti letupannya ada di pasca-Syawal, ketika algoritma sudah mengikuti,&#8221; ujar Gus AbdurRohman Syah di hadapan perwakilan media pesantren se-Kabupaten Ponorogo.</p>
<figure id="attachment_8468" aria-describedby="caption-attachment-8468" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8468" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59.jpg" alt="" width="2560" height="1920" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59.jpg 2560w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-768x576.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1536x1152.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-2048x1536.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-8468" class="wp-caption-text">Penyerahan piagam penghargaan Video Vlog kepada beberapa pondok pesantren</figcaption></figure>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Gus AbdurRohman juga memberikan catatan taktis terkait kualitas konten. Ia mengimbau agar konten santri putri tidak sekadar menampilkan visual estetik, tetapi harus membawa pesan edukasi yang kuat.</p>
<p>&#8220;Kami butuh talent-talent santri putri yang cerdas, yang berani mengedukasi dengan penyampaian yang lugas dan keren, seolah-olah sudah menguasai ribuan kitab,&#8221; tegasnya.</p>
<p>Sementara untuk konten santri putra, ia menyarankan strategi adaptif demi menjaga jangkauan penonton (reach). Ia mencontohkan perlunya menghindari visual seperti merokok dalam video pendek di awal merintis akun, guna menghindari pembatasan algoritma atau serangan komentar negatif.</p>
<p>&#8220;Idealismenya ditaruh dulu, yang penting traffic naik saja dulu. Nanti kalau akun sudah besar dan kuat, baru ideologi dan nilai-nilai ke-NU-an kita susupkan pelan-pelan. Dunia maya itu sangat liar, kita harus menyesuaikan alirannya terlebih dahulu,&#8221; imbuh Gus AbdurRohman.</p>
<figure id="attachment_8470" aria-describedby="caption-attachment-8470" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-8470 size-full" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670.jpg" alt="" width="2560" height="1178" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670.jpg 2560w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-300x138.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-1024x471.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-768x353.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-1536x707.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/03/WhatsApp-Image-2026-03-09-at-12.47.59-1-e1773039499670-2048x942.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-8470" class="wp-caption-text">foto bersama media sosial dari beberapa Pondok Pesantren di Ponorogo seusai acara</figcaption></figure>
<p>Poin krusial lain yang menjadi sorotan adalah fungsi media santri sebagai benteng pertahanan pesantren. Gus AbdurRohman mengingatkan adanya siklus tahunan menjelang masa pendaftaran santri baru, di mana kerap bermunculan kampanye hitam yang mengekspos isu negatif untuk mendiskreditkan pondok pesantren.</p>
<p>&#8220;Jangan dikira kasus-kasus itu naik begitu saja, pasti selalu di-up menjelang pendaftaran pondok. Tugas kita hari ini adalah membanjiri ruang digital dengan konten-konten terbaik. Kalau kita kompak bersatu, berita negatif itu akan tertutup oleh algoritma, sehingga pesantren di Ponorogo tidak dipandang sebelah mata,&#8221; paparnya.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Media Santri Ponorogo menuturkan bahwa peringatan Harlah ke-2 ini merupakan wujud nyata peningkatan literasi digital di kalangan pesantren. Melalui pameran karya dan diskusi media, santri didorong untuk mensinergikan kemampuan teknis digital dengan kekayaan intelektual pesantren.</p>
<p>&#8220;Media santri adalah wajah peradaban pesantren di era kiwari. Lewat festival ini, kita ingin membuktikan bahwa santri tidak hanya mumpuni mengaji kitab kuning, tapi juga cerdas secara digital dan mampu menyuguhkan narasi dakwah yang mencerahkan bagi masyarakat,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Kegiatan yang juga mendapat dukungan penuh dari pihak AKAFARMA ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan, guna menyatukan ekosistem media-media pondok pesantren di Ponorogo untuk saling bahu-membahu dalam berkarya.</p>
<p>Kontributor: Gilang Hardiansyah Priamono</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/">Harlah Ke-2 Media Santri Ponorogo, RMI NU Ajak Santri Kuasai Algoritma dan Tangkal Kampanye Hitam</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/harlah-ke-2-media-santri-ponorogo-rmi-nu-ajak-santri-kuasai-algoritma-dan-tangkal-kampanye-hitam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jelang Tahun Baru, Khatmil Qur&#8217;an dan Haul Muassis–Muharrik NU Ponorogo Digelar di Masjid NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Jan 2026 13:23:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[dakwa]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[khataman al quran]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nu]]></category>
		<category><![CDATA[masjid nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8370</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212; Takmir Masjid NU Cabang Ponorogo... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/">Jelang Tahun Baru, Khatmil Qur&#8217;an dan Haul Muassis–Muharrik NU Ponorogo Digelar di Masjid NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8371" aria-describedby="caption-attachment-8371" style="width: 1040px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8371" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22.jpeg" alt="" width="1040" height="480" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22.jpeg 1040w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22-300x138.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22-1024x473.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2025-12-31-at-22.27.22-768x354.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption id="caption-attachment-8371" class="wp-caption-text">Kataman Al-Qur’an dan Haul Muassis, Muharrik NU Ponorogo bertempat di Masjid NU Ponorogo</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212; Takmir Masjid NU Cabang Ponorogo menggelar kegiatan Kataman Al-Qur’an dan Haul Muassis, Muharrik NU Ponorogo, Rabu malam (31/12/2025). Kegiatan ini bertempat di serambi Masjid NU Cabang Ponorogo, mulai pukul 19.30 WIB. Nampak hadir jajaran PCNU, takmir masjid, dzurriyah muassis, para muharrik NU, serta jamaah Masjid NU.</p>
<p>Rangkaian kegiatan diawali dengan khatmil Qur’an yang telah dicicil sejak Sabtu (27/12/2025) oleh para petugas pembaca juz. Pembacaan ayat suci Al-Qur’an pada acara puncak dibacakan oleh Gus Syaiful Islam, dilanjutkan sambutan, tahlil, dan doa.</p>
<p>Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar rutinitas keagamaan, tetapi juga ikhtiar menjaga ruh perjuangan NU di tingkat lokal.</p>
<p>“Kataman dan haul ini adalah cara kita menyambung sanad spiritual dan perjuangan para muassis serta muharrik NU Ponorogo. Dari merekalah nilai keikhlasan, khidmah, dan keberanian menjaga Ahlussunnah wal Jama’ah diwariskan,” ujar Dr. Idam Mustofa.</p>
<p>Ia menambahkan, Masjid NU harus menjadi pusat penguatan spiritual sekaligus penguatan peradaban warga Nahdliyin.</p>
<p>“Masjid NU bukan hanya tempat ibadah, tetapi juga pusat konsolidasi umat, pusat doa, dan pusat lahirnya gerakan sosial-keagamaan yang rahmatan lil ‘alamin,” tegasnya.</p>
<p>Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua Harian Takmir Masjid NU Drs. KH. Sugeng A. KyI Singgung mengingatkan pentingnya mendoakan para muassis, muharrik, dan mujahid NU sebagai bagian dari adab berorganisasi.</p>
<p>“NU besar bukan hanya karena struktur, tetapi karena doa dan pengorbanan para pendahulu. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan adab, ilmu, dan kesungguhan,” tutur Kyai Sugeng.</p>
<p>Acara dilanjutkan dengan tahlil yang dipimpin oleh KH. Mahfudzin, serta doa khatmil Qur’an yang dipimpin oleh Gus Habibul Anami. Suasana khidmat terasa saat jamaah bersama-sama mengirimkan doa untuk para muassis, muharrik, dan mujahid NU Ponorogo. Acara diakhiri dengan makan bersama dari ambeng yang disediakan jamaah masjid.</p>
<p>Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/">Jelang Tahun Baru, Khatmil Qur&#8217;an dan Haul Muassis–Muharrik NU Ponorogo Digelar di Masjid NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/jelang-tahun-baru-khatmil-quran-dan-haul-muassis-muharrik-nu-ponorogo-digelar-di-masjid-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Koordinasi Penguatan Kaderisasi, PCNU Ponorogo Siapkan Pola Baru Tahun Depan</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 30 Nov 2025 10:04:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8213</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – Upaya memperkuat sistem kaderisasi dan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/">Koordinasi Penguatan Kaderisasi, PCNU Ponorogo Siapkan Pola Baru Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8214" aria-describedby="caption-attachment-8214" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-8214" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80.jpg" alt="" width="1280" height="720" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/WhatsApp-Image-2025-11-30-at-15.21.30_55e8ae80-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-8214" class="wp-caption-text">Tim Kaderisasi PCNU Ponorogo melakukan koordinasi membahas pola kaderisasi di NU</figcaption></figure>
<p data-start="84" data-end="418">NU Online Ponorogo – Upaya memperkuat sistem kaderisasi dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) di lingkungan Nahdlatul Ulama terus dilakukan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo. Menyongsong tahun mendatang, PCNU mulai menyiapkan pola baru kaderisasi yang lebih terarah dan sistematis melalui rangkaian konsolidasi internal.</p>
<p data-start="420" data-end="776">Sekretaris PCNU Ponorogo sekaligus Koordinator Instruktur Pelatihan Dasar–Pengkaderan Kepemimpinan NU (PD-PKPNU), H. Agus Nasruddin, menjelaskan bahwa pihaknya telah menggelar dua agenda koordinasi penting pada hari yang sama, Sabtu (29/11).</p>
<p data-start="420" data-end="776">“Kemarin jam 11.00 saya kumpulkan instruktur wilayah (IW) untuk koordinasi. Lalu jam 13.00 saya kumpulkan Tim OKK,” tuturnya.</p>
<p data-start="778" data-end="1174">Dalam dua forum tersebut, sejumlah isu strategis dibahas secara mendalam. Pertama, dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan dua gelombang PD-PKPNU sebelumnya. Dari evaluasi tersebut, ditemukan beberapa catatan teknis maupun manajerial yang perlu segera diperbaiki guna meningkatkan kualitas penyelenggaraan pelatihan.</p>
<p data-start="778" data-end="1174">“Ada beberapa catatan yang harus segera diperbaiki,” tegas Agus.</p>
<p data-start="1176" data-end="1383">Kedua, dibahas pula penguatan sinergisitas antara Tim Organisasi dan Kaderisasi (OKK) dengan Instruktur Wilayah (IW). Agar alur kerja lebih jelas dan saling melengkapi, PCNU menegaskan pembagian peran:</p>
<ul data-start="1384" data-end="1617">
<li data-start="1384" data-end="1513">
<p data-start="1386" data-end="1513">Tim OKK difokuskan pada aspek pengembangan SDM NU secara lebih luas, termasuk menyusun strategi penguatan kualitas kader.</p>
</li>
<li data-start="1514" data-end="1617">
<p data-start="1516" data-end="1617">Tim IW diposisikan sebagai pelaksana utama kaderisasi formal, khususnya penyelenggaraan PD-PKPNU.</p>
</li>
</ul>
<p data-start="1619" data-end="1865">Agus menambahkan bahwa pola baru tersebut direncanakan mulai diberlakukan pada tahun depan. Dengan pengaturan ulang tugas dan fungsi, ia berharap sistem kaderisasi di Ponorogo dapat berjalan lebih terstruktur, konsisten, dan berkesinambungan.</p>
<p data-start="1867" data-end="2038">“Ke depan, Tim OKK juga kita dorong lebih intens membangun sinergi dengan banom dan lembaga NU. Tujuannya agar pengembangan SDM bisa digarap lebih komprehensif,” jelasnya.</p>
<p data-start="2040" data-end="2283" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Melalui koordinasi yang lebih rapi, sinergi yang kuat, serta evaluasi berkelanjutan, PCNU Ponorogo optimis proses kaderisasi NU akan menjadi lebih efektif, terukur, dan berdampak luas bagi penguatan jam’iyyah dan jama’ah di Kabupaten Ponorogo.</p>
<p data-start="2040" data-end="2283" data-is-last-node="" data-is-only-node="">Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/">Koordinasi Penguatan Kaderisasi, PCNU Ponorogo Siapkan Pola Baru Tahun Depan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/koordinasi-penguatan-kaderisasi-pcnu-ponorogo-siapkan-pola-baru-tahun-depan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
