<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari teks khutbah jum&#039;at - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/teks-khutbah-jumat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/teks-khutbah-jumat/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Nov 2022 02:02:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari teks khutbah jum&#039;at - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/teks-khutbah-jumat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; SABAR YANG PRODUKTIF</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-sabar-yang-produktif/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-sabar-yang-produktif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Nov 2022 02:02:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[contoh khutbah jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat menyentuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat paling bagus]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat singkat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4920</guid>

					<description><![CDATA[<p>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-sabar-yang-produktif/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; SABAR YANG PRODUKTIF</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4921" aria-describedby="caption-attachment-4921" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-4921" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-SABAR-YANG-PRODUKTIF.jpg" alt="Khutbah Jumat Bahasa Indonesia - SABAR YANG PRODUKTIF" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-SABAR-YANG-PRODUKTIF.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-SABAR-YANG-PRODUKTIF-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-SABAR-YANG-PRODUKTIF-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-SABAR-YANG-PRODUKTIF-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-SABAR-YANG-PRODUKTIF-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/11/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-SABAR-YANG-PRODUKTIF-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4921" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; SABAR YANG PRODUKTIF</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد</p>
<p style="text-align: right;">قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِين</p>
<p>Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah</p>
<p>Pada kesempatan yang sangat berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan <em>imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi </em>(melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya). Ketahuilah, tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa dihadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada Allah SWT.</p>
<p>Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah</p>
<p>Setiap orang pasti pernah menghadapi masalah, baik masalah ekonomi, keluarga, politik, baik itu di kantor, di rumah, dimasyarakat dan di mana saja. Dengan masalah, sesungguhnya manusia akan merasakan dua hal yang harus disadari. <em>Pertama, </em>dengan masalah, seseorang akan mengerti bahwa dirinya banyak kekurangan yang harus dipebaiki. <em>Kedua, </em>dengan masalah, seseorang akan tahu bahwa ia membutuhkan orang lain untuk membantu menyelesaikan apa yang dihadapinya. <em>Ketiga, </em>dengan masalah, seseorang akan meningkat derajatnya tidak saja dihadapan manusia tetapi juga di hadapan Allah, jika ia menghadapai masalah tersebut dengan benar sesuai tuntutan Allah SWT.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah apakah yang disebut dengan masalah tersebut? jawabannya adalah masalah ialah ketidaksesuaian antara kenyataan dengan cita-cita, ketidak sesuaian antara yang diharapkan dengan fakta atau ketidaksesuaian antara gagasan dengan fakta di lapangan. Ketidaksesuaian inilah yang menyebabkan masalah muncul. Sebagai contoh, dengan berdagang, seseorang berharap dapat untung 150.000 sehari. Faktanya, ia hanya mendapatkan 20.000 atau bahkan kurang dari itu. Ini namanya masalah. Contoh lain, seseorang dengan memiliki anak banyak, harapannya semuanya nurut dan rajin sekolah, eh&#8230;kenyataannya sebagian besar anak tersebut sering membolos, malas belajar dan lain-lain&#8230;.ini namanya masalah.</p>
<p>Kaum Muslimin sidang Jum’at Rahimakumullah</p>
<p>Allah SWT telah mengajarkan kepada kita untuk menghadapi masalah dengan sabar. Intinya kita harus sabar. Coba kita dengarkan firman Allah SWT berikut.</p>
<p>يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِين</p>
<p>Artinya: <em>Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan salat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. </em>(al-Baqoroh, 153)</p>
<p>قُلْ يٰعِبَادِ الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوْا رَبَّكُمْ ۗلِلَّذِيْنَ اَحْسَنُوْا فِيْ هٰذِهِ الدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۗوَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ ۗاِنَّمَا يُوَفَّى الصّٰبِرُوْنَ اَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ</p>
<p>Artinya: <em>&#8220;Katakanlah, &#8220;Hai hamba-hamba ku yang beriman bertakwalah kepada Tuhanmu&#8221;. Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini memperoleh kebaikan. Dan bumi Allah itu adalah luas. Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas</em>.&#8221; (az-Zumar, 10)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Cukuplah dua firman Allah SWT ini untuk menjelaskan kepada kita agar bersifat sabar dalam menghadapi masalah. Dua ayat ini menegaskan bahwa sabar adalah tanda keimanan seseorang, orang yang sabar akan disertai oleh Allah SWT. dan lebih penting dari itu adalah orang yang sabar akan mendapatkan pahala tanpa batas.</p>
<p>Namun, sabar disini harus kita bangun secara konstruktif, secara produktif. Hal ini disebabkan banyak di antara kita yang salah kaprah memahami sabar. Pertama, sabar dimaknai sebagai tindakan pasrah tanpa usaha perbaikan. Kedua, sabar dimaknai sebagai akhir dari semua usaha. Dengan makna sabar seperti ini, berarti sabar telah dimaknai sebagai suatu tindakan yang tidak produktif. Sabar hanya sebagai sebuah akhiran dan bukan sebagai pengiring tindakan atau aktifitas. Padahal sabar yang benar adalah sabar dalam arti produktif. Bagaimana caranya.</p>
<p>Pertama, sabar haruslah dibarengi dengan instropeksi dan evaluasi dari apa yang kita lakukan. Jika seseorang gagal dalam usaha misalnya, seseorang haruslah sabar karena manusia hanya bisa berusaha namun penentu utama keberhasilan adalah Allah SWT, dengan begitu, sabar menjadikan seseorang tidak patah semangat, tidak pantang mundur apalagi putus asa.</p>
<p>Setelah itu, seseorang harus mengevaluasi apa yang salah, untuk diperbaiki. Sabar oleh karena itu bisa dijadikan awalan untuk bangkit dari keterpurukan, untuk lebih maju dari sebelumnya. Yang kedua, sabar adalah bentuk optimisme. Hal ini dibuktikan dengan pernyataan Allah dalam surah az-zumar ayat 10 di atas, وَاَرْضُ اللّٰهِ وَاسِعَةٌ (bumi Allah SWT luas)&#8230;.ini artinya, jangan menganggap masalah, kegagalan dan keterpurukan sebagai akhir dari segalanya. Bumi Allah SWT luas. Berlarilah, dan berusahalah dunia tidak sempit. Siapa yang berusaha, maka ia akan mendapatkan hasil.</p>
<p>Kaum muslimin, jelaslah bahwa sabar bersifat produktif, ada evaluasi dan optimisme di dalam sabar tersebut. Ayo bersabar artinya ayo produktif.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ ! اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِا لرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْتَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-sabar-yang-produktif/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; SABAR YANG PRODUKTIF</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-sabar-yang-produktif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; MENGIKUTI MADZHAB YANG EMPAT</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-mengikuti-madzhab-yang-empat/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-mengikuti-madzhab-yang-empat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Oct 2022 10:27:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[contoh khutbah jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4862</guid>

					<description><![CDATA[<p>السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-mengikuti-madzhab-yang-empat/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; MENGIKUTI MADZHAB YANG EMPAT</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4863" aria-describedby="caption-attachment-4863" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4863" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-MENGIKUTI-MADZHAB-YANG-EMPAT.jpg" alt="Khutbah Jumat Bahasa Indonesia - MENGIKUTI MADZHAB YANG EMPAT" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-MENGIKUTI-MADZHAB-YANG-EMPAT.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-MENGIKUTI-MADZHAB-YANG-EMPAT-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-MENGIKUTI-MADZHAB-YANG-EMPAT-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-MENGIKUTI-MADZHAB-YANG-EMPAT-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-MENGIKUTI-MADZHAB-YANG-EMPAT-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/10/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-MENGIKUTI-MADZHAB-YANG-EMPAT-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4863" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; MENGIKUTI MADZHAB YANG EMPAT</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">السلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد</p>
<p style="text-align: right;">قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ وَّاَحۡسَنُ  تَاۡوِيۡلًا</p>
<p>Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah</p>
<p>Pada kesempatan yang sangat berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan <em>imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi </em>(melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya). Ketahuilah, tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa dihadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada Allah SWT.</p>
<p><strong>Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah</strong></p>
<p>Kita sudah mengetahui, jika seseorang tidak bisa mengambil langsung hukum yang ada dalam al-Qur’an maka ia wajib mengikuti pendapat ulama yang memiliki ilmu. Ia tidak boleh dengan sembarangan menafsiri al-Qur’an atau memahami al-Sunnah tanpa ilmu. Dalam beribadah misalnya, orang awam sebaiknya mengikuti ulama madzhab atau lebih mudahnya mengikuti para mujtahid. Ibn Katsir  dalam menjelaskan makna <em>ulil amri </em>pada surah al-Nisa’ ayat 59 sebagai orang-orang yang paham ilmu agama secara luas dan mendalam. Apa yang dikatakan oleh Ibn Katsir ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdullah al-Anshari, Mujahid bin Jabr, ‘Atha’ bin Abi Rabah, al-Hasan al-Bashri dan lain-lain. Surat al-Nisa’ ayat 59 tersebut berbunyi.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ وَّاَحۡسَنُ  تَاۡوِيۡلًا</p>
<p>Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulullah dan <em>ulil amri </em>di antara kalian. Kemudian jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu,  maka kembalikanlah (penyelesaian masalah itu) kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih bagus akibatnya.</p>
<p>Para ahli ushul fiqh juga menganjurkan bagi orang awam untuk mengikuti para mujtahid dalam menjalankan ibadah seperti yang tersebut dalam surah an-Nahl ayat 43</p>
<p style="text-align: right;">فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ</p>
<p>Artinya: Bertanyalah kalian kepada  orang yang memiliki pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah, siapakah mujtahid yang mashur dan baik untuk diikuti. Jawabannya adalah para mujtahid yang sering disebut sebagai empat imam madzhab. Kenapa disebut madzhab? Jawabannya adalah karena empat imam tersebut telah berijtihad dan menfatwakan hasil ijtihadnya lalu diikuti oleh murid-muridnya, kemudian murid-murid tersebut menyebarkan gagasan Sang imam hingga sekarang. Imam yang empat itu adalah Imam Abu Hanifah (lahir 80 H/699 M meninggal 150 H/767 M), Imam Malik (lahir 95 H/713 M dan meninggal tahun 179 H/795 M), Imam Syafi’i (lahir tahun 150 H/767 dan meninggal 204 H/819 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (lahir 164 H/781 M dan meninggal 241 H/855 M.</p>
<p>Kenapa empat madzhab itu yang dipilih? Alasannya seperti yang diungap oleh Imam Waliyullah ad-Dahlawi sebagai berikut.</p>
<p><em>                Pertama, </em>empat madzhab tersebut berpegang kepada generasi salaf. Argumentasi-argumentasi yang dibangun oleh empat Imam tersebut berjalan secara bersambung dari generasi sebelumnya sampai kepada Rasulullah SAW.</p>
<p><em>Kedua, </em>empat madzhab tersebut adalah madzhab terbesar yang ada hingga sekarang. Dengan mengikuti salah satu dari empat madzhab tesebut berarti kita telah mengamalkan hadis agar kita mengikuti pendapat paling banyak.</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه يَقُوْلُ : سَمْعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّ أُمَّتِي تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلاَلَةٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ اِخْتِلاَفًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ اْلأَعْظِمِ</p>
<p>Artinya: <em>Dari Anas bin Malik, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ummatku tidak akan sepakat dalam kesesatan. Jika kalian melihat perbedaan atau berselisihan, maka ikutilah golongan yang besar atau kelompok mayoritas. </em></p>
<p><em>Ketiga, </em>para empat Imam madzhab tersebut hidup dalam sebaik-baik <em>qurun </em>yaitu <em>qurun </em>(zaman) salaf yang kredibilitasnya, popularitasnya dan reputasnya dapat dipertanggungjawabkan. Sejarah telah membuktikannya.</p>
<p>Wahbah al-Zuhaily bahkan mengutip pendapat Imam Taqiyuddin Ibn al-Shalah as-Syahrazuri (577-643 H/1181-1245 M) mengatakan</p>
<p>“<em>Menjadi keharusan, mengikuti madzhab para imam empat, bukan yang lainnya, karena madzhab mereka telah tersebar luas, pembatasan kemutlakannya dan pembatasan keumumannya telah diketahui dan cabang-cabangnya telah diuraikan. Hal ini berberbeda dengan madzhab-madzhab selain mereka.</em></p>
<p><strong>Kaum muslimin sidang jum’at rahimakullah</strong></p>
<p>Dengan demikian, sudah tepatlah apa yang kita lakukan saat ini. Kita mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan pandangan ulama salaf. Oleh karena itu, jangan gampang terpengaruh, jangan gampang terprovokasi oleh pandangan atau teriakan orang yang mengatakan “jangan bermadzhab, jangan mengikuti madzhab empat, jangan mengaji kitab kuning, langsung saja dari al-Qur’an dan hadis dan lain-lain”. Terakhir mari kita dengarkan apa yang dikatakan oleh pendiri NU, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari berikut dalam kitab <em>Ziyadat al-Ta’liqat </em>agar kita mengikuti salah satu dari madzhab yang empat agar kita selamat.</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا أَهْلُ السُّنَةِ فَهُمْ أَهْلُ التَّفْسِيْرِ وَالْحَدِيْثِ وَالْفِقْهِ فَإِنَّهُمْ الْمُهْتَدُوْنَ الْمُتَمَسِّكُوْنَ بِسُنَّةِ النَّبِيْ صلى الله عليه وَسلم والخُلَفَاءِ بَعْدَهُ الرَّاشِدِيْنَ وَهُمْ الطَّائِفَةُ النَّاجِيَةُ قَالُوْا وَقَدْ اجْتَمَعَتْ الْيَوْمَ فِي مَذَا هِبَ أَرْبَعَةٍ الحَنَفِيُّوْنَ وَالشَّافِعِيُّوْنَ وَالْمَالِكِيُّوْنَ وَالْحَنْبَلِيُّوْنَ.</p>
<p>Artinya: Adapun<em> Ahlussunnah </em>adalah mereka yang masuk dalam kelompok ahli tafsir, ahli hadis dan ahli fiqh. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti dan berpegangangan kepada Sunnah Nabi, khalifah empat setelah Rasul (<em>al-khulafa’u al-rasyidun</em>). Mereka (yang mengikuti Nabi dan Khalifah yang empat) adalah kelompok yang selamat. Para ulama mengatakan, mereka yang selamat tersebut terkumpul dalam mazhab yang empat saat ini yaitu madzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki dan Hambali.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ !</p>
<p style="text-align: right;">اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِالرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ.</p>
<p style="text-align: right;">اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَائِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِوَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<blockquote><p><strong>Dr. Iswahyudi, M.Ag<br />
</strong>Ketua Aswaja Center NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-mengikuti-madzhab-yang-empat/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; MENGIKUTI MADZHAB YANG EMPAT</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-mengikuti-madzhab-yang-empat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Jumat Singkat &#8211; Tobat Saking Dosa (Basa Jawa)</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-tobat-saking-dosa-basa-jawa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-tobat-saking-dosa-basa-jawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 10 Aug 2022 01:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[contoh khutbah jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1444h]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat menyentuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat paling bagus]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat singkat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4644</guid>

					<description><![CDATA[<p>KHUTBAH I الْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفُرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-tobat-saking-dosa-basa-jawa/">Khutbah Jumat Singkat &#8211; Tobat Saking Dosa (Basa Jawa)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4645" aria-describedby="caption-attachment-4645" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-4645" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Khutbah-Jumat-Singkat-Tobat-Saking-Dosa-Khutbah-Basa-Jawa.jpg" alt="Khutbah Jumat Singkat - Tobat Saking Dosa (Basa Jawa)" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Khutbah-Jumat-Singkat-Tobat-Saking-Dosa-Khutbah-Basa-Jawa.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Khutbah-Jumat-Singkat-Tobat-Saking-Dosa-Khutbah-Basa-Jawa-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Khutbah-Jumat-Singkat-Tobat-Saking-Dosa-Khutbah-Basa-Jawa-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Khutbah-Jumat-Singkat-Tobat-Saking-Dosa-Khutbah-Basa-Jawa-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Khutbah-Jumat-Singkat-Tobat-Saking-Dosa-Khutbah-Basa-Jawa-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/08/Khutbah-Jumat-Singkat-Tobat-Saking-Dosa-Khutbah-Basa-Jawa-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4645" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Singkat &#8211; Tobat Saking Dosa (Basa Jawa)</figcaption></figure>
<p><strong>KHUTBAH I </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>الْحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفُرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّآتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْهُ فَلَا هَادِيَ لَهْ، أَشْهَدُ اَنْ لَا اِلهَ اَلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُه. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ. </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ ، اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ </strong></p>
<p><strong>Hadirin Rahimakumullah</strong></p>
<p>Mangga kita sami ningkataken ketaqwaan kita kanti gesang ingkang seimbang inggih imbang antara ngelampahi perintahipun Allah lan nebihi awisanipun. Diantara jalan ingkang bade menuntun kita meraih ketaqwaan inggih jalan taubat. Sinten kemawon ingkang bertaubat saking segala macam tindak keburukan pasti piyambakipin bade meraih ketaqwaan. Sebab ketakwaan meniko menuntut menghindar saking kemaksiatan.</p>
<p>Kata taubat sampun dados bahasa keseharian wonten kehidupan kita. Taubat selalu dihubungkang kaliyan laku dosa lan maksiat. Taubat sering dipun alamataken marang dunia ‘gelap’ kebak kemaksiatan sehingga pelaku dosa maksiat meniko kedah kembali hidup wonten jalan ingkang lurus kanti tebih saking kesesatan. Inggih kembali nebihi perkara ingkang tercela dalam pandangan agami. Perkara ingkang olo tercela meniko katah sanget macam lan tingkatanipun.</p>
<p>Kagem tiyang ingkang penuh bergemilang dosa lan kemaksiatan mangko taubat meniko kedah dijalani kagem menghindar saking kemaksiatan kalawau. Ugi kagem tiyang ingkang keseharian selalu nerjang dosa-dosa kecil, mangka taubatipun kanti menghindar saking dosa-dosa kecil kalawau. Amargi menawi ditumpuk, mangka dosa kecil wau ugi dados bertambah dados dosa gedhe. Mekaten ugi kagem tiyang ingkang biasa ngelampahi perbuatan ingkang makruh perkara ingkang dibenci dening agama mangka taubatipun inggih kanti menghindar saking kemakruhan. Setiap pribadi kedah selalu bertaubat miturut kapasitas masing-masing.</p>
<p>Abdul Wahhab As-Sya’roni jelasaken macem-macem tingkatan taubat. Taubat paling dasar inggih taubat ingkang kedah dilampahi kagem kembali tebih saking dosa-dosa besar, dosa-dosa kecil, kemakruhan lan saking perkara ingkang kurang sae.</p>
<p>Tingkatan taubat kaping kalih inggih bertaubat saking perasaan diri dados piyantun ingkang sampun apik, merasa piyambaipun sampun dipunkasihi dening Allah. Inggih berbagai macam perasaan kados mekaten termasuk kesalahan ingkang medal saking penyakit hati manusia ingkang sangat halus.</p>
<p>Lan puncak tingkatan taubat inggih puniko selalu kembali inget eling marang Allah swt walaupun sekejap. Sebab nglalelaken marang Allah hakekatipun inggih termasuk dosa.</p>
<p><strong>Hadirin Rahimkumullah</strong></p>
<p>Mekaten tigo tingkatan taubat meniko tinggal kita sami meraba diri kito masing-masing. Kito termasuk kedah ngelampahi tobat wonten posisi pundi. Menawi kito taksih wonten tingkatan dasar, monggo kita sami berusaha selalau taubat kita sambil berusaha belajar menginjak taubat tingkatan kaping kalih lan terusipun. Ananging kito kedah inget bilih godaan syaitan selalu mencari kelengahan supados kita kembali masuk jurang kemaksiatan lan dosa.</p>
<p>Kanti meniko, Allah swt berfirman wonten surat Hud ayat 112</p>
<p style="text-align: right;"><strong>فَٱستَقِم كَمَآ أُمِرتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطغَواْ إِنَّهُ بِمَا تَعمَلُونَ بَصِيرٌ</strong></p>
<p><em>Mangka tetepo siro marang dalan sing benar, koyo sing diperintahke marang siro lan ugi wong sing wis taubat sartane siro lan ojo siro melampaui batas. Saktemene Allah Maha mirsani apa sing siro lakoni.</em></p>
<p>Bertaubat boten kedah menunggu perbuatan dosa rumiyen, tetapi setiap dosa kedah segera dipun taubati. Sebab sampun dasaripun manungso meniko sangat rentan saking kesalahan lan dosa. Baik meniko kesalahan dhahir ingkang kasat mata maupun kesalahan bathin melalui hati kito. Rasulullah saw pernah nerangaken hal meniko dumateng Sahabat Abdillah bin Mas’ud “sinten kemawon bertaubat anangeng boten ninggalaken kesombongan lan kecongkakan, berarti deweke dereng diarani bertaubat”</p>
<p><strong>Hadirin Rahimakumullah</strong></p>
<p>Taubat merupakan kesempatan ingkang dipun sediaken dening Allah swt marang hambanipun ingkang sampun melakukan kesalahan. Taubat termasuk peluang emas kagem manungso kito sami supados lebih mendekatkan diri dumateng Allah. Saktemeni Allah Maha Penerima Taubat lan Maha Penyayang.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>إِنَّ اللهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ</strong></p>
<p>Allah swt sungguh maringi keistimewaan marang tiyang ingkang bertaubat, Allah swt. bakal ganti sedoyo keburukan dados kebaikan.</p>
<p><strong>Hadirin Rahimakumullah</strong></p>
<p>Keistimewakan tiyang-tiyang ingkang sami bertaubat saget kito tingali saking kisah seorang pemuda ingkang biasa mabuk ketika manggihi amirul mukminin Umar bin Khattab, pemabuk kalawau gawa botol berisi minuman keras. Pemuda kalawau sadar manggihi amirul mukminim Umar ibn Khattab, deweke ajrih lan secara reflek pemuda kalawau nyimpen minuman keras dibalik jubahipun.</p>
<p>Sahabat Umar mangertos wonten ngelagat ingkang boten sae marang pemuda kalawua terus nyuwun pirso opo sing siro simpen neng jubahmu wahai pemuda. Amargi kroso ajrih lan isin, pemuda kalawau berdo’a dalam hati “Ya Allah ampun ngantos Panjenengan buka rahasia –keburukan-hamba. Lan ampun ngantos hamba isin marang Umar bin Khattab, mugi Panjenengan nutup sedoyo kemaksiatan meniko lan hamba berjanji boten berbuat maksiat kanti minuman keras selamanipun”.</p>
<p>Amargi angsal pitakonan saking Sahabat Umar, pemuda kalawau berbohong lan jawab, bilih di balik jubah meniko minuman air biasa boten minuman keras. Ananging Sahabat Umar boten percados lan nuntut pemuda kalawau nunjuaken opo dibalik jubah. Kanti kroas kepenkso, isin lan ajrih mangka pemuda wau mengeluarkan botol di balik jubahipun lan <em>masyaallah botol </em>minuman keras kalau wau sampun berubah menjadi minuman air biasa.</p>
<p>Menikolah bukti bilih Allah swt maringi keistimewaaan marang tiyang ingkang sami taubat. Tiyang ingkang bertekad bulat ninggalaken keburukan pasti Allah swt ganti kaliyan kebaikan.</p>
<p><strong>Hadirin Rahimakumullah</strong></p>
<p>Kisah kalawu dados petunjuk kagem kita sedoyo bilih modal bertaubat boten ateges kedah damel baju koko, peci nopo sorban lan sajadah, ananging kanti tekad bulat lan niat mantab wonten hati lan berjanji boten wangsuli kesalahan lan ugi sadar bilih hanya Allah ingkang maringi petunjuk sekaligus Zat Maha Penerima Taubat.</p>
<p>Kito inggih mangertos kisah pengakuan kesalahan lan kebulatan tekad saking Nabi Adam as. hingga Allah swt nampi taubatipun sak sampunipun Nabi Adam as. terbujuk syaitan dahar buah khuldi wonten surga.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>قَالا رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ</strong></p>
<p><em>Adam lan hawa berdoa: &#8220;Duh Pengeran ingsun, Ingsun sampun dholim dumateng diri kulo, lan lamunto panjenengan Allah boten ngapuro lan boten maringi rahmat marang ingsung, pastilah ingsung termasuk wong sing rugi. </em></p>
<p><strong>Hadirin Rahimakumullah</strong></p>
<p>Mugi-mugi kita sedoyo termasuk tergolong tiyang-tiyang ingkang sami bertaubat. Amin.</p>
<p>Mekaten khutbah meniko nyuwun pangapunten menawi wonten salah lan khilaf.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>جَعَلَنَا اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>بَارَكَ الله لِى وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِى وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذْكُرَ الْحَكِيْمَ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَاِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ ، وَأَقُوْلُ قَوْلى هَذَا فَاسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Khutbah II</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ اِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى اِلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا اَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong> وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ اَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاَعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>عِبَادَاللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا االلهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرْ</strong></p>
<blockquote><p><span class="JsGRdQ"><strong>Dr. Miftahul Huda M.Ag</strong><br />
</span><span class="JsGRdQ">Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Ponorogo</span></p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-tobat-saking-dosa-basa-jawa/">Khutbah Jumat Singkat &#8211; Tobat Saking Dosa (Basa Jawa)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-tobat-saking-dosa-basa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Bulan Dzulhijjah &#8211; Beberapa Alternatif Amal Kebaikan </title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-bulan-dzulhijjah-beberapa-alternatif-amal-kebaikan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-bulan-dzulhijjah-beberapa-alternatif-amal-kebaikan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Jul 2022 13:49:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[contoh khutbah jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat menyentuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat paling bagus]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat singkat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4459</guid>

					<description><![CDATA[<p> Khutbah I اَلْحَمْدُ للّٰه الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-bulan-dzulhijjah-beberapa-alternatif-amal-kebaikan/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Bulan Dzulhijjah &#8211; Beberapa Alternatif Amal Kebaikan </a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4463" aria-describedby="caption-attachment-4463" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4463" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Bulan-Dzulhijjah-Beberapa-Alternatif-Amal-Kebaikan-.jpg" alt="Khutbah Jumat Bahasa Indonesia - Bulan Dzulhijjah - Beberapa Alternatif Amal Kebaikan " width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Bulan-Dzulhijjah-Beberapa-Alternatif-Amal-Kebaikan-.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Bulan-Dzulhijjah-Beberapa-Alternatif-Amal-Kebaikan--300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Bulan-Dzulhijjah-Beberapa-Alternatif-Amal-Kebaikan--1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Bulan-Dzulhijjah-Beberapa-Alternatif-Amal-Kebaikan--768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Bulan-Dzulhijjah-Beberapa-Alternatif-Amal-Kebaikan--1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Jumat-Bahasa-Indonesia-Bulan-Dzulhijjah-Beberapa-Alternatif-Amal-Kebaikan--355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4463" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Bulan Dzulhijjah &#8211; Beberapa Alternatif Amal Kebaikan</figcaption></figure>
<p><strong> Khutbah I</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ للّٰه الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اله إِلاَّ اللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللّٰه. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أله وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ. أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ، أُوْصِيْنِيِ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. وقَالَ تَعالَى يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. صَدَقَ اللّٰهُ العَظِيمُ</p>
<p><strong>Jamaah Jum’ah Yang Berbahagia </strong></p>
<p>Mari kita tingkatkan ketakwaaan kita kepada Allah SAW dengan melaksanakan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Jangan sampai kita meninggal, kecuali dalam keadaan memeluk agama Islam.</p>
<p>Perlu diketahu, bahwa kita saat ini sudah berada dalam salah satu bulan yang mulia, yaitu Dzulhijjah. Bulan Dzulhijjah adalah salah satu bulan bulan diantara empat bulan yang bernama <em>asyhurul hurum, </em>yaitu bulan yang dimulyakan oleh Allah SWT. Artinya Allah memberikan keistimewaan yang tidak diberikan kepada bulan yang lainnya</p>
<p>Dalam kitab <em>Nuzhatul Majalis</em> karya syekh Abdurrohman bin ‘Abdissalam bin ‘Abdirrohman bin ‘Ustman al-Syafi’i disebutkan bahwa bulan Dzulhijjah ini dimulyakan oleh Allah karena adanya syariat berupa pausa ‘Arofah. Di bulan Dzulhijjah, Allah memulyakan kepada empat Nabi, yaitu Allah menerima taubat nabi Adam; Allah memberi perintah secara langsung kepada nabi Musa di gunung Thur; Allah memberi kemuliaan kepada nabi Muhammad penyempurnaan Rukun Islam dengan melaksanakan Haji, dan yang terakhir, ketika nabi Ibrahim menyembelih nabi Ismail, kemudian Allah mengganti dengan domba.</p>
<p>Berkaitan dengan keistimewaan bulan Dzulhijjah, disebutkan dalam kitab <em>Nuzhatul Majalis</em>, bahwa Kanjeng Nabi Muhammad bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ يَوْمَ التَّرْوِيَةِ  أَعْطَاهُ اللّهُ ثَوَابَ أَيُّوبَ عَلَيْهِ السَّلامُ عَلَى بَلاَئِهِ، وَمَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ أَعْطَاهُ اللَّهُ ثَوَابًا مِثْلَ ثَوابِ عِيْسَى عَلَيْهَ السَّلامُ</p>
<p>Artinya: “Barang siapa puasa hari Tarwiyah maka Allah memberinya pahala sebagaimana pahala yang diberikan Allah kepada nabi Ayub AS atas cobaan yang diberikan kepadanya. Dan barang siapa puasa hari ‘Arofah maka Allah memberinya pahala sebagaimana pahala yang diberikan kepada nabi ‘Isa AS”.</p>
<p>Sebagaimana dinyatakan oleh Imam al-Rozi bahwa tanggal 8 Dzul Hijjah disebut Tarwiyah sedangkan tanggal 9 Dzul Hijjah disebut ‘Arofah. Untuk itu, berkenaan dengan kemuliaan kedua hari tersebut, masih mengutip keterangan dari kitab Nuzhatul Majalis terdapat riwayat sebagai berikut:</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللّهُ عَنْهَا: عَنِ النَّبيِّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال: &#8220;إنَّ فِي الجَنّةِ قُصُورًا مِنْ دُرٍّ وَيَاقُوْتٍ وزَبَرْجِدٍ وَذَهَبٍ وَفِضَّةٍ &#8221; قُلْتُ : يَارَسُولَ اللّهِ لِمَنْ هِيَ؟ قَالَ : &#8220;لِمَنْ صَامَ يَوْمَ عَرَفَةَ ، يَاعَائِشَةَ: مَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا يَوْمَ عَرَفَةَ فَتَحَ اللّهُ عَلَيْهِ ثَلاثِيْنَ بَابًا مِنَ الخَيْرِ وَأغْلَقَ عَنْهُ ثَلاثِينَ بَابًا مِنَ الشَّرِّ, فَإِذَا أَفْطَرَ وَشَرِبَ اْلمَاءَ اسْتَغْفَرَ لَهُ كُلُّ عِرْقٍ فِي جَسَدِهِ&#8221;</p>
<p><em>Artinya: “diceritakan oleh sayidah ‘Aisyah dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW, dawuh: “Sesungguhnya di dalam surga terdapat Istana-istana yang terbuat dari Mutiara, dari Yaqut, dari Intan berlian, dari Zabarjad, emas dan perak”. Kemudian aku bertanya kepada Nabi: “Ya Rasulallah, untuk siapa istana-istana tersebut?” Nabi menjawab: “Bagi orang-orang yang puasa ‘Arofah. Wahai ‘Aisyah, barang siapa puasa hari ‘Arofah maka Allah akan membukakan untuknya 30 pintu kebaikan, ditutup untuknya 30 pintu keburukan dan ketika dia berbuka puasa kemudian ia minum seteguk air maka semua keringat yang ada dalam tubuhnya akan memintakan ampun untuknya”. </em></p>
<p>Terdapat keterangan lagi perihal keutamaan hari ‘Arofah, sebuah riwayat sebagaimana berikut:</p>
<p style="text-align: right;">وعَنِ الفَضَلِ ابْنِ اْلعَبَّاسِ رضي اللّه عنه عَنِ النبيِّ صلّى اللّه عليه وسلّم قال: مَنْ حَفِظَ لِسَانَهُ وَسَمْعَهُ وَبَصَرَهُ يَوْمَ عَرَفَةَ غُفِرَ لَهُ إِلَى عَرَفَةَ</p>
<p><em>Artinya: diceritakan daari sahabat Fadlol ibnil ‘Abbas RA, dari Kanjeng Nabi Muhammad SAW dawuh: “Barang siapa menjaga lisannya, pendengarannya dan penglihatannya pada hari ‘Arofah maka dosa-dosanya diampuni sampai hari ‘Arofah yang akan datang.</em></p>
<p>Berpijak pada dawuh hadits tersebut dan dalam rangka meraih keutamaan-keutamaan sebagaimana keterangan di atas, mari mulai saat ini juga, terlebih pada hari ‘Arofah yang akan datang, kita berusaha menjaga lisan, menjaga telinga dan menjaga mata jangan sampai lisan, mata dan telinga ini, terbiasa digunakan untuk hal-hal yang tidak baik, hal-hal yang mengakibatkan dosa sehingga menyebabkan murka Allah. Jangan sampai lisan ini berkata tidak jujur, berbohong dan menipu orang.</p>
<p>Perkara yang menyebabkan murka Allah, seperti berbohong, gosip, mendengarkan atau melihat perkara yang dilarang oleh Agama sebaiknya ditinggalkan, terlebih di hari Tarwiyah dan Arofah.</p>
<p><strong>Jamaah Jum’ah Yang Berbahagia </strong></p>
<p>Pada dasarnya kemuliaan bulan Dzul Hijjah selain karena terdapat hari Tarwiyah dan hari ‘Arofah, kemuliaan Dzul Hijjah disebabkan karena tanggal 10 Dzul Hijjah merupakan <a href="https://ngawi.pikiran-rakyat.com/tag/Hari%20Raya">Hari Raya</a> umat Islam di seluruh dunia yang disebut dengan hari raya ‘<a href="https://ngawi.pikiran-rakyat.com/tag/Idul%20Adha">Idul Adha</a> atau hari raya Kurban. Pada hari raya ini, sebagaimana banyak diterangkan dalam kitab-kitab hadits, banyak sekali amaliah-amaliah yang bila dikerjakan maka akan mendapat balasan dari Allah tidak sebagaimana mestinya, karena amaliah-amaliah tersebut pahalanya akan dilipat gandakan</p>
<p>Salah satu dari sekian banyak amaliah tersebut adalah ibadah Kurban atau ibadah berupa menyembelih hewan Kurban. Ibadah ini sebagaimana riwayat hadits merupakan ibadah yang paling dicintai Allah pada saat hari raya <a href="https://ngawi.pikiran-rakyat.com/tag/Idul%20Adha">Idul Adha</a>. Diriwayatkan oleh Imam Turmudzi bahwa:</p>
<p style="text-align: right;">مَا عَمِلَ أَدَمِيٌ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبَّ إِلىَ اللّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ  إِنَّهَا لَتَأتِي يَوْمَ اْلقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا وَأنَّ الدّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ اْلأَرْضِ فَطِيْبُوا بِهَا نَفْسًا</p>
<p><em>Artinya: “Tidak ada amal/pekerjaan di hari raya Qurban (</em><a href="https://ngawi.pikiran-rakyat.com/tag/Idul%20Adha"><em>Idul Adha</em></a><em>) yang lebih dicintai Allah dari pada mengalirkan darah yakni menyembelih hewan qurban. Sesungguhnya, kelak di hari qiyamat hewan qurban tersebut akan datang lengkap dengan tanduknya, bulu-bulunya dan kuku-kukunya. Dan sesungguhnya, pahala Qurban itu, telah sampai pada Allah sebelum darah dari qurban yang disembelih itu menetes di tanah. Oleh karenanya, ikhlaskan hatimu”. (HR. Imam Turmudzi).</em></p>
<p>Berkenaan dengan keutamaan ibadah kurban, sebagaimana didawuhkan oleh Syekh Abdul Qadir al-Jailani di dalam kitab karyanya al-Ghunyah bahwa: “Nabi Daud bertanya kepada Allah, “Wahai Allah, apa pembalasan umat nabi Muhammad yang mau berkurban?” kemudian Allah menjawab:</p>
<p style="text-align: right;">ثَوَابُهُ أَنْ أُعْطِيَهُ بِكُلِّ شَعْرَةٍ عَلىَ جَسَدِهَا عَشْرَ حَسَنَاتٍ وَأَمْحُوْ عَنْهُ عَشْرَ سَيِّئَاتٍ وَأَرْفَعُ لَهُ عَشْرَ دَرَجَاتٍ أَمَا عَلِمْتَ يَا دَاوُدُ أَنَّ الضَّحَايَا هِيَ اْلمَطَايَا وَأنَّ الضَّحَايَا تَمْحُوْ اْلخَطَايَا</p>
<p><em>Artinya: “Balasannya adalah, pada tiap-tiap bulu dari hewan qurbannya, Aku beri dia 10 kebaikan, aku hapus 10 dosa-dosanya dan aku angkat dia dengan 10 derajat. Ketahuilah wahai engkau nabi Daud, bahwa ”Sesungguhnya, hewan qurban itu adalah kendaraan dan sesungguhnya hewan kurban itu adalah penghapus kesalahan-kesalahan”.</em></p>
<p style="text-align: right;">أَنَّ الضَّحَايَا هِيَ اْلمَطَايَا وَأنَّ الضَّحَايَا تَمْحُوْ اْلخَطَايَا</p>
<p><em>Artinya : Sesungguhnya hewan Kurban itu jadi kendaraan, dan sesungguhnya hewan kurban itu melebur dosa dan kesalahan”.</em></p>
<p><strong>Jamaah Jum’ah rohimakumullah</strong>,</p>
<p>Berdasarkan sabda di atas, dan berkenaan dengan puasa Tarwiyah dan ‘Arofah, dan juga keutamaan Kurban, mari kita semua ber-‘azam, dengan niat dalam hati, menjalankan semua keterangan di atas menurut kemampuan kita. Yang memiliki harta, mari berkurban Sapi atau kambing. Kurban ini hukumnya Sunah Muakkad artinya sunah yang sangat dianjurkan oleh agami.</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوذُ بالله من الشيطان الرجيم</p>
<p style="text-align: right;"> فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَاهُ ومَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَاهُ</p>
<p style="text-align: right;">باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ</p>
<p><strong>Khutbah II</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ، وَنَعُوذُ بِالِلّٰهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللّٰهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ اِلَّاللّٰه وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَانَبِيَ بَعْدَهُ. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَجْمَعِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ. فَيَا عِبَادَ الِلّٰهِ! اِتَّقُوْا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ</p>
<p style="text-align: right;">قَالَ اللّٰهُ تَعاَلَى فِى كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ: أَعُوْذُ بِالِلّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. بِسۡمِ ٱلِلّٰهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيْمِ. إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللّٰهُـمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّد عَبْدِكَ وَرَسُوْلِكَ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلٰى مُحَمَّدٍ وَعَلٰى اٰلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى اِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى اٰلِ اِبْرَاهِيْمَ فِى الْعَالَمِيْنَ اِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُـمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُـمَّ اِنَّانَسْأَلُكَ سَلَامَةًفِى الدِّيْنِ، وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةَ قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَالْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَالْمَوْتِ، اَللّٰهُـمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِيْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ. اَللّٰهُـمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنِ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;"> رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَالِلّٰهِ ! إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ الِلّٰهِ اَكْبَرْ.</p>
<blockquote>
<p class="_04xlpA direction-ltr align-center para-style-body"><span class="JsGRdQ"><strong>Dr. Miftahul Huda M.Ag</strong><br />
</span><span class="JsGRdQ">Wakil Ketua Tanfidziah PCNU Ponorogo</span></p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-bulan-dzulhijjah-beberapa-alternatif-amal-kebaikan/">Khutbah Jumat Bahasa Indonesia &#8211; Bulan Dzulhijjah &#8211; Beberapa Alternatif Amal Kebaikan </a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-indonesia-bulan-dzulhijjah-beberapa-alternatif-amal-kebaikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Ramadhan  setelah Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/menjaga-ramadhan-setelah-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/menjaga-ramadhan-setelah-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2022 02:26:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4208</guid>

					<description><![CDATA[<p>اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي جَعَلَ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-ramadhan-setelah-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia/">Menjaga Ramadhan  setelah Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4213" aria-describedby="caption-attachment-4213" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4213" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Menjaga-Ramadhan-setelah-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia.jpg" alt="Menjaga Ramadhan  setelah Ramadhan - Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Menjaga-Ramadhan-setelah-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Menjaga-Ramadhan-setelah-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Menjaga-Ramadhan-setelah-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Menjaga-Ramadhan-setelah-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Menjaga-Ramadhan-setelah-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Menjaga-Ramadhan-setelah-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4213" class="wp-caption-text">Menjaga Ramadhan  setelah Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي جَعَلَ لِمَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ عَظِيْمَ الْاُجُوْرِ وَفَتَحَ فِيْهِ ابْوَابَ الْخَيْرَاتِ. لآاِلهَ اِلَّا هُوَ جَعَلَ صِيَامَهُ تَهْذِيْبً الِلنُّفُوْسِ وَرِفْقًا بِفُقَرَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ. اَسْتَغْفِرُ هُوَ اَشْهَدُ اَنْ لآاِلهَ اِلَّااللهُ بَلَّغَ مَنِ اعْتَمَدَ عَلَيْهِ مَرَامَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ هَجَرَ فِى الطَّاعَةِ مَنَامَهُ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِى الْفَضْلِ الْمُبِيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ ، اِتَّقُوااللهَ وَعَلَيْكُمْ بِالْخَيْرَاتِ شَهْرَ رَمَضَانَ وبَعْدهُ. قَالَ اللهُ تَعَالى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَّلَكُمْ تَتَّقُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ</p>
<p>Kaum muslimin sidang Jum’ah <em>Rahimakumullah</em></p>
<p>Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangannya, karena tidak ada bekal yang paling baik kita bawa ke hadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada-Nya.</p>
<p>Kaum muslimin sidang Jum’ah <em>rahimakumullah</em></p>
<p>Bulan Ramadhan  telah selesai, tetapi semangat Ramadhan harus terus kita pelihara. Bulan Ramadhan  memang telah meninggalkan kita, tetapi bekas-bekas ibadah Ramadhan harus terus kita lanjutkan. Kita harus ingat bahwa tujuan puasa Ramadhan,seperti tercantum dalam surah al-Baqarah ayat 183 adalah agar umat Islam menjadi bertakwa. Dengarkan firman Allah tersebut.</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ</p>
<p>Artinya: <em>Wahai orang-orang yang beriman telah diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagaimana telah diwajibkan kepada orang-orang sebelum kalian, agar kalian bertakwa. </em></p>
<p>Pertanyaanya sekarang adalah sudahkan kita menjadi bertakwa? Yang bisa menjawab pertanyaan ini adalah kita sendiri, bukan orang lain. Mungkin kita belum bisa menjadi pribadi yang bertakwa, tetapi kita harus menjadi orang yang berproses untuk bertakwa. Kita harus menjalani proses tersebut. Kita harus ingat,yang beruntung adalah orang yang hari ini lebih baik dari hari kemarin. Sedangkan orang yang rugi adalah orang yang hari ini lebih jelek dari hari kemarin. Berproses menjadi pribadi yang bertakwa adalah berproses untuk menjadi lebih baik dari hari kemarin. Berproses itulah yang ditandai dengan lafal “<em>la’alla</em>” dalam ayat di atas, suatu lafal yang bermakna “pengharapan”. Diharapkan dengan puasa seseorang bisa menjadi orang yang bertakwa. Sebagai suatu pengharapan, ada puasa yang tidak menyebabkan orang bertakwa. Inilah yang disebut oleh hadis hanya dapat lapar dan dahaga saja. Jika seseorang hari ini lebih baik dari hari kemarin, berarti ada tanda, berarti ada indikasi, berarti ada ciri-ciri bahwa orang tersebut adalah orang yang diharapkan bisa bertakwa.</p>
<p>Menjadi lebih baik inilah inti dari bulan syawal. Syawal berasal dari kata “syala” yang berarti naik atau meninggi. Jika kita memahami dan menyadari makna syawal ini dengan benar, maka berarti kita telah menjaga Ramadhan  setelah Ramadhan .</p>
<p><em>Pertama, </em>syawal artinya naik atau tinggi. Setelah Ramadhan  kita diangkat oleh Allah SWT posisi kita sebagai orang yang tinggi. Kita bersih dari dosa, kita seperti bayi kembali. Bukankah Rosulullah SAW bersabda</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>Artinya: <em>Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan  dilandasi oleh iman dan instropeksi diri, maka dosanya yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT </em>(HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760</p>
<p>Posisi yang tinggi ini jangan sampai hilang, jangan sampai rusak, jangan sampai ternodai kembali. Caranya bagaimana? Caranya adalah menjaga jama’ah sholat fardhu, mengerjakan sholat-sholat sunnah, istiqomah membaca al-Qur’an, menjaga lisan dari menggunjing, ghibah, menjaga hati dari riya’, takabbur, hasud, memperbanyak istighfar, membaca sholawat, membantu sesama muslim. Intinya, setelah Ramadhan harus ada peningkatan dibanding sebelum Ramadhan.</p>
<p><em>Kedua, </em>Syawal adalah hari sejarah, hari silaturrahim dan hari saling memaafkan. Hari sejarah adalah hari, seseorang mengetahui asal usulnya, nenek moyangnya dan saudara-saudaranya. Jika nenek moyangnya orang alim, ayo tiru nenek moyangnya, jika nenek moyangnya adalah orang biasa, ayo membuat sejarah baru, agar anak keturunannya bangga. Syawal juga hari silaturrahim, silaturrahim menunjukkan keakraban, kerukunan dan saling mencintai. Silaturrahim dan sangat dianjurkan oleh Allah SWT dan Rasul-Nya. Demikian pula saling memaafkan. Memberi maaf sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Allah SWT bahkan menyandingan orang yang tidak mau memberi maaf sama saja dengan “bodoh”. Dalam surat al-A’raf ayat 199 Allah SWT berfirman</p>
<p style="text-align: right;">خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ</p>
<p>Artinya: <em>&#8220;</em><em>berilah maaf</em><em> dan </em><em>perintahlah</em><em> orang </em><em>untuk </em><em>mengerjakan </em><em>perbuatan baik</em><em>, serta jangan pedulikan orang-orang yang bodoh.&#8221;</em></p>
<p><em>Ketiga, </em>setelah syawal dan bulan-bulan berikutnya, semangat Ramadhanharus terus bergelora. Jika ingin maksiyat, ingat bahwa kita telah diampuni oleh Allah SWT di bulan Ramadhan . Jika ingin berbuat dosa, ingat bahwa hati kita telah menjadi putih. Jangan sampai ternodai kembali. Cepat-cepatlah istighfar, meminta ampun. Ingat, dalam sebuah hadis dijelaskan sepanjang manusia hidup, ia akan selalu digoda dan dijerumuskan ke lembah dosa oleh setan. Tetapi Allah bersumpah, bahwa selama hamba mau meminta ampun kepada-Nya, Allah SWT akan selalu mengampuni hamba tersebut. Semoga kita bisa menjaga semangat Ramadhan  di luar Ramadhan. Amiin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ. اَعُوْذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ، وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَلْخُطْبَةُالثَّانِيَةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّابَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِالرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْ عَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَا يُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلٰى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَائِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّروْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<blockquote><p><span class="JsGRdQ"><strong>Dr. Iswahyudi, M.Ag</strong><br />
</span><span class="JsGRdQ">Ketua Aswaja Center NU Ponorogo</span></p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-ramadhan-setelah-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia/">Menjaga Ramadhan  setelah Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/menjaga-ramadhan-setelah-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Netepi Ramadhan Sak Bakdane Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Basa Jawa</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/netepi-ramadhan-sak-bakdane-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/netepi-ramadhan-sak-bakdane-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 25 May 2022 02:09:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4207</guid>

					<description><![CDATA[<p>اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي جَعَلَ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/netepi-ramadhan-sak-bakdane-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/">Netepi Ramadhan Sak Bakdane Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Basa Jawa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4209" aria-describedby="caption-attachment-4209" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4209" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Netepi-Ramadhan-Sak-Bakdane-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Basa-Jawa.jpg" alt="Netepi Ramadhan Sak Bakdane Ramadhan - Khutbah Jumat Singkat Basa Jawa" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Netepi-Ramadhan-Sak-Bakdane-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Basa-Jawa.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Netepi-Ramadhan-Sak-Bakdane-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Basa-Jawa-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Netepi-Ramadhan-Sak-Bakdane-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Basa-Jawa-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Netepi-Ramadhan-Sak-Bakdane-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Basa-Jawa-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Netepi-Ramadhan-Sak-Bakdane-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Basa-Jawa-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Netepi-Ramadhan-Sak-Bakdane-Ramadhan-Khutbah-Jumat-Singkat-Basa-Jawa-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4209" class="wp-caption-text">Netepi Ramadhan Sak Bakdane Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Basa Jawa</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّهِ الَّذِي جَعَلَ لِمَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَقَامَهُ عَظِيْمَ الْاُجُوْرِ وَفَتَحَ فِيْهِ ابْوَابَ الْخَيْرَاتِ. لآاِلهَ اِلَّا هُوَ جَعَلَ صِيَامَهُ تَهْذِيْبً الِلنُّفُوْسِ وَرِفْقًا بِفُقَرَآءِ الْمُؤْمِنِيْنَ. اَسْتَغْفِرُ هُوَ اَشْهَدُ اَنْ لآاِلهَ اِلَّااللهُ بَلَّغَ مَنِ اعْتَمَدَ عَلَيْهِ مَرَامَهُ وَاَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ هَجَرَ فِى الطَّاعَةِ مَنَامَهُ. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ ذَوِى الْفَضْلِ الْمُبِيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ ، اِتَّقُوااللهَ وَعَلَيْكُمْ بِالْخَيْرَاتِ شَهْرَ رَمَضَانَ وبَعْدهُ. قَالَ اللهُ تَعَالى : بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ امَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَّلَكُمْ تَتَّقُوْنَ. صَدَقَ اللهُ الْعَظِيْمُ</p>
<p>Wonten ing kalodhangan punika sumangga kita sami ningkataken taqwa kita dhumateng Allah SWT kanthi nindakaken sedaya dhawuhipun saha nilar sedaya laranganipun, awit boten wonten sangu ingkang sae kangge kita aturaken dhumateng ngarsanipun Allah SWT, kejawi taqwa kita dhumateng Panjenenganipun.</p>
<p>Kaum muslimin sidang Jum&#8217;at, mugi-mugi Allah paring berkah</p>
<p>Wulan Ramadhan sampun rampung, nanging kita kedah tetep anggadahi semangat Ramadhan. Wulan Ramadhan pancen sampuninggal kita, nanging kita kedah nglajengake bekas-bekas ibadah Ramadhan. Kita kedah ngelingi bilih tujuanipun nindakaken siyam ing wulan Ramadhan kados ingkang kaandharaken wonten ing surat al-Baqarah ayat 183 punika supados umat Islam dados taqwa. Gusti Allah sampun ngendikan ing surat al-Baqarah ayat 183 :</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ</p>
<p><em>Tegese : He wong-wong kang padha iman, sira wus diwajibake pasa, kaya kang wis diwajibake marang wong-wong sadurunge sira, supaya sira padha taqwa.</em></p>
<p>Pitakonan saiki apa kita wis dadi taqwa? Sing bisa mangsuli pitakon iki yaiku awak kita pyambak, sanes tiyang lintu. Kita saget dereng dados pribadi sing taqwa, nanging kedah dados tiyang ingkang nembe ing proses taqwa. Kita kedah ngliwati proses kasebut. Kita kedah eling, sing begja yaiku wong sing saiki luwih apik tinimbang wingi. Dene wong sing kalah iku wong sing saiki luwih awom tinimbang wingi. Dados wong taqwa iku proses dadi luwih apik tinimbang wingi. Proses iki ditandhani kanthi lafal <em>&#8220;la&#8217;alla&#8221;</em> ing ayat ing ndhuwur, pelafalan sing tegese &#8220;pangarep-arep&#8221;. Mugi-mugi kanthi siyam tiyang saged dados tiyang ingkang taqwa, minangka pangarep-arep, ana pasa sing ora nyebabake wong dadi taqwa. Punika ingkang dipun ngendikaaken hadits bilih wonten pasa ingkang namung saged ngelih lan ngelak. Yen wong dina iki luwih apik tinimbang wingi, tegese ana tandha, ana ciri yen wong kasebut minangka wong sing diarep-arep taqwa.</p>
<p>Dadi luwih apik meniku intinipun  wulan Syawal. Syawal asale saka tembung <em>&#8220;syala&#8221;</em> sing artine munggah. Menawi kita mangertosi tegesipun Syawal punika kanthi leres, ateges kita sampun netepi Ramadhan sasampunipun Ramadhan.</p>
<p><em>Kapisan</em>, Syawal tegese munggah utawa dhuwur. Sasampunipun Ramadhan kita dipun angkat dening Allah SWT, posisi kita minangka tiyang ingkang inggil. Kita wis resik saka dosa, kita kaya bayi maneh. Rasulullah SAW ngendika?</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p><em>Tegese: Sing sapa pasa ing wulan Ramadhan kanthi iman lan mawas dhiri, mula dosa-dosane kang wis kepungkur bakal diapura dening Allah SWT (HR. Bukhari no. 38 lan Muslim no. 760).</em></p>
<p>Pangkat luhur iki aja nganti ilang, aja nganti rusak, aja nganti rusak maneh. Carane? Caranipun kanthi jamaah Shalat fardhu, nindakaken shalat sunnah, istiqomah deres Al-Qur’an, ngadohi ngrasani, ghibah, njaga manah saking riya’, takabbur, hasud, ngatahaken istighfar, maos shalawat, tetulung marang sesama muslim. Intine sakwise Ramadhan mesti tambah akeh dibanding sakdurunge Ramadhan.</p>
<p><em>Kapindho</em>, Syawal minangka dina sejarah, dina kekancan lan dina pangapura. Dina sajarah iku dina, wong ngerti asal-usule, leluhure lan sedulure. Yen leluhure padha alim, padha nuladha marang leluhure, yen leluhure wong biyasa, ayo gawe sejarah anyar, supaya anak turune langkung sae. Syawal uga minangka dina kekancan, kekancan nuduhake kerukunan, kerukunan lan rasa tresna marang sapadha-padha. Silaturrahim lan banget dianjurake dening Allah SWT lan Rasul-Nya. Semono uga saling ngapura. Nyuwun pangapunten sanget dipun anjuraken dening Allah SWT. Allah SWT malah mbandhingake wong sing ora gelem ngapura padha karo &#8220;bodho&#8221;. Ing surah al-A&#8217;raf ayat 199 Allah SWT ngandika:</p>
<p style="text-align: right;">خُذِ الْعَفْوَ وَأْمُرْ بِالْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ الْجَاهِلِينَ</p>
<p><em>Tegese: &#8220;Ngapura lan dhawuh marang manungsa supaya nindakake kabecikan, lan aja nggatekake wong bodho.&#8221;</em></p>
<p><em>Katelu</em>, sawise Syawal lan wulan sabanjure, semangat Ramadhan kedah  terus mundhak. Yen sampeyan pengin nggawe dosa, elinga yen kita wis diampuni dening Allah SWT ing wulan Ramadhan. Yen sampeyan pengin nggawe dosa, elinga yen ati kita wis putih. Aja nganti diregeti maneh. Cepet istighfar, nyuwun pangapunten. Elinga, ing sawijining hadits diterangake yen salawas-lawase manungsa urip mesthi bakal digodha lan dicemplungake ing lembah dosa dening Iblis. Ananging Allah Swt paring pepiling, selagine hamba tasih nyuwun pangapura, Allah SWT mesthi bakal ngapura marang hamba kasebut. Muga-muga kita bisa njaga semangat Ramadhan ing njaba Ramadhan. Amin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ الْآمِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ. اَعُوْذُبِ اللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ، وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَلْخُطْبَةُالثَّانِيَةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّابَعْدُ : فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِالرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْ عَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَا يُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلٰى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَائِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَاتَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّروْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<blockquote>
<p class="_04xlpA direction-ltr align-center para-style-body"><span class="JsGRdQ"><strong>Dr. Iswahyudi, M.Ag</strong><br />
</span><span class="JsGRdQ">Ketua Aswaja Center NU Ponorogo</span></p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/netepi-ramadhan-sak-bakdane-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/">Netepi Ramadhan Sak Bakdane Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Singkat Basa Jawa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/netepi-ramadhan-sak-bakdane-ramadhan-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Jumat Singkat &#8211; NGOPTIMALAKE AMAL SAE ING WULAN SYAWWAL (Basa Jawa)</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-ngoptimalake-amal-sae-ing-wulan-syawwal-basa-jawa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-ngoptimalake-amal-sae-ing-wulan-syawwal-basa-jawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 May 2022 02:15:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[naskah khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4168</guid>

					<description><![CDATA[<p>Puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah &#8220;hablum minallah&#8221; yaitu... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-ngoptimalake-amal-sae-ing-wulan-syawwal-basa-jawa/">Khutbah Jumat Singkat &#8211; NGOPTIMALAKE AMAL SAE ING WULAN SYAWWAL (Basa Jawa)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Puasa di bulan Ramadhan merupakan ibadah &#8220;hablum minallah&#8221; yaitu ibadah yang berhubungan langsung dengan Alloh. Tidak ada orang yang tahu apakah kita benar-benar berpuasa atau tidak selain Alloh SWT.</p>
<p>Setelah bulan Ramadhan, umat islam memasuki bulan syawal dimana bulan Syawal bisa disebut sebagai bulan yang menandakan kemenangan bagi umat islam di seluruh dunia. Kemenangan disini disebut fitri, suci atau diampuni semua dosa-dosanya setelah menjalankan ibadah puasa pada bulan Ramadhan.</p>
<p>Namun, dosa yang berhubungan dengan sesama manusia, akan diampuni oleh Alloh ketika sesama manusia tersebut saling bermaafan &#8220;hablum minannas&#8221;. Bulan syawal ini merupakan bulan suci yang dimaksud adalah bersih dari dosa kepada Alloh dan dosa kebapa sesama manusia.</p>
<p>Berikut ini kami berikan khutbah jumat singkat yang cocok disampaikan di dalam bulan syawal yang berisi tentang amal shaleh yang bisa dilakukan oleh umat islam di bulan syawal. Khutbah jumat terbaru ini berbahasa jawa (khutbah jumat basa jawa). Bagi anda yang bertugas sebagai khatib dengan naskah khutbah basa jawa, maka teks khutbah jumat ini bisa anda copy paste di word atau sejenisnya.</p>
<blockquote><p>Bagi anda yang ingin mengupload ulang (repost) khutbah jumat ini di dalam website lain, maka silahkan  cantumkan backlink di paragraf pertama ke website resmi pcnu ponorogo ini. Terima Kasih, Semoga Bermanfaat, Semoga Berkah.</p></blockquote>
<figure id="attachment_4169" aria-describedby="caption-attachment-4169" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4169" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-NGOPTIMALAKE-AMAL-SAE-ING-WULAN-SYAWWAL-Basa-Jawa.jpg" alt="Khutbah Jumat Singkat - NGOPTIMALAKE AMAL SAE ING WULAN SYAWWAL (Basa Jawa)" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-NGOPTIMALAKE-AMAL-SAE-ING-WULAN-SYAWWAL-Basa-Jawa.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-NGOPTIMALAKE-AMAL-SAE-ING-WULAN-SYAWWAL-Basa-Jawa-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-NGOPTIMALAKE-AMAL-SAE-ING-WULAN-SYAWWAL-Basa-Jawa-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-NGOPTIMALAKE-AMAL-SAE-ING-WULAN-SYAWWAL-Basa-Jawa-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-NGOPTIMALAKE-AMAL-SAE-ING-WULAN-SYAWWAL-Basa-Jawa-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-NGOPTIMALAKE-AMAL-SAE-ING-WULAN-SYAWWAL-Basa-Jawa-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4169" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Singkat &#8211; NGOPTIMALAKE AMAL SAE ING WULAN SYAWWAL (Basa Jawa)</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الخُطْبَةُ الْأُوْلَى</strong></p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ ِللَّهِ الَّذِى كَرَّمَ بَنِى آدَمَ وَفَضَّلَهُمْ عَلَى كَثِيْرٍ مِنَ الْمَخْلُوْقَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ كَامِلُ الْأَسْمَاءِ والصِّفَاتِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُصْطَفَى مِنْ جَمِيْعِ الْبَرِيَّاتِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ فَضَلُوْا الْأُمَّةَ بِالْعُلُوْمِ النَّافِعَةِ وَالْأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ.</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللَّهِ ، إِتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ بفِعْلِ المَأمُوْراتِ وَاجْتِنَابِ المُحَرَّمَاتِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ</p>
<p><strong><em>Jamaah shalat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p>Mangga sareng-sareng ningkataken taqwAllah, ajrih dumateng ngarsonipun Allah, kanti nindaaken sedaya printah-printahipun saha nebihi sedoya awisan-awisanipun, supados kita sedaya manggehaken kawilujengan saha kebahagiaan wonten ing dunyo ngantos akhiratipun.</p>
<p><em>Syawwal </em>meniko basa arab saking akar kata <em>syala yasyulu syaulan, </em>engkang maknanipun luhur utawi dados inggil. Dados, <em>Syawwal </em>mengku harapan sak sampunipun nampi pelatihan lan gemblengan wonten wulan Ramadan, kita saget ningkataken kualitas keimanan saha kuantitas amal kesaenan. Tundonipun, kita kalebet golonganipun tiyang-tiyang engkang beruntung lan mulyo menggahipun Allah.</p>
<p>Islam perintah dateng kita supados anjogo lan ningkatken amal sae hasil saking gemblengan wulan Ramadhan. Kagem anjogo kemenangan sak sampunipun Ramadhon, ngoptimalaken amal kesaenan wonten wulan Syawwal meniko wajib kita tindaaken. Kathah amal sae engkang dipun sunnahaken kita tindaaken wonten wulan Syawwal meniko, ing antawisipun:</p>
<p><strong><em>Bayar Zakat Fitrah</em></strong></p>
<p>Rangkaian ibadah selami Ramadhan kita sampurnaaken kanthi bayar zakat fitrah. Imam Waki’ bin Jarrah, gurunipun imam As-Syafi’i, ngibarataken zakat fitrah sami kalian sujud sahwi:</p>
<p style="text-align: right;">زَكَاةُ الْفِطْرِ لِشَهْرِ رَمَضَانِ كَسَجْدَةِ السَّهْوِ لِلصَّلَاةِ. تَجْبُرُ نَقْصَ الصَّوْمِ كَمَا يَجْبُرُ السُّجُوْدُ نَقْصَ الصَّلَاةِ. (إعانة الطالبين الجزء الثاني ص 167)</p>
<p><em>“Zakat fitrah kanggone wulan Ramadhan iku koyo sujud sahwi kanggone sholat. Zakat fitrah nambal kekurangane poso koyo dene sujud sahwi nambel kekurangane sholat.”</em></p>
<p><strong><em>Sholat Idul Fitri lan  ritual ibadah engkang dipun syareataken</em></strong></p>
<p>Kita dipun anjuraken dahar utawi sarapan rumiyen sak derengipun bidal nindaaken sholat Idul Fitri. Bidal milai griyo sarono terus maos takbir ngantos panggenan sholat, hinggo imam jumeneng bade nindaaken sholat.  Abdullah bi Umar ra. nyariosaken:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُكَبِّرُ يَوْمَ الْفِطْرِ مِنْ حِيْنِ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى. (رواه الحاكم)</p>
<p><em>“Temen Kanjeng Nabi saw maos takbir wonten dinten Idul Fitri milai medal saking ndalemipun ngantos dumugi panggenan sholat.”</em></p>
<p>Sak bibarpun sholat kita mirengaken khutbah lan ugi wangsul dateng griyo lewat jalan engkang benten kalian jalan kita bidal dateng panggenan sholat.</p>
<p><strong><em>Ajak-ajak kaum muslimin nekani sholat Idul Fitri</em></strong></p>
<p>Kita dipun anjuraken ngajak tiyang sanes sesarengan rawuh dateng masjid utawi musholla sak perlu nindaaken sholat Idul Fitri kanthi berjamaah. Ummu ‘Athiyah ngriwayataken:</p>
<p style="text-align: right;">أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ، أَنْ نُخْرِجَهُنَّ في الفِطْرِ وَالأضْحَى العَوَاتِقَ، وَالْحُيَّضَ، وَذَوَاتِ الخُدُورِ، فأمَّا الحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلَاةَ، وَيَشْهَدْنَ الخَيْرَ وَدَعْوَةَ المُسْلِمِينَ. (رواه مسلم)</p>
<p><em>“Kanjeng Nabi printah kita wonten dinten Idul Fitri lan Idul Adha ngedalaken poro wadon anem, poro wadon kang haid lan poro wadon pingitan. Wondene wodon kang haid supoyo ngadoh soko sholat, nyekseake kebagusan lan dongane kaum muslimin.”</em></p>
<p><strong><em>Jamaah shalat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p><strong><em>Ingkang sak lajeingipun inggi meniko Maringi ucapan selamat Idul Fitri</em></strong></p>
<p>Proyogi sanget menawi kita maringi ucapan selamat Idul Fitri dateng tiyang-tiyang engkang kita panggihi kanthi ngucapaken <em>“Taqobbalallahu minna wa minka.” </em>(Mugi-mugi Allah nampi sedaya amal sae kula lan amal sae panjenengan).</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ جُبَيرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ: كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ &#8211; صلَّى الله عليه وسلَّم &#8211; إِذَا الْتَقَوْا يَوْمَ العِيْدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ.</p>
<p><em>“Saking Jubai bin Nufair, dewekne matur: ”Kawontenan poro sahabatipun Kanjeng Nabi naliko dinten riyoyo menawi pepanggihan, sebagian ngucap marang liyane: ”Mugo-mugo Allah nampi sedaya amal kula lan amal sae panjenengan.”</em></p>
<p>Kerabat lan sahabat engkang tebih ugi dipun sempataken maringi ucapan selamat Idul Fitri kanthi ngagem telpon utawi angginaaken media sosial.</p>
<p><strong><em>Menghibur diri kanthi hiburan engkang halal</em></strong></p>
<p>Prayogi menawi kita mboten ngaromaken guyonan engkang mubah, permainan engkang halal, hiburan engkang halal, saha nasyid-nasyid islami engkang saget menghibur jiwa lan anggugah gairah jiwa kita. Kathah riwayat hadist engkang anjelasaken bilih Kanjeng Nabi mboten ngelarang nyanyian lan permainan, ngantos panjenenganipun nate dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">لِتَعْلَمَ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى أَنَّ فِي دِيْنِنَا فُسْحَةً إِنِّى أُرْسِلْتُ بِحَنِيْفَةٍ سَمْحَةٍ. (رواه أحمد)</p>
<p><em>“Supoyo wong Yahudi lan Nasrani podo ngerti yen temen ana sak njerone agama kita ana kelonggaran. Temen, aku diutus kanthi anggowo agama kang lurus lan moderat.”</em></p>
<p><strong><em>Silaturrohim dateng poro kerabat lan tonggo</em></strong></p>
<p>Wulan Syawwal meniko momentum engkang tepat sanget kagem <em>silaturrohim lan sungkem bekthi </em>dateng tiyang sepuh, sanak raket, tanggi tepalih lan tetepangan, utaminipun dateng tiyang engkang langkung sepuh usianipun. Malah-malah wonten engkang mastani wulan Syawwal meniko wulan silaturrohim kranten kataha-katahaipun kober ipun nggih wanci Syawal kados mekaten. S<em>ilaturrohim </em>meniko nepung utawi nyambung kefamilian (kekerabatan).</p>
<p>Sedaya ulama’ sepakat hukumipun wajib lan ninggalaken ketatrapan dosa ageng. Adedasar firmanipun Allah:</p>
<p style="text-align: right;">وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا</p>
<p>Ugi dawuhipun Kanjeng Nabi saw:</p>
<p style="text-align: right;">لَا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ. قَالَ سُفْيانُ في رِوايَتِهِ: يَعْني: قَاطِعَ رَحِمٍ.</p>
<p><em>“Ora bakal mlebu suwargo wong kang medot paseduluran.”</em></p>
<p>Allah bade nibaaken azab langsung wonten dunya kagem tiyang engkang medot kekerabatan (paseduluran). Kanjeng Nabi SAW dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ ذَنْبٍ أَجْدَرُ أَنْ يُعَجِّلَ اللَّهُ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مَا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنَ الْبَغْيِ وَقَطِيعَةِ الرَّحِمِ.</p>
<p><em>“Ora ono doso kang pantes dicepetne Allah siksone ono donyo serto siksane neng akhirat, tinimbang dholim lan medot paseduluran”. </em></p>
<p>Wonten era kecanggihan lan keterbukaan kados sak mangke, <em>silaturrohim </em>saget dipun wujudaken kanthi ketemu fisik, kirim hadiah lan ugi saget lewat media sosial. Pramilo mboten wonten alasan engkang dipun tampi kita mutus pasederean, kathah coro kita tetep saget sambung kalian poro kerabat kita.</p>
<p><strong><em>Poso enem dino</em></strong></p>
<p>Proyogi wonten wulan Syawwal meniko kita nindaaken siyam enem dinten. Kanthi coro: siyam berturut-turut, meniko langkung afdhol, utawi dipun pedot-pedot engkang  penting taksih wonten wulan Syawwal. Kanjeng Nabi Muhammad saw dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.(رواه مسلم)</p>
<p><em>“Sopo wonge poso wulan Ramadhan banjur diiringi poso enem dino Syawwal, mongko koyo poso setahun muput.”</em></p>
<p>Monggo berlomba-lomba nindaaken amal kesaenan wonten wulan Syawwal meniko, kanthi harapan mugio pinaringan ganjaran berlimpah saha pinaringan ridho sakinga Allah. Aamiin.</p>
<p style="text-align: right;">وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ. وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم ، وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۙ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَأَجْرٌ عَظِيمٌۭ.</p>
<p style="text-align: right;">باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الصَّمَدِ. اَلَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أحَدٌ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ الْمُمَجَّدِ. وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ الَّذِيْنَ شَيَّدُوْا الدَّيْنَ بِعَزْمٍ قَوِيٍّ وَعَزِيْزِ الْمَدَدِ.</p>
<p style="text-align: right;">أمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنفْسِى بِتَقْوَى اللَّهِ بِفِعْلِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَتَرْكِ الْمَنْهِيَّاتِ. قَدْ أشْبَعَ لَكُمْ أنْوَاعُ الْخُطَبِ الْجُمْعِيَّةِ وَكَأَنِّى أنْظُرُ فِى أسْمَائِكُمْ بِهَا مَلْآن. وَلَكِنْ مَا أرَى مِنْكُمْ اِلّأ عَلَى جُمُوْدٍ عَرِيْقِ. قَلَّمَا تُغَيِّرُ أعْمَالَكُمْ تِلْكَ الْخُطَبُ اِلَى تَرْقِيَةِ الْأعْمَالِ وصَلَاحِ الْجَنَانِ. وَمَا اُمَثِّلُكُمْ اِلَّا كَالْحَدِيْدِ الْبَارِدْ. يُضْرَبُ كُلَّ وَقْتٍ لِيَمْتَدَّ فَلَمْ يَمْتَدِدْ. فّتَبَصَّرُوْا وَاَفِيْقُوْا ثُمَّ أحْسِنُوْا، اِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ ، وَقَاضِى الْحَاجَاتِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ، وَارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَأَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، واسْتُرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَنفَعُهُمْ فِى دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمََّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَعُلَمَائَنَا وَزُعَمَائَنَا وَاجْعَلْ هِمَّتَهُمْ فِى اِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَالْمَعَاصِى وَاهْدِهِمْ سَبِيْلَ الرَّشَادِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللَّهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْن وّفِرُوسْ قَارَانَا وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ والْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيأ حَسَنَةً، وَفِى ألآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعّالّمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ اللَّهِ.</p>
<p style="text-align: right;">إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.</p>
<blockquote><p><strong>Muqorrobin<br />
</strong>Wakil Katib PCNU Ponorogo<br />
Ketua Bidang Peribadatan Masjid NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-ngoptimalake-amal-sae-ing-wulan-syawwal-basa-jawa/">Khutbah Jumat Singkat &#8211; NGOPTIMALAKE AMAL SAE ING WULAN SYAWWAL (Basa Jawa)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-ngoptimalake-amal-sae-ing-wulan-syawwal-basa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Jumat Terbaru &#8211; MENGOPTIMALKAN AMAL SALEH DI BULAN SYAWAL (B.Indo)</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-terbaru-mengoptimalkan-amal-saleh-di-bulan-syawal-b-indo/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-terbaru-mengoptimalkan-amal-saleh-di-bulan-syawal-b-indo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 May 2022 01:40:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jumat terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[naskah khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4165</guid>

					<description><![CDATA[<p>Saat ini kita masih berada di bulan Syawal dimana... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-terbaru-mengoptimalkan-amal-saleh-di-bulan-syawal-b-indo/">Khutbah Jumat Terbaru &#8211; MENGOPTIMALKAN AMAL SALEH DI BULAN SYAWAL (B.Indo)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Saat ini kita masih berada di bulan Syawal dimana bulan ini merupakan bulan kembalinya umat islam kepada fitrahnya yang dimaksud fitrah adalah diampuni semua dosanya setelah melakukan ibadah Ramadhan sebulan penuh.</p>
<p>Namun, tidak cukup sampai disitu saja, karena sebagai umat islam yang ingin tergolong mukminin, maka harus selalu menjaga ketaqwaan di bulan-bulan selanjutnya, bukan hanya di bulan Ramadhan saja. Khutbah jumat singkat kali ini akan memberikan beberapa materi tentang amal shaleh yang bisa kita laksanakan di bulan syawal. Khutbah jumat singkat ini berbahasa Indonenisa. Jadi, bagi anda yang bertugas sebagai khotib dengan bahasa Indonesia, maka khutbah jumat ini bisa anda copy paste ke dalam ms word atau sejenisnya.</p>
<blockquote><p>Bagi anda yang ingin mengupload ulang (repost) khutbah jumat bahasa Indonesia ini, silahkan cantumkan backlink di awal paragraf. Terima kasih, semoga bermanfaat, semoga berkah.</p></blockquote>
<figure id="attachment_4166" aria-describedby="caption-attachment-4166" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4166" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Terbaru-MENGOPTIMALKAN-AMAL-SALEH-DI-BULAN-SYAWAL-B.Indo_.jpg" alt="Khutbah Jumat Terbaru - MENGOPTIMALKAN AMAL SALEH DI BULAN SYAWAL (B.Indo)" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Terbaru-MENGOPTIMALKAN-AMAL-SALEH-DI-BULAN-SYAWAL-B.Indo_.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Terbaru-MENGOPTIMALKAN-AMAL-SALEH-DI-BULAN-SYAWAL-B.Indo_-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Terbaru-MENGOPTIMALKAN-AMAL-SALEH-DI-BULAN-SYAWAL-B.Indo_-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Terbaru-MENGOPTIMALKAN-AMAL-SALEH-DI-BULAN-SYAWAL-B.Indo_-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Terbaru-MENGOPTIMALKAN-AMAL-SALEH-DI-BULAN-SYAWAL-B.Indo_-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Terbaru-MENGOPTIMALKAN-AMAL-SALEH-DI-BULAN-SYAWAL-B.Indo_-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4166" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Terbaru &#8211; MENGOPTIMALKAN AMAL SALEH DI BULAN SYAWAL (B.Indo)</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الخُطْبَةُ الْأُوْلَى</strong></p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ ِللَّهِ الَّذِى كَرَّمَ بَنِى آدَمَ وَفَضَّلَهُمْ عَلَى كَثِيْرٍ مِنَ الْمَخْلُوْقَاتِ. أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلٰهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ كَامِلُ الْأَسْمَاءِ والصِّفَاتِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُصْطَفَى مِنْ جَمِيْعِ الْبَرِيَّاتِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أٰلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ فَضَلُوْا الْأُمَّةَ بِالْعُلُوْمِ النَّافِعَةِ وَالْأَعْمَالِ الصَّالِحَاتِ.</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللَّهِ ، إِتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُمْ بفِعْلِ المَأمُوْراتِ وَاجْتِنَابِ المُحَرَّمَاتِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ</p>
<p><strong><em>Jamaah shalat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p>Marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT dengan sebenar-benar taqwa, melaksanakan segala perintah-Nya dan menjahui semua larangan-Nya.</p>
<p><em>Syawal </em>secara bahasa berasal dari akar kata <em>syala yasyulu syaulan, </em>yang berarati terangkat atau menjadi tinggi. <em>Syawal</em> mengandung pengharapan bahwa setelah mendapatkan pelatihan dan penempaan yang intensif selama bulan Ramadhan, kita dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas amal kita. Sebagai hasilnya, kita termasuk orang-orang yang beruntung dan mulia di sisi Allah SWT.</p>
<p>Kita diperintahkan untuk menjaga dan meningkatkan amal kebaikan yang telah berhasil kita tunaikan di bulan Ramadhan. Untuk menjaga kemenangan selepas Ramadhan, mengoptimalkan amal kebaikan di bulan <em>Syawal </em>ini adalah sebuah keniscayaan. Ada banyak amal kebaikan yang disunnahkan untuk kita lakukan selama bulan <em>Syawal. </em>Di antaranya adalah:</p>
<p><strong><em>Menunaikan Zakat Fitrah</em></strong></p>
<p>Rangkaian ibadah selama Ramadhan kita sempurnakan dengan membayar zakat fitrah. Imam Waki’ bin Jarrah, gurunya imam As-Syafi’i, mengibaratkan zakat fitrah dengan sujud sahwi. Beliau berkata:</p>
<p style="text-align: right;">زَكَاةُ الْفِطْرِ لِشَهْرِ رَمَضَانِ كَسَجْدَةِ السَّهْوِ لِلصَّلَاةِ. تَجْبُرُ نَقْصَ الصَّوْمِ كَمَا يَجْبُرُ السُّجُوْدُ نَقْصَ الصَّلَاةِ. (إعانة الطالبين الجزء الثاني ص 167)</p>
<p><em>“(Fungsi) zakat fitrah untuk Ramadhan seperti (fungsi) sujud sahwi untuk shalat. Zakat fitrah menambal kekurangan atau cacatnya puasa sama halnya sujud sahwi menambal kekurangan atau cacatnya shalat.”</em></p>
<p><strong><em>Shalat Idul Fitri dengan segenap ritual ibadah yang disyariatkan</em></strong></p>
<p>Sebelum berangkat shalat Idul Fitri, kita dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Berangkat ke tempat shalat sambil terus-menerus membaca takbir, hingga imam berdiri untuk memimpin shalat. Abdullah bi Umar ra. menyebutkan:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ رَسُوْلَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يُكَبِّرُ يَوْمَ الْفِطْرِ مِنْ حِيْنِ يَخْرُجُ مِنْ بَيْتِهِ حَتَّى يَأْتِيَ الْمُصَلَّى. (رواه الحاكم)</p>
<p><em>“Sungguh Rasul Muhammad SAW bertakbir pada hari Idul Fitri sejak beliau keluar dari rumah hingga tiba di tempat shalat.” HR. Al-Hakim</em></p>
<p>Seusai shalat hendaknya kita menyimak khutbah dan pulang ke rumah melalui jalan yang berbeda dengan jalan yang kita lalui ketika berangkat ke tempat shalat.</p>
<p><strong><em>Memobilisasai massa untuk menghadiri shalat Idul Fitri</em></strong></p>
<p>Kita dianjurkan mengajak orang-orang di sekitar kita untuk bersama-sama berangkat ke masjid atau musala untuk melaksanakan shalat Idul Fitri. Ummu ‘Athiyah menuturkan:</p>
<p style="text-align: right;">أَمَرَنَا رَسُوْلُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ،أَنْ نُخْرِجَهُنَّ في الفِطْرِ وَالأضْحَى العَوَاتِقَ،وَالْحُيَّضَ،وَذَوَاتِ الخُدُورِ،فأمَّا الحُيَّضُ فَيَعْتَزِلْنَ الصَّلَاةَ،وَيَشْهَدْنَ الخَيْرَ وَدَعْوَةَ المُسْلِمِينَ. (رواه مسلم)</p>
<p><em>“Rasulallah SAW memerintahkan kami untuk mengeluarkan anak-anak gadis, wanita-wanita haid, dan gadis-gadis pingitan pada hari Idul Fitri dan Idul Adha. Adapun wanita haid, maka hendaknya mereka menjauhi shalat, meraih kebaikan dan doa kaum muslimin.” HR, Muslim</em></p>
<p><strong><em>Jamaah shalat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p><strong><em>Memberi ucapan selamat Idul Fitri</em></strong></p>
<p>Hendaknya kita memberi ucapan selamat Idul Fitri kepada orang-orang yang kita jumpai dengan mengucapkan doa <em>“Taqabbalallahu minna wa minka.” </em>(<em>Semoga Allah menerima semua amal kebaikan dari kami dan darimu</em>)</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ جُبَيرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ: كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ &#8211; صلَّى الله عليه وسلَّم &#8211; إِذَا الْتَقَوْا يَوْمَ العِيْدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكَ.</p>
<p><em>“Dari Jubair bin Nufair, ia berkata: “Para sahabat Rasulallah SAW ketika bertemu pada hari Id sebagian dari mereka mengatakan kepada sebagian yang lain, “Semoga Allah menerima semua amal kebaikan dari kami dan darimu.”</em></p>
<p>Sempatkan pula mengucapkan selamat kepada kerabat dan sahabat yang berada di tempat jauh melalui telepon dan media sosial.</p>
<p><strong><em>Menghibur diri dengan hiburan yang halal</em></strong></p>
<p>Hendaknya kita tidak mengharamkan diri dari canda yang mubah, permainan yang halal, hiburan yang bersih, dan nasyid-nasyid islami yang menghibur jiwa kita dan mengembalikan gairah tubuh kita. Banyak riwayat yang menunjukkkan bahwa Rasulallah SAW tidak melarang nyanyian dan permainan, bahkan beliau bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">لِتَعْلَمَ الْيَهُوْدُ وَالنَّصَارَى أَنَّ فِي دِيْنِنَا فُسْحَةً إِنِّى أُرْسِلْتُ بِحَنِيْفَةٍ سَمْحَةٍ. (رواه أحمد)</p>
<p><em>“Agar orang-orang Yahudi dan Nasrani mengetahui bahwa dalam agama kita ada kelonggaran. Sungguh aku diutus dengan membawa agama yang lurus dan toleran.” HR. Ahmad</em></p>
<p><strong><em>Bersilaturrohim ke rumah para kerabat dan tetangga</em></strong></p>
<p>Momentum bulan Syawal kita manfaatkan untuk melakukan silaturrohim atau mengadakan acara tertentu untuk memperkuat ikatan persaudaraan. Bahkan bagi sebagian orang sempatnya bersilaturrohim ya di bulan Syawal seperti ini. Silaturrohim adalah menyambung kefamilian atau kekerabatan. Di era modern yang serba digital seperti saat ini, silaturrohim bisa kita wujudkan dengan bertemu fisik, berkirim hadiah atau lewat kecanggihan medsos. Maka tidak ada alasan kita tidak tersambung dengan kerabat.</p>
<p>Semua ulama’ sepakat atas wajibnya silaturrohim dan dianggap dosa besar meninggalkannya. Berdasar firman Allah:</p>
<p style="text-align: right;">وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا</p>
<p>Serta sabda Nabi Muhammad SAW:</p>
<p style="text-align: right;">لَا يَدْخُلُ الجَنَّةَ قَاطِعٌ. قَالَ سُفْيانُ في رِوايَتِهِ: يَعْني: قَاطِعَ رَحِمٍ.</p>
<p><em>“Tidak akan masuk suga orang yang memutus kekerabatan.”</em></p>
<p>Azab memutus kekerabatan akan disegerakan di dunia ini. Seperti sabda Rasul:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِن ذَنْبٍ أجدَرَ أنْ يُعجِّلَ اللهُ لِصّاحِبِه الْعُقُوْبةَ فِي الدُّنْيَا مَعَ مّا يَدَّخِرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنَ الْبَغِيِِّ وَقَطِيْعَةِ الرَّحِمِ.</p>
<p><em>“Tidak ada dosa yang pantas disegerakan siksanya oleh Allah beserta siksa yang disimpan di akhirat, daripada menganiaya dan memutus kekerabatan.”</em></p>
<p><strong><em>Berpuasa enam hari</em></strong></p>
<p>Hendaknya kita berpuasa enam hari di bulan Syawal ini. Dengan cara: puasa berturut-turut, ini cara yang lebih utama, atau dipisah-pisah yang terpenting masih berada di bulan Syawal. Rasul Muhammad SAW bersabda:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ.(رواه مسلم)</p>
<p><em>“Barangsiapa berpuasa Ramdhan, kemudian ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka hal itu seperti puasa sepanjang tahun.”HR. Muslim</em></p>
<p>Mari berlomba-lomba melakukan berbagai amal kebaikan di bulan ini, demi meraih pahala yang berlipat ganda serta ridho dari Allah SWT.</p>
<p style="text-align: right;">وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ. وَبِقَوْلِهِ يَهْتَدِى الْمُهْتَدُوْنَ. أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ۙ لَهُم مَّغْفِرَةٌۭ وَأَجْرٌ عَظِيمٌۭ.</p>
<p style="text-align: right;">باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ.  إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الصَّمَدِ. اَلَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أحَدٌ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ الْمُمَجَّدِ. وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ الَّذِيْنَ شَيَّدُوْا الدَّيْنَ بِعَزْمٍ قَوِيٍّ وَعَزِيْزِ الْمَدَدِ.</p>
<p style="text-align: right;">أمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنفْسِى بِتَقْوَى اللَّهِ بِفِعْلِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَتَرْكِ الْمَنْهِيَّاتِ. قَدْ أشْبَعَ لَكُمْ أنْوَاعُ الْخُطَبِ الْجُمْعِيَّةِ وَكَأَنِّى أنْظُرُ فِى أسْمَائِكُمْ بِهَا مَلْآن. وَلَكِنْ مَا أرَى مِنْكُمْ اِلّأ عَلَى جُمُوْدٍ عَرِيْقِ. قَلَّمَا تُغَيِّرُ أعْمَالَكُمْ تِلْكَ الْخُطَبُ اِلَى تَرْقِيَةِ الْأعْمَالِ وصَلَاحِ الْجَنَانِ. وَمَا اُمَثِّلُكُمْ اِلَّا كَالْحَدِيْدِ الْبَارِدْ. يُضْرَبُ كُلَّ وَقْتٍ لِيَمْتَدَّ فَلَمْ يَمْتَدِدْ. فّتَبَصَّرُوْا وَاَفِيْقُوْا ثُمَّ أحْسِنُوْا، اِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ ، وَقَاضِى الْحَاجَاتِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ، وَارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، وَأَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ، واسْتُرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَنفَعُهُمْ فِى دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمََّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَعُلَمَائَنَا وَزُعَمَائَنَا وَاجْعَلْ هِمَّتَهُمْ فِى اِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَالْمَعَاصِى وَاهْدِهِمْ سَبِيْلَ الرَّشَادِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللَّهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْن وّفِرُوسْ قَارَانَا وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ والْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيأ حَسَنَةً، وَفِى ألآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعّالّمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ اللَّهِ.</p>
<p style="text-align: right;">إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p><strong>Muqorrobin</strong><br />
Wakil Katib PCNU Ponorogo<br />
Ketua Bidang Peribadatan Masjid NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong><em> </em></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-terbaru-mengoptimalkan-amal-saleh-di-bulan-syawal-b-indo/">Khutbah Jumat Terbaru &#8211; MENGOPTIMALKAN AMAL SALEH DI BULAN SYAWAL (B.Indo)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-terbaru-mengoptimalkan-amal-saleh-di-bulan-syawal-b-indo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia &#8211; Kembali Kepada Tujuan Penciptaan</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia-kembali-kepada-tujuan-penciptaan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia-kembali-kepada-tujuan-penciptaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 12 May 2022 23:24:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[naskah khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4074</guid>

					<description><![CDATA[<p>اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ ،... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia-kembali-kepada-tujuan-penciptaan/">Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia &#8211; Kembali Kepada Tujuan Penciptaan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4076" aria-describedby="caption-attachment-4076" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4076" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-Kembali-Kepada-Tujuan-Penciptaan.jpg" alt="Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia - Kembali Kepada Tujuan Penciptaan" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-Kembali-Kepada-Tujuan-Penciptaan.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-Kembali-Kepada-Tujuan-Penciptaan-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-Kembali-Kepada-Tujuan-Penciptaan-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-Kembali-Kepada-Tujuan-Penciptaan-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-Kembali-Kepada-Tujuan-Penciptaan-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/Khutbah-Jumat-Singkat-Bahasa-Indonesia-Kembali-Kepada-Tujuan-Penciptaan-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4076" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia &#8211; Kembali Kepada Tujuan Penciptaan</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ للهِ الَّذِيْ جَعَلَنَا وَإِيَّاكُمْ مِنْ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْنُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صَادِقُ الْوَعْدِ الْأَمِيْن . اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ ، أَمَّا بَعْدُ</p>
<p style="text-align: right;">فَيَا عِبَادَ اللهِ ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ ، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ ، بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ ، يَآ أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ</p>
<p>Hadirin jamaah jumat yang dimuliakan Allah.</p>
<p>Marilah kita bersyukur kehadirat Allah yang selalu memberikan limpahan karunia inayah dan hidayah sehingga kita masib tetap dalam ubudiyah kehadiratNya. Dan marilah bermunajat semoga kita ditetapkan menjadi hamba yang memiliki haul dan quwwah dariNya untuk bertaqwa, memiliki kesadaran utuh bahwa ketaatan kehadirat Allah mengantan kan kita pada kebahagiaan sejati di  dunia dan akhirat, dan bahwa melakukan larangan larangan Nya akan merugikan kita di daroin.</p>
<p>Hadirin yang dimulyakan Allah.</p>
<p>Marilah kita ingat kembali tujuan dari penciptaan kita, sebagaimana firman Allah dalam surah az Zariyat ayat 56:</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ</p>
<p>Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.</p>
<p>Secara sederhana dapat kita pahami bahwa beribadah kehadirat Allah itulah tujuan penciptaan kita. Maka marilah melihat kembali, sejauh ini apakah kita sedah berada dalam lingkup tujuan tersebut, sudahkah kita menjadikan getaran jiwa, pikran, nafas, dan gerak tubuh hanya untuk beribadah padaNya. Kalau belum, marilah kita pahami bahwa sesuatu yang keluar dari tujuan asal ia  dibuat maka sesuatu tersebut sedang merusak dirinya, ibarat kapal yang seharusnya berlayar di lautan malah berjalan di jalan raya, atau lihatlah kereta api jika ia meloncat keluar dari rel yang telah ditentukan. Tentunya hanya kerugian dan kesengsaraan yang kita dapatkan.</p>
<p>Lebih dalam dari itu hadirin yang dimulyakan Allah.</p>
<p>شهاب الدين محمود ابن عبدالله الحسيني الألوسي dalam kitabnya : روح المعاني في تفسير القرآن العظيم والسبع المثاني menafsirkan lafadz إِلاَّ لِيَعْبُدُونِ dengan أي ليعرفون. Bahwa beribadah kehadirat Allah dalam surah az Zariyat tersebut dengan maksud adalah untuk bermakrifat, atau mengenal Allah sebagai Dzat Pencipta makhluk. Akan berbeda rasa dan maknanya ketika kita mengabdi kehadirat Allah didasari oleh makrifah dengan ibadah yang tidak disertai makrifah.</p>
<p>Oleh karena itu hadirin yang dimulyakan Allah.</p>
<p>Teruslah meningkatkan ketaqwaan kehadirat Allah diawali dengan bermakrifah kehadiratNya, Ibnu Atha’illah yang mengatakan bahwa makrifat itu bisa diartikan dengan mengetahui dan mengenal Allah melalui tanda kekuasaan-Nya yang berupa makhluk ciptaan-Nya. Dengan memperhatikan tanda-tanda kekuasaan-Nya kita bisa mengetahui akan keberadaan dan kekuasaan Allah SWT.</p>
<p>Akan sangat baik jika kita sebagai hamba Allah terus mengenal Pencipta kita, mengakrabi, mencintai dan mengabdi kehadiratNya secara kaffah, utuh menyeluruh zohiran dan batinan. Dan berharap Allah Yang memperkenalkan “diri”Nya, dan hanya Dia yang maha tahu tentang diriNya.</p>
<p>Hadirin yang dimulyakan Allah</p>
<p>Akhirnya di khutbah yang singkat ini. Marilah kita berdoa, semoga allah melimpahkan rahman dan rahimNya kepada kita, semoga kita dijadikannya hambaNya yang memakrifahiNya, yang selalu menjadikan ibadah tujuan penciptaan kita, dan mengembalikan kita dalam keabadian kasih sayangNya. Aaamiiiiin.</p>
<p style="text-align: right;">بارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ* وَنَفَعَنِي وَإِيَّا كُمْ بِااْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ* إِنَّهُ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمِ *  قَالَ تَعَالَى وَهُوَ أَصْدَقُ اْلقائِلِيْنَ* أَعُـوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ* بِسْـمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ * مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً* وَقُلْ رَبِّ اْغفِرْ وَارْحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّحِمِيْنَ*</p>
<p><strong>Khuthbah Kedua</strong></p>
<p><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-4075 size-full aligncenter" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/khut.png" alt="" width="493" height="651" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/khut.png 493w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/05/khut-227x300.png 227w" sizes="auto, (max-width: 493px) 100vw, 493px" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<blockquote><p>M. Nurdin , M.Ag<br />
(Dosen Fak. Ushuluddin IAIN Ponorogo)</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia-kembali-kepada-tujuan-penciptaan/">Khutbah Jumat Singkat Bahasa Indonesia &#8211; Kembali Kepada Tujuan Penciptaan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-singkat-bahasa-indonesia-kembali-kepada-tujuan-penciptaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>“GAMPILE” ANGGAYUH LAILATUL QODR &#8211; Khutbah Jumat Singkat (Basa Jawa)</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/gampile-anggayuh-lailatul-qodr-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/gampile-anggayuh-lailatul-qodr-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Apr 2022 01:36:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah ramadhan 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[naskah khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah jum'at]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4033</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khutbah jumat kali ini sangat cocok disampaikan pada hari... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/gampile-anggayuh-lailatul-qodr-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/">“GAMPILE” ANGGAYUH LAILATUL QODR &#8211; Khutbah Jumat Singkat (Basa Jawa)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Khutbah jumat kali ini sangat cocok disampaikan pada hari jumat di 10 hari terakhir bulan ramadhan, karena khutbah jumat singkat ini berjudul &#8220;Gampile Anggayuh Lailatul Qodr&#8221; dimana lailatul qodr menurut jumhur ulama jatuh di 10 hari terakhir bulan ramadhan.</p>
<p>Bagi anda yang bertugas menjadi khatib di hari jumat pada 10 hari terakhir bulan ramadhan, maka khutbah jumat singkat ini cocok untuk anda.</p>
<blockquote><p>Bagi yang ingin memposting ulang (repost) khutbah jumat basa jawa ini, silahkan cantumkan <strong>backlink</strong> di paragraf pertama. Terima Kasih. Semoga Bermanfaat dan Semoga Berkah.</p></blockquote>
<figure id="attachment_4034" aria-describedby="caption-attachment-4034" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4034" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/04/GAMPILE-ANGGAYUH-LAILATUL-QODR.jpg" alt="Khutbah Jumat Singkat Basa Jawa - “GAMPILE” ANGGAYUH LAILATUL QODR" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/04/GAMPILE-ANGGAYUH-LAILATUL-QODR.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/04/GAMPILE-ANGGAYUH-LAILATUL-QODR-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/04/GAMPILE-ANGGAYUH-LAILATUL-QODR-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/04/GAMPILE-ANGGAYUH-LAILATUL-QODR-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/04/GAMPILE-ANGGAYUH-LAILATUL-QODR-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/04/GAMPILE-ANGGAYUH-LAILATUL-QODR-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4034" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Singkat Basa Jawa &#8211; “GAMPILE” ANGGAYUH LAILATUL QODR</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>أَلْخُطْبَةُ الْأُوْلَى</strong></p>
<p style="text-align: right;">أَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى أَنْزَلَ الْقُرْآنَ فِى لَيْلَةِ الْقَدْرِ. اَلَّتِى هِيَ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ الشَّهْرِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً تُنْجِى قَائِلَهَا مِنْ نَارِ سَقَرَ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ رَفِيْعِ الشَّأْنِ وَعَظِيْمِ الْقَدْرِ. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى آخِرِ الدَّهْرِ.</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللَّهِ،أُوْصِيْكُمْ  وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ.، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.</p>
<p><strong><em>Jamaah sh</em></strong><strong><em>o</em></strong><strong><em>lat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p>Monggo sareng-sareng ningkataken taqwallah, ajrih dumateng ngarsonipun Allah, kanti nindaaken sedaya printah-printahipun saha  nebihi sedaya awisan-awisanipun. Supados kita sedaya manggehaken kawilujengan saha  kebahagiaan wonten ing dunyo ngantos akhiratipun.</p>
<p><strong><em>Jamaah sh</em></strong><strong><em>o</em></strong><strong><em>lat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p>Saat meniko kita sampun lumebet wonten puluhan terakhir wulan Romadhon. Miturut pemanggihipun mayoritas para ulama, wonten sedasa terakhir menikolah wontenipun malem istimewa, yakni <em>Lailatul Qodr</em>.</p>
<p>Wonten sedasa terakhir wulan Romadhon kados mekaten, kaum muslimin kejawi berburu baju lan jajan, ugi sami berburu <em>Lailatul Qodr</em> kanthi cara lan kiatipun piyambak-piyambak supados saget anggayuh mulyonipun <em>lailatul qodr. Lailatul Qodr </em>saget dipun ibarataken <em>“gadis jelita utawi laki-laki rupawan”</em> engkang sanget dipun dambaaken sedaya tyang. Ngibadah wonten malem qodar langkung sae tinimbang ngibadah sewu wulan utawi 83 tahun langkung 4 wulan.</p>
<p>Dipun sebat <em>Lailatul Qodr </em>kranten wonten malem kasebat Allah SWT ngetawisaken takdiripun engkang bade kalampah setunggal tahun ngantos <em>Lailatul Qodr </em>candakipun. Dipun parengaken dateng para malaikat ingkang bertugas. Utawi dipun sebat<em> Lailatul Qodr</em> kranten kemuliaan saha  keutamaan malem kasebat.</p>
<p style="text-align: right;">سُمِّيَتْ بِذَلِكَ لِأَنَّهُ يُقَدِّرُ فِيْهَا مَا يَكُوْنُ فِى تِلْكَ السَّنَةِ لِقَوْلِهِ تَعَالَى: فِيْهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيْمٍ. وَقِيْلَ سُمِّيَتْ بِهِ لِعَظْمِ قَدْرِهَا عِنْدَ اللَّهِ.</p>
<p>Wonten malem kasebat, Allah ngedeng utawi ngetawisaken dzatipun <em>(tajalli)</em> ngantos subuh lan malaikat sami minggah mudun dateng bumi kanthi anggowo rohmat, salam lan ngabulaken hajat-hajat kawulo-kawulonipun. Malem kebukaipun keajaiban alam malakut. Sejatosipin <em>lailatul qodar </em>meniko wekdalipun sekedap sanget kados kilat. Ananging berkahipun menaungi sedaya malem kasebat.</p>
<p><strong><em>Jamaah sh</em></strong><strong><em>o</em></strong><strong><em>lat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p>Wonten ing sedasa akhir wulan Romadhon, Kanjeng Nabi cancut taliwondo ningkataken ibadah, nyingkrihi garwa-garwanipun. Ngurep-ngurep wenginipun kanthi ngibadah ugi nggugah garwa-garwanipun.</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَجْتَهِدُ فِي رَمضانَ مَالا يَجْتَهِدُ في غَيْرِهِ،وَفِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ منْه مَا لا يَجْتَهدُ في غَيْرِهِ&#8221; رواهُ مسلمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: كانَ النبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ إذَا دَخَلَ العَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ، وأَحْيَا لَيْلَهُ، وأَيْقَظَ أهْلَهُ. (رواه الشيخان)</p>
<p>Panjeneganipun ugi <em>i’’tikaf</em> wonten masjid ngantos wafatipun, lajeng kebiasaan <em>i’tikaf</em> Rosul dipun lajengaken garwa-garwanipun.</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ عَائِشَةَ رضي الله عنها قَالَتْ: &#8220;كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الْأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ.&#8221; ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِهِ (رواه الشيخان)</p>
<p>Aisyah RA. nate nyuwun pirsa dateng Rasul tentang waosan ingkang prayogi dipun waos wonten malam qodr, panjenenganipun andawuhi supados mahos:</p>
<p style="text-align: right;">اّللَّهُمَّ إنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّى</p>
<p><strong><em>Jamaah sh</em></strong><strong><em>o</em></strong><strong><em>lat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p>Wonten kitab <em>Nihayat Az-Zain</em>, Syaikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi Al-Jawi nyebataken tata caranipun ngurip-ngurip <em>laialtul qodr</em> kanthi 3 tingkatan:</p>
<p style="text-align: right;">وَمَرَاتِبُ إحْيَائِهَا ثَلَاثَةٌ : عُلْيَا وَهِيَ إحْيَاءُ لَيْلَتِهَا بِالصَّلَاةِ وَوُسْطَى وَهِيَ إحْيَاءُ مُعْظَمِهَا بِالذِّكْرِ وَدُنْيَا وَهِيَ أَنْ يُصَلِّيَ الْعِشَاءَ فىِ جَمَاعَةٍ وَالصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ (نهاية الزين ص <strong>168</strong>)</p>
<ol>
<li><em>Ulya</em> (tingkat atas): semalem muput ngurip-ngurip kanthi ibadah sholat.</li>
<li><em>Wustha</em> (tingkat menengah): nguri-ngurip sebagian besar malam kanthi dzikir.</li>
<li><em>Dunya</em> (tingkat rendah): ngurip-ngurip kanti sholat isya&#8217; berjamaah lan shubuh berjamaah.</li>
</ol>
<p>Mekaten gampil ipun anggayuh <em>lailatul qadr</em>. Rumus matematika ganjaran wonten babakan meniko tetap berlaku:   الثَّوَابُ بِقَدْرِ التَّعَبِ</p>
<p>Kathah lan sekedik ipun ganjaran menyesuaikan payahipun (kahtah sekedik) amalipun.</p>
<p>Wonten kiat engkang sederhana supados kita pikantuk <em>lailatul qadr</em>. Yakni: saben malam Romadhon sholat maghrib lan isya&#8217; berjamaah dipun lanjutaken sholat tarawih. Menawi taksih longgar tumut tadarus, maos, nyimak utawi namung mirengaken Al-Qur&#8217;an. Sholat shubuh ugi kanthi jamaah. Kanthi  cara kados mekaten rutin kita tindaaken saben malem ngantos akhir Romadhon insyaallah bade pikantuk <em>lailatul qadr</em>. Rosul paring dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ حَتَّى يَنْقَضِيَ شَهْرُ رَمَضَانَ فَقَدْ أَخَذَ بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ بِحَظٍّ وَافِرٍ.</p>
<p><em>“Sopo wonge sholat maghrib lan isya’ kanthi jamaah hinggo akhir Romadhon, mongko dewekne ngalap lailatil qodr kanti bagian kang sampurno.&#8221;</em></p>
<p><strong><em>Jamaah sh</em></strong><strong><em>o</em></strong><strong><em>lat Jum</em></strong><strong><em>’</em></strong><strong><em>at hafidhakumullah,</em></strong></p>
<p>Mangga maksimalaken kekiatan wonten wulan Romadhon kagem anggayuh ridho ilahi. Mugi pinaringan kekiatan saha taufiq saget pinanggihan <em>lailatul qadr, </em>serto dipun paringi umur panjang lan berkah hinggo saget pepanggihan kalian wulan Romadhon wonten tahun-tahun candakipun. Aamiin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الفَائِزِين الآمِنِين. وَأدْخَلَنَا وإِيَّاكم فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ. أعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيمْ: يَاأَيُّهَا الَّذِينَآمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.</p>
<p style="text-align: right;">باَرَكَ اللهُ لِيْ وَلكمْ فِي القُرْآنِ العَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيّاكُمْ بِالآياتِ والذِّكْرِ الحَكِيْمِ. إنّهُ تَعاَلَى جَوّادٌ كَرِيْمٌ مَلِكٌ بَرٌّ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>أَلْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ وَكَفَى. وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى. وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ،أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ. أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ. فَقَالَ: إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا. اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ. وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ. فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْن وّفِرُوسْ قَرَنَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ،عَنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَعَنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ والْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ.</p>
<p style="text-align: right;">بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيأ حَسَنَةً, وَفِى ألآخِرَةِ حَسَنَةً, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعّالّمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ اللهِ. إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوْا عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللَّهِ أَكْبَرُ.</p>
<blockquote><p><strong>MUQORROBIN|<br />
</strong><strong>Wakil Katib PCNU Ponorogo<br />
</strong><strong>Ketua Bidang Peribadatan Masjid NU Ponorogo</strong></p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/gampile-anggayuh-lailatul-qodr-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/">“GAMPILE” ANGGAYUH LAILATUL QODR &#8211; Khutbah Jumat Singkat (Basa Jawa)</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/gampile-anggayuh-lailatul-qodr-khutbah-jumat-singkat-basa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
