<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari haji - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/haji/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/haji/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Sun, 07 Dec 2025 10:13:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari haji - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/haji/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Program Talangan Haji NU Diperkenalkan di Pengajian Ahad Pon: “Semua Bisa Haji, Asal Mendaftar</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/program-talangan-haji-nu-diperkenalkan-di-pengajian-ahad-pon-semua-bisa-haji-asal-mendaftar/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/program-talangan-haji-nu-diperkenalkan-di-pengajian-ahad-pon-semua-bisa-haji-asal-mendaftar/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2025 10:13:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pengajian]]></category>
		<category><![CDATA[pengajian ahad pon]]></category>
		<category><![CDATA[umroh]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8257</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212;- Menjelang pelaksanaan pengajian rutin Ahad... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/program-talangan-haji-nu-diperkenalkan-di-pengajian-ahad-pon-semua-bisa-haji-asal-mendaftar/">Program Talangan Haji NU Diperkenalkan di Pengajian Ahad Pon: “Semua Bisa Haji, Asal Mendaftar</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8258" aria-describedby="caption-attachment-8258" style="width: 1500px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8258" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.05.17_1aabb16b.jpg" alt="" width="1500" height="842" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.05.17_1aabb16b.jpg 1500w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.05.17_1aabb16b-300x168.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.05.17_1aabb16b-1024x575.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.05.17_1aabb16b-768x431.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.05.17_1aabb16b-740x414.jpg 740w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.05.17_1aabb16b-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1500px) 100vw, 1500px" /><figcaption id="caption-attachment-8258" class="wp-caption-text">Pengajian rutin Ahad Pon yang digelar LDNU PCNU Ponorogo di masjid NU Ponorogo</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212;- Menjelang pelaksanaan pengajian rutin Ahad Pon yang digelar LDNU PCNU Ponorogo di Masjid NU Ponorogo, suasana jamaah dibuat hangat oleh kehadiran Kiai Haji Sugeng Alwahid, yang pagi itu mewakili Ketua PCNU Ponorogo karena berhalangan hadir. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Haji Sugeng menyampaikan informasi penting mengenai program talangan haji yang dinilai mampu membuka akses lebih luas bagi masyarakat Ponorogo—khususnya warga Nahdlatul Ulama—yang selama ini memiliki niat berhaji namun terbentur keterbatasan dana.</p>
<p>Program ini terselenggara berkat kerja sama USKINU Ponorogo, lembaga resmi di bawah PCNU yang menangani biro perjalanan serta manasik haji dan umroh, bersama Bank Da’i, lembaga keuangan syariah yang dipimpin Kiai Ahmad Fatoni, MM, Direktur PT Da’i Indonesia. Bank Da’i, yang dikenal sebagai penyeru sekaligus penggerak dana talangan haji dan umroh, hadir melalui Bang DAI untuk memberikan sosialisasi langsung kepada jamaah.</p>
<p>Dalam pemaparannya, Kiai Sugeng menjelaskan bahwa skema talangan yang ditawarkan sangat terjangkau. Dengan setoran awal Rp1 juta saja, masyarakat sudah dapat memperoleh nomor porsi haji resmi dari Kementerian Agama. Pada kesempatan itu, Bank Da’i bahkan memberikan bonus tambahan Rp1 juta bagi warga yang mendaftar langsung hari itu. Program ini dikhususkan bagi warga NU melalui jalur USKINU, sehingga keamanan, legalitas, dan pendampingannya terjamin.</p>
<p>Kiai Sugeng menegaskan bahwa skema ini hadir untuk membantu masyarakat yang memiliki aset atau penghasilan tetap namun tidak memiliki dana tunai besar dalam satu waktu. Melalui mekanisme cicilan jangka panjang, calon jamaah tidak perlu menunggu hingga tabungan mencapai angka puluhan juta rupiah. “Kalau harus menunggu punya uang 25 juta, banyak yang tidak akan pernah mendaftar. Program ini menjembatani niat baik itu,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_8259" aria-describedby="caption-attachment-8259" style="width: 1408px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8259" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.01.43_f1bc6302.jpg" alt="" width="1408" height="736" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.01.43_f1bc6302.jpg 1408w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.01.43_f1bc6302-300x157.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.01.43_f1bc6302-1024x535.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.01.43_f1bc6302-768x401.jpg 768w" sizes="(max-width: 1408px) 100vw, 1408px" /><figcaption id="caption-attachment-8259" class="wp-caption-text">Kiai Sugeng Alwahid mewakili Ketua PCNU, memperkenalkan dana talangan haji.</figcaption></figure>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa jamaah lanjut usia—khususnya yang mendekati usia 70 tahun—akan mendapatkan prioritas keberangkatan. Selain itu, calon jamaah perempuan dapat mendaftar sambil membawa anak laki-laki sebagai mahram, sebuah kemudahan yang sangat membantu keluarga yang ingin berhaji bersama.</p>
<p>Keistimewaan lainnya adalah bahwa nomor porsi yang telah terbit dapat diwariskan apabila pendaftar meninggal sebelum keberangkatan. Menurut para ulama, pahala haji tetap mengalir kepada seseorang yang telah sah tercatat dalam antrean, meskipun belum sempat berangkat. Dalam penjelasannya, Kiai Fatoni juga menyinggung kondisi di Malaysia, di mana antrean haji bisa mencapai 100 hingga 140 tahun, namun masyarakatnya tetap berbondong-bondong mendaftar karena mencatatkan diri dalam antrean dianggap sebagai bentuk ibadah.</p>
<figure id="attachment_8260" aria-describedby="caption-attachment-8260" style="width: 1226px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-8260" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.02.56_147084eb.jpg" alt="" width="1226" height="672" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.02.56_147084eb.jpg 1226w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.02.56_147084eb-300x164.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.02.56_147084eb-1024x561.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-07-at-13.02.56_147084eb-768x421.jpg 768w" sizes="(max-width: 1226px) 100vw, 1226px" /><figcaption id="caption-attachment-8260" class="wp-caption-text">Direktur PT Bang Dai, Kiai Ahmad Fatoni MM memaparkan kan cara kerja dana talangan haji</figcaption></figure>
<p>Di akhir penyampaiannya, Kiai Haji Sugeng mengajak masyarakat untuk tidak menunda-nunda pendaftaran haji. “Jangan menabung dulu untuk daftar. Daftar dulu, baru menabung. Kalau hanya menunggu, bisa jadi kesempatan itu tidak pernah datang,” pesannya. Ia juga mendorong warga untuk mendaftar melalui jalur komunitas USKISNU pendampingan Pak Yai Mahfud.</p>
<p>Sosialisasi ditutup dengan ajakan penuh optimisme, bahwa berhaji bukan lagi semata soal kemampuan finansial, tetapi keberanian memulai. “Semua bisa haji, asal mendaftar,” ujar Kiai Sugeng sebelum acara berlanjut ke pengajian utama Ahad Pon.</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/program-talangan-haji-nu-diperkenalkan-di-pengajian-ahad-pon-semua-bisa-haji-asal-mendaftar/">Program Talangan Haji NU Diperkenalkan di Pengajian Ahad Pon: “Semua Bisa Haji, Asal Mendaftar</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/program-talangan-haji-nu-diperkenalkan-di-pengajian-ahad-pon-semua-bisa-haji-asal-mendaftar/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Abdullah Ibn Mubarak: Mendapatkan Predikat Mabrur tanpa Berhaji</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/abdullah-ibn-mubarak-mendapatkan-predikat-mabrur-tanpa-berhaji/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/abdullah-ibn-mubarak-mendapatkan-predikat-mabrur-tanpa-berhaji/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2021 12:57:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[haji]]></category>
		<category><![CDATA[haji mabrur]]></category>
		<category><![CDATA[opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=3113</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dikisahkan suatu hari seorang ulama salaf bernama Abdullah bin... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/abdullah-ibn-mubarak-mendapatkan-predikat-mabrur-tanpa-berhaji/">Abdullah Ibn Mubarak: Mendapatkan Predikat Mabrur tanpa Berhaji</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_3116" aria-describedby="caption-attachment-3116" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-3116" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdullah-Ibn-Mubarak-Mendapatkan-Predikat-Mabrur-tanpa-Berhaji.jpeg" alt="Abdullah Ibn Mubarak Mendapatkan Predikat Mabrur tanpa Berhaji" width="1280" height="720" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdullah-Ibn-Mubarak-Mendapatkan-Predikat-Mabrur-tanpa-Berhaji.jpeg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdullah-Ibn-Mubarak-Mendapatkan-Predikat-Mabrur-tanpa-Berhaji-300x169.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdullah-Ibn-Mubarak-Mendapatkan-Predikat-Mabrur-tanpa-Berhaji-1024x576.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdullah-Ibn-Mubarak-Mendapatkan-Predikat-Mabrur-tanpa-Berhaji-768x432.jpeg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/08/Abdullah-Ibn-Mubarak-Mendapatkan-Predikat-Mabrur-tanpa-Berhaji-355x199.jpeg 355w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-3116" class="wp-caption-text">Abdullah Ibn Mubarak Mendapatkan Predikat Mabrur tanpa Berhaji</figcaption></figure>
<p>Dikisahkan suatu hari seorang ulama salaf bernama Abdullah bin Mubarak berangkat menuju ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Namun, ketika ia sampai di kota Kufah perjalannya terhenti beberapa saat hingga dirinya batal menunaikan ibadah haji. Sebab yang membuat Abdullah menghentikan perjalanannya adalah ia melihat kondisi miris seorang perempuan yang terpaksa mengkonsumsi bangkai itik. Tidak sendirian, perempuan itu juga mengajak anak-anaknya memakan bangkai itu sebagai santapan keluarga.</p>
<p>Untuk memastikan pemandangan itu, Abdullah sempat bertanya kepada perempuan itu “Apakah ini bangkai atau hasil sembelihan yang halal?“. “Ini bangkai, dan aku akan memakannya bersama keluargaku” jawab perempuan tersebut.</p>
<p>Melihat kondisi itu, Abdullah pun menegurnya beberapa kali bahwa tindakan seperti itu haram. Ternyata, nasehat itu gagal dan si perempuan justru menjawab dengan pengusiran. Abdullah merasa terheran-heran dengan kenyataan bahwa keluarga tersebut memakan bangkai karena alasan keterpaksaan, walau sudah dinasehati berkali-kali.</p>
<p>Hingga pada suatu hari, akhirnya perempuan itu menjelaskan perihal keadaan yang sesungguhnya kepada Abdullah. Wahai tuan “Aku memiliki beberapa anak. Selama tiga hari ini aku tidak mendapatkan makanan untuk menghidupi mereka”, kata perembuan itu.</p>
<p>Mendengar penjelasan itu, hati Abdullah bergetar. Ia lantas segera pergi dan kembali lagi bersama keledainya dengan membawa barang-barang bawaan seperti makanan, pakaian dan sejumlah bekal untuk disedekahkan kepada keluarga malang itu. “Ambillah keledai ini berikut barang-barang bawaannya. Semua untukmu”. Kata Abdullah kepada perempuan miskin itu.</p>
<p>Tak terasa, musim haji berlalu dan Abdullah kini tak memiliki bekal untuk melanjutkan perjalannanya ke Tanah Suci. Perjalannya tertunda beberapa lama di kota Kufah sampai musim haji lewat dan ia pun gagal menunaikan ibadah haji tahun itu.</p>
<p>Ketika tiba di kampung halamannya, Abdullah mendapat sambutan antusias dari masyarakat, laiknya sebagai orang yang baru datang dari ibadah haji. Mereka beramai-ramai memberi ucapan selamat atas ibadah hajinya. Abdullah pun protes bercampur malu, lantaran keadaan tak seperti yang disangkakan oleh para penyambutnya.</p>
<p>Ia pun berkata terus terang dan meyakinkan kepada para penyambutnya, “Sungguh aku tidak menunaikan haji tahun ini”.</p>
<p>Sementara itu, kawan-kawannya yang berhaji menyampaikan cerita lain. “Subhanallah, bukankah kami menitipkan bekal kepadamu saat kami pergi kemudian mengambilnya lagi saat kau di Arafah?” Sementara yang lain ikut menanggapi, “Bukankah kau yang memberi minum kami di suatu tempat?”. “Bukankah kau yang membelikan sejumlah barang untukku,” kata satunya lagi. Abdullah pun semakin bingung mendengar cerita itu.</p>
<p>Setelah peristiwa yang membingungkan itu, hingga suatu malam hari Abdullah mendapat jawaban melalui mimpinya. Abdullah mendengar suara, “Hai Abdullah, Allah telah menerima amal sedekahmu dan mengutus malaikat menyerupai sosokmu, menggantikanmu menunaikan ibadah haji.” (dinukil dari Kitab An-Nawâdir karya Syekh Syihabuddin Ahmad).</p>
<p>Kisah ini mengajarkan kepada kita tentang ketulusan, kebaikan, dan kepekaaan sosial Abdullah bin Mubarak terhadap orang lain yang sedang membutuhkan. Dengan penuh keikhlasan dan bertindak berdasarkan skala prioritas, Abdullah menyedekahkan seluruh perbekalan ibadah hajinya untuk membantu orang yang sedang dalam kondisi malang dan membutuhkan. Seorang Muslim hendaknya meneladani Abdullah dengan memperbaiki dan memperhatikan kondisi sosial di sekitarnya sebelum menunaikan ibadah haji.</p>
<p>Ibadah haji dengan segala kemuliaanya sangatlah tepat apabila digunakan sebagai media untuk merefleksikan diri atas kualitas ibadah sosial kita. Apalah artinya seseorang mampu menunaikan ibadah haji dengan tenang dan penuh hikmat, sementara dilingkungan sekitar kita masih ada seseorang dalam kondisi malang, kelaparan dan terabaikan karena kurangnya kepekaan kita.</p>
<p>Dalam momentum inilah, calon jemaah haji sebelum berangkat menuju ke Baitullah memiliki banyak kesempatan untuk memperbaiki ibadah sosial, dengan membantu sesama dan berbuat baik meringankan beban hidup orang lain yang sedang membutuhkan.</p>
<p>Bentuk kepekaaan sosial yang demikian menjadi salah satu pesan bermakna dalam setiap ibadah, termasuk ibadah haji. Kesempurnaan ibadah haji diawali dengan sikap pengorbanan dan kemampun menekan egoisme ritual ibadah secara personal, untuk mewujudkan kemaslahatan bagi sesama. Dengan nilai-nilai kebaikan itulah niscaya ibadah haji akan menggapai kemuliaan di hadapan Allah dan mencapai kualitas haji mabrur. Wallahu’alam bish shawab.</p>
<p><strong> Ahmad Syafi&#8217;i SJ, M.S.I<br />
</strong><strong>Wakil Rais PCNU Ponorogo, Pengasuh Ponpes Ainul Ulum Pulung</strong></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/abdullah-ibn-mubarak-mendapatkan-predikat-mabrur-tanpa-berhaji/">Abdullah Ibn Mubarak: Mendapatkan Predikat Mabrur tanpa Berhaji</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/abdullah-ibn-mubarak-mendapatkan-predikat-mabrur-tanpa-berhaji/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
