NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Program Talangan Haji NU Diperkenalkan di Pengajian Ahad Pon: “Semua Bisa Haji, Asal Mendaftar

Pengajian rutin Ahad Pon yang digelar LDNU PCNU Ponorogo di masjid NU Ponorogo

NU Online Ponorogo —- Menjelang pelaksanaan pengajian rutin Ahad Pon yang digelar LDNU PCNU Ponorogo di Masjid NU Ponorogo, suasana jamaah dibuat hangat oleh kehadiran Kiai Haji Sugeng Alwahid, yang pagi itu mewakili Ketua PCNU Ponorogo karena berhalangan hadir. Dalam kesempatan tersebut, Kiai Haji Sugeng menyampaikan informasi penting mengenai program talangan haji yang dinilai mampu membuka akses lebih luas bagi masyarakat Ponorogo—khususnya warga Nahdlatul Ulama—yang selama ini memiliki niat berhaji namun terbentur keterbatasan dana.

Program ini terselenggara berkat kerja sama USKINU Ponorogo, lembaga resmi di bawah PCNU yang menangani biro perjalanan serta manasik haji dan umroh, bersama Bank Da’i, lembaga keuangan syariah yang dipimpin Kiai Ahmad Fatoni, MM, Direktur PT Da’i Indonesia. Bank Da’i, yang dikenal sebagai penyeru sekaligus penggerak dana talangan haji dan umroh, hadir melalui Bang DAI untuk memberikan sosialisasi langsung kepada jamaah.

Dalam pemaparannya, Kiai Sugeng menjelaskan bahwa skema talangan yang ditawarkan sangat terjangkau. Dengan setoran awal Rp1 juta saja, masyarakat sudah dapat memperoleh nomor porsi haji resmi dari Kementerian Agama. Pada kesempatan itu, Bank Da’i bahkan memberikan bonus tambahan Rp1 juta bagi warga yang mendaftar langsung hari itu. Program ini dikhususkan bagi warga NU melalui jalur USKINU, sehingga keamanan, legalitas, dan pendampingannya terjamin.

Kiai Sugeng menegaskan bahwa skema ini hadir untuk membantu masyarakat yang memiliki aset atau penghasilan tetap namun tidak memiliki dana tunai besar dalam satu waktu. Melalui mekanisme cicilan jangka panjang, calon jamaah tidak perlu menunggu hingga tabungan mencapai angka puluhan juta rupiah. “Kalau harus menunggu punya uang 25 juta, banyak yang tidak akan pernah mendaftar. Program ini menjembatani niat baik itu,” ujarnya.

Kiai Sugeng Alwahid mewakili Ketua PCNU, memperkenalkan dana talangan haji.

Ia juga menyampaikan bahwa jamaah lanjut usia—khususnya yang mendekati usia 70 tahun—akan mendapatkan prioritas keberangkatan. Selain itu, calon jamaah perempuan dapat mendaftar sambil membawa anak laki-laki sebagai mahram, sebuah kemudahan yang sangat membantu keluarga yang ingin berhaji bersama.

Keistimewaan lainnya adalah bahwa nomor porsi yang telah terbit dapat diwariskan apabila pendaftar meninggal sebelum keberangkatan. Menurut para ulama, pahala haji tetap mengalir kepada seseorang yang telah sah tercatat dalam antrean, meskipun belum sempat berangkat. Dalam penjelasannya, Kiai Fatoni juga menyinggung kondisi di Malaysia, di mana antrean haji bisa mencapai 100 hingga 140 tahun, namun masyarakatnya tetap berbondong-bondong mendaftar karena mencatatkan diri dalam antrean dianggap sebagai bentuk ibadah.

Direktur PT Bang Dai, Kiai Ahmad Fatoni MM memaparkan kan cara kerja dana talangan haji

Di akhir penyampaiannya, Kiai Haji Sugeng mengajak masyarakat untuk tidak menunda-nunda pendaftaran haji. “Jangan menabung dulu untuk daftar. Daftar dulu, baru menabung. Kalau hanya menunggu, bisa jadi kesempatan itu tidak pernah datang,” pesannya. Ia juga mendorong warga untuk mendaftar melalui jalur komunitas USKISNU pendampingan Pak Yai Mahfud.

Sosialisasi ditutup dengan ajakan penuh optimisme, bahwa berhaji bukan lagi semata soal kemampuan finansial, tetapi keberanian memulai. “Semua bisa haji, asal mendaftar,” ujar Kiai Sugeng sebelum acara berlanjut ke pengajian utama Ahad Pon.

Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *