<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari kh hasyim asyari - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/kh-hasyim-asyari/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/kh-hasyim-asyari/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Sat, 22 Nov 2025 02:06:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari kh hasyim asyari - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/kh-hasyim-asyari/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Spiritualitas Kaderisasi: Kisah Mbah Romazin Ditolong Mbah Hasyim</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/spiritualitas-kaderisasi-kisah-mbah-romazin-ditolong-mbah-hasyim/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/spiritualitas-kaderisasi-kisah-mbah-romazin-ditolong-mbah-hasyim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Nov 2025 02:06:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kaderisasi]]></category>
		<category><![CDATA[keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[kh hasyim asyari]]></category>
		<category><![CDATA[mbah hasyim]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=8171</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah kisah yang menggugah hati didapatkan redaksi, Kamis (20/11).... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/spiritualitas-kaderisasi-kisah-mbah-romazin-ditolong-mbah-hasyim/">Spiritualitas Kaderisasi: Kisah Mbah Romazin Ditolong Mbah Hasyim</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_8172" aria-describedby="caption-attachment-8172" style="width: 768px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-8172" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/Hasyim_Asyari.jpg" alt="" width="768" height="982" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/Hasyim_Asyari.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/11/Hasyim_Asyari-235x300.jpg 235w" sizes="(max-width: 768px) 100vw, 768px" /><figcaption id="caption-attachment-8172" class="wp-caption-text">Foto Mbah Hasyim, (sumber: wikipedia)</figcaption></figure>
<p>Sebuah kisah yang menggugah hati didapatkan redaksi, Kamis (20/11). Cerita itu disampaikan Drs. H. Fatchul Aziz, M.A., Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur, melalui sambungan WhatsApp. Mantan Ketua PCNU Ponorogo periode 2014–2024 itu mendapatkannya dari Sekretaris PWNU Jawa Timur, Ir. H. Moh. Faqih, Ph.D., yang menuturkan kembali pengalaman KH. Ali Mashar, salah satu instruktur PD PKPNU.</p>
<p>Kisah ini terjadi saat Pelatihan Dasar PD PKPNU Klarangan, Sidoagung, Tempuran, Magelang, 16 November 2025. Salah satu peserta yang menarik perhatian adalah Mbah Romazin, seorang sepuh dari Dusun Kemutuk. Baru pulang dari perantauan, ia tiba-tiba diberi amanah menjadi ketua takmir musala di kampungnya. Merasa belum memahami NU, ia memutuskan untuk ikut PD PKPNU sebagai bentuk tanggung jawab dan ikhtiar belajar.</p>
<p>Dengan berbekal semangat, ia berangkat menuju lokasi pelatihan menggunakan sepeda, diantar oleh sang istri. Namun perjalanan itu tidak mulus. Di tengah jalan, Mbah Romazin mengalami kecelakaan tunggal dan terjatuh ke selokan. Dalam kondisi lemah, muncul seorang lelaki yang menolongnya dan bertanya hendak ke mana ia pergi.</p>
<p>“Ajeng nderek PD NU (PD PKPNU, Red), niku (akan ikut PD PKPNU, itu)&#8217;,” jawab Mbah Romazin.</p>
<p>Penolong itu menepuk pundaknya sembari member dorongan semangat. “Sae pun niku… teraske, teraske (bagus itu, teruskan, teruskan).” kata si penolong. Kalimat sederhana inilah yang memperkuat langkah Mbah Romazin untuk tetap mengikuti pelatihan hingga tuntas.</p>
<p>Puncak kisah terjadi pada hari terakhir kegiatan, ketika peserta menjalani rihlah. Mbah Romazin mendapat tugas ke Dusun Pletukan dan lebih dulu sowan kepada Mustamid, Ketua Tanfidziyah Ranting NU setempat. Saat memasuki ruang tamu, langkahnya mendadak terhenti. Matanya terpaku pada sebuah foto besar Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy‘ari yang terpajang di dinding.</p>
<p>Tubuhnya melemas. Rekan-rekannya panik dan bertanya, &#8220;Enten nopo, Mbah? Enten nopo? _(ada apa, mbah? Ada apa?).” tanya salah satu anggota kelompok rihlah. Dengan suara bergetar, mbah Romazin menjawab pertanyaan itu yang membuat semua yang hadir merinding.</p>
<p>“Niku… seng teng foto niku… seng nulungi kulo pas tiba saking sepeda winggi… (Itu… yang di foto itu… yang menolong saya ketika saya jatuh dari sepeda kemarin…).</p>
<p>Ruangan seketika hening. Sebuah pengalaman spiritual yang tak mungkin ia lupakan, dan sulit dijelaskan dengan kata-kata.</p>
<p>Menurut KH. Ali Mashar, cerita Mbah Romazin bertemu Hadratussyaih menjadi pengingat bagi para instruktur dan pengurus NU bahwa kaderisasi bukan hanya proses belajar, tetapi juga perjalanan ruhani yang sering diiringi pertolongan Allah dengan cara yang tak terduga.</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/spiritualitas-kaderisasi-kisah-mbah-romazin-ditolong-mbah-hasyim/">Spiritualitas Kaderisasi: Kisah Mbah Romazin Ditolong Mbah Hasyim</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/spiritualitas-kaderisasi-kisah-mbah-romazin-ditolong-mbah-hasyim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Resep Panjang Umur Mbah Syukri</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/resep-panjang-umur-mbah-syukri/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/resep-panjang-umur-mbah-syukri/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2021 10:15:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cucu kh hasyim asyari]]></category>
		<category><![CDATA[kh hasyim asyari]]></category>
		<category><![CDATA[sejarah]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahim]]></category>
		<category><![CDATA[silaturrahim]]></category>
		<category><![CDATA[tebuireng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=2472</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri KH.... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/resep-panjang-umur-mbah-syukri/">Resep Panjang Umur Mbah Syukri</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2473" aria-describedby="caption-attachment-2473" style="width: 1040px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="wp-image-2473 size-full" style="font-weight: bold; background-color: transparent; color: #707070; font-family: 'Noto Sans', sans-serif; text-align: inherit;" title="Gus Fahmi mengelus pinggang Mbah Sukri saat penasaran menanyakan resep panjang umur sampai 103 tahun" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-mengelus-pinggang-Mbah-Sukri-saat-penasaran-menanyakan-resep-panjang-umur-sampai-103-tahun.jpeg" alt="Gus Fahmi mengelus pinggang Mbah Sukri saat penasaran menanyakan resep panjang umur sampai 103 tahun" width="1040" height="488" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-mengelus-pinggang-Mbah-Sukri-saat-penasaran-menanyakan-resep-panjang-umur-sampai-103-tahun.jpeg 1040w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-mengelus-pinggang-Mbah-Sukri-saat-penasaran-menanyakan-resep-panjang-umur-sampai-103-tahun-300x141.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-mengelus-pinggang-Mbah-Sukri-saat-penasaran-menanyakan-resep-panjang-umur-sampai-103-tahun-1024x480.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-mengelus-pinggang-Mbah-Sukri-saat-penasaran-menanyakan-resep-panjang-umur-sampai-103-tahun-768x360.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption id="caption-attachment-2473" class="wp-caption-text">Gus Fahmi mengelus pinggang Mbah Sukri saat penasaran menanyakan resep panjang umur sampai 103 tahun</figcaption></figure>
<p><strong>NU Online Ponorogo</strong> &#8211; Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri KH. Fahmi Amrullah Hadziq atau akrab disapa Gus Fahmi terkagum dengan panjangnya usia mbah Syukri. Seperti diketahui Mbah Syukri merupakan pelaku sejarah peran pasukan Hizbullah yang diinisiasi Mbah Hasyim dalam perang kemerdekaan melawan Sekutu kini genap berusia 103 tahun.</p>
<p>Saat bersilaturrahmi ke mbah Syukri di kediamannya Carangrejo Sampung, Rabu (2/6) siang Gus Fahmi mengungkapkan rasa penasarannya. Di tengah suasana ramah tamah Gus Fahmi menanyakannya kepada Mbak Syukri.</p>
<p>&#8220;Napa, mbah resepipun panjang umur, koq ngantos saged umur 103 niki (Apa, mbah resepnya panjang umur, koq sampai bisa berumur 103 tahun, Red),&#8221; tanya Gus Fahmi sambil menepuk pelan pinggang Mbah Syukri.</p>
<p>Mbah Syukri tidak menjawab spontan pertanyaan Gus Fahmi. Gus Fahmi seperti dibuat tambah penasaran.</p>
<p>Tamu lain yang menyertai Gus Fahmi nampak ikut penasaran menunggu jawaban mbah Syukri.</p>
<p>Sambil menepuk-nepuk paha Gus Fahmi pelan akhirnya mbah Syukri memberi jawaban. &#8220;Gih&#8230;.sabar, nrimo, tabah, ora tukar padu (sabar, puas dengan keadaan, tabah dan tidak bermusuhan),&#8221; kata mbah Syukri sambil terkekeh lirih.</p>
<figure id="attachment_2474" aria-describedby="caption-attachment-2474" style="width: 1040px" class="wp-caption alignnone"><img decoding="async" class="size-full wp-image-2474" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Mbah-Sukri-sesekali-menepuk-nepuk-paha-Gus-Fahmi.jpeg" alt="Mbah Sukri sesekali menepuk-nepuk paha Gus Fahmi" width="1040" height="488" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Mbah-Sukri-sesekali-menepuk-nepuk-paha-Gus-Fahmi.jpeg 1040w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Mbah-Sukri-sesekali-menepuk-nepuk-paha-Gus-Fahmi-300x141.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Mbah-Sukri-sesekali-menepuk-nepuk-paha-Gus-Fahmi-1024x480.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Mbah-Sukri-sesekali-menepuk-nepuk-paha-Gus-Fahmi-768x360.jpeg 768w" sizes="(max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption id="caption-attachment-2474" class="wp-caption-text">Mbah Sukri sesekali menepuk-nepuk paha Gus Fahmi</figcaption></figure>
<p>Mendengar jawaban Mbah Syukri, Gus Fahmi spontan menanggapinya dengan kelakar. &#8220;Wah, angel iki..(sulit ini, Red),&#8221; ucap Gus Fahmi disambut tawa tamu lain. Masing-masing lalu sibuk berbincang menanggapi resep umur panjang ala mbah Syukri. Suasana agak sedikit riuh dan baru berhenti saat mbah Syukri kembali bicara.</p>
<p>&#8220;Kagem daharan, gih sak entene, cukup tiwul (untuk makanan, seadanya, cukup nasi tiwul, Red),&#8221; tutur mbah Syukri yang kali ini diikuti dengan tawanya sendiri. Semua yang mendengarnya ikut tertawa.</p>
<p>Memang, scara fisik mbah Syukri di usianya yang sekarang tidak menampakkan kerentaanya. Sebaliknya mbah Syukri nampak segar bugar, padahal tiga bulan terakhir hari-harinya disibukkan dengan kegiatan menerima tamu.</p>
<figure id="attachment_2475" aria-describedby="caption-attachment-2475" style="width: 1040px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2475" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-semua-tamu-mengamini-tatkala-Mbah-Sukri-memanjatkan-doa.jpeg" alt="Gus Fahmi dan semua tamu mengamini tatkala Mbah Sukri memanjatkan do'a" width="1040" height="488" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-semua-tamu-mengamini-tatkala-Mbah-Sukri-memanjatkan-doa.jpeg 1040w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-semua-tamu-mengamini-tatkala-Mbah-Sukri-memanjatkan-doa-300x141.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-semua-tamu-mengamini-tatkala-Mbah-Sukri-memanjatkan-doa-1024x480.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-semua-tamu-mengamini-tatkala-Mbah-Sukri-memanjatkan-doa-768x360.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption id="caption-attachment-2475" class="wp-caption-text">Gus Fahmi dan semua tamu mengamini tatkala Mbah Sukri memanjatkan do&#8217;a</figcaption></figure>
<p>&#8220;Tamu yang datang kadang-kadang tidak mengenal waktu,&#8221; ucap Supriyanto Sekretaris MWC NU Sampung sambil mengisi buku tamu Mbah Syukri.</p>
<p>Dari Cak Pri, sapaan akrabnya, terungkap setiap tamu yang datang dicatat sendiri oleh keluarga mbah Syukri.</p>
<p>Kebugaran mbak Syukri semakin nampak dari suaranya yang terdengar jelas saat Gus Fahmi memintanya berdo&#8217;a. Rasa penuh kebanggaan nampak terpancar dari wajah-wajah tamu yang mengamini setiap untaian do&#8217;a mbah Syukri.</p>
<p><strong>Reporter: Idam</strong><br />
<strong>Editor : Budi</strong></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/resep-panjang-umur-mbah-syukri/">Resep Panjang Umur Mbah Syukri</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/resep-panjang-umur-mbah-syukri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Gus Fahmi Temui Mbah Syukri: Penegasan Sanad Perjuangan Mbah Hasyim</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/gus-fahmi-temui-mbah-syukri-penegasan-sanad-perjuangan-mbah-hasyim/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/gus-fahmi-temui-mbah-syukri-penegasan-sanad-perjuangan-mbah-hasyim/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 03 Jun 2021 04:23:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[cucu kh hasyim asyari]]></category>
		<category><![CDATA[kh hasyim asyari]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[silaturahim]]></category>
		<category><![CDATA[tebuireng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=2463</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Perjalanan KH. Fahmi Amrullah Hadziq... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/gus-fahmi-temui-mbah-syukri-penegasan-sanad-perjuangan-mbah-hasyim/">Gus Fahmi Temui Mbah Syukri: Penegasan Sanad Perjuangan Mbah Hasyim</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_2464" aria-describedby="caption-attachment-2464" style="width: 1040px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2464" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-jajaran-Pengurus-PCNU-serta-Ikatan-Alumni-Pesantren-Tebuireng-serta-Instruktur-Wilayah-PKP-NU-saat-berpose-di-depan-rumah-Mbah-Sukri.jpeg" alt="Gus Fahmi dan jajaran Pengurus PCNU serta Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng, serta Instruktur Wilayah PKP NU, saat berpose di depan rumah Mbah Sukri" width="1040" height="488" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-jajaran-Pengurus-PCNU-serta-Ikatan-Alumni-Pesantren-Tebuireng-serta-Instruktur-Wilayah-PKP-NU-saat-berpose-di-depan-rumah-Mbah-Sukri.jpeg 1040w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-jajaran-Pengurus-PCNU-serta-Ikatan-Alumni-Pesantren-Tebuireng-serta-Instruktur-Wilayah-PKP-NU-saat-berpose-di-depan-rumah-Mbah-Sukri-300x141.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-jajaran-Pengurus-PCNU-serta-Ikatan-Alumni-Pesantren-Tebuireng-serta-Instruktur-Wilayah-PKP-NU-saat-berpose-di-depan-rumah-Mbah-Sukri-1024x480.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Gus-Fahmi-dan-jajaran-Pengurus-PCNU-serta-Ikatan-Alumni-Pesantren-Tebuireng-serta-Instruktur-Wilayah-PKP-NU-saat-berpose-di-depan-rumah-Mbah-Sukri-768x360.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption id="caption-attachment-2464" class="wp-caption-text">Gus Fahmi dan jajaran Pengurus PCNU serta Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng, serta Instruktur Wilayah PKP NU, saat berpose di depan rumah Mbah Sukri</figcaption></figure>
<p><strong>NU Online Ponorogo</strong> &#8211; Perjalanan KH. Fahmi Amrullah Hadziq atau Gus Fahmi keliling Indonesia untuk menyapa para alumni pesantren Tebuireng dan santri kakeknya Almaghfurlah KH.M.Hasyim Asy&#8217;ari akhirnya sampai Ponorogo, Rabu (2/6) siang. Sejak mendengar cerita tentang mbah Syukri dari banyak pihak Gus Fahmi ingin bersilaturrahmi ke salah satu pejuang Hizbullah seangkatan dengan almarhum mbah Kayubi, Pencetus dan Komandan Banser Pertama kelahiran Ponorogo itu. Mbah Syukri yang saat ini berusia 103 tahun tinggal di Desa Carangrejo Kecamatan Sampung.</p>
<p>Gus Fahmi yang saat ini menjadi Pengasuh Pesantren Tebuireng Putri menyatakan ketika ada acara atau undangan ngaji di suatu daerah, pasti sekalian menyempatkan silaturahmi dengan alumni yang ada di situ.</p>
<p>&#8220;Sudah sekian waktu saya mendengar mbah Syukri merupakan santri mbah Hasyim. Maka, ini habis acara di Magetan saya bersilaturahmi ke beliau,’’ terangnya.</p>
<p>Silaturrahmi Gus Fahmi ke mbah Syukri didampingi perwakilan PCNU Ponorogo dan para anggota Ikatan Alumni Pesantren Tebuireng atau Ikapete Cabang Ponorogo. Adapun perjalanan dari Magetan menuju kediaman mbah Syukri, Gus Fahmi dikawal beberapa Instruktur Wilayah PKP NU.</p>
<p>&#8220;Sedianya Gus Fahmi mau singgah dulu ke kantor PCNU, tapi karena memburu waktu, dari Magetan langsung ke sini (kediaman mbah Syukri),&#8221; ungkap Dr.H.Luthfi Hadi Aminudin, M.Ag Sekretaris PCNU Ponorogo kepada <a href="https://nuponorogo.or.id/"><strong>NU online Ponorogo</strong></a>.</p>
<figure id="attachment_2465" aria-describedby="caption-attachment-2465" style="width: 488px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2465" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Suasana-akrab-Mbah-Sukri-dan-Gus-Fahmi-bercerita-banyak-pengalamannya-ketika-bersama-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari.jpeg" alt="Suasana akrab Mbah Sukri dan Gus Fahmi bercerita banyak pengalamannya ketika bersama Al Maghfurulloh KH.Hasyim Asy'ari" width="488" height="1040" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Suasana-akrab-Mbah-Sukri-dan-Gus-Fahmi-bercerita-banyak-pengalamannya-ketika-bersama-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari.jpeg 488w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Suasana-akrab-Mbah-Sukri-dan-Gus-Fahmi-bercerita-banyak-pengalamannya-ketika-bersama-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari-141x300.jpeg 141w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Suasana-akrab-Mbah-Sukri-dan-Gus-Fahmi-bercerita-banyak-pengalamannya-ketika-bersama-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari-480x1024.jpeg 480w" sizes="auto, (max-width: 488px) 100vw, 488px" /><figcaption id="caption-attachment-2465" class="wp-caption-text">Suasana akrab Mbah Sukri dan Gus Fahmi bercerita banyak pengalamannya ketika bersama Al Maghfurulloh KH.Hasyim Asy&#8217;ari</figcaption></figure>
<p>Kedatangan putra pasangan KH.Hadziq Mahbub dan Nyai Hj. Khadijah binti Hasyim ini disambut putra menantu mbah Syukri, H.Abdul Azis dan Supriyanto Sekretaris MWC NU Sampung di pintu depan rumah. Beberapa alumni pesantren Tebuireng yang telah tiba sebelumnya juga ikut menyambut Gus Fahmi. Gus Fahmi tidak disertai rombongan dari pesantren Tebuireng, hanya datang bersama sopir pribadinya.</p>
<p>Di depan pintu tengah yang menghubungkan ruang tamu dan rumah bagian belakang mbah Syukri bersama mbah Kamsiatin istrinya menyambut Gus Fahmi. Begitu bertemu Gus Fahmi langsung bersimpuh dan mencium tangan mbah Syukri.</p>
<p>Kalimat pertama yang dilontarkan mbah Syukri setelah bersalaman dengan tamunya adalah menanyakan kabar kesehatan Gus Fahmi. &#8220;Panjenengan niki sinten (Anda ini siapa, Red),&#8221; tanya mbah Syukri berikutnya kepada Gus Fahmi.</p>
<p>Gus Fahmi menjawab beliau adalah putra Nyai Khadijah putri bungsu Hadratussyaikh KH.M.Hasyim Asy&#8217;ari. Spontan mbah Syukri menunjuk lukisan mbah Hasyim yang tertempel di salah satu sisi ruang tamu rumahnya. &#8220;Itu kakek panjenengan,&#8221; kata mbah Syukri terkekeh. Gus Fahmi mengangguk pelan sambil memandang lukisan kakeknya.</p>
<p>Di tengah perbincangan seputar pengalaman ikut perang 10 Nopember 1945 mbah Syukri memberi kesaksian peran mbah Hasyim. Mbah Syukri mengaku tahu sosok <strong>mbah Hasyim</strong> pertama kali dari temannya. &#8220;O, itu tho, Kiai Hasyim,&#8221; kata mbah Syukri berkisah. Dari ceritanya pula terungkap, mbah Hasyim aktif mengontrol pejuang Hizbullah dengan jeep terbuka. &#8220;Bertiga, satu sopir, satu kernet dan mbah Hasyim,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Disampaikan mbah Syukri pula ia sebenarnya tidak pernah menjadi santri pesantren Tebuireng, hanya saja memang ikut berperang bersama mbah Hasyim melawan Sekutu. Pesantren Waung (Baron Nganjuk, Red) sebagai tempatnya menimba ilmu bersama almarhum mbah Rusmani, salah satu santri mbah Hasyim yang baru meninggal dunia belum lama ini.<br />
Mbah Rusmani teryata paman mbah Syukri sendiri.</p>
<figure id="attachment_2466" aria-describedby="caption-attachment-2466" style="width: 1040px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-2466" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Salam-takdim-Gus-Fahmi-Pengasuh-Ponpes-Putri-Tebuireng-Jombang-kepada-Mbah-Sukri-santri-perjuangan-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari.jpeg" alt="Salam takdim Gus Fahmi (Pengasuh Ponpes Putri Tebuireng-Jombang) kepada Mbah Sukri (santri perjuangan Al Maghfurulloh KH.Hasyim Asy'ari)" width="1040" height="488" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Salam-takdim-Gus-Fahmi-Pengasuh-Ponpes-Putri-Tebuireng-Jombang-kepada-Mbah-Sukri-santri-perjuangan-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari.jpeg 1040w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Salam-takdim-Gus-Fahmi-Pengasuh-Ponpes-Putri-Tebuireng-Jombang-kepada-Mbah-Sukri-santri-perjuangan-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari-300x141.jpeg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Salam-takdim-Gus-Fahmi-Pengasuh-Ponpes-Putri-Tebuireng-Jombang-kepada-Mbah-Sukri-santri-perjuangan-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari-1024x480.jpeg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2021/06/Salam-takdim-Gus-Fahmi-Pengasuh-Ponpes-Putri-Tebuireng-Jombang-kepada-Mbah-Sukri-santri-perjuangan-Al-Maghfurulloh-KH.Hasyim-Asyari-768x360.jpeg 768w" sizes="auto, (max-width: 1040px) 100vw, 1040px" /><figcaption id="caption-attachment-2466" class="wp-caption-text">Salam takdim Gus Fahmi (Pengasuh Ponpes Putri Tebuireng-Jombang) kepada Mbah Sukri (santri perjuangan Al Maghfurulloh KH.Hasyim Asy&#8217;ari)</figcaption></figure>
<p>&#8220;Saya tidak pernah menuntut ilmu (di Tebuireng, Red) tapi hanya ikut berjuang (mengikuti perjuangan mbah Hasyim, Red) di Hizbullah,&#8221; tandas mbah Syukri.</p>
<p>Sosok mbah Rusmani yang terakhir tinggal di daerah Wonogiri juga sudah lama didengar Gus Fahmi. Namun sampai Mbah Rusmani wafat keinginan Gus Fahmi untuk bersilaturahmi belum terlaksana.</p>
<p>&#8220;Saya menyesal karena sudah lama mendengar mbah Rusmani itu santri mbah Hasyim yang masih hidup (di era terkini, Red), tapi belum sempat bertemu beliau sudah wafat,&#8221; kata Gus Fahmi.</p>
<p>Keakraban di rumah model Jawa yang di depannya ada musala kecil ini berlanjut saat tuan rumah menyilahkan Gus Fahmi dan tamu lainnya untuk makan.</p>
<p>Perbincangan setelah makan tidak seberapa lama, karena Gus Fahmi berpamitan. Dari kediaman mbah Syukri Gus Fahmi singgah sebentar di kantor PCNU Ponorogo, lalu berangkat pulang ke Tebuireng.</p>
<p><strong>Reporter : Idam Mustofa</strong><br />
<strong>Editor : Budi Hermawan</strong></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/gus-fahmi-temui-mbah-syukri-penegasan-sanad-perjuangan-mbah-hasyim/">Gus Fahmi Temui Mbah Syukri: Penegasan Sanad Perjuangan Mbah Hasyim</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/gus-fahmi-temui-mbah-syukri-penegasan-sanad-perjuangan-mbah-hasyim/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
