<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kategori Kesehatan - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/kesehatan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/kesehatan/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Thu, 14 Aug 2025 00:48:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Kategori Kesehatan - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/kesehatan/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>dr Zidu: Di Balik Gagal Ginjal, Mengapa Operasi Tak Selalu Menjadi Jawaban</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/dibalik-gagal-ginjal/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/dibalik-gagal-ginjal/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 14 Aug 2025 00:45:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7374</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Suasana ruang tunggu poliklinik siang... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dibalik-gagal-ginjal/">dr Zidu: Di Balik Gagal Ginjal, Mengapa Operasi Tak Selalu Menjadi Jawaban</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7375" aria-describedby="caption-attachment-7375" style="width: 1024px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-full wp-image-7375" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0108.jpg" alt="" width="1024" height="1024" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0108.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0108-300x300.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0108-150x150.jpg 150w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0108-768x768.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0108-250x250.jpg 250w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0108-80x80.jpg 80w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /><figcaption id="caption-attachment-7375" class="wp-caption-text">Penyebab gagal ginjal bisa sebelum, sesudah, dan pada ginjal. Jelas dr. Riza Mazidu Sholihin, Sp.U.</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Suasana ruang tunggu poliklinik siang itu tidak terlalu ramai. Dari balik pintu, seorang pria paruh baya melangkah masuk, langkahnya sedikit gontai. Di tangannya tergenggam map berisi hasil laboratorium dan catatan medis. Ia duduk di hadapan dr. Riza Mazidu Sholikin, SpU—dokter lulusan Universitas Airlangga Surabaya yang akrab disapa dr. Zidu.</p>
<p>Pasien itu sudah beberapa kali menjalani hemodialisis. Dengan suara penuh harap, ia bertanya, “Dok… apakah saya bisa sembuh seperti teman saya itu? Dia juga cuci darah, tapi cuma tiga kali. Setelah operasi sama dokter, dia langsung lepas dari mesin cuci darah.”</p>
<p>Dr. Zidu terdiam sejenak. Ia menghela napas, lalu menatap pasiennya dengan tatapan yang lembut namun tegas. “Teman Anda itu menderita batu ginjal yang letaknya di saluran setelah ginjal,” ujarnya perlahan. “Batu itu menyumbat aliran urine. Begitu diangkat lewat operasi, salurannya terbuka, urine bisa keluar normal lagi. Fungsi ginjalnya pun kembali.”</p>
<p>Ia berhenti sebentar, seolah memberi jeda agar kalimatnya meresap. “Sedangkan Anda,” lanjutnya, “sudah lebih dari sepuluh tahun menderita diabetes. Kondisi itu pelan-pelan merusak jaringan ginjal dari dalam. Ini bukan soal tersumbat atau tidak—ini soal ginjal yang sudah rusak secara permanen.”</p>
<p>Dalam dunia medis, penjelasan dr. Zidu menggambarkan pembagian besar penyebab gagal ginjal. Ada yang bersifat pre-renal, ketika masalah timbul sebelum ginjal—misalnya karena dehidrasi, perdarahan, atau penurunan aliran darah. Ada pula yang post-renal, seperti batu ginjal, tumor, atau pembesaran prostat yang menghalangi aliran urine. Dan yang terakhir, renal atau intrinsik, saat kerusakan terjadi di dalam ginjal itu sendiri, biasanya akibat penyakit kronis seperti diabetes atau hipertensi.</p>
<figure id="attachment_7376" aria-describedby="caption-attachment-7376" style="width: 656px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-7376" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0109.jpg" alt="" width="656" height="813" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0109.jpg 656w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/08/IMG-20250813-WA0109-242x300.jpg 242w" sizes="(max-width: 656px) 100vw, 656px" /><figcaption id="caption-attachment-7376" class="wp-caption-text">dr. Riza Mazidu Sholihin, Sp.U, kader NU yang Ahli Urologi.</figcaption></figure>
<p>Kasus sang teman termasuk <em>post-renal</em>—masalahnya ada di “hilir” dan bisa diperbaiki dengan operasi. Sementara kasus pasien di hadapan dr. Zidu termasuk renal/intrinsik. Ginjalnya rusak akibat nefropati diabetik, kondisi yang terjadi ketika kadar gula darah tinggi bertahun-tahun menyebabkan perubahan struktural di glomerulus, unit penyaring di ginjal. Perlahan tapi pasti, membran basal menebal, jaringan mengeras, dan fungsi penyaringan pun merosot.</p>
<p>Menurut data Kementerian Kesehatan, diabetes dan hipertensi adalah penyebab utama penyakit ginjal kronis di Indonesia. Laporan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) mencatat, lebih dari sepertiga kasus gagal ginjal kronis berawal dari tekanan darah tinggi, dan hampir sepertiga lagi akibat diabetes. Berbeda dengan batu ginjal, kerusakan akibat diabetes tidak bisa diangkat lewat pisau bedah—yang tersedia hanyalah pengendalian progresinya dan terapi pengganti ginjal seperti dialisis atau transplantasi.</p>
<p>Dr. Zidu tidak memaparkan panjang lebar di ruang periksa itu. Ia hanya menutup penjelasannya dengan kalimat yang terasa menenangkan, “Yang penting sekarang, Anda terus berobat dengan dokter yang menangani, tetap menjalani cuci darah sesuai jadwal, dan menjaga pola hidup sebaik mungkin. Kesembuhan bisa punya banyak bentuk—terkadang bukan berarti bebas dari penyakit, tapi bisa tetap menjalani hidup dengan baik.”</p>
<p>Di luar ruangan, pasien itu berjalan pelan. Harapannya tentang operasi mungkin pupus, tetapi ia pulang membawa pengertian baru: tidak semua gagal ginjal punya pintu keluar yang sama. Ada yang bisa dibuka dengan satu tindakan bedah, ada pula yang hanya bisa dilalui dengan kesabaran dan perawatan jangka panjang.</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dibalik-gagal-ginjal/">dr Zidu: Di Balik Gagal Ginjal, Mengapa Operasi Tak Selalu Menjadi Jawaban</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/dibalik-gagal-ginjal/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Kepatuhan Konsumsi Obat Selama Puasa Ramadan Tanpa Mengganggu Ibadah</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/menjaga-kepatuhan-konsumsi-obat-selama-puasa-ramadan-tanpa-mengganggu-ibadah/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/menjaga-kepatuhan-konsumsi-obat-selama-puasa-ramadan-tanpa-mengganggu-ibadah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2025 08:53:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6889</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Selama Ramadan, umat Muslim menjalankan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-kepatuhan-konsumsi-obat-selama-puasa-ramadan-tanpa-mengganggu-ibadah/">Menjaga Kepatuhan Konsumsi Obat Selama Puasa Ramadan Tanpa Mengganggu Ibadah</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6890" aria-describedby="caption-attachment-6890" style="width: 2560px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-full wp-image-6890" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-scaled.jpg" alt="" width="2560" height="1440" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-scaled.jpg 2560w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-2048x1152.jpg 2048w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/IMG-20250304-WA0006-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 2560px) 100vw, 2560px" /><figcaption id="caption-attachment-6890" class="wp-caption-text">Bijaksana mengonsumsi obat saat menunaikan ibadah puasa Ramadan</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Selama Ramadan, umat Muslim menjalankan ibadah puasa dengan menahan diri dari makan, minum, dan hal-hal lain dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Perubahan pola konsumsi ini kerap menjadi tantangan bagi orang yang harus rutin minum obat. Padahal, kepatuhan dalam mengonsumsi obat adalah kunci menjaga efektivitas terapi. Lantas, bagaimana mengatur jadwal minum obat tanpa mengganggu ibadah puasa?</p>
<p>Menurut Apt. Ita Octafia S.Farm dosen Akafarma Sunan Giri Ponorogo, langkah pertama yang harus dilakukan adalah &#8220;berkonsultasi dengan dokter yang merawat&#8221;</p>
<p>“Pasien perlu memastikan apakah kondisi kesehatannya memungkinkan untuk berpuasa. Jika diperbolehkan, dokter dapat menyesuaikan resep dengan jadwal puasa,” ujarnya. Misalnya, memilih obat yang cukup dikonsumsi 1-2 kali sehari. Obat sekali sehari dapat diminum saat sahur atau berbuka, sedangkan obat dua kali sehari disarankan pada kedua waktu tersebut.</p>
<p>Namun, tidak semua obat bisa diubah frekuensinya. Untuk obat yang harus diminum 3-4 kali sehari, seperti antibiotik, Apt. Ita Octafia sekaligus pemilik Apotek Sakinah Medika menyarankan penyesuaian jadwal.</p>
<p>“Jika harus tiga kali sehari, bagi waktu minum dalam rentang 10,5 jam. Misalnya, setelah berbuka (18.00), tengah malam (23.00), dan sahur (04.00). Untuk yang empat kali sehari, ini tidak disarankan karena risiko terlewat dosis sangat tinggi,” jelasnya.</p>
<p>Alternatifnya, dokter mungkin mengganti obat dengan sediaan lepas lambat (long-acting) yang bekerja lebih panjang.</p>
<p>Selain frekuensi, &#8220;waktu konsumsi obat relatif terhadap makan&#8221; juga perlu diperhatikan. Obat yang diminum sebelum makan harus dikonsumsi 30 menit sebelum sahur atau berbuka. Sementara obat setelah makan bisa langsung diminum usai santap sahur atau buka puasa. Jika harus minum obat tengah malam, Apt. Ita Octafia S.Farm menganjurkan untuk mengonsumsi sedikit makanan, seperti roti atau nasi, sebelum minum obat guna menghindari iritasi lambung.</p>
<p>Kunci keberhasilannya, menurt Apt. Ita adalah komunikasi intensif dengan dokter. Pasien harus jujur menyampaikan rencana berpuasa agar dokter bisa merancang skema terapi yang aman.</p>
<p>“Jangan mengubah dosis atau jadwal minum obat tanpa persetujuan dokter. Risikonya bukan hanya mengurangi efektivitas obat, tetapi juga memicu efek samping berbahaya,” tegasnya.</p>
<p>Ditemui di tempat yang bersamaan dr Riza Mazidu menambahkan, seringkali pasien tidak datang untuk kontrol atau berobat saat bulan puasa justru ini akan mengganggu puasa karena kondisi kesehatannya yang tidak terkontrol.</p>
<p>dr. Riza menganjurkan meskipun puasa sebaiknya tetep kontrol teratur ke rumah sakit dan minum obat sesuai aturan yang disesuaikan dengan kondisi puasa (saat malam hari).</p>
<p>Ramadan adalah momen spiritual yang dinantikan. Dengan perencanaan matang, pasien kronis atau mereka yang rutin minum obat tetap bisa menjalankan ibadah puasa tanpa mengorbankan kesehatan. Selamat menunaikan ibadah Ramadan, tetap sehat, dan patuh pada anjuran medis!</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-kepatuhan-konsumsi-obat-selama-puasa-ramadan-tanpa-mengganggu-ibadah/">Menjaga Kepatuhan Konsumsi Obat Selama Puasa Ramadan Tanpa Mengganggu Ibadah</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/menjaga-kepatuhan-konsumsi-obat-selama-puasa-ramadan-tanpa-mengganggu-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Hidrasi Sehat Selama Puasa Ramadan: Beberapa Tips Pentingnya Asupan Cairan dari dr Mazidu Ahli Urologi</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/menjaga-hidrasi-sehat-selama-puasa-ramadan-pentingnya-asupan-cairan-dari-dr-mazidu-ahli-urologi/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/menjaga-hidrasi-sehat-selama-puasa-ramadan-pentingnya-asupan-cairan-dari-dr-mazidu-ahli-urologi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Feb 2025 03:56:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6867</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8211; Bulan Ramadan adalah momen suci... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-hidrasi-sehat-selama-puasa-ramadan-pentingnya-asupan-cairan-dari-dr-mazidu-ahli-urologi/">Menjaga Hidrasi Sehat Selama Puasa Ramadan: Beberapa Tips Pentingnya Asupan Cairan dari dr Mazidu Ahli Urologi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6868" aria-describedby="caption-attachment-6868" style="width: 1111px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6868" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot-2025-02-28-105430.png" alt="" width="1111" height="733" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot-2025-02-28-105430.png 1111w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot-2025-02-28-105430-300x198.png 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot-2025-02-28-105430-1024x676.png 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/Screenshot-2025-02-28-105430-768x507.png 768w" sizes="auto, (max-width: 1111px) 100vw, 1111px" /><figcaption id="caption-attachment-6868" class="wp-caption-text">Tetap sehat, terpenuhi cairan saat menunaikan ibadah puasa Ramadan</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8211; Bulan Ramadan adalah momen suci yang dinanti umat Muslim untuk memperkuat ikatan spiritual. Namun, di tengah ibadah puasa yang menuntun pada pengendalian diri, tak sedikit orang yang mengabaikan kebutuhan dasar tubuh, termasuk asupan cairan.<br />
Mitos seperti “banyak minum akan mengganggu wudhu” atau “cukup minum sekadarnya saat sahur dan berbuka” masih sering dijadikan alasan untuk membatasi konsumsi air. Padahal, menurut dr. Riza Mazidu Sp.U, dokter spesialis urologi di Ponorogo, membatasi cairan justru berisiko mengganggu kesehatan, terutama fungsi ginjal. Lalu, bagaimana cara memenuhi kebutuhan hidrasi tanpa mengganggu ibadah?</p>
<p>Dr. Riza menegaskan bahwa kebutuhan cairan tubuh selama puasa tidak berbeda dengan hari biasa. Pada orang sehat, tubuh memerlukan minimal 2.000 ml (8 gelas) air per hari untuk menjalankan fungsi fisiologisnya. “Membatasi air hanya karena takut batal wudhu adalah kekeliruan. Justru, kurang cairan bisa memicu kelelahan, gangguan konsentrasi, hingga risiko jangka panjang pada ginjal,” ujarnya. Kuncinya adalah mengatur strategi konsumsi air secara optimal di luar jam puasa.</p>
<p>Air bukan sekadar pelepas dahaga. Dalam paparan dr. Riza, air berperan sebagai “supir” yang menggerakan sistem tubuh:<br />
1. Sirkulasi dan Pencernaan, Air membantu transportasi nutrisi, oksigen, dan hormon ke seluruh tubuh, sekaligus melancarkan proses pencernaan dan penyerapan makanan.<br />
2. Detoksifikasi, Ginjal bergantung pada air untuk menyaring limbah metabolisme melalui urine dan keringat. Kurang cairan menyebabkan penumpukan racun yang berisiko merusak ginjal.<br />
3. Regulasi Suhu, Air menjaga suhu tubuh tetap stabil, terutama di tengah cuaca panas atau aktivitas fisik.<br />
4. Kesehatan Otot dan Sendi, Air melumasi sendi dan mencegah kram otot, sehingga tubuh tetap lentur saat menjalani aktivitas selama puasa.<br />
5. Kesehatan Kulit, Hidrasi cukup mencegah kulit kering dan keriput, menjaga elastisitas alaminya.</p>
<p>Agar kebutuhan 2.000 ml air terpenuhi, dr. Riza merekomendasikan pembagian waktu minum sebagai berikut:<br />
&#8211; Saat Berbuka, Mulai dengan 1-2 gelas air putih. Hindari minuman manis berlebihan yang justru memicu dehidrasi.<br />
&#8211; Setelah Tarawih, Konsumsi 1-2 gelas air untuk menggantikan cairan yang hilang selama ibadah.<br />
&#8211; Sebelum Tidur, Minum 1 gelas air demi menjaga metabolisme semalaman.<br />
&#8211; Sahur, Penuhi 2-3 gelas air secara bertahap untuk persiapan puasa keesokan hari.</p>
<p>Selain air putih, cairan juga bisa diperoleh dari buah tinggi air seperti semangka, melon, dan jeruk, serta makanan berkuah seperti sop atau sayur bening. “Ini cara cerdas untuk memaksimalkan hidrasi tanpa merasa ‘kebanjiran’ air,” tambahnya.</p>
<p>Dr. Riza mengingatkan pentingnya memantau warna urine sebagai tanda hidrasi. Berdasarkan tabel warna urine yang ia sarankan, urine kuning jernih hingga kuning muda menunjukkan kondisi terhidrasi. Sebaliknya, urine kuning pekat atau kecoklatan adalah alarm dehidrasi. “Volume urine normal sekitar 1.500 ml per hari. Jika asupan cairan cukup, frekuensi buang air kecil akan teratur tanpa warna yang pekat,” jelasnya.</p>
<p>Ketika kita puasa tidak perlu takut fungsi ginjal akan terganggu karena kebutuhan cairan kita penuhi saat malam hari.</p>
<p>Dr. Riza menutup dengan pesan: “Jangan takut minum cukup air selama bisa diatur waktunya. Kecuali bagi penderita penyakit tertentu seperti gagal jantung atau ginjal kronis yang perlu konsultasi dokter terlebih dulu.” Dengan strategi tepat, puasa Ramadan tidak hanya khusyuk secara spiritual, tetapi juga menyehatkan secara jasmani.</p>
<p><em>Selamat menunaikan ibadah puasa. Mari jaga hidrasi, jaga kesehatan!</em></p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/LKNU Ponorogo)</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-hidrasi-sehat-selama-puasa-ramadan-pentingnya-asupan-cairan-dari-dr-mazidu-ahli-urologi/">Menjaga Hidrasi Sehat Selama Puasa Ramadan: Beberapa Tips Pentingnya Asupan Cairan dari dr Mazidu Ahli Urologi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/menjaga-hidrasi-sehat-selama-puasa-ramadan-pentingnya-asupan-cairan-dari-dr-mazidu-ahli-urologi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Demam Berdarah Mengancam: Antrian di IGD dan Ruang Perawatan Penuh</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/demam-berdarah-mengancam-antrian-di-igd-dan-ruang-perawatan-penuh/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/demam-berdarah-mengancam-antrian-di-igd-dan-ruang-perawatan-penuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Jan 2025 00:05:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6440</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kabupaten Ponorogo sedang menghadapi situasi darurat kesehatan. Kasus demam... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/demam-berdarah-mengancam-antrian-di-igd-dan-ruang-perawatan-penuh/">Demam Berdarah Mengancam: Antrian di IGD dan Ruang Perawatan Penuh</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-6441" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250125-WA0000.jpg" alt="" width="686" height="447" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250125-WA0000.jpg 686w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250125-WA0000-300x195.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 686px) 100vw, 686px" /></p>
<p>Kabupaten Ponorogo sedang menghadapi situasi darurat kesehatan. Kasus demam berdarah melonjak drastis dalam beberapa minggu terakhir, membuat antrian di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan ruang perawatan beberapa rumah sakit penuh. Bahkan, pasien terpaksa dirawat di selasar.</p>
<p>Demam berdarah disebabkan oleh virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Gejala awalnya meliputi demam tinggi, sakit kepala parah, nyeri otot dan sendi, serta mual dan muntah.</p>
<p>Sebelum mendapatkan pertolongan medis di rumah sakit, penting melakukan pertolongan pertama. Pastikan pasien istirahat yang cukup untuk mengurangi kelelahan. Berikan banyak minuman untuk menggantikan cairan yang hilang. Obat demam seperti parasetamol atau ibuprofen dapat diberikan untuk mengurangi demam. Berikan juga makanan bergizi untuk meningkatkan kekebalan tubuh. Pantau kondisi pasien secara terus-menerus dan segera cari pertolongan medis jika kondisi memburuk.</p>
<p>Jika demam tidak turun setelah tiga hari, muncul gejala perdarahan seperti muntah darah atau kotoran berdarah, terjadi kesulitan bernafas, atau kejang segera cari pertolongan medis. Kondisi seperti ini harus segera mencari pertolongan ke rumah sakit.</p>
<p>Jika tidak ditangani dengan baik, demam berdarah dapat menyebabkan syok hemoragik, kegagalan ginjal, kegagalan jantung, dan kematian. Selain itu, demam berdarah juga dapat menyebabkan komplikasi pada ibu hamil dan anak-anak.</p>
<p>Berikut adalah pesan ketua LKNU Ponorogo dr Riza Mazidu, SpU pada lonjakan kasus demam berdarah ini. Kuncinya 3M untuk mencegah demam berdarah. Demam berdarah dapat dicegah dengan melakukan tiga langkah sederhana.</p>
<p>“Menghindari Gigitan Nyamuk”. Gunakan obat nyamuk, pakaian tertutup, dan jaring nyamuk untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk yang membawa virus dengue.</p>
<p>“Menguras Tempat-Tempat Air Stagnan” sangat penting. Bersihkan dan keringkan tempat-tempat air stagnan seperti bak mandi, ember, dan pot tanaman untuk mencegah nyamuk berkembang. Dengan demikian, kita dapat mengurangi populasi nyamuk.</p>
<p>“Menggunakan Obat Nyamuk dan Pakaian Pelindung” juga sangat efektif. Gunakan obat nyamuk dan pakaian pelindung seperti celana panjang, lengan panjang, dan sepatu tertutup untuk melindungi diri dari gigitan nyamuk.</p>
<p>Dengan melakukan ketiga langkah ini secara konsisten, kita dapat menurunkan risiko terkena demam berdarah. Jangan lupa untuk selalu banyak berdoa minta perlindungan kepada Allah, menjaga kesehatan dengan makanan bergizi, minuman yang cukup, dan istirahat yang tepat, pesan ketua LKNU Ponorogo.</p>
<p>Penulis: Nanang Diyanto</p>
<p><em>LKNU Ponorogo, Perawat Kamar Operasi di RSUD dr Harjono Ponorogo</em></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/demam-berdarah-mengancam-antrian-di-igd-dan-ruang-perawatan-penuh/">Demam Berdarah Mengancam: Antrian di IGD dan Ruang Perawatan Penuh</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/demam-berdarah-mengancam-antrian-di-igd-dan-ruang-perawatan-penuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pachoelmultion: Operasi Katarak Tanpa Jahitan</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/pachoelmultion-operasi-katarak-tanpa-jahitan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/pachoelmultion-operasi-katarak-tanpa-jahitan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 11 Jan 2025 00:59:55 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6221</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebentar lagi PCNU Ponorogo akan menggelar Bhakti Sosial Operasi... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/pachoelmultion-operasi-katarak-tanpa-jahitan/">Pachoelmultion: Operasi Katarak Tanpa Jahitan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6222" aria-describedby="caption-attachment-6222" style="width: 650px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6222" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0001.jpg" alt="" width="650" height="433" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0001.jpg 650w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0001-300x200.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 650px) 100vw, 650px" /><figcaption id="caption-attachment-6222" class="wp-caption-text">Lensa memutih, ciri khas katarak (Sumber: Google)</figcaption></figure>
<p>Sebentar lagi PCNU Ponorogo akan menggelar Bhakti Sosial Operasi Mata Katarak Gratis. Namun masih banyak yang bingung membedakan katarak dengan penyakit mata lainnya yang sama-sama mengurangi tajam penglihatan. Banyak pula orang yang mengalami mata katarak namun takut untuk berobat atau operasi. Berikut ini penjelasannya.</p>
<p>Bayangkan mata Anda seperti sebuah kamera. Lensa mata adalah bagian yang berfungsi seperti lensa kamera, yaitu memfokuskan cahaya agar kita bisa melihat dengan jelas. Nah, katarak adalah kondisi di mana lensa mata menjadi keruh, seperti lensa kamera yang kotor. Akibatnya, cahaya yang masuk ke mata menjadi terhalang dan penglihatan kita pun menjadi kabur.</p>
<p>Katarak biasanya terjadi secara perlahan. Beberapa tanda dan gejala yang sering muncul antara lain:</p>
<ol>
<li>Penglihatan kabur, ini adalah gejala yang paling umum. Seolah-olah ada kabut yang menutupi mata.</li>
<li>Sensitif terhadap cahaya yang terang, seperti sinar matahari atau lampu, terasa menyilaukan.</li>
<li>Melihat halo (keputihan) atau lingkaran berwarna, terutama saat melihat lampu.</li>
<li>Sering mengganti kacamata, karena kekuatan lensa kacamata yang terus berubah.</li>
<li>Warna terlihat pudar, warna-warna tampak kurang cerah.</li>
<li>Penglihatan ganda, pada satu mata.</li>
</ol>
<p>Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan katarak, di antaranya:</p>
<ol>
<li>Semakin tua usia, risiko terkena katarak semakin tinggi.</li>
<li>Penyakit diabetes dapat mempercepat terbentuknya katarak.</li>
<li>Cedera pada mata bisa memicu terbentuknya katarak.</li>
<li>Penggunaan obat-obatan tertentu:, beberapa jenis obat-obatan, seperti kortikosteroid, dapat meningkatkan risiko katarak.</li>
<li>Merokok dapat mempercepat perkembangan katarak.</li>
</ol>
<figure id="attachment_6223" aria-describedby="caption-attachment-6223" style="width: 700px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6223" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0002.jpg" alt="" width="700" height="393" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0002.jpg 700w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0002-300x168.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250111-WA0002-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 700px) 100vw, 700px" /><figcaption id="caption-attachment-6223" class="wp-caption-text">Suasana operasi mata katarak memakai Pachoelmultion (Sumber: Google)</figcaption></figure>
<p>Saat ini, satu-satunya cara yang efektif untuk mengatasi katarak adalah dengan operasi. Salah satu teknik operasi yang paling umum dan canggih adalah phacoemulsification.</p>
<p>Sayatan kecil: Operasi ini hanya membutuhkan sayatan yang sangat kecil, sehingga proses penyembuhan lebih cepat dan risiko infeksi lebih rendah.</p>
<p>Waktu operasi singkat: Prosedur ini biasanya hanya memakan waktu sekitar 30 menit.</p>
<p>Nyeri minimal: Setelah operasi, Anda mungkin akan merasakan sedikit ketidaknyamanan, tetapi umumnya tidak terlalu sakit.</p>
<p>Hasil yang cepat: Penglihatan Anda biasanya akan membaik secara signifikan setelah operasi.</p>
<p>Lensa buatan: Selama operasi, lensa mata yang keruh akan diganti dengan lensa buatan yang terbuat dari bahan yang aman dan tahan lama.</p>
<p>Operasi ini dilakukan dengan menggunakan alat khusus yang dilengkapi dengan gelombang ultrasonik. Dokter akan membuat sayatan kecil pada mata, kemudian menggunakan gelombang ultrasonik untuk memecah lensa mata yang keruh menjadi bagian-bagian kecil. Setelah itu, bagian-bagian kecil lensa tersebut akan dihisap keluar dan diganti dengan lensa buatan.</p>
<p>Jika Anda mengalami gejala katarak, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis mata. Dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan memberikan penjelasan yang lebih detail mengenai prosedur phacoemulsification. Dengan kemajuan teknologi saat ini, operasi katarak sudah menjadi prosedur yang sangat aman dan efektif.</p>
<p>Phacoemulsification adalah pilihan pengobatan yang sangat baik untuk mengatasi katarak. Dengan prosedur ini, Anda bisa kembali melihat dunia dengan lebih jelas dan menjalani hidup dengan lebih nyaman. Jangan biarkan katarak menghambat aktivitas sehari-hari Anda.</p>
<p>Penulis: Nanang Diyanto</p>
<p><em>Peserta Pelatihan Pachoelmultion di RS Mata Yap Yogyakarta 2018, Perawat Kamar Operasi di RSUD dr Harjono Ponorogo, LKNU</em></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/pachoelmultion-operasi-katarak-tanpa-jahitan/">Pachoelmultion: Operasi Katarak Tanpa Jahitan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/pachoelmultion-operasi-katarak-tanpa-jahitan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/glaukoma-si-pencuri-penglihatan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/glaukoma-si-pencuri-penglihatan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Jan 2025 22:36:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6203</guid>

					<description><![CDATA[<p>Bayangkan sebuah rumah dengan pipa air yang tersumbat. Ketika... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/glaukoma-si-pencuri-penglihatan/">Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6204" aria-describedby="caption-attachment-6204" style="width: 250px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6204" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/IMG-20250110-WA0002.jpg" alt="" width="250" height="200" /><figcaption id="caption-attachment-6204" class="wp-caption-text">Gambaran Glaukoma (sumber: Google)</figcaption></figure>
<p style="text-align: left;">Bayangkan sebuah rumah dengan pipa air yang tersumbat. Ketika pipa tersumbat, air akan menumpuk dan tekanan di dalam pipa menjadi sangat tinggi. Nah, di dalam mata kita, ada cairan yang terus mengalir. Jika aliran cairan ini terhambat, tekanan di dalam bola mata akan meningkat. Tekanan yang tinggi ini lama-kelamaan akan menekan dan merusak saraf optik, seperti kabel yang membawa gambar dari mata ke otak. Kerusakan pada saraf optik inilah yang menyebabkan kita kehilangan penglihatan. Inilah yang disebut dengan glaukoma.</p>
<p>Glaukoma sering disebut sebagai “pencuri penglihatan” karena gejalanya yang seringkali tidak terasa. Kita baru menyadari adanya masalah ketika kerusakan pada saraf optik sudah cukup parah. Penglihatan kita akan mulai kabur, terutama di bagian tepi. Bayangkan seperti melihat melalui sebuah teropong yang semakin lama lubang pandangnya semakin menyempit.</p>
<p>Penyebab pasti glaukoma belum diketahui secara pasti, namun beberapa faktor diketahui dapat meningkatkan risiko, seperti:</p>
<p>Usia: Semakin tua, risiko terkena glaukoma semakin tinggi.</p>
<p>Riwayat keluarga: Jika ada anggota keluarga yang menderita glaukoma, Anda juga berisiko lebih tinggi.</p>
<p>Tekanan darah tinggi: Tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah di mata, termasuk pembuluh darah yang mengalirkan darah ke saraf optik.</p>
<p>Diabetes: Diabetes dapat menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di seluruh tubuh, termasuk mata.</p>
<p>Cedera mata: Cedera pada mata dapat meningkatkan tekanan di dalam bola mata.</p>
<p>Beberapa jenis obat-obatan: Obat-obatan tertentu, seperti kortikosteroid, dapat meningkatkan tekanan di dalam bola mata.</p>
<p>Jika tidak segera ditangani, glaukoma dapat menyebabkan kebutaan permanen. Kerusakan pada saraf optik tidak dapat diperbaiki.</p>
<p>Tujuan utama pengobatan glaukoma adalah untuk menurunkan tekanan di dalam bola mata dan mencegah kerusakan lebih lanjut pada saraf optik. Beberapa pilihan pengobatan yang umum digunakan antara lain:</p>
<p>Obat tetes mata yang diresepkan dokter mata : Obat tetes mata merupakan lini pertama pengobatan glaukoma. Obat ini berfungsi untuk menurunkan produksi cairan mata atau meningkatkan aliran keluar cairan mata.</p>
<p>Laser: Prosedur laser dapat digunakan untuk meningkatkan aliran keluar cairan mata.</p>
<p>Operasi: Operasi dilakukan jika obat-obatan dan laser tidak efektif dalam mengontrol tekanan mata.</p>
<p>Karena glaukoma seringkali tidak menimbulkan gejala pada tahap awal, pemeriksaan mata secara rutin sangat penting untuk mendeteksi penyakit ini sedini mungkin. Semakin dini glaukoma terdeteksi, semakin besar kemungkinan untuk mencegah kebutaan.</p>
<p>Periksa mata secara rutin: Minimal sekali setahun, terutama jika Anda memiliki faktor risiko.</p>
<p>Jaga kesehatan mata: Lindungi mata dari cedera dan paparan sinar matahari yang berlebihan.</p>
<p>Atasi kondisi medis yang mendasar: Jaga kadar gula darah, tekanan darah, dan kolesterol tetap terkendali.</p>
<p>Dengan perawatan yang tepat, penderita glaukoma dapat tetap memiliki kualitas hidup yang baik. Jangan tunda untuk memeriksakan mata Anda!</p>
<p>Penulis: Nanang Diyanto</p>
<p><em>Peserta Pelatihan Perawat Kamar Operasi Pachoelmultion di RS Mata Yap Yogyakarta 2018, Perawat Kamar Operasi RSUD dr Harjono Ponorogo, LKNU</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/glaukoma-si-pencuri-penglihatan/">Glaukoma: Si Pencuri Penglihatan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/glaukoma-si-pencuri-penglihatan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kisah di Balik “Penis Mendelep”</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/kisah-di-balik-penis-mendelep/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/kisah-di-balik-penis-mendelep/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Dec 2024 00:34:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Keislaman]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6031</guid>

					<description><![CDATA[<p>Ada yang hampir terlewat saat seminar kesehatan yang diselenggarakan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kisah-di-balik-penis-mendelep/">Kisah di Balik “Penis Mendelep”</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6033" aria-describedby="caption-attachment-6033" style="width: 268px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6033" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241231-WA0007.jpg" alt="" width="268" height="301" /><figcaption id="caption-attachment-6033" class="wp-caption-text">Gambar buried penis (sumber: Google)</figcaption></figure>
<p>Ada yang hampir terlewat saat seminar kesehatan yang diselenggarakan PC LKNU dan PAC Fatayat NU Jenangan kemarin, sebuah pertanyaan sederhana namun sarat akan kekhawatiran muncul dari seorang ibu.</p>
<p>Dengan nada malu-malu, ia mengungkapkan permasalahan yang dialami anaknya: “Maaf dokter, anu anak saya nggak keliatan, kalau pipis selalu tercecer di celananya, apa karena anak saya gemuk?”</p>
<figure id="attachment_5951" aria-describedby="caption-attachment-5951" style="width: 1498px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5951" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0003.jpg" alt="" width="1498" height="843" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0003.jpg 1498w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0003-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0003-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0003-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241225-WA0003-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1498px) 100vw, 1498px" /><figcaption id="caption-attachment-5951" class="wp-caption-text">Ketua LKNU Ponorogo, dr. Riza Mazidu saat memaparkan materi</figcaption></figure>
<p>Pertanyaan tersebut mengarah pada kondisi medis yang dikenal sebagai <em>buried penis</em> atau dalam bahasa sehari-hari disebut penis mendelep. Kondisi ini membuat penis seolah tersembunyi di dalam jaringan sekitarnya.</p>
<p>Dokter Riza Mazidu, yang saat itu jadi pembicara utama, dengan sabar menjelaskan bahwa kondisi ini cukup umum terjadi dan bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari kelainan bawaan hingga obesitas.</p>
<p>Penis mendelep dapat menimbulkan berbagai masalah, mulai dari gangguan buang air kecil hingga masalah psikologis. Bayangkan seorang anak yang masih duduk di bangku SD harus malu karena celananya selalu basah. Kondisi ini tentu dapat memengaruhi kepercayaan dirinya.</p>
<p>Untungnya, penis mendelep dapat ditangani. Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi. Mulai dari perubahan gaya hidup, terapi fisik, hingga tindakan bedah.</p>
<p>Dokter Riza menekankan pentingnya berkonsultasi dengan dokter spesialis urologi jika mengalami kondisi ini. Dengan diagnosis yang tepat, penanganan yang diberikan akan lebih efektif.</p>
<p>Bagi orang tua, jangan ragu untuk bertanya kepada dokter jika memiliki kekhawatiran mengenai perkembangan anak. Ingatlah, setiap anak unik dan memiliki kebutuhan yang berbeda. Dengan penanganan yang tepat, anak-anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal.</p>
<p>Penulis: Nanang Diyanto</p>
<p><em>Jama’ah Thoriqoh Qodriyah wa Naqsyabandiyah an Nadliyah Sanad Kyai Imam Muhadi, LKNU, Perawat Kamar Operasi RSUD dr Harjono Ponorogo, Penulis di Kompasiana</em>.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/kisah-di-balik-penis-mendelep/">Kisah di Balik “Penis Mendelep”</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/kisah-di-balik-penis-mendelep/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Prolaps Uteri: Lebih dari Sekadar Aib</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/prolaps-uteri-lebih-dari-sekadar-aib/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/prolaps-uteri-lebih-dari-sekadar-aib/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 29 Dec 2024 03:16:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=5996</guid>

					<description><![CDATA[<p>Sebuah pertanyaan menarik muncul dalam seminar kesehatan reproduksi yang... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/prolaps-uteri-lebih-dari-sekadar-aib/">Prolaps Uteri: Lebih dari Sekadar Aib</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5998" aria-describedby="caption-attachment-5998" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5998" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0005.jpg" alt="" width="1600" height="899" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0005.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0005-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0005-1024x575.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0005-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0005-1536x863.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0005-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-5998" class="wp-caption-text">dr. Farid Nurdiansyah, Sp.Og sedang menjelaskan proplas uteri</figcaption></figure>
<p>Sebuah pertanyaan menarik muncul dalam seminar kesehatan reproduksi yang diselenggarakan Fatayat NU Jambon. Seorang peserta bertanya kepada dr. Farid Nurdiansyah Sp.OG, “Apakah benar turun berok disebabkan oleh kutukan?” Pertanyaan ini mengundang perhatian peserta lainnya dan menjadi titik awal diskusi yang menarik.</p>
<p>Dr. Farid, dengan senyum, menjelaskan bahwa prolaps uteri atau turun berok bukanlah suatu kutukan, melainkan kondisi medis yang cukup umum. Kondisi ini terjadi ketika rahim turun dari posisi normalnya dan menonjol keluar melalui vagina. Meskipun sering dianggap tabu dan memalukan, penting untuk memahami bahwa prolaps uteri dapat dialami oleh banyak wanita, terutama mereka yang sudah menopause atau pernah melahirkan beberapa kali.</p>
<figure id="attachment_5999" aria-describedby="caption-attachment-5999" style="width: 900px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5999" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0006-1.jpg" alt="" width="900" height="1600" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0006-1.jpg 900w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0006-1-169x300.jpg 169w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0006-1-576x1024.jpg 576w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0006-1-768x1365.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0006-1-864x1536.jpg 864w" sizes="auto, (max-width: 900px) 100vw, 900px" /><figcaption id="caption-attachment-5999" class="wp-caption-text">in frame, dr. Farid Nurdiansyah, Sp.Og</figcaption></figure>
<p>Apa yang menyebabkan prolaps uteri? Menurut dr. Farid, beberapa faktor dapat memicu kondisi ini.</p>
<p>Proses persalinan, terutama persalinan pervaginam berulang, dapat melemahkan otot dan jaringan penyangga rahim.</p>
<p>Menopause, penurunan kadar hormon estrogen selama menopause membuat jaringan panggul menjadi lebih lemah.</p>
<p>Angkat beban berat, aktivitas fisik yang melibatkan mengangkat beban berat secara berulang dapat meningkatkan tekanan pada otot panggul.</p>
<p>Batuk kronis atau sembelit, kondisi ini dapat meningkatkan tekanan pada panggul.</p>
<p>Tumor pada rahim atau organ panggul lainnya dapat menekan dan menarik rahim ke bawah.</p>
<p>Menurut dokter yang aktif di LKNU Ponorogo tersebut, gejala prolaps uteri dapat bervariasi.</p>
<p>Rasa berat atau penuh di panggul, nyeri punggung bawah, sulit buang air kecil atau besar, munculnya benjolan di vagina, nyeri saat berhubungan seksual.</p>
<figure id="attachment_6000" aria-describedby="caption-attachment-6000" style="width: 293px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6000" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241229-WA0007.jpg" alt="" width="293" height="211" /><figcaption id="caption-attachment-6000" class="wp-caption-text">gambar uteri (sumber: Google)</figcaption></figure>
<p>Jelasnya lagi penanganan prolaps uteri akan disesuaikan dengan tingkat keparahan gejala dan kondisi kesehatan pasien. Beberapa pilihan pengobatan yang mungkin dilakukan.</p>
<p>Pembedahan: Histerektomi (pengangkatan rahim), Kolporisasi (memperbaiki jaringan pendukung rahim), Sakrokolpopeksi (melengkatkan rahim ke tulang sakrum)</p>
<p>Pessary, alat yang dimasukkan ke dalam vagina untuk menopang rahim.</p>
<p>Terapi fisik, latihan kegel untuk memperkuat otot panggul.</p>
<p>Obat-obatan untuk mengurangi gejala seperti inkontinensia urin.</p>
<p>Beberapa faktor yang menyebabkan prolaps uteri sering dianggap tabu adalah stigma seputar organ reproduksi wanita, ketakutan akan prosedur medis, dan kurangnya informasi yang tepat, imbuh dr. Farid.</p>
<p>Penting untuk diingat bahwa prolaps uteri adalah kondisi medis yang dapat diobati. Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis kandungan jika mengalami gejala-gejala prolaps uteri. Dengan penanganan yang tepat, dapat kembali menjalani kehidupan yang berkualitas.</p>
<p>Reportase: Nanang Diyanto/LKNU</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/prolaps-uteri-lebih-dari-sekadar-aib/">Prolaps Uteri: Lebih dari Sekadar Aib</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/prolaps-uteri-lebih-dari-sekadar-aib/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Talkshow Kesehatan Radio Aswaja FM Bersama RSU Muslimat Ponorogo Angkat Tema Fisioterapi pada Osteoarthritis</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/talkshow-kesehatan-radio-aswaja-fm-bersama-rsu-muslimat-ponorogo-angkat-tema-fisioterapi-pada-osteoarthritis/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/talkshow-kesehatan-radio-aswaja-fm-bersama-rsu-muslimat-ponorogo-angkat-tema-fisioterapi-pada-osteoarthritis/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 10:48:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=5891</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo – (21/12) Radio Aswaja FM bekerja... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/talkshow-kesehatan-radio-aswaja-fm-bersama-rsu-muslimat-ponorogo-angkat-tema-fisioterapi-pada-osteoarthritis/">Talkshow Kesehatan Radio Aswaja FM Bersama RSU Muslimat Ponorogo Angkat Tema Fisioterapi pada Osteoarthritis</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5892" aria-describedby="caption-attachment-5892" style="width: 1584px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-5892 size-full" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241221-WA0004-Krisna-Aan-e1734864144220.jpg" alt="" width="1584" height="740" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241221-WA0004-Krisna-Aan-e1734864144220.jpg 1584w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241221-WA0004-Krisna-Aan-e1734864144220-300x140.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241221-WA0004-Krisna-Aan-e1734864144220-1024x478.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241221-WA0004-Krisna-Aan-e1734864144220-768x359.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241221-WA0004-Krisna-Aan-e1734864144220-1536x718.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1584px) 100vw, 1584px" /><figcaption id="caption-attachment-5892" class="wp-caption-text">Foto: Hikmah Ma’rifatul Azizah, Ftr, fisioterapis dari RSU Muslimat Ponorogo (kanan), Khrisna Aan, penyiar radio Aswaja FM (tengah), Tian Fauzi, A.Md, Humas RSU Muslimat.</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo – (21/12) Radio Aswaja FM bekerja sama dengan RSU Muslimat Ponorogo sukses menggelar talkshow kesehatan bertema <em>“Fisioterapi pada Osteoarthritis”</em> di Studio Radio Aswaja FM, Gedung Lantai 3 Graha PCNU Ponorogo. Acara ini menghadirkan Hikmah Ma’rifatul Azizah, Ftr, seorang fisioterapis dari RSU Muslimat Ponorogo, dan Tian Fauzi, A.Md., selaku Humas RSU Muslimat Ponorogo, sebagai narasumber.</p>
<p>Acara yang dimoderatori oleh Farhan, penyiar Radio Aswaja FM, bertujuan memberikan edukasi, informasi, serta solusi kesehatan terkait penyakit osteoarthritis kepada masyarakat. Talkshow ini berjalan interaktif dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan pendengar, yang disiarkan secara langsung.</p>
<figure id="attachment_5893" aria-describedby="caption-attachment-5893" style="width: 2400px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5893" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170009_YouTube-Krisna-Aan.jpg" alt="" width="2400" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170009_YouTube-Krisna-Aan.jpg 2400w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170009_YouTube-Krisna-Aan-300x135.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170009_YouTube-Krisna-Aan-1024x461.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170009_YouTube-Krisna-Aan-768x346.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170009_YouTube-Krisna-Aan-1536x691.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170009_YouTube-Krisna-Aan-2048x922.jpg 2048w" sizes="auto, (max-width: 2400px) 100vw, 2400px" /><figcaption id="caption-attachment-5893" class="wp-caption-text">Sumber: Youtube Aswaja FM</figcaption></figure>
<p>Hikmah Ma’rifatul Azizah menjelaskan secara rinci tentang penyebab, gejala, dan penanganan osteoarthritis, serta menekankan pentingnya pencegahan melalui pola hidup sehat. “Antisipasi agar tidak terserang penyakit osteoarthritis dapat dilakukan dengan menjaga pola makan, mewaspadai gaya hidup, memperbanyak gerak sendi dengan olahraga, serta konsumsi vitamin dan suplemen,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_5894" aria-describedby="caption-attachment-5894" style="width: 1919px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5894" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170047_YouTube-Krisna-Aan.jpg" alt="" width="1919" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170047_YouTube-Krisna-Aan.jpg 1919w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170047_YouTube-Krisna-Aan-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170047_YouTube-Krisna-Aan-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170047_YouTube-Krisna-Aan-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170047_YouTube-Krisna-Aan-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/Screenshot_20241221_170047_YouTube-Krisna-Aan-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1919px) 100vw, 1919px" /><figcaption id="caption-attachment-5894" class="wp-caption-text">Sumber: Youtube Aswaja FM</figcaption></figure>
<p>Tian Fauzi menambahkan informasi terkait program kesehatan di RSU Muslimat Ponorogo, termasuk jadwal praktik fisioterapi yang dapat diakses masyarakat. “Kami berkomitmen mendukung kesehatan masyarakat dengan layanan fisioterapi yang optimal,” kata Tian.</p>
<p>Kegiatan ini diharapkan memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencegahan dan solusi bagi penyakit osteoarthritis. “Dengan adanya talkshow ini, kami berharap masyarakat lebih memahami bagaimana menjaga kesehatan sendi dan mengantisipasi osteoarthritis sejak dini,” tutur Farhan saat menutup acara.</p>
<p>Melalui sinergi Radio Aswaja FM dan RSU Muslimat Ponorogo, acara ini menjadi salah satu langkah nyata dalam mendukung kesehatan masyarakat Ponorogo, sekaligus memperkuat peran lembaga kesehatan dalam edukasi kesehatan publik.</p>
<p>Reporter: Farhan/Aswaja Fm</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/talkshow-kesehatan-radio-aswaja-fm-bersama-rsu-muslimat-ponorogo-angkat-tema-fisioterapi-pada-osteoarthritis/">Talkshow Kesehatan Radio Aswaja FM Bersama RSU Muslimat Ponorogo Angkat Tema Fisioterapi pada Osteoarthritis</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/talkshow-kesehatan-radio-aswaja-fm-bersama-rsu-muslimat-ponorogo-angkat-tema-fisioterapi-pada-osteoarthritis/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Varikokel Halangi Mimpi Jadi Prajurit, Dokter Zidu Beri Penjelasan</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/varikokel-halangi-mimpi-jadi-prajurit-dokter-zidu-beri-penjelasan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/varikokel-halangi-mimpi-jadi-prajurit-dokter-zidu-beri-penjelasan/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 22 Dec 2024 09:45:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=5887</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keinginan menjadi prajurit atau polisi seringkali menjadi impian banyak... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/varikokel-halangi-mimpi-jadi-prajurit-dokter-zidu-beri-penjelasan/">Varikokel Halangi Mimpi Jadi Prajurit, Dokter Zidu Beri Penjelasan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5888" aria-describedby="caption-attachment-5888" style="width: 540px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5888" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241222-WA0019.jpg" alt="" width="540" height="474" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241222-WA0019.jpg 540w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241222-WA0019-300x263.jpg 300w" sizes="auto, (max-width: 540px) 100vw, 540px" /><figcaption id="caption-attachment-5888" class="wp-caption-text">Gambar varikokel (sumber: Google)</figcaption></figure>
<p>Keinginan menjadi prajurit atau polisi seringkali menjadi impian banyak remaja. Namun, impian tersebut bisa terhalang oleh kondisi medis tertentu, salah satunya adalah varikokel. Hal inilah yang dialami oleh Fery, seorang remaja asal Slahung Ponorogo yang harus menunda pendaftarannya ke TNI/Polri.</p>
<p>Varikokel, sebuah kondisi medis yang ditandai dengan pembengkakan pembuluh darah vena di dalam kantong zakar, ternyata bisa menjadi salah satu alasan penolakan dalam seleksi calon anggota TNI/Polri. Hal ini dijelaskan oleh dr. Riza Mazidu, Sp.U, seorang urolog di RSUD Harjono Ponorogo sekaligus sebagai Ketua Lembaga Kesehatan NU Ponorogo.</p>
<p>“Varikokel ini memang seringkali tidak menimbulkan gejala yang signifikan, namun bisa mengganggu kesuburan dan juga menjadi salah satu syarat medis yang tidak memenuhi ketentuan untuk menjadi anggota TNI/Polri,” ujar dr. Riza saat ditemui di ruang kerjanya.</p>
<p>Dampak Varikokel Terhadap Kesuburan</p>
<figure id="attachment_5889" aria-describedby="caption-attachment-5889" style="width: 341px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5889" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241222-WA0018.jpg" alt="" width="341" height="352" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241222-WA0018.jpg 341w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2024/12/IMG-20241222-WA0018-291x300.jpg 291w" sizes="auto, (max-width: 341px) 100vw, 341px" /><figcaption id="caption-attachment-5889" class="wp-caption-text">(sumber: Google)</figcaption></figure>
<p>Lebih lanjut, dr. Riza menjelaskan bahwa varikokel dapat menyebabkan penurunan kualitas sperma dan bahkan infertilitas. Hal ini dikarenakan pembengkakan pembuluh darah vena tersebut dapat meningkatkan suhu di sekitar testis, yang pada akhirnya mengganggu produksi sperma.</p>
<p>“Peningkatan suhu di sekitar testis ini dapat menyebabkan kerusakan pada sperma dan mengurangi jumlah sperma yang dihasilkan,” tambah dr. Riza.</p>
<p>Pencegahan dan Pengobatan</p>
<p>Untuk mencegah terjadinya varikokel, dr. Riza menyarankan agar menjaga berat badan ideal, menghindari aktivitas fisik yang terlalu berat, dan segera memeriksakan diri ke dokter jika merasakan keluhan di area kemaluan.</p>
<p>Sementara itu, untuk pengobatan varikokel, terdapat beberapa pilihan yang dapat dilakukan, mulai dari terapi obat-obatan hingga tindakan operasi. Pilihan pengobatan yang tepat akan disesuaikan dengan tingkat keparahan varikokel dan gejala yang dialami pasien.</p>
<p>Harapan untuk Masa Depan</p>
<p>Fery mengaku merasa kecewa dengan kondisi yang dialaminya. Namun, ia tidak putus asa dan berencana untuk melakukan pengobatan agar bisa mewujudkan impiannya menjadi seorang prajurit.</p>
<p>“Saya akan berusaha untuk sembuh dan mencoba lagi pada pendaftaran berikutnya,” ujarnya dengan semangat.</p>
<p>Pesan dari Dokter</p>
<p>Dr. Riza berharap kasus seperti Fery ini dapat menjadi perhatian bagi para remaja lainnya. Ia mengimbau agar para calon anggota TNI/Polri melakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh sebelum mendaftar.</p>
<p>“Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, diharapkan dapat diketahui sejak dini adanya kondisi medis yang mungkin menjadi kendala dalam mencapai cita-cita,” pungkas dr. Riza.</p>
<p>“Segera terdiagnosa, segera terobati, segara tertangani masa depan remaja bisa terwujud.” Imbuhnya.</p>
<p>Ditulis oleh Nanang Diyanto saat mewawancarai dr. Riza Mazidu, sp.U. (urolog di RSUD Harjono Ponorogo/ Ketua LKNU Ponorogo)</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/varikokel-halangi-mimpi-jadi-prajurit-dokter-zidu-beri-penjelasan/">Varikokel Halangi Mimpi Jadi Prajurit, Dokter Zidu Beri Penjelasan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/varikokel-halangi-mimpi-jadi-prajurit-dokter-zidu-beri-penjelasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
