<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Tag dari hari santri - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/tag/hari-santri/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/hari-santri/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 Oct 2026 13:58:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Tag dari hari santri - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/tag/hari-santri/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hari Santri: Saatnya Mengguncang Zaman</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/hari-santri/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/hari-santri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Oct 2026 13:50:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=9601</guid>

					<description><![CDATA[<p>Setiap Hari Santri, kita bangga mengenang perjuangan ulama dan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/hari-santri/">Hari Santri: Saatnya Mengguncang Zaman</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_9605" aria-describedby="caption-attachment-9605" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="size-medium wp-image-9605" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_-740x414.jpg 740w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_-355x199.jpg 355w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/Santri-mengguncang-dunia_.jpg 1672w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-9605" class="wp-caption-text">Santri dipersiapkan untuk merubah dunia</figcaption></figure>
<p>Setiap Hari Santri, kita bangga mengenang perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan. Namun, kebanggaan terhadap masa lalu perlu diikuti pertanyaan yang lebih menantang, jika dahulu santri ikut berjuang membebaskan bangsa dari penjajahan, maka apa yang mereka lakukan hari ini untuk membantu Indonesia keluar dari berbagai persoalannya?</p>
<p>Pertanyaan ini bukan untuk meragukan peran santri. Justru sebaliknya, kita perlu menempatkan santri sebagai kekuatan yang berpotensi ikut menjawab tantangan bangsa. Sebab, Indonesia masih menghadapi persoalan serius dalam pendidikan, kesempatan kerja, kemiskinan, integritas publik, dan kehidupan digital.</p>
<p>Pada laporan hasil PISA 2022 yang dirilis OECD menunjukkan bahwa hanya 25 persen siswa Indonesia berusia 15 tahun mencapai kemampuan minimum dalam membaca, sementara rata-rata negara OECD mencapai 74 persen. Data Badan Pusat Statistik (BPS) juga mencatat bahwa pada 2025, sebanyak 19,44 persen penduduk usia 15–24 tahun tidak sedang bersekolah, bekerja, atau mengikuti pelatihan. Pada September 2025, jumlah penduduk miskin Indonesia masih mencapai 23,36 juta orang. Sementara itu, Indeks Persepsi Korupsi 2025 menempatkan Indonesia pada skor 34 dari 100, dengan peringkat 109 dari 182 negara. Indeks terakhir ini mengukur persepsi korupsi sektor publik, bukan jumlah seluruh kasus korupsi.</p>
<p>Data tersebut bukan gambaran khusus tentang santri. Namun, angka-angka itu memperlihatkan persoalan nyata yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, termasuk pesantren dan para alumninya.</p>
<p>Pesantren membekali santri dengan pengetahuan agama, kedisiplinan, kebersamaan, dan tradisi pengabdian. Jaringan alumni yang tersebar di berbagai daerah juga dapat menjadi kekuatan untuk membangun pendidikan, usaha, dan pelayanan sosial. Di tengah kehidupan yang semakin individualistis, nilai kesederhanaan, kepedulian, dan gotong royong merupakan bekal yang sangat berharga.</p>
<p>Namun, kita perlu jujur mengakui bahwa modal tersebut tidak otomatis berubah menjadi kemampuan profesional, inovasi, kemandirian ekonomi, atau pengaruh dalam kebijakan publik. Pengetahuan agama tidak dengan sendirinya membuat seseorang menguasai teknologi. Kedisiplinan tidak otomatis menjamin kesiapan memasuki dunia kerja. Jaringan alumni pun tidak banyak berarti apabila hanya berputar untuk kepentingan kelompok sendiri.</p>
<p>Di sinilah tantangan santri masa kini, bagaimana mengubah nilai menjadi tindakan, pengetahuan menjadi kemampuan, dan jaringan menjadi kesempatan bagi masyarakat luas?<br />
Antropolog Ronald A. Lukens-Bull, melalui kajiannya tentang pesantren di Jawa, menunjukkan pentingnya memahami hubungan antara tradisi Islam dan modernitas. Tradisi tidak harus ditinggalkan untuk menghadapi perubahan zaman. Sebaliknya, tradisi perlu menjadi pijakan untuk menjawab persoalan baru.</p>
<p>Pandangan ini relevan bagi santri Indonesia. Menjadi modern bukan berarti meninggalkan pesantren, sebagaimana menjaga tradisi bukan berarti menutup diri dari ilmu pengetahuan dan teknologi. Yang dibutuhkan adalah kemampuan mempertemukan keduanya.</p>
<p>Sejarah memberikan pelajaran penting. Pada 22 Oktober 1945, Resolusi Jihad yang berkaitan dengan seruan ulama Nahdlatul Ulama menjadi bagian penting dari konteks perjuangan mempertahankan kemerdekaan dan perlawanan di Surabaya pada November 1945. Perjuangan itu melibatkan banyak kelompok, tetapi peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ulama dan santri turut mengambil peran ketika bangsa menghadapi keadaan genting.</p>
<p>Dahulu, tantangannya adalah mempertahankan kemerdekaan. Kini, perjuangannya berbeda, meningkatkan kualitas pendidikan, memperluas kesempatan kerja, memperkuat integritas, mengurangi kemiskinan, dan menghadapi dampak negatif teknologi digital. Semangat pengabdian yang sama perlu diterjemahkan ke dalam bentuk perjuangan baru.</p>
<p>Sebab itu, setidaknya ada lima agenda yang perlu diperkuat.</p>
<p>Pertama, membangun budaya ilmu. Santri perlu didorong untuk membaca, menulis, meneliti, berdiskusi, dan berpikir kritis. Kemampuan memahami informasi dan membedakan fakta dari berita bohong semakin penting di tengah derasnya arus digital.</p>
<p>Kedua, memperluas keterampilan dan kemandirian ekonomi. Pesantren dapat mengembangkan pelatihan kewirausahaan, keterampilan digital, pengelolaan keuangan, dan kerja sama dengan dunia usaha agar santri memiliki lebih banyak pilihan setelah menyelesaikan pendidikan.</p>
<p>Ketiga, mengembangkan inovasi untuk masyarakat. Jaringan pesantren dan alumni dapat membantu UMKM, mendampingi petani, memperkuat pendidikan desa, serta mengembangkan usaha yang membuka lapangan kerja. Pengabdian tidak harus selalu berupa ceramah, tetapi menciptakan kesempatan ekonomi juga merupakan bentuk pelayanan kepada sesama.</p>
<p>Keempat, menjaga integritas. Santri yang memasuki dunia politik, birokrasi, pendidikan, dan bisnis perlu membawa nilai kejujuran serta tanggung jawab. Kesalehan seharusnya tidak berhenti pada simbol, tetapi terlihat dalam cara seseorang menggunakan jabatan, mengelola uang, dan memperlakukan orang lain.</p>
<p>Kelima, memperluas kerja sama. Persoalan pendidikan, kemiskinan, dan lingkungan tidak dapat diselesaikan oleh satu kelompok saja. Santri perlu membangun kemitraan dengan masyarakat lintas agama, budaya, dan latar belakang sosial.</p>
<p>Pada akhirnya, Hari Santri seharusnya bukan sekadar perayaan atas kebesaran sejarah. Namun peringatan ini menjadi kesempatan untuk menilai sejauh mana semangat pengabdian telah diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Indonesia memang membutuhkan generasi yang bangga pada identitasnya, tetapi disisi lain juga generasi yang mampu menghadirkan manfaat bagi sesama. Santri memiliki peluang besar untuk mengambil bagian dalam tugas tersebut, asalkan modal keilmuan dan moralnya terus dikembangkan menjadi kemampuan nyata.</p>
<p>Dahulu, santri ikut berjuang agar Indonesia merdeka. Kini, mereka dapat ikut memastikan bahwa kemerdekaan menghadirkan pendidikan yang lebih baik, ekonomi yang lebih mandiri, dan kehidupan publik yang lebih berintegritas.</p>
<p>Dari pesantren, santri tidak cukup hanya membawa kebanggaan. Mereka perlu membawa gagasan, keterampilan, keberanian, dan karya nyata untuk mengubah masa depan Indonesia.</p>
<p>Penulis: <strong>Abu Muslim <em>(</em></strong><em>Dosen FTIK UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo)</em></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/hari-santri/">Hari Santri: Saatnya Mengguncang Zaman</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/hari-santri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peringati Hari Santri 2026, Pagar Nusa Ponorogo Sukses Gelar Diklat Pasukan Inti ke-3, Diikuti 53 Kader di PP Miftahussalam</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-santri-2026-pagar-nusa-ponorogo-sukses-gelar-diklat-pasukan-inti-ke-3-diikuti-53-kader-di-pp-miftahussalam/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-santri-2026-pagar-nusa-ponorogo-sukses-gelar-diklat-pasukan-inti-ke-3-diikuti-53-kader-di-pp-miftahussalam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2026 23:49:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Slahung]]></category>
		<category><![CDATA[nu online]]></category>
		<category><![CDATA[nu online ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[PC PSNU Pagar Nusa Ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[Pondok Pesantren Miftahussalam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=9477</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online PONOROGO &#8211; Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-santri-2026-pagar-nusa-ponorogo-sukses-gelar-diklat-pasukan-inti-ke-3-diikuti-53-kader-di-pp-miftahussalam/">Peringati Hari Santri 2026, Pagar Nusa Ponorogo Sukses Gelar Diklat Pasukan Inti ke-3, Diikuti 53 Kader di PP Miftahussalam</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="mceTemp"></div>
<figure id="attachment_9478" aria-describedby="caption-attachment-9478" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-9478" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0000-2-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0000-2-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0000-2-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0000-2-768x576.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0000-2-1536x1152.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0000-2.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-9478" class="wp-caption-text">Pembukaan Diklat Pasukan Inti ke-3 PC PSNU Pagar Nusa Ponorogo di PP Miftahussalam, Kecamatan Slahung.</figcaption></figure>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">NU Online PONOROGO &#8211; Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Ponorogo sukses menggelar Diklat Pasukan Inti ke-3, bertempat di Pondok Pesantren Miftahussalam, Desa Kambeng, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, pada tanggal 16 &#8211; 18 Oktober 2026.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Kegiatan kaderisasi inti ini diikuti sebanyak 53 peserta dari berbagai Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Ponorogo. Para peserta digembleng fisik, mental, disiplin, serta keilmuan Aswaja An-Nahdliyah sebagai bekal menjadi garda terdepan penjaga ulama dan bangsa.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Turut hadir jajaran Forpimcam Kecamatan Slahung, Ketua PCNU Ponorogo, Ketua PC PSNU Pagar Nusa Ponorogo, MWC NU Slahung, serta Badan Otonom NU yaitu Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU, ANSOR dan tamu undangan lainnya.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<figure id="attachment_9480" aria-describedby="caption-attachment-9480" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class="size-medium wp-image-9480" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0002-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0002-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0002-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0002-768x576.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0002-1536x1152.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0002.jpg 1600w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-9480" class="wp-caption-text"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, bersama perwakilan peserta dalam menyematkan tanda peserta. </span></span></span></span></span></span></figcaption></figure>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Diklat Pasukan Inti ke-3 ini dibuka secara langsung oleh Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa. Dalam berbagai hal, beliau menekankan pentingnya Pagar Nusa sebagai benteng NU dan wadah pelatihan generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan cinta tanah air.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<figure id="attachment_9479" aria-describedby="caption-attachment-9479" style="width: 300px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-medium wp-image-9479" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0001-300x225.jpg" alt="" width="300" height="225" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0001-300x225.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0001-1024x768.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0001-768x576.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0001-1536x1152.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2026/10/IMG-20261017-WA0001.jpg 1600w" sizes="auto, (max-width: 300px) 100vw, 300px" /><figcaption id="caption-attachment-9479" class="wp-caption-text"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Sambutan jajaran pengurus dalam pembukaan Diklat Pasukan Inti ke-3 PC PSNU Pagar Nusa Ponorogo di PP Miftahussalam.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></figcaption></figure>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Selanjutnya acara diisi dengan Berbagai-sambutan, di antaranya dari Ketua PC PSNU Pagar Nusa Ponorogo dan Camat Slahung, Bapak Nur Huda Rifa&#8217;i S.STP M.Si., yang memberikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya diklat ini dan berharap sinergi antara Pagar Nusa dengan pemerintah kecamatan terus terjalin.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Rangkaian acara pembukaan kemudian ditutup dengan do&#8217;a yang dipimpin langsung oleh Pengasuh PP Miftahussalam, Bapak Kyai Zaenal Arifin M.Pd.I, memohon kelancaran dan keberkahan selama diklat berlangsung.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Ketua PC PSNU Pagar Nusa Ponorogo berharap, &#8220;Melalui Diklat Pasukan Inti ke-3 ini, lahir pendekar-pendekar militan yang tidak hanya kuat secara pencak silat, tetapi juga kuat aqidah dan berkhidmah untuk NU, bangsa, dan pesantren.&#8221;</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Kegiatan akan berlangsung selama tiga hari dengan materi ke Pagar Nusaan, bela diri, wawasan kebangsaan, dan pembinaan mental spiritual.</span></span></span></span></span></span></span></span></span></span></p>
<p><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit"><span dir="auto" style="vertical-align: inherit">Kontributor: PC PSNU Pagar Nusa Ponorogo</span></span></span></span></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-santri-2026-pagar-nusa-ponorogo-sukses-gelar-diklat-pasukan-inti-ke-3-diikuti-53-kader-di-pp-miftahussalam/">Peringati Hari Santri 2026, Pagar Nusa Ponorogo Sukses Gelar Diklat Pasukan Inti ke-3, Diikuti 53 Kader di PP Miftahussalam</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/peringati-hari-santri-2026-pagar-nusa-ponorogo-sukses-gelar-diklat-pasukan-inti-ke-3-diikuti-53-kader-di-pp-miftahussalam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Hari Santri: Merawat Warisan Ulama, Menghidupkan Nilainya*</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-hari-santri-merawat-warisan-ulama-menghidupkan-nilainya/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-hari-santri-merawat-warisan-ulama-menghidupkan-nilainya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi NUPonorogo]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Oct 2026 00:08:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<category><![CDATA[Akhlak Islam]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[Keteladanan Ulama]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah jum'at]]></category>
		<category><![CDATA[Living Tradition]]></category>
		<category><![CDATA[Pengabdian Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[Tradisi Keilmuan Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Warisan Ulama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=9451</guid>

					<description><![CDATA[<p>Refleksi Hari Santri tentang warisan ulama sebagai tradisi yang... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-hari-santri-merawat-warisan-ulama-menghidupkan-nilainya/">Khutbah Hari Santri: Merawat Warisan Ulama, Menghidupkan Nilainya*</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p data-pm-slice="1 1 []">Refleksi Hari Santri tentang warisan ulama sebagai tradisi yang hidup melalui ilmu, akhlak, dan pengabdian yang membawa manfaat bagi masyarakat.</p>
<h2>Khutbah Pertama</h2>
<p style="text-align: right">الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَكْرَمَنَا بِالْإِيمَانِ وَالْإِسْلَامِ، وَهَدَانَا إِلَى طَرِيقِ الْعِلْمِ وَالْإِحْسَانِ، وَجَعَلَ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةَ الْأَنْبِيَاءِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيمِ: وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُونَ لِيَنْفِرُوا كَافَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِنْهُمْ طَائِفَةٌ لِيَتَفَقَّهُوا فِي الدِّينِ وَلِيُنْذِرُوا قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوا إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ.</p>
<p><strong>Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah.</strong></p>
<p>Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Semoga ketakwaan tidak hanya tampak dalam ibadah, tetapi juga dalam akhlak dan manfaat kehidupan kita bagi sesama.</p>
<p>Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.</p>
<p>Beberapa hari lagi, bangsa Indonesia akan memperingati Hari Santri, tepatnya tanggal 22 Oktober. Momentum ini mengingatkan kita pada perjuangan para ulama dan santri dalam mendidik masyarakat, membimbing kehidupan beragama, serta ikut memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan bangsa.</p>
<p>Namun, ada satu pertanyaan penting yang patut kita renungkan: <strong>bagaimana menjaga agar nilai-nilai yang diwariskan para ulama tetap hidup di tengah kehidupan yang terus berubah?</strong></p>
<p>Sebab, menghormati ulama tidak cukup hanya dengan mengenang nama dan perjuangannya. Penghormatan itu perlu diwujudkan dengan meneruskan nilai-nilai yang mereka ajarkan.</p>
<p>Setidaknya, ada tiga warisan penting para ulama yang perlu kita hidupkan: <strong>ilmu, akhlak, dan pengabdian.</strong> Ketiganya saling berkaitan. Ilmu memberikan arah, akhlak menuntun perilaku, dan pengabdian menghadirkan manfaat bagi sesama.</p>
<p><strong>Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah.</strong></p>
<p>Warisan pertama adalah <strong>ilmu</strong>. Rasulullah SAW bersabda:</p>
<p style="text-align: right">وَإِنَّ الْعُلَمَاءَ وَرَثَةُ الْأَنْبِيَاءِ، وَإِنَّ الْأَنْبِيَاءَ لَمْ يُوَرِّثُوا دِينَارًا وَلَا دِرْهَمًا، وَرَّثُوا الْعِلْمَ.</p>
<p>Artinya: &#8220;Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi. Para nabi tidak mewariskan dinar atau dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu.&#8221; (HR. Abu Dawud).</p>
<p>Para ulama menjaga warisan ilmu melalui ketekunan belajar, mengajar, dan mengamalkannya. Dari generasi ke generasi, mereka memelihara ajaran agama agar terus dipahami dan menjadi pedoman kehidupan.</p>
<p>Keteladanan ini semakin penting pada zaman ketika informasi begitu mudah diperoleh. Melalui telepon genggam, kita dapat mengakses berbagai penjelasan agama dalam waktu singkat. Namun, banyaknya informasi belum tentu melahirkan kedalaman pemahaman. Bahkan, pengetahuan yang terbatas kadang membuat seseorang terlalu cepat menilai dan menyalahkan orang lain.</p>
<p>Karena itu, para ulama mengajarkan pentingnya kesabaran dalam belajar, ketelitian dalam memahami agama, dan kerendahan hati dalam menyampaikan pengetahuan.</p>
<p>Allah SWT dalam surat At-Taubah ayat 122 berfirman:</p>
<p><strong>وَمَا كَانَ الْمُؤْمِنُوْنَ لِيَنْفِرُوْا كَاۤفَّةً ۗ فَلَوْلَا نَفَرَ مِنْ كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَاۤىِٕفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُوْا فِى الدِّيْنِ وَلِيُنْذِرُوْا قَوْمَهُمْ اِذَا رَجَعُوْٓا اِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُوْنَࣖ</strong></p>
<p>Artinya: <em>Tidak sepatutnya orang-orang mukmin pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa sebagian dari setiap golongan di antara mereka tidak pergi (tinggal bersama Rasulullah) untuk memperdalam pengetahuan agama mereka dan memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali, agar mereka dapat menjaga dirinya?</em></p>
<p>Ayat di atas mengajarkan pentingnya <em>liyatafaqqahū fid-dīn</em>, memperdalam pemahaman agama, dan <em>waliyundzirū qawmahum</em>, memberikan bimbingan kepada masyarakat.</p>
<p><strong>Ilmu bukan sekadar sesuatu yang kita ketahui, tetapi amanah yang harus dipahami, diamalkan, dan membawa manfaat.</strong></p>
<p><strong>Jamaah Jumat rahimakumullah.</strong></p>
<p>Warisan kedua adalah <strong>akhlak</strong>. Ilmu yang benar semestinya membentuk kepribadian. Semakin luas pengetahuan seseorang, semakin besar kesadarannya untuk bersikap rendah hati dan berhati-hati dalam memperlakukan orang lain.</p>
<p>Kita tentu memahami bahwa orang yang pandai berbicara tentang agama belum tentu mudah mengamalkannya. Ada yang cepat menunjukkan kesalahan orang lain, tetapi sulit mengakui kekurangan dirinya sendiri.</p>
<p>Dari keteladanan para ulama, kita belajar bahwa perbedaan pendapat tidak harus merusak persaudaraan. Memegang teguh keyakinan tidak berarti harus merendahkan orang lain. Dan menyampaikan kebenaran harus dilakukan dengan cara yang baik.</p>
<p>Akhlak seperti ini sangat dibutuhkan dalam kehidupan sekarang, ketika orang mudah berbicara, menilai, bahkan saling menyalahkan. Karena itu, warisan akhlak harus hadir dalam keluarga, pekerjaan, dan pergaulan sehari-hari.</p>
<p><strong>Sebab, akhlak yang baik bukan hanya untuk diajarkan, tetapi untuk diteladankan dalam kehidupan.</strong></p>
<p><strong>Ma‘asyiral muslimin rahimakumullah.</strong></p>
<p>Warisan ketiga adalah <strong>pengabdian</strong>. Para ulama tidak hanya mengajarkan ilmu agama. Sepanjang sejarah, banyak di antara mereka yang hadir membimbing masyarakat, membangun pendidikan, mendamaikan perselisihan, dan memperjuangkan kemaslahatan umat.</p>
<p>Mereka menghadapi tantangan sesuai dengan zamannya. Ketika masyarakat membutuhkan pendidikan, mereka mendirikan tempat belajar. Ketika bangsa menghadapi penjajahan, banyak ulama ikut membangkitkan semangat perjuangan.</p>
<p>Hari ini, tantangan kita tentu berbeda. Karena itu, meneruskan perjuangan ulama tidak harus berarti mengulang bentuk perjuangan mereka pada masa lalu. Yang perlu diteruskan adalah nilai yang mendasarinya: keikhlasan, tanggung jawab, keberanian membela kebenaran, dan kepedulian terhadap sesama.</p>
<p>Seorang pendidik mengabdi melalui ilmunya. Seorang pedagang melalui kejujurannya. Seorang pemimpin melalui keadilan dan tanggung jawabnya. Setiap muslim dapat mengambil bagian melalui pekerjaan dan perannya masing-masing.</p>
<p>Inilah makna <strong>tradisi yang hidup</strong>. Kita menjaga warisan masa lalu, tetapi tidak berhenti pada kenangan. Nilai-nilai yang diwariskan terus kita hadirkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang berubah.</p>
<p>Dengan demikian, merawat warisan ulama bukan berarti mempertentangkan tradisi dan perubahan. Kita tetap memelihara tradisi yang baik, sekaligus mengembangkan bentuk pengabdian yang membawa kemaslahatan.</p>
<p><strong>Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah.</strong></p>
<p>Menjelang Hari Santri ini, marilah kita melakukan <em>muhasabah</em>. Sudahkah kita menjaga semangat belajar? Sudahkah ilmu memperbaiki akhlak kita? Dan sudahkah kehidupan kita memberi manfaat bagi orang lain?</p>
<p>Marilah kita mulai dari hal sederhana: terus belajar, menjaga lisan, menghormati sesama, menjalankan amanah dengan jujur, dan tidak menunda kesempatan berbuat baik.</p>
<p>Tidak semua dari kita mampu menulis kitab, mendirikan lembaga pendidikan, atau meninggalkan karya besar. Namun, setiap orang memiliki kesempatan untuk meneruskan kebaikan.</p>
<p>Semoga Allah SWT menjadikan kita generasi yang tidak hanya menghormati jasa para ulama, tetapi juga bersungguh-sungguh meneruskan nilai-nilai yang mereka wariskan.</p>
<p><strong>Karena warisan ulama yang paling berharga bukan hanya apa yang mereka tinggalkan, melainkan kebaikan yang terus kita hidupkan.</strong></p>
<p style="text-align: right">بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ. أَقُولُ قَوْلِي هٰذَا، وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.</p>
<hr />
<h2>Khutbah Kedua</h2>
<p style="text-align: right">الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، نَحْمَدُهُ وَنَشْكُرُهُ عَلَى جَمِيعِ نِعَمِهِ وَإِحْسَانِهِ، وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوصِيكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَاتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ، وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.</p>
<p style="text-align: right">اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ فِي الْعَالَمِينَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. اللّٰهُمَّ اغْفِرْ لَنَا وَلِوَالِدِينَا، وَلِمَشَايِخِنَا وَعُلَمَائِنَا وَمُعَلِّمِينَا، وَاجْزِهِمْ عَنَّا خَيْرَ الْجَزَاءِ. اللّٰهُمَّ ارْزُقْنَا عِلْمًا نَافِعًا، وَعَمَلًا صَالِحًا، وَخُلُقًا حَسَنًا، وَوَفِّقْنَا لِخِدْمَةِ دِينِكَ وَعِبَادِكَ. اللّٰهُمَّ احْفَظْ بِلَادَنَا إِنْدُونِيسِيَا مِنْ كُلِّ سُوءٍ وَفِتْنَةٍ وَبَلَاءٍ، وَاجْعَلْهَا بِلَادًا آمِنَةً مُطْمَئِنَّةً.</p>
<p style="text-align: right">اللّٰهُمَّ وَفِّقْ وُلَاةَ أُمُورِنَا لِلْعَدْلِ وَالْأَمَانَةِ، وَأَصْلِحْ أَحْوَالَ أُمَّتِنَا، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوبِنَا، وَاحْفَظْ أُسَرَنَا وَأَوْلَادَنَا وَجَمَاعَتَنَا. اللّٰهُمَّ اشْفِ مَرْضَانَا، وَارْحَمْ مَوْتَانَا، وَفَرِّجْ هُمُومَنَا، وَادْفَعْ عَنَّا وَعَنِ الْعَالَمِينَ الْفِتَنَ وَالْحُرُوبَ وَالْبَلَايَا، وَانْشُرِ الْأَمْنَ وَالرَّحْمَةَ وَالسَّلَامَ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right">عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ. فَاذْكُرُوا اللّٰهَ الْعَظِيمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.</p>
<p>*Abid Rohmanu (Ketua YPP Al-Jawahiriyyah Campurejo Sambit Ponorogo)</p>
<p>Baca teks khutbah lewat Notion, <a href="https://abidrohmanu.notion.site/Hari-Santri-Merawat-Warisan-Ulama-Menghidupkan-Nilainya-3fa766991382803b9f27f7129f418a10?source=copy_link">klik di sini!</a></p>
<p><!-- notionvc: ac1fccd0-3ed5-4156-bb9a-73e7a0662843 --></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-hari-santri-merawat-warisan-ulama-menghidupkan-nilainya/">Khutbah Hari Santri: Merawat Warisan Ulama, Menghidupkan Nilainya*</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-hari-santri-merawat-warisan-ulama-menghidupkan-nilainya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apel Hari Santri: Memori Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/apel-hari-santri-memori-perjuangan-mempertahankan-kemerdekaan/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/apel-hari-santri-memori-perjuangan-mempertahankan-kemerdekaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 01:38:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[apel]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[bangsa]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[ketua pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[upacara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7745</guid>

					<description><![CDATA[<p>Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri telah berlalu. Namun... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/apel-hari-santri-memori-perjuangan-mempertahankan-kemerdekaan/">Apel Hari Santri: Memori Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7746" aria-describedby="caption-attachment-7746" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7746" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-27-at-08.33.22_efb6ba1f.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-27-at-08.33.22_efb6ba1f.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-27-at-08.33.22_efb6ba1f-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-27-at-08.33.22_efb6ba1f-1024x682.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-27-at-08.33.22_efb6ba1f-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7746" class="wp-caption-text">Apel Hari Santri adalah mengingat perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia</figcaption></figure>
<p>Tanggal 22 Oktober sebagai Hari Santri telah berlalu. Namun bagi saya, momen terpenting dari seluruh rangkaian peringatan itu bukanlah seminar, lomba, atau festival budaya yang mengiringinya. Justru apel Hari Santri adalah inti yang paling mendasar. Apel menjadi penegasan identitas dan pernyataan sejarah bahwa keberlangsungan negeri ini tidak dapat dipisahkan dari perjuangan para santri dan ulama. Di titik itu, sejarah tidak hanya dikenang, tetapi dihadirkan kembali dalam barisan, sikap, dan penghormatan kolektif kepada para pejuang yang telah mengorbankan hidupnya.</p>
<p>Namun beberapa tahun terakhir, kita merasakan adanya gelombang titik jenuh. Hari Santri, yang dahulu disambut dengan semangat, perlahan dipandang sebatas rutinitas tahunan. Generasi muda mulai kehilangan hubungan emosional dengan kisah heroik Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, peristiwa monumental ketika para ulama menyerukan perlawanan mempertahankan kemerdekaan. Nilai keberanian, keikhlasan, dan kesediaan berjuang demi negeri seakan mulai memudar di tengah arus modernitas yang serba cepat dan instan. Sementara itu, sebagian kelompok lain merasa Hari Santri tidak identik dengan dirinya, seolah peristiwa ini hanya milik satu golongan tertentu. Sikap dingin seperti ini membuat jarak persepsi menjadi semakin lebar, padahal sejarah ini adalah sejarah Indonesia, bukan sejarah satu kelompok saja.</p>
<p>Sesungguhnya, tanpa peran santri dan ulama, perjalanan kemerdekaan bangsa ini tidak akan pernah sama. Resolusi Jihad adalah bukti bahwa kemerdekaan Indonesia adalah hasil dari keberanian spiritual rakyat kecil yang bersandar pada keyakinan dan tanggung jawab keimanan. Karena itu, apel Hari Santri perlu terus dipertahankan. Apel bukan hanya formalisme baris-berbaris. Ia adalah ritual menjaga ingatan. Di dalam apel, generasi muda diingatkan bahwa negara ini tidak lahir dengan mudah, dan bahwa mempertahankan kemerdekaan adalah pekerjaan yang tidak kalah penting dari merebutnya. Apel juga menjadi ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat, sehingga Hari Santri tidak menjadi klaim identitas eksklusif, tetapi menjadi simbol persatuan.</p>
<p>Hari Santri sesungguhnya bukan hanya tentang santri. Ia adalah representasi nasionalisme religius yang mengikat nilai keagamaan dengan komitmen kebangsaan. Ia adalah upaya membangun karakter bangsa di tengah tantangan moral, sosial, dan budaya yang terus berubah. Karena itu, semua komponen bangsa perlu peduli, bukan sekadar sebagai bentuk penghormatan historis, tetapi sebagai ikhtiar menjaga jiwa bangsa.</p>
<p>Agar Hari Santri tetap relevan, kita perlu mengemasnya dalam kerangka kebangsaan yang lebih inklusif. Sejarah Resolusi Jihad harus masuk ke ruang pendidikan karakter, bukan hanya diajarkan di pesantren, tetapi di sekolah-sekolah negeri dan swasta. Perayaan Hari Santri juga perlu menyentuh isu-isu kekinian seperti kemandirian ekonomi, inovasi digital, dan penguatan solidaritas sosial, sehingga ia terasa hidup dan berdaya. Pada saat yang sama, pemerintah daerah dan lembaga pendidikan harus memperlakukan apel Hari Santri sebagai bagian dari agenda kenegaraan tingkat lokal, sebagaimana kita memperlakukan peringatan Hari Kemerdekaan atau Hari Pahlawan.</p>
<p>Pada akhirnya, Hari Santri bukan sekadar mengenang masa lalu. Ia adalah cara kita membaca dan membentuk masa depan Indonesia melalui nilai-nilai pesantren: keteladanan, keikhlasan, kesederhanaan, dan keberanian moral. Dengan menjaga Apel Hari Santri, kita menjaga terang dalam sejarah mempertahankan kemerdekaan bangsa Indonesia. Sebaliknya, ketika kita membiarkannya redup, kita membiarkan ingatan kolektif kita perlahan hilang. Dan ketika ingatan itu hilang, maka hilang pula arah perjalanan kita sebagai bangsa.</p>
<p><em>Penulis:</em> <strong>Dr. Idam Mustofa, M.Pd.,</strong> <em>(Ketua PCNU Ponorogo)</em></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/apel-hari-santri-memori-perjuangan-mempertahankan-kemerdekaan/">Apel Hari Santri: Memori Perjuangan Mempertahankan Kemerdekaan</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/apel-hari-santri-memori-perjuangan-mempertahankan-kemerdekaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat Santri dan Harmoni Kebangsaan di Panggung Utama Graha PCNU Ponorogo</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/semangat-santri-dan-harmoni-kebangsaan-di-panggung-utama-graha-pcnu-ponorogo/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/semangat-santri-dan-harmoni-kebangsaan-di-panggung-utama-graha-pcnu-ponorogo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2025 10:37:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[tasyakuran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7732</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo &#8212; Gemuruh rebana, petikan gambus, dan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/semangat-santri-dan-harmoni-kebangsaan-di-panggung-utama-graha-pcnu-ponorogo/">Semangat Santri dan Harmoni Kebangsaan di Panggung Utama Graha PCNU Ponorogo</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7733" aria-describedby="caption-attachment-7733" style="width: 1092px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7733" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.36.26_13e1efc4.jpg" alt="" width="1092" height="728" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.36.26_13e1efc4.jpg 1092w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.36.26_13e1efc4-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.36.26_13e1efc4-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.36.26_13e1efc4-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1092px) 100vw, 1092px" /><figcaption id="caption-attachment-7733" class="wp-caption-text">Foto bersama penerima beasiswa dan penerimaan penghargaan penggiat sertifikat wakaf</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo &#8212; Gemuruh rebana, petikan gambus, dan lantunan hadrah menggema di panggung utama Graha PCNU Ponorogo, Sabtu malam (25/10). Ratusan santri, kiai, dan warga Nahdlatul Ulama larut dalam suasana tasyakuran puncak Hari Santri 2025. Dari berbagai penjuru Ponorogo, kelompok musik tradisi Islam itu tampil bergantian, mengiringi malam yang sarat rasa syukur dan kebanggaan.</p>
<p>Suara rebana yang berpadu dengan lantunan istighosah di Masjid NU Ponorogo menandai awal acara. Namun suasana menjadi lebih khidmat saat seluruh hadirin berdiri menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan lagu perjuangan santri Yalal Wathon—simbol cinta tanah air yang selalu bergema di setiap peringatan Hari Santri.</p>
<p>“Acara ini bukan sekadar seremonial. Ini momentum menguatkan komitmen kebangsaan dan kepedulian sosial warga NU,” ujar Ketua Panitia Hari Santri PCNU Ponorogo, Kiai Maftuh Basyuni, saat memberi laporan.</p>
<figure id="attachment_7734" aria-describedby="caption-attachment-7734" style="width: 1167px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7734" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.32.20_449109db.jpg" alt="" width="1167" height="778" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.32.20_449109db.jpg 1167w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.32.20_449109db-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.32.20_449109db-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.32.20_449109db-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1167px) 100vw, 1167px" /><figcaption id="caption-attachment-7734" class="wp-caption-text">Ketua PCNU Ponorogo menyerahkan secara simbolis Care Lazisnu Pintar</figcaption></figure>
<p>Dalam kesempatan itu, ia juga mengumumkan pentasyarufan zakat maal melalui Care Lazisnu Cerdas senilai Rp 40 juta bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu di SD Ma’arif Ponorogo. Empat penerima simbolik—Adi Candra, Aprilia, Arjuna, dan Rangga—tampak haru saat menerima bantuan di hadapan hadirin.</p>
<p>Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada lima MWC NU berprestasi dalam pengelolaan wakaf: Babadan, Jenangan, Sawoo, Ponorogo Kota, dan Kauman. Kiai Maftuh melaporkan, sepanjang tahun 2024 tercatat 2.669 bidang wakaf dengan 1.000 sertifikat sudah rampung. Tahun 2025, jumlah itu meningkat menjadi 3.809 bidang, dengan 2.070 sertifikat yang telah selesai. “Ini bukti nyata semangat warga NU dalam menjaga aset umat,” ujarnya.</p>
<figure id="attachment_7735" aria-describedby="caption-attachment-7735" style="width: 1267px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7735" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.42.00_f78d2bca.jpg" alt="" width="1267" height="845" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.42.00_f78d2bca.jpg 1267w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.42.00_f78d2bca-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.42.00_f78d2bca-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.42.00_f78d2bca-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1267px) 100vw, 1267px" /><figcaption id="caption-attachment-7735" class="wp-caption-text">ambutan Ketua PCNU Ponorogo Dr Idham Mustofa</figcaption></figure>
<p>Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung rangkaian kegiatan Hari Santri. “Apel Hari Santri di 21 titik dan acara puncak malam ini tidak akan berhasil tanpa dukungan luar biasa dari pemerintah, lembaga pendidikan, dan para sponsor,” ujarnya.</p>
<p>Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Ponorogo yang diwakili oleh Bapak Seni, S.Sos., M.Si., menyampaikan pesan Bupati yang berhalangan hadir. Ia mengungkapkan apresiasi atas kiprah PCNU Ponorogo dalam memperkuat pendidikan dan pemberdayaan masyarakat melalui pesantren. “Di tengah isu yang menimpa dunia pesantren akhir-akhir ini, kami ingin menegaskan: pemerintah daerah akan terus mendukung keberlanjutan dan kemajuan pesantren di Ponorogo,” tegasnya. Doa penutup oleh KH Romadhon Fauzi, katib Suriah PCNU Ponorogo.</p>
<figure id="attachment_7736" aria-describedby="caption-attachment-7736" style="width: 1166px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7736" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.47.37_da546cbb.jpg" alt="" width="1166" height="777" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.47.37_da546cbb.jpg 1166w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.47.37_da546cbb-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.47.37_da546cbb-1024x682.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-26-at-07.47.37_da546cbb-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1166px) 100vw, 1166px" /><figcaption id="caption-attachment-7736" class="wp-caption-text">Penampilan Cak Tio dan Hadroh Nurul Musthofa menutup acara</figcaption></figure>
<p>Menjelang akhir acara, panggung kembali hidup dengan lantunan shalawat yang dipimpin Cak Tio bersama grup hadrah Nurul Musthofa. Ribuan jamaah yang hadir larut dalam irama yang memadukan semangat religius dan kebangsaan.</p>
<p>Di tengah sorot lampu dan gema shalawat, wajah-wajah santri tampak berseri. Malam itu bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang pengakuan—bahwa santri dan pesantren adalah bagian tak terpisahkan dari denyut kehidupan bangsa.</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/semangat-santri-dan-harmoni-kebangsaan-di-panggung-utama-graha-pcnu-ponorogo/">Semangat Santri dan Harmoni Kebangsaan di Panggung Utama Graha PCNU Ponorogo</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/semangat-santri-dan-harmoni-kebangsaan-di-panggung-utama-graha-pcnu-ponorogo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ketua PCNU Ponorogo Buka Santri Preneur dan Bazar Kemandirian Pesantren</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/ketua-pcnu-ponorogo-buka-santri-preneur-dan-bazar-kemandirian-pesantren/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/ketua-pcnu-ponorogo-buka-santri-preneur-dan-bazar-kemandirian-pesantren/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Oct 2025 05:00:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[bazar]]></category>
		<category><![CDATA[bazar nu]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[pondok pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[santripreneur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7684</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo, — Dalam rangka memperingati Hari Santri... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/ketua-pcnu-ponorogo-buka-santri-preneur-dan-bazar-kemandirian-pesantren/">Ketua PCNU Ponorogo Buka Santri Preneur dan Bazar Kemandirian Pesantren</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7686" aria-describedby="caption-attachment-7686" style="width: 1091px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7686" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0052.jpg" alt="" width="1091" height="728" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0052.jpg 1091w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0052-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0052-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0052-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1091px) 100vw, 1091px" /><figcaption id="caption-attachment-7686" class="wp-caption-text">Ketua PCNU Ponorogo meninjau salah satu stand Bazar</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo, — Dalam rangka memperingati Hari Santri 2025, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo menggelar Santri Preneur dan Bazar Kemandirian Pesantren di panggung utama Graha PCNU Ponorogo, Sabtu (25/10). Acara dibuka secara resmi oleh Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, dan dihadiri sejumlah tokoh pendidikan serta pejabat daerah.</p>
<figure id="attachment_7687" aria-describedby="caption-attachment-7687" style="width: 800px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7687" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0045.jpg" alt="" width="800" height="1200" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0045.jpg 800w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0045-200x300.jpg 200w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0045-683x1024.jpg 683w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0045-768x1152.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 800px) 100vw, 800px" /><figcaption id="caption-attachment-7687" class="wp-caption-text">Ketua PCNU Ponorogo Dr. Idham Mustofa, secara simbolis membuka Santri Enterpreneur dan Bazar Kemandirian Santri</figcaption></figure>
<p>Tampak hadir dalam pembukaan, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo Prof. Huda, Wakil Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Kasi Pondok Pesantren Kemenag Ponorogo, serta perwakilan dari Pospes Bazar Kemandirian Pesantren. Sejumlah peserta dari berbagai lembaga pendidikan Islam dan pelaku usaha muda pesantren turut meramaikan kegiatan ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Dr. Idham Mustofa menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia secara khusus menyebut peran anak-anak TK di bawah naungan Muslimat NU yang dengan penuh semangat ikut memeriahkan acara sejak pagi.</p>
<p>“Anak-anak ini luar biasa. Sejak pukul enam pagi sudah berkumpul di Masjid NU dan berjalan bersama menuju Graha PCNU untuk ikut dalam pembukaan,” ujar Idham dalam sambutannya. Apresiasi juga anak-anak untuk SD Ma&#8217;arif Ponorogo meski tanpa undangan,datang meramaikan acara pembukaan.</p>
<figure id="attachment_7688" aria-describedby="caption-attachment-7688" style="width: 1231px" class="wp-caption alignleft"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7688" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0044.jpg" alt="" width="1231" height="820" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0044.jpg 1231w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0044-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0044-1024x682.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0044-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1231px) 100vw, 1231px" /><figcaption id="caption-attachment-7688" class="wp-caption-text">Anak anak TK dibawah naungan Muslimat meramaikan Pembukuan Santri Enterpreneur dan Bazar Hari Santri</figcaption></figure>
<p>Ketua PCNU juga memberikan penghargaan kepada UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo atas kontribusi nyata dalam mendampingi para entrepreneur muda santri. “UIN telah memberi contoh sinergi yang baik antara dunia akademik dan gerakan kemandirian ekonomi umat,” imbuhnya.</p>
<p>Sementara itu, Prof. Huda dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga bisa berpartisipasi dalam kegiatan ini. Ia menegaskan, peran perguruan tinggi tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi harus menyentuh lapisan masyarakat hingga akar rumput.</p>
<p>“Ini bentuk teladan dari atas ke bawah. Akademisi memiliki tugas menjemput dan mendampingi generasi muda agar siap berjuang — baik secara ekonomi, keilmuan, teknologi, maupun kemandirian,” kata Prof. Huda.</p>
<figure id="attachment_7689" aria-describedby="caption-attachment-7689" style="width: 1206px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7689" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0047.jpg" alt="" width="1206" height="803" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0047.jpg 1206w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0047-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0047-1024x682.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/IMG-20251025-WA0047-768x511.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1206px) 100vw, 1206px" /><figcaption id="caption-attachment-7689" class="wp-caption-text">Didampingi undangan pembukaan dan doa dalam Santri Enterpreneur dan Bazar Santri</figcaption></figure>
<p>Setelah acara pembukaan dan doa penutup, kegiatan dilanjutkan dengan penampilan musik, seni, dan tari di panggung utama. Usai itu, Ketua PCNU Ponorogo beserta para undangan meninjau sejumlah stan bazar, berdialog dengan peserta, serta meninjau langsung berbagai produk unggulan pesantren.</p>
<p>Kegiatan Santri Preneur dan Bazar Kemandirian Pesantren ini diharapkan menjadi ruang tumbuhnya semangat wirausaha di kalangan santri serta memperkuat sinergi antara pesantren, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun kemandirian ekonomi umat.</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/LKNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/ketua-pcnu-ponorogo-buka-santri-preneur-dan-bazar-kemandirian-pesantren/">Ketua PCNU Ponorogo Buka Santri Preneur dan Bazar Kemandirian Pesantren</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/ketua-pcnu-ponorogo-buka-santri-preneur-dan-bazar-kemandirian-pesantren/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Orasi Apel Hari Santri, Ketua PCNU Ponorogo Ajak Kader NU Perkuat Konsolidasi</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/orasi-apel-hari-santri-ketua-pcnu-ponorogo-ajak-kader-nu-perkuat-konsolidasi/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/orasi-apel-hari-santri-ketua-pcnu-ponorogo-ajak-kader-nu-perkuat-konsolidasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 10:43:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nahdlatul ulama]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[uin ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7671</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo — Semangat Hari Santri Nasional 2025... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/orasi-apel-hari-santri-ketua-pcnu-ponorogo-ajak-kader-nu-perkuat-konsolidasi/">Orasi Apel Hari Santri, Ketua PCNU Ponorogo Ajak Kader NU Perkuat Konsolidasi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7672" aria-describedby="caption-attachment-7672" style="width: 1280px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7672" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.31.06_c5267f98.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.31.06_c5267f98.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.31.06_c5267f98-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.31.06_c5267f98-1024x682.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.31.06_c5267f98-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7672" class="wp-caption-text">Orasi Apel Hari Santri, Ketua PCNU Ponorogo serukan konsolidasi kader</figcaption></figure>
<p data-start="233" data-end="690">NU Online Ponorogo — Semangat Hari Santri Nasional 2025 kembali menggema di Ponorogo. Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo bekerja sama dengan UIN Ki Ageng Muhammad Besari menggelar Apel Hari Santri 2025 yang berlangsung khidmat di Stadion Kampus UIN, Rabu (22/10/2025). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan nasional yang juga diikuti oleh kader dan warga NU di 20 titik apel serentak se-Kabupaten Ponorogo.</p>
<p data-start="692" data-end="1039">Sebelum apel dimulai, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., menyampaikan orasi kebangsaan yang menggugah semangat ribuan peserta apel. Dalam orasinya, ia menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan momentum untuk memperkuat pengabdian kepada agama, nusa, dan bangsa melalui wadah besar Nahdlatul Ulama.</p>
<p data-start="692" data-end="1039">“Santri bukan hanya mengaji, tetapi juga mengabdi; bukan sekadar menjaga warisan ulama, tetapi mengembangkannya untuk kemaslahatan umat,” ujar Dr. Idam di hadapan peserta apel yang memenuhi stadion.</p>
<p data-start="1245" data-end="1569">Lebih lanjut, Dr. Idam menyoroti konsistensi kaderisasi di tubuh NU Ponorogo, yang telah melahirkan hingga angkatan ke-54 program PD-PKPNU (Pendidikan Dasar Pengkaderan Penggerak NU). Capaian ini, menurutnya, menjadi bukti nyata bahwa proses pembinaan kader di Ponorogo terus berjalan dengan baik dan membanggakan.</p>
<figure id="attachment_7673" aria-describedby="caption-attachment-7673" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7673" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.32.57_553eec3c.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.32.57_553eec3c.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.32.57_553eec3c-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.32.57_553eec3c-1024x682.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-17.32.57_553eec3c-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7673" class="wp-caption-text">Apel dipimpin salah satu anggota Banser yang juga Dosen UIN Ponorogo, Dr. Ahmad Afifi</figcaption></figure>
<p data-start="1571" data-end="1810">Namun, ia mengingatkan bahwa tantangan kader NU di era sekarang tidak hanya berhenti pada partisipasi struktural organisasi, tetapi juga pada peningkatan dedikasi, khidmah, dan kontribusi nyata bagi kemajuan jam’iyah dan jama’ah.</p>
<p data-start="1571" data-end="1810">“Kekuatan NU bertumpu pada soliditas dan kesatuan langkah seluruh kadernya. Karena itu, PCNU mengajak semua alumni PKPNU dan PD-PKPNU untuk kembali membangun konsolidasi dan semangat yang sama demi kemandirian jam’iyah dan keberdayaan jama’ah,” tegasnya.</p>
<p data-start="2072" data-end="2378">Dalam kesempatan yang sama, Ketua PCNU Ponorogo juga mengumumkan agenda Santripeuneur yang akan digelar pada 25 Oktober 2025 di Graha PCNU Ponorogo. Kegiatan tersebut dirancang sebagai ajang silaturahmi, nostalgia, sekaligus ruang aktualisasi gagasan kreatif dan produktif bagi kader muda NU.</p>
<p data-start="2072" data-end="2378">“Semoga dari kegiatan ini lahir langkah-langkah baru dan sinergi besar bagi kebangkitan NU yang lebih berdaya,” pungkas Dr. Idam menutup orasinya.</p>
<p data-start="2532" data-end="2743">Apel Hari Santri 2025 di Ponorogo pun menjadi simbol kebangkitan semangat santri yang tidak hanya teguh menjaga nilai-nilai keulamaan, tetapi juga siap berkontribusi nyata dalam membangun peradaban bangsa.</p>
<p data-start="2532" data-end="2743">Kontributor: Sahabat Media LTN</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/orasi-apel-hari-santri-ketua-pcnu-ponorogo-ajak-kader-nu-perkuat-konsolidasi/">Orasi Apel Hari Santri, Ketua PCNU Ponorogo Ajak Kader NU Perkuat Konsolidasi</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/orasi-apel-hari-santri-ketua-pcnu-ponorogo-ajak-kader-nu-perkuat-konsolidasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menghormati Perjuangan Santri, RSU Muslimat Ponorogo Gelar Upacara Hari Santri Nasional</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/menghormati-perjuangan-santri-rsu-muslimat-ponorogo-gelar-upacara-hari-santri-nasional/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/menghormati-perjuangan-santri-rsu-muslimat-ponorogo-gelar-upacara-hari-santri-nasional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 10:20:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[ayo mondok]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[muslimat]]></category>
		<category><![CDATA[nahdlatul ulama]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[rsu muslimat ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[rumah sakit]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7665</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo — Dalam rangka memperingati Hari Santri... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menghormati-perjuangan-santri-rsu-muslimat-ponorogo-gelar-upacara-hari-santri-nasional/">Menghormati Perjuangan Santri, RSU Muslimat Ponorogo Gelar Upacara Hari Santri Nasional</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7666" aria-describedby="caption-attachment-7666" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7666" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_6f3f9856.jpg" alt="" width="1600" height="1067" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_6f3f9856.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_6f3f9856-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_6f3f9856-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_6f3f9856-768x512.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_6f3f9856-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-7666" class="wp-caption-text">Amanat oleh Hj. Dwi Ratna Sari, S.Kep., Ns., M.MRS menekankan pentingnya peran santri dalam menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan di tengah arus globalisasi</figcaption></figure>
<p data-start="240" data-end="598">NU Online Ponorogo — Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Rumah Sakit Umum (RSU) Muslimat Ponorogo menyelenggarakan Apel Hari Santri yang diikuti oleh seluruh jajaran direksi dan karyawan rumah sakit. Kegiatan ini berlangsung khidmat di rooftop lantai empat Gedung KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada Rabu (22/10/2025).</p>
<p data-start="600" data-end="1015">Rangkaian upacara dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan Mars <em>Syubbanul Wathan</em> dan Mars Hari Santri, yang dipandu oleh Nina Dwi Kartikasari, S.Kep., Ns. Suasana semakin khusyuk saat Izza Hasni Ananda, S.Pd. membacakan naskah Resolusi Jihad, sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan para ulama dan santri yang telah berkontribusi besar bagi kemerdekaan Indonesia.</p>
<figure id="attachment_7667" aria-describedby="caption-attachment-7667" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7667" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_b694a7d3.jpg" alt="" width="1600" height="1067" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_b694a7d3.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_b694a7d3-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_b694a7d3-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_b694a7d3-768x512.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.29_b694a7d3-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-7667" class="wp-caption-text">Nampak megah, bangunan Gedung Gus Dur RSU Muslimat Ponorogo</figcaption></figure>
<p data-start="1017" data-end="1524">Selanjutnya, amanat upacara disampaikan oleh Hj. Dwi Ratna Sari, S.Kep., Ns., M.MRS., selaku Wakil Direktur Administrasi dan Keuangan. Dalam amanatnya, beliau menegaskan pentingnya meneladani semangat jihad dan keikhlasan santri dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ia juga mengingatkan agar seluruh pegawai rumah sakit terus menjaga nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan, meski hidup di tengah tantangan globalisasi dan modernitas.</p>
<p data-start="1526" data-end="1692">Upacara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Moh. Solihin, S.Pd.I, memohon keberkahan dan kekuatan dalam melanjutkan pengabdian kepada umat dan bangsa.</p>
<figure id="attachment_7668" aria-describedby="caption-attachment-7668" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7668" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.30_d225f209.jpg" alt="" width="1600" height="1067" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.30_d225f209.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.30_d225f209-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.30_d225f209-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.30_d225f209-768x512.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-09.29.30_d225f209-1536x1024.jpg 1536w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-7668" class="wp-caption-text">Foto bersama seusai Apel Hari Santri berlatar gedung Gus Dur</figcaption></figure>
<p data-start="1694" data-end="2088">Mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka, Menuju Peradaban Dunia,” peringatan Hari Santri di RSU Muslimat Ponorogo menjadi momentum refleksi bagi seluruh civitas rumah sakit. Melalui semangat santri, mereka diharapkan dapat terus meningkatkan profesionalisme pelayanan kesehatan serta menjadi teladan dalam meneguhkan nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin di tengah masyarakat.</p>
<p data-start="2090" data-end="2130">Kontributor: Intan/Humas RSU Muslimat Ponorogo</p>
<p data-start="2090" data-end="2130">Editor: Atta</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menghormati-perjuangan-santri-rsu-muslimat-ponorogo-gelar-upacara-hari-santri-nasional/">Menghormati Perjuangan Santri, RSU Muslimat Ponorogo Gelar Upacara Hari Santri Nasional</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/menghormati-perjuangan-santri-rsu-muslimat-ponorogo-gelar-upacara-hari-santri-nasional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Apel Akbar Hari Santri 2025, Semangat Santri Menggema di Stadion UIN Ponorogo</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/apel-akbar-hari-santri-2025-semangat-santri-menggema-di-lapangan-uin-ponorogo/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/apel-akbar-hari-santri-2025-semangat-santri-menggema-di-lapangan-uin-ponorogo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 22 Oct 2025 04:33:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[22 oktober]]></category>
		<category><![CDATA[apel hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi jihad]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[uin]]></category>
		<category><![CDATA[uin kiai ageng muhammad besari ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[uin ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7654</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo — Langit pagi Ponorogo tampak teduh... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/apel-akbar-hari-santri-2025-semangat-santri-menggema-di-lapangan-uin-ponorogo/">Apel Akbar Hari Santri 2025, Semangat Santri Menggema di Stadion UIN Ponorogo</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7655" aria-describedby="caption-attachment-7655" style="width: 1280px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7655" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.47_795d701c.jpg" alt="" width="1280" height="853" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.47_795d701c.jpg 1280w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.47_795d701c-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.47_795d701c-1024x682.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.47_795d701c-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1280px) 100vw, 1280px" /><figcaption id="caption-attachment-7655" class="wp-caption-text">Foto Bersama Pimpinan UIN Kiai Ageng Muhamamd Besari Ponorogo dengan PCNU Ponorogo selepas Apel Hari Santri</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo — Langit pagi Ponorogo tampak teduh setelah malam sebelumnya diguyur hujan deras hampir semalam suntuk. Sisa embun di rerumputan Lapangan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari memantulkan sinar mentari yang mulai naik perlahan. Udara sejuk menyambut ribuan santri, pelajar, dan warga Nahdlatul Ulama (NU) yang sejak sebelum pukul enam pagi telah berdatangan dari berbagai penjuru kabupaten.</p>
<p>Mereka berbondong-bondong mengikuti Apel Hari Santri Nasional 2025 yang digelar oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo bekerja sama dengan UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo, Rabu (22/10/2025).</p>
<p>Pagi itu, suasana lapangan kampus berubah menjadi lautan hijau putih. Spanduk besar bertuliskan “Jihad Santri, Jayakan Negeri” terbentang di depan panggung utama. Di sisi barisan, bendera NU dan merah putih berkibar bersamaan. Tak hanya santri dari pondok pesantren, peserta juga datang dari lembaga pendidikan di bawah LP Ma’arif, para guru madrasah, siswa SMA dan MA se-Kecamatan Jenangan, serta jajaran Banser dan Muslimat, Fatayat, IPNU, IPPNU, dan Ansor.</p>
<figure id="attachment_7656" aria-describedby="caption-attachment-7656" style="width: 1087px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7656" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.51_31ae6a4d.jpg" alt="" width="1087" height="725" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.51_31ae6a4d.jpg 1087w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.51_31ae6a4d-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.51_31ae6a4d-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.51_31ae6a4d-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1087px) 100vw, 1087px" /><figcaption id="caption-attachment-7656" class="wp-caption-text">Penuh semangat, Ketua PCNU Ponorogo membacakan Perintah Kader sebelum mulai Apel</figcaption></figure>
<p>Ketua PCNU: Apel Ini Bukti Kesetiaan pada Negeri</p>
<p>Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., memimpin pembacaan Perintah Kader di awal apel. Dengan suara lantang, ia mengingatkan kembali semangat jihad kebangsaan yang menjadi warisan para ulama. “Hari Santri bukan sekadar seremonial, tapi momentum meneguhkan komitmen santri untuk menjaga agama dan bangsa. Santri adalah penjaga moral negeri,” ujarnya di hadapan ribuan peserta yang berdiri khidmat.</p>
<p>Dalam sambutannya, Idam Mustofa menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan apel tersebut — mulai dari civitas akademika UIN, lembaga-lembaga pendidikan, badan otonom NU, hingga unsur keamanan gabungan Banser, Satgas UIN, TNI, dan Polri. “Kita semua bersyukur bisa berkumpul dalam suasana damai, guyub, dan penuh semangat. Inilah wajah santri Ponorogo — disiplin, tangguh, dan cinta tanah air,” tambahnya.</p>
<figure id="attachment_7657" aria-describedby="caption-attachment-7657" style="width: 1074px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7657" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.50_a125e8a4.jpg" alt="" width="1074" height="716" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.50_a125e8a4.jpg 1074w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.50_a125e8a4-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.50_a125e8a4-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.50_a125e8a4-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1074px) 100vw, 1074px" /><figcaption id="caption-attachment-7657" class="wp-caption-text">Prof. Dr. Evi Muafiyah, M.Ag., tampil menyapa peserta dengan gaya hangat dan penuh keakraban</figcaption></figure>
<p>Rektor UIN: Dari Resolusi Jihad hingga Kampus Santri</p>
<p>Sebagai Inspektur Apel, Rektor UIN Kiai Ageng Muhammad Besari, Prof. Dr. Hj. Evi Muafiah, M.Ag., tampil menyapa peserta dengan gaya hangat dan penuh keakraban. Mengawali amanatnya, ia sengaja tak membaca naskah pidato resmi yang telah disiapkan. “Saya tidak akan membaca teks. Hari ini saya ingin bicara langsung dari hati,” ucapnya, disambut tawa dan tepuk tangan para santri.</p>
<p>Dengan gayanya yang bersahaja, ia melambaikan tangan ke arah barisan ibu-ibu Fatayat dan Muslimat NU. “Ibu Fatayat mana? Angkat tangannya! Ibu Muslimat, lambaikan tangannya! Wah, luar biasa semangatnya!” ujarnya bercanda, membuat suasana apel menjadi cair.</p>
<p>Dalam amanatnya, Evi Muafiah menuturkan perjalanan panjang institusi pendidikan Islam di Ponorogo — dari STAIN, bertransformasi menjadi IAIN, hingga kini menyandang nama besar UIN Kiai Ageng Muhammad Besari. Ia menyebut perubahan itu bukan sekadar administratif, melainkan simbol kemajuan pendidikan Islam yang berakar dari perjuangan para kiai.</p>
<p>“Nama Kiai Ageng Muhammad Besari bukan sekadar tokoh lokal, beliau adalah simbol perlawanan terhadap penjajahan dan pelopor dakwah ilmu. Kampus ini adalah buah dari perjuangan para ulama, hasil sari resolusi jihad yang mengusir penjajah. Karena itu, UIN ini milik kita semua — milik umat, milik bangsa,” tegasnya.</p>
<figure id="attachment_7658" aria-describedby="caption-attachment-7658" style="width: 1257px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7658" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.34_7de3143f.jpg" alt="" width="1257" height="838" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.34_7de3143f.jpg 1257w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.34_7de3143f-300x200.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.34_7de3143f-1024x683.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-22-at-10.51.34_7de3143f-768x512.jpg 768w" sizes="auto, (max-width: 1257px) 100vw, 1257px" /><figcaption id="caption-attachment-7658" class="wp-caption-text">Ribuan Peserta Apel Hari Santri 2025 Padati Kampus Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo</figcaption></figure>
<p>Khidmat dalam Doa, Menggema dalam Mars Santri</p>
<p>Setelah amanat inspektur, apel dilanjutkan dengan pembacaan Resolusi Jihad oleh Ketua Senat UIN, Dr. H. Agus Tricahyo, M.A., yang membacakan teks resolusi perjuangan ulama 22 Oktober 1945 — seruan jihad mempertahankan kemerdekaan dari penjajah. Setiap kalimat yang dibaca terasa menggema di lapangan, seakan menembus batas waktu.</p>
<p>Doa penutup dipimpin Dr. Moh. Mukhlas, M.Pd, Direktur Ma&#8217;had Jami&#8217;ah UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo. Dalam doanya, ia memohon agar santri senantiasa diberi kekuatan menjaga agama, bangsa, dan ilmu. “Semoga semangat jihad yang diwariskan para kiai tetap hidup dalam diri santri di mana pun berada,” ujarnya lirih.</p>
<p>Menjelang akhir acara, peserta bersama-sama menyanyikan lagu Hari Santri dan Mars Syubbanul Wathon dengan penuh semangat. Suara ribuan santri menggema, seolah menegaskan tekad bahwa cinta tanah air adalah bagian dari iman.</p>
<p>Harmoni Santri dan Kampus</p>
<p>Peringatan Hari Santri 2025 di Ponorogo bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi penanda kuatnya sinergi antara kampus dan pesantren, antara ilmu dan perjuangan. Melalui kegiatan bersama seperti apel ini, semangat santri tidak berhenti di halaman pesantren, tetapi tumbuh dalam lingkungan akademik modern.</p>
<p>“Santri bukan hanya mengaji, tetapi juga berinovasi. Mereka harus hadir di ruang publik, membawa nilai-nilai Islam rahmatan lil ‘alamin,” ujar salah satu dosen muda UIN yang turut menjadi komandan apel, Afifi.</p>
<p>Acara ditutup dengan suasana haru dan bangga. Ribuan peserta bersalaman, berfoto, dan saling berucap selamat Hari Santri. Langit Ponorogo semakin terang, dan semangat santri pagi itu benar-benar terasa hidup — sejuk seperti embun, namun hangat seperti api yang terus menyala.</p>
<p>Kontributor: Nanang Diyanto/ LKNU</p>
<p>Editor: Atta</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/apel-akbar-hari-santri-2025-semangat-santri-menggema-di-lapangan-uin-ponorogo/">Apel Akbar Hari Santri 2025, Semangat Santri Menggema di Stadion UIN Ponorogo</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/apel-akbar-hari-santri-2025-semangat-santri-menggema-di-lapangan-uin-ponorogo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Penyerahan Alkes untuk 32 Pesantren, Kang Giri: Tanpa Pesantren, Pemerintah Kesulitan Mendidik Anak Bangsa</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/penyerahan-alkes-untuk-32-pesantren-kang-giri-tanpa-pesantren-pemerintah-kesulitan-mendidik-anak-bangsa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/penyerahan-alkes-untuk-32-pesantren-kang-giri-tanpa-pesantren-pemerintah-kesulitan-mendidik-anak-bangsa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Oct 2025 06:01:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[aswaja]]></category>
		<category><![CDATA[hari santri]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[kiai]]></category>
		<category><![CDATA[nu]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pesantren]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[santri]]></category>
		<category><![CDATA[sugiri sancoko]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7649</guid>

					<description><![CDATA[<p>NU Online Ponorogo Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kesehatan... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/penyerahan-alkes-untuk-32-pesantren-kang-giri-tanpa-pesantren-pemerintah-kesulitan-mendidik-anak-bangsa/">Penyerahan Alkes untuk 32 Pesantren, Kang Giri: Tanpa Pesantren, Pemerintah Kesulitan Mendidik Anak Bangsa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_7650" aria-describedby="caption-attachment-7650" style="width: 957px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="wp-image-7650 size-full" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_d3af4db6-e1761026308111.jpg" alt="" width="957" height="958" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_d3af4db6-e1761026308111.jpg 957w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_d3af4db6-e1761026308111-300x300.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_d3af4db6-e1761026308111-150x150.jpg 150w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_d3af4db6-e1761026308111-768x769.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_d3af4db6-e1761026308111-250x250.jpg 250w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_d3af4db6-e1761026308111-80x80.jpg 80w" sizes="auto, (max-width: 957px) 100vw, 957px" /><figcaption id="caption-attachment-7650" class="wp-caption-text">Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa pesantren adalah tempat pembangunan karakter bangsa.</figcaption></figure>
<p>NU Online Ponorogo Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Kesehatan menggelar kegiatan Sosialisasi Pesantren Sehat sekaligus Penyerahan Bantuan Alat Kesehatan sederhana untuk 32 pondok pesantren di Pendopo Kabupaten Ponorogo, Selasa (21/10/2025).</p>
<p>Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Ponorogo H. Sugiri Sancoko, S.E., M.M., Ketua DPRD Ponorogo, Kepala Bagian Kesra, Kepala Kemenag Ponorogo, serta sejumlah kepala perangkat daerah, di antaranya Dinas PUPR, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pendidikan, Dinas KB, Dinas Kominfo, dan seluruh jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Ponorogo. Turut hadir pula pimpinan PCNU, Muhammadiyah, LDII dan DDII, serta para pengasuh dan perwakilan 32 pondok pesantren penerima bantuan.</p>
<p>Dalam sambutannya, Bupati Sugiri Sancoko menegaskan bahwa pesantren adalah tempat pembangunan karakter bangsa. Menurutnya, pesantren tidak hanya mendidik dalam hal keagamaan, tetapi juga membentuk akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab sosial generasi muda.</p>
<p>“Kalau tidak ada pesantren, pemerintah akan kesulitan mendidik anak bangsa. Di pesantrenlah karakter dan moral dibentuk sejak dini. Karena itu, pesantren harus kita jaga bersama,” tegas Kang Giri, sapaan akrab Bupati Ponorogo.</p>
<p>Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk “bela pesantren”, tidak hanya secara spiritual, tetapi juga dengan mendukung terciptanya lingkungan pesantren yang sehat dan bersih.</p>
<figure id="attachment_7651" aria-describedby="caption-attachment-7651" style="width: 957px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-7651" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/10/WhatsApp-Image-2025-10-21-at-12.33.48_cbfe9551.jpg" alt="" width="957" height="1280" /><figcaption id="caption-attachment-7651" class="wp-caption-text">Secara simbolis, penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati kepada perwakilan pesantren, disambut hangat oleh para pengasuh.</figcaption></figure>
<p>Salah satu momen menarik dalam kegiatan ini adalah penampilan grup hadrah dari staf dan karyawan Dinas Kesehatan Ponorogo. Meski terbentuk secara dadakan, grup ini tampil penuh semangat dan kompak saat membawakan lagu Indonesia Raya dan Mars Hari Santri. Kehadiran mereka menambah semarak suasana dan menunjukkan semangat kolaborasi antara pemerintah dan pesantren.</p>
<p>Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo Dr. Dyah Ayu Puspitaningarti, SKM., M.Kes. dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari peringatan Hari Santri Tahun 2025, dengan tujuan mendorong implementasi Pesantren Sehat di seluruh wilayah Ponorogo.</p>
<p>Sebanyak 32 pondok pesantren menerima bantuan alat kesehatan sederhana, seperti alat tensi, termometer digital, timbangan badan, dan perlengkapan P3K. Bantuan ini diharapkan menjadi langkah awal agar pesantren lebih mandiri dalam pelayanan kesehatan santri.</p>
<p>Secara simbolis, penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Bupati kepada perwakilan pesantren, disambut hangat oleh para pengasuh. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sosialisasi Pesantren Sehat oleh Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, yang menekankan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat di lingkungan pesantren.</p>
<p>Daftar 32 Pondok Pesantren Penerima Bantuan Alat Kesehatan<br />
1. Assyafi’iyah – Nologaten, Ponorogo Utara<br />
2. Fathul Muna – Campurejo, Sambit<br />
3. Hidayatul Mutadi’in Sobo Guno – Mangunsuman, Ronowijayan<br />
4. Nurul Hikam – Keniten, Ponorogo Utara<br />
5. Mambaul Hikmah – Patihan Wetan, Babadan<br />
6. PP Putri Al Munjiyah – Nologaten, Ponorogo Utara<br />
7. Asrama Putri KH Masduqi Thoyib – Brotonegaran, Ponorogo Selatan<br />
8. Nahrul Ulum – Purbosuman, Ponorogo Selatan<br />
9. Tahfidzul Qur’an Al Hasan – Patihan Wetan, Babadan<br />
10. Nur Fadhillah – Polorejo, Babadan<br />
11. Al Inabah – Bareng, Sukosari<br />
12. Al Kahfi – Batoro Katong, Ponorogo<br />
13. Al Iman Putra – Bangunrejo, Sukorejo<br />
14. Al Khair – Jimbe, Setono<br />
15. Al Ihsan Muhammad Akhyar – Brotonegaran, Ponorogo Selatan<br />
16. Walisongo Putri (Avicenna) – Ngabar, Siman<br />
17. KH Syamsuddin – Nologaten, Ponorogo Utara<br />
18. Darul Istiomah – Ngumpul, Balong<br />
19. Al Iman Putri – Pondok, Babadan<br />
20. Al Mawaddah – Coper, Jetis<br />
21. Darul Huda Mayak – Tonatan, Ponorogo Selatan<br />
22. Sabilul Muttain – Ngunut, Sukosari<br />
23. Ainul Ulum – Pulung, Pulung<br />
24. Azmania – Ronowijayan<br />
25. Tahfidzul Qur’an Raden Wijaya – Pulosari, Jambon<br />
26. arul Falah – Sukorejo<br />
27. Al Islam – Joresan, Mlarak<br />
28. Darul Fikri – Ngrandu, Kauman<br />
29. Hasan Munadi – Karangan, Badegan<br />
30. Al Kholily Ma’unah Sari – Tulung, Sampung<br />
31. Al Madinah – Kupuk, Bungkal<br />
32. Al Bukhori – Mangunan, Sampung</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/penyerahan-alkes-untuk-32-pesantren-kang-giri-tanpa-pesantren-pemerintah-kesulitan-mendidik-anak-bangsa/">Penyerahan Alkes untuk 32 Pesantren, Kang Giri: Tanpa Pesantren, Pemerintah Kesulitan Mendidik Anak Bangsa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/penyerahan-alkes-untuk-32-pesantren-kang-giri-tanpa-pesantren-pemerintah-kesulitan-mendidik-anak-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
