NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Apel Purifikasi Kader Banser, Sederetan Mantan Ketua Ansor Jadi Pejabat Apel

Nostalgia: Sederetan mantan ketua PC GP Ansor Ponorogo bertindak sebagai petugas upacara

NU Online Ponorogo – Apel Purifikasi Kader Banser yang digelar Satuan Koordinasi Cabang (Satkorcab) Banser Ponorogo di kawasan Monumen Reog Sampung, Ahad (9/8/2026), berlangsung semarak. Sebanyak sekitar 800 personel Banser mengikuti apel, ditambah sekitar 200 orang lainnya yang terlibat sebagai panitia dan petugas kegiatan.

Menariknya, apel tersebut menghadirkan sejumlah mantan Ketua PC GP Ansor Ponorogo lintas generasi sebagai pejabat apel. Kehadiran para senior Ansor-Banser ini sekaligus menjadi simbol kesinambungan kaderisasi dan pengabdian dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Bertindak sebagai Inspektur Apel, Dwi Agus Prayitno, S.H., M.Si., yang merupakan Sekretaris PC GP Ansor Ponorogo periode 2001–2005 dan kini menjabat Ketua DPRD Ponorogo. Komandan apel dipegang langsung oleh Kasatkorcab Banser Ponorogo, Yoyok Heri Saputro.

Sementara itu, H. Maftuh Basuni, M.H., Ketua PC GP Ansor Ponorogo periode 1988–1992, dipercaya membacakan teks Pancasila. Joko Sasilo, M.Pd., Ketua PC GP Ansor periode 2009–2012, bertugas membacakan Nawa Prasetya Banser. Adapun Dr. Idam Mustofa, Ketua PC GP Ansor periode 2012–2015 yang kini menjabat Ketua PCNU Ponorogo, membacakan Bait Kader Banser.

Doa dipimpin Drs. H. Fatchul Aziz, M.A., Ketua PC GP Ansor periode 2001–2005 yang saat ini menjadi Wakil Sekretaris PWNU Jawa Timur. Fatchul Aziz juga pernah dipercaya menjadi Ketua PCNU Ponorogo selama tiga periode berturut-turut, 2009–2024.

Susunan pejabat apel tersebut memperlihatkan bagaimana perjalanan panjang kaderisasi Ansor-Banser Ponorogo bertemu dalam satu forum. Para kader senior yang pernah memimpin organisasi pada periode berbeda kembali hadir bersama kader Banser generasi saat ini.

Pasukan Banser Ponorogo mengikuti apel dengan khidmat

Dalam amanatnya, Dwi Agus Prayitno mengajak seluruh kader Banser untuk terus meneguhkan komitmen pengabdian, terutama dalam menjaga ulama dan kemanusiaan.

“Banser harus selalu siap menjadi benteng ulama dan benteng kemanusiaan. Kader Banser tidak boleh hanya kuat secara organisasi, tetapi juga harus hadir ketika masyarakat membutuhkan pertolongan,” tegasnya.

Dwi Agus juga mengajak kader Banser Ponorogo mengambil bagian dalam menyukseskan agenda besar Nahdlatul Ulama, khususnya Muktamar ke-35 NU yang akan digelar di Pondok Pesantren Darul Ulum, Tambakberas, Jombang.

“Kita harus siap berpartisipasi menyukseskan Muktamar NU ke-35 di Tambakberas. Banser harus menjadi bagian dari kekuatan yang memastikan seluruh rangkaian agenda NU berjalan aman, tertib, dan sukses,” katanya.

Apel tersebut juga dihadiri Plt Bupati Ponorogo Hj. Lisdyarita. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan apresiasi atas peran nyata Banser dalam kehidupan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Banser tidak hanya terlihat dalam kegiatan organisasi, tetapi juga dalam berbagai aktivitas sosial dan kemanusiaan.

“Kami mengapresiasi peran Banser yang selama ini nyata hadir di tengah masyarakat. Banser bukan hanya menjaga kegiatan keagamaan, tetapi juga hadir dalam kegiatan sosial, kemanusiaan, dan membantu masyarakat ketika terjadi persoalan,” ungkapnya.

Pasukan Banser Ponorogo berfoto bersama jajaran undangan

Sarasehan Bersama Senior Ansor-Banser
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sarasehan kader, menghadirkan H. Ahmad Subhi al Kalibek sebagai narasumber. Ia merupakan Kasatkorcab Banser periode 2015–2019. Saat ini, ia juga mengemban amanat sebagai salah satu Wakil Ketua PCNU Ponorogo. Narasumber lainnya, H. Syamsul Maarif, Ketua PC GP Ansor Periode 2017-2021. Ia saat ini bertindak sebagai Ketua Dewan Penasehat PC GP Ansor Ponorogo. Tidak ketinggalan Ketua PC GP Ansor periode sekarang, Fakaruzzaman Hidayatullah juga berkesempatan menyemangati para anggotanya.

Sarasehan menjadi ruang refleksi bagi kader Banser untuk melihat kembali perjalanan organisasi sekaligus membicarakan tantangan kaderisasi ke depan.

Kehadiran para mantan Ketua PC GP Ansor dari berbagai periode dalam satu apel juga menjadi pesan kuat bahwa kaderisasi Ansor-Banser merupakan estafet pengabdian yang tidak terputus.

Dari generasi yang pernah memimpin organisasi pada era 1980-an hingga generasi yang kini mengemban amanah di struktur NU dan pemerintahan, seluruhnya bertemu dengan satu semangat: menjaga tradisi, memperkuat kaderisasi, dan memastikan Banser tetap hadir untuk ulama, NU, dan kemanusiaan.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *