NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Diklat Tim Keamanan Intern GASMI dan PASTI PN, PCNU Dorong Keberlanjutan Kaderisasi

Ketua PCNU Ponorogo Dr. Idam Mustofa sesaat setelah menyematkan tanda peserta

 

NU Online Ponorogo — Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Tim Keamanan Intern Gerakan Aksi Silat Muslimin Indonesia (GASMI) dan Pasukan Inti (PASTI) Pagar Nusa Cabang Ponorogo resmi dibuka di Pondok Pesantren Miftahussalam, Desa Kambeng, Kecamatan Slahung, Ponorogo, Jumat (16/10). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang diselenggarakan Pimpinan Cabang (PC) Pagar Nusa Ponorogo.

Pembukaan diklat dilakukan oleh Ketua Tanfidziyah PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa. Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Slahung, jajaran MWCNU dan badan otonom (Banom) NU Slahung, pengasuh Pondok Pesantren Miftahussalam selaku tuan rumah, serta jajaran pengurus PC Pagar Nusa Ponorogo.

Dalam sambutannya, Dr. Idam Mustofa menegaskan bahwa diklat memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan kaderisasi organisasi. Melalui pendidikan dan pelatihan yang berkelanjutan, kader diharapkan memahami tugas, tanggung jawab, serta nilai-nilai organisasi yang perlu dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Kaderisasi harus terus berjalan agar keberlangsungan organisasi terjamin. Kader yang lebih senior memiliki tanggung jawab membina dan mengarahkan kader yunior. Sebaliknya, kader yunior harus menghormati seniornya serta bersedia belajar dan mengikuti arahan yang baik,” pesannya.

Menurutnya, hubungan antara senior dan yunior tidak sekadar berkaitan dengan tingkatan atau masa keanggotaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun tradisi organisasi yang sehat. Kader senior diharapkan mampu menjadi teladan sekaligus pembina, sedangkan kader yunior perlu menjaga adab, menghormati pengalaman, dan terus mengembangkan diri melalui proses pembelajaran.

Anggota GASMI – Pagar Nusa tengah serius mengikuti acara pembukaan diklat

Ia juga menekankan bahwa hubungan yang baik antargenerasi menjadi salah satu landasan untuk menjaga persatuan dan soliditas organisasi. Perbedaan pengalaman maupun masa keanggotaan, menurutnya, perlu disikapi sebagai kekuatan untuk saling melengkapi.

“Perbedaan generasi tidak boleh menjadi sumber konflik, tetapi harus menjadi kekuatan untuk saling melengkapi dan memperkuat perjuangan bersama,” tegas Dr. Idam.

Melalui diklat ini, Tim Keamanan Intern GASMI dan PASTI Pagar Nusa Ponorogo diharapkan semakin siap menjalankan tugas pengamanan internal sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan antarkader. Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk meneguhkan komitmen kader dalam menjaga kehormatan organisasi, merawat persatuan, serta terus berkhidmah kepada Nahdlatul Ulama.

Kontributor: Sahabat LTN NU

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *