
NU Online Ponorogo — Pimpinan Ranting Fatayat NU Ngunut, Kecamatan Babadan, Kabupaten Ponorogo, berhasil menorehkan prestasi dalam Program Desa Sahabat Fatayat NU Jawa Timur 2026. Setelah melalui proses seleksi di tingkat Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Ponorogo, Fatayat NU Ranting Ngunut berhasil meraih peringkat pertama tingkat Kabupaten Ponorogo dengan skor penilaian 83,46.
Capaian tersebut mengantarkan Fatayat NU Ranting Ngunut menjadi satu-satunya ranting dari wilayah Karesidenan Madiun yang berhasil melaju ke tingkat Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Jawa Timur. Pada tahapan selanjutnya, Ranting Ngunut berhasil masuk dalam 14 besar Desa Sahabat PW Fatayat NU Jawa Timur bersama ranting-ranting terpilih lainnya dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Masuknya Ranting Ngunut dalam 14 besar menjadi capaian yang membanggakan bagi organisasi sekaligus menjadi bukti atas proses penguatan kelembagaan, kaderisasi, pemberdayaan masyarakat, serta berbagai program yang telah dijalankan di tingkat ranting. Capaian ini juga menunjukkan bahwa aktivitas organisasi di tingkat desa dapat berkembang menjadi gerakan yang memiliki dampak nyata ketika didukung oleh kader, anggota, masyarakat, dan berbagai mitra.

Setelah dinyatakan masuk 14 besar, Minggu (4/10), Pimpinan Ranting Fatayat NU Ngunut mengikuti presentasi dan penilaian tingkat PW Fatayat NU Jawa Timur. Presentasi menjadi tahapan penting untuk memaparkan berbagai program, inovasi, capaian, dokumentasi, serta dampak nyata yang telah dilakukan Fatayat NU Ranting Ngunut dalam membangun Desa Sahabat.
Dalam pelaksanaan presentasi tersebut, Fatayat NU Ranting Ngunut mendapatkan pendampingan dari Fatayat PAC Kecamatan Babadan dan Fatayat PC Kabupaten Ponorogo. Dukungan juga datang dari berbagai mitra yang selama ini telah bersinergi dalam pelaksanaan program Fatayat NU Ranting Ngunut.
Kehadiran para mitra tersebut menjadi bagian penting dalam proses penilaian karena menunjukkan bahwa program Fatayat NU Ranting Ngunut tidak berjalan sendiri, melainkan dibangun melalui kolaborasi dan jejaring dengan berbagai unsur masyarakat dan lembaga di tingkat desa. Beberapa mitra yang turut hadir antara lain Pemerintah Desa Ngunut, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Babadan, MI Ma’arif Syuhada, Asosiasi Pengacara Syariah Indonesia (APSI) Ponorogo, Karang Taruna Desa Ngunut, Pustu Desa Ngunut, serta Bank Sampah Rejo Luhur.

Bagi Fatayat NU Ranting Ngunut, perjalanan menuju tingkat PW Jawa Timur bukan hanya tentang kompetisi, tetapi juga menjadi momentum untuk menunjukkan hasil kerja organisasi selama ini, memperkuat jejaring, mengevaluasi program, serta memperkenalkan potensi Desa Ngunut melalui kiprah Fatayat NU di tengah masyarakat. Setelah tahapan presentasi 14 besar dilaksanakan, proses selanjutnya akan menentukan 7 ranting terbaik Program Desa Sahabat PW Fatayat NU Jawa Timur. Fatayat NU Ranting Ngunut berharap seluruh proses yang telah dilalui, dukungan para kader, pengurus, mitra, serta masyarakat dapat memberikan hasil terbaik.
Kontributor: Tim Media Fatayat NU Ranting Ngunut