<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kategori Khotbah Hari Raya - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/khotbah-hari-raya/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/khotbah-hari-raya/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Sat, 31 May 2025 10:17:50 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Kategori Khotbah Hari Raya - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/khotbah-hari-raya/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Indonesia NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 09:29:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[10 dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[berkurban]]></category>
		<category><![CDATA[dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha bahasa indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7271</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7261" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan menyambut hari Raya Idul Adha 1446 H. Untuk itu, Tim redaksi NU Online Ponorogo telah menyiapkan teks khutbah Idul Adha berbahasa Indonesia. Khutbah Idul Adha kali ini berjudul “Cobaan, Kesabaran dan Berkurban<em><strong>.”</strong></em></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Khutbah I</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)<br />
اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا, وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا, وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا, لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ , مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ , لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ , صَدَقَ وَعْدَهُ , وَنَصَرَ عَبْدَهُ , وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ &#8211; لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ &#8211;  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ .<br />
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ &#8230;  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ الْأَضْحَى . أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المْـُسْتَقِيْمِ &#8211;  اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَنْ أُنْزِلَ إِلَيْهِ الْفُرْقَانُ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن , أَمَّا بَعْدُ .</p>
<p style="text-align: right;">إِخْوَانِيْ رَحِمَكُمُ اللهُ ، اِعْلَمُوْا أَنَّ هَذَا الْيَوْمَ الْأَزْهَرَ، هُوَ يَوْمُ الْعِيْدِ الْأَكْبَرُ ، فِيْهِ يُعْمَلُ أَكْثَرُ أَعْمَالِ الْحَجِّ ، وَهُوَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ الشَّهْرِ الْحُـرُامِ . اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ  . فَيَآ أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ , أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المــُــتَّقُوْنَ, وَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَـاتِهِ , وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْـكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِــئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kumandang takbir memberi pertanda, bahwa kita masih diberi panjang umur, bisa bertemu dengan hari raya. Maka marilah kita senantiasa memanjatkan rasa syukur ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa, Tuhan yang wajib disembah oleh seluruh makhluq di dunia. Dan marilah kita senantiasa meningkatkan ketaqwaan, dengan melaksanakan perintah Allah yang dibarengi dengan menjauhi larangan-Nya secara mutlak tanpa membantah. Semoga dengan demikian, kita bisa mendapatkan rahmat Allah, sehingga dalam kehidupan di dunia hingga akhirat selalu mendapatkan keberuntungan dan kemuliaan.</p>
<p>Shalawat dan salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai <em>uswatun hasanah</em>, manusia pilihan yang menjadi penuntun umatnya dengan tuntunan yang baik, yang membawa umatnya dari jaman jahiliyah masuk ke jaman islamiyah, yang penuh berkah rahmah dan hidayah dari Allah. Semoga dengan sering bershalawat ini, kita diakui menjadi umatnya Nabi Muhammad SAW, sehingga mendapatkan syafaatnya. Aamiin …</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p style="text-align: right;">اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ  ,  هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى</p>
<p>Ketahuilah bahwa sesungguhnya hari ini merupakan hari raya bagi Anda semua. Inilah yang disebut hari raya ‘idul adha. Adapun hari raya ‘idul adha ini merupakan hari yang mulia. Ketahuilah bahwa di daerah Makkah al-Mukarramah, di tanah suci sana, jutaan manusia dari berbagai negara, yang warna kulit badannya aneka rupa, yang adat budayanya berbeda, saat ini berkumpul menjadi satu, ziarah ke baitullah. Melaksanakan urut-urutan ibadah yang sama, tidak ada yang berbeda, tidak ada yang berdebat merasa paling benar cara ibadahnya, semua manusia di sana melaksanakan ketentuan yang sudah disyari’atkan tanpa membantah, yaitu ibadah haji.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Ibadah haji termasuk salah satu dari rukun islam. Oleh karena itu, semua manusia yang beragama islam, wajib melaksanakan ibadah haji. Tetapi, ibadah haji termasuk istimewa jika dibandingkan rukun islam lainnya. Jika rukun islam lain seperti syahadat, shalat, dan puasa, itu wajib dilaksanakan tanpa membedakan situasi dan kondisi. Bahkan meski dalam kondisi sedang terancam oleh apapun, maka syahadat itu tetap wajib. Meskipun dalam situasi peperangan, maka shalat itu tetap wajib. Meskipun dalam cuaca sangat panas tiada tara, maka puasa itu tetap wajib. Tidak ada alasan untuk meninggalkannya. Jika darurat karena ada udzur, maka tetap wajib mengganti pelaksanaan di lain waktu.</p>
<p>Tetapi terkait haji, maka ada perbedaan. Haji hanya diwajibkan bagi “orang yang mampu”. Dalam konteks ini, yang dimaksud mampu adalah mampu secara finansial atau keuangan, mampu secara fisik badan, mampu secara situasi kondisi keamanan, dan lain sejenisnya. Oleh karena itu, orang yang melaksanakan ibadah haji hanyalah “orang yang terpilih”. Betul-betul terpilih sebagai orang yang mulia dan beruntung. Kita sudah terbiasa mendengar kalimat bahwa ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT. Oleh karena itu, sudah lumrah jika ada orang yang sebetulnya termasuk “mampu” namun belum melaksanakan haji karena “belum mendapatkan panggilan dari Allah SWT”. Bahkan pernah ada kejadian, seseorang sudah daftar haji, sudah siap berangkat haji, begitu sampai di bandara dan melihat pesawat menjadi takut. Akhirnya pulang dan tidak jadi melaksanakan ibadah haji.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>ibadah haji disyari’atkan sesuai dengan sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Dalam al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 27, dijelaskan perintah dari Allah kepada Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam agar menyeru kepada semua manusia supaya melaksanakan ibadah haji.</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ</p>
<p>Artinya: <em>“(Wahai Ibrahim), serulah manusia untuk (mengerjakan) haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki dan mengendarai unta kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh.”</em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Ketika itu, daerah Makkah masih berwujud padang pasir yang sangat sepi tak ada yang menjamah, masih tanpa ada penghuni. Kemudian Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mendapatkan perintah dari Allah SWT agar bermukim di Makkah. Hal seperti ini merupakan cobaan bagi Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, karena sang istri, yaitu Siti Hajar sedang mengandung kemudian melahirkan bayi, yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam. Mari kita bayangkan, betapa berat cobaan tersebut. Sebuah keluarga yang baru saja mendapatkan momongan, kemudian bermukim di tempat yang tidak ada tetangga sama sekali. Dan cobaan belum selesai sampai tahap ini saja. Allah SWT memberi cobaan lagi berupa perintah agar Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kembali ke negeri asalnya dengan meninggalkan sang istri beserta sang bayi di daerah Makkah. Padahal daerah Makkah masih berupa daerah yang sangat sepi, terdiri dari padang pasir tak ada manusia lainnya. Sungguh sangat berat rasanya. Oleh karena itu, ketika Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam berjalan pergi, sang istri menyampaikan pertanyaan: “Kenapa tega meninggalkan semua?” Namun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam tidak kuasa menjawabnya, hanya berjalan menunduk meninggalkan keluarganya. Sang istri menerima kenyataan itu dengan ikhlas meski ada rasa nelangsa. Ditambah lagi kemudian ketika sang bayi, yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam, menangis keras karena kehausan dan butuh air. Mengetahui hal tersebut, sang ibu langsung berusaha mencari air, berlari ke arah bukit Shafa, ternyata tidak menemukan air. Berlari ke arah bukit Marwa, juga tidak menemukan air. Begitu seterusnya sampai tujuh kali. Sampai akhirnya, Allah SWT memberikan pertolongan, berupa munculnya sumber mata air yang keluar dari bawah kaki sang bayi yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Cobaan untuk keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam belum selesai. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mendapatkan perintah agar kembali ke Makkah untuk berkumpul kembali dan membina rumahtangga dengan baik. Adapun Makkah sudah mulai ada penghuni penduduk dikarenakan adanya sumber mata air. Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam menjadi keluarga yang terpandang, dan sang anak yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam, tumbuh berkembang menjadi anak remaja yang tampan berakhlaq mulia. Tetapi, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kembali mendapat cobaan berupa perintah dari Allah SWT, agar mengurbankan sang anak. Sungguh betapa berat cobaan tersebut, yaitu disuruh mengurbankan hal yang paling dicintai. Seandainya boleh memilih, maka Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam memilih dirinya sendiri saja yang dikorbankan, jangan sang anak tersayang. Namun bagaimanapun, hal ini merupakan perintah Allah SWT yang tidak bisa diubah, tidak boleh dibantah. Oleh karena itu, dengan berat hati, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mengajak musyawarah sang istri dan sang anak terkait perintah pengurbanan itu.</p>
<p>Ketika mengetahui bahwa perintah pengurbanan tersebut merupakan perintah dari Allah SWT, maka sang anak tersayang yaitu Nabi Ismail ‘alaihis-salam, menyampaikan kalimat penyejuk kepada sang ayahanda, sebagaimana digambarkan dalam al-Qur’an surat as-Shoffat ayat 102</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">&#8230; قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Artinya: <em>(Ismail) menjawab, “Wahai ayahandaku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu. insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”</em></p>
<p>Singkat cerita, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dengan hati yang pasrah <em>tawakkal </em>pada Allah, bersiap melaksanakan perintah mengurbankan anak tersayang. Begitupun sang anak tersayang, dengan hati yang mantab menghadap Allah SWT, Nabi Ismail ‘alaihis-salam siap dikurbankan.</p>
<p>Tetapi Allah SWT itu tidaklah terlena. Jika ada manusia yang tunduk patuh pada perintah, maka pastilah manusia tersebut akan menjadi mulia tiada terhina sengsara. Maka, pengurbanan Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dan Nabi Ismail ‘alaihis-salam yang begitu patuh tanpa ada bantahan sedikitpun, akhirnya mendapatkan balasan kemuliaan. Nabi Ismail ‘alaihis-salam yang sedang siap dikurbankan, mendapatkan pertolongan Allah melalui Malaikat Jibril yang memindahkan posisi Nabi Ismail ‘alaihis-salam dan menggantinya dengan kambing domba / kibasy. Begitulah yang dikorbankan pada kenyataannya adalah kambing domba / kibasy tersebut. Hingga akhirnya dalam konsep qurban yang disyari’atkan agama islam adalah kambing, domba, atau hewan ternak lain yang biasa dimakan dagingnya dengan ukuran minimal adalah domba / kibasy. Oleh karena itu hewan qurban juga boleh berupa unta, sapi, maupun kerbau.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam memberi teladan bagi kita. Bahwa tidak ada kemuliaan tanpa cobaan. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam yang diberi begitu banyak cobaan dan bisa lulus tersebut, mendapatkan gelar <em>Khalilullah</em>, kekasih Allah, gelar <em>Ulul Azmi</em>, Nabi dengan kesabaran luar biasa, dan gelar <em>Abul Anbiya’</em>, bapak dari para Nabi karena banyak anak keturunan beliau yang menjadi Nabi / Rasul.</p>
<p>Jika kita perhatikan, sebenarnya semua Rasul Nabi itu menerima cobaan yang beraneka rupa. Nabi Adam ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa istri yang membujuk sehingga durhaka pada Allah, dengan menerjang larangan mendekati dan makan buah quldi. Nabi Nuh ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa anak durhaka yang melawan perintah agar menyelamatkan diri naik ke perahu. Nabi Ya’qub ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa anak-anak yang tidak rukun sehingga iri dengki. Nabi Yusuf ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa wanita cantik yang menggoda mengajak berbuat hina. Nabi Ayyub ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa penyakit yang melanda tubuh dengan sangat mengenaskan. Nabi Isa ‘alaihis-salam mendapatkan cobaan berupa sahabat yang berkhianat dan menjadi mata-mata musuh. Apalagi Nabi Muhammad SAW, banyak cobaannya.</p>
<p>Semua Nabi yang mendapatkan cobaan, pasti diterima dengan lapang dada. Meskipun mungkin ada sedikit rasa nelangsa, maka lumrah karena semua Nabi juga merupakan manusia. Contohnya Nabi Muhammad SAW ketika mendapatkan cobaan ditinggal wafat sang istri yaitu Khadijah, dan sang paman yaitu Abu Thalib, maka Nabi Muhammad SAW juga merasakan hati merana, sehingga tahun kejadian tersebut disebut sebagai “<em>amul husni</em>” atau tahun kesedihan. Tetapi setelah cobaan tersebut diterima dengan lapang dada kesabaran, maka Nabi Muhammad SAW mendapat mukjizat <em>isra’ mi’raj</em>.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Segala macam cobaan itu ada kaitan dengan kesabaran. Barangsiapa yang sedang mendapatkan cobaan, maka harus sabar. Konsep demikian ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 153</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Artinya: <em>“wahai orang-orang yang beriman, mohonlah pertolongan (pada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”</em></p>
<p>Oleh karena itu, Nabi Ismail ‘alaihis-salam ketika diberitahu akan dikurbankan, beliau berupaya memohon kepada Allah agar dijadikan sebagai orang yang tabah dan sabar, begitu juga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dan sang istri, memohon pada Allah agar dimantabkan imannya sehingga tidak goyah meskipun cobaannya begitu berat. Ketika ada setan yang menggoda agar tidak terlaksana pengorbanan yang diperintahkan oleh Allah, maka setan tersebut langsung dilempar batu oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, semua merasa mantab bahwa perintah Allah wajib dilaksanakan dengan sabar dan lapang dada, mengharap ridho Allah semata, sehingga kelak di akhirat mendapatkan kebahagiaan. Ketaqwaan Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam sekeluarga itu harus kita teladani. Bagaimana kita berupaya agar istri dan juga anak kita bisa mengabdi beribadah dengan baik pada Allah SWT. Bagaimana agar kita sekeluarga tidak terlena oleh dunia dan tetap teguh berupaya mencari kebaikan akhirat. Hal ini sesuai dengan firman Allah dalam al-Qur’an surat al-An’am ayat 32</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْو ٌ ۗ  وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ</p>
<p>Artinya: <em>“Dan tidaklah kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan sendau gurau belaka. Sedangkan kehidupan negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa. Apakah kamu tidak mengetahuinya.”</em></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kita memahami bahwa kita sebagai umat islam ini, tidak diperintahkan mengurbankan anak sebagaimana perintah yang diterima oleh Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Kita hanya diperintahkan untuk mengurbankan harta yang berupa hewan qurban. Sejatinya, jika kita menyembelih hewan qurban, tidaklah berarti kita menghaturkan daging beserta darah hewan qurban kepada Allah SWT. Melainkan kita hanya menghaturkan ketaqwaan yang ditunjukkan dengan kesediaan melaksanakan perintah kurban. Hal seperti ini sudah dijelaskan dalam al-Qur’an surat al-Hajj ayat 37</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُـحـُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ</p>
<p>Artinya: <em>“Bukanlah daging dan darah (hewan qurban) yang sampai pada Allah, melainkan yang sampai pada Allah adalah ketaqwaan kalian.”</em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Daging hewan qurban di<em>tasyaruf</em>kan pada tetangga fakir miskin. Adapun bagi yang berkurban, juga diperkenankan untuk ikut memakan daging hewan qurban. Yang pasti, konsep <em>tasyaruf</em> atau pembagian daging kewan qurban, menurut ilmu sosiologi, sangat tepat sebagai sarana perekat sesama anggota masyarakat. Kita bisa melihat, ketika ada orang yang mendapatkan bagian daging hewan qurban, wajahnya begitu berseri. Meskipun daging tersebut tidak banyak, namun hatinya tetap gembira terpancar dari raut wajah. Yang demikian ini karena semua mendapatkan keberkahan.</p>
<p style="text-align: left;">Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan berkah rahmah kepada kita semua, sehingga kita bisa melaksanakan ibadah qurban, ibadah haji, dan bisa membawa keluarga kita dalam kebaikan sehingga sakinah mawaddah wa rahmah. Aamiin.</p>
<p style="text-align: right;"> بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ   وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ   وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: left;"><strong>Khutbah II</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا ، لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ</p>
<p style="text-align: right;"> وَاللهُ أَ كْبَرُ ,  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ ,  وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّـبِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .</p>
<p style="text-align: right;">أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْ لُهُ .</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ .  فَيَا عِبَادَ اللهِ ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ</p>
<p style="text-align: right;">فَقَالَ اللهَ تَعَالَى جَلَّ جَلاَلُهُ عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلـُّـوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الـَّذِيْنَ آمَنُوا صَلـُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ ، وَتَابِعِـى التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ ، وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ , اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَاُمَّتَنَا ، وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا ، وَفُقَهَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا ، صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ ,  اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْـمُسْلِمِيْنَ , اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَاْلـمُنْكَرَ وَاْلبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ اْلـمُخْتَلِفَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَآصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلـمُسْلِمِيْنَ عَامَةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ , وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا , رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اَتْـمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>
<p style="text-align: right;">وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ الله . اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ  يَعِظُكُمْ لَعَلـَّكُمْ تَذَّ كَّـرُوْنَ  فَاذْ كُـرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ  يَذْ كُـرْكُـمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُـمْ</p>
<p style="text-align: right;">وَ لَذِكْـرُ اللهِ اَكْبَرُ</p>
<p>Sumber Materi Khutbah     : LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>Editor Penulisan Materi     : Marsudi, Sekretaris PC LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-indonesia-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 31 May 2025 01:34:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya kurban]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[nu ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[pcnu ponorogo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7260</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7261" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Idul-Adha-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>Jamaah Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan menyambut hari Raya Idul Adha 1446 H. Untuk itu, Tim redaksi NU Online Ponorogo telah menyiapkan teks khutbah Idul Adha berbahasa Jawa. Khutbah Idul Adha kali ini berjudul “Cobaan, Kesabaran dan Berkurban<em><strong>.”</strong></em></p>
<p>السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p><strong>Khutbah I</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)<br />
اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا , وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا , لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ , مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ , لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ , صَدَقَ وَعْدَهُ , وَنَصَرَ عَبْدَهُ , وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ &#8211; لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ   &#8211;   اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ<br />
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ &#8230;  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ الْأَضْحَى . أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المْـُسْتَقِيْمِ &#8211;  اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَنْ أُنْزِلَ إِلَيْهِ الْفُرْقَانُ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن , أَمَّا بَعْدُ</p>
<p style="text-align: right;">إِخْوَانِيْ رَحِمَكُمُ اللهُ ، اِعْلَمُوْا أَنَّ هَذَا الْيَوْمَ الْأَزْهَرَ، هُوَ يَوْمُ الْعِيْدِ الْأَكْبَرُ ، فِيْهِ يُعْمَلُ أَكْثَرُ أَعْمَالِ الْحَجِّ ، وَهُوَ يَوْمٌ مِنْ أَيَّامِ الشَّهْرِ الْحُـرُامِ</p>
<p style="text-align: right;"> اِنَّ عِدَّةَ الشُّهُوْرِ عِنْدَ اللّٰهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِيْ كِتٰبِ اللّٰهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ مِنْهَآ اَرْبَعَةٌ حُرُمٌۗ</p>
<p style="text-align: right;">فَيَآ أَيُّهَا المْـُؤْمِنُوْنَ , أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المــُــتَّقُوْنَ ,  وَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَـاتِهِ , وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْـكَرِيْمِ :</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kumandang takbir maringi pratondho, bilih kito taksih kaparingan panjang yuswo, saged pinanggih dinten harioyo. Pramilo sumonggo, tansah ngunjukaken pujo puji syukur kito, wonten ngarsanipun Gusti Allah, Gusti ingkang Moho Kuwoso, Gusti ingkang wajib sinembah dening makhluk sedoyo. Sumonggo kito tansah ningkataken taqwa, kanthi sendiko dawuh nglampahi perintah saking Gusti Allah, dipun sarengi nebihi awisanipun kanthi mutlak mboten mbalelo. Mugi-mugi kanthi mekaten puniko, kito saged pikantuk rahmatipun Gusti Allah, sahinggo wonten ing dunyo ngantos akhirat tansah bejo mulyo.</p>
<p>Sholawat tuwin salam mugiyo tansah kalimpahaken dumateng Kanjeng Nabi Muhammad SAW, pinongko <em>uswatun hasanah</em>, titah pinilih ingkang dados panuntun umatipun kanthi tulodho ingkang sae, mbedhol saking jaman jahiliyah lumebet jaman islamiyah, ingkang kebag barokah rahmah lan hidayah saking Gusti Allah. Mugi-mugi kanthi asring maos sholawat, kito dipun akui dados umatipun Kanjeng Nabi Muhammad SAW sahinggo pikantuk syafa’at ipun  &#8230;  aamiin.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p style="text-align: right;">اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ  ,  هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْأَضْحَى</p>
<p>Mangertoso bilih saestu dinten meniko dinten sae kagem panjenengan sedoyo. Nggih dinten meniko kawastan dinten harioyo ‘idul adha. Dinten harioyo ‘idul adha puniko dinten ingkang minulyo. Mangertoso bilih wonten ing tlatah Makkah al-Mukarromah, wonten ing tanah suci mriko, jutaan manungso saking sedoyo bongso negoro, ingkang wujud kulit badanipun nggih maneko warno, ingkang adat budayanipun nggih bedo, sak meniko kempal manunggal sowan wonten ing baitullah. Nindakaken reroncening urutan ibadah ingkang sami, mboten wonten ingkang salang surup, mboten wonten ingkang debat eyel-eyelan rumaos paling bener caranipun ibadah, sedoyo nindakaken paugeran ingkang sampun ginaris tanpo mbalelo, nggih puniko ibadah haji.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Bilih ibadah haji puniko kalebet salah satunggalipun Rukun Islam. Pramilo awit saking puniko, sedoyo priyantun ingkang agaminipun islam, nggih kedah nglampahi ibadah haji. Ananging, ibadah haji puniko termasuk istimewa menawi dibandingaken Rukun Islam lintunipun. Menawi Rukun Islam lintu kados to Syahadat, Sholat, lan Poso, meniko wajib dipun laksanaken tanpo mbeda-aken situasi lan kondisi. Bahkan masio kondisi nembe dipun ancam punopo kemawon, syahadat niku tetep wajib. Masio situasi perang, sholat niku tetep wajib. Masio kondisi panas ngenthak-ngenthak, poso niku tetap wajib. Mboten wonten alasan kok mboten wajib. Ananging menawi haji, meniko namung dipun wajibaken tumraping priyantun ingkang kuwaos. Tegese kuwaos puniko nggih biaya, kondisi badan, situasi keamanan, lan lintunipun. Pramilo awit saking puniko, priyantun ingkang saged nglampahi haji puniko anamung priyantun ingkang pinilih. Estu – estu pinilih, minulyo, lan priyantun ingkang bejo kemayangan. Sampun lumrah kasebat bilih “ibadah haji merupakan panggilan Allah SWT”. Pramilo sampun lumrah ugi, menawi wonten priyantun ingkang masio kalebet priyantun kuwaos ananging dereng tindhak haji kranten “dereng pikantuk timbalan”. Bahkan nate wonten kedadosan, priyantun sampun daftar haji, sampun siap bidal, sampun dugi bandara, nuli ngertos pesawat langsung ajrih mbalik wangsul mboten purun bidal haji.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>ibadah haji dipun syari’ataken miturut tindak lampahipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Wonten al-Qur’an surat Al-Hajj ayat 27, dipun jelasaken perintah saking Gusti Allah dumateng Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam nimbali sedoyo manungso amrih tindak Makkah sakperlu nglaksana-aken ibadah haji. Mekaten suraosipun:</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَاَذِّنْ فِى النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالًا وَّعَلٰى كُلِّ ضَامِرٍ يَّأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ</p>
<p>Menggah artosipun: <em>“(Ibrahim) timbalono marang manungso kelawan perintah nglaksana-ake ibadah haji, yekti poro manungso bakal tumeko kelawan mlaku lan numpak unto kang kuru soko sekabehing tlatah kang adoh.” </em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Rikolo semanten, tlatah Makkah taksih awujud padang pasir kang sepi mamring mboten wonten ingkang njamah, dereng wonten ingkang manggeni. Lajeng Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam pikantuk perintah saking Gusti Allah amrih manggen wonten ing Makkah. Ingkang kados puniko pinongko pacoban tumraping Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, kranten keng garwo, nggih puniko ibu Siti Hajar nembe ngandut nuli nglahiraken keng putro, nggih puniko Nabi Ismail ‘alaihis-salam. Menawi saged kito angen-angen, sepinten awratipun pacoban puniko. Satunggaling kaluwargo ingkang nembe gadhah putro, lajeng manggen wonten panggenan ingkang mboten wonten tanggi tepalihipun. Cobaan dereng kendhat semanten. Gusti Allah paring pacoban malih arupi perintah amrih Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kondur dateng negaranipun lan ninggalaken keng Garwo ugi keng Putro ing tlatah Makkah. Padahal tlatah Makkah taksih sepi mamring arupi padhang gurun pasir mboten wonten manungso nipun. Saestu awrat sanget raosipun. Pramilo naliko Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam badhe mlampah kondur, keng garwo nuli nyuwun pirso: “teng nopo kok tego ninggalaken?” Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam mboten kumowo paring wangsulan, namung ndingkluk nglajengaken lampah ninggalaken keluwarganipun. Keng garwo, nggih puniko ibu Siti Hajar nampi kasunyatan meniko kanthi lilo masio keronto-ronto. Tinambah malih nalikaning keng putro, nggih puniko Nabi Ismail ‘alaihis-salam ingkang taksih bayi, nangis mboten kanten-kantenan mbetahaken tuyo unjukan. Ibu Siti Hajar bingung nuli age-age pados tuyo, mlajar dateng bukit Shofa, mboten manggihi tuyo. Mlajar malih dumugi bukit Marwa, mboten manggihi tuyo. Mekaten ngantos mbolak-mbalik ambal kaping pitu (tindak lampah puniko ingkang sakmeniko dados prosesi ibadah <em>sa’i</em> wonten ing haji). Sahinggo Gusti Allah paring pitulung, arupi maringi sumber tuyo ingkang mijil saking ngandhap sukunipun jabang bayi Nabi Ismail ‘alaihis-salam.</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Pacobanipun kaluwargo Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam taksih dereng rampung. Nalikanipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam sampun kaparingan perintah saking Gusti Allah amrih nglempak malih dateng Makkah, nuli gesang bebrayan kanthi sae. Kranten sampun wonten sumber tuyo, pramilo tlatah Makkah milai wonten ingkang manggeni lan milai kathah penduduk. Kaluwargo Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam dados kaluwargo ingkang minulyo lan keng putro, hanenggih Nabi Ismail ‘alaihis-salam milai ngancik dados sinoman ingkang bagus praupan lan bagus akhlaq-ipun. Ananging Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam pikantuk perintah malih saking Gusti Allah, amrih ngurbanaken keng putro. Yekti awrat sanget pacoban puniko, hanenggih kapurih ngurbanaken hal ingkang paling dipun tresnani. Prasasat umpami kepareng milih, kamongko Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam pilih badanipun piyambak ingkang dipun kurbanaken, sanes keng putro kinasih. Ananging meniko perintah saking Gusti Allah, mboten saged dipun owahi, mboten kepareng mbalelo. Pramilo kanthi keronto-ronto, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam rerundingan kelawan keng garwo lan keng putro gegautan kaliyan perintah kurban puniko. Nguningani bilih perintah kurban puniko saking Gusti Allah, lajeng keng putro, hanenggih Nabi Ismail ‘alaihis-salam, nuli matur dumateng Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, kados kaserat wonten al-Qur’an surat as-Shoffat ayat 102</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">&#8230; قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Artosipun: <em>“(Nabi Ismail ‘alaihis-salam) matur: duh Bapak kulo, monggo panjenengan lampahi punopo ingkang dipun printahaken (Gusti Allah) dumateng panjenengan. Panjenengan badhe nemahi kulo, insya Allah, kulo kalebet tiang-tiang ingkang sabar.”</em></p>
<p>Ringkesing kedadosan, akhiripun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kanthi manah ingkang sumeleh <em>tawakkal</em> dumateng Gusti Allah, siogo ing gati badhe nglampahi perintah ngurbanaken keng putro kinasih. Semanten ugi Nabi Ismail ‘alaihis-salam kanthi manah ingkang madhep manteb dumateng Gusti Allah, siogo dipun kurbanaken.</p>
<p>Ananging Gusti Allah meniko mboten sare, saestu bilih Gusti Allah meniko mboten sare. Lan perlu dipun mangertosi bilih menawi manungso puniko manut perintahipun Gusti Allah, kamongko mesthi bakal mulyo ora bakalan ino sengsoro. Pramilo pangurbananipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam kaliyan Nabi Ismail ‘alaihis-salam ingkang manut madhep manteb mboten mbalelo, akhiripun kaganjar kamulyan. Nabi Ismail ‘alaihis-salam ingkang badhe dipun kurbanaken, langsung dipun slametaken lumantaran Malaikat Jibril ingkang mindah posisi Nabi Ismail ‘alaihis-salam lan nggantos kelawan domba / kibasy. Akhiripun ingkang disembelih dados kurban nggih domba puniko.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Sejarah Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam paring tulodho tumraping kito. Bilih mboten wonten kamulyan tanpo pacoban. Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam ingkang diparingi pacoban kathah lan akhiripun lulus puniko, pikantuk kamulyan arupi gelar <em>Khalilullah</em>, kekasihing Gusti Allah, gelar <em>Ulul Azmi</em>, priyantun ingkang nggadahi kesabaran luar biasa, lan gelar <em>Abul Anbiya’</em>, bapak ipun poro Nabi kranten kathah anak turunipun ingkang dados Nabi.</p>
<p>Menawi kito angen-angen, sejatosipun sedoyo Nabi Rasul puniko nampi pacoban ingkang maneko warno. Nabi Adam ‘alaihis-salam kacubo kanthi garwanipun ingkang ngajak mbalelo duroko saking awisanipun Gusti Allah arupi dahar woh-wohan quldi. Nabi Nuh ‘alaihis-salam kacubo kanthi putranipun ingkang mbalelo mboten purun miturut dawuhipun Gusti Allah amrih nitih prau. Nabi Ya’qub ‘alaihis-salam kacubo kanthi putra-putranipun ingkang mboten rukun sahinggo iri dengki. Nabi Yusuf ‘alaihis-salam kacubo kanthi wong wadon kang nggudho ngajak tumindhak olo. Nabi Ayyub ‘alaihis-salam kacubo kanthi badan ingkang kebak penyakit. Nabi Isa ‘alaihis-salam kacubo kanthi shohabatipun ingkang khianat. Nopo malih Nabi Muhammad SAW, kathah sanget pacobanipun.</p>
<p>Sedoyo Nabi ingkang nampi pacoban, mesthi dipun tampi kanthi jembaring manah. Kalamunto rumaos keronto-ronto, niku namung sedelo, kranten sekabehing Nabi niku nggih titah manungso. Nabi Muhammad SAW nalikaning nampi pacoban dipun tinggal wafat dening keng garwo, Siti Khadijah lan ugi paman Abu Thalib, nggih ngraosaken susah manahipun. Pramilo wekdal niku kawastan “<em>amul husni</em>” utawi tahun belosungkowo. Ananging saksampunipun tinampi kanthi sumeleh kebag kesabaran, lajeng Nabi Muhammad SAW pikantuk mukjizat <em>isra’ mi’raj</em>.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Pacoban puniko gegautan kaliyan kesabaran. Sinten kemawon ingkang nembe nampi pacoban, kedah sabar. Ingkang mekaten puniko miturut perintahipun Gusti Allah wonten ing al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 153</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اسْتَعِيْنُوْا بِالصَّبْرِ وَالصَّلٰوةِۗ اِنَّ اللّٰهَ مَعَ الصّٰبِرِيْنَ</p>
<p>Menggah  artosipun: <em>“he wong-wong kang podo iman, nenuwun-o pitulungan (marang Gusti Allah) kelawan sabar lan sholat. Sak temene Gusti Allah iku nyertani marang wong-wong kang sabar.”</em></p>
<p>Pramilo Nabi Ismail ‘alaihis-salam nalikanipun mangertos badhe dipun kurbanaken, lajeng mbudidoyo nyenyuwun dumateng Gusti Allah amrih didadosaken tiyang ingkang sabar. Semanten ugi, Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam lan Siti Hajar nyenyuwun dumateng Gusti Allah amrih dipun mantebaken imanipun sahinggo mboten goyah. Naliko wonten setan ingkang nyobi nggudo amrih mboten tamtu kaleksanan kurbanipun Nabi Ismail ‘alaihis-salam, pramilo setanipun dipun balang watu dening Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam (tindak lampah puniko ingkang sakmeniko dados prosesi ibadah lempar <em>jumroh</em> wonten ing haji). Keluarganipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam, sedoyo sampun manteb bilih perintah Gusti Allah puniko wajib dipun laksanaaken kanthi sabar lan jembar manah, murih ridhaning Gusti Allah, sahinggo benjang wonten akhirat, saged nemahi karaharjan. Ketaqwa-anipun Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam sak kaluwargo puniko kedah kito tuladani. Pripun amrih kita sak garwo sak putro saged ngabekti ngibadah kanthi sae dumateng Gusti Allah. Pripun amrih kito mboten kabujuk dunyo lan tetep teguh mbudidoyo kesaenan akhirat. Kranten Gusti Allah sampun dawuh wonten ing al-Qur’an surat al-An’am ayat 32 ingkang suraosipun</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا لَعِبٌ وَّلَهْو ٌ ۗ  وَلَلدَّارُ الْاٰخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِيْنَ يَتَّقُوْنَۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ</p>
<p>Artosipun: <em>“Lan ora ono panguripan ing dunyo iku kajobo mung dolanan lan guyonan. Lan yekti nagari akhirat iku luwih becik tumraping wong-wong kang taqwa. Kamongko opo siro ora ngerteni?.”</em></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ  وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Kito sami mangertosi bilih kito umat islam puniko, mboten dipun perintah ngurbanaken putro kados perintah ingkang dipun tampi Nabi Ibrahim ‘alaihis-salam. Kito dipun perintah amrih ngurbanaken bondho kemawon, nggih puniko arupi kewan qurban. Sejatosipun menawi kita nyembelih kewan qurban, mboten ateges kito ngaturaken daging lan getih kewan qurban dumateng Gusti Allah. Ananging kito namung ngaturaken ketaqwaan kito ingkang sendiko dawuh nglampahi perintah kurban. Kados mekaten puniko sampun dipun jelasaken wonten al-Qur’an surat al-Hajj ayat 37</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَّنَالَ اللّٰهَ لُـحـُوْمُهَا وَلَا دِمَاۤؤُهَا وَلٰكِنْ يَّنَالُهُ التَّقْوٰى مِنْكُمْۗ</p>
<p>artosipun: <em>“ora tumekan marang Gusti Allah sekabehane daging (kewan qurban) lan getih</em><em>&#8211;</em><em>e, ananging kang tumekan marang Gusti Allah yoiku taqwa siro kabeh.”</em></p>
<p><em>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</em></p>
<p>Daging kewan qurban dipun <em>tasyaruf</em>aken dumateng tanggi tepalih fakir miskin. Wondene ingkang berqurban nggih kepareng menawi nderek dahar daging kewan qurban. Ingkang baku, konsep <em>tasyaruf</em> utawi pembagian daging kewan qurban meniko, miturut ilmu sosiologi, meniko sae sanget sak perlu ngraketaken anggota masyarakat. Kito saged mirsani, naliko wonten tiyang ingkang pikantuk daging kewan qurban, wajahipun sumringah bungah. Masio daging kewan qurban ingkang dipun bagi mboten kathah ingkang tinampi, ananging raos manah mesthi bungah. Kranten sedoyo niku wau pikantuk berkah.</p>
<p>Mugi-mugi Gusti Allah tansah paring berkah rahmah dumateng kito, sahinggo kito saged nglampahi ibadah qurban, saged tindak haji, lan saged ngrekso kaluwargo sahinggo sakinah mawaddah wa rahmah. Aamiin.</p>
<p style="text-align: right;"> بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ   وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ   وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  , بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّآ اَعْطَيْنٰكَ الْكَوْثَرَۗ   فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْۗ   اِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الْاَبْتَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ</p>
<p><strong>Khutbah II</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا ، لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ</p>
<p style="text-align: right;"> وَاللهُ أَ كْبَرُ ,  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ ,  وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّـبِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .</p>
<p style="text-align: right;">أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْ لُهُ .</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ .  فَيَا عِبَادَ اللهِ ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ</p>
<p style="text-align: right;">فَقَالَ اللهَ تَعَالَى جَلَّ جَلاَلُهُ عَلِيْمًا : إِنَّ اللهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلـُّـوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الـَّذِيْنَ آمَنُوا صَلـُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ، اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ ، وَتَابِعِـى التَّابِعِيْنَ لَـهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ  وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ ، وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ , اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَاُمَّتَنَا ، وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا ، وَفُقَهَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا ، صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا ، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ ,  اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْـمُسْلِمِيْنَ , اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَاْلـمُنْكَرَ وَاْلبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ اْلـمُخْتَلِفَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَآصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلـمُسْلِمِيْنَ عَامَةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ , وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا , رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اَتْـمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ</p>
<p style="text-align: right;">وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ الله . اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ  يَعِظُكُمْ لَعَلـَّكُمْ تَذَّ كَّـرُوْنَ  فَاذْ كُـرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ  يَذْ كُـرْكُـمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُـمْ</p>
<p style="text-align: right;">وَ لَذِكْـرُ اللهِ اَكْبَرُ</p>
<p>Sumber Materi Khutbah     : LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>Editor Penulisan Materi     : Marsudi, Sekretaris PC LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/">Cobaan, Kesabaran dan Berkurban &#8211; Khutbah Idul Adha Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/cobaan-kesabaran-dan-berkurban-khutbah-idul-adha-bahasa-jawa-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinten Kebahagiaan &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/dinten-kebahagiaan-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/dinten-kebahagiaan-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 06:24:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7012</guid>

					<description><![CDATA[<p>&#160; Assalamualaikum, Wr., Wb. Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah,... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dinten-kebahagiaan-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/">Dinten Kebahagiaan &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7014" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-2.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-2.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-2-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-2-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-2-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-2-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-2-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p><em>Assalamualaikum, Wr., Wb.</em></p>
<p>Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan menyambut hari Raya Idul Fitri 1446 H. Untuk itu, Tim redaksi NU Online Ponorogo telah menyiapkan teks khutbah Idul Fitri. Khutbah Idul Fitri kali ini berjudul &#8220;<em><strong>Dinten Kebahagiaan.&#8221;</strong></em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الأولى</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)<br />
اللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا , وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا , لَاإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلاَّ إِيّاَهُ ,</p>
<p style="text-align: right;">مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْكَرِهَ الْكاَفِرُوْنَ , لاَإِلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ , صَدَقَ وَعْدَهُ , وَنَصَرَ عَبْدَهُ , وَأَعَزَّ جُنْدَهُ</p>
<p style="text-align: right;">وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ &#8211; لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ   &#8211;   اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ<br />
اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ &#8230;  اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ جَعَلَ لِلْمُسْلِمِيْنَ عِيْدَ اْلفِطْرِ بَعْدَ صِيَامِ رَمَضَانَ . أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الْجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ , وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المْـُسْتَقِيْمِ &#8211;  اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مَنْ أُنْزِلَ إِلَيْهِ الْفُرْقَانُ سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْن , أَمَّا بَعْدُ</p>
<p style="text-align: right;">فَيَآ أَيُّهَا المْـُؤْمِنُوْنَ , أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ ,  وَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَـاتِهِ , وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  . قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْـكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ</p>
<p style="text-align: right;">وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَـكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ</p>
<p><strong> </strong>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</p>
<p>Wonten ing kesempatan enjing kebag barokah puniko, kumandang takbir ngebag-i angkoso, pramilo sumonggo, kito tansah ngunjuk-aken raos puji syukur wonten ngarsanipun Gusti Allah, Gusti ingkang akaryo jagad. Mboten wonten Gusti lintune, kajobo namung Gusti Allah, Gusti ingkang wajib sinembah dening sedoyo makhluk. Sumonggo kito tansah ningkataken ajrih soho taqwa, kanthi sendiko dawuh nglampahi perintah saking Gusti Allah sak-kuwaos kito, dipun sarengi nebihi awisanipun kanthi mutlak mboten mbalelo. Mugi-mugi kanthi mekaten, kito saged dados makhluk ingkang bejo mulyo dunyo ngantos akhirat, pikantuk rahmatipun Gusti Allah.</p>
<p>Sholawat tuwin salam mugiyo tansah kalimpahaken dumateng Kanjeng Nabi Muhammad SAW, pinongko mustikaning jagad, titah pinilih ingkang dados utusanipun Gusti Allah, ingkang sampun nuntun umatipun kanthi tulodho ingkang sae, amrih uwal medal saking pepeteng ing dunyo, tumuju pagesangan ingkang padhang jingglang, kebag barokah rahmah lan hidayah saking Gusti Allah. Mugi-mugi kanthi asring maos sholawat, kito dipun akui dados umatipun Kanjeng Nabi Muhammad SAW sahinggo pikantuk syafa’at ipun  &#8230;  aamiin.</p>
<p>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</p>
<p>Wonten ing tahun puniko, kito taksih saged ngumandangaken takbir, bilih artosipun kito taksih kaparingan wekdal panjang yuswo, kepanggih ‘idul fitri malih. Hanenggih dinten ingkang kebag bebungah lan kebag pangapuro ingkang turah mblawah.</p>
<p style="text-align: right;">اِعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمُ عِيْدِ الْفِطْرِ ,  وَيَوْمُ السُّرُوْرِ ,  وَيَوْمُ الْمَغْفُوْرِ</p>
<p>Dinten ‘idul fitri kang kebag barokah lan bungah puniko mratandani bilih umat islam saged suci resik saking duso kanthi titel <em>fitrah</em>. Sebab sak derengipun ‘idul fitri, ing wulan Romadlon, kito sampun nglampahi ibadah siyam utawi poso setunggal wulan muput, tuwin ibadah sanes-sanesipun, kados to sholat tarawih, tadarus al-Qur’an, shodaqoh, soho amal-amal sae lintunipun. Pramilo, estu bejo sanget tumraping tiyang ingkang kalampahan nindak-aken siyam linambaran iman soho ngajeng-ngajeng <em>maghfiroh</em> saking Gusti Allah.</p>
<p>Raos bungah naliko dinten ‘idul fitri puniko, ugi badhe kito raosaken benjing wonten akhirat. Kito badhe pikantuk rohmat saking Gusti Allah, pikantuk sih kawelasan, jer naliko kito gesang ing alam dunyo, sampun purun nindak-aken siyam utawi poso. Perlu dipun pahami, bilih ganjaran siyam utawi poso puniko namung Gusti Allah ingkang mangertosi, kranten ibadah siyam utawi poso puniko namung kagem Gusti Allah, bukti ngabekti kito pinongko kawulo utawi makhluk-ipun. Pemahaman puniko kanthi dasar dawuhipun Kanjeng Nabi Muhammad SAW wonten ing salah satunggaling hadits qudsi ingkang suraosipun mekaten</p>
<p style="text-align: right;">قَالَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ :  كُلُّ عَمَلِ ابۡنِ آدَمَ لَهُ ,  إِلَّا الصِّيَامَ ,  هُوَ لِي وَأَنَا أَجۡزِيْ بِهِ (رَوَاهُ مُسْلِمْ)</p>
<p>artosipun: <em>“Allah ‘Azza wa Jalla dawuh: saben-saben amal perbuatan anak turune Nabi Adam (nggih puniko manungso) iku kanggo awak e dewe, kajobo poso. Amalan poso iku kanggo ingsun (Allah), lan ingsun (Allah) kang bakal paring piwales ingatase wong kang nglakoni poso.”</em>  (Hadits den riwayataken dening Imam Muslim)</p>
<p>Pramilo tumraping tiyang ingkang nindak-aken siyam utawi poso puniko, sak lintunipun ganjaran ingkang ageng, ugi wonten macem-macem bebungah. Hanenggih wonten bebungah nalikaning <em>ifthor</em> utawi buko poso, bebungah nalikaning manggihi rioyo, lan bebungah nalikaning wonten alam akhirat. Kosok wangsulipun, tiyang ingkang mboten purun siyam utawi poso, nggih mesthine mboten pikantuk raos bungah naliko buko, naliko rioyo, ugi naliko wonten ing alam akhirat. Hanenggih ingkang mekaten puniko, sayekti tiyang ingkang tansah mbalelo dumateng dawuh perintahipun Gusti Allah. Benjang wonten akhirat, kathah tiyang ingkang nandhang susah, kalamunto nemahi kawontenan akhirat ingkang sarwo mboten sakeco, kranten lumoh ngibadah sahinggo amalipun kathah ingkang olo, mboten purun poso, lan namung mburu dunyo. Padahal poro manungso sampun dipun wanti-wanti kanthi pepeling wonten ing al-Qur’an surat adz-Dzariyat ayat 56  ingkang suraosipun:</p>
<p style="text-align: right;">  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ</p>
<p>menggah artosipun: <em>“Lan ingsun (Allah) ora nyiptak-ake jin lan manungso, kajobo amrih ngibadah marang insun (Allah).”</em></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</p>
<p>Dinten ‘idul fitri wonten ing tanah Jowo, lumrah kasebat dinten rioyo utawi riyadin. Menggah hakikatipun nggih puniko raos syukur kranten saged mbalik suci lajeng tambah taqwanipun dumateng Gusti Allah. Wonten setunggaling <em>maqolah</em> ngaturaken bilih Sayyidina ‘Ali bin Abi Tholib, dawuh</p>
<p style="text-align: right;">لَيْسَ الْعِيْدُ مَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ , وَلَـكِنَّ الْعِيْدَ مَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْدُ</p>
<p>Jumbuh kaliyan dawuhipun Sayyidina ‘Ali puniko, pramilo wonten setunggaling ulama sufi, nggih puniko Syaikh Abu Yazid al-Busthomi, ugi dawuh</p>
<p style="text-align: right;">لَيْسَ الْعِيْدُ لِمَنْ لَبِسَ الْجَدِيْدَ  , وَلَا لِمَنْ اَ كَلَ الْقَدِيْدَ , وَلَـكِنَّ الْعِيْدَ لِمَنْ طَاعَتُهُ تَزِيْدُ , وَخَافَ الْوَعِيْد</p>
<p>menggah artosipun: <em>“Mboten dipun wastani riyadin tumraping tiyang ingkang agemanipun enggal, Lan ugi mboten tumraping tiyang ingkang dedaharanipun daging kang raose eco. Ananging kang winastan riyadin niku tumraping tiyang ingkang tambah ta’at ipun dumateng Gusti Allah, Lan ajrih tumraping ancaman sikso saking Gusti Allah.”</em></p>
<p>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</p>
<p>Pramilo masio naliko rioyo katon pating galebyar klambi anyar, sarung lan kopyah katon mewah, kalamunto sak derenge niku mboten purun poso, yekti sedoyo kolowau muspro. Saking <em>maqolah</em> puniko, kito saged mahami bilih sejatosipun rioyo niku sanes babakan klambi anyar lan panganan jajan kang kebag ing mejo, ananging babakan ningkat-aken taqwa dumateng Gusti Allah. Sejatosipun rioyo puniko arupi tujuan <em>maqom</em> utawi tingkatan akhir saking tiyang ingkang nglampahi poso, kados firmanipun Gusti Allah wonten ing al-Qur’an surat al-Baqoroh ayat 183</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  : يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمـَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّـكُمْ تَتَّقُوْنَۙ</p>
<p>artosipun: <em>“He wong-wong kang podo iman, den wajibake ingatase siro kabeh amrih poso, koyo ndene den wajibake ingatase wong-wong sak durunge siro, (kang mengkono iku) amrih siro tambah taqwa (dumateng Gusti Allah).”</em></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ   اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</p>
<p>Ugi sampun dados tradisi ing tanah Jowo, bilih nalikaning rioyo, kito nguri-uri adat <em>silaturohim</em> kanthi sowan dumateng poro pinisepuh, lan ugi sanak kadang, soho tanggi tepalih. Kito lampahi <em>silaturohim</em> puniko kanthi <em>istiqomah</em>. Kanthi niat ingkang sae, ngraket-aken pasederekan <em>ukhuwah islamiyah,</em> niat murih ridhanipun Gusti Allah. Kito pinongko kaum muslimin, ampun ngantos uwal pasederekan, ampun ngantos katingal renggang, nopo malih ungkur-ungkuran. Nalikaning gesang bebrayan wonten ing masyarakat, tartamtu kito nate khilaf, tartamtu nate wonten klenta-klentunipun atur, tartamtu nate wonten tindak-tanduk ingkang mboten ngremenaken penggalih tiyang sanes. Utaminipun dumateng kaluwargo kito piyambak, dumateng garwo, dumateng anak, dumateng tiyang sepah, dumateng moro sepah, dumateng sedulur tunggal kandung, lan mesthinipun dumateng tonggo mepet griyo. Pramilo sumonggo njembar dodo, wantun ndisik-i nyuwun ngapuro. Sayekti mboten ateges ino tumraping tiyang ingkang nyuwun pangapuro, ananging justru meniko-lah tiyang ingkang mulyo. Wondene tiyang ingkang mboten purun nyuwun pangapuro dumateng sepodo-podo manungso, meniko-lah kalebet tiyang ingkang jumowo. Mangertos-o, bilih jumowo puniko sifatipun iblis ingkang katundhung saking suwargo.</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ  اَللهُ أَ كْبَرُ  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</p>
<p>Sak lintunipun kito nyuwun pangapuro dumateng sepodo-podo manungso, wondene menawi wonten ingkang <em>silaturohim</em> nyuwun pangapuro dateng kito, tartamtu kito kedah paring pangapuro. Kalamunto poro manungso sampun ngapuro-tinapuro, insya Allah, anggen kito gesang bebrayan ing masyarakat saged sakeco, saged ngraosaken bagyo mulyo, tebih saking balak angkoro murko, ayem tentrem kados suwarganing dunyo.</p>
<p>Ugi sampun dados adat tiyang Jawi, bilih menawi wonten sanak sederek, tanggi tepalih, lan tetepangan sanes, ingkang pinarak <em>silaturohim </em>ing griyo, kito siogo kanthi aruh gupuh suguh lan lungguh. Kito aruh-aruhi kanthi ukoro salam ingkang sae, kito pinarak-aken wonten ing nglebet griyo, kito sumanggak-aken lenggah kanthi sekeco, lan kito suguhi kanthi tetedhan jajanan rioyo ingkang sampun sumadyo. Adat tradisi mekaten puniko, jumbuh kaliyan dawuhipun Kanjeng Nabi Muhammad SAW wonten ing salah satunggaling hadits</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أَو لِيَصْمُتْ ،  وَمَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ الْآخِرِ فَلاَ يُؤْذِ جَارَهُ ،  ومَنْ كَانَ يُؤمِنُ بِاللهِ والْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ   (رَوَاهُ اْلبُخَارِي وَمُسْلِمٌ)</p>
<p>​​​​​​​Artosipun: <em>“Sinten kemawon ingkang</em><em> iman dumateng Gusti Allah lan dinten kiamat, </em><em>pramilo</em> <em> ngendikano ingkang sae utawi (kalamunto mboten saged mekaten, kamongko langkung sae) mendel kemawon.</em> <em>Lan sinten kemawon ingkang</em><em> iman dumateng Gusti Allah lan dinten kiamat, </em><em>pramilo</em> <em>ampun ngantos ngalarani tanggi tepalih. </em><em>Lan sinten kemawon ingkang</em><em> iman dumateng Gusti Allah lan dinten kiamat, </em><em>pramilo</em> <em>mulyak-aken tamunipun.” </em>(Hadits den riwayatken dening imam Bukhari ugi imam Muslim).</p>
<p>Wondene wonten al-Qur’an surat an-Nisa’ ayat 36, firmanipun Gusti Allah mekaten</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  : وَاعْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـًٔا وَّبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسَانًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى وَالْيَتٰمٰى وَالْمَسٰكِيْنِ وَالْجَارِ ذِى الْقُرْبٰى وَالْجَارِ الْجُنُبِ وَالصَّاحِبِ بِالْجَنْبِ وَابْنِ السَّبِيْلِۙ وَمَا مَلَكَتْ اَيْمَانُكُمْ ۗ  اِنَّ اللّٰهَ لَا يُحِبُّ مَنْ كَانَ مُخْتَالًا فَخُوْرًاۙ</p>
<p>Artosipun: <em>“L</em><em>an nyembaho siro dumateng Gusti Allah, lan ojo podo nyekuto-ake kelawan suwiji-wiji, lan tumindak-o ingkang sae tumraping tiyang sepuh kekalih, sanak kerabat, bocah yatim, tiyang miskin, tetanggi celak, tetanggi tebih, shohabat ingkang raket, tiyang ingkang lelungan tebih, kawulo ingkang siro duweni. Sayekti Gusti Allah mboten remen tumraping tiyang ingkang sombong ugi jumowo.” </em></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ  اَللهُ أَ كْبَرُ  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Hadirin kaum muslimin wal muslimat rahimakumullah &#8230;</p>
<p>Sumonggo ing dinten rioyo puniko, ingkang langkung sepah tansah nyebaraken welas asih, ingkang langkung nem tansah ngrumiyini nyuwun pangapuro. Sedoyo mboten wonten bedo masio sugih masio mlarat, sedoyo tetep pikantuk rohmat, kranten sampun tumindak sae <em>hablum minan nas</em>. Mugi-mugi kanthi kito sampun suci <em>fitrah</em> malih puniko, pramilo Gusti Allah paring pangapuro lan tundonipun kito dipun lebetaken suwargo. Kados ingkang sampun dipun dawuhaken wonten al-Qur’an surat Ali imron ayat 133</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  : وَسَارِعُوْٓا اِلٰى مَغْفِرَةٍ مِّنْ رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْاَرْضُۙ اُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيْنَۙ</p>
<p>ingkang artosipun: <em>“Lan age-ageo siro tumuju marang pangapuro-nipun Gusti Pengeran iro, lan suwargo kang ombone kadyo langit lan bumi, kang den cumawisake kanggo wong-wong kang taqwa.”</em></p>
<p>Milo awit saking puniko, mugiyo kito kalebet tiyang ingkang sampun nindak-aken poso  Romadlon lajeng wonten ing dinten rioyo kita saged tambah tingkatan taqwanipun, ing akhiripun kito kalebet tiyang ingkang minulyo, kados pepeling wonten ing al-Qur’an surat al-Hujurot ayat 13</p>
<p style="text-align: right;">أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ  : إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ</p>
<p>artosipun: <em>“Sayekti tiyang ingkang paling minulyo tumraping Gusti Allah, nggih puniko tiyang ingkang paling sae taqwanipun.”</em></p>
<p style="text-align: right;"> جَعَلَنَا اللهُ وَإيَّاكم مِنَ الْعَائِدِيْنَ وَ الْفَائِزِيْنَ وَالسَّائِلِيْنَ الْغَانِمِيْنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِي زُمْرَةِ عِبَادِهِ المُؤْمِنِيْنَ  , أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمْ : فَاذْ كُـرُوْنِيْٓ اَذْ كُـرْكُـمْ وَاشْكُـرُوْا لِيْ وَلَا تَكْفُرُوْنِ . وَقُلْ رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرّٰحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الثانيه</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)       اَللهُ أَ كْبَرُ (×٣)     اَللهُ أَ كْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَ كْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا , وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا ، لَاإِلٰهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَ كْبَرُ  اَللهُ أَ كْبَرُ وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ مَنَّ عَلَيْنَا بِهَذِهِ الصَّبِيْحَةِ الْمُبَارَكَةِ اللاَّمِعَةِ وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ذِي اْلأَنْوَارِ السَّاطِعَةِ وَعَلَى آلِ بَيْتِهِ الطَّاهِرِيْنَ وَأَصْحَابِهِ الطَّيِّبِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ .أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسُوْ لُهُ</p>
<p style="text-align: right;">أَمَّا بَعْدُ :  فَيَا عِبَادَ اللهِ ، اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ تَكُوْنُوْا عِنْدَهُ مِنَ الْمُفْلِحِيْنَ الْفَائِزِيْنَ. وَصَلـُّوْا وَسَلِّمُوْا عَلىَ خَاتَمِ النَّبِيّيْنَ وَإِمَامِ الْمُتَّقِيْنَ ، فَقَدْ أَمَرَكُمْ بِذَلِكَ الرَّبُّ الـْكَرِيْمُ , فَقَالَ سُبْحَانَهُ قَوْلاً كَرِيْمًا</p>
<p style="text-align: right;">وَاْعلَمُوْا يَا إِخْوَانِي رَحِمَكُمُ اللهَ , أَنَّ يَوْمَكُمْ  هَذَا يَوْمُ اْلعِيْدِ , وَيَوْمُ اْلفَرَحِ وَالسُّرُوْرِ، فَاشْكُرُوا اللهَ تَعَالَى بِالتَّكْبِيْرِ وَالتَّهْلِيْلِ ,  إِنَّهُ غَفُوْرٌ شَكُوْرٌ، فَقَالَ اللهَ تَعَالَى جَلَّ جَلاَلُهُ عَلِيْمًا</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلـُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الـَّذِيْنَ آمَنُوا صَلـُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيْمًا ،</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ سَيِّدِ الْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آَلِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ، وَتَابِعِـى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِـإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْحَمْنَا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ، وَاْلـمُسْلِمِيْنَ وَاْلـمُسْلِمَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;"> اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ أَئِمَّتَنَا وَاُمَّتَنَا، وَقُضَاتَنَا وَعُلَمَاءَنَا، وَفُقَهَاءَنَا وَمَشَايِخَنَا، صَلاَحًا تَامًّا عَامًّا، وَاجْعَلْنَا هُدَاةً مُهْتَدِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;"> اَللَّهُمَّ انْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ الْـمُسْلِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ أَهْلِكْ أَعْدَاءَ الدِّيْنَ، وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلغَلاَءَ وَالْبَلاَءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَاْلـمُنْكَرَ وَاْلبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ اْلـمُخْتَلِفَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَآصَةً وَمِنْ بُلْدَانِ اْلـمُسْلِمِيْنَ عَامَةً إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ , وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا , رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اَتْمِمْ لَنَا نُوْرَنَا وَاغْفِرْ لَنَاۚ اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَآ اٰتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَّفِى الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَّقِنَا عَذَابَ النَّارِ   , وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ الله . اِنَّ الله يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَ اِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبَى وَ يَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَ الْبَغْىِ يَعِظُكُمْ لَعَلـَّكُمْ تَذَّ كَّـرُوْنَ  فَاذْ كُـرُوْا اللهَ الْعَظِيْمَ  يَذْ كُـرْكُـمْ وَ اشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْ كُـمْ</p>
<p style="text-align: right;">وَ لَذِكْـرُ اللهِ اَكْبَرُ</p>
<p>Sumber Materi Khutbah     : K. Sofyan, Ds. Bulu Kec. Sambit Kab. Ponorogo</p>
<p>Editor Penulisan Materi     : Marsudi, Sekretaris PC LTM NU Ponorogo Jawa Timur</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/dinten-kebahagiaan-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/">Dinten Kebahagiaan &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/dinten-kebahagiaan-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Greget Ngindhakaken Sarta Njumbuhaken Ibadah Individual lan Ibadah Sosial &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/greget-ngindhakaken-sarta-njumbuhaken-ibadah-individual-lan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/greget-ngindhakaken-sarta-njumbuhaken-ibadah-individual-lan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 06:13:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7009</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/greget-ngindhakaken-sarta-njumbuhaken-ibadah-individual-lan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/">Greget Ngindhakaken Sarta Njumbuhaken Ibadah Individual lan Ibadah Sosial &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7010" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-JAWA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p><em>Assalamualaikum, Wr., Wb.</em></p>
<p>Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan menyambut hari Raya Idul Fitri 1446 H. Untuk itu, Tim redaksi NU Online Ponorogo telah menyiapkan teks khutbah Idul Fitri. Khutbah Idul Fitri kali ini berjudul <strong><em>&#8220;Greget Ngindhakaken Sarta Njumbuhaken Ibadah Individual lan Ibadah Sosial.&#8221;</em></strong></p>
<p style="text-align: left;"><strong>Khutbah 1</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَر اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;"> وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلَا، لَا إلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إلٰهَ  إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّيَامَ أَيَّامَ الأَعْيَادِ ضِيَافَةً لِعِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لَّاإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللَّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ</p>
<p>Kaum muslimin, muslimat jama’ah shalat Idul Fitri ingkang dipun mulyakaken dening Allah SWT.</p>
<p>Dinten menika, dinten ingkang ngremenaken tumraping umat Islam, dinten kamenangan umat Islam. Umat Islam ingkang nindakaken pasa kanthi iman lan ngupadi ridha Allah SWT sampun dipun-ngapunten sedaya dosa lan kalepatanipun. Pramila, kula lan Panjenengan sedaya minangka umat Islam kedah tansah ngindhakaken takwa kula lan Panjenenagn dhumateng Allah SWT kanthi nglampahi dhawuh-dhawuhipun Allah SWT, lan nilar sedaya awisanipun. Boten wonten sangu ingkang langkung sae, ingkang badhe kabekta benjang nalika sampun seda, kejawi Takwa.</p>
<p>Mugi dados kawuningan para jama’ah, takwa menika minangka tujuwan saking pasa (<em>shiyam</em>) ingkang kula lan pnajenengan tindakaken. Menika menika minangka pitedah ingkang kadhawuhaken dening Allah wonten ing surat al-Baqarah ayat 183</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ</p>
<p>Tegesipun: <em>He wong-wong kang iman, diwajibake marang sira nindakake pasa, kayadene kang wus diwajibake marang wong-wong (kaum) sadurungira, supaya sira klebu dadi wong kang taqwa</em>.</p>
<p>Ing dinten menika, kula lan Panjenengan sedaya pastes ngaturake syukur, jalaran kathah sedherek kula lan Panjenengan ingkang sampun kapundhut. Ing riaya taun kapengker saperangan taksih kempal kaliyan kula lan Panjenengan, nanging dinten menika piyambakipun sampun seda. Sampun katimbalan dening Gusti Allah SWT. Pramila menika, syukur kedah dipun wujudaken kanthi ngindhakaken (meningkatkan) anggenipun  ngibadah, supados sasampunipun <em>shiyam</em> (pasa) ngibadah kula lan Panjenengan langkung mindhak (sae) tinimbang saderengipun, sarta langkung nggatosaken mring sasami.</p>
<p style="text-align: right;">
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah sholat Idul fitri ingkang bagya mulya.</p>
<p>Wulan Ramadhan minangka sekolah utawi madrasah ageng, pasa/shiyam ing Ramadhan mucalaken (ndhidhik) tiyang sakathahing seserepan. Ing antawisipun, piwucal dhumateng umat Islam bab pentingipun hakikat manungsa, minangka abdi (mahluk) ingkang anggadhahi kekirangan. Boten nedhi sedinten mawon, badanipun lemes. Kiranging cairan (tubuh) mawon saget kenging <em>dehidrasi</em>. Pramila, pasa ndhidhik umat Islam supados boten gumedhe (sombong) karana menapa kemawon ingkang dipun-gadhahi. Menapa kemawon ingkang dipun-gadhahi utawi dipun gadhuh manungsa (bandha, jabatan, gelar, pangkat lan <em>posisi</em>), sayektosipun namung sekedhap/sawetawis. Menawi Gusti Allah SWT, ingkang kagungan, ngresakaken mundhut, bebasan namung sakeplasan bakal sirna sedaya. Pramila, mangga, sabibaripun pasa menika ngabekti kula lan Panjenengan minangka abdi Allah SWT dipun indhakaken (ditingkatkan). Caranipun ngathahaken lan ng<em>istiqomahaken zikir, tasbih, waos al-</em>Qur’an, shalat sunah, lan lintunipun.</p>
<p>Gusti Allah SWT sampun paring dhawuh wonten ing Surah Ad-Dzariya ayat 56</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ</p>
<p>Tegesipun: <em>“lan Ingsun Allah ora nyiptakake Jin lan manungsa, kejaba supaya padha manembah marang PanjenenganingSun”.</em></p>
<p>Rasulullah SAW ugi ngendika ing Riwayat al-Baihaqi</p>
<p style="text-align: right;">أَحَبُّ اْلأَعْمَالِ إِلَى اللهِ مَا دُوِّمَ وَإِنْ قَلَّ</p>
<p>Maknanipun, <em>“Ngamal kang paling ditresnani Allah yaiku amalan kang dirutinake/dilanggenggake, senadyan mung sethithik wilangane”</em></p>
<p style="text-align: right;">
اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah sholat idul fitri ingkang bagya mulya!</p>
<p>Piwucal sanesipun saking pasa inggih menika ngibadah sosial (<em>ghoiru mahdhoh</em>), nggatosaken (peduli) sasaminipun. Mila paring shadaqah daharan buka pasa lan shadaqah ing wulan Ramadhan ganjaranipun ageng sanget. Langkung-langkung, pasa Ramadhan dipunpungkasi kanthi dhawuh mbayar Zakat Fitrah. Malah kepara menawi wonten tiyang Islam nindakaken pasa Ramadhan nanging boten mbayar Zakat, Pramila ngibadah pasanipun boten sampurna.</p>
<p>Syekh Zakaria al-Anshori wonten Kitab Hasyiyah al-Jamal ala al-Minhaj, juz 4, kaca 228 lan Syekh Abi Bakar Syata ad-Dimyati ing Kitab Hasyiyah Ianat al-Thalibin, juz 2, kaca 190 sampun nerangaken boten sampurnanipun pasa saderengipun Zakat Fitrah dipuntindakaken.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah sholat idul fitri rahimakumullah.</p>
<p>Pasa lan Zakat gegambaran saking gesanging manungsa, minangka <em>makhluk individu</em> lan <em>makhluk sosial</em>. Mingka makhluk indidividu (piyambakan), ngibadah ingkang dipunlampahi dipunwastani ngibadah <em>mahdhoh</em>, tegesipun ngibadah piyambakan (Ind : perseorangan), kados dene shalat, maos al-Qu’an, dzikir, lan sanesipun. Nanging, minangka makhluk social manungsa kedah nindakaken ngibadah <em>ghoiru mahdhoh</em>, utawi ngibadah sosial, kadosta mbantu anak yatim (ngragati sekolahipun, lan sanesipun), mbantu fakir miskin (bantuan usaha, lan lintunipun).</p>
<p>Sasampunipun Ramadhan, sumangga, kaum muslimin-muslimat, ndadosaken dhiri pribadi Kula lan Panjenengan saget timbang (seimbang/<em>balance</em>) ing antawisipun kalih model ngibadah kalawau, inggih pangibadahan <em>individu</em> utawi pribadi (<em>mahdhoh</em>), lan pangibadahan <em>sosial </em>(<em>ghoiru mahdhoh</em>).</p>
<p>Ngaturi uninga, sampun kacariyos ing hadis Qudsi’ wonten titahing Gusti ingkang dipun penggak-dipun-endheg mlebet Surga dening Gusti Allah SWT, jalaran menapa kok dipun stop mlebet Surga!?, Alasanipun amargi tiyang kalawau namung mligi nindakaken ngibadah <em>mahdhoh</em>, lan supe dhateng ibadah sosial (<em>ghoiru mahdhoh</em>). Piyambakipun kagungan tanggi lare yatim, nanging boten maringi santunan. Piyambakipun kagungan Tanggi fakir miskin, nanging boten maringi tetedhan utawi dhaharan-unjukan. <em>Na’udzubillah…</em></p>
<p>Kaum muslimin-muslimat, mugi-mugi kula lan Panjenengan saget dados abdi Allah ingkang timbang (seimbang), allahumma Aamiin.  Enget, bilih Allah tansah nggabungaken ing antawisipun ngibadah kekalih. Kados  nggabungaken prentah/dhawuh sholat (gambaran ngibadah individual) lan  dhawuh prentah zakat (gambaran ibadah sosial). Ing surah al-Bayyinah ayat 5 upaminipun, Allah paring dhawuh:</p>
<p style="text-align: right;">وَمَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِيَعۡبُدُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ حُنَفَآءَ وَيُقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوا الزَّكٰوةَ‌ وَذٰلِكَ دِيۡنُ الۡقَيِّمَةِ</p>
<p>Tegesipun: <em>“…lan tumrap wong-wong iku ora den prentah kejaba manembah marang Allah, kanthi ngiklasake ketaatan marang PanjenenganNe, kang istiqamah</em><em>, nindakake Shalat, lan mbayar zakat. Yaiku agama kang lurus (bener)”</em>.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah sholat idul fitri ingkang minulya!</p>
<p>Menawi kula lan Panjenengan sampun saget ndadosaken seimbang (<em>balance</em>) antawisipun ngibadah individu lan ngibadah sosial kasebat sabibaripun wulan Ramadhan menika, ateges kula lan Panjenengan sampun ‘Syawwalan”. Syawwal tegesipun mundhak/ningkat (sae). Menapa ingkang mindhak?? Wangsulanipun inggih mindhak utawi ningkat, tambah sae ngibadah individunipun lan mindhak sae ngibadah sosialipun</p>
<p>Upami ing ngibadah individu kula lan Panjenengan rumaos dereng gadhah lan kagungan kawruh (pengetahuan), kula lan Panjenengan saget ndherek sinau utawi ngaji ing majlis, pengajian ingkang kawintenaken dening kiai-kiai NU utawi ingkang kawontenaken dening NU. Semanten ugi supados ngibadah sosial kula lan Panjenengan langkung leres, pas tujuwan-sasaranipun, prayogi dipun saluraken lumantar Lembaga NU, kados dene NU-Care, LAZIZNU, Lembaga Amil ingkang dipunwontenaken dening NU.</p>
<p>Mugi-mugi kula lan Panjenengan sedaya kalebet tiyang ingkang mindhak utawi ningkat ngibadahipun, jumbuh kaliyan naminipun wulan menika, inggi Syawwal. Lan mugi kula lan Panjenengan dipun paringi kanugrahan saget kepanggih sarta nindakaken <em>shiyam</em> ing taun ngajeng, saget mahargya Ariaya Fitri kanthi Iman ingkang tansah mindhak (ningkat). Aaamiin.. Yaa Rabbal’aalamiin.</p>
<p><strong>Khutbah 2</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَلِلّٰهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لآ إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لآ إلٰهَ  إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ  أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعْمَالِنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا فِيْ رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُقِيْمُهَا وَيُدِيْمُهَا وَيُحْيِيْهَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/greget-ngindhakaken-sarta-njumbuhaken-ibadah-individual-lan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/">Greget Ngindhakaken Sarta Njumbuhaken Ibadah Individual lan Ibadah Sosial &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Jawa</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/greget-ngindhakaken-sarta-njumbuhaken-ibadah-individual-lan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-jawa/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Semangat untuk Meningkatkan dan Mensinergikan Ibadah Individual dan Ibadah Sosial &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Indonesia</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/semangat-untuk-meningkatkan-dan-mensinergikan-ibadah-individual-dan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-indonesia/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/semangat-untuk-meningkatkan-dan-mensinergikan-ibadah-individual-dan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Mar 2025 06:01:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7006</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/semangat-untuk-meningkatkan-dan-mensinergikan-ibadah-individual-dan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-indonesia/">Semangat untuk Meningkatkan dan Mensinergikan Ibadah Individual dan Ibadah Sosial &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7007" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-INDONESIA.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-INDONESIA.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-INDONESIA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-INDONESIA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-INDONESIA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-INDONESIA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-IDUL-FITRI_BAHASA-INDONESIA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p><em>Assalamualaikum, Wr., Wb.</em></p>
<p>Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, sebentar lagi kita akan menyambut hari Raya Idul Fitri 1446 H. Untuk itu, Tim redaksi NU Online Ponorogo telah menyiapkan teks khutbah Idul Fitri. Khutbah Idul Fitri kali ini berjudul <strong>&#8220;Semangat untuk Meningkatkan dan Mensinergikan Ibadah Individual dan Ibadah Sosial.&#8221;</strong></p>
<p><strong>Khutbah 1</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَر اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;"> وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ. الْحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا، وَسُبْحَانَ اللّٰهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلَا، لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لَا إلٰهَ  إِلَّا اللّٰهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَرَّمَ الصِّياَمَ أَيّاَمَ الأَعْياَدِ ضِيَافَةً لِعِباَدِهِ الصَّالِحِيْنَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَإِلٰهَ إِلاَّاللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ الَّذِيْ جَعَلَ الجَنَّةَ لِلْمُتَّقِيْنَ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا وَمَوْلاَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِيْ إِلىَ الصِّرَاطِ المُسْتَقِيْمِ. اللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَباَرِكْ عَلىَ سَيِّدِنَا مُحَمَّـدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحاَبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَآ أَيُّهَا المُؤْمِنُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ المُتَّقُوْنَ. وَاتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقاَتِهِ وَلاَتَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قال الله تعالى : وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْاِنْسَ اِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ</p>
<p>Kaum muslimin, muslimat jamaah shalat ’idul fitri yang dimulyakan Allah SWT.</p>
<p>Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia bagi umat Islam, hari kemenangan umat islam. Umat Islam yang berpuasa dengan iman dan mencari Ridha Allah SWT telah diampuni dosanya. Oleh karena itu, kita sebagai umat Islam harus tetap meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan meninggalkan semua larangannya. Tidak ada bekal yang paling baik untuk kita bawa ketika kita meninggal nanti kecuali takwa kita kepada Allah SWT.  Ketahuilah para jamaah, takwa inilah tujuan dari puasa yang telah kita lakukan. Takwa inilah isyarat yang diberikan oleh Allah dalam surat al-Baqarah ayat 183:</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ</p>
<p>Artinya: <em>Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa</em>.</p>
<p>Pada hari ini kita juga patut bersyukur, karena banyak di antara kita yang sudah tiada. Para hari raya tahun lalu sebagian di antara kita masih bersama kita, namun saat ini mereka telah tiada. Mereka telah dipanggil oleh Allah SWT. Oleh karena itu, Syukur itu harus kita wujudkan dengan meningkatkan ibadah, sehingga setelah puasa ibadah kita lebih meningkat dari sebelumnya dan juga lebih peduli terhadap sesama.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah shalat ‘idul fitri yang berbahagia</p>
<p>Bulan Ramadhan adalah sekolah atau madrasah besar, Puasa dibulan Ramadhan mengajarkan kepada umat Islam banyak hal. Di antaranya adalah pelajaran tentang pentingnya umat Islam memahami hakikat kemanusiaan yaitu sebagai hamba. Sebagai hamba, manusia memiliki kekurangan tidak makan satu hari saja, tubuh manusia lemah. Kekurangan cairan saja manusia mangalami dehidrasi. Oleh karana itu, puasa mangajarkan kepada umat Islam untuk tidak sombong atas apa yang dimiliki. Apa yang dimiliki manusia (kekayaan jabatan, gelar, pangkat dan posisi) sesungguhnya hanyalah sementara. Jika Allah SWT, Sang pemilik mengambilnya, dalam sekejab, sirnalah semuanya. Karena itu, mari setelah puasa ini, kehambaan kita, kita tingkatkan, Caranya adalah dengan mamperbanyak dan meng-istiqomahkan dzikir, tasbih, membaca al-Qur&#8217;an sholat sunah dan lain-lain bukankah Allah SWT berfirman dalam Surah Ad-Dzariyat ayat 56:</p>
<p style="text-align: right;">وَمَا خَلَقْتُ الجِنَّ وَالاِنْسَ اِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ</p>
<p>Artinya: <em>dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kapada-Ku</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasulullah SAW Juga bersabda sabagaimana dalam Riwayat Al-Baihaqi:</p>
<p style="text-align: right;">أَحَبُّ الْاَ عْمَالِ إِلِى اللهِ مَا دُوِّمَ وَإِنْ قَلَّ</p>
<p>Artinya: <em>Amal yang paling dicintai oleh Allah adalah amalan yang dirutinkan atau dilanggengkan, meskipun hanya sedikit jumlahnya</em>.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah shalat ‘idul fitri yang berbahagia</p>
<p>Pelajaran lainnya dari puasa adalah tentang pentingnya ibadah sosial, peduli terhadap sesama itulah sebabnya memberi makanan berbuka dan sedekah pada bulan Ramadhan memiliki pahala yang besar. Lebih dari itu, puasa diakhiri dengan perintah zakat fitrah bahkan jika seseorang menjalankan puasa, namun tidak membayar zakat fitrah, maka ibadah puasanya tidak sempurna.</p>
<p>Syekh Zakaria Al-Arshon dalam Kitab Hasyyah al-Jamal ala al-Minhaj, juz 4, halaman 228 dan Syekh Abi Bakar Syata ad-dimyati dalam Kitab Hasyiyah I’anat al-Thalibin juz 2, halaman 190 telah menjelaskan ketidaksempurnaan puasa sebelum zakat fitrah ditunaikan.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah shalat ’idul fitri yang berbahagia</p>
<p>Puasa dan zakat fitrah adalah gambaran dari kehidupan manusia yaitu sebagai makhluk individu dan makhluk sosial sebagai makhluk individu, Ibadah yang dilakukan adalah ibadah <em>mahdhoh</em> yaitu ibadah per orang seperti shalat, membaca al-Qur’an, berzikir dan lain-lain. Namun sebagai makhluk sosial manusia harus menjalankan ibadah <em>ghoiru mahdhoh</em> atau ibadah sosial seperti membantu anak yatim (mensekolahkan mereka dan lain-lain), membantu fakir miskin (memberi bantuan usaha dan lain-lain). Setelah puasa, oleh karena itu wahai kaum muslimin dan muslimat, ayo jadikan diri kita manusia yang mampu menyeimbangkan dua model ibadah tersebut yaitu ibadah individual dan ibadah sosial. Ketahuilah, telah diceritakan dalam hadis Qudsi, ada seorang hamba yang dihentikan oleh Allah SWT untuk masuk ke surga. Sang hamba protes, namun dijawab oleh Allah SWT, kenapa ia dihentikan. Alasannya adalah sang hamba terlalu konsen kepada ibadah mahdhoh namun melupakan ibadah sosial. Ia memiliki tetangga berupa anak yatim, namun ia tidak memberinya pakaian (menyantuninya). Ia juga memiliki tetangga yang miskin namun ia tidak memberinya makanan dan minuman. Kaum muslimin, Semoga kita termasuk hamba yang seimbang dalam ibadah tersebut. Amiin. Ingatlah bahwa Allah selalu menggabungkan antara dua ibadah itu, misalnya menggabungkan antara perintah sholat (gambaran ibadah individual) dan perintah zakat (gambaran ibadah sosial). Dalam surah al-Bayyinah ayat 5 misalnya Allah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">وَمَاۤ اُمِرُوۡۤا اِلَّا لِيَعۡبُدُوا اللّٰهَ مُخۡلِصِيۡنَ لَـهُ الدِّيۡنَ حُنَفَآءَ وَيُقِيۡمُوا الصَّلٰوةَ وَيُؤۡتُوا الزَّكٰوةَ‌ وَذٰلِكَ دِيۡنُ الۡقَيِّمَةِ</p>
<p>Artinya: <em>Mereka tidak diperintah, kecuali untuk menyembah Allah dengan mengikhlaskan ketaatan kepada-nya lagi hanif (istiqamah), melaksanakan salat, dan menunaikan zakat. Itulah agama yang lurus (benar).</em></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ</p>
<p>Jamaah sholat ‘idul fitri yang berbahagia.</p>
<p>Jika kita telah mampu menyeimbangkan ibadah individual dan ibadah sosial tersebut setelah bulan Ramadhan ini, berarti kita telah “ber-Syawwal”. Syawal artinya meningkat. Apanya yang meningkat?. Jawabannya adalah meningkat ibadah individual dan meningkat ibadah sosialnya. Jika dalam ibadah individual, kita merasa belum memiliki pengetahuan, kita bisa selalu belajar dan ikut majlis atau pengajian yang diadakan oleh kyai-kyai NU atau pengajian-pengajian yang diadakan oleh NU. Demikian pula, agar ibadah sosial kita bisa lebih tepat sasaran, sebaiknya kita salurkan melalu Lembaga NU yaitu NU-Care LAZIZNU, suatu Lembaga amil di bawah naungan NU. Semoga kita termasuk orang-orang yang meningkat ibadahnya sesuai dengan nama bulan yang sedang kita lalui ini yaitu Bulan Syawwal dan semoga kita diberi kesempatan untuk menjalankan ibadah puasa tahun depan serta berhari raya idul fitri lagi dengan iman yang telah meningkat. Amiin.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>Khutbah 2</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَ لِلّٰهِ الْحَمْدُ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ. لآ إِلهَ إِلَّا اللهُ وَلَا نَعْبُدُ إِلَّا إِيَّاهُ، مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الصِّدْقِ وَالْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلٰهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ،  أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اَللَّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنَّا صَلَاتَنَا وَصِيَامَنَا وَقِيَامَنَا وَسَائِرَ أَعْمَالِنَا وَتَمِّمْ تَقْصِيْرَنَا فِيْ رَمَضَانَ وَاجْعَلْنَا مِمَّنْ يُقِيْمُهَا وَيُدِيْمُهَا وَيُحْيِيْهَا بَعْدَهُ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ. وَالْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<p style="text-align: right;">وَالسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/semangat-untuk-meningkatkan-dan-mensinergikan-ibadah-individual-dan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-indonesia/">Semangat untuk Meningkatkan dan Mensinergikan Ibadah Individual dan Ibadah Sosial &#8211; Khutbah Idul Fitri Bahasa Indonesia</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/semangat-untuk-meningkatkan-dan-mensinergikan-ibadah-individual-dan-ibadah-sosial-khutbah-idul-fitri-bahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Refleksi &#8220;Kesaktian&#8221; Wulan Romadhon &#8211; Khutbah Idul Fitri Singkat NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/refleksi-kesaktian-wulan-romadhon-khutbah-idul-fitri-singkat-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/refleksi-kesaktian-wulan-romadhon-khutbah-idul-fitri-singkat-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Apr 2023 21:52:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[hari raya idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[idul fitri 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah hari raya]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul fitri]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul fitri 1444h]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul fitri 2023]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul fitri nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khuthah idul fitri singkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=5443</guid>

					<description><![CDATA[<p>Khutbah Idul Fitri adalah bagian dari rangkaian acara Salat... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/refleksi-kesaktian-wulan-romadhon-khutbah-idul-fitri-singkat-nu/">Refleksi &#8220;Kesaktian&#8221; Wulan Romadhon &#8211; Khutbah Idul Fitri Singkat NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_5445" aria-describedby="caption-attachment-5445" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-5445" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2023/04/Refleksi-Kesaktian-Wulan-Romadhon-Khutbah-Idul-Fitri-Singkat-NU.jpg" alt="Refleksi Kesaktian Wulan Romadhon - Khutbah Idul Fitri Singkat NU" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2023/04/Refleksi-Kesaktian-Wulan-Romadhon-Khutbah-Idul-Fitri-Singkat-NU.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2023/04/Refleksi-Kesaktian-Wulan-Romadhon-Khutbah-Idul-Fitri-Singkat-NU-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2023/04/Refleksi-Kesaktian-Wulan-Romadhon-Khutbah-Idul-Fitri-Singkat-NU-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2023/04/Refleksi-Kesaktian-Wulan-Romadhon-Khutbah-Idul-Fitri-Singkat-NU-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2023/04/Refleksi-Kesaktian-Wulan-Romadhon-Khutbah-Idul-Fitri-Singkat-NU-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2023/04/Refleksi-Kesaktian-Wulan-Romadhon-Khutbah-Idul-Fitri-Singkat-NU-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-5445" class="wp-caption-text">Refleksi Kesaktian Wulan Romadhon &#8211; Khutbah Idul Fitri Singkat NU</figcaption></figure>
<p><strong>Khutbah Idul Fitri</strong> adalah bagian dari rangkaian acara Salat Idul Fitri. Ini adalah <a href="https://nuponorogo.or.id/khotbah-hari-raya/">khutbah sunnah</a> yang dianjurkan dan memiliki persyaratan tertentu yang harus diikuti oleh khatib atau pembicara. Khutbah ini merupakan cara untuk menyampaikan pesan penting kepada jemaah setelah Sholat Idul Fitri. Beberapa persyaratan khutbah mencakup membaca puji-pujian kepada Allah, membaca shalawat, dan membaca ayat-ayat dari Al-Quran. Selain itu, khutbah Idul Fitri juga berfungsi untuk mempererat persaudaraan Islam. Penting untuk menjadi hormat dan perhatian selama khutbah untuk mencapai manfaat penuh dari Salat Idul Fitri.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>أَلْخُطْبَةُ الْأُوْلَى</strong></p>
<p style="text-align: right;">(أَللَّهُ أَكْبَرُ. أَللَّهُ أَكْبَرُ. أَللَّهُ أَكْبَرُ). (أَللَّهُ أَكْبَرُ. أَللَّهُ أَكْبَرُ. أَللَّهُ أَكْبَرُ). (أَللَّهُ أَكْبَرُ. أَللَّهُ أَكْبَرُ. أَللَّهُ أَكْبَرُ). أَللَّهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً. لاَ إِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرْ. أَللَّهُ أَكْبَرْ. وَ لِلَّهِ اْلحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِىْ جَعَلَ هَذَا الْيَوْمَ عِيْدًا وَسَعَادَةً لِلْمُسْلِمِيْنَ. وَخَتَمَ بِهِ شَهْرَ رَمَضَانَ الْمُبَارَكَ الَّذِيْ كُتِبَ فِيْهِ الصِّيَامُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ. وَأُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْآنُ هُداً لِلْمُتَّقِيْنَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ،رَبُّ الْعَالَمِيْنَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدِنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ وَإِمَامُ الْمُرْسَلِيْنَ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِى سَبِيْلِهِ حَقَّ جِهَادِهِ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">أَمّأَبَعْدُ فَيَآ أَيُّهَا النَّاسُ. إِتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تَقْوَاهُ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ يَوْمَكُمْ هٰذَا يَوْمٌ عَظِيْمٌ, وَعِيْدٌ كَرِيْمٌ،أَحَلَّ اللَّهُ لَكُمْ فِيْهِ الطَّعَامَ. وَحَرَّمَ عَلَيْكُمْ فِيْهِ الصِّيَامَ. فَهُوَ يَوْمُ تَسْبِيْحٍ وَتَحْمِيْدٍ وَتَهْلِيْلٍ وَتَعْظِيْمٍ وَتَمْجِيْدٍ فَسَبِّحُوْا رَبَّكُمْ فِيْهِ وَعَظِّمُوْهُ وَتُوْبُوْا إِلَى اللَّهِ وَاسْتَغْفِرُوْهُ.</p>
<p><em>Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd</em></p>
<p><strong><em>Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri engkang berbahagia…</em></strong></p>
<p>Kulo wasiyat dateng pribadi kulo, umumipun dumateng panjenengan sedoyo, monggo sami ningkataken taqwa dateng Alloh soho syukur dateng sedoyo nikmat engkang kaparengaken dateng kito sedoyo. Utaminipun nikmat iman soho islam. Alloh sampun ridho islam dados agomo lan pandangan gesang kito.</p>
<p><em>Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd</em></p>
<p><strong><em>Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri engkang berbahagia…</em></strong></p>
<p>Langkung rumiyen kulo aturaken ucapan     من العائدين والفائزين والمفبولين. كلَّ عام وأنتم بالخير</p>
<p>Wonten ing injang meniko, wonten ing dinten <em>Idul Fitri, </em>kaum muslimin saget serempak menikmati rampungipun ibadah siyam setunggal wulan, rampungipun sholat tarawih, rampung ipun tadarus soho rampungipun qiyamullail kanti sukses, aman, sehat soho afiyat. Henggo injang meniko serempak nindaaken sholat <em>Idul Fitri </em>kanthi khusuk.</p>
<p>Dinten <em>Idul Fitri </em>meniko kalebet dinten engkang mulyo, dintenipun umat islam bersuka ria. Malah-malah dinten meniko dipun haromaken siyam. Dipun perdikaaken saking neroko, dipun paringi ganjaran engkang tikel-matikel. Poro Moloikat sami mudun sakperlu salaman dumteng poro sederek engkang sami nindaaken sholat <em>Idul Fitri, </em>tuwin sami nyuwunaken pangapuro. Kanjeng Nabi dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">عَنِ ابْنِ مَسْعُوْدٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ, عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِذَا صَامُوْا شَهْرَ رَمَضَانَ وَخَرَجُوْا إِلَى عِيْدِهِمْ يَقُوْلُ اللَّهُ تَعَالِى: يَامَلآئِكَتِى كُلُّ عَامِلٍ يَطْلُبُ أَجْرَهُ، وَعِبَادِيَ الَّذِيْنَ صَامُوْا شَهْرَهُمْ وَخَرَجُوْا إِلَى عِيْدِهِمْ يَطْلُبُوْنَ أُجُوْرَهُمْ إِشْهَدُوْا أَنِّى قَدْ غَفَرْتُ لَهُمْ. فَيُنَادِى مُنَادٍ: يَا أُمَّةَ مُحَمَّدٍ إِرْجِعُوْا إِلَى مَنَازِلِكُمْ قَدْ بُدِّلَتْ سَيِّئَاتُكُمْ حَسَنَاتٍ. فَيَقُوْلُ اللَّهُ تَعَالَى: يَاعِبَادِى صُمْتُمْ لِى وَأَفْطَرْتُمْ لِى فَقُوْمُوْا مَغْفُوْرًا لَكُمْ.</p>
<p><em>“Naliko umat islam podo poso wulan Romadhon lan metu menyang ‘id e, mongko Alloh ngendiko: ”He Moloikat-Ku, saben-saben wong kang kerjo iku mesthi luru upah. Kawolo Ingsun kang podo poso Romadhon lan metu menyang ‘id e iku ugo luru upah. Neksenano siro kabeh, temen Ingsun ngapuro marang dewekne. Banjur ono pangundang-undang: “He umat Muhammad, balio marang omahmu! Temen doso mu diganti kebagusan. Banjur Alloh ngendiko: “He kawulo-Ingsun, siro kabeh poso krono Aku, mokel yo krono Aku, ngadeko siro kabeh sarono oleh pangapuro.”</em></p>
<p><em>Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd</em></p>
<p><strong><em>Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri yang berbahagia…</em></strong></p>
<p><em>Fithroh</em> meniko nur ‘aini, yakni cahaya mata hati. Menawi cahayanipun terang mongko anggota tubuh bergerak kanthi sae. Menawi cahayanipun redup bade sisah kagem nggeraaken tubuh. Seiring tambahipun usia, fitroh engkang asli wau sampun mboten kekal kados asalipun kranten pengaruh setan. Naliko pengaruh setan sangat ageng mongko cahaya hati kitha bade redup lan kotor. Pramilo kedah dipun cuci. Kados pundi nyucinipun? Kedah dipun karantina lan dipun servis dateng “bengkel spesialis”, yakni Romadhon.</p>
<p><em>Idul Fitri</em> meniko awal wangsul dateng kesucian, sak sampunipun sedoyo noda, doso, tuwin sifat-sifat mboten terpuji dipun bersihaken wonten ing  “bengkel spesialis” Romadhon. Kranten meniko, sampun sakmestinipun manungso njogo kesucianipun sak sampunipun Romadhon telas, ngantos datengipun Romadhon tahun ngajeng. Harapanipun sak sampunipun Romadhon, takwa terus melekat wonten kepribadianipun tyang beriman, engkang secara estafet bade nglahiraken hal-hal positif lan unsur-unsur kemanfaatan.</p>
<p><em>Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd</em></p>
<p><strong><em>Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri yang berbahagia…</em></strong></p>
<p>Monggo refleksi diri tentang wulan Romadhon kapengker!&#8230;</p>
<p>Esensi Romadhon meniko momentum spesial  setunggal wulan penuh kagem nggembleng jiwo-jiwo engkang beriman supados luwih unggul, lan prestasi puncakipun inggih meniko arupi takwa.</p>
<p>Romadhon meniko “ladang mutiara” kagem tyang engkang memfungsikan momentum meniko kanthi sak sae-saenipun. Mung mawon Romadhon bade muspro kagem tyang-tyang engkang salah jalan anggenipun ngginaaken. Estu kapitunan pol,  menawi pasca Romadhon mboten ngasilaken hal-hal positif  terkait ketakwaan sak bibaripun Romadhon. Ibarat kendaraan mewah, pasca Ramadhan, manungso sami nindaaken perbaikan total, utawi “turun mesin”, sak mesthinipun kedah dipun jagi, supados mboten risak namung hitungan detik, sak bibaripun medal saking “bengkel spesialis” Romadhon.</p>
<p>Saking istimawanipun wulan Romadhon, aurat bade nyebat istilah engkang pas kagem gambaraken kemulian wulan Romadhon hinggo kulo nyebataken istilah “wulan sakti”. Keagungan soho “kesaktian” wulan Romadhon sejatosipun saget andadosaken manungso ingkang unggul lan terdepan. Kranten kanthi siyam sarasan, dereng kanthi ibadah lintunipun, dados media ningkataken kualitas diri, yakni kanthi<em> shaum</em> (menahan diri) saking tumindak awon tumuju dateng ngathah-ngathahaken tumindak sae. Lumantar siyam, kita dados manungso engkang taat soho berkualitas. Lumantar siyam, kitha dados manungso engkang cerdas secara intelektual lan spiritual.</p>
<p>“Kesaktian” Romadhon mampu menghantarkan umat Muhammad melompat dateng posisi terjauh engkang mboten saget dipun lampaui kalian wulan-wulan lintu. Sampun maklum, bilih ibadah sunnah wonten wulan Romadhon bernilai ibadah wajib, setunggal ibadah wajib bernilai 70 ibadah wajib.</p>
<p>Malam al-Qodr (malam seribu bulan) ugi namung wonten ing wulan Romadhon engkang bernilai langkung sae tinimbang setunggal ewu wulan (83 th langkung 4 wulan). Misal, tyang engkang kepanggih Romadhon 10 ambalan kemawon engkang berarti menemui malam al-Qodr 10 ambalan. Piyambakipun sami kalian melompati umuripun piyambak hingga kados berumur 833 tahun langkung 4 wulan engkang kadamel amal sholih. Dereng malih &#8220;kesaktian&#8221; wulan Romadhn lintunipun, kados poso wajib, sholat terawih, zakat fitrah soho lintunipun.</p>
<p>&#8220;Lompatan&#8221; besar kagem umat Muhammad kanthi  pinaringan <em>lailatul qadr</em> wonten ing Romadhon menikolah engkang dadosaken benjeng wonten yaumul hisab juara pertama kathaipun amal dipun banding kalian umat-umat rumiyen engkang kagungan umur panjang-panjang.</p>
<p><em>Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd</em></p>
<p><strong><em>Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri yang berbahagia…</em></strong></p>
<p>Wonten kitab <em>Nihayat Az-Zain</em>, Syaikh Muhammad bin Umar bin Ali Nawawi Al-Jawi nyebataken toto coronipun ngurip-ngurip <em>laialtul qodr</em> kanthi 3 tingkatan:</p>
<p style="text-align: right;">وَمَرَاتِبُ إحْيَائِهَا ثَلَاثَةٌ: عُلْيَا وَهِيَ إحْيَاءُ لَيْلَتِهَا بِالصَّلَاةِ وَوُسْطَى وَهِيَ إحْيَاءُ مُعْظَمِهَا بِالذِّكْرِ وَدُنْيَا وَهِيَ أَنْ يُصَلِّيَ الْعِشَاءَ فىِ جَمَاعَةٍ وَالصُّبْحَ فِى جَمَاعَةٍ (نهاية الزين ص <strong>168</strong>)</p>
<ol>
<li><em>Ulya</em> (tingkat atas): semalem muput ngurip-ngurip kanthi sholat.</li>
<li><em>Wustha</em> (tingkat menengah): nguri-ngurip sebagian besar malam kanthi dzikir.</li>
<li><em>Dunya</em> (tingkat rendah): ngurip-ngurip kanti sholat isya&#8217; lan shubuh berjamaah.</li>
</ol>
<p>Mekaten gampil ipun anggayuh <em>lailatul qadr</em>. Rumus matematika ganjaran wonten babakan meniko tetap berlaku: الثواب بقدر التعب</p>
<p>Kathah lan sekedik ipun ganjaran menyesuaikan payahipun (kahtah sekedik) amalipun.</p>
<p>Wonten kiat engkang sederhana supados kitha pikantuk <em>lailatul qadr</em>. Yakni: saben malam Romadhon sholat maghrib lan isya&#8217; berjamaah dipun lanjutaken sholat tarawih. Menawi taksih longgar tumut tadarus, maos, nyimak utawi namung mirengaken Al-Qur&#8217;an. Sholat shubuh ugi kanthi jamaah. Kanthi  coro kados mekaten rutin kitha tindaaken saben malem ngantos akhir Romadhon insyaallah bade pikantuk <em>lailatul qadr</em>. Rosul paring dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَلَّى الْمَغْرِبَ وَالْعِشَاءَ فِى جَمَاعَةٍ حَتَّى يَنْقَضِيَ شَهْرُ رَمَضَانَ فَقَدْ أَخَذَ بِلَيْلَةِ الْقَدْرِ بِحَظٍّ وَافِرٍ.</p>
<p><em>“Sopo wonge sholat maghrib lan isya’ kanthi jamaah hinggo akhir Romadhon, mongko dewekne ngalap lailatil qodr kanti bagian kang sampurno.&#8221;</em></p>
<p>Wonten malem kasebat Alloh ngedeng (tajalli) dateng kawolonipun ngantos shubuh soho Moloikat munggah mudun dateng bumi kanthi gowo rohmat, salam lan menunaikan hajat hamba-hamba-Nipun. Malem tersingkap ipun keajaiban alam malakut. Sejatos ipun lailatul qadr meniko waktunipun cepet sanget kados kilat, mung mawon berkah lan keutamaanipun menaungi sepanjang malam.</p>
<p>Rangkaian ibadah Romadhon kitha sempurnaaken kanthi mbayar zakat fitrah. Imam Waki’ bin Jarrah, gurunipun imam As-Syafi’i, ngibarataken zakat fitrah sami kalian sujud sahwi. Panjenenganipun dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">زَكَاةُ الْفِطْرِ لِشَهْرِ رَمَضَانِ كَسَجْدَةِ السَّهْوِ لِلصَّلَاةِ. تَجْبُرُ نَقْصَ الصَّوْمِ كَمَا يَجْبُرُ السُّجُوْدُ نَقْصَ الصَّلَاةِ. (إعانة الطالبين الجزء الثاني ص 167)</p>
<p><em>“(Fungsi) zakat fitrah kagem Romadhon kados (fungsi) sujud sahwi kagem sholat. Zakat fitrah nambal (nyampurnaaken) kek</em><em>u</em><em>rangan utawi cacatipun poso sami halipun sujud sahwi nambal (nyampurnaaken) kekurangan utawi cacatipun sholat.”</em></p>
<p><em>Allahu Akbar 3 x Walillahil Hamd</em></p>
<p><strong><em>Jama’ah shalat ‘Idul-Fithri yang berbahagia…</em></strong></p>
<p>Monggo merenung sesarengan!&#8230;</p>
<p>Lumampahipun waktu estu cepet sanget, kados nembe wingi Romadhon dateng menyapa kita. Mboten kerahos, sak meniko kitho sampun dipun tilar Romadhon. Kitho lepas kepergian Romadhon kanthi sisahipun manah. Mungkin Romadhon bade dumugi malih wonten tahun ngajeng, ananging dereng tamtu Alloh nakdiraken saget kepanggih Romadhon malih. Mungkin Romadhon wingi terakhir kagem kitha.</p>
<ul>
<li>Beruntung sanget, tyang engkang poso Romadhon kanthi dipun landasi iman soho niat murih ridhonipun Alloh.</li>
<li>Berbahagia sanget, tyang engkang ngurip-ngurip malem Romadhon kanthi macem-macem ibadah dipun landasi iman soho niat murih ridhonipun Alloh.</li>
<li>Mujur sanget, tyang engkang ngatah-ngathahaken tilawail Qur’an kanthi dipun landasi iman soho niat murih ridhonipun Alloh.</li>
<li>Bejo sanget, tyang engkang ngurip-ngurip lailatul qodr kanthi dipun landasi iman soho niat murih ridhonipun Alloh.</li>
<li>Bejo kemayangan, tyang engkang nyampurnaaken poso Romadhon kanthi dipun landasi iman soho niat murih ridhonipun Alloh.</li>
</ul>
<p>Monggo kitha bertekat, nuansa Romadhn engkang sampun kitha ciptaaken meniko (sholat berjamaah, qiyamullail, sedekah, tilawatil qur’an, ngaji, peduli dateng sesami, lan nahan amarah tuwin nafsu syahwat) kihta bekto lan kitha biasaaken wonten wulan lintunipun. Ampun ngantos namung mandek wonten Romadhon sarasan.</p>
<p>Mugi-mugi Alloh paring panjang umur, kesehatan, soho kawilujengan hingga pepenggihan Romadhon malih wonten ing tahun-tahun candaipun. Aamiin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنَا اللَّهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ الْعَائِدِيْنَ الْفَائِزِيْنَ الْمَقْبُوْلِيْنَ. وَأَدْخَلَنَا فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ. أعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ تَزَكَّى. وَذَكَرَ اسْمَ رَبِّهِ فَصَلَّى.</p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. وَاسْتَغْفِرُوْهُ, اِنَّهُ هُوَاْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>أَلْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">أَللَّهُ أَكْبَرُ (x7)  أَللَّهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ لِلَّهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللَّهِ بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَرْ أَللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ اْلحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">اْلحَمْدُ للهِ الَّذِي مَنْ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ الْجَسِيْمِ, اِذْ مَنَّ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ اَفْضَلِ الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ, فَهَدَانَا اِلَى دِيْنِ الْحَقِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْكَرِيْمِ الْحَلِيْمِ, وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ الَّذِي خَصَّ بِالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ صَلَّى اللهُ  عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَلَّذِيْنَ فَازُوْا بِالْحَظِّ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ.وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآ ئِكَتِهِ فَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآ ئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْرٍوَعُمَروَعُثْمَان وَعَلِى رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اَللَّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ مَنْ يُؤْذِيْنَا وَاَهْلِكْ مَنْ اَرَادَنَا بِالسُّوءِ يَآارْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اِرْحَمْنَا وَفَرِّجْ عَلَيْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ. اللهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالْغَلَاءَ وألطَّاعُوْنَ وَفرس كورونا وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ وَاْلمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً. يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ : اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.</p>
<blockquote><p><strong>MUQORROBIN</strong><br />
Wakil Katib PCNU Ponorogo<br />
Ketua Takmir Masjid NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/refleksi-kesaktian-wulan-romadhon-khutbah-idul-fitri-singkat-nu/">Refleksi &#8220;Kesaktian&#8221; Wulan Romadhon &#8211; Khutbah Idul Fitri Singkat NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/refleksi-kesaktian-wulan-romadhon-khutbah-idul-fitri-singkat-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 09:56:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah basa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah menyentuh hati]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4488</guid>

					<description><![CDATA[<p>الخطبة الأولى اللهُ أكْبَرُ   × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4489" aria-describedby="caption-attachment-4489" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4489" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih.jpg" alt="Khutbah Idul Adha Basa Jawa - Suraosing Idul Adha - Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-Basa-Jawa-Suraosing-Idul-Adha-Cara-Nggulawenthah-Generasi-ingkang-Shalih-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4489" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha &#8211; Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">الخطبة الأولى</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أكْبَرُ   × 9</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;"> اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ:يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Kairing wiwiting angsluping sang bhagaskara, awit kala wingi sonten dumugi wekdal sapunika, kumandanging takbir, tasbih, tahlil lan tahmid mangalun-alun angebaki jagad ing nuswantara. Prakawis punika, minongka sarana ngunjukaken raos syukur dhumateng Allah, SWT awit sih nugraha, taufiq, lan hidayah dhumateng kula lan panjenengan sedaya, satemah kita saged nglampahi reroncening ngibadah ing dinten  ariyaya kurban punika.</p>
<p><em>Takbir</em> ingkang kakumandangaken, ing hakekatipun minongka pangakenan ingkang tulus tuwin blaka tumrap kaagunganing Allah SWT, dene sedaya ingkang wonten ing donya punika, namung alit kewala. Wondene tasbih ingkang kakumandangaken, sarana nuwuhaken pamawas bilih Allah punika dzat ingkang maha sempurna, kalis nir saking sedaya prakawis ingkang boten amantesi tumrap Panjenenganipun. Tembung tahlil kang kalantunaken, sarana ngekahaken iman kita bilih PanjenganDalem Allah  Dzat ingkang Maha Esa tur Maha Kuwasa. Sedaya jagad sami sumuyud lan setya tuhu dhumateng parentahipun.  Ewa semanten tembung <em>tahmid </em>ingkang kita lapalaken, minongka raos syukur kita awit sedaya Rahman miwah Rahimipun Allah, boten nate tebang pilih mban cindhe mban siladan tumrap sedaya kawulanipun.</p>
<p>Ing dinten punika, kita dipun emutaken prakawis kedadosan ageng, ingkang asumber saking syari&#8217;atipun Nabi Ibrahim a.s., ing salajengipun kakukuhaken minongka syari&#8217;atipun Nabi Muhammad saw, inggih punika ngibadah haji lan ngibadah kurban.</p>
<p>Ing wekdal sapunika mayuta-yuta saking saindenging jagad ngempal manunggal wonten ing tlatah suci nuhoni pandangonipun ilahi, sami nindakaken ngibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sandyanta mawarni-warni benten-benten suku, bangsa, bahasa, tuwin warni kulit, nanging saged manunggal, golong-gumolong, saiyeg saeka kapti, nyawiji ingdalem nindakaken syariat Allah SWT. Sedaya sami nyawiji anyatakaken kalilan nuhoni dhawuhipun Allah:</p>
<p style="text-align: right;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Sedherek-sedherek umat Islam ingkang katemben nindakaken ngibadah haji, sadaya sami nilar ing sandhangan pangkat drajat sarta kaluwihan tuwin kekiranganipun piyambak-piyambak. Sedaya nyawiji, sami ngagem rasukan warni pethak, satemah sisah kabedakaken sinten pejabat sinten konglomerat, pundi tiyang tani, pundi tiyang dagang, lan sapanunggalanipun. Punika sedaya nuduhaken bilih Islam paring piwulang bab <em>egalitarianisme </em>utawi walapada<em>; </em>manungsa ing ngarsanipun Allah sayektosipun sami, amung ketaqwaan ingkang nemtokaken ing drajat kamulyaning manungsa.</p>
<p>Nalika ngagem rasukan ihram, para <em>hujjaj</em> boten kawenangaken ngagem wewangen, dandos mawi paesan.  Punika sadaya ngemutaken dhumateng kita bilih ingkang dipun biji dening Allah <em>(manzarullah) </em>punika pepaesing ruhani, amalan-amalan sae miwah akhlaqul karimah. Bab kasebat kados jumbuh kalihan sabda Nabi SAW:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Ing dinten punika, kita ugi diemutaken ing cariyos ingkang kalampahan antawis <u>+</u> 3600 taun kapengker, cariyos pengurbananipun Nabi Ibrahim tumrap Nabi Ismangil kadi dene ingkang cariyosipun kalestarekaken ingdalem surat  al-Shoffat: 100-111.</p>
<p>Kathah piwulang ingkang saged kita dudut saking cariyos panjenenganipun lan kulawarganipun, sarana dadosa gegaman anglampahi gesang. Tuhu yekti punapa ingkang kadhawuhaken dening Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;">قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ</p>
<p><em>“Temen-temen sira wis duwe panutan kang becik, iya iku Nabi Ibrahim lan para sakhabate.“ ( QS Al Mumtahanah : 4 )</em></p>
<p>Paling boten, ayat ing nggingil ngemu suraos kalih piwulang.</p>
<p><strong>Sapisan</strong>. Kita kedah preduli tumrap generasi ingkang nerusaken kita. Ing wekdal sapunika kahananing pra mudha tumaruna estu mrihatinaken. Kathah prekawis perjinahan, pemerkosaan, rajapati, rajatatu, tawuran ing antaranipun para siswa, colong jumput, narkoba lan saweneh kasus kriminal sapanungganipun ingkang kathah katindakaken dening generasi muda.</p>
<p>Ingndalem Ariyaya Idul Adha puniki, sumangga ngenget-enget patuladhan saking Nabiyullah Ibrahim a.s. kalihan Siti Hajar ingdalem nuwuhaken bibit ingkang tinulad inggih punika Ismangil a.s. Kekalihipun estu kasil anggenipun nggulawenthah putranipun kanthi panggulawenthah ingkang sampun pranyata mijilaken generasi ingkang kapatedhan ganjaran pangkat nabi. Prakawis punika kalastantunaken cariyosipun ingdalem al-Qur’an lan sujarah gesangipun dados tapak tilas ngibadah haji miwah ngibadah kurban, dumugi dinten sapunika.</p>
<p>Kados pundi cara panggulawenthahipun Ibrahim satemah saged mijilaken kader ingkang anggadhahi predikat nabi punika?  Al-Qur’an sampun paring pepethan utawi gambaran ingkang sistematis miwah kaprinci. Bab punika saged kita pahami sarana katrangan ing ngandhap punika:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> panggulawenthah ingkang dipun sedya dening Ibrahim inggh punika nyithak generasi saleh ingkang manembah maligi amung dhumateng ngarsaDalem Allah SWT. Ingdalem panengga ingkang panjang, panjenenganipun ndedonga supados kaparingan generasi shaleh ingkang saged nglajengaken perjuangan agami tauhid. Sedyanipun Ibrahim kalestantunaken dening Allah SWT ingdalem Qs. Al-Shoffat: 100:</p>
<p style="text-align: right;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</p>
<p> &#8220;Dhuh Allah Pangeran kawula, Tuwan mugi paringa anak sae dhumateng kawula.&#8221;</p>
<p>Ibrahim sanget teguh tumrap sedya utawi visinipun, boten kelu ing ganjaran tuin sandhangan pangkat drajat salintunipun kesalehan. Ingdalem paring piwulang dhumateng putranipun, Ibrahim tansah ndangu <strong><em>Maa ta’buduuna min ba’dii </em></strong>sanes<strong><em> Maa ta’kuluuna min ba’dii</em></strong>. &#8220;Nak, apa kang bakal kosembah sapungkurku?&#8221; sanes &#8220;Apa kang bakal kopangan sapungkurku?&#8221; Ibrahim boten nate kuwatos bab nasib ekonomi putranipun ananging estu kuwatos nalika putranipun manembah ing salintunipun Allah SWT.</p>
<p><strong>Kaping kalihipun</strong>, panggulawenthahipun Ibrahim ngemu karsa supados Ismangil lan putra-putranipun tansah ngugemi agami Islam kanthi tumemen utawi totalitas. Kasetyan punika ing pangangkah dadosa benteng supados boten kelu ndherek  brahala ingkang sampun mapan ing sakiwa tengenipun. Ibrahim minongka tiyang sepah tansah ngawasi sarta ngontrol tindak-tanduk putra-putranipun. Dadosaken masjid minongka <em>bi’ah</em> (lingkungan) sarana nggulawenthah Ismangil lan putra-putranipun.</p>
<p style="text-align: right;">وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p>
<p>&#8220;Ibrahim lan Yakub padha memulang agama marang anak putune, he anak putuku kabeh, Allah wis milih marang sira kabeh dikarsakake padha nglakoni agama, mulane ing besuk patinira aja nganti ora Islam.&#8221; (Q.S. Al Baqarah : 132)</p>
<p><strong>Katiganipun</strong>, sarana nindakaken sedaya sedya kalawau, Nabi Ibrahim dados priyantung ingkang tansah tinulad sarta tinuladha dening putra-putranipun,  awit saking tindak-tanduk, solah-bawa sarta pangandikanipun (komunikasi). Nabi Ibrahim, sadyanta nguningani bilihi pamragatan Ismangil punika dhawuhDalem Allah, ananging boten meksa Ismangil supados ndherekaken lan nuhoni dhawuhDalem punika. Ananging nalika ngandharaken wahyu punika, kanthi wawan rembag ingkang santun, dialogis, kebak ing sih kawelasan. Bab punika kados ingkang katrangaken ingdalem QS. Al-Shoffat: 102</p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p><strong>Kaping sekawan</strong>, Nabi Ibrahim matrapaken prinsiping patuladhan.</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</p>
<p>Satemene Nabi Ibrahim iku sawijining pangarep kang sumungkem ngabekti ing Allah, netepi Agama Islam, dudu ewone wong kang padha maro tingal, (QS. Al- Nahl:120)</p>
<p>Pramila saking punika, supados saged mijilaken generasi ingkang shaleh, kula lan panjenengan sadaya kedah rumiyin dadosa priyantun ingkang <em>sholeh</em>, kados dene ingkang sampun dipun tuladhani dening Nabi Ibrahim a.s.</p>
<p><strong>Allah Akbar 3x Walillah al-Hamd.</strong></p>
<p><strong>Pelajaran Kedua, Kurban memiliki makna dzahir dan batin.</strong></p>
<p>Rajakaya inggih punika kewan minongka korban lan dipun pragat wonten ing ngibadah kurban. Punika minongka pralambanging angkara murka lan sedaya kaawonan wonten ing pribadhining manungsa. Sipat-sipat awon ingkang wonten saliraning manungsa pindhane sipat-sipating kewan. Allah wonten ingdalem saperangan ayat Al-Qur’an sadhengah kang awon saking manungsa kaumpamakaken kadi dene kewan. Maka, kanthi ngibadah qurban ngemu suraos bilih sipat-sipat kang kadi dene kewan lan boten nggadahi paugeran, ingkang tansah ngalalaken sedaya cara sarana nuruti nepsu sanadyanta kanthi tumindak dhalim ing liyan, kedah dipun icali saking pribadhining manungsa.</p>
<ol>
<li>Manungsa saged cluthak, nggragas, srakah kados munyuk</li>
<li>Manungsa saged tegelan utawi buas, <em>wentalan</em> kadi dene sima</li>
<li>Manungsa saged jail, maeka liyan pindhane kancil, bulus</li>
<li>Manungsa saged galak, <em>nekad </em>pindha ajag, srigala</li>
</ol>
<p>Lamun sipat-sipat punika langkung dominan wonten ing salebeting gesang bebrayan utawi bongsa wus tamtu bakal ndadosaken pranatan ingkang mggegirisi tansah damel kuwatos. Keadilan kasingkiraken dening kezhaliman, kukum seged dipun tumpat kanthi mas picis rajabrana, angger-angger saged dipaekani sarana dolar, estu sisah mbedakaken pundi hibah pundi suap, panguasa sampun supe lawan tanggeljawabipun, rakyat boten sadar jejibahanipum, sedaya papan panggenan kebak ing piawon lan kesaenan sumingkir, kaestyan kawon dening kemaksiatan, lan sapanunggalanipun.</p>
<p>Pramila saking punika Allah dhawuh ingdalem surat al- Rum: 41:</p>
<p style="text-align: right;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)</p>
<p>Ing bumi kang cengkar lan kang loh tetela padha karusakan, larang udan, tanduran arang kang urip, marga saka durakaning manungsa. Wusana manungsa padha kepeksa ngrasakake patrapan sawatara, iya iku pailan, wewalese duraka kang wis padha dilakoni, supaya padha tobata  ing Allah.</p>
<p>Maka tuhu boten geseh dhawuh pangandikaning Allah ingkang negesi bilih ingdalem ngibadah kurban punika sanes daging-daging sembelihan kurban ingkang tutug dumugi ngarsaning Allah, ananging kataqwaaning tiyang ingkang sami nindakaken kurban kalawau ingkang tutug dumugi ngarsaDalem Allah.</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ( الحج: 37(</p>
<p>Daginging kewan kang ginawe kurban lan getihe, iku ora konjuk ing Allah, balik kang konjuk ing Allah iku panggawe becik kalawan gumolonging ati kanthi wedi ing Allah saka ing sira. Mangkono uga Allah nyungkemake unta lan kebo sapi kang gagah prakosane samono marang sira, supaya sira nebuta Maha-agung marang Allah, awit Allah wis nuduhake sira marang agama bener. Lan sira ambebungaha wong kang padha nglakoni panggawe becik, pracaya yen Allah iku mung siji, bakal oleh ganjaran suwarga.</p>
<p>Mugya Allah andadosaken kula lan panjenengan sadaya kagolong para kawulanipun ingkang tansah sumuyud, setya tuhu ingdalem anindakaken syariat tuwin tuntunanipun. Gita-gita rebat dhucung ingdalem nindakaken kabecikan, nampeni dhawuh kanthi anuhoni, lan nebihi punapa ingkang dados awisanipun. Dados kawula punika boten namung mupangati tumrap dhiri pribadhi, kulawarga, miwah masyarakat sakiwa tengenipun, ananging inggih pribadhi ingkang nindakaken saben-saben padamelan kanthi temenan lan obah osiking pangurbananipun awit karana sedya ingkang tulus ikhlas, mligi minongka ridlo saha maghfirohipun Allah SWT.</p>
<p>Mugiya Allah tansah ndadosaken putra wayah kula panjenengan sadaya, dadosa generasi ingkang <em>sholih-sholihah, </em>generasi ingkang boten namung wasis tumrap intelektual, ananging ugi wasis tumrap emosional lan spiritualipun. Amin Ya Mujibas sailin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالحِيِن،  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ,</p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الثانية</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ . اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ، أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلـمُقَـرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<blockquote>
<p class="_04xlpA direction-ltr align-center para-style-body"><span class="JsGRdQ"><strong>Dr. H. Luthfi Hadi Aminuddin, M.Ag</strong><br />
</span><span class="JsGRdQ">Sekretaris PCNU Ponorogo</span></p>
</blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/">Khutbah Idul Adha Basa Jawa &#8211; Suraosing Idul Adha:  Cara Nggulawenthah Generasi ingkang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-basa-jawa-suraosing-idul-adha-cara-nggulawenthah-generasi-ingkang-shalih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Jul 2022 09:45:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa jawa]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah terbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Teks Khutbah Idul Adha]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4482</guid>

					<description><![CDATA[<p>اَللهُ أَكْبَرْ × 9 اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4486" aria-describedby="caption-attachment-4486" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4486" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA.jpg" alt="KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H - ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/KHUTBAH-IDUL-ADHA-1443-H-ANAK-SHOLIH-LAHIR-SAKING-TIYANG-SEPAH-INGKANG-TAAT-BERAGAMA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4486" class="wp-caption-text">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرْ × 9</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُ أَكْبَرْ كَبِيْرًا . وَالحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا . وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً . لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرْ . اَللهُ أَكْبَرْ وَللهِ الحَمْدُ .</p>
<p style="text-align: right;">الحَمْدُ للهِ الَّذِى أَعَدَّ لِلمُحْسِنِيْنَ جَزَاءً حَسَناً. وَرَفَعَ لَهُمْ عِنْدَهُ قَدْراً وَشَأْناً. أَشْهَدُ اَنْ لاَاِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ شَهَادَةً وَاِيْقَانًا. وَأَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ المَبْعُوْثُ اِلَى الثَّقَلَيْنِ رَحْمَةً وَإِحْسَانًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ<sub>نِ</sub> المُنَزَّلِ عَلَيْهِ القُرْآنُ تِبْيَانًا. وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ نَالُوا مِنْ رَّبِّهِمْ مَغْفِرَتاً وَرِضْوَاناً.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ : اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَ اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِى الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ : أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشِّيْطّانِ الرَّجِيْمِ . يَااَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ اِلاَّ وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ . (الِ عِمْرِانَ : ١٠٢) صَدَقَ اللهُ العَّظِيْمِ.</p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p>الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Sumangga kula lan panjenengan sadaya tansah meningkatkan taqwa kita dhumateng Allah SWT, kanthi estu-estu nglampahi sadaya parintah-parintahipun, lan tansah nebihi sadaya awisan-awisanipun.</p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p>Ariyaya Idul Adha, ugi kawastanan ariyaya Kurban, awit ing dinten punika den syari’ataken nindakaken ngibadah ingkang sanget utami, inggih punika ngibadah kurban. Wonten ing dalem ngibadah kapepethan kasabaranipun Nabi Ibrahim AS, ingatase pacoban ingkang kaparingaken dhumateng panjenenganipun; sarta dados kaenget kanthi pratela kasetyanipun anindakaken sedaya parentahipun Allah SWT dhumateng panjenenganipun.</p>
<p>Awit kanthi kasabaran lan kasetyanipun Nabi Ibrahim punika, panjenganipun kapatedhan ganjaran pangkat ingkang langkung inggil kanthi sesebatan <strong>“Khalilullah” (kekasihing Allah).</strong></p>
<p>Ingdalem kitab <strong><em>“Misykatul Anwar”</em></strong> kasebataken bilih Nabi Ibrahim AS anggadhahi kaya 1000 domba, 300 lembu, lan 100 unta. Panjenenganipun kalebet tiyang ingkang sugih ing jamane.</p>
<p>Ing satunggaling dinten, Nabi Ibrahim AS nate dipun dangu, <strong><em>“rajakaya kang akeh iki darbeke sapa?”</em></strong> Nabi Ibrahim paring wangsulan: <strong><em>“Kagunganipun Allah, ananging sapunika taksih kagungan kula. Lamun samangsa-mangsa Allah ngersakaken, bakal kula pasrahaken sedayanipun. Boten namunga rajakaya, lamun Allah ngersakaken Ismangil yoga kula ingkang paling kula tresnani, tuhu kula pasrahaken dhumateng Allah kanthi ikhlas lilaning manah.”</em></strong></p>
<p>Imam Ibnu Katsir ingdalem kitab <strong>“Tafsir Al-Qur’anul ‘Adzim”</strong> ngandharaken bilih, pangandikanipun Nabi Ibrahim ingkang ngalilani putranipun lamun kakersakaken dening Allah, nuli dados pacoban, nenggih Allah nyobi iman lan taqwa Nabi Ibrahim sarana pangimpen ingkang tuhu haq, supados ngorbanaken putranipun sarana den pragat, nalika samanten umuripun taksih 7 tahun. Putra ing bagus wernane sulistya ing warni, tansah nengsemake, sehat lan prigel cukat sarta trampil punika supados kakorbanaken sarana den pragat mawi astanipun Nabi Ibrahim piyambak.</p>
<p>Kawinarni ingdalem <strong>Al-Qur’an : Surat As-Shaffat : 102 :</strong></p>
<p style="text-align: right;">قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانظُرْ مَاذَا تَرَى ، قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ (الصافات : ١٠٢)</p>
<p><em>“Nabi Ibrahim tutur marang Nabi Ismangil. He anakku, wruhanamu aku tampa dhawuhing Allah ana ing pangimpen. Aku ingandikakake ambeleh kowe. Mara kapriye panemumu.&#8221; <strong>Nabi Ismangil matur</strong>: &#8220;Dhuh bapak, prayoginipun lajeng sampeyan estokaken dhawuhing Allah wau, amragat kula. Manawi Allah marengaken, sampeyan badhe sumerep tetekipun manah kula nglampahi sampeyan pragat.&#8221; </em><strong>(Qs. As-Shaffat : 102)</strong></p>
<p>Nabi Ibrahim mantepaken sedyanipun sarta Nabi Ismangil pasrah nglilakaken saliranipun. Sanalika Malaikat Jibril tumurun mbekta wahyuing Allah SWT, ndhawuhi maring Nabi Ibrahim supados nyigeg anggenipun badhe mragat Ismangil, awit saking kaikhlasan kekalihipun kalawau, minongka leliru Allah amung nyekapaken  supados amragat menda kemawon minongka gantosing korban. Al-Qur’an : <strong>As-Saffat : 107-110</strong></p>
<p style="text-align: right;">وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيم ، وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِي الآَخِرِينَ ، سَلامٌ عَلَى إِبْرَاهِيمَ ، كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ  (الصافات : ١٠٧ &#8211; ١١٠)</p>
<p><em>“Nabi Ismangil kang mesthi kudu dibeleh, banjur Ingsun lironi wedhus gedhe, dadi wis cukup ambeleh wedhus mau. Ingsun anglestarekake jenenge Nabi Ibrahim lan kautamane, ingalêmbana dening para nabi lan para umat kang kari-kari. Kabeh padha memuji: Allah muga paringa salamet marang Nabi Ibrahim. Kaya mangkono enggon Ingsun males marang wong kang padha gawe kabecikan.&#8221; </em><strong>(Qs. As-Saffat : 107-110).</strong></p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Sumangga kita galih sapisan malih surasaning tembung wangsulanipun Ismangil ingkang alit rikala mireng yen saliranipun badhe kakurbanaken dening ramanipun sarana ngestokaken lan nuhoni dhawuhdalem Allah SWT, kanthi matur : <strong><em>“Dhuh bapak, prayoginipun lajêng sampeyan èstokakên dhawuhing Allah wau, amragat kula.</em></strong><em> <strong>”</strong></em></p>
<p>Kedadosan ingkang kebak sujarah kalawau ngemu suraos tumrap saben-saben tiyang Muslim, bilih putra ingkang ngabekti lan mituhu punika miyos saking tiyang sepah ingkang tansah ngabekti lan mituhu ugi dhumateng Allah. Bebasan, “kacang mongsa ninggala lanjaran.”</p>
<p>Ingdalem satunggiling hadits, riwayat  Al-Bazzar, dikatrangaken makaten:</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ ، أَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ ذُرِّيَّةَ المُؤْمِنِ مَعَهُ فِي دَرَجَتِهِ وَإِنْ كاَنَ لَمْ يَبْلُغْهَا فِي العَمَلِ. (رواه البزار)</p>
<p><em>“Satemene Allah ngangkat drajating anak-anake wong mukmin maring drajate orang tuane, sanadyan ta amal shalihe bocah-bocah mau ora kaya dene amalane orang tua lorone.”</em> <strong>(HR. Imam Al-Bazzaar)</strong></p>
<p>Kashalihan Nabi Ismail ingkang taksih alit kalawau, boten denpikoleh saking bangku sekolah, ugi boten karana kelu maring adat lan budaya masyarakatipun;  amung awit saking ketaataning tiyang sepah kekalihipun dhumateng syari’atipun Allah SWT; lan awit berkat parimating biyang kinasihipun ingkang yektos nuhoni tumrap piwulang agami.</p>
<p>Lingkunganipun Nabi Ismangil alit, rikala samanten amung ibunipun kewala, awit kekalihipun gesang wonten ing satunggiling lembah ingkang papanipun dereng kadunungan dening manungsa, kajaba amung kekalihipun.</p>
<p>Carios Nabi Ibrahim AS, ngemu piwulang ingkang langkung utami tumrap kita sadaya, bilih ing yen ta kula lan panjenengan nedya utawi ngersakaken putra ingkang shalih, maka tiyang sepah kedah langkung rumiyin tansah njagi keshalihanipun minongka tuladha tumrap para putranipun.</p>
<p><strong><em>Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Wonten ing tembe kawuri, para putra ingkang shalih punika minongka pangarep-arepinh tiyang sepah, lamun sawanci-wanci katimbalan sowan ing ngarsaDalem Allah, ing ngalam delahan kaputus wekdal kagem nindakaken amali lan tumindak sae tumrap salira pribadinipun. Ingdalem satunggiling hadits, katrangaken :</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ سَهْلِ بْنِ مُعَاذٍ عَنْ أَبِيهِ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِمَا فِيهِ أُلْبِسَ وَالِدَاهُ تَاجًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشَّمْسِ فِي بُيُوتِ الدُّنْيَا. (رواه أبو داود)</p>
<p><em>“ Kariwayatken saking Sahal bin Mu’az saking ramanipun, satuhune Rasulullah SAW ngandika : Sing sapa wonge maca Al-Qur’an lan ngamalake isining Qur&#8217;an, maka wong tuwa kekarone ing akhirat  bakal diwenehi makutha kang sorot cahyane endahe ngungkuli soroting surya ing ngalam donya.” </em><strong>(HR. Imam Abu dawud).</strong></p>
<p>Ingdalem hadits ing nginggil, yektos bilih tiyang sepah kekalih ing akhirat ugi bakal kamulyakaken ing ngarsane Allah SWT, awit karana tumindak becike para putranipun.</p>
<p>Pramila jalaran saking tiyang sepah kang shalih ugi bakal nuwuhaken bibit-bibit putra ingkang shalih ugi sarta setya tuhu dhumateng puwilanging agami; lan putra ingkang shalih lan ngabekti maring agami bakal dados gegadhanganipun tiyang sepah, nadyanta kekalihipun sampun wonten ngalam delahan.</p>
<p>Boten namung donga putra ingkang shalih ingkang mupangat tumrap tiyang sepah kekalihipun, ananging ugi ngibadahnya kanthi temenan kang katindakaken ing donya dados sabab Allah SWT ngasihi saha mulyakaken tiyang sepah kekalihipun.</p>
<p><strong><em>Hadirin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p style="text-align: right;">الله أكبر ، الله أكبر ، الله أكبر ، ولله الحمد</p>
<p>Amungkasi khutbah punika, sumangga kita munajat dhumateng Allah supados kula lan panjenengan sami kaparingan keselametan saking sedaya ancaman, kaparingan kasaenan ingkang sampurna, gesang ingkang bagya mulya widada tuwin wekdal sarana ngabekti kanthi sasae-saenipun ingarsaning Allah SWT.</p>
<p>Kaparingan kakiyatan sarana mangun bale wisma ingkang langkung prayogi, satemah saged dados papan pangayoman tumrap putra-putri ingkang shalih shalihah, setya tuhu dhumateng agami, ngabekti dhumateng  tiyang sepah kekalih, saha mupangati tumrap masyarakatipun. <strong>Amiin yaa robbal ‘alamiin.</strong></p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِى وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ المُسْلِمِيْنَ بِاَيَةِ القُرْأنِ الْكَرِيْمِ, وَنَفَعَنَا وَإِيَاكُمْ بِتِلاَوَتِهِ وَفَهْمِهِ وَبِحِفْظِ مَعَانِيْهِ العَظِيْمِ : أَعُوذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ :</p>
<p style="text-align: right;">وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3).</p>
<p style="text-align: right;">وَقُل رَّبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ اَرْحَمُ الرَّحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong> الخطبة الثانية للعيد.</strong></p>
<p style="text-align: right;">الله اكبر × 7</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْفَرِدِ بِالدَّوَامِ . الْبَاقِي بَعْدَ فَنَاءِ الأَيَّامِ . الْمُوجِدِ لِلْخَلْقِ بَعْدَ الْعَدَمِ . الْمُفْنِي لَهُمْ بَعْدَ أَنْ ثَبَتَتْ أَعْمَالُهُمْ فِي الصُّحُفِ كَمَا جَرَى بِهِ الْقَلَمُ . الْعَالِمِ بِمَا انْطَوَتْ عَلَيْهِ أَسْرَارُهُمْ فِي الْحَالِ وَفِي الْقِدَمِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إلَهَ إلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيكَ لَهُ شَهَادَةَ عَبْدٍ مُضْطَرٍّ إلَيْهَا عِنْدَ زَلَّةِ الْقَدَمِ . وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ أَرْسَلَهُ إلَى أَكْرَمِ الأُمَمِ . وَصَلَّى اللَّهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ.</p>
<p style="text-align: right;">وَبَعْدُ . فَاتَّقُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الفَوَاخِشَ فَقَدْ فَازَ الـمُتَّقُونْ. قَالَ تَعَالَى فَهُوَ اَصْدَقُ القَائِلِيْنَ : إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا . اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سيدنا مُحَمَّدٍ ، وأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ أَجْمَعِيْنَ ، وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">أللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ وَالمُسْلِمِيْنَ وَالمُسْلِمَاتِ ، الاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالاَمْوَاتِ ، اَللَّهُمَّ أصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا ، وِأَلِفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا ، وَاجْعَلْ فِي قُلُوْبِنَا الإِيْمَانَ ، وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا عَلَى دِيْنِ الاِسْلاَمْ ، وَانْصُرْنَا عَلَى عَدُوِّكَ ،  وَاجْعَلْنَا مِنْ عِبَادِكَ الصَّالِحِيْنَ ، بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ .</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آَمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَالحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِيْنَ.</p>
<blockquote><p><strong>Drs. KH. M. Muhsin, MH</strong><br />
Ketua Yayasan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama Batoro Katong Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/">KHUTBAH IDUL ADHA 1443 H &#8211; ANAK SHOLIH LAHIR SAKING TIYANG SEPAH INGKANG TAAT BERAGAMA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-anak-sholih-lahir-saking-tiyang-sepah-ingkang-taat-beragama/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 07:31:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah nu online]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4457</guid>

					<description><![CDATA[<p>الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4484" aria-describedby="caption-attachment-4484" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4484" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA - HAKEKAT IDUL ADHA" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-1443-H-BASA-JAWA-HAKEKAT-IDUL-ADHA-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4484" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الْأُوْلَى</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكْبَرْ (×۳)  اَللَّهُ اَكبَرْ (×۳)  وَلِلَّهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلَّهِ الْمُنْفَرِدِ بِالْقَدَرِ وَالْبَقَاءِ. والْعَظَمَةِ وَالْكِبْرِيَاءِ. وَالْعِزِّ الَّذِى لَا يُرَامُ. الَّذِى لَا يُمَثِّلُهُ الْعَقْلُ ولَا يَحُدُّهُ الْفٍكْرَةُ ولَا تُدْرِكُهُ الْأوْهَامُ. أحْمَدُهُ عَلَى جَمِيْعِ نِعَمِهِ الْوَافِرَةِ الْجِسَامِ. وأسْأَلُهُ حِفْظَ نَعْمَةِ الْإيْمَانِ والْإسْلَامِ. وأشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إلّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، إلَهٌ اعْتَزَّ بِهِ مَنْ عَزَّ فَلَا يُضَامُ. وَذَلَّ مَنْ تَكَبَّرَ عَنْ أمْرِهِ وَلَقِيَ الْآثَامَ. وَاشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ ورَسُوْلُهُ الَّذِى بَيَّنَ طَرِيْقَ الْقَوَامِ. اللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وأصْحَابِهِ مَادَامَتِ السِّنُوْنَ وَالْأَعْوَامُ.</p>
<p style="text-align: right;">أمَّا بَعْدُ. فَيَا إخْواَنِيَ الْكِرَامُ. اُوْصِيْكُمْ وَإيَّايَ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. وَاعْلَمُوا أنَّ يَوْمَكُمْ هَذَا يَومٌ عَظِيْمٌ. يَوْمٌ ابْتَلَى اللَّهُ إبْرَاهِيْمَ علَيْهِ السَّلامُ بِالأمْرِ بِذَبْحِ ابْنِهِ فَصَبَرَ وَامْتثَلَ. فَجَعَلَ اللَّهُ جَزَائَهُ اْلحُسْنَى.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p>Mangga sesarengan nambahi taqwAllah, ajrih dumateng Allah, kanti nindaaken dateng sedaya perintah-printahipun saha nebihi sedaya awisan-awisanipun. Lan mangga sami mahos takbir bakdanipun sholat fardhu, sholat janazah lan bakdanipun sholat-sholat sunnah ngantos asar akhiripun dinten tasyrik.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd.</em></p>
<p>Alhamdulillah, wonten ing injing meniko kita saget sareng-sareng ngleksanaken sholat ‘Idul Adha. ‘Idul Adha saget dipun artosaken dinten <em>Riyoyo Agung utawi Besar. </em>Jalaran tiyang ingkang nindaaken sholat ‘Idul Adha kanti dipun rumiyini ngathah-ngathahaken siyam saha amal sahe, milai tanggal setunggal ngantos tanggal sedoso Dzulhijjah meniko <em>agung utawi besar ganjaranipun</em>. Rasulullah Muhamad SAW dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ أيَّامٍ أحَبُّ إلى اللَّهِ أنْ يُتَعَبَّدَ لهُ فِيها مِنْ عَشْرِ ذِى الحِجَّةِ, يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْها بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ فِيْها بِقِيامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ. (رواه الترميذيّ)</p>
<p><em>“Ora </em><em>a</em><em>n</em><em>a</em><em> din</em><em>a</em><em>-din</em><em>a</em><em> kang digawe ibadah kang luwih disenengi Allah tinimbang sepuluh din</em><em>a</em><em> wulan Dzulhijjah. P</em><em>a</em><em>s</em><em>a</em> <em>sedin</em><em>a</em><em> s</em><em>a</em><em>k</em><em>a</em><em> din</em><em>a</em><em>-din</em><em>a</em><em> iku podo p</em><em>a</em><em>s</em><em>a</em><em> setahun, njumeningi ibadah </em><em>a</em><em>n</em><em>a</em><em> wengine podo karo ibadah wengine lailatul qodar”. HR. At-Tirmidzi.</em></p>
<p>Ganjaranipun kados dene mujahid, Rasulullah dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ فِيهِ أَفْضَلُ مِنْ عَشَرِ ذِي الْحِجَّةِ، قِيلَ: وَلا الْجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ :« وَلاَ الْجِهَادُ فِى سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْجِعْ  مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ. )رواه البخاريُّ)</p>
<p>Rasulullah SAW ugi dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">سُئِلَ عَنْ يَوْمِ عَرَفَةَ, فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ المَاضِيَةَ والْبَاقِيَةَ. (رواه مسلم)</p>
<p><em>“</em>Rasulullah <em>dipun suwuni perso pasa wonten dinten ‘Arofah, lajeng dawuh: ‘Nglebur dosa setahun kang wes klewat lan doso setahun kanga arep teko”.</em></p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>‘Idul Adha ugi saget dipun artosaken <em>Riyoyo Haji. </em>Kranten ing dinten meniko dinten ipun nindaaken ibadah haji. Jutaan kaum muslimin ingkang mampu saking pundi-pundi negari sami rawoh wonten ing Mekkah Al-Mukarromah. Sami nindaaken rukun-rukun lan wajibipun haji. Wonten ing injing meniko jamaah haji sami melontar Jumroh Aqobah wonten ing Mina. Lajeng nerusaken Thowaf Ifadhoh wonten ing Ka’bah, lajeng Sa’i, lajeng Tahallul Awal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ibadah haji meniko setunggalipun ibadah ingkang mbetahaken pinten-pinten kesiapan. Kesiapan fisik, materi, lan ugi kesiapan mental. Kesiapan fisik kados kekiyatan badan saha kesehatan. Kesiapan materi kados ongkos perjalanan tuwin nafaqoh keluarga ingkang dipun tilar. Dene kesiapan mental kados siap nilar pangandikan ingkang awon saha poro padu selaminipun ibadah haji. Ibadah haji ingkang mbetahaken pinten-pinten bekal meniko menawi katindaaken kanthi estu, senahoso nandang kepayahan lan rekaos tamtu mboten sekedik piwalesipun. Ingantawisipun, ibadah haji saget nuceni lan ngumbah sedaya doso. Rosululloh SAW dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">حُجُّوْا فَإنَّ الْحَجَّ يَغْسِلُ الذُّنُوْبَ كمَا يَغْسِلُ المَأءُ الدَّرَنَ. (رواه الطبرانيّ)</p>
<p><em>“Hajio siro kabeh, saktemene haji iku biso nuceake doso koyo anggone banyu ngresiki kotoran”.</em></p>
<p>Lan sampun memper bilih haji mabrur meniko piwalesipun suwargo. Rosululloh SAW:</p>
<p style="text-align: right;">وَالحَجُّ المَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ الّا الْجَنّة. (رواه البخاري ومسلم)</p>
<p><em>“Haji mabrur iku ora ono piwales kang sepadan kejobo suwarga”.</em></p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumulloh</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>Idul Adha ugi saget dipun artosaken <em>Riyoyo Kurban. </em>Jalaran wonten ing saminipun dinten meniko nabi Ibrahim as dipun uji deneng Allah. Nabi IbrAhim a.s. pikantuk wahyu supados ngurbanaken/mragat putrAnipun ingkang nami Ismail a.s. Injangipun nabi Ibrahim rumahos susah, kranten Ismail meniko putro ingkang taksih ngancik umur kekanak-kanakan, ingkang taksih lucu-lucunipun ingkang saget menghibur tiyang sepuhipun. Lajeng perkawis meniko dipun rundingaken daten putro Ismail. Al-Qur’an mengabadikan meniko:</p>
<p style="text-align: right;">يَا بُنَيَّ  إنِّى أرَى فِى المَنَام أنِّى أذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى. قَالَ يَا أبَتِ افْغَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِى إنْ شَاءَ اللهُ مِنَ الصَّابِرِيْنَ.</p>
<p><em>Nabi Ibrahim as ngendiko: ”He ngger putraku, saktemene ingsun nompo wahyu impen rupo dawuh supoyo ngurbanake sliramu. Mangko cobo pikiren kepriye mungguh panemu mu? Ismail matur: “Duh romo, mangga kulo aturi ngleksanaaken printahipun Allah. InsyaAllah panjenengan bade pinanggih kawulo termasuk golonganipun tiyang engkang sabar”. Lajeng tiyang kaleh (Ibrahim lan Ismail) bidal menuju dateng panggenan ingkang sepi”.</em></p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا أسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِيْنِ. وَنَادَيْنَا أنْ يَا إبْرَاهِيْمُ, قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ. إنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِيْنُ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.</p>
<p><em>“Ing naliko tiyang kekalih sampun sami pasrah dateng Allah, Ismail sampun sare miring, nabi Ibrahim sampun nyelehaken pedang wonten ing gulunipun Ismail, lajeng wonten pengundang-undang ingkang mboten wonten rupinipun: He Ibrahim, siro wes ngestuake wahyu impen. Saktemene ingsun bakal maringi piwales ganjaran marang wong-wong kang podo laku bagus. Saktemene iku kabeh mung ujian iman kang terang. Mongko saiki Ingsun aweh tebusan wedus kang gede saking ngersoningsun, potongen kanggo kebungahan”.</em></p>
<p><em>Mendo</em> menikolah ingkang rumiyen mendo kagunganipun Habil (putronipun nabi Adam a.s). Lajeng mendo dipun pragat, lajeng wonten latu saking langit ingkang ngobong nelasaken mendo kasebat kejawi sirahipun. Meniko nedahaken bilih kurbanipun Ibrahim kaliyan Ismail dipun tampi Allah. Lajeng sirah mendo dipun asto kundur dipun ceritaaken lan dipun duduhaken garwonipun, selajeng sedaya sami syukur dumateng Allah.</p>
<p><strong><em>Ma’asyirol muslimin hafidhokumullo</em></strong><strong><em>h</em></strong></p>
<p><em>Allahu Akbar x 3 Walillahilhamd</em></p>
<p>Kagem tiyang ingkang anggadahi azam bade kurban dipun sunnahaken mboten motong rambut utawi kuku milai tanggal setunggal ngantos kurban bade dipun pragat. Hukum ipun kurban tumrap tiyang ingkang mampu, meniko miturut madzhab ipun Imam Malik, Syafi’i lan Imam Ahmad hukumipun <em>sunnah kifayah muakkadah </em>(sunnah engkang cekap umpami dipun lampahi kepala keluarga).</p>
<p style="text-align: right;">(كذا فى البغية ورحمة الأمة فى الاختلاف الأئمة)</p>
<p>Kagem tiyang ingkang kurban sunnah, piyambakipun lan keluarganipun dipun perengaken tumut dahar dagingipun. Wondene menawi kurban wajib, kados sampun dipun nadzari, dipun haramaken tumut dahar dagingipun. Kagem tiyang ingkang kurban sunnah kagem tiyang sanes utawi kagem mayit ingkang sampun wasiat dipun haramaken tumut dahar dagingipun.</p>
<p>Sapi, maeso/kebo lan ugi mendo, sami ugi lanang utawi wadon sedaya kengeng kadamel hewan kurban. Ingkang penting sampun memenuhi syarat-syarat ipun. Ananging langkung sae lan afdhol menawi ingkang lanang. Miturut Ibnu Abbas, kagem tiyang ingkang mboten mampu kurban ngagem sapi, maeso lan mendo cekap kurban mawi jago utawi banyak. Malah-malah As-Syaikh Muhammad Al-Fudholi ngaturi fatwa kagem tiyang-tiyang fakir taqlid dateng pendapatipun Ibnu Abbas. (Senahosa wonten ing kitab Asy-Syarqowi kito mboten dipun parengaken taqlid dateng qoul meniko). <em>Imam Romli marengaken</em> kurban dipun sarengaken niat aqiqoh, <em>Imam Ibnu Hajar mboten marengaken.</em></p>
<p>Wondene fadhilah ipun berkurban, kados dawuh ipun Rosululloh SAW:</p>
<p style="text-align: right;">مَا عَمِلَ ابْنُ آدَمَ يَوْمَ النَّحْرِ عَمَلاً أحَبَّ إلى اللهِ عَزَّ وجَلَّ مِنْ هِراقَةِ الدَّمِ وإنَّهُ لَيَأْتِى يَوْمَ القِيَامَةِ بِقُرُوْنِهَا وأظْلاَفِهَأ وأشْعَارِهَا, وإنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللهِ  عَزَّ وجَلَّ بِمَكَانٍ قَبْلَ أنْ يَقَعَ عَلَى الْأرْضِ. فَطِيْبُوْا بِهَا نَفْسًا. (رواه الترميذي وابن ماجه)</p>
<p><em>“Ora ono amalan kang dilakoni anak adam naliko dino nahr kang luwih disenengi Allah tinimbang ngilikake getih (berkurban). Saktemene besok dino kiyamat hewan kurban iku teko sak sungu-sungune, kukune lan bulu-bulune. Lan saktemene getih e iku dumugi (diridhoi) Allah sakdurunge tetes neng bumi. Mongko legokno (tenangno) atimu kanti berkurban”. (HR. at Tirmidzi dan Ibnu Majah)</em></p>
<p>Rosulloh SAW ugi ngancam dateng tiyang mampu ingkang mboten purun berkurban kanti pangandikanipun:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ فَلَمْ يُضّحِّ فَلاَ يَقْرُبَنَّ مُصَلَّانَا. (رواه ابن ماجه)</p>
<p><em>“Sopo wonge diparingi jembare rizqi banjur dewekne ora gelem kurban, mongko becik ojo nyedek tempat sholatku”. (HR. Ibnu Majah)</em></p>
<p>Magepoan kalian marakipun penyakit PMK engkang menyerang dateng hewan kurban, mboten perlu dipun khawatiraken keranten pemerintah sampun menjamin ketersediaan hayawan kurban. MUI saha PBNU ugi sampun membahas hukum keabsaan hewan kurban engkang terjangkit PMK kagem pedoman kaum muslimin.</p>
<p>Mugi-mugi Allah paring panjang umur dateng kito kagem taat ngantos saget menangi malih Idul Adha wonten ing tahun-tahun selajeng ipun sarono sehat afiyat. Aamiin</p>
<p style="text-align: right;">وَاللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْلُ, وَبِقَولِه يَهْتَدِى الْمُهْتدُونَ, اَعُوْذُ باللهِ مِنَ الشَّيْطانِ الرَّجِيْمِ. وَنَادَيْنَاهُ أنْ يَا إبْرَاهِيْمُ. قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إنَّا كَذَلِكَ نَجْزِى المُحْسِنِيْنَ. وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ.</p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الْخُطْبَةُ الثَّانِيَّةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُ اَكْبَرْ (x7)  اَللَّهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللَّهُ اَكْبَرْ اَللَّهُ اَكْبَرْ وَللهِ اْلحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;">اْلحَمْدُ للهِ الَّذِي مَنْ عَلَيْنَا بِفَضْلِهِ الْجَسِيْمِ, اِذْ مَنَّ عَلَيْنَا بِمُحَمَّدٍ اَفْضَلِ الْخَلْقِ اَجْمَعِيْنَ، فَهَدَانَا اِلَى دِيْنِ الْحَقِ وَالصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَاَشْهَدُ اَنْ لآ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الْكَرِيْمِ الْحَلِيْمِ، وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ الَّذِي خَصَّ بِالْخُلُقِ الْعَظِيْمِ صَلَّى اللهُ  عَلَي سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ اَلَّذِيْنَ فَازُوْا بِالْحَظِّ وَسَلَّمَ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّا بَعْدُ: فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا اَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهّ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ فَقَالَ تَعاَلَى اِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى ، يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ اَبِى بَكْر ٍوَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى رَضِيَ اللهُ تَعَالَى عَنْهُمْ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اَعِزَّ اْلاِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَدَمِّرْ اَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ اِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ اكْفِنَا شَرَّ مَنْ يُؤْذِيْنَا وَاَهْلِكْ مَنْ اَرَادَنَا بِالسُّوءِ يَآارْحَمَ  الرَّاحِمِيْنَ اِرْحَمْنَا وَفَرِّجْ عَلَيْنَا وَالْمُسْلِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيّ خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ : اِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلاِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِى اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ فَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.</p>
<blockquote><p><strong>MUQORROBIN</strong><br />
Wakil Katib PCNU Ponorogo<br />
Ketua Peribadatan Masjid NU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/">Khutbah Idul Adha 1443 H BASA JAWA &#8211; HAKEKAT IDUL ADHA</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-1443-h-hakekat-idul-adha-b-indo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Jul 2022 07:24:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khotbah Hari Raya]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 1443H]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah idul adha 2022]]></category>
		<category><![CDATA[khutbah singkat]]></category>
		<category><![CDATA[teks khutbah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=4468</guid>

					<description><![CDATA[<p>الخطبة الأولى اللهُ أكْبَرُ   × 9 اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_4469" aria-describedby="caption-attachment-4469" style="width: 1920px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-4469" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih.jpg" alt="Khutbah Idul Adha 2022 - Makna Idul Adha Kiat Membentuk Generasi yang Shalih" width="1920" height="1080" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih.jpg 1920w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2022/07/Khutbah-Idul-Adha-2022-Makna-Idul-Adha-Kiat-Membentuk-Generasi-yang-Shalih-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1920px) 100vw, 1920px" /><figcaption id="caption-attachment-4469" class="wp-caption-text">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الأولى</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أكْبَرُ   × 9</p>
<p style="text-align: right;">اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلاً، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ صَدَقَ وَعْدَهُ وَنَصَرَ عَبْدَهُ وَأَعَزَّ جُنْدَهُ وَهَزَمَ الأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلَهَ إِلاًّ اللهُ اللهُ أكْبَرُ، الله أكبر وَللهِ الْحَمْدُ.</p>
<p style="text-align: right;"> اَلْحَمْدُ ِللهِ الَّذِي اصْطَفَى اِبْرَاهِيمَ عَلَيْهِ السَّلاَمُ خَلِيْلا ، وَجَعَلَهُ لِلنَّاسِ إِمَامًا ، إِنَّهُ كَانَ صدِيْقًا نَبِيًّا ، أَشْهَدُ أَنْ لآ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ الَّذِي لَمْ يَتَّخِذْ صَاحِبَةً وَلاَ وَلَدًا، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ بَصِيْرًا وَنَذِيْرًا. الَّلهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">أما بعد، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتَهِ كَمَا جَاءَ فِيْ قَوْلِهِ:يآأيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لاَ يَجْزِي وَالِدٌ عَنْ وَلَدِهِ وَلاَ مَوْلُودٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَالِدِهِ شَيْئًا ، إِنَّ وَعْدَ اللهِ حَقٌّ فَلاَ تَغُرَّنَّكُمُ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا وَلاَ يَغُرَّنَّكُمْ بِاللهِ الْغَرُور</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Seiring dengan terbenamnya matahari di ufuk barat, sejak kemarin sore hingga sekarang, kumandang takbir, tasbih, tahlil dan tahmid membahana di berbagai penjuru nusantara. Hal itu, sebagai bentuk ungkapan rasa syukur kepada Allah, SWT atas anugrah, taufiq, dan hidayah kepada kita, sehingga kita dapat melaksanakan serangkaian ibadah pada hari raya kurban ini.</p>
<p><em>Takbir</em> yang kita kumandangkan, pada hakekatnya merupakan pengakuan yang tulus dan jujur atas kebesaran  dan keagungan Allah SWT, sedangkan semua yang ada di dunia ini, semuanya kecil semata.  Sedangkan tasbih kita kumandangkan, untuk menanamkan kesadaran bahwa Allah adalah dzat yang maha sempurna, terhindar dari segala hal yang tidak pantas bagi Nya. Kalimat tahlil kita lantunkan, untuk memperkokoh keimanan kita bahwa Dia lah Dzat yang maha Esa dan maha kuasa. Seluruh alam semesta ini tunduk dan patuh kepada perintah-Nya.  Sementara kalimat <em>tahmid </em>yang kita lafazkan, sebagai ungkapan syukur kita atas segala Rahman dan Rahim-Nya, yang tidak pernah pilih kasih kepada seluruh hamba Nya.</p>
<p>Pada hari ini, kita diingatkan pada dua peristiwa besar, yang bersumber dari syari&#8217;at Ibrahim a.s., yang kemudian dikukuhkan menjadi syari&#8217;at Muhammad saw, yaitu ibadah haji dan ibadah kurban.</p>
<p>Saat ini jutaan umat Islam dari berbagai penjuru dunia juga sedang berkumpul di tanah suci memenuhi panggilan ilahi, menunaikan ibadah haji. Lautan manusia itu membuat panorama amat menakjubkan. Sekalipun mereka beraneka ragam suku, bangsa, bahasa, dan warna kulit, namun mereka berbaur, berpadu, dan menyatu dalam menjalankan syariat Allah SWT. Mereka seretak menyatakan kesediaannya untuk memenuhi panggilan Allah:</p>
<p style="text-align: right;">لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ وَالْمُلْكَ لاَ شَرِيْكَ لَكَ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Saudara kita, umat Islam yang menunaikan ibadah haji, semuanya menanggalkan semua atribut status sosial beserta kelebihan dan kekurangan masing-masing. Semua membaur menjadi satu, memakai pakaian serta putih, sehingga sulit dibedakan mana yang pejabat mana yang bukan, mana yang konglomerat mana yang bukan, mana yang petani, pedagang dan seterusnya. Ini semua menunjukkan<em>,</em> bahwa Islam mengajarkan <em>egalitarianisme; </em>manusia di hadapan Allah adalah sama, hanya ketaqwaan seseoranglah yang menentukan derajat kemuliaannya.</p>
<p>Ketika menggunakan pakaian ihram, para <em>hujjaj</em> dilarang menggunakan wewangian, bersolek, berhias dzahir. Itu semua mengingatkan kepada kita bahwa yang dinilai Allah <em>(manzarullah) </em>adalah hiasan ruhani, amalan-amalan baik dan akhlaqul karimah. Hal tersebut sesuai dengan sabda Nabi SAW:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ اللهَ لاَ يَنْظُرُ اِلَى أَجْسَامِكُمْ وَلَا إِلَى صُوَرِكُمْ ، وَلَكِنْ يَنْظُرُ اِلَى قُلُوْبِكُمْ وَاَعْمَالِكُمْ</p>
<p>Allahu Akbar 3X, Walillahil hamd.</p>
<p>Ma&#8217;asyiral Muslimin Rahimakumullah,</p>
<p>Pada hari ini, kita juga diingatkan  pada kisah yang terjadi <u>+</u> 3600 tahun yang lalu, kisah pengorbanan Nabi Ibrahim terhadap Nabi Ismail yang di abadikan dalam surat  al-Shoffat: 100-111.</p>
<p>Banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari kisah beliau dan keluarganya, untuk kita jadikan bekal dalam mengarungi kehidupan ini. Sungguh sangat benar apa yang difirmankan Allah SWT :</p>
<p style="text-align: right;">قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ</p>
<p><em>“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan-nya “ ( QS Al Mumtahanah : 4 )</em></p>
<p>Paling tidak, ada dua pelajaran/hikmah yang bisa diambil dari ayat di atas.</p>
<p><strong>Pelajaran pertama</strong>. Kita harus perduli akan generasi yang meneruskan kita. Saat ini, kondisi generasi muda kita, boleh dibilang cukup memprihatinkan. Kasus-kasus perzinaan, pemerkosaan, pembunuhan, perkelahian/tawuran antar pelajar, pencurian, narkobadan berbagai kasus kriminal lainnya adalah kasus-kasus yang banyak dilakukan oleh generasi muda kita.</p>
<p>Di tengah kebersamaan merayakan Idul Adha ini, kita sejenak perlu mengenang keteladanan Nabiyullah Ibrahim a.s. dan Siti Hajar dalam melahirkan seorang generasi teladan bernama Ismail a.s. Keberhasilan mereka berdua dalam mendidik putranya adalah sebuah pola pendidikan yang telah terbukti melahirkan seorang generasi berpredikat nabi. Keberhasilan keluarga Nabi Ibrahim a.s tersebut diabadikan Allah SWT dalam al-Qur’an dan sejarah hidupnya menjadi napak tilas pelaksanaan ibadah haji dan ibdah kurban, sampai hari ini.</p>
<p>Bagaimana pola Ibrahim mencetak kader berpredikat nabi itu?  Al-Qur’an memberi gambaran dengan tahapan yang sistematis dan detail. Hal ini dapat kita fahami dengan penjelasan berikut:</p>
<p><strong>Pertama,</strong> visi pendidikan Ibrahim adalah mencetak generasi saleh yang menyembah hanya kepada Allah SWT. Dalam penantian panjang beliau berdo’a agar diberi generasi shaleh yang dapat melanjutkan perjuangan agama tauhid. Visi Ibrahim ini diabadikan Allah SWT dalam Qs. Al-Shoffat: 100:</p>
<p style="text-align: right;">رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ</p>
<p> &#8220;Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.&#8221;</p>
<p>Ibrahim sangat konsisten dengan visi ini. Beliau tidak pernah terpengaruh predikat dan titel-titel selain kesalehan. Dalam mentransfer nilai kepada anaknya, Ibrahim selalu bertanya <strong><em>Maa ta’buduuna min ba’dii </em></strong>bukan<strong><em> Maa ta’kuluuna min ba’dii</em></strong>. &#8220;Nak, apa yang kau sembah sepeninggalku?&#8221; bukan pertanyaan &#8220;Apa yang kamu makan sepeninggalku?&#8221; Ibrahim tidak terlalu khawatir akan nasib ekonomi anaknya tapi Ibrahim sangat khawatir ketika anaknya nanti menyembah tuhan selain Allah SWT.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, misi pendidikan Ibrahim adalah mengantar Ismail dan putra-putranya mengikuti ajaran Islam secara totalitas. Keta’atan ini dimaksudkan sebagai proteksi agar tidak terkontaminasi dengan ajaran berhala yang telah mapan di sekitarnya. Ibrahim sebagai orang tua, senantiasa mengawal dan mengontrol perilaku putra-putranya. Beliau menjadikan masjid sebagai <em>bi’ah</em> (lingkungan) untuk mendidik Isma’il dan putra-putranya.</p>
<p style="text-align: right;">وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ</p>
<p>&#8220;Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah Telahmemilih agama Ini bagimu, Maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam&#8221;. (Q.S. Al Baqarah : 132)</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, untuk menjalankan misi tersebut, Nabi Ibrahim tampil sebagai sosok idola dan panutan bagi putra-putranya, baik melalui keteladanan prilaku dan perkataan (komunikasi). Nabi Ibrahim, meskipun mengetahui bahwa penyembelihan Isma’il merupakan perintah Allah, tetapi beliau tidak secara otoriter memaksa Ismail untuk mengikutinya. Beliau komunikasikan wahyu tersebut dengan santun, dialogis, penuh keakraban dan kasih sayang. Hal tersebut sebagaimana diillustasikan dalam QS. Al-Shoffat: 102</p>
<p style="text-align: right;">فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</p>
<p>Keempat, Nabi Ibrahim menerapkan prinsip keteladanan.</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</p>
<p>Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif dan sekali-kali bukanlah Dia Termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan), (QS. Al- Nahl:120)</p>
<p>Oleh karena itu, untuk bisa melahirkan generasi yang shaleh, kita sebagai orang tua harus menjadi <em>sholeh</em> terlebih dahulu, sebagaimana yang yang dicontohkan Nabi Ibrahim a.s.</p>
<p><strong>Allah Akbar 3x Walillah al-Hamd.</strong></p>
<p><strong>Pelajaran Kedua, Kurban memiliki makna dzahir dan batin.</strong></p>
<p>Binatang adalah sesuatu yang dikorbankan dan disembelih dalam proses ritual ibadah kurban. Binatang merupakan simbol keburukan yang ada pada diri manusia. Sifat-sifat keburukan yang ada pada diri selalu diidentikan dengan sifat-sifat kebinatangan. Allah dalam beberapa ayat Al-Qur’an mengumpamakan sesuatu yang buruk yang ada pada diri manusia dengan binatang. Maka, dengan adanya ibadah qurban menyiratkan bahwa sifat-sifat dan karakter kebinatangan yang tidak mempunyai aturan, yang menghalalkan segala cara demi memuaskan nafsunya meskipun harus mendhalimi yang lain, harus dihapuskan dari dalam diri manusia.</p>
<ol>
<li>Manusia bisa rakus, serakah seperti kera</li>
<li>Manusia bisa buas, <em>mentalan</em> seperti harimau</li>
<li>Manusia bisa licik seperti kancil, bulus</li>
<li>Manusia bisa galak, <em>nekat</em> seperti srigala</li>
</ol>
<p>Jika sifat-sifat ini lebih dominan atau lebih mewarnai sebuah masyarakat atau bangsa niscaya akan terjadi sebuah perubahan tatanan sosial yang sangat mengkhawatirkan. Keadilan akan tergusur oleh kezhaliman, hukum bisa dibeli dengan rupiah, undang-undang bisa dipesan dengan dolar, sulit membedakan mana yang hibah mana yang suap, penguasa lupa akan tanggungjawabnya, rakyat tidak sadar akan kewajibannya, seluruh tempat akan dipenuhi oleh keburukan dan kebaikan menjadi sesuatu yang terasing, ketaatan dikalahkan oleh kemaksiatan dan seterusnya</p>
<p>Karena itu Allah Berfirman dalam surat al- Rum: 41:</p>
<p style="text-align: right;">ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ(41)</p>
<p>Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).</p>
<p>Maka sungguh tepat pernyataan Allah yang menegaskan bahwa dalam ibadah kurban itu bukanlah daging-daging sembelihan kurban itu yang akan sampai kepada Allah, tetapi ketaqwaan orang yang berkurban itulah yang akan sampai kepada Allah.</p>
<p style="text-align: right;">لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ( الحج: 37(</p>
<p>Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi Ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu tunduk, patuh dalam menjalankan syariat dan tuntunan-Nya. Bersegera dalam beramal baik, menyambut seruan dengan ketaatan, merespon larangan dengan berpantang. Menjadi hamba yang tidak hanya bermanfaat bagi diri, keluarga dan masyarakat sekitar, tapi adalah pribadi yang setiap kerja keras dan pengorbannya digerakkan oleh niatan yang tulus ikhlas, semata-mata demi meraih ridlo dan maghfiroh Allah SWT.</p>
<p>Semoga Allah menjadikan anak cucu kita, sebagai generasi yang <em>sholih-sholihah, </em>generasi yang tidak sekedar cerdas secara intelektual, tapi juga cerdas secara emosional dan spiritual. Amin Ya Mujibas sailin.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَنَا اللهُ وَإِيَّاكُمْ مِنَ اْلعَائِدِيْنَ وَاْلفَائِزِيْنَ ، وَأَدْخَلَنَا وَإِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ عِبَادِهِ الصَّالحِيِن،  أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، إِنَّا أَعْطَيْنَاكَ الْكَوْثَر،  فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ،,  إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ الأَبْتَرُ.  وَقُلْ رَبَّ اغِفِرْ وَاْرحَمْ وَأَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="text-align: right;"><strong>الخطبة الثانية</strong></p>
<p style="text-align: right;">اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ (٣×) اللهُ اَكْبَرُ كبيرا وَاْلحَمْدُ للهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ الله بُكْرَةً وَ أَصْيْلاً، لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ اللهُ اَكْبَرُ وَللهِ اْلحَمْدُ . اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا ، أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى عَنْهُ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَّى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَتِكَ اْلـمُقَـرَّبِيْنَ وَارْضَ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِىّ وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.</p>
<p style="text-align: right;">اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.</p>
<p style="text-align: right;">رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ</p>
<blockquote><p><strong>Dr. H. Luthfi Hadi A, M.Ag</strong><br />
Sekretaris PCNU Ponorogo</p></blockquote>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/">Khutbah Idul Adha 2022 &#8211; Makna Idul Adha:  Kiat Membentuk Generasi yang Shalih</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-idul-adha-2022-makna-idul-adha-kiat-membentuk-generasi-yang-shalih/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
