
NU Online Ponorogo – Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Ponorogo membekali santri Pondok Pesantren Annajiyah, Lengkong, Sukorejo, Ponorogo, dengan pengetahuan tentang penyelamatan satwa liar. Pelatihan animal rescue yang digelar Kamis (1/10) tersebut tidak hanya mengenalkan teknik penanganan satwa, tetapi juga menanamkan kepedulian terhadap kelestarian ekosistem.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta diberikan pemahaman langsung mengenai tata cara penanganan satwa liar yang aman bagi manusia sekaligus tidak menyakiti hewan. Sebagai bagian dari edukasi interaktif, tim instruktur turut menghadirkan beberapa jenis hewan seperti ular, iguana, serta burung hantu, agar para santri dapat berinteraksi langsung dan memahami karakteristik satwa tersebut.
Ketua LPBI NU Ponorogo, Khusnul Khabib, menuturkan bahwa agenda ini tidak hanya sekadar memberikan keterampilan penyelamatan taktis, melainkan memiliki esensi yang lebih besar terhadap lingkungan. Beliau menekankan betapa pentingnya peran aktif generasi muda dalam menjaga keseimbangan alam.
“Menjaga kelestarian satwa liar dan memperlakukan mereka dengan bijak adalah bagian dari ikhtiar kita untuk merawat keseimbangan ekosistem alam yang diciptakan Tuhan,” ujar Khusnul Khabib.

Kegiatan ini pun memberikan pengalaman baru yang mendalam bagi para peserta. Salma, salah satu siswi kelas 11 MA Annajiyah, menuturkan bahwa acara ini sangat berkesan bagi dirinya dan teman-temannya.
“Acara ini sangat memberikan kesan yang mendalam, apalagi kami diberi tahu cara dan teknik khusus saat menjinakkan satwa liar. Kami jadi tidak sekadar takut, tapi paham bagaimana harus bertindak,” ungkap Salma dengan antusias.
Melalui sinergi antara edukasi kebencanaan, penyelamatan satwa, dan nilai-nilai pesantren ini, diharapkan para santri Ponpes Annajiyah mampu menjadi garda depan yang responsif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup di wilayah Ponorogo.
Kontributor : Tim Media LPBI NU Ponorogo