NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Peringati Hari Santri Nasional 2026, MWCNU Slahung Gelar Ziarah Muassis dan Masyayikh NU

Keluarga besar MWCNU Slahung bersama Banom dan lembaga NU berfoto bersama seusai kegiatan ziarah Muassis dan Masyayikh dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026

NU Online Ponorogo – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026, keluarga besar Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Slahung bersama Badan Otonom (Banom) dan lembaga NU menggelar kegiatan ziarah Muassis dan Masyayikh pada Ahad (11/10). Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.00 hingga 11.30 WIB.

Ziarah tersebut dilaksanakan di tiga lokasi, yakni makam KH. Hasan Buntoro di Ngloning, makam KH. Hasan Tobri di Kambeng, serta makam KH. Abdul Qohar di Caluk. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk penghormatan kepada para ulama dan tokoh pendahulu yang telah berjasa dalam merintis, mengembangkan, dan menjaga keberlangsungan perjuangan Nahdlatul Ulama, khususnya di wilayah Slahung dan sekitarnya.

Kegiatan ini diikuti keluarga besar MWCNU Slahung bersama jajaran Banom NU, meliputi Muslimat NU, Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Fatayat NU, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), PSNU Pagar Nusa, serta unsur lembaga NU. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan kebersamaan warga Nahdliyin dalam merawat tradisi dan meneruskan perjuangan para ulama.

Dalam rangkaian ziarah, para peserta melaksanakan tawassul dan doa yang ditujukan kepada Allah SWT dengan bertawassul melalui para ulama saleh, serta mendoakan para Muassis NU, baik di tingkat nasional maupun lokal, dan para pendiri seluruh Banom NU. Amaliah ini merupakan bagian dari tradisi Nahdlatul Ulama yang menempatkan penghormatan kepada ulama dan penghayatan terhadap sejarah perjuangan sebagai bagian penting dalam kehidupan beragama.

Suasana ziarah dan doa bersama di makam Muassis dan Masyayikh NU.

Momentum Hari Santri Nasional menjadi pengingat bahwa perjuangan santri tidak dapat dilepaskan dari peran para kiai, ulama, dan pesantren dalam membangun kehidupan keagamaan serta memberikan kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan negara. Nilai keikhlasan, keteladanan, persatuan, dan pengabdian yang diwariskan para pendahulu perlu terus dirawat oleh generasi penerus.

Melalui kegiatan ziarah ini, keluarga besar MWCNU Slahung bersama Banom dan lembaga NU diharapkan semakin memperkuat ukhuwah Nahdliyah, menjaga tradisi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah, serta meneguhkan komitmen untuk melanjutkan khidmah kepada umat. Semangat Hari Santri Nasional tidak hanya diwujudkan melalui peringatan seremonial, tetapi juga melalui upaya nyata dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemasyarakatan.

Ziarah makam Muassis dan Masyayikh NU menjadi momentum mengenang jasa ulama dan meneguhkan semangat khidmah MWCNU Slahung.

Ziarah Muassis dan Masyayikh ini menjadi ikhtiar untuk merawat ingatan kolektif atas jasa para pendahulu sekaligus meneguhkan kesinambungan perjuangan Nahdlatul Ulama dari generasi ke generasi. (MWCNU Slahung)

Kontributor: Mahasiswa KPI UIN Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *