NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Vaksinasi Final PCNU Bantu PWNU Sebarkan Form Pendataan

Dari kiri K. Hanif Abdul Ghofir, H. Moh. Irhamni, KH. Moh. Sholechan dan K. Sunartip Fadlan, sesaat setelah menyelesaikan proses vaksinasi dosis dua
Dari kiri K. Hanif Abdul Ghofir, H. Moh. Irhamni, KH. Moh. Sholechan dan K. Sunartip Fadlan, sesaat setelah menyelesaikan proses vaksinasi dosis dua

NU Online Ponorogo – Dinas Kesehatan Pemkab Ponorogo menepati jadwal vaksinasi dosis dua, di antaranya diperuntukkan para tokoh agama di bawah koordinasi Kemenag setempat. Sesuai keterangan yang tertera di kartu tanda vaksinasi, Rabu (17/3) pukul 11.00 -12.00 para tokoh agama termasuk pengurus PCNU Ponorogo dan Pimpinan Cabang Banom dijadwalkan mendapatkan vaksinasi dosis dua.

Berbeda dengan sebelumnya, tempat vaksinasi dosis dua tidak lagi di gedung Sasana Praja. Dinas Kesehatan melalui pengumuman resmi mengalihkan tempat ke Ponorogo City Center (PCC)

Dengan memilih PCC, nampaknya pihak Dinas Kesehatan ingin memanjakan peserta vaksinasi.

Saat diminta keterangan NU online Ponorogo mengenai alasan pemindahan tempat vaksinasi, Farhan dari Dinas Kesehatan membenarkan jika pihaknya ingin menambah kenyamanan petugas dan peserta vaksinasi.

“Ya, biar adem,” kata Sekretaris LKNU ini singkat sambil tertawa.

Sesuai pantauan NU online Ponorogo, para pengurus NU dan Banom, juga pengasuh pesantren secara bergelombang mulai berdatangan ke PCC menjelang pukul 11.00. Ada yang datang sendirian, banyak pula yang datang berkelompok.

Nampak di antara mereka Rais PCNU KH. Moh. Sholihan dan Wakil Rais PCNU K. Hanif Abdul Ghofur. Bersamaan dengan beliau berdua, Sunartip Fadlan Pengasuh Pesantren Mahasiswa Al-Mutawakkil yang juga tercatat sebagai salah satu ah’wan PCNU. Terlihat juga bersama mereka H. Moh. Irchamni ketua Lembaga Wakaf dan Pertanahan (LWPNU) PCNU.

Proses vaksinasi tidak membutuhkan waktu lama dan antrean yang panjang, karena tersedia petugas dan tenaga kesehatan yang memadai. Begitu datang para peserta vaksinasi langsung menuju meja her registrasi untuk pengecekan suhu badan, menunjukkan kartu vaksinasi dan mengisi formulir.

Tahapan berikutnya, peserta diharuskan melewati meja 1 untuk pengecekan berkas, lalu ke meja 2 untuk pengecekan tekanan darah. Jika dinyatakan lolos, di meja 3 tenaga kesehatan melakukan penyuntikan vaksin covid-19. Tahap terakhir berada di meja 4, tempat penyerahan kartu vaksinasi kembali. Adapun sertifikat vaksinasi dapat didownload sendiri oleh peserta yang link-nya dikirimkan lewat sms-an ke nomor seluler masing-masing.

Vaksinasi covid-19 disambut positif oleh para tokoh agama. Sunartip Fadlan menganggap vaksinasi merupakan langkah preventif untuk menghindari penyebaran pandemi ini yang sampai sekarang masih belum dinyatakan hilang.

“Vaksinasi ini bentuk ikhtiar dan tawakal kepada Allah SWT dengan tetap meyakini manfaat dan madharat ada di dalam genggaman Allah SWT, semoga Allah SWT mencatat semua ini sebagai bentuk ikhtiar taqarrub kepada-Nya,” terangnya.

Sementara itu, dalam hitungan jam setelah berakhirnya jadwal vaksinasi dosis dua, tersiar pengumuman Komite Covid-19 PWNU Jawa Timur mengenai pendataan calon peserta vaksinasi dari kalangan pengasuh pesantren, aktivis NU, guru madrasah dan guru ngaji. PCNU Ponorogo langsung menindaklanjuti pengumuman itu dengan sosialisasi sampai ke grass root.

“PCNU akan menindaklanjuti pengumuman tersebut dengan menerbitkan surat resmi ke masing-masing MWC NU dan PR NU,” ungkap Dr.H.Luthfi Hadi Aminudin, M.Ag Sekretaris PCNU Ponorogo.

Komite Covid-19 PWNU Jawa Timur menyebut dalam pengumumannya akan merekomendasikan peserta yang terdaftar untuk mendapat vaksinasi covid-19 pada gelombang berikutnya. Para calon peserta dapat mendaftarkan dirinya dengan mengisi google form: https://bit.ly/3ldNWKX. ( Idam)

Reporter : Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera