NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Bidang Literasi, Informasi dan Kepustakaan PCNU Ponorogo Siapkan Strategi Penguatan Konten Aswaja dan Media NU

Azmi Mustaqim, M.A., ketua LTNNU Ponorogo menyerahkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) kepada Dr. Iswahyudi, M.Ag., Koordinator bidang Literasi, Informasi dan Kepustakaan

NU Online Ponorogo – PCNU Ponorogo menggelar Musyawarah Kerja Cabang (Musykercab) II pada Sabtu (23/5) dengan penuh khidmat. Kegiatan tahunan tersebut dihadiri seluruh lembaga dan badan otonom (Banom) sebagai forum evaluasi dan perencanaan program organisasi untuk periode mendatang.

Dalam agenda tersebut, setiap lembaga menyampaikan laporan kinerja hasil pelaksanaan program pasca-Musykercab I sekaligus merumuskan langkah strategis dan program kerja ke depan. Salah satu sidang komisi yang menjadi perhatian adalah Bidang Literasi, Informasi, dan Kepustakaan yang menaungi dua lembaga penting, yakni Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) NU Ponorogo dan Aswaja Center NU Ponorogo.

Sidang komisi tersebut berlangsung mulai pukul 14.30 WIB di lantai dua bagian belakang ruang sekretariat Graha PCNU Ponorogo. Jalannya sidang dipimpin langsung oleh Koordinator Bidang Literasi, Informasi, dan Kepustakaan sekaligus Wakil Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Iswahyudi, M.Ag.

Dalam sambutan pengantarnya, Dr. Iswahyudi menegaskan pentingnya peran Aswaja Center dan LTN dalam menjaga ideologi Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah di tengah derasnya arus informasi digital. Menurutnya, kedua lembaga tersebut memiliki posisi strategis sebagai garda intelektual Nahdlatul Ulama di Ponorogo.

“Aswaja memproduksi konten-konten penguatan Aswaja An Nahdliyah, sementara LTN menyebarluaskan konten tersebut melalui websitenya. Dua organisasi ini adalah intelektual NU yang punya peran penting dan harus bekerja bersama,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan program-program yang selama ini telah dirintis. Meski menghadapi keterbatasan sumber daya manusia, semangat istiqamah dalam menjalankan program organisasi harus terus dijaga.

“Program-program penulisan khutbah Jumat, diskusi rutin Taswirul Afkar, dan pelatihan konten media digital yang sudah berjalan perlu diteruskan. Di tengah tantangan kurangnya sumber daya, kita dituntut konsisten dan istiqamah menjalankan program-program kerja,” tambahnya.

Suasana santai namun serius dalam pembahasan

Sementara itu, Ketua Aswaja Center NU Ponorogo, Dr. Abid Rohmanu, M.H.I., dalam laporannya menyampaikan komitmen untuk menghidupkan kembali program penulisan khutbah Jumat yang sempat mengalami kendala dalam pelaksanaannya. Ia juga menyebut pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah strategis guna memperkuat program penguatan ideologi Aswaja di tengah masyarakat.

“Khutbah Jumat yang sempat terkendala akan kita aktifkan kembali, tentunya dengan dukungan penuh semua pihak. Kami telah memiliki langkah-langkah strategis untuk mengaktifkan kembali dan ada beberapa program lain yang akan kita laksanakan,” jelasnya.

Di sisi lain, Ketua Lembaga Ta’lif wa Nasyr (LTN) NU Ponorogo, Azmi Mustaqim, M.A., menyoroti pentingnya optimalisasi media digital NU, khususnya website nuponorogo.or.id sebagai ruang dakwah dan informasi organisasi. Menurutnya, penguatan kapasitas penulis dan kader literasi menjadi tantangan yang harus segera dijawab.

“Kita akan mengoptimalkan kembali penulis-penulis yang dulu aktif, karena memang ini menjadi salah satu tantangan kita. Website perlu diisi oleh kader-kader terbaik NU Ponorogo,” ujarnya.

Pelaksanaan Musykercab II ini menjadi momentum penting bagi PCNU Ponorogo dalam memperkuat tata kelola organisasi melalui evaluasi dan perencanaan program yang terukur. Dengan sinergi antar lembaga dan Banom, diharapkan berbagai program kerja yang telah dirancang dapat diimplementasikan secara maksimal sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *