NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Ponorogo Gerakkan Solidaritas untuk Empat Anak Almarhumah Sahabat Lu’luatun Nikmah

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Ponorogo, Dr. Nurun Nahdliyah Karunia Yuliastin, M.Pd.I., menyerahkan bantuan solidaritas kepada keluarga almarhumah Sahabat Lu’luatun Nikmah di Slahung, Ponorogo.

NU Online Ponorogo – Pimpinan Cabang (PC) Fatayat NU Kabupaten Ponorogo menggalang solidaritas kemanusiaan untuk membantu empat anak yatim piatu yang ditinggalkan oleh Sahabat Lu’luatun Nikmah. Gerakan ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian bersama agar keempat anak tersebut tetap mendapatkan perhatian, pendampingan, serta dukungan untuk melanjutkan pendidikan dan menjalani kehidupan ke depan. Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung di Slahung, Ponorogo, Rabu (21/10).

Ketua PC Fatayat NU Kabupaten Ponorogo, Dr. Nurun Nahdliyah Karunia Yuliastin, M.Pd.I., menjelaskan bahwa penggalangan donasi berawal dari lingkungan Fatayat NU Ponorogo. Gerakan tersebut kemudian meluas dengan melibatkan kader Fatayat NU dari berbagai kabupaten di Jawa Timur, praktisi pendidikan, kepala madrasah, kepala sekolah, serta masyarakat umum.

Dukungan yang diberikan datang dari berbagai kalangan, baik dari Ponorogo maupun luar daerah. Hal ini menunjukkan bahwa kepedulian terhadap anak-anak yang kehilangan orang tua dapat menjadi tanggung jawab bersama, tanpa dibatasi wilayah maupun latar belakang.

Hingga Rabu (21/10), penggalangan donasi tahap pertama total perolehan sebesar Rp26.270.000. Jumlah tersebut merupakan perolehan pada tahap pertama, sedangkan total keseluruhan donasi masih dalam proses penghitungan karena penggalangan bantuan terus berlangsung.

Dr. Nurun menyampaikan bahwa bantuan yang terkumpul direncanakan untuk mendukung kebutuhan doa bersama selama masa tujuh hari hingga peringatan 40 hari setelah kepergian almarhumah. Selanjutnya, bantuan juga diarahkan untuk mendukung kebutuhan hidup, pengasuhan, dan pendidikan keempat anak tersebut secara berkelanjutan.

Menurutnya, perhatian kepada anak-anak itu tidak boleh berhenti pada bantuan sesaat. Mereka membutuhkan pendampingan dalam jangka panjang agar dapat tumbuh dengan baik, memperoleh pendidikan yang layak, serta merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli dan bersedia mendampingi mereka.

Suasana kunjungan PC Fatayat NU Ponorogo di rumah keluarga almarhumah Sahabat Lu’luatun Nikmah di Slahung, Ponorogo.

Sahabat Lu’luatun Nikmah sendiri memiliki perjalanan hidup yang tidak mudah. Almarhumah juga telah kehilangan orang tuanya. Ia pernah aktif di PMII dan sempat menjadi bagian dari Fatayat NU, meskipun aktivitasnya di organisasi tersebut tidak berlangsung intensif karena mengikuti suaminya ke wilayah Sukorejo.

Suaminya diketahui aktif dalam Gerakan Pemuda (GP) Ansor, khususnya Barisan Ansor khususnya (Banser). Setelah suaminya meninggal dunia, Lu’luatun kembali ke Slahung bersama budhenya dan berjuang membesarkan keempat anaknya.

Kepergian Lu’luatun meninggalkan duka mendalam, terlebih bagi anak-anak yang masih membutuhkan sosok ibu dalam kehidupan sehari-hari. Anak bungsunya bahkan menyaksikan secara langsung peristiwa meninggalnya sang ibu. Pengalaman tersebut menjadi perhatian khusus dalam upaya pendampingan yang diberikan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Selain bantuan materi, dukungan psikologis juga menjadi bagian penting dari upaya pemulihan. Pendampingan dan trauma healing direncanakan agar anak-anak memperoleh ruang untuk memulihkan kondisi emosionalnya. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) juga turut memberikan perhatian melalui pendampingan psikologis dan trauma healing.

Dr. Nurun mengajak masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam memastikan masa depan keempat anak tersebut. Menurutnya, kepedulian tidak cukup diwujudkan melalui rasa iba, tetapi perlu diteruskan dalam bentuk tindakan nyata yang membantu mereka menjalani kehidupan dan meraih pendidikan yang layak.

Ia juga menegaskan bahwa gerakan solidaritas ini harus tetap dijaga sebagai aksi kemanusiaan yang tulus dan tidak dimanfaatkan untuk kepentingan lain. Fokus utamanya adalah membantu anak-anak agar mendapatkan pengasuhan, pendidikan, serta perhatian yang mereka butuhkan hingga mampu berdiri mandiri.

Melalui gerakan ini, PC Fatayat NU Ponorogo berharap semakin banyak pihak yang tergerak untuk bergotong royong mendampingi keempat anak yatim piatu tersebut. Dukungan yang berkelanjutan diharapkan dapat menjadi penguat bagi mereka dalam menghadapi masa sulit, sekaligus memastikan bahwa mereka tidak merasa sendirian dalam melanjutkan kehidupan.

Kontributor: Dr. Nurun Nahdliyah Karunia Yuliastin, M.Pd.I. (Ketua Pimpinan Cabang Fatayat NU Ponorogo).

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *