<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kategori Khutbah Jumat - NU PONOROGO</title>
	<atom:link href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat/</link>
	<description>Official Website PCNU Ponorogo</description>
	<lastBuildDate>Thu, 22 May 2025 01:47:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2020/09/cropped-favi-nu-ponorogo-32x32.png</url>
	<title>Kategori Khutbah Jumat - NU PONOROGO</title>
	<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Hati-Hati Dalam Bertalfiq &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/hati-hati-dalam-bertalfiq-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/hati-hati-dalam-bertalfiq-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 01:47:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7216</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/hati-hati-dalam-bertalfiq-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Hati-Hati Dalam Bertalfiq &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img fetchpriority="high" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7217" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Jumat-Hati-hati-dalam-bertalfiq.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Jumat-Hati-hati-dalam-bertalfiq.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Jumat-Hati-hati-dalam-bertalfiq-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Jumat-Hati-hati-dalam-bertalfiq-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Jumat-Hati-hati-dalam-bertalfiq-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Jumat-Hati-hati-dalam-bertalfiq-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/Khutbah-Jumat-Hati-hati-dalam-bertalfiq-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut adalah teks khutbah Jumat Bahasa Jawa dengan judul ”Hati-hati dalam Bertalfiq”</p>
<p style="text-align: right;">اَلحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفُرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّآتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهْ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ واتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم: وَدَاودَوَسُلَيْمٰنَ اِذْيَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْنَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ۚوَكُنَّالِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ. فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاودَالْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّافٰعِلِيْنَ</p>
<p><strong><em>Maasyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p>Pada hari yang mulia ini, marilah kita senantiasa menjaga dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT dengan semaksimal mungkin, takwa dalam artian menjauhi segala larangan yang ditetapkan Allah subhanahu wa ta’ala dan menjalankan segala apa yang menjadi perintah-Nya. Karena dengan ketakwaan, kita berharap semoga setiap persoalan hidup yang kita alami akan ada jalan keluarnya dan akan ada pula rezeki yang datang kepada kita tanpa disangka-sangka.</p>
<p><strong><em>Maasyiral Muslimin Rahimakumullah</em></strong></p>
<p>Perbedaan pendapat di antara madzhab fiqh memang banyak sekali terjadi dan menjadi kenyataan sejarah yang tidak dapat dipungkiri dan harus kita terima sebagaimana adanya. Meskipun begitu, perbedaan pendapat tersebut bila dengan seksama dan dengan bijak kita cermati, samasekali bukanlah menjadi sebuah aib atau penyebab malapetaka dalam Islam. Sebaliknya, perbedaan pendapat tersebut menjadi rahmat bagi kaum muslimin karena akan saling mengisi dan melengkapi antara satu madzhab dengan madzhab yang lainnya. Perbedaan pendapat antar umat Islam telah digariskan dalam al-Qur’an melalui kisah Nabi Daud dan Sulaiman. Hal ini tentu menjadi legitimasi atau atau penguat bahwasannya al-Qur’an mengakui adanya perbedaan pendapat. Allah SWT berfirman dalam surah Al-Anbiya 78-79:</p>
<p style="text-align: right;">وَدَاودَوَسُلَيْمٰنَ اِذْيَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْنَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ۚوَكُنَّالِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ. فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاودَالْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّافٰعِلِيْنَ</p>
<p><em>“Dan (ingatlah kisah) Dawud dan Sulaiman, ketika keduanya memberikan keputusan mengenai ladang, karena (ladang itu) dirusak oleh kambing-kambing milik kaumnya. Dan Kami menyaksikan keputusan (yang diberikan) oleh mereka itu.</em><em>Dan Kami memberikan pengertian kepada Sulaiman (tentang hukum yang lebih tepat); dan kepada masing-masing Kami berikan hikmah dan ilmu, dan Kami tundukkan gunung-gunung dan burung-burung, semua bertasbih bersama Dawud. Dan Kamilah yang melakukannya”.</em></p>
<p><strong><em>Hadirin jamaah jumat rahimakumullah</em></strong></p>
<p>Dalam ayat di atas diterangkan, Allah memberi pujian kepada nabi Daud AS dan Nabi Sulaiman AS, dan Allah memberi keduanya hikmah dan ilmu, padahal kebenaran dalam keputusan berada pada keputusan Nabi Sulaiman AS. Sementara Nabi Daud AS mengeluarkan keputusan yang sebaliknya. Tetapi karena keduanya mengeluarkan keputusan berdasarkan ijtihadnya masing-masing, Allah samasekali tidak mencela, bahkan memberi keduanya pujian dengan hikmah dan ilmu. Dari ayat tersebut, Ulama Ahlussunnah Wal Jamaah berkesimpulan bahwasannya perbedaan pendapat di kalangan Mujtahid adalah hal yang biasa saja dan bukanlah sesuatu yang tercela. Bahkan perbedaan pendapat tersebut keberadaannya diakui oleh Al-Qur’an.</p>
<p><strong><em>Hadirin Jamaah Jumat yang dimuliakan oleh Allah SWT</em></strong></p>
<p>Meskipun terdapat perbedaan pendapat yang terjadi antar berbagai madzhab yang ada dalam Islam, namun para ulama telah memberikan kesempatan bagi kita untuk melakukan penggabungan dua pendapat beda madzhab ketika dalam kondisi <em>dharurat syar’I </em>dalam beberapa permasalahan yang memang tidak ditemukan jalan keluarnya dalam satu madzhab tertentu. Penggabungan tersebut dikenal dengan istilah <em>talfiq. </em></p>
<p>Talfiq adalah menggabungkan dua pendapat beda madzhab dalam suatu kerangka masalah (<em>qadhiyah</em>). Namun begitu, meskipun para ulama telah memberikan rambu-rambu mengenai dimungkinkannya melakukan <em>talfiq </em>atau penggabungan dua madzhab, akan tetapi hal tersebut harus dilakukan secara hati-hati dan memperhatikan hal-hal berikut. <em>Pertama, </em>melakukan <em>talfiq </em>atau penggabungan dua madzhab tidak semata-mata bertujuan untuk mencari praktek beribadah yang paling mudah, akan tetapi karena adanya keterbatasan atau keterdesakan atau <em>dhoruroh syar’iyyah</em>. <em>Kedua, talfiq </em>atau menggabungkan dua pendapat beda madzhab hanya bisa dilakukan dalam satu kerangka masalah ibadah. Misalnya dalam masalah wudhu, setelah berwudhu seseorang memegang kemaluannya tanpa syahwat dan menganggapnya tidak membatalkan wudhu karena menggunakan pendapat Imam Imam Malik, namun saat berwudhu tidak menggosok-gosok anggota wudhunya dengan air karena mengikuti Imam Syafi’i. Maka ketika sholat hukumnya tidak sah, karena menurut pendapat Imam Syafi’i Wudhunya batal karena memegang kemaluan, sedangkan menurut Imam Malik juga tidak sah karena tidak menggosok-gosok anggota wudhunya. Dengan demikian maka wudhunya batal menurut dua imam.</p>
<p><strong><em>Hadirin Jamaah Sholat Jumat yang dimuliakan oleh Allah SWT</em></strong></p>
<p>Dalam kitab <em>Fathul Mu’in </em>karangan Syaikh Zainuddin Al-Malibari <em>talfiq </em>bisa dilakukan di antara dua kerangka masalah (<em>Qadhiyah</em>), seperti wudhu dengan mengusap sebagian kepala karena mengikuti madzhab As-Syafi’i dan shalat menghadap ke arah kiblat (<em>Jihah/</em>tidak benar-benar tepat lurus ke Ka’bah) karena mengikuti Madzhab Abu Hanifah, maka shalatnya dianggap sah, sebab dalam kasus ini kedua imam tidak menyepaki ketidakabsahan wudhunya. Keterangan mengenai <em>talfiq </em>tersebut juga bisa ditemukan dalam kitab <em>‘ianah at-Thalibin </em>karangan Abu Bakr bin Muhammad Syatha ad-Dimyathi.</p>
<p>Semoga khutbah ini menambah pengetahuan kita bersama utamanya berkaitan dengan permasalahan <em>fiqh ibadah </em>yang memang menjadi kewajiban kita semua dalam rangka menjalankan agama Islam secara kaffah atau sempurna. Amin amin ya mujiib as-Sailin.</p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقٌرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاياَتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِاسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَالتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُم وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْم. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن.</p>
<p><strong>KHUTBAH </strong>II</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُون</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والحمد لله رب العالمين.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر</p>
<p><em>Khutbah Jumat ini ditulis oleh:</em></p>
<p><em>Dr. M. Muchlish Huda, M.Pd.I.</em></p>
<p><em>Sekretaris PC ISNU Ponorogo</em></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/hati-hati-dalam-bertalfiq-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Hati-Hati Dalam Bertalfiq &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/hati-hati-dalam-bertalfiq-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ngatos-Atos Lebeting Talfiq &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu-talfiq/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu-talfiq/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 May 2025 01:32:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7213</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu-talfiq/">Ngatos-Atos Lebeting Talfiq &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7214" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/KHUTBAH-JUMAT_Ngatos-atos-Lebeting-Talfiq.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/KHUTBAH-JUMAT_Ngatos-atos-Lebeting-Talfiq.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/KHUTBAH-JUMAT_Ngatos-atos-Lebeting-Talfiq-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/KHUTBAH-JUMAT_Ngatos-atos-Lebeting-Talfiq-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/KHUTBAH-JUMAT_Ngatos-atos-Lebeting-Talfiq-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/KHUTBAH-JUMAT_Ngatos-atos-Lebeting-Talfiq-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/05/KHUTBAH-JUMAT_Ngatos-atos-Lebeting-Talfiq-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut adalah teks khutbah Jumat Bahasa Jawa dengan judul ”Ngatos-Atos Lebeting Talfiq.”</p>
<p>Khutbah I</p>
<p style="text-align: right;">اَلحَمْدُ للهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفُرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ اَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّآتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهْ. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ واتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى فِيْ كِتَابِهِ الْكَرِيْم: وَدَاودَوَسُلَيْمٰنَ اِذْيَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْنَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ۚوَكُنَّالِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ. فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاودَالْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّافٰعِلِيْنَ</p>
<p><em>Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,</em></p>
<p>Wonten ing dinten ingkang mulya puniko, monggo kito senantioso njagi lan ningkataken ketaqwaan kito wonten ing ngarsa dalem Allah Swt kanti semaksimal mungkin. Taqwa ingkang artosipiun nebihi sedoyo ingkang dados awosanipun lan nglampahi sedoyo ingkang dados perintah Allah Swt. Keranten kanthi ketaqwaan meniko, kulo panjenengan sami ngajeng-ngajeng mugi-mugi saben-saben permasalahan gesang ingkang kulo penjengan alami dipun paringi pitedah lan sageto pikantuk rezeki ingkang mboten kito nyono kiro.</p>
<p><em>Maasyiral Muslimin Rahimakumullah,</em></p>
<p>Perbedaan pendapat wonten ing antarane madzhab fiqh meniko kathah sanget, lan sampun dados kasunyatan wonten ing sejarah ingkang mboten saget kito pungkiri. Senaoso mekaten, perbedaan kados mekaten kolo wau, menawi kito cermati boten dados aib utawi penyebab keburukan wonten ing Islam. Sakwalikipun, perbedaan pendapat meniko dados rahmat kagem umat Islam keranten saling mengisi lan melengkapi wonten antarane setunggal madzhab kaliyan madzhab lintune.</p>
<p>Perbedaan pendapat wonten antaranipun umat Islam sampun dipun garis kaliyan Al Quran melalui kisahipun Nabi Daud lan Sulaiman As. Kisah meniko sampun dados legitimasi utawi penguat, bilih Al Quran mengakui wontene perbedaan pendapat. Allah Swt berfirman wonten ing surat Al Anbiya ayat 78-79:</p>
<p style="text-align: right;">وَدَاودَوَسُلَيْمٰنَ اِذْيَحْكُمٰنِ فِى الْحَرْثِ اِذْنَفَشَتْ فِيْهِ غَنَمُ الْقَوْمِ ۚوَكُنَّالِحُكْمِهِمْ شٰهِدِيْنَ. فَفَهَّمْنٰهَا سُلَيْمٰنَۚ وَكُلًّا اٰتَيْنَا حُكْمًا وَّعِلْمًاۖ وَّسَخَّرْنَا مَعَ دَاودَالْجِبَالَ يُسَبِّحْنَ وَالطَّيْرَۗ وَكُنَّافٰعِلِيْنَ</p>
<p>Artosipun:</p>
<p><em>Lan (ilingo cerito) Dawud lan Sulaiman, nalika deweke ngewehi keputusan ing dalem ladang. Nalika (ladang) iku wes dirusak marang mendo-mendone piro-piro kaum. Lan temen wes nyekseni keputusan keduwe piro-piro kaum. Lan wes den aweh pangerten sopo kito ing Sulaiman (tentang hukum kang luwih tepat); lan wus tumeko marang kaum opo iku hikmah lan ilmu, lan wus kito dadeaken tunduk opo gunung-gunung lan manuk, muji marang Allah sopo gunung lan manuk lan Dawud. Lan saktemene kito kang nindaake.</em></p>
<p><em>Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah</em></p>
<p>Wonten ing ayat meniko, sampun diterangaken bilih Allah paring pujian dateng Nabi Daud As lan Nabi Sulaiman As. Lan Allah nyaosi kekalihipun hikmah lan ilmu, senaoso kabeneran wonten ing keputusan wonten ing astane Nabi Sulaiman. Wondene Nabi Daud nyaosi keputusan ingkang sakwalikipun. Ananging keranten kekalihipun maringi keputusan kanthi dasar ijtihad, Gusti Allah mboten duko, lan Gusti Allah maringi pujian lan ilmu dumateng kekalihipun. Saking ayat puniko, poro ulama <em>ahlussunnah wal jamaah</em> berkesimpulan bilih perbedaan pendapat antaranipun poro mujtahid niku hal ingkang biasa, sanes sesuatu ingkang tercela.</p>
<p><em>Hadirin Jamaah Jumat Rahimakumullah</em></p>
<p>Senaoso wonten perbedaan pendapat wonten ing madzhab-madzhab ing dalem Islam, poro ulama sampun maringi kesempatan kito kagem gabungaken kaleh pendapat ingkang beda madzhab nalika wonten kondisi darurat syar’i, khususipun wonten ing masalah ingkang mboten dipun panggihi solusinipun wonten ing setunggale madzhab. Penggabungan meniko dipun wastani kanthi istilah <em>talfiq.</em></p>
<p><em>Talfiq </em>inggih puniko gabungaken kaleh pendapat ingkang bedo madzhab wonten ing setunggal masalah <em>(qadhiyat). </em>Senaoso mekaten, poro alim ulama maringi rambu-rambu wonten ing nglampahi <em>talfiq.</em> Keranten keputusan puniko kedah dipun laksanakaken kanti ati-ati lan kedah mirsani pinten-pinten perkawis;</p>
<p><em>Sepindah, talfiq </em>mboten namung semata-mata bertujuan kagem pados ibadah ingkang paling enteng, ananging keranten keterbatasan utawi <em>dhoruroh syar’i. </em></p>
<p><em>Kaping kalih, talfiq</em> benten madzhab namung saget dilampahi wonten ing setunggal masalah ibadah. Misalipun wonten ing masalah wudlu nyepeng organ kemaluan tanpa didasari syahwat lan nganggep masalah puniko mboten batalaken wudlu keranten berdasarkan pendapat Imam Malik. Ananging naliko wudlu mboten  gosok-gosok anggota wudluipun damel tuyo keranten nderek madzhab Imam Syafii. Naliko sholat hukumipun mboten sah, keranten miturut pendapat Imam Syafii wudlunipun batal keranten nyepeng kemaluan, sementara miturut imam Malik nggih mboten sah keranten mboten gosok-gosok anggota wudlu. Pramilo, wudlunipun batal miturut kekalih imam.</p>
<p><em>Hadirin Jamaah Jumah Rahimakumullah,</em></p>
<p>Wonten ing kitab <em>Fathul Muin, </em>karangan Syaikh Zainuddin Al Malibari, <em>talfiq </em>saget dilampahi ing antara kaling masalah <em>(qadhiyah), </em>kados wudlu kanthi ngusap sebagian kepala keranten nderek amdzhab As Syafii lan sholat madep kiblat (<em>jihah/</em>mboten bener-bener tepat lurus ten kakbah) keranten derek madzhab Abu Hanifah, pramilo sholatipun sah, sebab wonten ing kasus meniko poro imam mboten menyepakati ketidaksahan wudhunipun. Keterangan meniko saget ditingali wonten kitab <em>i&#8217;anatut talibin</em> karangan Abu Bakr bin Muhammad Syata’ Ad Dimyathi.</p>
<p>Mugi-mugi khutbah meniko saget nambahi pangerten kito utaminipun wonten ing permasalahan fiqh ibadah, keranten paham masalah meniko dados kewajiban kito sedoto dalam rangkan nglampahi Islam secara <em>kaffah </em>utawi sampurno. <em>Amiin Amiin ya mujiib as Sailin</em>.</p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقٌرْأَنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الاياَتِ وَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمِ اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِاسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ. قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّوْنَ اللهَ فَالتَّبِعُوْنِي يُحْبِبْكُمُ اللهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُم وَاللهُ غَفُوْرٌ رَحِيْم. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْن.</p>
<p>Khutbah II</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لله الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَـقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّيْنِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُوْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إله إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، قَالَ الله تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا الله حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُم مُّسْلِمُون</p>
<p style="text-align: right;">اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآئِكَتِهِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِى وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَىيَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p style="text-align: right;">اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءُ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَالدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَاوَاِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. والحمد لله رب العالمين.</p>
<p style="text-align: right;">عِبَادَ اللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَر</p>
<p><em>Khutbah Jumat ini ditulis oleh:</em></p>
<p><em>Dr. M. Muchlish Huda, M.Pd.I.</em></p>
<p><em>Sekretaris PC ISNU Ponorogo</em></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu-talfiq/">Ngatos-Atos Lebeting Talfiq &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu-talfiq/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menjaga Semangat Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/menjaga-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/menjaga-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 15:06:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7003</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Menjaga Semangat Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7004" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_Menjaga-Semangat-Ramadhan.jpg.crdownload.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_Menjaga-Semangat-Ramadhan.jpg.crdownload.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_Menjaga-Semangat-Ramadhan.jpg.crdownload-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_Menjaga-Semangat-Ramadhan.jpg.crdownload-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_Menjaga-Semangat-Ramadhan.jpg.crdownload-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_Menjaga-Semangat-Ramadhan.jpg.crdownload-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_Menjaga-Semangat-Ramadhan.jpg.crdownload-355x199.jpg 355w" sizes="(max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>Warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut adalah teks khutbah Jumat Bahasa Indonesia dengan judul &#8221; Menjaga Semangat Ramadhan.&#8221;</p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.<br />
أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الْإِخْوَانِ، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ</p>
<p style="text-align: right;">قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِين</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah</em></p>
<p>Pada kesempatan yang sangat berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan <em>imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi </em>(melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya). Ketahuilah&#8230;..tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa dihadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada Allah SWT.</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah</em></p>
<p>Kita masih berada pada bulan Romadhan, bulan penuh berkah dan ampunan dari Allah SWT. Orang-orang yang beriman akan mengalami dua hal. Jika pada awal Romadhan tiba, perasaan mereka bersuka cita, bergembira, namun saat ini, di akhir Romadhan ini, perasaan umat Islam yang beriman berapada dalam dua kondisi ini. Jika dua kondisi ini tidak dimiliki, kita patut mempertanyakan keimanan kita.</p>
<p>Pertama, perasaan sedih karena akan ditinggalkan oleh bulan mulia. Sudahkan kita beribadah dengan maksimal di bulan Romadhan ini. Sudahkan kita meminta ampun kepada Allah SWT atas apa yang pernah kita lakukan dan sudahkah kita berdoa, memohon kepada Allah SWT atas apa yang kita inginkan. Dengan perasaan ini, seseorang akan memanfaatkan sisa waktu ini dengan bersungguh-sungguh beribadah, meminta ampun dan berdoa. Pahala yang sangat besar dan hanya Allah SWT sendiri yang akan memberinya sungguh suatu iming-iming yang tiada tanding. Terlebih lagi, perasaan sedih, sudahkah kita maksimal dalam menggapai lailatul Qadar. Padahal Allah SWT telah berfirman:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</p>
<p>Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur&#8217;an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar&#8221;. (QS. Al Qadr: 1-5)</p>
<p>Kedua, diakhir Romadhan ini sudahkah kepekaan sosial kita meningkat atau tidak. Kepekaan sosial itu seperti sudahkah kita tambah merasa iba jika melihat anak yatim piatu yang tidak bisa sekolah, atau melihat orang miskin yang hidupnya serba pas-pasan. Jika belum, mari kita pupuk perasaan itu dengan menyadari bahwa manusia itu sebenarnya adalah makhluk lemah. Tidak makan satu hari, tidak minum satu hari saja lapar dan dahaga. Manusia awalnya tidak memiliki apa-apa, namun karena usaha, ia memiliki harta. Jika seseorang telah memiliki harta, ia harus ingat bahwa semua itu karena kehendak Allah SWT. Jangan mengaku bahwa itu adalah hanya semata-mata hasil jerih payahnya sendiri. Coba kita lihat, banyak orang yang bekerja, namun hidupnya pas-pasan, juga banyak orang memiliki harta, tetapi dengan sekejap dihilangkan oleh Allah SWT melalui berbagai cara seperti kebakaran, sakit yang memakan banyak biaya, gempa bumi, dicuri orang dan lain-lain. Begitu pentingnya ibadah sosial ini, sehingga Allah SWT menggabungkan puasa dengan kewajiban zakat sebagai gambaran dari ibadah sosial tersebut.</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah</em></p>
<p>Dua perasaan tersebut akan menghadirkan pribadi umat Islam yang bertakwa. Takwa itulah inti dari diperintahkannya puasa. Bukankah Allah SWT telah berfirman dalam al-Qur’an dalam masalah puasa surah al-Baqarah ayat 183.</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ</p>
<p>Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.</p>
<p>Apa balasan bagi orang yang bertakwa? Orang yang bertakwa pertama, akan diberi jalan keluar setiap masalah yang dimiliki serta akan diberi rizki oleh Allah SWT melalui jalan atau cara yang tidak pernah ia prediksi sebelumnya. Ia tidak akan mengalami kekurangan rizki. Allah SWT berfirman dalam surah al-Thalaq ayat 2-3</p>
<p style="text-align: right;">وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا  وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ</p>
<p> Artinya: <em>Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada disangka-sangkanya</em>.”</p>
<p>Semoga kita termasuk orang-orang yang bertakwa…Amiin.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong><strong> </strong><strong>اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ !</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِا لرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْتَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ </strong><strong>يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menjaga-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Menjaga Semangat Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/menjaga-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Jagi Semangat Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/jagi-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/jagi-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Mar 2025 15:02:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=7000</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum, Wr., Wb. warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jagi-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/">Jagi Semangat Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img loading="lazy" decoding="async" class="alignnone size-full wp-image-7001" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_JAGI-SEANGAT-RAMADHAN.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_JAGI-SEANGAT-RAMADHAN.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_JAGI-SEANGAT-RAMADHAN-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_JAGI-SEANGAT-RAMADHAN-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_JAGI-SEANGAT-RAMADHAN-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_JAGI-SEANGAT-RAMADHAN-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_JAGI-SEANGAT-RAMADHAN-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /></p>
<p>Assalamualaikum, Wr., Wb.</p>
<p>warga Nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut adalah teks khutbah Jumat Bahasa Jawa NU dengan judul &#8220;Jagi Semangat Ramadhan&#8221;.</p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْه ُ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.<br />
أَمَّا بَعْدُ: فَيَايُّهَا الْإِخْوَانِ، أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ<br />
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَعِينُوا۟ بِٱلصَّبْرِ وَٱلصَّلَوٰةِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِين</p>
<p><em>Kaum muslimin siding jumat rahimakumullah,</em></p>
<p>Wonten ing kesempatan ingkang sae punika, monggo kulo panjenengan sami ningkataken taqwa dumateng Allah SWT. Caranipun inggih punika kanti <em>imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi </em>(nglampahi sedoyo perintah-perintahipun Allah lan nebihi sedoyo awosanipun). Kedah dipun mangertosi bilih mboten wonten bekal inggal langkung sae kulo panjenengan sami beto wonten ngarsa dalem Allah kejobo taqwa kulo panjenengan sami dumateng Allah SWT.</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang jumat rahimakumullah,</em></p>
<p>Kulo panjenengan sami tasih wonteng ing dalem bulan Ramadhan, bulan ingkang kebak barokah lan ampunan saking Allah SWT. Tiyang-tiyang ingkang beriman bade ngalami kaleh perkawis. Menawi wonten awal Ramadhan, perasaan meniko remen sanget, suka cita, ananging wonten wekdal meniko, wonten ing akhir bulan Ramadhan, perasaan umat Islam ingkang beriman nglampahi ing dalem kaleh kondisi. Menawi kekalih kondisi meniko mboten dipun gadahi, kulo panjenengan sami patut nangletaken iman kito.</p>
<p><em>Sepindah</em>, perasaan sedih keranten bade dipun tilar kalian bulan kang Mulya. Nopo kulo panjenengan sami sampun ibadang kanti maksimal wonten ing bulan Ramadhan puniko? Nopo kulo panjenengan sami sampun nyuwun pangapuro dumateng Gusti Allah SWT kelawan nopo ingkang pernah kulo panjenengan lampahi, lan nopo kulo panjenengan sami sampun dedongak? Nyuwun kaliyan Allah SWT nopo ingkang kulo panjenengan sami kersaaken. Kanti perasaan puniko, kulo panjenengan sami bade memanfaatkan sisa wekdal punika kanti temen-temen anggenipun ngibadah, nyuwun ampunan saking Allah lan dedungo. Ganjaran ugi langkung ageng lan namung Allah SWT piyambak ingkang bade nyaosi dumateng umat manungso kang mboten wonten tandinganipun. Ugi, perasaan sedih, nopo kulo panjenengan sami sampun maksimal anggenipun ngupayaaken ngraih lailatul Qadar, padahal Allah SWT sampun dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</p>
<p>Artosipun: <em>saktemene Ingsun (kami) wus nurunake (Al Quran) ing dalem wengi kamulyan. Lan ngertio sopo siro apa iku malam kamulyan? Malam kamulyan iku luwih apik katimbang sewu wulan. Ing dalem wengi iku wes mudun piro-piro moloikat lan moloikat Jibdril kelawan izin Pengerane halih agawe ngatur piro-piro perkoro. Wengi iku (kebak) kesejahteraan sampai terbite fajar.” (QS. Al Qadr:1-5)</em></p>
<p><em>Kaping kalih</em>, wonten ing dalem akhir Ramadhan puniko, nopo kulo penjenengan sami sampun anggadahi kepekaan sosial kito kang meningkat nopo mboten? Kepekaan sosial inggih puniko kados dene kulo panjenengan sami dados anggadahi raos iba menawi mirsane lare-lare Yatim Piatu mboten saget sekolah, utawi mirsani tiyang miskin ingkang urip ipun serba pas-pasan. Menawi dereng, monggo kito pupuk perasaan puniko kanti menyadari bilih manungso niku saktemene makhluk kang lemah. Mboten dahar lan ngunjuk sedinten kemawon tansah ngraosaken luwe lan ngelak. Manungso awalipun mboten gadah nopo-nopo, anangi amargi usaha, piyambake gadah harta. Menawi manungsi sampun gadah harta piyambake kedah emut, bilih sedoyo puniko keranten kehendak Allah SWT. Sampun ngantos ngaku-aku harta puniko semata-mata hasil jerih payah piyambake.. Cobi kito pirsani, kathah tiyang-tiyang ingkang nyambut damel, ananging urip ipun pas-pasan, ugi katah ingkang gadah harta anangi kanti sekejap dipun ilangaken kaliyan gusti Allah SWT kelawan musibah, kados kebakaran, gerah ingkang katah nelasaken harta, gempa bumi, lan lintu-lintunipun. Keranten penting sanget ibadah sosial puniko, sahinggo Allah SWT gabungaken siyam kalian kewajiban zakat sebagai gambaran saking ibadah sosial meniko.</p>
<p><em>Kaum muslimin siding jumat rahimakumullah,</em></p>
<p>Kekalih perasaan puniko saget dadosaken pribadi umat Islam kang taqwa. Taqwa puniko inti saking perintah siyam. Allah sampun berfirman wonten Al Quran terkait masalah siyam puniko wonten ing surat Al Baqarah ayat 183.</p>
<p style="text-align: right;">يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَععَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ</p>
<p>Artosipun: <em>he wong-wong kang beriman, wus den wajibake ing ngatase siro kabeh poso koyo dene wus den wajibake ingatasi wong-wong kang luwih disik sak durunge siro supoyo taqwa siro kabeh (Q.S. Al Baqarah: 183).</em></p>
<p>Nopo walesane kangge tiyang kang bertaqwa? Tiyang ingkang bertaqwa sepindah bade dipun paring ijalan keluar saking piro-piro masalah ingkang diduweni, sarto dipun paring rezeki kaliyan Allah kelawan piro-piro dalan lan coro ingkang mboten nate diprediksi sakderengipun. Piyambake mboten nglami kekirangan rezeki. Allah SWT sampun dawuh wonten surat At Thalaq ayat 2-3</p>
<p style="text-align: right;">وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا  وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ</p>
<p>Artosipun: <em>sopo wonge taqwa marang Allah, mongko Allah bakal wujudake dalan. Lan bakal aweh sopo Allah ing wong kang taqwa yoiku rezeki saking dalan kang ora dikiro-kiro.” (Q.S. At Thalaq: 2-3).</em></p>
<p>Mugi-mugi kulo panjenengan sami kagolong tiyang ingkang bertaqwa. Aamiin.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ. </strong></p>
<p style="text-align: center;"><strong> </strong><strong> </strong><strong>اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ !</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِا لرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْتَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ </strong></p>
<p style="text-align: right;"><strong>يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</strong></p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/jagi-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/">Jagi Semangat Ramadhan &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/jagi-semangat-ramadhan-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyambut Lailatu Qadar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatu-qadar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatu-qadar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 02:40:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6952</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Warga nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatu-qadar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Menyambut Lailatu Qadar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6950" aria-describedby="caption-attachment-6950" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6950" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-6950" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Menyambut Lailatul Qadar</figcaption></figure>
<p><em>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,</em></p>
<p>Warga nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut teks Khutbah Jumat bahasa Jawa dengan judul Menyambut Lailatul Qadar.</p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد<br />
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</p>
<p>Kaum muslimin sidang Jum’ah <em>Rahimakumullah</em></p>
<p>Pada kesempatan yang baik ini, marilah kita meningkatkan takwa kita kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala laragannya, karena tidak ada bekal yang paling baik kita bawa ke hadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada-Nya.</p>
<p>Kaum muslimin sidang Jum’ah <em>rahimakumullah</em></p>
<p>Pada bulan Romadhan ini kita akan mendapati suatu malam yang sangat mulia. Malam itu adalah malam yang disebut dengan <em>lailatul qodar. </em>Allah menjelaskan bahwa malam itu adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan atau jika dihitung dalam hitungan tahun lebih dari ibadah 80 tahun. Allah SWT berfirman.</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</p>
<p>Artinya: Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur&#8217;an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan Malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar&#8221;. (QS. Al Qadr: 1-5)</p>
<p>Dalam menghadapi lailatul Qadar ada beberapa prinsip yang harus kita pegangi.</p>
<p><em>Pertama</em>, Lailatul Qadar adalah malam yang dirahasikan oleh Allah SWT. Tujuan dari rahasia ini adalah agar umat Islam selalu berusaha untuk mencarinya. Selalu menanti dan selalu ingin agar tidak terlewatkan. Jika perasaan ini yang terjadi, maka seorang muslim akan terus menerus istiqomah beribadah dengan menghidupkan malam Ramadhan dengan semangat dan mencari Ridha Allah SWT.</p>
<p><em>Kedua, </em>seorang muslim tidak usah sibuk dengan mencari tanda-tanda lailatul Qodar yang diceritakan oleh para ulama seperti angin sepoy-sepoy di malam hari, suasana senyap, pagi hari matahari bersinar putih dan lain-lain. Yakinlah bahwa barangsiapa yang beribadah sungguh-sungguh dalam menjalankan ibadah puasa serta beribadah dengan istiqomah Allah SWT akan memberinya kenikmatan malam seribu bulan tersebut walaupun tidak melihat tanda-tandanya. Umat Islam tidak boleh bersifat oportunis. Apa itu? Yaitu beribadah hanya pada malam-malam ganjil pada sepuluh akhir Romadhan saja. Artinya, umat islam harus selalu bersungguh-sungguh menjalankan ibadah satu bulan Romadhan bukan hanya malam-malam tertentu saja.</p>
<p><em>Ketiga, </em>umat Islam boleh juga mengikuti rumus-rumus Ulama seperti Imam al-Ghazali yang menjelaskan bahwa jika awal bulan Romadhan adalah hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam 23 (sebagaimana penjelasan kitab ‘Ianatu al-Tholibin juz 2). Apa yang dikatakan oleh al-Ghazali sama dengan apa yang dikatakan oleh Abu al-Hasan al-Shazili bahwa jika awal Romadhan adalah hari Sabtu, maka Lailatul Qadar terjadi pada malam ke 23 (seperti terdapat dalam kitab Hasyiyah al-Shawi). hal ini berbeda dengan pendapat yang diutarakan dalam kitab Hasyiyah al-Bajuri yang menyebut lailatul Qadar terjadi malam ke 21 jika awal Romadhan pada hari Sabtu. Yang harus kita pahami adalah ini adalah rumus-rumus para ulama yang bisa saja benar-bisa saja salah. Namun, jika kita mengikuti rumus tersebut diperbolehkan dengan syarat tetap menjaga konsistensi atau keistiqomahan pada malam-malam selainnya. Jangan menjadi muslim oportunis di atas.</p>
<p>Kaum muslimin <em>Rahimakumullah</em>,</p>
<p>Di bulan puasa ini yang paling penting adalah semangat kita untuk menjalankan puasa dengan rasa iman dan mengharap ridho Allah SWT. Atau berpuasa dengan diringi instropeksi diri. Jika ini yang dilakukan insyaallah kita akan mendapatkan lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda.</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p>Artinya: <em>Barangsiapa yang berpuasa dilandasi oleh iman dan instropeksi diri, maka dosanya yang telah berlalu akan diampuni oleh Allah SWT </em>(HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760</p>
<p><em>Pertama, </em>Iman. Iman adalah sebuah refleksi suatu kesadaran yang tergabung dalam tiga ranah yaitu akal, hati dan tindakan. Ini artinya bahwa puasa yang dilakukan atas dasar iman adalah puasa yang disadari, dipahami dan diyakini, bukan paksaan, bukan pura-pura dan bukan karena motif-motif lain seperti ingin disanjung, ingin dihargai atau yang lain. itulah sebabnya, puasa adalah urusan Allah SWT. Allah SWT sendiri yang akan membalasnya. Allah SWT akan menilai apakah puasa kita sudah dilandasi iman atau tidak.</p>
<p><em>Kedua, </em>instropeksi diri. instropeksi diri adalah upaya seseorang untuk mengoreksi diri sendiri di masa lalu. Apa yang dikoreksi? Yang dikoreksi adalah kesalahan di masa lalu, kemaksiatan di masa lalu, dosa-dosa yang pernah dibuat dimasa lalu. Untuk apa? untuk diperbaiki setelah Romadhan. Dengan semangat ini, seseorang tidak saja menjadi orang yang beruntung (<em>Robih</em>) tetapi juga orang yang putih bersih seperti bayi yang baru lahir.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</p>
<p style="text-align: right;">         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ !</p>
<p style="text-align: right;">اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِا لرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ</p>
<p style="text-align: right;">تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ</p>
<p style="text-align: right;">عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ</p>
<p style="text-align: right;">يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatu-qadar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Menyambut Lailatu Qadar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatu-qadar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menyambut Lailatul Qadar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatul-qadar-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatul-qadar-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Mar 2025 02:36:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6949</guid>

					<description><![CDATA[<p>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, Warga nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatul-qadar-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/">Menyambut Lailatul Qadar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6950" aria-describedby="caption-attachment-6950" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6950" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/03/KHUTBAH-JUMAT_MENYAMBUT-LAILATUL-QADAR-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-6950" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Menyambut Lailatul Qadar</figcaption></figure>
<p><em>Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,</em></p>
<p>Warga nahdliyin yang dirahmati Allah, berikut teks Khutbah Jumat bahasa Jawa dengan judul Menyambut Lailatul Qadar.</p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد<br />
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang jum’ah Rahimakumullah,</em></p>
<p>Wonten ing kesempatan ingkang sae puniko, monggo kulo panjenengan sami ningkataken taqwa kito dumateng Allah SWT kelawan nglampahi sedoyo perintah-perintahipun lan ninggalaken sedoyo ingkang dados awosanipun, keranten mboten wonten bekal ingkang langkung sae ingkang kulo panjenengan sami beto wonten ngarso dalem Allah SWT kejobo taqwa.</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang jum’ah Rahimakumullah,</em></p>
<p>Wonten ing bulan Ramadhan puniko, kita bade manggihi sawijining dalu ingkang estu mulya. Dalu puniko inggih ingkang dipun sebat malam <em>lailatul qodar, </em>Allah sampun jelasaken bilih dalu puniko inggih dalu ingkang langkung sae katimbang sewu wulan utawi menawi dipun etang wonten etangan tahun luwih saking 80 tahun. Allah SWT dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ  لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ  تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ  سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ</p>
<p><em>Artosipun: saktemene wus nurunake (Al Quran) sopo kito ing dalem wengi kamulyan. Lan ngertio sopo siro opo iku wengi kamulyan? Wengi kamulyan iku luwih apik katimbang sewu wulan. Ing dalem wengi iku poro malaikat lan malaikat Jibril kelawan izin pengerane piro-piro moloikat iku ngatur sekabehe urusan. Wengi kui (kebak) kasejahteraan tumekone fajar (QS. Al Qadr: 1-5)</em></p>
<p>Wonten ing dalem ngadepi lailatul Qadar, wonten piro-piro prinsip ingkah kedah kulo panjenengan sami anut.</p>
<p><em>Sepindah</em>, lailatul Qadar puniko inggih dalu ingkang dipun rahasiaaken kalian Allah SWT. Tujuanipun inggih punika supados umat Islam senantiasa ngreko doyo kagem ibadah. Kedah ngrantos lan ngupayaaken supados mboten ketinggalan. Naliko perasaan meniko ingkang muncul, tiyang muslim bade terus menerus istiqomah anggenipun ngibadah kelawan ngurip-nguripi wengi-wengine wulan Ramadhan kelawan semangat lan pados Ridha nipun Allah SWT.</p>
<p><em>Kaping kalih, </em>tiyang muslim mboten usah sibuk anggenipun pados tondo-tondo lailatul qodar ingkang sampun dipun critaaken kaliyan poro ulama kados angin sepoy-sepoy ing wekdal dalu, suasana sepi, wonten ing injing sinar matahari putih lan lintu-lintunipun. Kedah dipun Yakini, bilih sopo wonge ingkang ngibadah kelawan istiqomah, sungguh-sungguh wonten ing nglampahi ibadah siyam sarto istiqomah ngibadah, Allah SWT bade maringi kenikmatan malam sewu wulan puniko, walaupun mboten manggihi tondo-tondonipun. Umat Islam mboten pareng bersifat oportunis. Nopo niku? Inggih puniko ngibadah namung wonten wengi-wengi malem ganjil wonten ing sedoso terakhir wulan Ramadhan. Artosipun, umat Islam kedah bersungguh-sungguh nglampahi ibadah wonten saben-saben dalu Ramadhan, mboten namung wonten ing wengi-wengi tertentu.</p>
<p><em>Kaping tigo, </em>umat Islam saget nderek rumus-rumus ulama kados Imam Al Ghazali ingkang jelasaken bilih awal wulan Ramadhan menawi dipun awali dinten sabtu mongko lailatul qadar tibo wonten malam 23 (kados dene ingkang dipun jelasaken wonten ing kitab <em>‘Ianatu al Tholibin</em> juz 2). Nopo ingkang dipun ngendikaaken Imam al Ghazali sami kaliyan nopo ingkang sampun dingendikaaken kalian imam Abu hasan Al Shazali bilih menawi awal Ramadhan inggih puniko Sabtu, mongko Lailatul Qadar tibo wonten malem 23 (kados ingkang sabut kasebat wonten kitab <em>Hasyiyah al Shawi</em>). Benten kaliyan pendapat ingkang dipun jelasakan kaliyan kitab <em>Hasiyah Al Bajuri</em>, bilih Lailatul Qadar puniko malem ke 21 menawi awal Ramadhan wonten ing dinten sabtu. Ingkang kedah kito pahami inggih puniko, rumus-rumus niki saget ugi bener, saget ugi salah. Ananging menawi kita nderek rumus-rumus kesebat inggih saget, asal jagi syaratipun inggih puniko konsisten utawi istiqomah wonten ing wengi-wengi lintunipun. Sampun ngantos dados muslim oportunis.</p>
<p><em>Kaum muslimin rahimakumullah,</em></p>
<p>Wonten ing wulan siyam puniko, ingkah paling penting inggih puniko semangat kito kagem nglampahi siyam kaliyan roso iman lan ngarep-ngarep ridhonipun Allah SWT. Utawo siyam kaliyan diiringi introspeksi diri. Menawi niki dipun lampahi, <em>insyaalllah</em> kulo panjenengan sami saget angsal lailatul Qadar. Rasulullah SAW dauh:</p>
<p style="text-align: right;">مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ</p>
<p><em>Artosipun; sopo wonge nglakoni poso kelawan iman lan instrospeksi diri, mongko bakal dingapuro dosa-dosane kaliyan Allah SWT (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no 760)</em></p>
<p><em>Sepindah</em>, iman. Iman inggih puniko sebuah refleksi kesadaran ingkang tergabung wonten ing tigo aspek, inggih puniko akal, hati lan tumindak. Tegesipun bilih siyam punika dipun lampahi kanti dasar iman tegesipun siyam ingkang dipun sadari, dipahami lan diyakini, sanes paksaan, sanes pura-pura lan sanes keranten motif-motif lintunipun kados dene pengen di elem, pengen diregani utawi lintu-lintunipun. Keranten siyam inggih puniko urusan Allah SWT. Allah SWT piyambak ingkang bade mbales, AllahSWT ingkang bade mbiji poso kito sampun dilampahi kanti iman nopo mboten.</p>
<p><em>Kaping kalih, </em>introspeksi diri. Introspeksi diri meniko usaha kagem ngoreksi awak dewe wonten ing masa lalu. Punopo dipun koreksi? Ingkang dikoreksi inggih puniko kekhilafan wonten ing masa lalu, kemaksiatan masa lalu, dosa-dosa ingkah pernah dilampahi masa lalu. Kagem nopo? Kagem dipun dandani bibaripun Ramadhan. Kanti semangat niki, tiyang niku mboten mawon dados tiyang kang bejo (<em>Robih</em>) tapi nggih dadosaken tiyang yang putih bersih kados dene bayi ingkang nembe lahir.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">
<p style="text-align: center;">اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</p>
<p style="text-align: right;">         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ !</p>
<p style="text-align: right;">اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِا لرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ</p>
<p style="text-align: right;">تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ</p>
<p style="text-align: right;">عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ</p>
<p style="text-align: right;">يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatul-qadar-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/">Menyambut Lailatul Qadar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/menyambut-lailatul-qadar-khutbah-jumat-bahasa-jawa-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengikuti Tauhid Yang Benar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/mengikuti-tauhid-yang-benar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/mengikuti-tauhid-yang-benar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 12:53:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6782</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut adalah Teks Khutbah Jumat Bahasa Indonesia. Khutbah I... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mengikuti-tauhid-yang-benar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Mengikuti Tauhid Yang Benar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6783" aria-describedby="caption-attachment-6783" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6783" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-_INDO.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-_INDO.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-_INDO-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-_INDO-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-_INDO-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-_INDO-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-_INDO-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-6783" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat NU</figcaption></figure>
<p>Berikut adalah Teks Khutbah Jumat Bahasa Indonesia.</p>
<p>Khutbah I</p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد<br />
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah</em></p>
<p>Setiap hari umur kita bertambah mendekati kematian. Pendengaran sudah mulai berkurang, penglihatan sudah mulai buram, rambut memutih, kekuatan berkurang, gigi mulai ompong dan kulit mulai keriput. Itu semua adalah tanda bahwa kematian semakin dekat. Oleh karena itu, persiapkan diri kita masing-masing dengan takwa. Takwa adalah <em>imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi </em>(melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya). Dengan takwa, kita akan menghadapi semuanya dengan tenang dan bahagia.</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah</em></p>
<p>Allah SWT memberi pahala yang besar untuk umat Islam yang mau berjihad di jalan Allah SWT. Kenapa demikian? Jawabannya adalah karena dengan jihad agama Islam bisa tersebar dan karena jihad pula umat Islam <em>ya’lu wa la yu’la alaihi </em>(pada posisi tinggi dan tidak ada yang lebih tinggi darinya). Dan Allah SWT juga menyatakan bahwa siapa yang berjihad di jalan Allah SWT akan diberi petunjuk kepada jalan-jalan Allah SWT. Firman Allah SWT dalam surah al-‘Ankabut ayat 69 berbunyi sebagai berikut.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ</p>
<p><em>Artinya: “Dan orang-orang yang berjihad di jalan kami, maka sungguh akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik”.</em></p>
<p>Jihad dapat dibagi menjadi tiga. <em>Pertama, </em>jihad dalam arti berperang mengangkat senjata melawan orang-orang kafir di medan perang. Yang dikorbankan adalah nyawa, harta dan lain-lain. <em>Kedua, </em>jihad dalam arti jihad melawan hawa nafsu, mengalahkan godaan-godaan nafsu syaithoniyah. Menurut Rasulullah SAW, jihad melawan hawa nafsu lebih besar dari jihad pertama, jihad untuk tidak merasa paling benar, jihad untuk tidak merasa sombong, jihad tidak korupsi, jihad untuk tidak hasud, jihad melawan malas beribadah, jihad melawan malas belajar ilmu agama, jihad melawan sifat kikir dan pelit, jihad melawan sifat individualis dan lain-lain. <em>Ketiga, </em>jihad dalam perdebatan ilmiah untuk meluruskan paham-paham yang tidak sesuai dengan al-Qur’an dan al-Sunnah.</p>
<p>Jika jihad yang pertama dan kedua sudah sering disampaikan. Maka kali ini, kita akan menyampaikan jihad yang ketiga yaitu jihad meluruskan paham-paham yang tidak sesuai dengan al-Qur’an dan al-Sunnah. Jihad melawan paham yang menyimpang dalam sejarah pernah dilakukan oleh mereka yang termasuk dalam kelompok Ahlussunnah Wal jama’ah. Tokoh yang terkenalnya adalah Abul Hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi. Dua tokoh teologi ini berani membuka ruang debat melawan kelompok <em>Mujassimah</em> dan <em>Musyabbihah</em> atau kelompok yang mengatakan bahwa Allah SWT memiliki bentuk fisik seperti manusia atau yang menyerupakan Allah SWT sama dengan makhluk (manusia). Kata “<em>yadullah” </em>dalam al-Qur’an misalnya diartikan dengan tangan Allah SWT”.</p>
<p>Konsep tauhid atau konsep teologi yang diusung oleh kedua ulama tersebut dan kemudian dikembangkan oleh para penerusnya adalah seperti yang telah sering kita dengar di musholla-masjid dalam “pujian” (<em>wujud, qidam, baqo’, mukholafatulil khawadisi</em> dan lain-lain) atau yang lebih dikenal dengan istilah sifat wajib 20, 20 sifat mustahil dan satu sifat jaiz bagi Allah SWT.  4 sifat wajib bagi Rasul, 4 sifat mustahil dan 1 sifat jaiz bagi Rasulullah SAW. Sifat-sifat itu kemudian dikenal dengan istilah sifat 50. Lalu bagaimana dengan konsep tauhid rububiyah, uluhiyah dan asma’ wassifah. Jawabnya adalah pembagian tauhid menjadi tiga tersebut bukanlah dari kelompok Asy’ariah dan Maturidiyah.</p>
<p><em>Kaum Muslimin sidang Jum’ah Rahimakumullah</em></p>
<p>Sebagai orang awam, marilah kita mengikuti paham Ahlussunah Wal Jamaah seperti yang diungkapkan oleh pendiri NU, Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari dengan mengikuti Abul Hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidy. Menurut Syeikh Al-Zabidi, penyusun kitab <em>Ithaf Sadat al-Muttaqien, </em>syarah dari kitab <em>Ihya’ Ulumiddin </em>milik al-Ghazali, bahwa yang dimaksud dengan <em>Ahlussunnah </em>adalah pengikut dari madzhab al-Asy’ari dan al-Maturidi.</p>
<p style="text-align: right;"><strong> </strong><strong>إِذَت أُطْلِقَ أَهْلُ السُّنَّةِ وَالجَمَاعَةِ فَالمُرَادُبِهِمُ اْلأَشَاعِرَةُ وَالْمَاتُرِيْدِيَّةُ</strong></p>
<p><em>Artinya: Apabila disebut Ahlussunnah, maka yang dimaksud adalah pengikut al-Asy’ari dan pengikut Al-Maturidi</em></p>
<p>Jika mengikuti ayat al-Qur’an diatas surah al-‘Ankabut ayat 69, pengikut Abul Hasan al-Asy’ari dan Abu Manshur al-Maturidi telah mendapatkan hidayah dari Allah SWT. Buktinya adalah penyebaran Islam di wilayah Eropa Timur dilakukan oleh umat Islam saat itu sebagai pengikut Abul Hasan al-As’ari dan Abu Manshur al-Maturidi dengan komando Dinasti Utsmani di Turki. Demikian pula penyebaran ajaran Islam di daerah Timur seperti Daratan India hingga Asia Tenggara termasuk Indonesia dilakukan oleh mereka yang mengikuti al-Asy’ari dalam tauhid dan Imam Syafi’i dalam fiqh.</p>
<p>Menjadi wajar dan masuk akal jika umat Islam terbesar di Indonesia mengikuti al-Asy’ari dan al-Maturidi dalam bidang tauhid atau teologi. Dengan mengikuti dua ulama tersebut, insyaallah kita juga akan mendapat hidayah. Amiin. Oleh karena itu, kita harus hati-hati dengan aliran baru yang datang yang berbeda dengan dua imam tersebut.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p>Khutbah II</p>
<p style="text-align: right;">  !اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">       اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ  اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِالرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِوَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ</p>
<p>Ditulis Oleh: Dr. K. Iswahyudi, M.Ag / Wakil Ketua PCNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mengikuti-tauhid-yang-benar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/">Mengikuti Tauhid Yang Benar &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/mengikuti-tauhid-yang-benar-khutbah-jumat-bahasa-indonesia-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nderek Tauhid Ingkang Leres &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/6777-2/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/6777-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Feb 2025 12:19:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6777</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut ini adalah Teks Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU:... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/6777-2/">Nderek Tauhid Ingkang Leres &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6778" aria-describedby="caption-attachment-6778" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6778" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-6778" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat NU Ponorogo</figcaption></figure>
<p>Berikut ini adalah Teks Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU:</p>
<p>Khutbah I</p>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد<br />
قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang Jumat Rahimakumullah,</em></p>
<p>Saben dinten umur kulo panjenengan sami saget tambah nyedaki sedo. Pangrungu sampun milai gadah kekirangan, paningalan sampun milai buram, rekmo sampun pethak, kekiatan sampun sudo, wojo sampun ompong lan kulit sampun keriput. Niku sedoyo nggih puniko tondo minangka kematian sampun celak. Pramilo, monggo kulo panjenengan sami nyiapaken kanthi takwa. Takwa inggih puniko <em>imtisaalu al awaamir wa ijtinaabu an nawaahi</em> (nglampahi perintah-perintah Gusti Allah SWT lan ngedohi sedoyo ingkang dados awisanupun). Kanthi takwa, kulo panjenengan sami saget ngadepi sedoyo nopo mawon kanthi tenang lan bahagia.</p>
<p><em>Kaum muslimin sidang jumat rahimakumullah,</em></p>
<p>Allah SWT sampun maringi pahala ingkang ageng kagem umat Islam ingkang kerso jihad wonten marginipun Allah SWT. Punopo kados mekaten? Jawabanipun inggih puniko keranten kanthi jihad, agama Islam saget tersebar lan keranten jihad ugi saget dadosaken umat Islam <em>Ya’lu wa la yu’la alaihi</em> (wonten panggenan kang inggil lan mboten wonten ingkang luwih inggil saking piyambake). Lan Allah SWT ugi sampun dawuh bilih sinten mawon ingkang jihad ing margi Allah SWT bade dipun paring pitedah maring margi-margi Allah SWT. Firman Allah SWT wonten ing surat al-Ankabut ayat 69 kados mekaten:</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَٱلَّذِينَ جَٰهَدُوا۟ فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا  وَإِنَّ ٱللَّهَ لَمَعَ ٱلْمُحْسِنِينَ</p>
<p><em>Artosipun: lan wong-wong kang podo jihad ing dalan kito, mongko sak temene arep siro dudohake marang dalan-dalan kito. Sak temene Allah bener-bener nyertani wong-wong kang tumindak becik.</em></p>
<p>Jihad saget dipun bagi dados 3. <em>Kaping pisan, </em>jihad wonten dipun wastani perang ngangkat senjata musuh wong-wong kafir ing medan perang. Ingkang dipun korbankan inggih meniko nyowo, bondo lan lintu-lintunipun. <em>Kaping kalih</em>, jihad ingkang artosipun melawan howo nepsu, ngalahake godane nafsu syaitoniyah. Miturut Kanjeng Nabi Saw, jihad nglawan howo nepsu luwih gedhe ketimbang jihad kang nomer siji, jihad kagem mboten rumongso paling bener, jidah kagem mboten rumongso sombong, jihad mboten korupsi, jihad mboten hasud, jihad nglawan males ngibadah, jihad nglawan malese sinau agami, jihad nglawan sifat kikir lan bakhil, jihad nglawan sifat individualis lan lintu-lintunipun. <em>Kaping tigo</em>, jihad wonten ing dalem perdebatan ilmiah kagem nglurusake paham-paham ingkang boten sesuai kalian al-Quran lan as-sunnah.</p>
<p>Menawi jihad ingkang nomor sepisan lan kalih meniko sampun asring dipun wedar. Pramilo wonten ing wekdal puniko, kulo panjenengan sami bade ngudar jihad ingkang ongko tigo, inggih puniko jihad nglurusaken paham-paham ingkang mboten sesuai kaliyan al-Quran lan as-sunnah. Jihad nglawan paham ingkang nyimpang wonten ing sejarah sampun natos dipun lampahi kaliyan tiyang-tiyang ingkang masuk wonten kelompok <em>Ahlussunnah wal Jamaah</em>. Tokoh ingkang paling terkenal inggih puniko Abul Hasan al-Asy’ari lan Abu Manshur al-Maturidi.  Kekalih tokoh teologi meniko wantunbika ruang debat nglawan kelompok-kelompok <em>mujassimah</em> lan <em>musyabbihah</em> utawi kelompok ingkang nyatakaken bilih Allah SWT sami kaliyan makhluk (menungso). Tembung “<em>Yadullah</em> wonten ing dalem al-Quran upaminupun diartosaken astanipun Gusti Allah SWT”.</p>
<p>Konsep Tauhid utawi konsep teologi ingkang diusung kalian kekalih ulama meniko lan banjur dipun kembangaken kaliyan poro penerusipun inggih puniko kados dene ingkang sampun asring kulo panjenengan sami midangetaken wonten ing musholla utawi masjid ing dalem “pujian” (<em>wujud, qidam, baqo, mukholafatulil hawaditsi</em> dan lintu-lintunipun), utawi ingkang dipun kenal kalian sifat wajib 20, 20 sifat mustahil lan 1 sifat jaiz kagem Allah SWT. 4 sifat wajib kagem Rasul, 4 sifat mustahil lan 1 sifat jaiz kagem Rasulullah SAW. Sifat-sifat puniko lajeng dipun kenal kaliyan istilah sifat 50. Lajeng kados pundi kalian konsep tauhid <em>rububiyah, uluhiyah </em>lan<em> asma’ wassifah</em> puniko? Jawabanipun inggih pembagian tauhid dados 3 perkawis puniko sanes saking kelompok asy’ari lan maturidiyah.</p>
<p><em>Kaum muslimin siding jumat rahimakumullah,</em></p>
<p>Sebagai tiyang awam, monggo kulo panjenengan sami nderek paham <em>Ahlussunnah Wal Jamaah</em> kados ingkang sampun dipun sampaiaken kaliyan pendiri NU, Hadratusssyaikh Hasyim Asy’ari kanti nderek Abul Hasan al Asy’ari lan Abu Mansyur al-Maturidy. Miturut Syekh al Zabidi, penganggit kitab <em>Ithaf Sadat al Muttaqien, </em>syarah kitab <em>Ihya’ Ulumuddin </em>kagunganipun Imam Al Ghazali, bilih ingkang dipun maksud kaliyan <em>Ahlussunnah</em> inggih puniko penderek saking madzhab al Asy’ariah lan al Maturidiyah.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>إِذَت أُطْلِقَ أَهْلُ السُّنَّةِ وَالجَمَاعَةِ فَالمُرَادُبِهِمُ اْلأَشَاعِرَةُ وَالْمَاتُرِيْدِيَّةُ</strong></p>
<p><em>Artosipun: naliko dipun sebat Ahlussunnah, mongko ingkang dipun maksud inggih puniko penderek al Asy’ari lan penderek al Maturidi.</em></p>
<p>Pramilo, menawi nderek ayat Al Quran ing ngginggil surah Al Ankabut ayat 69, penderek Abul Hasan al Asyari lan Abu Mansur Al Maturidi sampun angsal hidayah saking Allah SWT. Buktinipun inggih puniko penyebaran Islam wonten ing wilayah Eropa Timur dipun lampahi kaliyan umat Islam wonten ing wekdal puniko sebagai penderek Abul Hasan al Asyari lan Abu Mansur al Maturidi dipun pimpin kaliyan dinasti Utsamani Turki. Mekaten ugi penyebaran Islam wonten ing daerah Timur, kados dene wonten ing India lajeng Asia Tenggara termasuk Indonesia dipun lampahi kaliyan pengikut al Asy’ari wonten ing dalem Tauhid lan Imam Syafi’I wonten ing dalem Fiqh.</p>
<p style="text-align: left;">Pramilo, dados wajar lan masuk akal menawi umat Islam terbesar wonten ing Indonesia meniko nderek al Asyari lan al Maturidi ing dalem Tauhid utawi Teologi. Kaliyan nderek kekalih ulama kasebat, InsyaAllah kulo panjenengan sami bade meraih hidayah, Aamiin. Pramilo, kulo penjenengan sami kedah ngati-ati kaliyan aliran ingkang anyar ingkang nembe dugi mbeto rupo bedo kaliyan kekalih imam kang kasebat.</p>
<p style="text-align: right;">.جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ</p>
<p>Khutbah ke II:</p>
<p style="text-align: right;">       !  اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;">اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِالرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِوَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ</p>
<p>Ditulis Oleh: Dr. K. Iswahyudi, M.Ag/ Wakil Ketua PCNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/6777-2/">Nderek Tauhid Ingkang Leres &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/6777-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Nasionalisme Cinta Tanah Air: Jagi Persatuan Wonten Ing Keberagaman &#8211; Khutbah Jumat Basa Jawa NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/nasionalisme-cinta-tanah-air-jagi-persatuan-wonten-ing-keberagaman-khutbah-jumat-basa-jawa-nu/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/nasionalisme-cinta-tanah-air-jagi-persatuan-wonten-ing-keberagaman-khutbah-jumat-basa-jawa-nu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Feb 2025 14:39:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6705</guid>

					<description><![CDATA[<p>Berikut ini adalah khutbah Jumat Bahasa Jawa NU: Nasionalisme... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/nasionalisme-cinta-tanah-air-jagi-persatuan-wonten-ing-keberagaman-khutbah-jumat-basa-jawa-nu/">Nasionalisme Cinta Tanah Air: Jagi Persatuan Wonten Ing Keberagaman &#8211; Khutbah Jumat Basa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6706" aria-describedby="caption-attachment-6706" style="width: 1600px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6706" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT.jpg" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT.jpg 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-300x169.jpg 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1024x576.jpg 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-768x432.jpg 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-1536x864.jpg 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/02/KHUTBAH-JUMAT-355x199.jpg 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-6706" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat Basa Jawa NU</figcaption></figure>
<p>Berikut ini adalah khutbah Jumat Bahasa Jawa NU:</p>
<p>Nasionalisme Cinta Tanah Air: Jagi Persatuan Wonten Ing Keberagaman</p>
<p>Khutbah I</p>
<p style="text-align: right;">الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَبِه نَسْتَعِيْنُ عَلى أُمُوْرِ الدُّنْيَا وَالدِّيْنِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلى اٰلِه وَأَصْحَابِه وَالتَّابِعِيْنَ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلىَ يَوْمِ الدِّيْنِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا الله وَحْدَه لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ اْلمُبِيْن. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَـمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ صادِقُ الْوَعْدِ اْلأَمِيْن. أَمَّا بَعْدُ فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ.أُوْصِيكُم ونَفْسِي بِتقْوَى الله. اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِه وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. فَقَالَ اللهُ تَعَالى: ولَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَاحِهَا وَادْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ اللَّهِ قَرِيبٌ مِنَ الْمُحْسِنِينَ</p>
<p><em>Jamaah Jumat Rahimakumullah,</em></p>
<p>Sumongga kita ningkataken keimanan lan ketaqwaan wonten ngarsa dalem Gusti Allah Subhanahuwataala, kanthi nglampahi sedoyo perintahipun lan nebihi sedoyo ingkang dados awosanipun Gusti Allah lan Rasulipun. Alhamdulillahirabbil alamin, pujo dalah Syukur kito panjataken wonten ngarsa dalem Allah Swt keranten Rahmat, Taufiq lan hidayahipun, sahinggo kulo panjenengan sami saget anglampahi kawajiban sholat jumat wonten siang puniko. Shalawat ugi salam mugi tansah katur kunjuk dumateng Nabi Muhammad SAW, keluarga, sohabat lan umatipun termasuk kulo panjenengan sami mugi-mugi diaku umatipun, Aamin.</p>
<p><em>Maasyirol muslimin rahimakumullah,</em></p>
<p>Wonten ing kesempatan sae puniko, kito bade ngudar tema engkang langkung penting, inggih puniko nasionalisme, cinta tanah air: Jagi Persatuan wonten ing dalem perbedaan.</p>
<p>Nasionalisme ajejeg saking 2 kata, inggih puniko nasional lan isme. Artosipun nasional inggih puniko anggadahi sifat kebangsaan, lan isme dipun wastani paham lan ajaran. Pramilo nasionalisme dipun wastani inggih puniko ajaran utawi paham arupi cinta bangsa dan negaranipun piyambak.</p>
<p>Indonesia, wonten ing dalem pengertosanipun masyarakat, gadah tiga aran:</p>
<p><em>Setunggal, </em>dipun wastani tanah ari, punapa? Inggih lantaran kulo panjenengan sami asalipun saking tanah, kito lahir wonten bumi Indonesia, thukul ageng wonten tlatah mriki, tuyonipun kito unjuk, gadah keterikatan kaliyan tanah lan ugi tuyonipun.</p>
<p><em>Kaping kalih</em>, tumpah darah, punapa? Amargi wonten ing tlatah puniko ibu numpahaken darah, artosipun kulo panjenengan sami kedah siap sedia menumpahkan darah kagem bela negara.</p>
<p><em>Ketiga</em>, ibu pertiwi, artosipun ibu mboten bosan berkorban kagem yoganipun, menawi ibu sampun maringi sedoyo kemawon kagem yoganipun, pramilo yoga kedah saget ngabekti marang ibunipun.</p>
<p>Kulo panjenengan sami kedah bangga dados bangsa Indonesia, punopo? Gusti Allah sampun nekdiraken kito sedoyo lahir wonten negara ingkah endah puniko, negara ingkang diapit kaleh 2 segoro, dados paru-paru dunia, melimpah kekayaan alam lan lintunipun. Ijo royo-royo, subur Makmur, gemah ripah loh jinawi, toto Tentrem kartoraharjo, niku ingkah dipun wastani Indonesia.</p>
<p>Miturut data BPS, jumlah penduduk Indonesia saat puniko langkung 282 jiwa, gadah 1.340 suku bangsa, 720 basa. Senajan Indonesia sanes negara ingkang berdasar agama, nanging pendudukipun inggih puniko tiyang-tiyang agami, wonten Islam, Khatolik, Protestan, Hindu, Budha, Konghuchu lan aliran-aliran kepercayaan. Sedoyonipun bedo, hananging gadah 1 semboyan, inggih puniko Bhinneka Tunggal Ika.</p>
<p>Bangsa puniko kados dene gelas, menawi pecah mboten saget dipun tambal, wonten conto inggih puniko Uni Soviet lan Yugoslavia, Negoro kang ageng, wiyar wilayahipun, majemuk masyarakatipun, saget runtuh, gagal anggenipun jagi kedaulatan negara. Sampun ngantos negara kito kados conto mekaten, <em>naudzubillah mindzalik</em>.</p>
<p><em>Jamaah jumat rahimakumullah,</em></p>
<p>Nasionalisme mboten namun sekedar ideologi politik, nanging ugi wujud cinta kita dumateng tanah air ingkang sampun paring kathah kagem urip kito. Konsep niki sesuai kalih ajaran Islam, ing wonten pundi kemawon kito, dipun perintah damel jagi persatuan lan keharmonisan wonten ing dalem keragaman.</p>
<p>Wonten ing dalem Al Quran Allah SWT dawuh:</p>
<p style="text-align: right;">يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَٰكُم مِّن ذَكَرٍ وَأُنثَىٰ وَجَعَلْنَٰكُمْ شُعُوبًا وَقَبَآئِلَ لِتَعَارَفُوٓا۟ ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ ٱللَّهِ أَتْقَىٰكُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ</p>
<p>Artosipun: <em>he poro menungso, saktemene aku nyiptake siro kabeh soko wong lanang siji lan wong wadon siji, lan wus den dadek ake siro kabeh kelawan bongso-bongso lan suku-suku, supoyo podo ngerti lan kenal siro kabeh. Sak temene wong sing paling mulyo ing antarane siro kabeh ing ngarsa Gusti Allah iku wong-wong kang pada taqwa. (QS. Al Hujurat: 13)</em></p>
<p>Wonten ing ayat puniko saget dipun pundut tulodho, bilih kito sedoyo beragam, lan keberagaman puniko takdir saking Allah. Kito umat Islam kedah saget nampi perbedaan puniko lan dadosaken keberagaman sebagai kekiatan kagem bersatu, sanes sumber congkrah.</p>
<p><em>Maasyirol muslimin rahimakumullah,</em></p>
<p>Rasulullah Saw sampun paring tulodo, kaitanipun sikap nasionalisme lan cinta tanah air beliau dateng tanah Madinah, kados dene wonten hadits puniko:</p>
<p style="text-align: right;">عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا.</p>
<p style="text-align: right;"> وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ</p>
<p><em>Artosipun: </em>dipun riwayataken saking sahabat Anas, bilih Nabi Saw naliko kundur saking tindakan, piyambake mirsani tembok-tembok Madinah, piyambake nyepetaken lampahi unto nipun. Menawi piyambake nitih unto, piyambaki ngobahne (nyepetake) amargi piyambake remen sanget ing Madinah (HR. Bukhari, Ibnu Hibban lan Imam Tirmidzi)</p>
<p>Al Hafizh Ibnu Hajar al Asqalany (wafat 852 h) lebeting kitabipun <em>fathul bari syarh shahih bukhari</em> (beirut, dar al-ma’rifah, 1379 h, juz 3, bab. 621), negasaken  menawi lebet hadits kasebat  wonten   dalil (pitedah ): pertami, dalil inggil keutamaan kitha madinah; kaping  kalih, dalil disyariatkanipun   cinta tanah air lan cinta dhateng panjenenganipun. sependapat kaliyan al-hafidz ibnu hajar, badr al-din al-aini (wafat 855 h) lebeting kitabipun   ‘umdatul qari syarh shahih bukhari nyatakaken:</p>
<p style="text-align: right;"> وَفِيه: دَلَالَة عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّةِ حُبِّ الوَطَنِ وَاْلحِنَّةِ إِلَيْهِ</p>
<p><em>artosipun: wonten ing dalemipun (hadits) wonten dalil (pitedah) atas kautaman Madinah, lan (pitedah) disyariataken cinta tanah air lan kangen tanah air.</em></p>
<p><em>Jamaah jum’ah rahimakumullah,</em></p>
<p>Poro ulama ugi gadah peran penting wonten ing nggulowentah lan bimbing umatipun tumrap mangertosi nasionalisme ingkang berdasar ajaran agama Islam. Kados Al Ghazali wonten ing <em>Ihya Ulumuddin</em> negesaken bilih cinta tanah air puniko bagian saking fitrah manungso ingkah kedah dipun lestariaken lan dirawat, asalkan mboten bertentangan kalian ajaran agama.</p>
<p>imam al-syahrastani wonten ing <em>al-milal wa al-nihal</em> ugi  njlentrehaken menawi islam ngastakaken kula lan panjenengan kagem njagi   keharmonisan sosial, ngurmati    benten   , lan kerja sami  kagem kemajengan sareng . pramila, nasionalisme ingkang adhedhasar ing  wucalan islam inggih menika nasionalisme ingkang ngaosi     benten    lan merjuangaken   persatuan lebeting keberagaman.</p>
<p>Hadratussyaikh KH. Hasyim Asyari ngobaraken jargon ingkang legendaris, <em>hubbul wathon minal iman, </em>cinta tanah air Sebagian dari iman.</p>
<p>pitakenan salajengipun inggih menika kados pundi kula lan panjenengan keparing mengimplementasikan nasionalisme ingkang adhedhasar ing  ajara Islam lebet sugeng sadinten-dinten? pinten-pinten bab ingkang keparing kula lan panjenengan tindakaken inggih menika:</p>
<ol>
<li>menjaga keharmonisan lebeting keberagaman</li>
</ol>
<p>kula lan panjenengan kedah ngurmati benten suku, agami, ras, lan golongan. islam ngastakaken kula lan panjenengan kagem sami-sami tepang   lan kerja sami lebet kesaenan.</p>
<ol start="2">
<li>mengutamakan persatuan wonten inggil kewigatosan pribadi</li>
</ol>
<p>dados umat Islam, kula lan panjenengan kedah ngajengaken persatuan lan kewigatosan bangsa wonten inggil kewigatosan pribadi utawi golongan. kula lan panjenengan kedah ndadosaken tresna tanah air dados salah setunggal landasan lebet saben tindakan kula lan panjenengan.</p>
<ol start="3">
<li>berperan aktif wontening bangun negara</li>
</ol>
<p>Nasionalisme ingkang sejatos inggih menika ingkang ngarah   ing kontribusi positif kagem nagari. sumangga kula lan panjenengan kagungan peran aktif lebeting yasa      bangsa menika medal pendidikan, pandamelan, lan saben lampahan ingkang ngasta manfaat kagem masyarakat kaliyan ide lan inovasi wonten bidang piyambak-piyambak lebeting memajukan bangsa tumuju Indonesia tahun 2045.</p>
<ul>
<li>para pelajar tuntut ilmu sanginggil mungkin, gayuh prestasi, dados kebanggaan keluwargi, bangsa lan nagari, sampun risak masa ngajeng kaliyan narkoba, zina, game online, judi onlien lan tindakan nagatif sanesipun.</li>
<li>para para guru, para dosen, cerdaskan sugeng bangsa, wucal elmi    lan akhlak, unggah-ungguh sopan santun, tiyang kagungan elmi nanging mboten kagungan akhlak dipunpriksani alit wonten soca manungsa lan dimata allah, nanging tiyang mboten kathah elmi    nanging kagungan akhlak miyos dipuntresnani allah.</li>
<li>para dokter lan tenaga kesenggangan paringi pengobatan lan pelayanan maksimal, sampun persulit tiyang badhe berobat, menapa malih ingkang sampun sekarat nalika berobat.</li>
<li>para polisi, jagi keamanan lan ketertiban, tegakkan hukum, lan lindungi, ayomi lan layani, masyarakat sampun pandang wulu, sampun pilih asih sampun landhep dhateng ngandhap lan papak dhateng inggil.</li>
<li>para tni, jagi saben jengkal siti nagari saking gangguan asing.</li>
<li>para tokoh agami, dadosa penyejuk para umat warni-warni</li>
<li>para pejabat pamarintah damel kebijakan ingkang berpihak dhateng rakyat, sanes korupsi arta rakyat</li>
<li>para rakyat dereki peraturan pamarintah lan patuhi wajib bayar pajak.</li>
</ul>
<p>Mugi-mugi, kanthi anglampahi perkawis mekaten puniko, Insyallah Indonesia saget utuh, bersatu lan maju. Lan mugi-mugi Indonesia toto tentrem kertoraharjo, dadoso <em>baldatun toyyibun warabbun ghofur. Aamien</em></p>
<p style="text-align: right;">بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلكَمْ فِي الْقرُآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفعَنيْ وَإيَاكُمْ بمَا فِيْهِ مِنَ اْلآياَتِ وَالذِكّْر الْحَ كِيْمِ وَتقَبَلَ</p>
<p style="text-align: right;">مِنيِّ وَمِنْكُمْ   تلِاَوَتهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعلَيْمُ، وَأقَوُلُ قَوْلِي هَذاَ فَأسْتغْفِرُ اللهَ العظَيْمَ إِنهُّ هُوَ الغَف وُرُ الرَّحِيْم</p>
<p>khutbah II</p>
<p style="text-align: right;"> اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا</p>
<p style="text-align: right;"> اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ  اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِا لرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ</p>
<p>Oleh: AKBP. H. Bahrun Nasikin, S.Ag., M.A., M.H./ Ketua LDNU Ponorogo</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/nasionalisme-cinta-tanah-air-jagi-persatuan-wonten-ing-keberagaman-khutbah-jumat-basa-jawa-nu/">Nasionalisme Cinta Tanah Air: Jagi Persatuan Wonten Ing Keberagaman &#8211; Khutbah Jumat Basa Jawa NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/nasionalisme-cinta-tanah-air-jagi-persatuan-wonten-ing-keberagaman-khutbah-jumat-basa-jawa-nu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mengikuti Madzhab Yang Empat &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</title>
		<link>https://nuponorogo.or.id/mengikuti-madzhab-yang-empat/</link>
					<comments>https://nuponorogo.or.id/mengikuti-madzhab-yang-empat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Tim Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 23 Jan 2025 01:53:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Khutbah Jumat]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://nuponorogo.or.id/?p=6411</guid>

					<description><![CDATA[<p>السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ... </p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mengikuti-madzhab-yang-empat/">Mengikuti Madzhab Yang Empat &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<figure id="attachment_6409" aria-describedby="caption-attachment-6409" style="width: 1600px" class="wp-caption alignnone"><img loading="lazy" decoding="async" class="size-full wp-image-6409" src="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/KHUTBAH-JUMAT_20250123_084051_0000.png" alt="" width="1600" height="900" srcset="https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/KHUTBAH-JUMAT_20250123_084051_0000.png 1600w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/KHUTBAH-JUMAT_20250123_084051_0000-300x169.png 300w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/KHUTBAH-JUMAT_20250123_084051_0000-1024x576.png 1024w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/KHUTBAH-JUMAT_20250123_084051_0000-768x432.png 768w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/KHUTBAH-JUMAT_20250123_084051_0000-1536x864.png 1536w, https://nuponorogo.or.id/wp-content/uploads/2025/01/KHUTBAH-JUMAT_20250123_084051_0000-355x199.png 355w" sizes="auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px" /><figcaption id="caption-attachment-6409" class="wp-caption-text">Khutbah Jumat PCNU Ponorogo</figcaption></figure>
<p style="text-align: right;">السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ<br />
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.<br />
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اما بعـد</p>
<p style="text-align: right;">قال الله تعالى: اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ وَّاَحۡسَنُ  تَاۡوِيۡلًا</p>
<p>Kaum muslimin sidang jum’at rahimakumullah</p>
<p>Pada kesempatan yang sangat berharga ini, marilah kita meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan <em>imtisaalu al-awaamir wa ijtinaabu an-nawaahi </em>(melaksanakan perintah-perintah Allah SWT dan menjauhi segala larangan-larangannya). Ketahuilah, tidak ada bekal yang paling bagus kita bawa dihadapan Allah SWT, kecuali takwa kita kepada Allah SWT.</p>
<p>Kaum muslimin sidang Jum’at rahimakumullah</p>
<p>Kita sudah mengetahui, jika seseorang tidak bisa mengambil langsung hukum yang ada dalam al-Qur’an maka ia wajib mengikuti pendapat ulama yang memiliki ilmu. Ia tidak boleh dengan sembarangan menafsiri al-Qur’an atau memahami al-Sunnah tanpa ilmu. Dalam beribadah misalnya, orang awam sebaiknya mengikuti ulama madzhab atau lebih mudahnya mengikuti para mujtahid. Ibn Katsir  dalam menjelaskan makna <em>ulil amri </em>pada surah al-Nisa’ ayat 59 sebagai orang-orang yang paham ilmu agama secara luas dan mendalam. Apa yang dikatakan oleh Ibn Katsir ini sesuai dengan apa yang diungkapkan oleh Abdullah bin Abbas, Jabir bin Abdullah al-Anshari, Mujahid bin Jabr, ‘Atha’ bin Abi Rabah, al-Hasan al-Bashri dan lain-lain. Surat al-Nisa’ ayat 59 tersebut berbunyi.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيۡنَ اٰمَنُوۡۤا اَطِيۡـعُوا اللّٰهَ وَاَطِيۡـعُوا الرَّسُوۡلَ وَاُولِى الۡاَمۡرِ مِنۡكُمۡ‌ۚ فَاِنۡ تَنَازَعۡتُمۡ فِىۡ شَىۡءٍ فَرُدُّوۡهُ اِلَى اللّٰهِ وَالرَّسُوۡلِ اِنۡ كُنۡـتُمۡ تُؤۡمِنُوۡنَ بِاللّٰهِ وَالۡيَـوۡمِ الۡاٰخِرِ‌ ؕ ذٰ لِكَ خَيۡرٌ وَّاَحۡسَنُ  تَاۡوِيۡلًا</p>
<p>Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasulullah dan <em>ulil amri </em>di antara kalian. Kemudian jika kalian berbeda pendapat tentang sesuatu,  maka kembalikanlah (penyelesaian masalah itu) kepada Allah dan Rasul, jika kalian beriman kepada Allah dan hari akhir. Yang demikian itu lebih utama dan lebih bagus akibatnya.</p>
<p>Para ahli ushul fiqh juga menganjurkan bagi orang awam untuk mengikuti para mujtahid dalam menjalankan ibadah seperti yang tersebut dalam surah an-Nahl ayat 43</p>
<p style="text-align: right;">فَاسْـَٔلُوْٓا اَهْلَ الذِّكْرِ اِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَۙ</p>
<p>Artinya: Bertanyalah kalian kepada  orang yang memiliki pengetahuan jika kalian tidak mengetahui.</p>
<p>Pertanyaannya sekarang adalah, siapakah mujtahid yang mashur dan baik untuk diikuti. Jawabannya adalah para mujtahid yang sering disebut sebagai empat imam madzhab. Kenapa disebut madzhab? Jawabannya adalah karena empat imam tersebut telah berijtihad dan menfatwakan hasil ijtihadnya lalu diikuti oleh murid-muridnya, kemudian murid-murid tersebut menyebarkan gagasan Sang imam hingga sekarang. Imam yang empat itu adalah Imam Abu Hanifah (lahir 80 H/699 M meninggal 150 H/767 M), Imam Malik (lahir 95 H/713 M dan meninggal tahun 179 H/795 M), Imam Syafi’i (lahir tahun 150 H/767 dan meninggal 204 H/819 M) dan Imam Ahmad bin Hanbal (lahir 164 H/781 M dan meninggal 241 H/855 M.</p>
<p>Kenapa empat madzhab itu yang dipilih? Alasannya seperti yang diungap oleh Imam Waliyullah ad-Dahlawi sebagai berikut.</p>
<p><em>Pertama, </em>empat madzhab tersebut berpegang kepada generasi salaf. Argumentasi-argumentasi yang dibangun oleh empat Imam tersebut berjalan secara bersambung dari generasi sebelumnya sampai kepada Rasulullah SAW.</p>
<p><em>Kedua, </em>empat madzhab tersebut adalah madzhab terbesar yang ada hingga sekarang. Dengan mengikuti salah satu dari empat madzhab tesebut berarti kita telah mengamalkan hadis agar kita mengikuti pendapat paling banyak.</p>
<p><strong> </strong><strong>عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه يَقُوْلُ : سَمعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَى الله عليه وسلم يَقُوْلُ : إِنَّ أُمَّتِي</strong> لَا<strong> تَجْتَمِعُ عَلَى ضَلاَلَةٍ، فَإِذَا رَأَيْتُمْ اِخْتِلاَفًا فَعَلَيْكُمْ بِالسَّوَادِ اْلأَعْظمِ</strong></p>
<p>Artinya: <em>Dari Anas bin Malik, ia berkata: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: Sesungguhnya ummatku tidak akan sepakat dalam kesesatan. Jika kalian melihat perbedaan atau berselisihan, maka ikutilah golongan yang besar atau kelompok mayoritas. </em></p>
<p>K<em>etiga, </em>para empat Imam madzhab tersebut hidup dalam sebaik-baik <em>qurun </em>yaitu <em>qurun </em>(zaman) salaf yang kredibilitasnya, popularitasnya dan reputasnya dapat dipertanggungjawabkan. Sejarah telah membuktikannya.</p>
<p>Wahbah al-Zuhaily bahkan mengutip pendapat Imam Taqiyuddin Ibn al-Shalah as-Syahrazuri (577-643 H/1181-1245 M) mengatakan “<em>Menjadi keharusan, mengikuti madzhab para imam empat, bukan yang lainnya, karena madzhab mereka telah tersebar luas, pembatasan kemutlakannya dan pembatasan keumumannya telah diketahui dan cabang-cabangnya telah diuraikan. Hal ini berberbeda dengan madzhab-madzhab selain mereka.</em></p>
<p>Kaum muslimin sidang jum’at <em>rahimakullah</em></p>
<p>Dengan demikian, sudah tepatlah apa yang kita lakukan saat ini. Kita mengamalkan ajaran Islam sesuai dengan pandangan ulama salaf. Oleh karena itu, jangan gampang terpengaruh, jangan gampang terprovokasi oleh pandangan atau teriakan orang yang mengatakan “jangan bermadzhab, jangan mengikuti madzhab empat, jangan mengaji kitab kuning, langsung saja dari al-Qur’an dan hadis dan lain-lain”. Terakhir mari kita dengarkan apa yang dikatakan oleh pendiri NU, Hadratussyaikh K.H. Hasyim Asy’ari berikut dalam kitab <em>Ziyadat al-Ta’liqat </em>agar kita mengikuti salah satu dari madzhab yang empat agar kita selamat.</p>
<p style="text-align: right;"><strong>أَمَّا أَهْلُ السُّنَةِ فَهُمْ أَهْلُ التَّفْسِيْرِ وَالْحَدِيْثِ وَالْفِقْهِ فَإِنَّهُمْ الْمُهْتَدُوْنَ الْمُتَمَسِّكُوْنَ بِسُنَّةِ النَّبِيْ صلى الله عليه وَسلم والخُلَفَاءِ بَعْدَهُ الرَّاشِدِيْنَ وَهُمْ الطَّائِفَةُ النَّاجِيَةُ قَالُوْا وَقَدْ اجْتَمَعَتْ الْيَوْمَ فِي مَذَاهِبَ أَرْبَعَةٍ الحَنَفِيُّوْنَ وَالشَّافِعِيُّوْنَ وَالْمَالِكِيُّوْنَ وَالْحَنْبَلِيُّوْنَ.</strong></p>
<p>Artinya: Adapun<em> Ahlussunnah </em>adalah mereka yang masuk dalam kelompok ahli tafsir, ahli hadis dan ahli fiqh. Mereka adalah orang-orang yang mengikuti dan berpegangangan kepada Sunnah Nabi, khalifah empat setelah Rasul (<em>al-khulafa’u al-rasyidun</em>). Mereka (yang mengikuti Nabi dan Khalifah yang empat) adalah kelompok yang selamat. Para ulama mengatakan, mereka yang selamat tersebut terkumpul dalam mazhab yang empat saat ini yaitu madzhab Hanafi, Syafi’i, Maliki dan Hambali.</p>
<p style="text-align: right;">جَعَلَ اللهُ وَاِيَّاكُمْ مِنْ الْفَائِزِيْنَ الْامِنِيْنَ وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِى زُمْرَةِ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُتَّقِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. وَمَنْ يَشْكُرْ فَاِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ, وَمَنْ كَفَرَ فَاِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعَالَمِيْنَ. وَقُلْ رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاَنْتَ خَيْرُ الرَّاحِمِيْنَ.</p>
<p style="text-align: right;">اَلْخُطْبَةُ الُثَّانِيَةُ</p>
<p style="text-align: right;">         اَلْحَمْدُ لِلّهِ ضَامِنِ الْفَلَاحِ لِمَنْ تَمَسَّكَ بِالشَّرْعِ وَوَقَفَ عِنْدَ حُدُوْدِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّم تَسْلِمًا كَثِيْرًا.</p>
<p style="text-align: right;">        اَمَّابَعْدُ : فَيَااَيُّهَا النَّاسُ !</p>
<p style="text-align: right;">اِتَّقُوا اللهَ وَاَبْدِلُوا الْفَسَادَ بِالرَّشَادِ. وَاَصْلِحُوا شُؤُوْنَكُمْ وَقُوْمُوْا عَلى قَدَمِ السَّدَادِ. فَاِنْ تَوَلَّيْتُمْ فَاعْلَمُوْا اَنَّما عَلى رَسُوْلِنَا الْبَلَاغُ الْمُبِيْنُ. اللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى الِهِ وَصَحْبِهِ وَالتَّابِعِيْنَ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ. اللّهُمَ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ وَارْفَعْ لَهُمُ الدَّرَجَاتِ وَضَاعِفْ لَهُمُ الْحَسَنَاتِ وَكَفِّرْعَنْهُمُ السَّيِّئَاتِ وَبَلِّغْ جَمِيْعَ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ خَيْرَيِ الدَّارَيْنِ مَايُؤَمِّلُوْنَ وَانْشُرْ وَافِرَ اِحْسَانِكَ عَلى بَلْدَتِنَا هذِهِ وَسَا ئِرِ بِلَادِ الْاِسْلَامِ. رَبَّنَا اغْفِرْلَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِا لْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِى قُلُوْبِنَا غِلًّا لِلَّذِيْنَ امَنُوْا رَبَّنَا اِنَّكَ رَؤُفٌ رَحِيْمٌ.</p>
<p style="text-align: right;">اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِى الْقُرْبى وَيَنْهى عَنِ الْفَخْشآءِ وَالْمُنْكَرِوَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرْنَ. وَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ. وَاللهُ يَعْلَمُ مَا تَصْنَعُوْنَ.</p>
<p>The post <a href="https://nuponorogo.or.id/mengikuti-madzhab-yang-empat/">Mengikuti Madzhab Yang Empat &#8211; Khutbah Jumat Bahasa Indonesia NU</a> appeared first on <a href="https://nuponorogo.or.id">NU PONOROGO</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://nuponorogo.or.id/mengikuti-madzhab-yang-empat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
