
NU Online Ponorogo – Mengusung semangat “Bersama Santri Kuatkan Negeri”, Lembaga Penanggulangan Bencana dan Perubahan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBI NU) Cabang Ponorogo menggelar Apel Hari Santri Nasional 2026. Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipusatkan di Pondok Pesantren Nurul Qur’an, Pakunden, Ponorogo, pada Kamis (22/10).
Momentum Hari Santri kali ini menjadi sangat spesial karena LPBI NU Ponorogo secara resmi meluncurkan program SANGGUB (Santri Tangguh Bencana). Tidak hanya itu, sebagai aksi nyata kepedulian terhadap lingkungan, acara ini juga dibarengi dengan peluncuran gerakan menanam 1.000 pohon di kawasan pesantren.
Ketua LPBI NU Ponorogo, Khusnul Khabib, menegaskan bahwa menjaga kelestarian alam dan memahami mitigasi bencana harus dimulai dari lingkungan terkecil, termasuk pesantren. Ia menekankan pentingnya memberikan edukasi dini agar para santri memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitar.
“Sangat penting bagi kita untuk menumbuhkan mindset menanam sejak dini kepada generasi muda. Hal ini menjadi langkah krusial guna menjaga kelestarian alam dan mencegah terjadinya kerusakan lingkungan di masa depan,” ujar Khusnul Khabib di sela-sela acara.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan bahwa program SANGGUB dirancang secara khusus untuk kluster pesantren. “Program SANGGUB ini bertujuan untuk mengenalkan dan membekali para santri dengan pengetahuan terkait kebencanaan. Kita ingin santri siap, tanggap, dan tangguh menghadapi bencana demi masa depan yang lebih baik,” tambahnya.
Sebagai instruktur apel Gus Muhammad Ulin Nuha KH. Menyampaikan Allah berfirman:
وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْد اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ
Ayat ini Surah Al-A’raf ayat 56 mengandung pesan penting tentang menjaga keseimbangan dan keharmonisan di bumiSuksesnya agenda besar ini tidak lepas dari sinergi yang kuat di internal Nahdlatul Ulama. LPBI NU Ponorogo menggandeng berbagai lembaga dan badan otonom NU lainnya dalam kolaborasi strategis, yang meliputi:
• LAZISNU (Lembaga Amil Zakat, Infak, dan Sedekah NU)
• LP Ma’arif (Lembaga Pendidikan Ma’arif NU)
• RMI (Rabithah Ma’ahid al-Islamiyah / Asosiasi Pesantren NU)
Melalui kolaborasi ini, program penguatan ketangguhan santri akan dijalankan secara berkelanjutan melalui empat pilar utama, yakni edukasi kebencanaan, simulasi tanggap bencana, aksi kemanusiaan, serta penguatan kapasitas ketangguhan santri itu sendiri.
Acara apel dan peluncuran ini dihadiri oleh ratusan santri, pengasuh pondok pesantren, serta jajaran pengurus NU Ponorogo yang berkomitmen penuh untuk mewujudkan pesantren yang hijau, aman, dan tanggap bencana.
Kontributor : LPBI NU Ponorogo