
NU Online Ponorogo – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, menggelar Dialog Hari Santri Nasional 2026 dengan tema “Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Dari Tradisi Menuju Gerakan Perubahan”, Sabtu (17/10) malam.
Kegiatan yang berlangsung di Sekretariat PAC GP Ansor Jenangan, Desa Tanjungsari, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, tersebut dihadiri sekitar 40 kader Ansor dan Banser yang mewakili sejumlah ranting di wilayah Kecamatan Jenangan.
Ketua PAC GP Ansor Jenangan, Fitra Rizal, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada seluruh kader yang hadir. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat kekurangan dalam penyambutan maupun pelaksanaan kegiatan.
Fitra menjelaskan bahwa tema dialog tersebut menjadi pengingat bagi kader Ansor dan Banser untuk terus mengembangkan kapasitas diri dan menjawab berbagai tantangan zaman. Menurutnya, kader Ansor dan Banser harus mampu hadir sebagai bagian dari solusi atas persoalan keumatan di tengah perubahan sosial pada era kontemporer.
Ia berharap kegiatan dialog ini menjadi ruang silaturahmi, refleksi, dan pertukaran gagasan bagi kader untuk memperkuat peran organisasi dalam kehidupan masyarakat.

Narasumber dialog, Mohamad Elvin Mukafi, S.Kom., kader GP Ansor Jenangan yang juga menjabat sebagai Kepala Subbagian Layanan Akademik UIN Ponorogo, menekankan pentingnya tanggung jawab manusia dalam menjaga kelestarian lingkungan dan kehidupan sosial.
Ia menyampaikan bahwa berbagai kerusakan di bumi tidak terlepas dari perilaku manusia yang tidak bertanggung jawab. Oleh karena itu, kader Ansor dan Banser perlu memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta tanggung jawab sosial kepada masyarakat.
Menurutnya, keberadaan kader organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama (NU) tidak cukup hanya ditunjukkan melalui keaktifan dalam kegiatan organisasi. Kader juga perlu memberikan kontribusi nyata dan menghadirkan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat, khususnya persoalan keumatan.
Sementara itu, Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU Ponorogo, Novi Tri Hartanto, S.T., menekankan pentingnya mempererat hubungan dan membangun kolaborasi antara NU dengan badan otonom (banom), khususnya GP Ansor dan Banser di Kecamatan Jenangan.
Ia menyampaikan bahwa Ansor dan Banser merupakan bagian penting dari keberlanjutan organisasi NU pada masa mendatang. Oleh karena itu, kader Ansor dan Banser perlu terus memperkuat sinergi dengan NU, menjaga komunikasi, serta berkolaborasi dalam menjalankan berbagai program organisasi agar khidmah kepada umat dan masyarakat dapat berjalan dengan baik.

Melalui kolaborasi yang erat, kader Ansor dan Banser diharapkan mampu mengambil peran lebih besar dalam mendukung program NU sekaligus menjawab berbagai kebutuhan masyarakat di lingkungan masing-masing.
Dialog Hari Santri Nasional 2026 ini menjadi ruang silaturahmi dan pertukaran gagasan bagi kader Ansor dan Banser di Kecamatan Jenangan. Melalui kegiatan tersebut, para kader diharapkan semakin memahami perannya sebagai generasi penerus yang mampu menjaga tradisi, beradaptasi dengan perkembangan zaman, serta mendorong perubahan positif di tengah masyarakat.
Semangat tersebut tercermin dalam tema kegiatan yang menempatkan santri tidak hanya sebagai penjaga tradisi keilmuan dan keagamaan, tetapi juga sebagai generasi yang memiliki tanggung jawab untuk berkontribusi bagi masa depan bangsa.
Kontributor : GP Ansor Jenangan