
NU Online Ponorogo, — Semangat nasionalisme berpadu dengan semangat berkhidmat mewarnai kegiatan rutin Sabtu Kliwon Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) Ponorogo yang digelar pada Sabtu, (1/8) bertempat di kediaman Sahabat Imroatul Munfaridah, kelurahan Paju.
Mengusung tema “Nuansa Merah Putih Menyambut HUT Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026”, seluruh pengurus hadir mengenakan busana bernuansa merah dan putih sebagai simbol semangat kebangsaan sekaligus refleksi kemerdekaan dalam berorganisasi.
Kegiatan diawali dengan pembacaan tahlil bersama yang dipimpin oleh Sahabat Mamluatul Maghfiroh sebagai ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan dalam setiap langkah organisasi. Memasuki acara inti, kegiatan dibuka secara resmi oleh Master of Ceremony (MC) Sahabat Siti Noor Azizah, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan dan mars organisasi yang dipandu oleh dirigen Sahabat Sayidatul Muti’ah.

Dalam sambutannya, Ketua PAC Fatayat NU Ponorogo mengajak seluruh pengurus menjadikan momentum bulan Agustus sebagai refleksi makna kemerdekaan, tidak hanya dalam konteks sejarah bangsa, tetapi juga dalam membangun organisasi yang mandiri, aktif, dan penuh tanggung jawab. Penggunaan pakaian bernuansa merah putih menjadi simbol kecintaan kepada tanah air sekaligus pengingat bahwa perempuan muda NU memiliki peran penting dalam mengisi kemerdekaan melalui pengabdian di tengah masyarakat.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Sahabat Nanik Setyowati, Ketua PAC Fatayat NU Ponorogo Masa Khidmat 2022–2026. Dalam pesannya, beliau menyampaikan apresiasi atas semangat pengurus masa khidmat 2026–2030 serta berbagi pengalaman selama memimpin organisasi. Beliau berharap kepengurusan baru mampu menjaga kekompakan, melanjutkan program-program yang bermanfaat, dan terus menghadirkan inovasi bagi kemajuan Fatayat NU Ponorogo.
Agenda utama pertemuan dilanjutkan dengan musyawarah rapat kepanitiaan kegiatan bulan Agustus sekaligus persiapan pelantikan pengurus, yang dipimpin oleh Ketua Panitia, Sahabat Mamluatul Maghfiroh. Berbagai agenda dibahas secara partisipatif guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan baik, tertib, dan sukses.

Sebagai ungkapan rasa syukur atas terselenggaranya pertemuan perdana rutin pengurus masa khidmat 2026–2030, kegiatan dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng secara simbolis. Momen tersebut menjadi penanda dimulainya perjalanan kepengurusan baru yang diharapkan mampu membawa semangat baru dalam menggerakkan organisasi.
Suasana keakraban semakin terasa saat seluruh peserta mengikuti kenduri tradisional dengan makan bersama. Kebersamaan yang terjalin menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi, memperkuat kekompakan antarpengurus, sekaligus menumbuhkan rasa kekeluargaan dalam organisasi.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai dokumentasi dan pengingat bahwa semangat kebersamaan, nasionalisme, serta khidmah kepada organisasi merupakan bekal utama dalam menjalankan amanah kepengurusan PAC Fatayat NU Ponorogo Masa Khidmat 2026–2030.
Melalui rutinan Sabtu Kliwon ini, PAC Fatayat NU Ponorogo meneguhkan komitmennya untuk terus membangun organisasi yang solid, produktif, dan siap memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, sejalan dengan semangat kemerdekaan Indonesia yang terus menginspirasi setiap langkah pengabdian.
Kontributor: Tim Media PAC Fatayat NU Ponorogo