NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Setelah 7 tahun Menanti, Simaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Mantab Digelar di Desa Pintu, Jenangan, Ponorogo

Penyelenggaraan Simaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Mantab di Desa Pintu, Jenangan

NU Online Ponorogo — Masyarakat Desa Pintu, Kecamatan Jenangan, Kabupaten Ponorogo, akhirnya menjadi tuan rumah penyelenggaraan Simaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Mantab pada Rabu (2/9). Kegiatan yang diikuti ribuan jemaah tersebut menjadi momentum untuk memohon keberkahan sekaligus mempererat kebersamaan warga.

Panitia lokal kegiatan, Andi Setiawan, mengungkapkan bahwa keinginan untuk menggelar majelis simaan ini sebenarnya sudah diajukan sejak tujuh tahun lalu. Pihaknya bahkan beberapa kali melakukan sowan ke Pondok Mayak untuk mengajukan pelaksanaan kegiatan tersebut, hingga akhirnya baru dapat terwujud tahun ini.

“Sejak awal kami berharap Desa Pintu penuh keberkahan melalui simaan. Kehadiran banyak orang tentu sangat baik, kami sudah mengajukan kegiatan rutinan ini hampir tujuh tahun dan alhamdulillah baru sekarang bisa terlaksana serta kepanggonan di Desa Pintu,” ujar Andi.

Acara Simaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin Mantab ini melibatkan masyarakat Desa Pintu serta warga se-Kecamatan Jenangan.

Penyelenggaraan acara ini melibatkan masyarakat Desa Pintu serta warga se-Kecamatan Jenangan. Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari sumbangan tenaga hingga kebutuhan konsumsi seperti beras dan gula. Adapun susunan kepanitiaan terbagi menjadi dua, yaitu panitia lokal Desa Pintu dan panitia pusat Simaan Mantab.

Mengingat kegiatan ini merupakan pengalaman pertama bagi panitia lokal, persiapan dilakukan dengan belajar dari pelaksanaan di Desa Cilung. Berbagai hal teknis dipelajari secara mendalam, mulai dari pemasangan terop, penentuan arah kiblat, hingga susunan dan rincian acara. Persiapan matang tersebut kemudian dimulai melalui rapat panitia pada 24 Agustus lalu.

Rangkaian persiapan berlanjut dengan proses pengkiblatan, pendirian terop, hingga pengambilan perlengkapan di Desa Kutuwetan yang menggunakan empat unit truk. Pada malam sebelum simaan, panitia menggelar Dzikrul Ghofilin dan menyediakan sekitar 5.000 paket nasi bagi para jemaah.

Skala kegiatan yang besar ini juga terlihat dari jumlah tenaga yang terlibat. Sekitar 700 personel dari tim Mantab membantu pemasangan terop, sementara masyarakat turut mendukung melalui akikah dan sedekah yang dimanfaatkan untuk kebutuhan konsumsi. Hal ini menunjukkan kuatnya semangat gotong royong warga dalam menyukseskan acara.

Andi mengakui bahwa berbagai kendala sempat muncul sebelum masa persiapan, terutama karena panitia lokal belum mengetahui teknis penyelenggaraan simaan. Namun, keterbatasan tersebut berhasil diatasi dengan belajar dan berkoordinasi secara intensif dengan panitia pusat. “Kendalanya sebenarnya banyak, tetapi bukan kesulitan dalam arti tidak bisa hanya saja kami belum tahu caranya, dengan keinginan yang kuat dari warga Desa Pintu dan panitia, alhamdulillah kegiatan ini bisa terlaksana,” terangnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi sarana belajar bagi desa yang akan menjadi tuan rumah berikutnya. Perwakilan dari Desa Sambilawang turut hadir untuk mempelajari teknis pelaksanaan simaan, sebagaimana panitia Desa Pintu yang sebelumnya belajar dari Desa Cilung, setelah seluruh rangkaian acara selesai, panitia akan melakukan pembongkaran perlengkapan dan pembersihan lokasi hingga rapi kembali.

“Semoga dengan acara ini Desa Pintu menjadi lebih rukun, lebih barokah, serta membawa manfaat bagi masyarakat dan lingkungan Desa Pintu dan sekitarnya,” pungkas Andi.

Kontributor: Mahasiswa KPI UIN Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *