NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Ansor Sawoo Turunkan Bendera Merah Putih

Wakil Sekretaris PCNU Ponorogo Taufik Azhari bertindak sebagai Inspektur Upacara penurunan bendera merah putih yang diprakarsai PAC Ansor Sawoo di puncak Bukit Jati,, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Selasa (31/8)
Wakil Sekretaris PCNU Ponorogo Taufik Azhari bertindak sebagai Inspektur Upacara penurunan bendera merah putih yang diprakarsai PAC Ansor Sawoo di puncak Bukit Jati,, Desa Tumpuk, Kecamatan Sawoo, Selasa (31/8)

NU Online Ponorogo – PAC GP Ansor Sawoo menurunkan bendera merah putih yang berkibar di atas puncak Bukit Jati, Desa Tumpuk, Selasa (31/8) kemarin. Aksi penurunan bendera disaksikan puluhan kader NU, Muslimat, Fatayat, dan IPNU/IPPNU. Bahkan, Kepala Desa Tumpuk, pengurus MWC NU Sawoo, serta perwakilan PCNU Ponorogo juga ikut hadir.

Aksi penurunan bendera merah putih tersebut dikemas dalam kegiatan Upacara Penurunan Bendera Merah Putih. Wakil Sekretaris PCNU Taufik Azhari yang didapuk sebagai Inspektur Upacara turut hadir bersama jajaran pengurus PCNU Ponorogo, Relawan LPBI, serta banom lainnya. Selain menurunkan bendera kebanggaan Bangsa Indonesia itu, rangkaian acara lainnya adalah pemberian santunan kepada anak-anak yatim piatu serta penyerahan penghargaan.

“Ini adalah bagian dari bentuk kecintaan kita kepada bangsa dan negara. Kita ajak semua komponen bangsa, khususnya dari keluarga besar nahdliyin, untuk turut menghormati prosesi penurunan bendera merah putih sebagai simbol negara kita tercinta,” kata Jaka Irawan, Ketua PAC GP Ansor Sawoo yang ditemui NU Online Ponorogo usai upacara.

Jaka mengatakan, puncak Bukit Jati awalnya ditanami tumbuh-tumbuhan liar dan bebatuan karena memang jarang dikunjungi orang. Bersama kader-kader Ansor, Banser dan IPNU, akhirnya tempat itu bisa disulap menjadi tanah lapang yang bisa dimanfaatkan. Akses jalan menuju lokasi yang berbatasan dengan Kabupaten Trenggalek itu pun sudah aman, meski butuh kehati-hatian. Setidaknya aman buat pengendara motor maupun mobil. “Ke depan akan kita usulkan sebagai destinasi wisata, karena viewnya bagus dan udaranya sejuk,” ungkapnya.

Salah satu panitia lokal, Edy, mengatakan, para kader mulai mempersiapkan lokasi sejak 10 Agustus. Harapannya bisa selesai sebelum tanggal 17 Agustus agar  bisa digunakan sebagai tempat upacara. Untuk tiang bendera, panitia memasang bambu besar sepanjang 20 meter sehingga bendera terlihat berkibar menjulang tinggi.

Dalam rangkaian acara itu, PAC GP Ansor Sawoo juga memberikan santunan kepada 11 anak-anak yatim piatu dari Desa Tumpuk. Ke-11 anak-anak yatim piatu itu mendapat santunan uang dari donatur PAC GP Ansor Sawoo dan dari Lazisnu Sawoo.Total santunan yang diberikan senilai Rp 2,2 juta.

Selain pemberian santunan, juga ada pemberian penghargaan kepada Ranting NU Tumpuk atas prestasinya mensukseskan program Kartanu. Penghargaan berupa sertifikat dari PCNU Ponorogo diberikan langsung kepada Ketua Pengurus Ranting NU Tumpuk yang juga sekaligus Kepala Desa Tumpuk.

Jaka berharap, acara seperti ini bisa digelar secara rutin setiap Agustus. “Semoga bisa istiqomah, jadi agenda rutin tahunan. Tentu dengan melibatkan lebih banyak lagi kader-kader muda,” pungkasnya.

 

Reporter/Editor : Lege

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera