
NU Online Ponorogo – Alhamdulillah, kegiatan Pembinaan Tilawatil Qur’an yang diselenggarakan Jam’iyyatul Qurra wal Huffazh Nahdlatul Ulama (JQH NU) Ponorogo pada Ahad, (1/11), berlangsung meriah dengan antusiasme peserta yang luar biasa.

Bertempat di Graha PCNU Ponorogo, kegiatan yang menghadirkan Ustadz Dzaniyal Muhammad Chubabillah, S.H. sebagai pemateri ini mendapatkan sambutan jauh melampaui perkiraan panitia.
Sebelumnya, berdasarkan pendaftaran daring melalui Google Form, jumlah peserta yang tercatat diperkirakan sekitar 50 orang. Namun, di luar dugaan, peserta yang hadir secara langsung ternyata jauh melebihi jumlah konfirmasi pendaftaran tersebut.
Membludaknya peserta menjadi bukti besarnya semangat masyarakat, khususnya generasi muda Nahdliyin, untuk memperdalam ilmu Al-Qur’an, meningkatkan kemampuan tilawah, serta mengembangkan potensi di bidang seni baca Al-Qur’an.
Ketua JQH NU Ponorogo, Ust. M. Khoirul Anwar, S.Ag., menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas antusiasme peserta yang hadir.
Menurutnya, jumlah kehadiran peserta yang melampaui perkiraan awal menjadi kejutan sekaligus motivasi bagi JQH NU Ponorogo untuk terus menghadirkan kegiatan pembinaan keagamaan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi Qur’ani yang memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an dengan baik, berprestasi, serta mampu mengharumkan nama daerah di berbagai ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ).
Melalui kegiatan pembinaan ini, JQH NU Ponorogo berkomitmen untuk terus memperkuat tradisi keilmuan Al-Qur’an sekaligus memberikan ruang bagi para pecinta Al-Qur’an untuk belajar, berlatih, dan mengembangkan prestasi.
Alhamdulillah, antusiasme yang luar biasa ini menjadi penyemangat untuk terus berkhidmah melalui Al-Qur’an. Semoga menjadi awal lahirnya generasi Qur’ani yang unggul dan berprestasi.
Ketua PCNU Ponorogo juga menitipkan tiga harapan besar melalui program pembinaan ini:
* Melahirkan Kader Qur’ani Berprestasi: Kegiatan ini diharapkan mampu mencetak qari dan qariah berkualitas dari Ponorogo yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerah di ajang MTQ tingkat provinsi maupun nasional.
* Menghidupkan Syiar Islam di Tingkat Akar Rumput: Pembinaan ini harus menjadi pemantik bagi seluruh struktur NU, mulai dari MWC hingga ranting, untuk aktif memakmurkan masjid dan mushala dengan majelis ilmu serta bimbingan belajar Al-Qur’an.
* Menjaga Sanad dan Kualitas Bacaan: Para peserta diharapkan tidak hanya mengejar keindahan lagu (maqamat), tetapi tetap memprioritaskan ketepatan tajwid, kefasihan makhorijul huruf, serta pemahaman makna ayat yang dibaca.

Melalui pembinaan yang konsisten dan berkelanjutan, PCNU Ponorogo optimistis kegiatan ini akan membawa kemaslahatan yang luas sekaligus membentengi generasi muda dari dampak negatif perkembangan zaman.
Kontributor: Sekretariat PCNU Ponorogo.