NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Tutup Rangkaian Hari Santri di Sambit, Ketua PCNU Serukan Pesan Mbah Hasyim

Dr. Idam Mustofa bersama jajaran pimpinan MWCNU Sambit di Masjid Nurusshobirin (31/10).

NU Online Ponorogo – Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., mengajak seluruh pengurus Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) dan Badan Otonom (Banom) NU se-Kecamatan Sambit untuk mengimplementasikan lima rukun masuk NU sebagaimana pesan pendiri NU, Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari dalam Muqaddimah Qanun al-Asasi. Kelima prinsip tersebut menjadi landasan kokoh dalam membangun hubungan, kerja sama, dan persatuan di lingkungan organisasi.
Pesan tersebut disampaikan Dr. Idam saat menghadiri penutupan rangkaian peringatan Hari Santri 2026 yang dihelat MWCNU Sambit bersama Majelis Ta’lim (MT) Fatimah Zahra PAC Fatayat NU Sambit, Sabtu (31/10) malam.

Ratusan jamaah memadati serambi dan pelataran Masjid Nurusshobirin Desa Kemuning (31/10).

Dalam kesempatan itu, Dr. Idam merinci lima pilar rukun masuk NU yang diajarkan Mbah Hasyim, yakni al-mahabbah (cinta), al-widad (kasih sayang), al-ulfah (kerukunan), al-ittihad (persatuan), dan al-ittishal bi al-arwah wa al-ajsad (keterikatan ruhani dan jasmani).
Menurutnya, kelima prinsip tersebut bukan sekadar ajaran yang dihafalkan, melainkan harus diwujudkan dalam perilaku nyata sehari-hari, terutama dalam mengemban amanah jam’iyah.
“Kalau kita ingin membangun NU yang kuat, maka lima rukun ini harus benar-benar kita praktikkan. Ada cinta, kasih sayang, kerukunan, persatuan, serta keterikatan lahir dan batin. Inilah modal utama dalam membangun hubungan kerja sama di lingkungan NU,” tegas Dr. Idam.

Kekhidmatan jamaah mengikuti lantunan selawat dan doa bersama (31/10).

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa adanya perbedaan pandangan dan latar belakang di antara jajaran pengurus maupun warga Nahdliyin hendaknya tidak menjadi penghalang untuk saling bersinergi. Sebaliknya, dinamika perbedaan harus dirajut dengan semangat persaudaraan demi menjaga keutuhan jam’iyah.
“Jangan sampai kita mudah bekerja sama dengan orang lain, tetapi justru sulit membangun kebersamaan di antara sesama warga NU. Pesan Mbah Hasyim ini harus menjadi pedoman kita dalam berkhidmah,” pesannya.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Nurusshobirin, Desa Kemuning tersebut sekaligus menjadi momentum mempererat silaturahmi dan memantapkan semangat khidmah warga Nahdliyin, khususnya jajaran pengurus NU di Kecamatan Sambit, dalam melanjutkan nilai-nilai perjuangan para muassis Nahdlatul Ulama

Kontributor: Sekretariat PCNU

 

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *