NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Deklarasi Gerakan Sedekah Berkah PCNU

Gaspol: Deklarasi Gerakan Sedekah Berkah PCNU diikuti seluruh Pengurus

NU Online Ponorogo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo mendeklarasikan Gerakan Sedekah Berkah sebagai upaya memperkuat gerakan sosial sekaligus memakmurkan Masjid NU Ponorogo. Deklarasi tersebut dibahas dalam rapat perdana Gerakan Shadaqah Berkah yang digelar di kediaman H. Suparlin, Ketua LAZISNU Ponorogo, Kamis (20/8/2026).

Gerakan ini diinisiasi Bendahara PCNU, H. Thohir Fauzi, berangkat dari keprihatinan bahwa program Jumat Berkah di Masjid NU yang selama ini telah berjalan masih belum mampu menjangkau seluruh jamaah.

Masjid NU dinilai memiliki posisi strategis sebagai salah satu aset sekaligus ikon PCNU Ponorogo. Karena itu, gerakan sedekah diarahkan untuk menghadirkan makanan dan minuman bagi jamaah salat Jumat, sekaligus menjadi media syiar dan penguatan kepedulian sosial warga NU.

“Gerakan ini diharapkan tidak hanya menjadi program Jumat Berkah, tetapi berkembang menjadi gerakan sedekah yang lebih luas,” demikian salah satu pokok pembahasan rapat.

Gerakan tersebut juga akan dikembangkan untuk mendukung kegiatan Pengajian Ahad Pon yang dikelola LDNU. Selain makanan dan minuman, bentuk sedekah dapat berupa doorprize, sayuran, telur, maupun bantuan lainnya. Dengan demikian, masyarakat yang ingin bersedekah memiliki ruang yang lebih luas untuk berpartisipasi.

Rapat Koordinasi Pembentukan Gerakan Sedekah Berkah PCNU Ponorogo

Dalam rapat, disepakati bahwa Gerakan Sedekah Berkah terbuka bagi seluruh kalangan, tidak terbatas pada warga Nahdliyin. Pengelolaan donasi akan dilakukan secara terdata dengan membangun basis data donatur, baik yang bersedekah setiap pekan, dua atau tiga pekan sekali, maupun setiap bulan.

Untuk tahap perdana, Gerakan Jumat Berkah akan dimulai pada Jumat, 28 Agustus 2026. Pada pelaksanaan perdana tersebut, telah ada komitmen sedekah sebanyak 400 bungkus makanan dari salah seorang donatur.

Sementara itu, untuk pelaksanaan berikutnya pada Jumat, 4 September 2026, telah dihimpun komitmen sementara sebanyak 340 nasi bungkus, sebagian disertai minuman, dari jajaran pengurus dan sejumlah pihak.

Gerakan ini diharapkan menjadi gerakan jangka panjang. Karena itu, aspek penghimpunan dana dan pengelolaan donatur akan diperkuat agar tersedia dana cadangan yang dapat dikelola secara berkelanjutan untuk pengadaan makanan dan minuman bagi jamaah.

Selain Jumat Berkah, gerakan juga akan menyasar Pengajian Ahad Pon. Dalam notulen disebutkan, jumlah jamaah Ahad Pon biasanya mencapai sekitar 1.100–1.300 orang, sementara sedekah rutin yang selama ini diterima antara lain sekitar 70 kotak makanan dan 50 gelas teh. Selanjutnya, seluruh jamaah akan diupayakan mendapat fasilitas makan pagi.

Melalui Gerakan Sedekah Berkah, PCNU Ponorogo berharap semangat berbagi semakin tumbuh di kalangan pengurus struktural, lembaga dan badan otonom, maupun warga NU secara kultural. Gerakan tersebut diharapkan tidak sekadar menyediakan konsumsi bagi jamaah, tetapi menjadi sarana memperkuat kemakmuran masjid, syiar NU, serta membangun budaya sedekah di tengah masyarakat.

Kontributor: Sahabat Media LTN

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *