Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Hikmah Kelahiran Nabi Muhammad SAW

khutbah jumat nu bahasa indonesia
khutbah jumat nu bahasa indonesia

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِى مَنَّ عَلَيْنَا بِالنَّبِيِّ الْكَرَيْمِ. وَهَدَانَا بِهِ إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْمِ. وَاسْتَنْقَذَنَا بِهِ مِنْ طُرُقِ الْجَحِيْمِ. وَأشْهَدُ أنْ لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الرَّبُّ الرَّحِيْمُ. وَأشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهَ وَرَسُوْلُهُ هُوَ بِالْمُؤْمِنِيْنَ رَؤُوْفٌ رَحِيْمٌ.

اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ وَعَلَى مَنْ تَبِعَهُمْ بِإحْسَانٍ فِى كُلِّ هَدْيٍ قَوِيْمٍ.

أمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللَّهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ.

 

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulloh

Marilah kita senantiasa bertaqwa kepada Allah swt dengan sebenar-benar taqwa, melaksanakan perintah-perintah-Nya dan menjahui larangan-larangan-Nya.

 

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulloh

Kita sekarang berada di bulan Rabiul Awwal, bulan ketiga dalam tahun hijriyah. Bulan kelahiran nabi agung Muhammad saw. Salah satu bulan yang penuh rahmat dan berkah untuk semua umat manusia. Bulan yang selau diagungkan oleh kaum muslimin sedunia.

Dengan datangnya bulan Rabiul Awwal atau bulan Maulid mengingatkan kepada kita, bahwa di dunia ini pernah terlahir seorang manusia suci, manusia agung dan sempurna (insan kamil). Yakni, baginda Rasulallah Muhammad saw.

Pada kesempatan ini, saya mengajak pada diri saya dan juga kepada panjenengan semua untuk selalu mengagungkan bulan ini dengan merayakan kelahiran Nabi yang bersejarah. Dengan cara membaca siroh Rosululloh saw lewat puji-pujian, perjuangan dan akhlak beliau yang terangkum dalam karya-karya para ulama’, seperti Maulid Ad-Diba’iy, Qasidah Burdah, Maulid Syaroful Anam dan lain-lain.

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulloh

Menurut catatan sejarah yang ditulis di antaranya oleh Imam al-Suyuthi dalam kitab Husnul Maqshad fi ‘Amali Al-Maulid, ada empat hikmah mengapa nabi Muhammad saw. itu lahir di hari Senin, bulan Rabiul Awwal.

Pertama, ada sebuah hadits yang menjelaskan bahwa hari Senin itu Allah menciptakan pohon. Hal ini sebagai pertanda bahwa Allah menciptakan bahan makanan, rezeki, buah-buahan dan segala kebaikan yang diberikan kepada manusia sebagai sumber kehidupan mereka.

Kedua, arti Rabi’ berarti musim semi. Hal ini sebagai inspirasi seperti pendapat Abdurrahman As-Shaqli yang menyatakan bahwa setiap nama membawa arti filosofi tersendiri.

Ketiga, bulan Rabi’ul Awal sebagai musim yang paling tenang dan paling nyaman cuacanya. Begitu juga syariat nabi Muhammad saw sebagai syariat yang paling moderat dan sesuai dengan kondisi apapun.

Keempat, Allah sebagai zat yang Maha Bijaksana hendak memuliakan bulan kelahiran Nabi. Seandainya nabi Muhammad saw lahir di bulan Ramadhan misalnya, nanti orang akan beranggapan bahwa kemuliaan Nabi itu karena lahir di bulan mulia.

Keempat hal itu ternyata menjadi rahasia tersendiri bagi beliau dan umatnya agar selalu bersemi, selalu bangkit dari keterpurukan, juga mampu berubah menjadi yang lebih baik.

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulloh

Menurut pandangan sejarah, para sejarawan sepakat bahwa peringatan maulid nabi Muhammad saw pertam kali digelar oleh Raja Irbil Irak, Mudzaffar Abu Said Al-Kukburi bin Zainuddin Ali bin Buktikin (wafat. 630 H/1232 M). Raja yang cerdas, ahli setrategi pemerintahan, dermawan, ‘alim dan bijaksana. Dikala itu, pemerintahannya kurang stabil, rakyatnya banyak yang meninggalkan syari’at agama, akhlaknya rusak, kerusuhan timbul dimana-mana serta kemaksiatan merajalela.

Raja Mudzaffar mempunyai gagasan mengadakan peringatan maulid nabi Muhammad saw tiap bulan Robiul Awwal beserta semua elemen masyarakat, para tokoh maupun rakyat jelata. Dalam acara maulid nabi tersebut dijelaskan sejarah, perjuangan serta keteladanan beliau nabi mulai lahir sampai wafat. Ulama’ besar Syekh Al-Hafidz Ibnu Dahyah yang mengarang kitab sejarah nabi yang diberi nama At-Tanwir fi Maulidil Basyir An-Nadzir diberi hadiah oleh Raja 1000 Dinar.

Setelah acara peringatan maulid Nabi saw tersebut, pemerintahan kembali stabil, semangat pengamalan agama semakin bergairah, negeri aman, tenteram dan tambah makmur. Besar sekali manfaat yang dihasilkan dan dirasakan dari peringatan maulid nabi tersebut.

Mengadakan peringatan maulid nabi seperti yang prakarsai oleh Raja Mudzaffar menurut Imam As-Suyuti adalah bentuk ekspresi mahabbah atau cinta kepada nabi Muhammad saw dan dianggap perbuatan baik. Rasulalloh saw bersabda:

مَنْ أَحَبَّنِى كَانَ مَعِيْ فِي الْجَنـَّةِ

“Barangsiapa yang mencintai aku, maka ia akan masuk surga bersamaku.”

Kata mahabbah mempunyai makna yang luas sekali, yakni cinta kepada nabi dan keluarganya, mencontoh akhlak beliau, dan bergembira atas kelahiran beliau. Sebab kehadiaran beliau di dunia ini merupakan anugerah, rahmat serta kado terindah bagi seluruh alam. Alloh swt berfirman:

لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ

“Sungguh, Allah telah memberi karunia kepada orang-orang beriman ketika (Allah) mengutus seorang Rasul (Muhammad) di tengah-tengah mereka dari kalangan mereka…” (QS. Ali Imran 164)

Rasulalloh saw bersabda dalam hadits qudsi:

لَوْلَاكَ لَوْلَاكَ مَا خَلَقْتُ الْأَفْلَاكَ

“Jikalau bukan karena engkau (Muhammad). Jikalau bukan karena engkau (Muhammad) aku tidak akan menciptakan jagat raya.”

 

Ma’asyirol muslimin, rohimakumulloh

Para sahabat telah membuktikan kecintaanya terhadap Rasulullah secara nyata:

  1. Ali Bin Abi Thalib menggantikan ranjang Rasulullah saat pengepungan oleh kaum Quraisy pada saat Rasulullah hendak hijrah. Dan itu taruhanya adalah nyawa.
  2. Berkaitan dengan peristiwa Isra Mi’raj. Ketika tidak ada satupun orang yang percaya kepada Rasulullah telah diisra’ mi’rajkan, Abu Bakar Ash-Shidiq lah orang yang pertama kali meyakini akan kebenaran tersebut.
  3. Umar Bin Khattab tidak rela Rasulullah dikabarkan telah meninggal, sehingga siapapun yang berani mengatakan berita itu akan dipenggal kepalanya. Saking cintanya kepada nabi, beliau lupa bahwa nabi adalah manusia yang juga bisa wafat.
  4. Umu Sulaym mengumpulkan keringat Rasulullah dan mengabadikannya.
  5. Tsauban tidak bisa berpisah dengan Rasulalloh saw walau hanya sekejap.

Alhasil, Bulan Robiul Awwal adalan momentum yang baik untuk introspeksi serta mengukur diri seberapa besar mahabbah atau cinta kita kepada baginda nabi Muhammad saw. Lantaran beliau lah kita dapat mengenal Allah, mendapat hidayah, dan mengetahui tata cara beribadah kepada Allah swt.

جَـعَلَنَا اللَّهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ الْفَائِزِيْنَ اْلآمِنِيْنَ، وَاَدْخَلَنَا وَاِيَّاكُمْ فِي عِبَادِهِ الصَّالِحِيْنَ، أَعُوْذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, لَقَدْ مَنَّ اللّٰهُ عَلَى الْمُؤْمِنِيْنَ اِذْ بَعَثَ فِيْهِمْ رَسُوْلًا مِّنْ اَنْفُسِهِمْ يَتْلُوْا عَلَيْهِمْ اٰيٰتِهٖ وَيُزَكِّيْهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتٰبَ وَالْحِكْمَةَۚ وَاِنْ كَانُوْا مِنْ قَبْلُ لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ مِنِّى وَمِنْكُمْ تِلَاوّتَهُ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ.

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْوَاحِدِ الصَّمَدِ. اَلَّذِى لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أحَدٌ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ الْكَرِيْمِ الْمُمَجَّدِ. وَعَلَى آلِهِ وَأصْحَابِهِ الَّذِيْنَ شَيَّدُوْا الدَّيْنَ بِعَزْمٍ قَوِيٍّ وَعَزِيْزِ الْمَدَدِ.

أمَّا بَعْدُ: فَيَاأيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ! أُوْصِيْكُمْ وَنفْسِى بِتَقْوَى اللَّهِ بِفِعْلِ الْمَأْمُوْرَاتِ وَتَرْكِ الْمَنْهِيَّاتِ. قَدْ أشْبَعَ لَكُمْ أنْوَاعُ الْخُطَبِ الْجُمْعِيَّةِ وَكَأَنِّى أنْظُرُ فِى أسْمَائِكُمْ بِهَا مَلْآن. وَلَكِنْ مَا أرَى مِنْكُمْ اِلّأ عَلَى جُمُوْدٍ عَرِيْقِ. قَلَّمَا تُغَيِّرُ أعْمَالَكُمْ تِلْكَ الْخُطَبُ اِلَى تَرْقِيَةِ الْأعْمَالِ وصَلَاحِ الْجَنَانِ. وَمَا اُمَثِّلُكُمْ اِلَّا كَالْحَدِيْدِ الْبَارِدْ. يُضْرَبُ كُلَّ وَقْتٍ لِيَمْتَدَّ فَلَمْ يَمْتَدِدْ. فّتَبَصَّرُوْا وَاَفِيْقُوْا ثُمَّ أحْسِنُوْا, اِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ. إنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ, وَقَاضِى الْحَاجَاتِ. . اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ. وَارْحَمْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ. وَأَصْلِحْ أُمَّةَ مُحَمَّدٍ. واسْتُرْ لِاُمَةِ مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ انْصُرْهُمْ عَلَى أَعْدَائِهِمْ وَوَفِّقْهُمْ لِعَمَلٍ صَالِحٍ يَنفَعُهُمْ فِى دُنْيَاهُمْ وَأُخْرَاهُمْ. اَللّٰهُمََّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَعُلَمَائَنَا وَزُعَمَائَنَا وَاجْعَلْ هِمَّتَهُمْ فِى اِزَالَةِ الْمُنْكَرَاتِ وَالْمَعَاصِى وَاهْدِهِمْ سَبِيْلَ الرَّشَادِ. اللَّهُمَّ ارْفَعْ وَادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْن وّقَرَنَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْعَفْوَ والْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ. رَبَّنَا آتِنَا فِى الدُّنْيأ حَسَنَةً, وَفِى ألآخِرَةِ حَسَنَةً, وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعّالّمِيْنَ.

عِبَادَ اللَّهِ. إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللَّهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ. وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ. وَاسْئَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُؤْتِكُمْ. وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

 

Muqorrobin
Wakil Katib PCNU Ponorogo

 

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *