NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Kick-Off Hari Santri 2026, PCNU Ponorogo Gaungkan Semangat Khidmah Ulama untuk Pembangunan Bangsa

Suasana pengajian rutin Ahad Pon LDNU Ponorogo berlangsung khidmat dengan dihadiri ratusan jamaah yang mengikuti rangkaian acara Kick-Off Hari Santri 2026.

NU Online Ponorogo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo secara resmi meluncurkan rangkaian peringatan Hari Santri 2026 melalui prosesi Kick-Off yang dipadukan dengan pengajian rutin Ahad Pon Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama (LDNU) di halaman Masjid NU Ponorogo, kemarin (18/10).

Peluncuran kegiatan tersebut ditandai dengan pemukulan beduk oleh jajaran Syuriyah dan pengurus harian serta pelepasan balon udara oleh pimpinan badan otonom dan lembaga PCNU Ponorogo. Berbagai agenda kemasyarakatan, perlombaan, literasi, hingga bakti sosial telah dipersiapkan oleh seluruh banom dan lembaga NU guna menyemarakkan peringatan Hari Santri sepanjang bulan Oktober hingga November.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., menyampaikan bahwa peringatan tahun ini menjadi ruang refleksi mendalam bagi perjalanan jamiah dan bangsa, sekaligus mengingatkan sejarah perjuangan kemerdekaan yang tidak terlepas dari peran besar ulama dan santri lewat fatwa Resolusi Jihad 1945.

Pelepasan balon udara mewarnai prosesi Kick-Off Hari Santri 2026 yang diselenggarakan PCNU Ponorogo sebagai simbol dimulainya rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri.

Secara khusus, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., menegaskan pentingnya peran strategis NU ke depan:
“Momen hari santri 2026 tepat masuk abad kedua Hijriah NU, menjadi momen introspeksi kita sebagai bangsa, bahwa negara ini dibangun oleh perjuangan ulama. NU sebagai manifestasi perjuangan ulama harus lebih mengambil peran dalam pembangunan bangsa.”

Lebih lanjut, ia memaparkan bahwa puncak peringatan Hari Santri PCNU Ponorogo rencananya akan ditutup dengan Pengajian Akbar bersama Rais Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Al-Falah Ploso Kediri, KH. Muhammad Abdurrahman Al-Kautsar (Gus Kautsar), yang dipusatkan di Masjid NU Ponorogo lengkap dengan gelaran bazar santri.

Sementara itu, dalam sesi mau’izhah hasanah, Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PCNU Ponorogo sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren An-Najiyah Lengkong, Gus Abdurrahman Syah, M.H., menekankan pentingnya menjaga marwah tradisi keilmuan dan sanad pesantren di era keterbukaan informasi.

Ratusan jamaah menghadiri pengajian rutin Ahad Pon LDNU yang dirangkaikan dengan Kick-Off Hari Santri 2026 di halaman Masjid NU Ponorogo, Ahad (18/10).

Gus Abdurrahman Syah mengingatkan warga Nahdliyin agar tidak mudah terombang-ambing oleh algoritma media sosial yang kerap mengaburkan substansi agama. Menurutnya, jati diri warga NU adalah istikamah mengaji, mendalami ilmu fikih dari kitab-kitab mu’tabarah, dan memegang teguh amaliah ilmiah serta ilmiah amaliah. Ia juga mengimbau para orang tua agar selektif dalam memilih pesantren bagi anak-cucunya dengan memastikan sanad keilmuan para pengasuhnya jelas tersambung kepada para ulama Nahdlatul Ulama.

Rangkaian acara yang dihadiri ratusan jamaah tersebut berlangsung khidmat, diiringi lantunan sholawat dari grup hadrah Muslimat NU Assyafi’iyah Cekok Babatan, pembagian sarapan program Gerakan Sedekah Berkah Ponorogo (GSBP), serta doa bersama untuk para muassis dan pejuang NU.

Kontributor : Mahasiswa KPI UIN Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *