NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

MWCNU Jambon Gelar Kenduri Akbar dan Apel Hari Santri 2026, Perkuat Sinergi Ulama dan Umara

Seluruh jajaran undangan Apel HSN 2026 MWCNU Jambon berfoto bersama

NU Online Ponorogo — Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Jambon bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Jambon menggelar rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026. Mengusung tema “Santri Mengabdi, Negeri Berdiri” dengan semangat “Bersama Ulama dan Umara, Membangun Kecamatan Jambon yang Berkah dan Bermartabat”, kegiatan ini menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan antara ulama, pemerintah, santri, dan masyarakat.

Rangkaian kegiatan peringatan Hari Santri tersebut berlangsung sejak (10/10/2026), diawali dengan pelantikan dan upgrading Pimpinan Anak Cabang (PAC) IPNU-IPPNU Kecamatan Jambon. Agenda kemudian dilanjutkan dengan sima’an Al-Qur’an yang melibatkan MWCNU, badan otonom (banom) NU, serta Forkopimcam Jambon di Pendopo Kecamatan Jambon.

Puncak kegiatan dilaksanakan melalui Kenduri Akbar pada hari Rabu (21/10) dan Apel Hari Santri Nasional pada Kamis (22/10), yang bertempat di Lapangan Kecamatan Jambon. Seluruh rangkaian kegiatan diselenggarakan sebagai wujud rasa syukur sekaligus penghormatan terhadap perjuangan ulama dan santri dalam menjaga agama, memperjuangkan kemerdekaan, serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa.

Kenduri Akbar berlangsung dalam suasana semarak dan penuh kekhidmatan. Tradisi ini tidak sekadar menjadi kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat ukhuwah Islamiyah dan ukhuwah wathaniyah, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat. Melalui tradisi kenduri, nilai-nilai keagamaan dan budaya luhur yang diwariskan para pendahulu terus dirawat sebagai bagian dari kehidupan masyarakat Nahdliyin.

Kenduri Akbar sebagai bentuk syukur dalam peringatan Hari Santri MWCNU Jambon

Ketua panitia, Jakfar Shodiq, S.E., yang juga merupakan bagian dari pengelolaan Lazisnu MWCNU Jambon, menyampaikan bahwa rangkaian kegiatan Hari Santri dirancang untuk memperkuat hubungan antarelemen masyarakat sekaligus membangun kepedulian sosial. Keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat kebersamaan dalam menjalankan program keagamaan dan kemasyarakatan di Kecamatan Jambon.

Kegiatan Kenduri Akbar dan Apel Hari Santri dihadiri jajaran pengurus MWCNU Jambon, pengurus PAC badan otonom NU, Lazisnu MWCNU Jambon, para kepala desa se-Kecamatan Jambon, serta unsur Forkopimcam. Hadir pula Camat Jambon Arief Kurniawan, S.E., M.M., Kepala KUA Kecamatan Jambon Meky Hasan Tachtaruddin, S.Th.I., Kapolsek Jambon AKP Sarwoto, Danramil Jambon Kapten Kav. Heru Siswanto, S.H., serta anggota DPRD Kabupaten Ponorogo dari daerah pemilihan Kecamatan Jambon.

Selain itu, apel diikuti oleh lembaga pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU, MTsN 4 Ponorogo, MTsN 5 Ponorogo, SMPN 1 Jambon, seluruh pengurus ranting NU, serta badan otonom NU se-wilayah MWCNU Jambon. Partisipasi berbagai unsur tersebut mencerminkan semangat kebersamaan dalam memperingati Hari Santri sekaligus memperkuat kolaborasi antara organisasi keagamaan, lembaga pendidikan, dan pemerintah.

Ketua MWCNU Jambon, KH. Ja’far Shidiq memimpin Apel Hari Santri Nasional 2026 di lapangan kecamatan Jambon

Dalam Apel Hari Santri Nasional 2026, Ketua Tanfidziyah MWCNU Jambon, KH. Ja’far Shidiq, bertindak sebagai inspektur upacara. Sementara itu, komandan upacara dijabat oleh Misnan selaku Kasatkoryon Banser MWCNU Jambon, sedangkan doa dipimpin oleh Kepala KUA Kecamatan Jambon.

Sekretaris MWCNU Jambon, Ahmad Baihaqi, M.Pd., berharap peringatan Hari Santri tahun ini dapat menjadi momentum untuk melahirkan generasi santri yang berilmu, berakhlakul karimah, mencintai tanah air, dan mampu menghadapi tantangan zaman.

“Semoga momentum Hari Santri Nasional 2026 di MWCNU Jambon mampu melahirkan santri yang berilmu, berakhlakul karimah, cinta tanah air, serta siap menghadapi tantangan zaman. Sinergi MWCNU Jambon dan Forkopimcam diharapkan terus terjalin dalam mewujudkan Kecamatan Jambon yang religius, harmonis, aman, dan sejahtera,” ungkapnya.

Menurutnya, semangat Hari Santri perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, baik dalam penguatan pendidikan keagamaan, pelayanan sosial, maupun keterlibatan masyarakat dalam menjaga kerukunan dan membangun lingkungan yang harmonis.

Melalui rangkaian kegiatan ini, MWCNU Jambon bersama Forkopimcam berharap hubungan antara ulama dan umara semakin erat. Sinergi tersebut diharapkan menjadi modal sosial untuk membangun Kecamatan Jambon yang maju, religius, dan sejahtera, sekaligus memperkuat peran santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan berkontribusi bagi peradaban dunia.

Kontributor: Ahmad Baihaqi/Sekretaris MCWNU Jambon

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *