NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

NU Ponorogo Kawal Masa Depan Empat Anak Yatim Kader Banser-Fatayat NU

Penyerahan santunan oleh NU Care-LAZISNU Ponorogo kepada keluarga almarhumah Lu’luatun Nikmah (21/10).

NU Online Ponorogo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo melalui NU Care LAZISNU bergerak cepat memastikan jaminan kelangsungan hidup serta pendidikan bagi empat anak yatim piatu almarhumah Lu’luatun Nikmah di Desa Jebeng, Kecamatan Slahung, kemarin (21/10). Langkah proaktif ini menjadi penegasan bahwa jamiah Nahdlatul Ulama tidak akan membiarkan keluarga kadernya berjuang sendirian.
Kepergian almarhumah Lu’luatun Nikmah menyisakan duka mendalam bagi keempat putranya yang masih kecil, termasuk si bungsu yang baru berusia 3,5 tahun. Sejak sang suami, almarhum Samsudin yang merupakan anggota Barisan Ansor Serbaguna (Banser), berpulang beberapa tahun silam, almarhumah yang juga merupakan anggota Fatayat NU sekaligus alumni pesantren NU berjuang seorang diri menjadi orang tua tunggal bagi keempat buah hatinya.
Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd., menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya almarhumah sekaligus mengajak publik meneladani keteguhan sosok pejuang keluarga tersebut:
“Kita mengambil hikmah dari perjuangan seorang ibu yang ditinggalkan wafat suaminya, harus menanggung beban empat anak. Semoga keempat anak itu kelak menjadi orang yang berguna. Kita semua berempati dan berusaha ikut membantunya.”

Silaturahmi dan koordinasi jajaran PCNU, LAZISNU, serta Ansor-Banser di rumah duka (21/10).

Menanggapi berbagai wacana yang beredar di ruang publik, termasuk tawaran pemindahan anak ke luar daerah, jajaran pengurus NU Care LAZISNU bersama Ansor dan Banser langsung turun takziah ke lokasi duka guna bersilaturahmi dan bermusyawarah dengan pihak keluarga almarhumah.
Kepala Cabang NU Care LAZISNU PCNU Ponorogo, Jam’un Haidar, menegaskan bahwa sikap kelembagaan NU sejalan penuh dengan keputusan keluarga yang diwakili kakak kandung almarhumah, Ibu Uswatul. Pihak keluarga sepakat agar anak-anak tetap menempuh pendidikan di Ponorogo dan tidak dipisahkan dari lingkungan asalnya.
“Tiga anak yang saat ini menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Yatim Piatu Mambaul Hisan Kadipaten dan bersekolah di MI Ma’arif Kadipaten akan tetap melanjutkan di sana. Pihak keluarga juga berpesan agar kelak jika anak keempat sudah cukup usia, juga disatukan di pondok yang sama agar kedekatan emosional dan psikologis antarsaudara tetap terjaga,” terang Jam’un Haidar.

Sinergi tim PCNU Ponorogo dalam mengawal perlindungan anak yatim kader NU (21/10).

Jam’un Haidar menambahkan bahwa PCNU bersama LAZISNU siap membantu kebutuhan biaya pendidikan formal di madrasah, kebutuhan pesantren, hingga pendampingan tumbuh kembang anak-anak tersebut secara berkelanjutan.
“Ayah mereka adalah sahabat Banser dan ibunya anggota Fatayat NU serta alumni pondok pesantren NU. Kami dari PCNU dan LAZISNU siap membantu kebutuhan pendidikan anak-anak di pesantren dan sekolah Ma’arif. Kami juga berkoordinasi langsung dengan pihak pengasuh pondok serta madrasah agar masa depan mereka benar-benar terlindungi,” tegasnya.

Melalui langkah nyata ini, PCNU Ponorogo mengajak warga Nahdliyin dan para dermawan untuk mempercayakan kepeduliannya melalui saluran resmi jamiah yang akuntabel, demi memastikan amanah kemaslahatan anak-anak kader NU terkelola dengan aman dan berkelanjutan.

Kontributor : Mahasiswa KPI UIN Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *