
NU Online Ponorogo,— Sebanyak 70 guru dari sekolah dan madrasah di bawah naungan Lembaga Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (LP Ma’arif NU) Kabupaten Ponorogo mengikuti Pelatihan Numerasi dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) ke-96 LP Ma’arif NU pada Rabu (17/09/2025). Kegiatan yang berlangsung di Graha PCNU Ponorogo ini menjadi bagian dari strategi pengembangan sumber daya manusia (SDM) guru Ma’arif, khususnya dalam memperkuat kompetensi pembelajaran abad ke-21.
Pelatihan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menerapkan pembelajaran numerasi berbasis deep learning (pembelajaran mendalam). Para peserta juga dibekali keterampilan menyusun perangkat ajar yang relevan, kontekstual, dan adaptif terhadap kebutuhan peserta didik di era digital.
Adapun materi yang diberikan meliputi:
- Orientasi Workshop
- Penerapan Pembelajaran Deep Learning: Peluang dan Tantangan
- Media Pembelajaran yang Menunjang Deep Learning
- Penyusunan Media Pembelajaran Berbasis Deep Learning
- Penyusunan Modul Ajar dan Rencana Tindak Lanjut

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi pendidikan dan akademisi yang berpengalaman dalam pengembangan pembelajaran numerasi. Selain itu, kegiatan juga dirancang agar peserta terlibat aktif dalam pelatihan.
Ketua PC LP Ma’arif NU Ponorogo, Dr. Basuki, M.Ag., turut hadir mendampingi para peserta dan memberikan apresiasi atas antusiasme peserta.
“Kami sangat mendukung kegiatan-kegiatan peningkatan kompetensi guru seperti ini. Semoga ilmu dan pengalaman yang diperoleh dapat diterapkan di madrasah, khususnya dalam meningkatkan kualitas pembelajaran numerasi yang lebih kreatif dan bermakna bagi siswa,” ujarnya.
Turut hadir di sela-sela diklat, ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idam Mustofa, M.Pd. yang juga menyemangati para peserta untuk tetap istiqomah dalam mengajar dan senantiasa meng-upgrade skill-nya.

Numerasi bukan sekadar keterampilan berhitung, namun hal itu mencakup kemampuan berpikir logis, analitis, serta memecahkan masalah nyata. Dalam konteks pendidikan abad ke-21, numerasi dipandang sebagai fondasi penting bagi peserta didik untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi, data, dan kebutuhan global.
Melalui pelatihan ini, LP Ma’arif NU Ponorogo menegaskan komitmennya dalam mencetak guru yang menguasai teori, terampil menerapkan pembelajaran numerasi berbasis teknologi dan deep learning. Dengan demikian, guru diharapkan dapat menjadi agen perubahan di kelas, menciptakan suasana belajar yang inovatif, kolaboratif, dan menyenangkan.
Lebih jauh, hasil dari pelatihan ini diharapkan melahirkan modul ajar yang aplikatif dan berkelanjutan, sehingga pembelajaran numerasi di sekolah dan madrasah Ma’arif mampu membekali siswa dengan kompetensi esensial untuk menghadapi tantangan zaman.
Kontributor: Tim Media Maarif Ponorogo
Editor: Atta