NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Sawoo Targetkan 4.000 Kartanu, Timses Rela Datang Pagi Pulang Malam

Simulasi pemotretan Kartanu dilakukan Timses Kartanu untuk menjamin kesiapan pendataan manual
Simulasi pemotretan Kartanu dilakukan Timses Kartanu untuk menjamin kesiapan pendataan manual

NU Online Ponorogo – MWC NU Sawoo awal Agustus ini mulai memompa mesin Tim Kartanu, baik tingkat Kecamatan maupun Desa. Berbeda dengan yang lain, selain Tim Admin Kartanu tingkat Wakil Cabang dan Ranting, secara khusus MWC NU Sawoo juga membentuk Tim Sukses atau Timses Kartanu.

Tim Kartanu MWC NU Sawoo terdiri dari 15 orang, berasal dari unsur Ranting, Lembaga dan Badan Otonom NU. Koordinator Timses Kartanu dipegang Edy Suryono dan Koordinator Tim Admin Kartanu dipercayakan kepada Imam Mustaqim. Keduanya juga dibantu Afifah Santi sebagai Bendahara. Sementara dan 12 anggota lainnya yang diambilkan dari perwakilan Ranting NU se kecamatan Sawoo.

Dalam keterangan rilis yang diterima NU online Ponorogo, Imam Mustakim Koordinator Tim Admin Kartanu menjelaskan, mulai 21 Juli 2021 lalu Timses Kartanu telah bergerak ke Ranting-ranting NU untuk sosialisasi. “Dari 14 desa (di Kecamatan Sawoo, Red), untuk sosialisasi hingga saat ini sudah mendapatkan 5 Desa,” tulisnya.

Ke-5 Ranting NU yang telah mendapatkan sosialisasi, sebut Mustaqim, terdiri dari Tempuran, Tumpuk, Pangkal, Prayungan, dan Tumpak Pelem. Ia menambahkan, sosialisasi di Ranting NU lainnya menyesuaikan kesiapan masing-masing Timses Kartanu setempat. “Sosialisasi di Ranting (NU) kami lakukan jika telah terbentuk di situ Koordinator Dusun,” ujarnya.

Sambil asyik bercengkerama anggota Timses Kartanu aktif mengikuti simulasi input data
Sambil asyik bercengkerama anggota Timses Kartanu aktif mengikuti simulasi input data

Dalam pelaksanaannya, Timses lebih banyak menangani pengadaan Kartanu secara manual. Dalam hal ini, lanjut Mustakim, masing-masing Koordinator Dusun diberikan formulir untuk dibagikan ke warga NU atau jamaah setempat.

“Warga NU milineal kita arahkan langsung mendaftar lewat aplikasi Kartanu,” imbuhnya.

Timses Kartanu juga telah menentukan jadwal pemotretan dan pendataan masal di setiap Ranting NU melalu formulir yang telah dibagikan. Sesuai jadwal itu, pendataan akan dilakukan Timses selama bulan Agustus, mulai hari ini (4/8).

Disebutkan Mustakim formulir yang sudah diiedarkan Timses per 1 Agustus 2021 sebanyak 1790 lembar. Rinciannya, Ranting NU Tempuran 300 lembar,Tumpuk 450 lembar dan Pangkal 465 lembar. Adapun
Ranting NU Prayungan dan Tumpak Pelem, masing-masing 300 dan 275.

Ditambahkan Koordinator Timses Edy Suryono, pihaknya menargetkan pemegang Kartanu di Sawoo sampai 4.000 orang. “Jika sudah selesai pendataan di ranting NU se Kecamatan Sawoo maka timses Kartanu akan terjun ke sekolah, untuk pendataan Kartanu bagi pelajar,” ungkapnya.

Edy menjelaskan, hari Selasa (3/8) Tim Kartanu mengadakan simulasi input data di rumahnya. Ia sendiri bersama Mustaqim membekali anggota Timses Kartanu teknis input data dan pemotretan. Pertemuan ini sekaligus ajang persiapan pendataan dan pemotretan ke setiap Ranting NU yang akan di lakukan mulai dari Tempuran esok harinya.

Dijelaskan Edy, dalam pemotretan Kartanu pihaknya dibantu Tim Multimedia MWC NU Sawoo. Tim ini terdiri dari 2 orang Fotografer. Sedangkan Timses, sebut Edy, terdiri 5 orang bagian Input data ditambah 3 orang yang menangani verifikasi data. Timses juga dilengkapi Bagian pengkodisian Jamaah, terdiri 2 orang. Untuk administrasi keuangan ditangani 3 orang Bendahara.

Dalam keterangan rilis disebutkan teknis pendataan kartanu dan pemotretan di setiap Ranting NU sebagai berikut:
1. Jamaah membayar biaya Kartanu di Bendahara sambil menyetorkan formulir
2. Bagian verifikasi mengecek data
3. Setelah data dianggap benar, Bagian verifikasi data menyerahkan formulir kepada Bagian input data
3. Pedaftar/peserta Kartanu diambil fotonya oleh Fotografer
4. Fotografer menginput data foto melalui google drive
5. Bagian input data memasukkan data di web Kartanu sesuai formulir dan mendownload foto dari google drive yang telah di upload fotografer sesuai namanya masing masing.

Saat simulasi Timses juga telah memastikan ketersediaan alat-alat yang diperlukan. Terdiri dari 2 unit kamera, 7 laptop, lampu untuk foto, beground foto dan bendera NU.

“Isnya Allah kami siap melaksanakan tugas. Ini saja, sampai sekarang (malam, Red) Timses belum pulang, padahal mereka di sini (tempat simulasi, Red) dari pagi,” pungkas Edy.

Reporter : Idam
Editor : Budi

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera