
NU Online Ponorogo – Pengurus Cabang Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PC ISNU) Kabupaten Ponorogo menggelar Kenduri Kebangsaan yang dirangkai dengan Sarasehan dan Temu Kader Lintas Generasi di Graha PCNU Ponorogo, Sabtu (31/10). Agenda dalam rangka peringatan Hari Santri 2026 ini mempertemukan jajaran pengurus cabang hingga perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) ISNU se-Kabupaten Ponorogo guna mempertegas komitmen kebangsaan serta mengkaji dinamika sosial politik menuju Pemilihan Umum 2029.
Ketua Panitia Pelaksana, Azza Fahreza Zayinnatul Ula, memaparkan bahwa temu kader lintas generasi ini merupakan agenda pokok untuk merekatkan silaturahmi intelektual sarjana NU sekaligus menyongsong persiapan Konferensi Cabang (Konfercab) PC ISNU Ponorogo yang segera bergulir.
” Sesuai namanya kenduri kebangsaan, temu kader ISNU lintas generasi dan PAC se-Ponorogo ini menjadi tujuan utama kami di momentum Hari Santri. Di dalamnya kami selipkan pembahasan Perkum aturan pra-Konfercab. Mengingat kondisi sosial politik saat ini, kader ISNU penting menyadari dan mampu menakar bagaimana masa depan bangsa ke depan ditentukan dari titik awal dalam memilih sosok pemimpin,” papar Azza.

Ketua PC ISNU Ponorogo, Dr. Agus Setyawan, M.S.I., menegaskan momentum Hari Santri bukan sekadar seremoni, melainkan pelecut tanggung jawab moral sarjana NU dalam mengawal keutuhan bangsa. Arahan tersebut diperkuat oleh Sekretaris Wilayah PW ISNU Jawa Timur, Muhammad Dawud, M.Sos., yang mengingatkan agar intelektual NU senantiasa mengedepankan etika politik dan berperan sebagai penyejuk di tengah potensi polarisasi publik.
Selain menakar peta kebangsaan, Muhammad Dawud menyosialisasikan Peraturan Perkumpulan (Perkum) berdasarkan Ketetapan Kongres III ISNU Nomor 03/KONGRES III/ISNU/XI/2024 perihal PD-PRT, khususnya tata cara permusyawaratan Konfercab dan Konferancab mengingat kepengurusan ISNU di Ponorogo akan purna tugas dalam setahun ke depan.
Sesi sarasehan bertajuk “Membaca Kontestasi Elektabilitas Pemilu 2029” menghadirkan Ketua DPRD Ponorogo Dwi Agus Prayitno, M.Si., akademisi UNU Yogyakarta Dr. Murdianto, M.Si., pengamat politik Topik Johar, ST., serta komisioner KPU Ponorogo M. Arwan Hamidi, M.E. Diskusi ini membedah urgensi literasi politik bagi warga akar rumput, netralitas kelembagaan, serta strategi merawat narasi persatuan agar elektabilitas tidak semata-mata dimaknai sebagai angka survei sesaat.

Kegiatan ini turut dihadiri para tokoh PCNU Ponorogo, di antaranya Rais Syuriyah Prof. Dr. H. Miftahul Huda, M.Ag., Katib Syuriyah KH Sugeng A. Wahid, M.Pd., dan Ketua Tanfidziyah Dr. Idam Mustofa, M.Pd. Pertemuan diakhiri dengan prosesi penyerahan cenderamata, pemotongan tumpeng kenduri, serta doa bersama demi kemaslahatan umat dan bangsa.
Kontributor : Mahasiswa KPI UIN Ponorogo