
NU Online Ponorogo — Suasana penuh kekhidmatan tampak dalam kegiatan penghormatan kepada Muassis Institut Agama Islam Sunan Giri (INSURI) Ponorogo yang digelar Ahad (16/11) di halaman Masjid setempat. NU Online Ponorogo menghimpun kembali profil pendiri Al-Maghfurlah KH. Adam Bashori dari beragam sumber untuk mengenang kiprah besar beliau.
Almarhum Drs. H. Adam Basori bin H. Fadli, lahir pada 5 Januari 1929 dan berpulang ke rahmatullah pada 29 Februari 1996. Beliau merupakan sosok sentral di balik berdirinya Institut Agama Islam Sunan Giri Ponorogo pada 1968. Peran visionernya dalam memajukan pendidikan tinggi Islam juga tampak melalui perintisan Yayasan Perguruan Tinggi Bathoro Katong, yang kemudian memperoleh legalitas melalui Akta Notaris Sinulingga, SH Nomor 17 tahun 1974 dan Akta Notaris Kustini, SH Nomor 4 tahun 1988.

Selama hampir tiga dekade, beliau dipercaya mengemban amanah sebagai Rektor INSURI Ponorogo (1968–1996). Masa kepemimpinan panjang ini menjadi fondasi kuat bagi perkembangan kampus tersebut di kemudian hari.
Di lingkungan Nahdlatul Ulama, sosok Adam Basori dikenal aktif dan progresif. Pada 1977 (1398 H), beliau memimpin panitia renovasi pertama Masjid Nahdlatul Ulama. Dedikasinya dalam penguatan pendidikan NU juga terlihat jelas pada penataan Lembaga Pendidikan Ma’arif Ponorogo beserta sekolah dan madrasah yang bernaung di bawahnya, terutama pada era 1970-an.
Dalam struktur PCNU Ponorogo, beliau tercatat sebagai Ketua Tanfidziyah ke-8. Sebelum memegang jabatan tersebut, beliau juga pernah menjadi Wakil Ketua sekaligus Ketua Lembaga Ma’arif, menunjukkan konsistensi dan kepakarannya dalam bidang pendidikan dan organisasi.

Ketika berpulang pada usia 67 tahun, beliau meninggalkan seorang istri, Hj. Siti Royanah binti H. Umar Sidiq, yang kemudian wafat pada 24 Januari 2019. Pasangan ini dikaruniai empat orang anak, meski putri sulung mereka telah mendahului kedua orang tua pada tahun 2003. Kelima putra-putrinya ialah: Almh. Hj. Wahyuning Wulandari, Achmad Bintoro, Hj. Wahyuning Purwitasari, Hj. Retno Prabandari dan Achmad Diponegoro. Salah satu putri beliau, Hjh. Wahyuning Purwitasari, kini tinggal di rumah keluarga besar di Jalan Lawu No. 08 Ponorogo.
Jejak panjang perjuangan KH. Adam Bashori menjadi bukti nyata kontribusinya dalam membangun pondasi pendidikan Islam dan kelembagaan NU di Ponorogo. Sosoknya dikenang sebagai figur visioner yang warisannya terus hidup melalui lembaga-lembaga yang pernah beliau gagas dan kembangkan. Semoga amal kebaikan beliau senantiasa mengalir.
Kontributor: Sahabat Media LTN