
NU Online Ponorogo – Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Ponorogo menggelar Rapat Pleno II di Graha NU Ponorogo, Sabtu (2/8/2025). Acara ini menjadi ajang konsolidasi struktural, refleksi program, dan evaluasi kinerja organisasi serta lembaga-lembaga di bawah naungan NU Ponorogo. Rapat juga dirangkai dengan tasyakuran satu tahun berdirinya Graha NU sebagai pusat kegiatan Nahdliyin setempat.
Rapat pleno dibuka dengan pembacaan tahlil yang dipimpin oleh KH Muhtar Sunarto, Wakil Rais PCNU Ponorogo. Suasana hening dan khidmat mengiringi pembacaan doa, sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan para muassis NU dan tokoh-tokoh yang telah wafat.
Sekretaris PCNU Ponorogo, Agus Nasrudin, dalam paparannya menekankan pentingnya ketertiban administrasi dan kedisiplinan pelaporan dari seluruh badan otonom (Banom), lembaga, dan lembaga khusus. Ia mengingatkan bahwa sesuai AD/ART, rapat pleno seharusnya dilaksanakan minimal setiap enam bulan sekali, sebagai sarana evaluasi dan sinkronisasi program kerja.

“Pasal 08 menegaskan bahwa Banom adalah pelaksana NU dalam bidangnya masing-masing. Maka dari itu, peran pengurus cabang adalah mensinkronkan gerak semua lembaga dan Banom agar sesuai dengan Rencana Strategis (Renstra) NU,” tegas Agus.
Penyerahan laporan program dari masing-masing lembaga dan lembaga khusus dilakukan secara simbolis kepada pimpinan sidang oleh perwakilan Banom dan lembaga yang diwakili Rois Syuriah didampingi Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa. Laporan keuangan turut disampaikan oleh Bendahara PCNU, H. Tohir Fauzi, S.E dengan transparansi yang diapresiasi peserta sidang.
Rapat pleno ini dipimpin langsung oleh Gus Asfin Abdulrahman, sebagai pimpinan sidang. Agenda utama berupa penyampaian laporan dari Banom, lembaga, dan lembaga khusus serta respons tanggapan dari forum pleno. Beberapa perwakilan lembaga menyoroti perlunya peningkatan koordinasi antarunit kerja NU, termasuk dalam program-program kemasyarakatan dan kaderisasi.
Menutup rangkaian pleno, Ketua PCNU Ponorogo, Dr. Idham Mustofa, menegaskan perlunya penataan ulang administrasi dan peningkatan kualitas koordinasi. “Kita ini adalah keluarga besar. Komunikasi yang intensif dan saling memahami antara pengurus, lembaga, dan Banom akan memperkuat gerak kita bersama,” ujarnya.

Sebagai penutup, dilakukan tasyakuran satu tahun kepengurusan PCNU Ponorogo. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Ketua PCNU dan diserahkan kepada KH Solechan Al-Hafidz, yang sebelumnya memimpin doa bersama.
Kontributor: Nanang Diyanto/LKNU Ponorogo