NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Sampah Jadi Peluang, Fatayat NU Ponorogo Dorong Ranting Belajar Pengelolaan Bank Sampah

Perwakilan ranting Fatayat NU Ponorogo belajar secara langsung proses penimbangan sampah dalam kegiatan studi lapangan bank sampah di Desa Ngunut.

NU Online Ponorogo – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Ponorogo melalui Bidang Ekonomi dan Koperasi terus mendorong penguatan kegiatan ekonomi sekaligus kepedulian terhadap lingkungan di tingkat ranting. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menindaklanjuti sosialisasi mengenai pengelolaan bank sampah yang sebelumnya telah dibahas dalam pertemuan rutin PAC.

Sebagai tindak lanjut dari pembahasan tersebut, Bidang Ekonomi dan Koperasi PAC Fatayat NU Ponorogo menggelar kegiatan studi lapangan terkait pengumpulan dan pengelolaan bank sampah. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada (20/9) mulai pukul 07.30 WIB dengan lokasi kegiatan di Desa Ngunut.

Kegiatan studi lapangan ini menjadi bagian dari upaya PAC Fatayat NU Ponorogo memberikan pengalaman langsung kepada para kader dan pengurus ranting mengenai praktik pengelolaan bank sampah. Melalui pembelajaran di lapangan, peserta diharapkan tidak hanya memahami konsep, tetapi juga memperoleh gambaran mengenai penerapannya.

Dalam informasi yang disampaikan Bidang Ekonomi dan Koperasi PAC Fatayat NU Ponorogo, setiap ranting diminta mengirimkan satu orang perwakilan untuk mengikuti kegiatan tersebut. Perwakilan ranting nantinya diharapkan dapat membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama studi lapangan untuk dibagikan kepada anggota di wilayah masing-masing.

Daftar harga berbagai jenis sampah sebagai bagian dari pengenalan sistem pengelolaan dan nilai ekonomi sampah.

Bank sampah sendiri menjadi salah satu bentuk kegiatan yang dapat menghubungkan kepedulian terhadap lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat. Sampah yang sebelumnya dipandang sebagai barang tidak bernilai dapat dikelola dan dikumpulkan secara lebih terorganisasi sehingga memiliki nilai ekonomi.

Bagi Fatayat NU, pengembangan kegiatan semacam ini juga dapat menjadi ruang bagi kader untuk belajar mengelola kegiatan produktif di tengah masyarakat. Selain aspek lingkungan, pengelolaan bank sampah dapat membuka peluang edukasi mengenai pemilahan sampah, pengumpulan, pencatatan, hingga pengelolaan hasilnya.

Kegiatan di Desa Ngunut tersebut diharapkan menjadi momentum belajar bersama bagi PAC dan  seluruh ranting Fatayat NU Ponorogo. Pembelajaran secara langsung dinilai penting agar para peserta mendapatkan pengalaman yang lebih konkret mengenai bagaimana sistem pengumpulan dan pengelolaan bank sampah dapat dijalankan.

Bidang Ekonomi dan Koperasi PAC Fatayat NU Ponorogo juga berharap hasil dari kegiatan tersebut tidak berhenti pada studi lapangan semata. Pengetahuan yang diperoleh para perwakilan ranting diharapkan dapat dikembangkan dan dipraktikkan sesuai dengan kondisi serta potensi masing-masing ranting.

Pengurus dan perwakilan ranting Fatayat NU Ponorogo berfoto bersama usai mengikuti studi lapangan pengelolaan bank sampah di Desa Ngunut.

Dengan melibatkan perwakilan dari setiap ranting, kegiatan ini sekaligus menjadi sarana memperkuat komunikasi dan jejaring antarkader Fatayat NU Ponorogo. Pertemuan di lapangan dapat menjadi ruang untuk bertukar pengalaman, berdiskusi mengenai kendala, serta melihat berbagai kemungkinan pengembangan program di tingkat ranting.

Langkah tersebut menunjukkan perhatian PAC Fatayat NU Ponorogo terhadap kegiatan pemberdayaan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat. Pengelolaan bank sampah tidak hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengelolaan sampah secara berkelanjutan.

Para perwakilan ranting yang mengikuti kegiatan diharapkan dapat menjadi penggerak di wilayah masing-masing setelah memperoleh pengalaman dari Desa Ngunut. Dengan demikian, kegiatan yang diawali dari tingkat PAC berpotensi berkembang menjadi gerakan bersama yang melibatkan lebih banyak kader dan masyarakat.

Melalui kegiatan studi lapangan bank sampah ini, PAC Fatayat NU Ponorogo berupaya membangun budaya belajar dan pemberdayaan yang dapat diterapkan secara nyata. Ke depan, pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal bagi masing-masing ranting untuk mengembangkan kegiatan bank sampah sesuai kebutuhan dan potensi lingkungan di wilayahnya.

Kontributor: Tim Media PAC Fatayat NU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *