NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

11 Ranting Duduk Bersama, Fatayat NU Ponorogo Susun Ulang Majelis Taklim Fatimatuz Zahra

Pengurus PAC Fatayat NU Ponorogo, Bidang Pendidikan dan Dakwah, Lembaga Fordaf, serta 11 ketua ranting berfoto bersama usai rapat penyusunan konsep dan format baru Majelis Taklim Fatimatuz Zahra

NU Online Ponorogo — Pimpinan Anak Cabang (PAC) Fatayat NU Ponorogo menggelar rapat khusus dalam rangka menyusun konsep dan format baru Majelis Taklim Fatimatuz Zahra. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Jumat, (18/9) pukul 15.30 WIB, bertempat di rumah Sahabat Dwi Setyowati.

Rapat ini menjadi bagian dari upaya PAC Fatayat NU Ponorogo untuk melakukan pembahasan dan penyegaran terhadap pelaksanaan Majelis Taklim Fatimatuz Zahra. Konsep dan format baru dibahas secara bersama-sama agar kegiatan majelis taklim dapat memiliki arah yang lebih terstruktur.

Rapat khusus tersebut diikuti oleh sejumlah unsur penting dalam kepengurusan PAC Fatayat NU Ponorogo. Peserta rapat terdiri dari pengurus harian, bidang Pendidikan dan Dakwah, lembaga Fordaf, serta seluruh ketua dari 11 ranting Fatayat NU yang berada di bawah PAC Fatayat NU Ponorogo.

Bidang Pendidikan dan Dakwah dalam rapat tersebut dikoordinatori oleh Sahabat Rahayu. Sementara itu, Lembaga Fordaf dikoordinatori oleh Sahabat Mulikah. Keterlibatan berbagai unsur kepengurusan ini diharapkan dapat memperkaya pembahasan dalam merumuskan format baru Majelis Taklim Fatimatuz Zahra.

Rapat secara langsung dipimpin oleh Ketua PAC Fatayat NU Ponorogo, Sahabat Imroatul Munfaridah. Dalam rapat tersebut, seluruh peserta diberikan kesempatan untuk menyampaikan gagasan, masukan, serta pandangan terkait konsep dan format baru yang akan diterapkan dalam Majelis Taklim Fatimatuz Zahra.

Pembahasan berlangsung secara partisipatif dengan melibatkan seluruh peserta yang hadir. Masing-masing unsur kepengurusan turut memberikan kontribusi pemikiran sehingga proses penyusunan konsep tidak hanya berasal dari satu pihak, melainkan melalui diskusi bersama.

Rapat Penyusunan Format Baru: Pengurus PAC Fatayat NU Ponorogo bersama 11 ketua ranting membahas konsep dan format baru Majelis Taklim Fatimatuz Zahra, Jumat (18/9).

Keterlibatan 11 ketua ranting menjadi salah satu bagian penting dalam rapat tersebut. Para ketua ranting dapat menyampaikan berbagai pandangan dari masing-masing wilayah sehingga pembahasan format baru Majelis Taklim Fatimatuz Zahra dapat mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi di tingkat ranting.

Majelis Taklim Fatimatuz Zahra sendiri menjadi salah satu ruang kegiatan keagamaan dan pembelajaran yang berada dalam lingkup Fatayat NU Ponorogo. Karena itu, penyusunan konsep dan format baru dibahas secara serius melalui forum internal yang melibatkan berbagai bidang dan unsur kepengurusan.

Melalui rapat ini, PAC Fatayat NU Ponorogo berupaya membangun kesamaan pemahaman di antara pengurus dan seluruh ranting. Diskusi bersama juga menjadi ruang untuk menyatukan gagasan mengenai bagaimana Majelis Taklim Fatimatuz Zahra dapat dikembangkan dengan format yang sesuai dengan tujuan organisasi.

Sahabat Imroatul Munfaridah selaku Ketua PAC Fatayat NU Ponorogo memimpin jalannya pembahasan hingga seluruh peserta terlibat dalam diskusi. Suasana rapat menjadi ruang bersama bagi pengurus untuk bertukar pikiran dan membicarakan berbagai hal yang berkaitan dengan pembaruan konsep majelis taklim.

Rapat tersebut menunjukkan adanya keterlibatan aktif antara pengurus PAC, bidang Pendidikan dan Dakwah, Lembaga Fordaf, serta para ketua ranting. Kolaborasi berbagai unsur tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan konsep dan format baru Majelis Taklim Fatimatuz Zahra.

Dengan dilaksanakannya rapat pada Jumat, 18 September 2026 tersebut, PAC Fatayat NU Ponorogo tengah menyiapkan konsep baru bagi Majelis Taklim Fatimatuz Zahra melalui proses pembahasan bersama. Hasil diskusi dan masukan dari seluruh peserta menjadi bagian penting dalam penyusunan format yang akan menjadi bahan tindak lanjut kegiatan majelis taklim ke depan.

Kontributor : Tim Media PAC Fatayat NU Ponorogo

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *