NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

Semarak Hari Santri 2026, IGPAUD Muslimat NU Jetis dan Sambit Gelar Dongeng Ceria di Ndalem Kyai Ageng Muhammad Besari Tegalsari Ponorogo

Suasana kegiatan Dongeng Ceria dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026 di Ndalem Kyai Ageng Muhammad Besari, Tegalsari, Ponorogo.

NU Online Ponorogo – Dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Santri 2026, keluarga besar TK, RA, dan PAUD yang tergabung dalam IGPAUD Muslimat NU Kecamatan Jetis dan Sambit menggelar kegiatan Dongeng Ceria bersama Kak Ros. Kegiatan yang berlangsung di Ndalem Kyai Ageng Muhammad Besari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Selasa (20/10) ini diikuti oleh 18 lembaga pendidikan dengan jumlah peserta sebanyak 360 siswa dan 40 guru.

Ketua panitia, Binti Sholihah, menyampaikan bahwa peringatan Hari Santri Nasional tahun ini dikemas berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya kegiatan diisi dengan apel dan tumpengan, kali ini panitia menghadirkan kegiatan mendongeng sebagai sarana edukasi yang menyenangkan bagi anak-anak.

“Hari ini adalah hari di mana IGPAUD mengadakan kegiatan mendongeng dalam rangka peringatan Hari Santri. Mohon maaf, biasanya kegiatannya diadakan apel dan tumpengan, maka kali ini berbeda seperti sebelumnya,” ungkapnya.

Antusiasme anak-anak mengikuti kegiatan Dongeng Ceria bersama IGPAUD Muslimat NU Kecamatan Jetis dan Sambit dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan dapat mengenal nilai-nilai keislaman, menumbuhkan kecintaan terhadap dunia pesantren, serta meneladani perjuangan para ulama sejak usia dini. Metode mendongeng dipilih agar pesan moral dan keagamaan dapat disampaikan dengan cara yang menarik, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kabupaten Ponorogo, Laili Rumzana, turut menekankan pentingnya keterlibatan para guru dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kegiatan mendongeng tidak hanya menjadi hiburan dan pembelajaran bagi siswa, tetapi juga kesempatan bagi guru untuk mempelajari teknik bercerita yang baik.

“Saya berharap yang memperhatikan tidak hanya anak-anak, Bu Guru juga harus mencermati dan berusaha memahami bagaimana strategi dan triknya untuk bisa mendongeng di hadapan putra-putri dengan baik,” tuturnya.

Ia berharap para guru dapat mengambil ilmu dan pengalaman dari kegiatan tersebut sehingga mampu menerapkan metode mendongeng secara kreatif dalam proses pembelajaran di sekolah. Dengan demikian, penyampaian materi pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan kepada anak-anak dapat berlangsung lebih efektif.

Sementara itu, Ketua PC IGPAUD Muslimat NU Ponorogo, Umi Hanifah, berharap kegiatan peringatan Hari Santri Nasional ini memberikan manfaat bagi dunia pendidikan anak usia dini, khususnya dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa.

“Mudah-mudahan kegiatan Hari Santri ini bermanfaat dan berguna untuk mencetak kader generasi emas tahun 2045,” harapannya.

Pemilihan Ndalem Kyai Ageng Muhammad Besari sebagai lokasi kegiatan juga menjadi bagian dari upaya mengenalkan warisan sejarah dan tradisi pesantren kepada anak-anak. Kyai Ageng Muhammad Besari dikenal sebagai tokoh penting dalam perkembangan tradisi pesantren di Nusantara. Nilai perjuangan dan keteladanannya diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda.

Momentum kebersamaan panitia, guru IGPAUD Muslimat NU Jetis dan Sambit, serta Kak Ros dalam kegiatan Dongeng Ceria memperingati Hari Santri Nasional 2026.

Melalui kegiatan Dongeng Ceria ini, IGPAUD Muslimat NU Jetis dan Sambit berupaya menjadikan peringatan Hari Santri Nasional 2026 bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan juga sarana menanamkan karakter religius, kecintaan kepada ulama, serta semangat belajar kepada anak-anak sejak usia dini. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang belajar bagi para guru untuk mengembangkan metode pembelajaran yang kreatif demi mendukung lahirnya generasi emas Indonesia pada 2045.

Kontributor: Kaelfykrie

Informasi terkait:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *