Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama PONOROGO mengimbau kepada Nahdliyin untuk senantiasa Menjaga Kesehatan, Mematuhi Instruksi, Himbauan, dan Protokol yang ditetapkan oleh Pemerintah dalam menghadapi pandemi Covid-19, termasuk tidak keluar rumah dan jaga jarak aman (Physical Distancing) agar tercapai kemaslahatan bersama, serta Memperbanyak Doa dan Amaliyah sebagaimana instruksi PBNU serta memohon pertolongan kepada Allah SWT semoga pandemi Covid-19 bisa diatasi dengan segera

NU PONOROGO

Official Website PCNU Ponorogo

NU Ponorogo Turut Berduka Wafatnya Kyai Syukri

NU Online Ponorogo – Jelang puncak Peringatan Hari Santri Nasional (HSN), warga Ponorogo dikagetkan atas kabar wafatnya Pimpinan Pondok Pesantren Gontor Dr KH Syukri Zarkasyi, MA. Tepatnya hari Rabu (21/10) jam 15.50 WIB. Almarhum meninggal di rumahnya akibat sakit.

“Atas nama Keluarga besar NU Ponorogo, kami turut berduka cita serta mendo’akan agar almaghfurlah husnul khatimah,” kata Drs. H. Fatchul Azis, MA, Ketua PCNU Ponorogo kepada NU Online Ponorogo.

Fatchul Azis menuturkan, almarhum yang lebih akrab dipanggil Kyai Syukri, adalah sosok yang sangat lemah lembut. Sebagai putra pertama dari Tri Murti pendiri Pesantren Gontor KH Imam Zarkasyi, Kyai Syukri mewakafkan hidupnya untuk memperjuangkan kemajuan pesantren. Hasil perjuangan Kyai Syukri di antaranya menjadikan Pesantren Gontor seperti sekarang. “Hubungan kami sangat baik dan dekat. Kami sama-sama berjuang untuk Islam dan Indonesia,” kenangnya.

Hal senada disampaikan Rais PCNU Ponorogo KH Mohammad Sholihan Al-Hafidz. Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Quran ini mengaku juga ikut berduka. “Mari kita do’akan semoga almarhum Kyai Syukri Zarkasyi diterima segala amal baiknya, dan mendapat tempat sebaik-baiknya di sisi ALLAH subhanallaahu wa ta’ala,” tutur Kyai Sholihan.

Sekedar informasi, Kyai Syukri lahir di Gontor, 19 September 1942. Beliau menamatkan Sekolah Dasar di desa Gontor pada 1954. Setelah menamatkan Kulliyatu-l-Mu’allimin Al-Islamiyah (KMI) di Pondok Modern Darussalam Gontor pada 1960, dan melanjutkan studi di IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta hingga mendapatkan gelar Sarjana Muda pada 1965. Salah satu karya almagfurullah adalah Gontor dan pembaharuan pendidikan pesantren.

Rencananya, jenazah akan dimakamkan di pemakaman keluarga di lingkungan pondok bertepatan dengan peringatan HSN tanggal 22 Oktober 2020 besok.

 

Reporter : Yoga Karim

Editor : Lege

Informasi terkait:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *